LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : FIND4S Hari ke-6, Food Sustainability Mesti Disertai Exposure Assessment
Delegasi Program Studi S1 Teknologi Pangan Universitas Tidar (Untidar) melanjutkan rangkaian kegiatan FIND4S Study Visit hari keenam di KU Leuven, Ghent, Belgia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program konsorsium internasional FIND4S (Food and Nutrition Development for Sustainable Society) yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam sistem pangan berkelanjutan. Proyek FIND4S sendiri didukung oleh pendanaan dari Erasmus+ Uni Eropa, dan melibatkan konsorsium 11 perguruan tinggi, terdiri dari tujuh universitas di Indonesia serta empat mitra dari Eropa. Universitas tersebut adalah Katholieke Universiteit (KU) Leuven, University College Dublin (UCD), University of Applied Sciences Anhalt, Católica Portuguesa (UCP), Universitas DIponegoro (UNDIP), Universitas Tidar (UNTIDAR). Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Universitas Nasional Karang Turi (UNKARTUR) Semarang, Universitas Semarang (USM), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), dan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi di bidang sistem pangan berkelanjutan berbasis data, serta memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan industri.
Hari keenam diawali dengan lanjutan pemaparan dari Prof. Enda Cummins dari University College Dublin (UCD) dengan topik “Food Safety Management – Fundamental and Components”. Sesi lanjutan ini berfokus pada exposure assessment. Dilanjutkan dengan penandatanangan Implementation Agreement (IA) oleh seluruh angggota konsorsium FIND4S dan disaksikan oleh Dr. Andri Hadi (Ambassador of the Republic of Indonesia to the Kingdom of Belgium, Grand Duchy of Luxembourg, and the European Union) dan Prof. Wim Dewulf (Dean of Faculty of Engineering Technology. KU Leuven). Dan hari ini diakhiri sesi pemaparan dari Prof. Margarida Silva dari Universidade Católica Portuguesa (UCP) tentang “Sustainability in Climate Change”.

Pangan berkelanjutan (food sustainability) merupakan konsep yang semakin mendapatkan perhatian di seluruh dunia, seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang tantangan lingkungan, ekonomi, dan sosial yang dihadapi oleh sistem pangan global. Namun, dengan berkembangnya produksi pangan yang lebih ramah lingkungan, muncul tantangan baru terkait dengan keamanan pangan dan potensi dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa pangan berkelanjutan tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman untuk dikonsumsi, adalah melalui exposure assessment atau penilaian paparan.
Iqbal menuturkan, pangan berkelanjutan adalah solusi penting untuk menghadapi tantangan global, namun keberlanjutannya harus dilihat secara holistik, termasuk dalam aspek kesehatan masyarakat. “Exposure assessment memainkan peran vital dalam memastikan bahwa pangan yang diproduksi dan dikonsumsi dalam sistem pangan berkelanjutan (food sustainability) tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga aman untuk kesehatan. Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menciptakan sistem pangan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan untuk generasi yang akan datang” ujarnya.

Bayu menambahkan bahwa Penandatanganan IA ini adalah salah satu komtitmen seluruh anggota konsorsium FIND4S, bahwa mereka memiliki keinginan kuat yang sama dalam memulai diskusi akademis terbuka dan mengembangkan aktivitas kelas kolaboratif terkait dengan tema sistem pangan berkelanjutan (food sustainability), dan inovasi pendidikan di bawah kerangka program FINDS Erasmus+.
“Kegiatan Study Visit Day 6 ini menguatkan Program Studi S1 Tekknologi Pangan Untidar semakin berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya menjaga sistem pangan berkelanjutan (food sustainability) di Indonesia,” Pungkas Bayu.
Penulis:
Pradipta Bayuaji
Muhammad Iqbal Fanani
Editor:
Danu Wiratmoko


