Untidar Undang Associate Professor Sejong University Untuk Isi Kuliah Tamu

Magelang – Fakultas Teknik Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “AI for Research: Unlocking the Secrets of Crafting Research” di Gedung Multimedia, Kampus Tuguran, Rabu (5/11).

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Eng. Muhammad Syafrudin dari Department of Artificial Intelligence and Data Science, Sejong University, South Korea. Pria asli Bantul ini dikenal sebagai peneliti yang masuk dalam daftar World Top 2% Scientists 2025 di bidang Artificial Intelligence dan Image Processing, serta menjadi mitra penelitian dan publikasi Untidar.

Sebanyak 46 peserta yang terdiri atas dosen dari Program Studi Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknologi Informasi, Teknik Sipil, Ilmu Administrasi Negara, serta tim Kerja Sama dan Humas mengikuti kegiatan tersebut.

Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng.,  dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi riset internasional.

“Pertemuan dengan Dr. Muhammad Syafrudin ini kami harapkan dapat menjadi awal yang baik untuk membimbing kami, membantu kami dalam proses ke depannya, khususnya dalam bidang riset, kolaborasi, dan juga publikasi. Kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara Untidar dan Sejong University,” ungkapnya.

Kegiatan kuliah tamu ini berisi pemaparan materi utama dan sesi diskusi interaktif. Dr. Syafrudin membagikan pengalaman dan strategi dalam memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung riset ilmiah, mulai dari tahap perencanaan, analisis data, hingga publikasi di jurnal bereputasi internasional.

“Saya menekuni bidang Artificial Intelligence, khususnya aplikasinya di industri. Kolaborasi seperti ini penting agar hasil riset tidak hanya berhenti di laboratorium, tapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya membangun jejaring riset global dan kolaborasi lintas negara untuk memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi di Indonesia.

“Saya melihat dosen-dosen di Untidar punya banyak potensi karena sumber daya dan topik risetnya beragam. Setiap permasalahan di sekitar kampus bisa dijadikan penelitian berbasis AI, lalu dikembangkan bersama mahasiswa dalam kelompok riset. Agar bisa bersaing di level global, Untidar perlu terus membuka pintu kerja sama internasional sehingga hasil risetnya bisa dipublikasikan di jurnal bereputasi dan dikenal di dunia internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap dapat memperluas jaringan riset internasional, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi AI, serta memperkuat posisi Untidar sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan riset global.

 

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar