Tekan Angka Stunting, Mahasiswa KKN Untidar Aktif Sosialisasi dan Inovasi Pangan Berbahan Kelor di Tidar Selatan

MAGELANG, 22 Januari 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (Untidar) Kelurahan Tidar Selatan menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi pencegahan stunting. Kegiatan yang menyasar ibu-ibu di wilayah RW 7, RW 8, dan RW 9 ini diselenggarakan di SDN Tidar 3, Trunan, Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang, Rabu (21/1).

Dalam pelaksanaannya, tim KKN Untidar menggandeng tenaga ahli dari Puskesmas Magelang Selatan, Dwi Nuraeni, A.Md. G., sebagai pemateri utama. Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai bahaya, dampak jangka panjang, serta langkah-langkah konkret dalam mencegah stunting pada anak.

“Sangat penting adanya edukasi seperti ini agar para ibu dapat melakukan langkah pencegahan sedini mungkin sebelum stunting terjadi pada anak. Pemenuhan gizi yang tepat adalah kunci utama,” ujar Dwi Nuraeni di hadapan para peserta.

Kepala RW IX Kelurahan Tidar Selatan, Hana, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa ini. Menurutnya, kesadaran kolektif warga mengenai kesehatan balita perlu terus ditingkatkan. “Kegiatan ini sangat penting dilakukan sebagai upaya kepedulian mengenai bahaya stunting. Kami berharap warga semakin teredukasi sehingga angka stunting, khususnya di lingkungan Tidar Selatan, dapat diminimalkan,” ungkapnya.

Tak hanya memberikan teori, tim KKN Untidar juga memperkenalkan solusi praktis melalui inovasi pengolahan makanan bergizi yang mudah dibuat di rumah. Para mahasiswa membagikan brosur berisi panduan mengolah makanan inovatif kaya nutrisi.

Puncak acara ditandai dengan demonstrasi dan pembagian sampel produk inovasi berupa nugget daun kelor dan puding daun kelor. Pemilihan daun kelor didasarkan pada kandungan nutrisinya yang sangat tinggi, namun seringkali belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai pendamping makanan anak.

Daun kelor dipilih sebagai bahan utama karena merupakan superfood dengan kandungan protein, kalsium, dan zat besi yang tinggi, serta sangat mudah dibudidayakan secara mandiri oleh masyarakat. Dalam upaya penanganan stunting, kelor berperan penting menyediakan asam amino esensial untuk pertumbuhan fisik serta vitamin A dan zat besi untuk memperkuat sistem imun dan mencegah anemia. Melalui inovasi olahan seperti nugget dan puding, daun kelor menjadi solusi praktis dan terjangkau untuk membantu mencegah kekurangan gizi sekaligus mendukung perkembangan kognitif anak secara optimal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa makanan sehat tidak harus mahal. Dengan kreativitas, bahan lokal seperti daun kelor bisa diolah menjadi nugget dan puding yang disukai anak-anak namun tetap memiliki nilai gizi tinggi untuk mencegah stunting,” ujar perwakilan Tim KKN Untidar Tidar Selatan.

Melalui kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini, diharapkan ibu-ibu di Kelurahan Tidar Selatan dapat mengimplementasikan ilmu serta resep inovatif yang telah dibagikan dalam pola makan harian keluarga, demi mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat dan bebas stunting.

Editor: Humas Untidar