Kolaborasi Penelitian Indonesia–Inggris Makin Menggema: Tim Universitas Tidar Jalankan Misi Ilmiah di London, Surrey, dan Coventry

Tim peneliti Universitas Tidar yang tergabung dalam penelitian internasional berjudul “Enhancing Science Education through International Collaboration (ESEIC)” dan “Building Disability Inclusive Research Culture in Indonesia Higher Education (BRIDGE-HE)” melaksanakan rangkaian kegiatan riset dan pengembangannya di Inggris sejak 25 Oktober hingga 8 November 2025 melalui dukungan pendanaan dari British Council. Delegasi Indonesia mengikuti sejumlah agenda strategis di tiga kota yaitu London, Guildford (Surrey), dan Coventry untuk memperkuat kolaborasi riset pendidikan sains, inklusi disabilitas, serta pengembangan inovasi akademik lintas negara.

Rangkaian kegiatan diawali dengan partisipasi pada Going Global Conference 2025di London, sebuah forum bergengsi yang mempertemukan para pemimpin pendidikan tinggi dunia. Kehadiran tim peneliti dalam konferensi ini menjadi momentum untuk memperluas jaringan dan memperkenalkan inisiatif riset yang tengah dikembangkan di tanah air. Setelah agenda di London, kegiatan kemudian berlanjut ke Coventry University di mana tim peneliti melaksanakan diskusi terkait pengambilan data serta persiapan workshop inklusi disabilitas yang akan digelar di Universitas Tidar. Diskusi mendalam ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan model pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ericka Darmawan dari LPPM Untidar juga turut memberikan pemaparan mengenai berbagai program penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dijalankan kampus Untidar. Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional seperti ini sangat bernilai bagi pengembangan institusi. Keterlibatan Untidar dalam konsorsium riset global memberi peluang besar untuk memperkuat pusat studi, memperluas jejaring, dan membawa hasil-hasil riset kami ke tingkat internasional,” tuturnya.

Tim melanjutkan perjalanan ke University of Surrey untuk melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) serta ESEIC Conference 2025 yang melibatkan akademisi dari Inggris, Kazakhstan, dan Indonesia. Pada sesi utama yang berlangsung di Ruang Pertemuan University of Surrey, Dr. Rochmat Aldy Purnomo dari Untidar menjadi tim peneliti dan salah satu pembicara utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti ESEIC menjadi katalis penting dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia. “Penelitian ESEIC menunjukkan komitmen kuat dalam membangun pendidikan sains yang inklusif, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pengembangan hub STEM, kolaborasi lintas negara, serta integrasi prinsip kesetaraan gender. Upaya ini semakin diperkuat dengan kontribusi Untidar melalui Hub Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Ekonomi, yang berperan penting dalam mendorong riset berkelanjutan dan pemberdayaan talenta masa depan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” terang Aldy.

Seluruh rangkaian kegiatan ini memperlihatkan komitmen kuat perguruan tinggi Indonesia khususnya Untidar dalam memperluas kolaborasi global dan memastikan bahwa hasil riset memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendanaan British Council, penelitian ESEIC dan BRIDGE-HE terus berkembang sebagai langkah kolaboratif yang mempertemukan peneliti lintas negara untuk menghasilkan inovasi di bidang pendidikan sains, inklusi, dan pengembangan akademik berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas penelitian, tetapi juga membawa transformasi positif bagi ekosistem pendidikan tinggi Indonesia.

Penulis: Rochmat Aldy Purnomo