Untidar Buka Dies Natalis ke-47 dengan Khotmil Qur’an 47 Kali di Bulan Ramadhan
Universitas Tidar mengawali rangkaian peringatan Dies Natalis ke-47 dengan kegiatan Khotmil Qur’an yang dilaksanakan pada Rabu (11/3) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. Suparsono.
“Nilai yang terkandung dalam lagu dan jargon Untidar Berbudaya adalah amanah yang harus kita jaga dan teruskan bersama. Budaya Al-Qur’an yang terus dijalankan hingga saat ini menjadi kekuatan dalam memperkuat ilmu pengetahuan sekaligus menjadi penjaga agar kita tidak mengarah pada hal-hal yang negatif,” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.
Budaya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an yang terus dijalankan di lingkungan kampus merupakan bagian penting dalam memperkuat ilmu pengetahuan sekaligus menjaga moralitas dalam kehidupan akademik.
Ketua Dies Natalis Untidar ke-47, Muhammad Daniel Fahmi Rizal, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan khotmil Qur’an merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan sebagai pembuka rangkaian Dies Natalis.
“Khotmil Qur’an ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian Dies Natalis Untidar. Tahun ini, Al-Qur’an berhasil dikhatamkan sebanyak 47 kali, sekaligus menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-47. Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar hingga akhir kegiatan,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh K.H. M. Yusuf Chundori. Dalam tausiahnya, ia mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT
“Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat istimewa. Pada malam-malam ganjil terdapat kemungkinan turunnya Lailatul Qadar, malam yang membuka pintu doa yang tidak akan ditolak oleh Allah dan menghadirkan pahala yang sangat besar bagi umat-Nya,” jelasnya.
Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai budaya dalam kehidupan. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi dasar dan pondasi dalam menjalankan kehidupan, baik dalam aspek moral maupun intelektual.
“Al-Qur’an harus menjadi budaya, penentu arah, serta pondasi kehidupan kita. Tanpa nilai-nilai tersebut, kehidupan bisa kehilangan makna. Al-Qur’an menumbuhkan empati, memperkuat tanggung jawab moral dan intelektual, serta menjadi sumber semangat dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas terlaksananya khotmil Qur’an sekaligus memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Dies Natalis Untidar. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh sivitas akademika Untidar dalam suasana penuh kebersamaan di bulan Ramadhan.
Penulis: Ade Afriansyah
Editor : Humas Untidar






