LAPORAN KHUSUS DARI BELGIA  : FIND4S Hari Ke-4, Menyerap Multidisiplin Ilmu di Laboratorium Biotec+

Dalam rangkaian kegiatan konsorsium FIND4S (Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food Systems in INDonesia), tim FIND4S Untidar, yaitu Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si, melakukan study visit ke KU Leuven (Kampus Gent), Belgia, (13- 22/04/2025). Kegiatan yang didanai oleh Erasmus+ ini merupakan rangkaian kegiatan FIND4S yang sudah memasuki bulan tujuh sejak resmi dimulai pada November 2024. Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 13 dosen dari berbagai perguruan tinggi anggota konsorsium di Indonesia. Berikut laporan keduanya di hari keempat.

Hari keempat diawali dengan pemaparan proyek penelitian lainnya yang dilaksanakan di Laboratorium Biotec+. Pemaparan pertama yaitu proyek dari Ding Jiaowei (PhD candidate) dan Pratham Kapavarapu (PhD candidate). Ding dan Pratham meneliti tentang pengaruh beberapa variabel seperti cahaya dan suhu terhadap pertumbuhan Cyanobacterium yang termodifikasi genetik. Cyanobacterium dengan strain khusus ini dikembangkan oleh universitas mitra KU Leuven. Bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan isoprena dalam proses metabolismenya. Isoprena merupakan senyawa kimia yang dapat digunakan sebagai bahan dasar sintesis untuk berbagai macam bahan bakar. Ding berfokus terhadap optimasi pertumbuhan dari Cyanobacterium, sedangkan Pratham mencoba untuk memodifikasi gen dari Cyanobacterium sehingga dapat menghasilkan metabolit lain selain isoprena, contohnya karotenoid.

Peneliti lainnya, seorang mahasiswa PhD candidate dari Indonesia,  Tria Amalia Ningsih memberi topik pemaparan yang menarik. Ia menggabungkan multidisiplin yang sangat berbeda, yaitu mikrobiologi dengan arsitektur bangunan. Tujuan penelitian Tria, yaitu mencoba untuk menggantikan semen dengan fungi/jamur dalam campuran bahan bangunan seperti beton (biomineralisasi), untuk menghasilkan bahan konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Peemaparan selanjutnya adalah penelitian yang disupervisi oleh PhD candidate Nivedita Parsekar. Penelitian tersebut mencoba untuk mengoptimalisasi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dengan memberikan stress akibat dari paparan plasma atmosfer dingin dalam waktu tertentu. Khamir Saccharomyces cerevisiae dengan paparan plasma atmosfer dingin yang optimal akan menghasilkan etanol dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang sama bahkan mungkin lebih cepat. Penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi industri fermentasi di Eropa seperti pembuatan bir dan wine.

Iqbal menjelaskan, penelitian-penelitian yang ada dalam Biotec+ sangat membuka wawasan terutama dalam hal penggabungan multidisiplin ilmu untuk menghasilkan sistem keberlanjutan secara luas. “Tentunya harus disertai dengan kompetensi yang mumpuni, pendanaan yang cukup, serta kerja keras dan disiplin tinggi” sambungnya.

Tidak kalah menariknya, dalam kesempatan tersebut juga diselenggarakan sessi oleh para mahasiswa PhD program dan postdoc KU Leuven dengan topik bagaimana mengajarkan, memanajemen, dan menyelenggarakan kegiatan praktikum yang efektif. Praktikum yang dicontohkan adalah praktikum bagi mahasiswa masters degree semester 1 dalam program Erasmus FOOD4S. Program ini merupakan program kerja sama antar universitas untuk menghasilkan lulusan S2 yang berkualitas karena dapat belajar langsung dari ahli bidang Teknologi Pangan dari berbagai Universitas. Laboratorium Biotec+ diamanahkan untuk membimbing mahasiswa tahun pertama untuk menyamakan kemampuan dari mahasiswa baru Erasmus FOOD4S yang kemungkinan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Praktikum yang dicontohkan adalah kegiatan pewarnaan gram dan pertumbuhan bakteri. Tantangan yang dihadapi adalah bagaimana pelaksanaan praktikum dapat mengevaluasi dengan baik setiap individu sehingga tidak ada yang tertinggal dalam pemahaman kompetensi dasar. Salah satu contoh adalah pembagian kelompok kecil praktikum harus dari latar belakang yang berbeda, sehingga diharapkan mahasiswa dengan latar belakang Teknologi Pangan dapat mengajarkan materi dengan kolega lainnya untuk mendapatkan nilai maksimal.

Dalam kesempatan itu, Bayu menilai bahwa sesi ini tak kalah penting dan sangat menginspirasi  bagi dirinya sebagai dosen, bahwa menyelenggarakan praktikum yang baik akan memberikan dampak bagi mahasiswa kedepannya. ‘’Tidak hanya memberikan atau mengajarkan, tapi memastikan dan menjamin bahwa setiap praktikum yang dilakukan akan meningkatkan skill dan pengetahuan yang kepada masing-masing mahasiswa” pungkasnya.

 

Penulis:

Pradipta Bayuaji

Muhammad Iqbal Fanani

 

Editor:

Danu Wiratmoko