PENGUMUMAN BIDIKMISI TAHUN 2015

Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 125/UN57/KM/2015, diberitahukan bahwa nama-nama yang tersebut dalam Surat Keputusan Rektor adalah mahasiswa penerima program Bidikmisi tahun 2015. Pengumman dapat diunduh pada link berikut

280 MAHASISWA UNTIDAR IKUTI SEMINAR PKM

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan ajang kompetisi kreativitas mahasiswa se-Indonesia yang diadakan tiap tahun oleh DIKTI. Ajang kompetisi ini dapat diikuti oleh mahasiswa aktif di seluruh Perguruan Tinggi Indonesia. Keikutsertaan dalam PKM akan meningkatkan kemampuan akademik, kemampuan berkompetisi dan kreativitas mahasiswa. Skim PKM yang ditawarkan oleh DIKTI yaitu PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT). Dalam tiga tahun sebelumnya, proposal yang diusulkan oleh mahasiswa Universitas Tidar berada pada kisaran 45-70 proposal. Jumlah ini masih sangat perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan kuantitas dan kualitas proposal PKM yang diusulkan oleh mahasiswa Universitas Tidar menjadi prioritas kegiatan Bidang Kemahasiswaan khususnya Bidang PKM dan PIMNAS. Untuk mendukung hal tersebut, diperlukan pendampingan kepada mahasiswa berupa kegiatan seminar dan workshop. Rencana kegiatan dilakukan secara holistik, diawali dengan seminar yang akan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang apa dan seluk beluk dalam PKM, dilanjutkan dengan workshop terhadap proposal yang telah disusun.

Bertempat di Borobudur Indah Hotel, Kamis 10 September 2015, 280 mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, mahasiswa penerima beasiswa PPA, Perwakilan BEM Universitas, Perwakilan BLM Universitas, Perwakilan UKM, Perwakilan BEM Fakultas dan Perwakilan Himpunan Mahasiswa Jurusan Untidar, mengikuti Seminar PKM. "Yang kita harapkan semakin meningkat pemahaman mahasiswa Universitas Tidar dalam pembuatan proposal PKM yang kompetitif dan semakin meningkat jumlah proposal PKM yang diajukan ke DIKTI di tahun 2015 ini" jelas Rektor Untidar Prof. Dr Cahyo Yusuf, M.Pd. saat membuka acara. Seminar PKM menghadirkan Narasumber Prof. Drs. HM. Sarbiran, M.Ed., Ph.D. dari UNY. Prof. Sarbiran dulu pernah aktif menjadi salah satu juri PKM. Tentunya ada banyak hal yang bisa menjadi masukan berharga bagi peserta seminar, agar proposal yang diajukan bisa lolos dan dibiayai oleh Dikti. Tahun 2014 dari sekitar 60 proposal yang diajukan mahasiswa Untidar, 10 proposal berhasil lolos. Tahun ini ditargetkan ada 250 Judul Proposal yang diajukan sehingga semakin banyak proposal yang bisa lolos PKM 2015. Dalam kegiatan ini, peserta seminar juga mendapatkan sharing pengalaman dari Aris Priyatmoko, dkk., yang pernah meloloskan proposalnya di PKM 2013 dan berhasil meraih Perak di Ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional yang merupakan kompetisi lanjutan dari PKM.

DOSEN UNTIDAR BERDAYAKAN MASYARAKAT PHRI DALAM MENYUKSESKAN PROGRAM “AYO KE MAGELANG”

Kota Magelang sebagai salah satu tujuan wisata yang memiliki beragam obyek pariwisata dan mempunyai berbagai ragam wisata kuliner seringkali kurang diminati wisatawan. Hal ini bisa jadi disebabkan pegawai usaha wisata kuliner atau hotel kurang memiliki ketrampilan berbahasa yang memadai khususnya Bahasa Inggris. Sehingga wisatawan mancanegara tidak nyaman saat berkunjung atau menginap di Magelang.  Keterampilan berkomunikasi merupakan satu aspek yang terpenting dalam dunia pariwisata, apalagi komunikasi dalam bahasa asing terutama Bahasa Inggris. Melihat kondisi di atas, diperlukan sebuah pelatihan Bahasa Inggris yang sesuai untuk para pelaku usaha pariwisata khususnya kuliner dan perhotelan. 

Hal inilah yang mendasari Drs. A. Yuwono, M.Pd., Dr. Dwi Winarsih, M.Pd. dan Dr Farikhah, M.Pd melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu "Program Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat PHRI Melalui Peningkatan Kompetensi Berbahasa Inggris Dalam Rangka Mensukseskan Program Ayo Ke Magelang". Bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Magelang, Yuwono beserta tim menggandeng pelaku pariwisata dalam bidang perhotelan dan rumah makan atau restoran yang berlokasi di Kota Magelang. Prioritas sasaran adalah subyek dalam bidang perhotelan yang terlibat pada hotel bintang 3 kebawah. Sedangkan pelaku pariwisata dalam bidang rumah makan adalah subyek yang terlibat pada wisata kuliner di magelang. Kegiatan berlangsung selama 2 bulan, dimulai bulan Agustus sd September 2015. Tatap muka diadakan di Ruang Pusat Bahasa Untidar diikuti oleh sekitar 20 orang.

Dengan model pendampingan Bahasa Inggris yang menarik dan menyenangkan diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, pelaku usaha pariwisata di Kota Magelang yang tergabung dalam PHRI semakin meningkat kemampuan berbahasa Inggrisnya. Secara ekonomi juga akan meningkat pendapatannya karena semakin meningkat jumlah kunjungan ke restoran maupun hotel oleh wisatawan domestik maupung asing. Dari aspek pariwisata juga semakin mensukseskan Program Ayo Ke Magelang. Salah satu peserta mengatakan senang bisa mengikuti kegiatan ini karena semakin meningkatkan kualitas diri, dan semakin memahami pola dan penerapan Bahasa Inggris dalam dunia pariwisata yang digeluti. 
    

 

PROFESOR BIDANG HORTIKULTURA DARI MISSISIPPI STATE UNIVERSITY AMERIKA SERIKAT BERTANDANG KE UNTIDAR

Minggu, 12 September 2015, Prof. Frank B. Matta, Ph.D., Profesor Bidang Holtikultura dari Mississippi State Universitas Amerika Serikat hadir dalam acara sharing dan diskusi bersama sivitas akademika Untidar. Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris LPPM-PMP, Koordinator Penelitian, Koordinator Pengabdian, Koordinator Penjaminan Mutu, Ka Tata Usaha LPPM-PMP, Kepala Biro Akademik, Kepala Biro Umum, Dekan, Wakil Dekan dan Ketua Prodi  di Lingkungan Untidar. 

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diawali dengan sambutan Ka LPPM-PMP Prof. Ir. Usman Siswanto, M.Sc, Ph.D. Dalam sambutannya Prof. Usman menyambut baik uluran tangan dari Prof. Frank Matta mewakili Mississipi State University untuk bekerjasama. " Sudah semestinya perguruan tinggi dari negara maju dan negara berkembang bisa saling berkerjasama sehingga bisa memperluas wawasan mahasiswa; meningkatkan kompetensi mahasiswa pada tataran  global;  bisa sebagai rintisan mobilisasi dosen dan mahasiswa; kerja sama penelitian; pertukaran dosen dan mahasiswa", tegas Prof. Usman. Prof. Ir. Ali Munawar, Ph.D mewakili Rektor Untidar mengharapkan agar setiap fakultas bisa mulai merintis untuk melakukan kerjasama internasional. " Gagasan tentang visi Universitas Tidar yang menitikberatkan pada riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan wirausaha memiliki pesan kuat bahwa universitas didorong untuk mampu memberikan kontribusi yang bermakna bagi kemakmuran bangsa dan dunia. 

Agar visi tersebut menjadi kenyataan, Universitas Tidar perlu melaksanakan jalinan kolaborasi dengan dunia internasional tanpa harus mengesampingkan  nilai-nilai lokal yang positif, motifatif, dan inspiratif. Dalam prosesnya, Universitas Tidar perlu terus berupaya meningkatkan kapasitas pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berdimensi global. Salah satu cakupan dimensi internasional Universitas Tidar yang perlu segera dibangun adalah kerja sama internasional di bidang tridharma perguruan tinggi yang akan berdampak pada komponen sivitas akademika dan masyarakat"

Prof. Frank Matta dalam kunjungannya kali ini banyak memberikan gambaran mengenai ruang linkup kerjasama internasional yang bisa dijalin. Melalui diskusi kemudian diperoleh gambaran tentang berbagai permasalah kerja sama Internasional dan rumusan tentang persyaratan, bentuk kerjasama, dan fokus kerjasama. 

Setelah kurang lebih 3 jam berdiskusi acara yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Untidar ini diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan penyampaian cinderamata kepada Prof. Frank Matta.

Mahasiswa Untidar Ikuti Expo KMI di Politeknik Negeri Ambon

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2015 ini menyelenggarakan Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) untuk memamerkan sekaligus mempromosikan produk yang dihasilkan para wirausahawan muda mahasiswa yang dilaksanakan di Poltek Negeri Ambon, tanggal 9-13 September 2015.

Tahun ini Untidar berhasil meloloskan mahasiswa untuk mengikuti EXPO KMI bersama dengan 79 Perguruan Tinggi lain se-Indonesia.  Expo KMI bertujuan untuk menampilkan kegiatan kewirausahaan unggulan setiap perguruan tinggi yang lolos seleksi. Produk yang dipamerkan dalam Expo KMI 2015 merupakan barang yang dihasilkan mahasiswa selama mengikuti Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) atau program sejenis pada tahun 2013 dan atau 2014. “Expo KMI 2015 merupakan program Kemenristekdikti [Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi]. Awalnya, setiap perguruan tinggi diminta mengirimkan usulan produk atau program yang akan diikutsertakan dalam Expo KMI. Setelah diseleksi, kami dinyatakan layak ikut serta expo itu,” jelas Hony Kharisma.

3 orang mahasiswa Untidar yaitu Hony Kharisma, Muhammad Iqbal Febriavaldy, dan Wibowo, didampingi oleh 2 orang dosen pembimbing yaitu Dr. Farikhah, M.Pd., dan Dra. Historiawati, M.P, bertolak menuju Ambon tepatnya Politeknik Negeri Ambon untuk memamerkan 3 karya unggulan. Ketiga produk tersebut adalah Durian Petruk Multikaki, Tanaman Buah Dalam Pot (Tabulampot 3 in 1) dan Bibit Manggis Sambung Pucuk. TABULAMPOT 3 IN 1 adalah satu tanaman tiga macam varietas yang bisa berbuah lebih cepat.  TABULAMPOT 3 IN 1  merupakan satu pohon yang terdiri dari beberapa varietas tanaman buah yang berbeda. Pecinta tanaman buah pun dapat menikmati berbagai jenis buah hanya dengan menanam dan merawat satu pohon. Tabulampot pun bernilai ekonomis karena harga jualnya yang relatif tinggi. Produk lain yang dipamerkan yaitu Durian Petruk Multikaki memiliki beberapa kelebihan yaitu perakaran lebih kuat, pertumbuhan pohon lebih cepat, hasil produk meningkat, mengurangi resiko kematian tanaman karena busuk dan berbuah lebih cepat. Tabulampot 3 in 1 dan Durian Petruk Multikaki adalah karya kreatif mahasiswa Untidar yang memenangkan hibah PKM Bidang Kewirausahaan di tahun 2014.  Sedangkan Bibit Manggis Sambung Pucuk adalah produk yang dihasilkan oleh Hony Kharisma dkk, yg di tahun 2014 lolos dalam Program Hibah Bina Desa. Melalui program ini Hony dkk memberdayakan wanita tani desa Kaliboto Purworejo agar bisa berwirausaha pembibitan manggis sambung pucuk. 

Expo KMI diadakan tanggal 9 September sd 13 September 2015. Dalam kegiatan ini akan dipilih Stand terbaik dan akan digelar Kewirausahaan Award untuk berbagai kategori. 

Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Untidar Adakan MAKRAB

HIMADIKTAR adalah Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar yang beranggotakan seluruh mahasiswa Universitas Tidar yang mendapatkan bantuan dana Bidikmisi. Tahun Akademik 2014/2015 ada 100 orang mahasiswa Untidar yang mendapatkan dana Bidikmisi. "Agar saling mengenal satu sama lain, dan mempererat tali silaturahmi, perlu dibentuk HIMADIKTAR". tutur Tadjus Sobirin Ketua Himadiktar. 

"Harus dibangun persaudaraan yang lebih erat dengan mengumpulkan seluruh mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Tidar melalui kegiatan Malam Keakraban (MAKRAB), sehingga menjadikan kampus ini tempat sosialisasi yang efektif antara sesama mahasiswa penerima Bidikmisi. Sehingga bisa saling bahu membahu antara sesama dalam membangun kepribadian dalam berorganisasi. Serta menjadikan HIMADIKTAR sebagai tempat pembelajaran berorganisasi bagi mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Tidar", tambah Tadjus. 

Acara malam keakraban ini diwarnai banyak kegiatan yaitu pemaparan materi tentang bidikmisi kepada seluruh mahasiswa penerima bidikmisi di UNTIDAR. Dalam pengenalan bidikmisi tersebut akan dibahas mengenai asal mula bidikmisi, sasaran bidikmisi, apa yang harus dilakukan oleh mahasiswa penerima bidikmisi, dll. Selain itu juga ditambah materi mengenai pendidikan karakter bagi mahasiswa. 

PENGUMUMAN

Universitas Tidar memberikan kesempatan kepada Warga Negara Indonesia untuk menjadi Tenaga Pendidik (Dosen) Kontrak dengan ketentuan sebagaimana terlampir dalam pengumuman ini. Link download

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI KUNJUNGI UNTIDAR

Universitas Maritim Raja Ali Haji adalah  Perguruan Tinggi Swasta yang telah resmi berganti status menjadi PTN di tahun 2011. UMRAH adalah Universitas Negeri Pertama di Kepulauan Riau. 

Kamis 3 September 2015, 11 orang staf Biro Umum dan Kepegawaian UMRAH bertandang ke Untidar. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing berbagai hal terkait sistem keuangan dan kepegawaian. Rombongan disambut oleh Rektor Untidar Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd, Wakil Rektor II Untidar Drs. Hery Suroso, S.T., M.T. Kepala Biro Umum dan Keuangan Among Wiwoho S.E., M.M, serta tim perencanaan Untidar. Selama pertemuan banyak dibahas berbagai permasalahan yang dihadapi berkenaan dengan penataan sistem keuangan dan kepegawaian di PTN yang baru saja dinegerikan. Acara ini dimulai pukul 11.30 WIB, dan diakhiri pada pukul 14.00 dengan saling tukar cinderamata.

UNIVERSITAS TIDAR TURUT MEMERIAHKAN KARNAVAL PEMBANGUNAN KOTA MAGELANG

Dengan nomor tampil 70 dari sekitar 95 peserta, Mobil Hias Universitas Tidar yang menampilkan Elang sebagai simbol Untidar melaju menyusuri Jalan Utama Kota Magelang, dimulai dari Lapangan Rindam melewati Alun-alun Kota Magelang dan berakhir di area Shopping (sekitar Pasar Rejowinangun). 
Kali ini Untidar menampilkan Burung Elang yang merupakan bagian dari Logo Universitas Tidar Perguruan Tinggi Negeri. Elang memiliki makna menjelajah (iptek). Elang juga menggambarkan sosok burung yang kuat, tajam dan cepat. Kepala mendongak bermakna peduli pada sekitar. Sedangkan sayap membentang bermakna alat untuk mencapai tujuan yang luas dan tinggi.

Di atas mobil hias tampil 2 pasang mahasiswa Untidar mengenakan Busana Tradisional Jawa, dan dikawal oleh anggota Pramuka dan Fungsionaris Badan Eksekutif Mahasiswa. Pada saat melewati panggung kehormatan, Ketua BEM Choerul Iman sempat memberikan kenang-kenangan kepada Walikota Magelang Ir. Sigit Widyonindito, M.T. Tahun 2015 ini adalah kali pertama Untidar sebagai PTN turut serta memeriahkan Karnaval Pembangunan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70

MAHASISWA AGROTEKNOLOGI UNTIDAR LOLOSKAN DURIAN PETRUK MULTIKAKI KE PIMNAS 2015

Muhammad Iqbal Febriavaldy, Sinta Putri Karunia dan Chusnul Amaliah, Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Untidar berhasil meloloskan proposal berjudul "Budidaya Bibit Durian Petruk Tanaman Asli Indonesia Dengan Multi Kaki (Satu Tanaman Empat Batang Bawah ) ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2015. 

Bibit durian hasil teknik multi kaki inimerupakan inovasi di bidang budidaya tanaman dimana satu bibit durian memiliki empat kaki. Produk ini banyak dicari oleh petani atau masyarakat yang ingin menanamnya.Hingga saat ini di daerah magelang dan sekitarnya masih jarang produsen bibit yang mengembangkan teknik multi kaki, sehingga kebutuhan bibit durian petruk multikaki belum dapat terpenuhi.

"Tanaman durian hasil teknik multi kaki memiliki beberapa kelebihan yaitu perakaran lebih kuat, pertumbuhan pohon lebih cepat, hasil produk meningkat, mengurangi resiko kematian tanaman karena busuk aka dan berbuah lebih cepat", jelas Iqbal Ketua Tim Pelaksana Kegiatan. "Bibit tanaman hasil multi kaki memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena harga tanaman dengan ukuran 40 cm dengan kaki berjumlah 4 yaitu Rp.35.000,- perbatangnnya" tambah Iqbal.
 
Usaha “Budidaya Bibit Durian Petruk  Tanaman Asli Indonesia Dengan Multi Kaki (Satu Tanaman Empat Batang  Bawah)”  dilaksanakan di Desa Sumberan, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Tempat tersebut dipilih karena merupakan sentra bibit tanaman yang sangat strategis karena terletak di jalan raya Magelang-Purworejo. Hampir setiap minggu sentra produksi bibit ini banyak didatangi penyalur dan penggemar bibit untuk membeli dan memesan bibit. Konsumen yang dituju dalam pelaksanaan usaha ini adalah Gapoktan, penyalur dan penggemar bibit durian yang berada di Magelang, Purworejo dan sekitarnya. 
Kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) adalah muara dari kegiatan PKM. Mahasiswa yang mengikuti PIMNAS adalah mahasiswa pilihan yang diambil dari peserta PKM yang lolos pendanaan kemudian dipilih tim terbaik yang berhak tampil di PIMNAS. Seleksi untuk bisa ikut PIMNAS sangat ketat sekali. Mahasiswa harus berlomba-lomba menampilkan presentasi terbaiknya ketika monitoring evaluasi (MONEV) di depan para juri agar bisa lolos jadi peserta PIMNAS. 

Dekan Faperta Ir Gembong Haryono, M.P mengatakan bangga karena mahasiswa Faperta bisa turut andil di ajang berskala nasional. "Dari sekian ribu proposal yang didanai hanya diambil ratusan proposal yang bisa ikut ke PIMNAS". "Jadi lolosnya mahasiswa Faperta merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Semoga bisa membawa harum nama Untidar di kancah nasional" tambah Gembong.