Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Magelang – Universitas Tidar melalui dukungan pimpinan, dosen, serta kolaborasi lintas lembaga secara resmi mengumumkan rencana penerbitan buku tentang Gunung Tidar. Agenda monumental ini ditandai dengan penanaman ‘Pohon Pancasila’ oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. di kawasan Gunung Tidar, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila (01/10/2025). Simbol ini dipilih untuk menegaskan komitmen Untidar dalam merawat warisan budaya, spiritual, dan lingkungan hidup Gunung Tidar.

Gunung Tidar sejak lama dikenal sebagai ikon Kota Magelang. Bukan hanya landmark geografis yang menjulang di tengah kota, tetapi juga pusat spiritual, kultural, dan simbol kepemimpinan bangsa. Dalam tradisi Jawa, Gunung Tidar disebut sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’, poros penyeimbang tanah Jawa yang menyatukan harmoni alam dan manusia. Menyadari posisi strategis Gunung Tidar, Universitas Tidar merasa memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk mendokumentasikan kekayaan ini dalam bentuk karya ilmiah.
“Beberapa waktu lalu, para dosen Untidar berkumpul dan sepakat untuk menulis serial buku tentang Gunung Tidar. Hal ini berangkat dari kepedulian kami, yang menjadikan Gunung Tidar sebagai objek riset.” Prof. Sugiyarto.
Penerbitan buku tentang Gunung Tidar ini tidak sekadar sebagai proyek akademik, melainkan juga gerakan pelestarian warisan ilmu pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai luhur kepemimpinan. Buku ini akan ditulis secara multidisiplin, melibatkan dosen-dosen dari berbagai bidang ilmu. Masih menurut Prof. Sugiyarto, langkah ini sejalan dengan tridharma perguruan tinggi bahkan mencakup misi catur dharma yang dikembangkan Untidar.
“Penerbitan buku Gunung Tidar bukan sekadar dokumentasi, tetapi bagian dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bahkan kami kaitkan dengan pengembangan kewirausahaan berbasis kebudayaan, sesuai dengan visi Untidar yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Selain itu, Untidar juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Disporapir Kota Magelang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan langkah penerbitan buku ini sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan, pengembangan kebudayaan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Dari sisi akademik, buku ini diharapkan menjadi referensi utama tentang Gunung Tidar yang dapat digunakan oleh mahasiswa, peneliti, dan masyarakat luas. Dari sisi sosial-budaya, penerbitan buku ini akan mendokumentasikan berbagai nilai luhur, tradisi, dan kisah spiritual yang berkembang di masyarakat Magelang. Dan dari sisi ekonomi, Untidar melihat peluang besar dalam pengembangan kewirausahaan berbasis kebudayaan.
“Gunung Tidar dikenal sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’ sekaligus kawah candradimuka bagi pemimpin. Nilai-nilai seperti ‘Sopo, Salah, Seleh’ mengajarkan integritas, kejujuran, dan kerendahan hati yang wajib dimiliki seorang pemimpin.” tambah Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.
Dengan kolaborasi yang luas, Gunung Tidar tidak hanya dilihat sebagai objek wisata atau lokasi geografis, melainkan juga sebagai pusat pengetahuan, inspirasi, dan pembangunan berkelanjutan. Buku Gunung Tidar diharapkan dapat menjadi rujukan akademik, warisan budaya, dan inspirasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
Penulis : Suryanti
Editor: Humas Untidar



