Untidar Gelar Syawalan Inspiratif, Dorong Budaya Kerja Profesional dan Berintegritas

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Penguatan Budaya Kerja dan Integritas dalam Rangka Peningkatan Kedisiplinan Pegawai di Lingkungan Universitas Tidar pada Selasa (31/3) di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum halal bihalal atau syawalan dalam rangka Idul Fitri untuk mempererat silaturahmi antar civitas akademika.

Kegiatan menghadirkan Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., pimpinan Pondok Lirboyo sekaligus Rektor Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri, serta Adi Sulistyo, S.H., M.H., Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta dihadiri oleh seluruh elemen Untidar, meliputi pimpinan universitas, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Yusuf Rangkuti, S.H., M.H., dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, Ikhwan Alfath Nurul Fathony, S.Kom., M.Kom., dan sambutan oleh Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., sebagai Rektor Untidar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Adi Sulistyo, S.H., M.H., terkait kebijakan terkini dari perwakilan kementerian, dengan fokus materi membangun budaya kerja profesional berdisiplin dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa budaya kerja disiplin dan berintegritas menjadi landasan utama dalam membentuk kinerja organisasi yang efektif.

Ia juga menguraikan faktor-faktor yang memengaruhi budaya kerja, strategi penguatan yang dilakukan melalui area perubahan dengan menegaskan bahwa integritas menjadi nilai kunci yang harus dijunjung tinggi oleh setiap pegawai sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjalankan amanah institusi.

Selanjutnya, tausiyah dengan tema “Mempererat Ukhuwah dan Semangat Baru Pasca Ramadhan” disampaikan oleh Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum pasca Ramadhan sebagai refleksi diri, khususnya dalam meningkatkan ketakwaan dan kualitas diri ke arah yang lebih baik.

“Setelah kita berpuasa, pertanyaannya adalah apakah kita hari ini merasa lebih bertakwa daripada hari-hari sebelumnya. Ini menjadi tantangan bagi kita semua, bahwa setiap hari harus lebih baik dari hari kemarin,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga semangat ibadah dan perbaikan diri secara berkelanjutan sebagai wujud nyata dari nilai ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Setelah Ramadhan, semangat kita harus menjadi lebih baik, takwa kita lebih kuat, ibadah kita lebih semangat,” tambahnya.

Kemudian ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai momen syawal sebagai ruang untuk memperbaiki hubungan antarsesama, melalui sikap saling memaafkan dan berbuat kebaikan. Ia menekankan bahwa memberi maaf dan berbuat baik merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim setelah menjalani ibadah Ramadhan.

“Pada momen yang mulia ini, mari kita membuka hati untuk saling memaafkan dan berbuat baik kepada sesama. Karena siapa yang berbuat baik kepada orang lain, maka Allah akan membalas dengan kebaikan pula,” ujarnya

Ia juga menambahkan kutipan dari Mark Twain, bahwa nilai kebaikan bersifat universal dan dapat dirasakan oleh siapa pun tanpa memandang latar belakang.

Kindness is the language which the deaf can hear and the blind can see. Siapa pun bisa merasakan kebaikan, bahkan orang yang tidak bisa melihat maupun mendengar sekalipun,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa oleh Akhmad Roqi Alawi, S.Sos., M.I.Kom., serta dilanjutkan dengan sesi halal bihalal dan makan siang bersama.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap penguatan budaya kerja, integritas, dan kedisiplinan dapat terus ditingkatkan, sehingga seluruh civitas akademika mampu menjalankan tugas secara profesional serta berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar