LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA : FIND4S Hari Ke-3, Kunjungan Pusat Riset

Dalam rangkaian kegiatan konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia), tim FIND4S Untidar, yaitu Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, melakukan study visit ke KU Leuven (Kampus Gent), Belgia, (13- 22/04/2025). Kegiatan yang didanai oleh Erasmus+ ini merupakan rangkaian kegiatan FIND4S yang sudah memasuki bulan tujuh sejak resmi dimulai pada November 2024. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 13 dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium di Indonesia. Berikut laporan keduanya di hari ketiga.

Hari ketiga diawali dengan pemaparan oleh Malgorzata Korzeniowska, Ph.D. yang mengambil topik “Application of Plant Based Materials in Creation of Meat Products” dan Prof. Dušan Mišić, tentang “Plant Extracts and Natural Bioactive Molecules of Plant Origin as Antimicrobial Agents in Food Industry” Kedua Akademisi ini berasal dari Department of Environmental and Life Sciences Wroclaw University, Polandia. “Kedua topik tersebut meerupakan bagian dari keamanan pangan (food safety) terutama di era pasca pelarangan penggunaan antibiotic terutama kepada produk pangan hasil ternak dan juga pada industri pangan.

Sesi berikutnya kunjungan peserta diajak menuju pusat riset yang disebut dengan “Food Pilot” atau Flanders Research Institute for Agriculture, Fisheries and Food (ILVO), yang merupakan pusat inovasi yang berfokus pada pengembangan produk makanan dan teknologi dalam industri pangan. Terletak di Provinsi Flanders, Belgia. Food Pilot berfungsi sebagai platform untuk penelitian, eksperimen, dan prototyping produk makanan, memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor ini, dari startup hingga perusahaan besar.

Katleen Coudijzer (Salah satu professional di ILVO) menjelaskan bahwa Pusat inovasi ini merupakan lembaga penelitian ilmiah independen milik Pemerintah. “Tugasnya adalah menghasilkan pengetahuan untuk keberlanjutan yang lebih besar di sektor pertanian, perikanan, dan agri-pangan. Berawal dari basis yang kuat di Flanders, pekerjaan ILVO meluas ke seluruh Belgia, Eropa, dan seluruh dunia,” sambungnya.

Menurut Iqbal, kunjungan pusat riset ini penting karena selaras dengan salah satu rangkaian agenda FIND4S yaitu mendirikan pusat studi pangan berkelanjutan, sehingga kunjungan ini menjadi awal langkah untuk mengetahui cara mendirikan, mengelola pusat riset dengan baik dan benar. “Kegiatan Study Visit Day 3 ini semakin memperkuat langkah Program Studi S1 Tekknologi Pangan Untidar dalam upaya menjaga sistem pangan berkelanjutan di Indonesia.” Pungkasnya.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko