Ustadz Handy Bonny Riuhkan GKU Suparsono, Ajak Jemaah Konsisten Perbaiki Diri

Magelang, 24 Februari 2026 — Universitas Tidar (Untidar) berkolaborasi dengan Majelis Faza dan Akhwat Bergerak menyelenggarakan kegiatan pengajian bertema “Ngaji Inspirasi” yang menghadirkan Ustadz Handy Bonny sebagai pemateri. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr.H.R. Suparsono Untidar, Selasa (24/02) dan dipadati oleh mahasiswa, sivitas akademika Untidar, serta masyarakat umum.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Takmir Masjid Untidar, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T.,M.T.,IPM. Ia menyampaikan rasa hormat dan selamat datang kepada para jamaah yang telah meluangkan waktu untuk datang di majelis yang berkah ini. “Kegiatan pengajian ini merupakan bagian dari upaya menjalankan hadis Nabi tholabul ilmi faridhotun ala kulli muslim yang artinya menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim dan juga memperkuat pembinaan di lingkungan kampus yang berlandaskan nilai-nilai spiritual,” Ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan, tak hanya pendidikan akademik tapi perlu juga pendidikan spiritual. Maka dari itu ia mengajak kepada seluruh jamaah untuk melanjutkan pendidikan bagi putra putri para hadirin untuk berkuliah di Untidar, karena kedua aspek akademik dan spiritual ada di kampus Untidar ini.

Dalam sesi kajian, Ustadz Handy Bonny menyampaikan materi yang menekankan pentingnya konsistensi dalam memperbaiki diri, membangun lingkungan pergaulan yang positif.

Ia menekankan pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas serta menjauhi zina di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin kompleks khususnya bagi mahasiswa. “Islam secara tegas melarang zina. Larangan ini tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32 yang mengingatkan agar tidak mendekati zina karena perbuatan tersebut adalah dosa besar dan jalan yang buruk,” ujarnya.

Zina sangat berdampak buruk bagi kehidupan. Banyak kasus mahasiswa terjerumus pergaulan bebas sehingga memicu kehamilan diluar nikah meningkat di Indonesia. Akibatnya yaitu gangguan mental karena rasa bersalah, hingga putus kuliah karena tekanan sosial. Penyampaian materi yang sistematis dan komunikatif dari Ustadz muda yang sedang naik daun ini mendorong partisipasi aktif peserta, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda pembinaan yang berkelanjutan serta mempererat kolaborasi antara Untidar, dengan masyarakat, khususnya para aktifis keagamaan dalam menghadirkan program-program yang baik bagi kampus Untidar dan masyarakat luas.

 

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq