PKM 2018 : ELMOS, INOVASI ALAT CEK KESEHATAN LANSIA

Meningkatnya populasi menua (ageing population) di Indonesia saat ini kurang diimbangi dengan peningkatan inovasi layanan kesehatan khususnya terhadap lansia. Pemantauan kesehatan yang kurang atau bahkan terlambat dapat membahayakan kesehatan para lansia apalagi jika lokasi fasilitas kesehatan yang jauh dari rumah.

Elderly Health Monitor System atau ELMOS diharapkan kedepannya dapat dikembangkan menjadi alat monitor kesehatan lansia di Indonesia. Ukurannya yang kecil dan cara aplikasi sederhana mempermudah para lansia memonitor kesehatannya dimanapun berada,” kata Choirul Anam.

Cara kerja alat ini yaitu meletakkan ELMOS pada dibagian lengan atas, lalu anggota keluarga dapat langsung memonitor kesehatan lansia tersebut menggunakan smartphone yang telah terhubung dengan alat yang telah terkoneksi melalui bluetooth dan bisa membaca kondisi kesehatan melalui aplikasi ELMOS yang telah terinstal.

Ketua tim Program Kreatifitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) ELMOS (Elderly Health Monitor System) ini menyatakan bahwa inovasi layanan monitor kesehatan lansia ini terintegrasi smartphone android

“ELMOS menjadi terobosan untuk memberikan layanan  kesehatan lansia yang dimudahkan dengan mengintegrasikannya dengan smartphone android. Kami sudah menguji coba ELMOS di Laboratorium Elektronik Untidar,” ujarnya.

ELMOS di wujudkan dalam bentuk gawai yang berisi mikrokontroler arduino. Sensor detak jantung, sensor suhu DS18b20, dan sensor accelerometer MPU 6050, serta modul Bluetooth yang dikemas menjadi alat yang inovatif dan mudah digunakan oleh lansia.

Dalam alat ini, Lansia akan di deteksi jumlah detak jantung per menit (Beat per Minute BPM), Jumlah suhu tubuh dengan satuan derajat selsius (*C), dan deteksi Lansia apabila Lansia mengalami jatuh maka ELMOS akan mengirim pemberitahuan ke smartphone apabila pengguna jatuh.

“Selama praktik uji coba beberapa kali dan dibandingkan dengan keadaaan aktual, hasil uji coba mengindikasikan hasil pembacaan alat mengalami perbedaan yang sedikit, itu berarti alat ini memiliki margin error yang kecil,” katanya.

Anam berharap, ELMOS dapat menjadi solusi peningkatan layanan kesehatan lansia untuk menghadapi peningkatan populasi menua. Alat ini bermanfaat sebagai layanan monitor kesehatan lansia yang inovatif, efektif,dan mudah digunakan serta berkelanjutan.

“Ke depan akan terus kami kembangkan alat ini. Bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi masyarakat lansia akan membutuhkan layanan kesehatan lansia yang inovatif dan mudah digunakan. Harapannya ELMOS bisa menjadi jawaban akan inovasi layanan monitor kesehatan lansia untuk menghadapi peningkatan populasi menua di Indonesia,” jelasnya. (Tim PKM-KC ELMOS/DN)

PENGUMUMAN REGISTRASI (VERIFIKASI DATA) CALON MAHASISWA JALUR SBMPTN 2018

Kepada seluruh calon mahasiswa Universitas Tidar jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) tahun 2018 untuk mengikuti Registrasi (Verifikasi Data) pada SENIN-SELASA, 23-24 JULI 2018 di Auditorium UNTIDAR mulai pukul 08.00 Wib sampai 16.00 Wib.

Calon mahasiswa wajib membawa FORM REGISTRASI yang didownload pada saat selesai proses REGISTRASI ONLINE.

Alur Registrasi dapat dilihat pada laman http://um.untidar.ac.id/registrasi-mahasiswa-baru/

Syarat dan ketentuan Registrasi (Verifikasi Data) dapat didownload pada :

SBMPTN 2018



PENGUMUMAN REGISTRASI (VERIFIKASI DATA) CALON MAHASISWA JALUR PMDK 2018

Kepada seluruh calon mahasiswa Universitas Tidar jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) tahun 2018 untuk mengikuti Registrasi (Verifikasi Data) pada SELASA, 24 JULI 2018 di Auditorium UNTIDAR mulai pukul 08.00 Wib sampai 16.00 Wib.

Calon mahasiswa wajib membawa FORM REGISTRASI yang didownload pada saat selesai proses REGISTRASI ONLINE.

Alur Registrasi dapat dilihat pada laman http://um.untidar.ac.id/registrasi-mahasiswa-baru/

Syarat dan ketentuan Registrasi (Verifikasi Data) dapat didownload pada :

PMDK 2018



PKM 2018 : “HI FARM EDUCATION” PERMAINAN EDUKASI PERTANIAN BAGI ANAK

Pengenalan potensi pertanian di Magelang tentunya harus dimulai dari usia dini. Usia PAUD dan TK adalah masa-masa emas dimana kecerdasan anak sudah mencapai 50% dimasa inilah perlunya stimulasi-stimulasi positif mulai diberikan salah satunya pengenalan tentang lingkungan sekitarnya.

Pengenalan potensi pertanian pada anak usia PAUD (0-4 tahun) berpeluang besar meningkatkan minat, kepedulian dan pengembangannya di masa yang akan datang. “Saat ini potensi pertanian di Magelang belum diimbangi dengan minat generasi muda untuk mengelolanya,” ujar Ayu Septian Andrian, mahasiswi Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tidar.

Keprihatinan ini membuat Ayu beserta ketiga temannya yaitu Muhammad Dian Fery Firmanda (Teknik Sipil), Ahmad Choirul (Teknik Mesin) dan Diky Ilham Irvandiyanto (Teknik Mesin) membuat sebuah permainan edukasi pertanian untuk anak usia PAUD yang bertujuan mengenalkan dunia pertanian.

“kami menyebutnya Hi-Farm Education, yaitu permainan mirip ular tangga yang dimodifikasi untuk mengenalkan seputar dunia pertanian kepada anak-anak,” katanya.

Hi-Farm Education diwujudkan dalam bentuk papan permainan yang berisi miniatur budidaya tanaman yang edukatif, menyenangkan dan mudah dipraktikkan oleh anak-anak.

Dalam permainan ini, anak-anak didampingin untuk mengenal tahap budidaya tanaman. Anak-anak juga diajak mempraktikkan budidaya secara langsung mulai dari penanaman, perawatan hingga permanen sebagai aplikasi pengetahuan dari permainan.

“Setelah menyelesaikan permaian anak-anak juga diajak mempraktekkan ilmu yang mereka dapatkan dengan menamam tanaman disekitar sekolah,” tambah Ayu.

Menurut ketua tim Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Hi Farm Education “Sistem edukasi pertanian anak usia dini dengan metode permainan inovatif di Magelang”, permainan ini telah diterapkan pada beberapa sekolah salah satunya PAUD Mutiara Hati dan RA Islamiyah, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Ibu Khoiriyah, guru PAUD Mutiara Hati, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang mengungkapkan bahwa permainan edukasi ini sangat menarik dan bermanfaat bagi anak-anak didiknya.

“Hi-Farm Education dapat meningkatkan minat, pengetahuan dan ketrampilan anak-anak di bidang pertanian. Harapannya kegiatan ini dapat berlanjut dikemudian hari,” katanya.

Permainan bermanfaat sebagai penggerak kepedulian terhadap pertanian agar tercipta generai petani yang dinamis dan berkelanjutan.

“Kedepan akan terus kami kembangkan permainan edukasi ini. Bukan tidak mungkin akan diperbanyak dan disebar luaskan ke sekolah-sekolah atau para orang tua. Harapannya minat anak-anak pada dunia pertanian sejak dini sudah dipupuk sehingga ke depan lebih mencintai dunia pertanian,” pungkasnya. (Fery Firmanda/DN)

PKM 2018 : PEMANFAATAN LIMBAH BAN KARET UNTUK CAMPURAN BAHAN ASPAL BETON

Peningkatan jumlah kendaraan 10% per tahun di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan limbah ban karet. Pengolahan atau pemanfaatan limbah ban karet yang belum maksimal membuatnya hanya terbengkalai dan mengganggu lingkungan sekitarnya.

Hal ini menginspirasi Heru Hariyadi, Yudhi Pratama dan Sigit, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil, Fakulta Teknik, Universitas Tidar untuk menyusun sebuah Program Kreatifitas Mahasiswa penelitian (PKMP) Pengaruh Ukuran Serbuk Limbah Ban Karet pada Penambahan Campuran Aspal Beton untuk Perkerasan Jalan Raya.

“Penelitian ini dimulai dengan mencari limbah ban karet lalu memarutnya untuk mendapatkan serbuk. Setelah itu, menakar bahan yang akan digunakan untuk campuran aspal sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan untuk aspal AC/WC. Bahan-bahan tersebut berupa, Batu pecah dengan berbagai ukuran sesuai dengan gradasi yang ditentukan,” jelas Heru, ketua tim PKMP.

 

Proses selanjutnya yaitu memanaskan agregat dan aspal tersebut di laboratorium dengan menggunakan kompor hingga mencapai suhu 150˚C. Setelah aspal dan agregatnya mecapai suhu 150˚C kemudian aspal dan agregat tersebut dicampur lalu diberi serbuk ban karet dengan berat yang sudah ditentukan. Setelah tercampur rata, campuran tersebut dicetak.

Benda uji yang telah terceta selanjutnya didiamkan hingga dingin untuk dikeluarkan dari cetakan. Setelah dikeluarkan dari cetakan benda uji tersebut ditimbang dalam air, lalu direbus, setelah nya dilakukan uji Marshall.

“Uji Marshall bertujuan menentukan ketahanan (stabilitas) terhadap kelelehan plastisitas ( flow ) dari campuran aspal,” tambah Heru.

Berdasarkan uji Marshall yang telah dilakukan, campuran aspal dengan penambahan  serbuk karet ukuran tertentu mampu membuat campuran tersebut memiliki kualitas dan stabilitas yang baik.

Penelitian tahap ini sebenarnya masih harus dilanjutkan ke penelitian tahap selanjutnya. Berdasarkan analisis sementara, penggunaan serbuk ban karetnya ukuran mesh#120 sedikit mengalami penurunan dari aspal biasa tanpa karet. Hasil penelitiaan ini sudah memenuhi persyaratan spesifikasi bina marga th 2010 min kekuatan 800 kg yaitu ukuran mesh #120 sebesar 1218.1. Penambahan serbuk karet dengan ukuran ini telah memenuhi syarat perencanaan campuran aspal sesuai dengan spesifikasi bina marga tahun 2010.

Dengan demikian serbuk ban karet bisa dijadikan bahan tambah untuk perkerasan jalan raya. Hal ini diharapkan mampu mengurangi banyaknya volume sampah ban karet di Indonesia dan meningkatkan kualitas perkerasan jalan raya di Indonesia. (Tim PKMP/DN)

UNTIDAR TERIMA 769 CALON MAHASISWA BARU JALUR SBMPTN 2018

Universitas Tidar menerima 769 calon mahasiswa baru jalur Seleksi Bersama Masuk perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Total yang diterima pada tahun ini hanya 7,6 % dari keseluruhan peserta yang mendaftar ke UNTIDAR.

“Total peserta SBMPTN yang mendaftar ke UNTIDAR mencapai 10.076 orang dan berdasarkan pengumuman hasil seleksi pada Selasa (03/07) kemarin hanya 7,6 % nya saja atau sejumlah 769 orang yang diterima,” kata Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR.

Menurutnya, pendaftar ke UNTIDAR tahun 2018 meningkat 45,8 % dari total pendaftar SBMPTN 2017 yaitu 6914 orang. “Peningkatan ini merupakan bukti UNTIDAR mulai dikenal semakin luas dan ketetatan masuk UNTIDAR semakin bertambah,” tambahnya.

Foto : Faisal Hasyim / Dok. Humas

Dari total 769 calon mahasiswa baru yang lolos SBMPTN UNTIDAR 2018 ini terdiri dari 394 calon mahasiswa dari jalur Bidikmisi dan 375 calon mahasiswa jalur regular. Calon mahasiswa jalur Bidikmisi akan diseleksi kembali melalui metode survey lapangan. Baru kemudian pihak kampus akan menetapkan berapa jumlah yang mendapatkan Bidikmisi.

Pada tahun 2018 ini, UNTIDAR membuka beberapa prodi baru yaitu Akuakultur, Pendidikan Matematika dan Pendidikan Biologi. Jumlah prodi jenjang Sarjana yang semula 14 prodi menjadi 17 prodi. Sedangkan program diploma terdiri dari 2 prodi yaitu Akuntansi dan Teknik Mesin.

Tidak hanya menambah jumlah prodi namun UNTIDAR juga terus menambah kualitas pembelajaran dengan meningkatkan nilai akreditasi prodi. “Dua prodi telah melakukan re-akreditasi dan mendapatkan nilai akreditasi B yaitu prodi Administrasi Negara dan Teknik Sipil. Proses re-akreditasi masih berlanjut ke beberapa prodi lain seperti Teknik Mesin dan Hukum, semoga juga segera mendapat akreditasi yang memuaskan,” ujar Prof. Joko.

Foto : Indah Ika P / Dok. Humas

Seluruh calon mahasiswa yang telah dinyatakan diterima wajib melakukan registrasi online sesuai yang telah diumumkan pada laman untidar.ac.id dan melakukan registrasi langsung di kampus UNTIDAR pada Senin-Selasa (23-24/07) di auditorium UNTIDAR. Bagi calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi online atau registrasi di kampus UNTIDAR maka dianggap gugur atau mengundurkan diri sebagi Mahasiswa Baru UNTIDAR.

Kesempatan melanjutkan kuliah di UNTIDAR masih terbuka pada jalur Seleksi Mandiri Masuk Universitas Tidar (SMM UNTIDAR) yang telah dibuka pendaftaran secara online dari 8 Juni hingga 16 Juli 2018 mendatang. Kuota penerimaan SMM UNTIDAR diperkirakan mencapai 30% dari keseluruhan total daya tampung tahun ini yaitu 2015 mahasiswa.  (DN/HDN)

PKM 2018 : TERANCAM PUNAH, MAHASISWA UNTIDAR KENALKAN KEMBALI ALAT-ALAT PERTANIAN TRADISIONAL

Khamimah, Yunita Sari dan Afif Mudrikah merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Tidar menemukan fakta bahwa alat-alat pertanian tradisional mulai tergusur oleh alat-alat modern bahkan mulai dilupakan oleh masyarakat saat ini.

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P)  Keterancaman Leksikon dan Kearifan Lokal dalam Perkakas Pertanian Tradisional Jawa ini melakukan penelitian terkait mulai punahnya nama-nama alat pertanian tradisional Jawa khususnya di wilayah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman pada bulan Maret-Juli 2018.

                       Caping, digunakan untuk melindungi petani dari sinarmatahari yang menyengat.

“Hasil penelitian menunjukkan kebenaran hipotesis awal kami bahwa nama-nama alat pertanian Jawa terancam punah. Terbukti sebanyak 53,7% dari responden yang kita survei, tidak lagi mengenal alat-alat pertanian tersebut,” ungkap Khamimah, ketua tim PKMP.

Perkembangan teknologi mulai menggerus pengetahuan akan alat-alat pertanian yang dipergunakan sehari-hari pada masa lampau. “Ada 51 nama alat-alat tradisional diantaranya luku, doran, teplok, bawak, pangot, kejen, lesung, brongsong, tumbu, pecut, dll. Nama-nama ini terdengar asing bagi anak muda sekarang dan mulai dilupakan oleh bapak, ibu, kakek atau nenek karena penggunaannya sudah mulai tergantikan oleh alat-alat moderen,” jelasnya.

Beberapa alat pertanian tradisional dan kegunaannya yaitu : Kejen (Alat pembajak bagian bawah yang menuju ke tanah), wadhung (Alat untuk memotong kayu), pethel (Alat pemotong kayu agar kayu menjadi kecil-kecil), plancong (Alat untuk mencangkul tanah), enthik (Alat untuk membawa hasil kebun/ternak dalam jumlah kecil seperti telur, salak dll.), gobang (Alat untuk mencacah tembakau).

Tujuan penelitian ini dilakukan guna menggali kembali nilai-nilai kultural yang ada di Jawa. Khususnya nilai-nilai kultural yang terkandung dalam perkakas pertanian tradisional Jawa seperti, luku, doran, teplok, bawak, dan pangot. Nama-nama dari alat-alat tersebut kini mulai mengalami pergeseran karena peningkatan teknologi.

Khamimah mengaku bahwa alasan mereka meneliti ini adalah kekhawatiran mereka terhadap perkembangan teknologi yang mengakibatkan nilai-nilai budaya Jawa terpinggirkan. “Bahkan generasi muda sekarang banyak yang tidak mengetahui nama-nama dari perkakas pertanian tradisional, yang akibatnya tentu dapat menghilangkan tradisi budaya lokal,” tambahnya.

Sorok digunakan untuk meratakan padi yang sedang dikeringkan agar terpapar matahari secara merata.

Guna memperoleh data yang valid, serangkain penelitian yang tim ini lakukan adalah melakukan observasi di lapangan dengan melakukan wawancara kepada tokoh budaya bidang pertanian. Data-data yang diperoleh dilapangan kemudian diolah menjadi kuesioner yang mereka sebarkan kepada lima puluh responden. Hasil dari kuesioner tersebut kemudian di persentase sehingga akan ditemukan persentase nama-nama alat pertanian yang terancam punah.

Setelah mengetahui data hasil penelitian, Khamimah dan teman-teman satu timnya tidak tinggal diam. Mereka berupaya melakukan konservasi terhadap nama-nama alat pertanian tradisional agar tidak punah termakan zaman. “Kami sedang mengupayakan melakukan konservasi terhadap nama-nama dari alat pertanian tersebut dengan menerbitkan tulisan-tulisan tentang perkakas pertanian tradisional ke dalam bentuk artikel dan jurnal. Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat khususnya mahasiswa. Harapannya agar mereka juga bisa membantu kami dalam aksi konservasi ini,” tegasnya. (Tim PKMP/DN)

PENGUMUMAN SBMPTN UNIVERSITAS TIDAR 2018 & MERKANISME REGISTRASI

Pengumuman lolos SBMPTN pilihan Universitas Tidar dapat didownload pada :

SBMPTN 2018

Calon mahasiswa UNTIDAR yang lolos seleksi diharapkan memahami dan memenuhi ketentuan yang tercantum pada pengumuman!



PKM 2018 : BROWNIES LEZAT PENURUN DIABETES

Bagi penderita penyakit Diabetes (gula darah) pastinya akan lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan sehari-hari terutama mengurangi makanan-makanan bercita rasa manis atau mengandung gula berlebihan.

Brownies yang identik dengan cita rasa yang manis dan lezat ini pastinya jadi salah satu pantangan bagi para penderita diabetes.

Namun berkat inovasi dari Ovi Faelasofi Kusuma Dhea (Agroteknologi), Anggi Majid (Peternakan), Budi Santoso (Peternakan) dan Maulana Tri Andhani (Peternakan) mahasiswa dari Fakultas pertanian, Universitas Tidar, para penderita Diabetes tidak perlu takut lagi mengonsumsi Brownies.

“Kandungan flafonoid pada daun kersen yaitu flafonols bermanfaat untuk menurunkan diabetes. Kali ini bukan dalam bentuk obat namun kami ingin para penderita diabetes bisa menikmati manfaat flafonoid dalm sebuah makanan yang lezat yaitu brownies,” kata Anggi Majid.

Berdasarkan uji coba yang telah dilakukan oleh Anggi dan teman satu timnya, kandungan flofanoid dalam brownies yang diberi nama “Bosen Bersama Dia” (Brownies Berbahan Daun Kersen Berkhasiat menurunkan Diabetes) ini bisa menurunkan diabetes 6-10 % saja.

“Kami akan terus melakukan uji coba agar manfaat fafonoid dalam brownies ini dapat berfungsi lebih maksimal,” tambahnya

Hal ini disebabkan karena kandungan flafonoid dalam daun kersen yang berfungsi untuk menurunkan diabetes mudah hilang jika melalui pemanasan. Ada pula tambahan berupa tepung terigu dan bubuk cokelat juga dapat menambah gula darah jika di konsumsi, oleh karena itu usaha untuk menurunkan dibetes hanya beberapa persen saja.

Harga brownies masih cukup terjangkau yaitu Rp. 60.000/kotak untuk ukuran kotak besar dan Rp 10.000/kotak untuk ukuran kotak kecil. Pemasraan melalui media Instagram @bosenbersamadia_ dan melalui Whatsapp 085647604221 serta penjualan langusng di acara-acara kampus UNTIDAR.

Bosen Bersama Dia merupakan salah satu PKM dari 21 PKM dari UNTIDAR yang lolos seleksi Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan didanai pada tahun 2018 dengan judul lengkap Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) PKM-K Bosen Bersama Dia (Brownies Berbahan Daun Kersen Berkhasiat menurunkan Diabetes). (Anggi Majid/DN)

PKM 2018 : METODE UNIK BELAJAR BAHASA INDONESIA DENGAN UNO PUEBI

Sebagai warga negara Indonesia, sering kali kita masih sering melakukan salah ejaan dalam berbahasa. Contohnya coklat yang harusnya cokelat, bis yang seharusnya bus, himbau yang serharusnya imbau, dan masih banyak lainnya.
Kesalahan ejaan yang sekarang sudah dianggap “biasa” ini segera harus dikoreksi agar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Salah satu metode unik belajar ejaan Bahasa Indonesia yaitu UNO PUEBI.
Permainan kartu UNO yang popular di kalangan anak muda ini dimodifikasi oleh Garnis Bondan Wirawan dan teman 1 timnya dalam sebuah Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) UNO PUEBI (Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia).
“Permainan UNO merupakan permaianan yang populer di kalangan anak-anak hingga dewasa, sehingga kami berinisiatif menggunakan permainan UNO yang kami jadikan media pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar,” ungkap Garnis Bondan Wirawan, ketua tim PKM-M UNO PUEBI.
UNO PUEBI merupakan perpaduan permainan kartu dengan materi ejaan bahasa Indonesia. perpaduan tersebut bertujuan untuk menarik minat anak-anak untuk belajar bahasa Indonesia, terutama mengenai ejaan.

“Kami masukkan materi-materi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia kedalam kartu tersebut, sehingga saat bermain anak-anak dapat sambil membaca materi tersebut dan memahami ejaan bahasa yang benar,” ujarnya.
Selain untuk menarik minat belajar, Bondan menambahkan bahwa melalui permainan kartu tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ejaaan pada anak-anak dan juga meningkatkan kemampuan menulis mereka.
“Keterampilan itu bisa mengenai penggunaan pemilihan kata, penggunaan kata depan, penggunaan pemenggalan kata, penggunaan imbuhan, penggunaan huruf capital dan penggunaan ejaan,” paparnya.
Ia juga berencan untuk terus mengembangkan program tersebut dan mensosialisasikan ke lapisan masyarakat, terutama wilayah Kota Magelang. Hal tersebut bertujuan agar anak-anak Kota Magelang memiliki permainan yang lebih bermanfaat dan edukatif daripada hanya sekedar bermain.
“Kami mendapatkan dana dari Kemeristekdikti sebesar Rp 8 juta pada PKM ini. Dan rencananya mulai besok akan kami sosialisasikan kepada anak-anak diwilayah Kota Magelang agar bisa menjadi permainan yang edukatif untuk mereka,” jelasnya.
Melalui permainan tersebut, Bondan berharap agar anak-anak dapat menguasai ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sehingga dapat meminimalkan kesalahan berbahasa, khususnya dalam penulisan.
“Permainan ini dapat diterapkan mulai anak-anak berusia 8 tahun ke atas, dan semoga permainan ini dapat bermanfaat dan mampu mencerdaskan anak-anak dalam berbahasa,” imbuhnya. (Hairu Firdaus/DN)