Untidar Diundang Paparkan Pengembangan Getuk Higienis Dalam Konferensi Internasional Bidang Teknologi Pangan di Belgia

Upaya-upaya untuk mempelajari, mengembangkan, dan mengenalkan potensi lokal terus dilakukan oleh dosen dan peneliti Universitas Tidar. Pada pertengahan bulan April 2026 ini, Untidar diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di forum 14th biennial FOODSIM’2026 di Universitas Katolik Leuven (KU Leuven) Belgia.

Konferensi internasional yang dihadiri oleh puluhan ilmuwan dunia di bidang teknologi pangan in bertempat di kampus KU Leuven kampus Ghent pada tanggal 15-17 April 2026.

Untidar yang tergabung dalam konsorsium FIND4S mengirimkan 2 dosen sebagai penyaji dalam konferensi ini setelah makalah keduanya lolos review yang dilakukan oleh penyelenggara. FIND4S adalah proyek penguatan kapasitas perguruan tinggi untuk keberlanjutan sistem pangan berbasis data yang dilakukan oleh konsorsium 7 perguruan tinggi di Jawa Tengah dan 4 Perguruan Tinggi di Eropa.   Ketujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah tersebut adalah Universitas Diponegoro, Universitas Tidar, Universitas Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas PGRI Semarang, dan Universitas Nasional Karang Turi. Sedangkan 4 perguruan tinggi dari Eropa adalah KU Leuven(Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Católica Portuguesa (Portugal), dan Hochschule Anhalt (Jerman). Proyek ini didanai oleh Erasmus+. Delegasi Untidar menjadi penyaji bersama dengan 6 anggota konsorsium perguruan tinggi dari Jawa Tengah lainnya.

Penyaji dari Untidar yang pertama adalah Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM, dosen S1 Teknik Mesin yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama. Suyitno mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Pengembangan Proses Higienis Singkong Lumat Tradisional dari Magelang (Getuk Magelang)”. Makalah yang disajikan membahas tentang pengembangan mesin pembuat getuk higienis satu siklus (one-cycle hygienic getuk production machine). Magelang yang kaya akan tanaman pangan memiliki getuk sebagai makanan khasnya. Akan tetapi selama ini getuk yang ada masih diproses dengan cara tradisional. Singkong dikupas, dikukus, dilumatkan, dan dibentuk secara manual dan diproses secara terpisah-pisah. Ini memperbesar peluang tercemarnya makanan yang dihasilkan.

Seiring dengan berkembangnya kawasan Magelang, proses modernisasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi getuk. Apalagi dengan adanya Candi Borobudur yang menarik minat wisatawan, termasuk wisatawan manca negara, getuk diharapkan dapat menjadi oleh-oleh unggulan yang sehat dan awet. Hal ini yang mendasari pengembangan mesin produksi getuk satu siklus.

“Dengan mesin produksi getuk satu siklus, getuk dapat dihasilkan tanpa harus berpindah tangan atau tempat. Sistem kerja mesin ini adalah dengan memasukkan singkong yang sudah dikukus ke dalam mesin. Mesin akan memprosesnya menjadi gilingan kasar, kemudian diteruskan menjadi adonan lembut, diwarnai dan diberi perasa, kemudian dipotong-potong hingga siap untuk dikemas. Semua dilakukan tanpa ada pengulangan siklus dan kontak manual. Dengan demikian, getuk yang dihasilkan akan lebih higienis”, papar Suyitno.

Penyajian makalah ini mendapatkan sambutan yang baik dari peserta konferensi lainnya. Bahkan, delegasi Untidar berkesempatan membagi-bagi getuk yang dibawa dari Magelang kepada peserta konferensi dari berbagai negara.

Suyitno kembali menjelaskan bahwa makalah ini ditulis berdasarkan hasil riset kolaborasi antara S1 Teknik Mesin dengan S1 Teknologi Pangan Untidar. Selain Suyitno, tim riset terdiri dari Cahyo Wibi Yogiswara dan Ikhwan Taufik dari Teknik Mesin, serta M. Iqbal Fanani Gunawan, Alifa R. Faradiani, Nabila F. Iskandar, dan Arum S. Dewi dari prodi Teknologi Pangan.

Selain presentasi tentang pengembangan produksi getuk higienis oleh Suyitno, satu lagi dosen Untidar juga berkesempatan menyajikan makalah di 14th biennial FOODSIM’2026 ini. M. Iqbal Fanani Gunawan menyajikan masalah tentang pemanfaatan kulit kopi untuk kombucha.

Penulis : Laila Alfizanna

Delegasi Untidar Presentasikan Pemanfaatan Kulit Kopi Untuk Minuman Kaya Antioksidan di Konferensi Internasional Teknologi Pangan di Eropa

Dalam gelaran konferensi bidang teknologi pangan 14th biennial FOODSIM’2026 di Belgia tanggal 15-17 April 2026, 2 dosen Universitas Tidar diundang untuk mempresentasikan makalah di bidang tersebut. Untidar dan 6 perguruan tinggi di Jawa Tengah lainnya yang tergabung dalam konsorsium  Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data-Driven Food System in Indonesia (FIND4S) menjadi partisipan aktif konferensi dengan pembiayaan dari Erasmus+.

FIND4S adalah proyek penguatan kapasitas perguruan tinggi untuk keberlanjutan sistem pangan berbasis data yang dilakukan oleh konsorsium 7 perguruan tinggi di Jawa Tengah dan 4 Perguruan Tinggi di Eropa.   Ketujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah tersebut adalah Universitas Diponegoro, Universitas Tidar, Universitas Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas PGRI Semarang, dan Universitas Nasional Karang Turi. Sedangkan 4 perguruan tinggi dari Eropa adalah KU Leuven(Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Católica Portuguesa (Portugal), dan Hochschule Anhalt (Jerman).

Dosen Teknologi Pangan Untidar M. Iqbal Fanani Gunawan, M.Si menyajikan makalah yang ditulis berdasarkan hasil penelitiannya tentang pemanfaatan kulit kopi (cascara) untuk pembuatan minuman kombucha. Kombucha dikenal sebagai minuman kesehatan yang mengandung banyak anti oksidan. Penelitian yang dilakukan oleh Iqbal dan tim yang beranggotakan dosen-dosen Fakultas Pertanian Untidar menunjukkan temuan bahwa dengan teknik pengolahan yang berbeda, kandungan flavonoid dan fenolik yang yang terbentuk dalam proses fermentasi menghasilkan kadar berbeda-beda. Fenolik dan flavonoid adalah senyawa yang lazim ditemukan dalam tumbuhan yang bersifat anti oksidan. Penelitian ini membuktikan bahwa proses kombinasi pengeringan, penyeduhan, dan fermentasi kulit kopi menghasilkan kadar flavonoid dan fenolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses pembuatan kombucha dari kulit kopi yang tidak difermentasi.

“Kopi telah menjadi komoditas unggulan di wilayah Magelang dan sekitarnya. Demand kopi juga tinggi, seiring dengan menjamurnya coffee shop belakangan ini. Kulit kopi yang sebenarnya merupakan limbah ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” tutur Iqbal. Selanjutnya Iqbal, yang mendapatkan predikat sebagai best presentation FIND4S di forum tersebut juga menegaskan bahwa partisipasi dalam konferensi internasional ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan kopi Indonesia.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si menunjukkan apresiasinya atas kinerja dosen-dosen muda yang terlibat dalam proyek FIND4S tersebut. “Sebagai prodi yang relatif masih baru, Teknologi Pangan mampu menunjukkan kiprahnya dengan keikutsertaan dalam proyek kerja sama internasional. Ini sejalan dengan rencana strategis Universitas Tidar yang berusaha menciptakan perguruan tinggi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga kompetitif di tingkat nasional dan internasional.” jelas Rektor.

Di samping mengikuti konferensi FOODSIM’2026, delegasi Indonesia yang tergabung dalam konsorsium FIND4S juga berkesempatan melakukan audiensi dengan KBRI Belgia. Atase Pertanian KBRI Belgia Winarti Halim berpesan “Dunia kampus harus menyamakan persepsi dan visi terkait sistem pangan di Indonesia. Oleh sebab itu, harus ada ruang kontemplasi untuk melihat sejauh mana muatan sistem pangan pada kurikulum tiap-tiap kampus. Kampus dengan segenap kurikulum dan sivitas akademika harus in line dengan program-program pemerintah terkait sistem pangan nasional.”

Dalam kesempatan ini juga dilakukan monitoring dan evaluasi proyek FIND4S yang sudah berlangsung selama 1,5 tahun oleh seluruh peserta konsorsium.

Penulis : Laila Alfizanna

Kupas Isu Disabilitas Tersembunyi, Untidar Gelar Workshop Riset Inklusif Bersama Coventry University

 

Magelang – Universitas Tidar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan “International Workshop: Building an Inclusive Research Ecosystem in Higher Education” pada Selasa (2/12) di Kledung Research Park, Kampus Untidar, Temanggung. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi penelitian internasional bersama Coventry University melalui program inklusif Pathways into Research , yang fokus pada penguatan ekosistem penelitian inklusif di perguruan tinggi. Agenda ini dilaksanakan dengan dukungan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), serta tim peneliti Universitas Tidar.

Workshop berlangsung penuh selama satu hari, meliputi sesi pemetaan isu, Focus Group Discussion (FGD), hingga aksi perencanaan. Sebanyak 12 relawan dari Pusat Layanan Disabilitas terlibat aktif dalam menyusun identifikasi masalah, khususnya isu-isu disabilitas yang tidak terlihat (hidden disabilitas) di lingkungan kampus. Peserta juga diajak menyusun peta perjalanan penelitian , gambaran kualifikasi akademik dari mahasiswa sarjana hingga profesor untuk memahami hambatan dan peluang pengembangan karir penelitian bagi kelompok yang membutuhkan dukungan khusus.

Mewakili Pusat Layanan Disabilitas, yang turut serta dihadiri oleh Susanti Malasari, S.Pd., M.Hum, sebagai perwakilan PLD; Kenyo Kharisma Kurniasari, SS, MITM, sebagai penerjemah; serta Dr. Rochmat Aldy Purnomo, SE, sebagai anggota tim peneliti sekaligus fasilitator yang mendampingi workshop.

Turut hadir pula tim peneliti dari Coventry University, Prof. Katherine Wimpenny, dan Prof. Sylvester Arnab; serta Dr. Richard Harisson dari University of Surrey. Selain itu, hadir perwakilan Universitas Negeri Malang, Dr. Muhibuddin Fadhli.

Pada sesi pembukaan, disampaikan oleh Dr. Rochmat Aldy Purnomo, SE, M.Si , yang mengungkapkan harapannya terhadap kebijakan yang mendukung kesejahteraan mental, “harapannya, universitas dapat menjadi lebih inklusif dan menghadirkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan mental serta keberhasilan akademik mahasiswa.” Jelasnya.

Dilanjutkan oleh Susanti Malasari, S.Pd., M.Hum., sebagai perwakilan dari Pusat Layanan Disabilitas yang menjelaskan terkait sejumlah kegiatan besar “setelah ini, kami akan memulai penjelasan mengenai metode pemetaan dan memfasilitasi untuk memberikan masukan sebaik mungkin.” katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode pemetaan, ideasi , dan perencanaan tindakan , yang memungkinkan peserta mengidentifikasi isu-isu nyata, merumuskan solusi, serta menyusun langkah-langkah tindak lanjut untuk mendorong kampus yang lebih ramah dan inklusif terhadap seluruh sivitas akademika.

Salah satu peserta, Primaayu Nihashafa, menyampaikan kesannya, “Merasa terhormat bisa ikut serta dalam acara ini, saya mendapatkan banyak insight dan wawasan baru mengenai pentingnya inklusivitas dalam penelitian, harapannya seluruh ilmu yang diperoleh dapat implementasikan dengan baik dalam mewujudkan inklusivitas dalam bidang akademik.” Ungkapnya.

Melalui workshop ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat kapasitas internal dalam membangun budaya riset yang inklusif, mendukung partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas, serta memperluas kolaborasi riset internasional yang berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi yang setara dan aksesibel.

Penulis: Aghna Nur Sabrina

Editor: Humas Untidar

Tingkatkan Sinergi dan Kualitas Pengelolaan Hukum, JDIH Unsoed Lakukan Kunjungan ke Universitas Tidar

 

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) melakukan kunjungan ke Universitas Tidar (Untidar), Selasa (25/11). Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsoed Nur Faiqoh, S.E., M.M, dan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar Dr. Astuty, M.Pd.  beserta segenap jajaran Tim JDIH Untidar.

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsoed menyampaikan harapannya untuk meningkatkan sinergi dan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed. “Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat kerja sama dan meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed,” ujarnya.

Wakil Rektor Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar, juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan JDIH Unsoed. “Kami sangat senang menerima kunjungan JDIH Unsoed dan berharap dapat meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Untidar,” katanya.

Kunjungan ini juga membahas tentang pengelolaan JDIH, termasuk integrasi data dan informasi hukum, serta pengembangan aplikasi JDIH mobile.

Setelah pertemuan, rombongan JDIH Unsoed dijamu dengan kunjungan eksklusif ke fasilitas JDIH Untidar, yang mencakup JDIH Corner, ruangan JDIH, dan ruang arsip. Mereka disambut dengan hangat oleh tim JDIH Untidar yang dengan antusias menjelaskan fungsi dan ragam kegiatan JDIH Untidar.

Dalam kunjungan tersebut, tim JDIH Untidar memaparkan peran strategis JDIH dalam meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Untidar. JDIH Corner Untidar yang modern dan interaktif menampilkan berbagai informasi dan dokumentasi tentang kegiatan JDIH, termasuk publikasi dokumen hukum.

Ruangan JDIH Untidar yang didesain sebagai ruang baca yang nyaman menjadi pusat kegiatan JDIH Untidar. Tim JDIH Untidar menjelaskan tentang sistem pengelolaan arsip dan dokumentasi hukum yang digunakan, yang memungkinkan akses cepat dan akurat terhadap informasi hukum.

Ruang arsip JDIH Untidar yang terorganisir dengan baik juga dikunjungi. Di sini tim JDIH Untidar menjelaskan tentang proses pengelolaan arsip dan dokumentasi hukum yang efektif.

Kunjungan JDIH Unsoed ke Untidar diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed dan memperkuat kerja sama antara kedua Universitas.

Penulis: Yogi Prayogo, S.H., M.H.

Universitas Tidar Terima Kunjungan dari Universitas Musi Rawas, Bahas Proses Perubahan Status dari PTS ke PTN

Magelang – Universitas Musi Rawas, Sumatera Selatan, melakukan kunjungan ke Universitas Tidar dalam agenda studi proses perubahan status dari perguruan tinggi swasta ke perguruan tinggi negeri,  di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran, Selasa (25/11).

Kegiatan dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si; Rektor Universitas Tidar Tahun 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si; beserta jajarannya.

Sedangkan dari Universitas Musi Rawas, turut hadir Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., ACPE; Wakil Rektor II, Dr. Wartono, S.P., M.Si; Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. John Bimasri, M.Si; Asisten Ahli II Kabupaten Musi Rawas/Sekretaris Yayasan, H. Mukhlisin, S.H., M.H; dan Wakil Sekretaris YPPT-BSMR, Rehal Ikmal, S.H., M.Si.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemutaran video profil Untidar dan Universitas Tidar Magelang (UTM), dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang menyampaikan puji syukur serta ungkapan hormat kepada para tamu yang hadir.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari Musi Rawas yang telah datang jauh-jauh menuju Magelang.” Ungkapnya

Beliau melanjutkan dengan penjelasan mengenai proses panjang transformasi Untidar dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, sekaligus membagikan pengalaman yang relevan bagi institusi lain yang sedang menempuh proses serupa

“Terkait niat untuk belajar mengenai proses perubahan status dari swasta ke negeri, kami tentu dengan senang hati akan berbagi informasi sesuai yang kami ketahui. Ada beberapa kunci penting yang kami pelajari dari proses itu, yaitu kekompakan tim, kesungguhan dalam berjuang, hubungan baik dengan para pemangku kepentingan, serta ikhtiar yang tidak berhenti,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng. menyampaikan rasa syukur atas penerimaan yang hangat dari Universitas Tidar. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Musi Rawas untuk belajar secara langsung mengenai proses dan tahapan menuju perubahan status dari PTS menjadi PTN. 

“Kami merasa bersyukur bisa hadir dan diterima dengan sangat baik hari ini. Kami ingin banyak belajar tentang apa saja yang harus kami persiapkan, langkah-langkah yang harus dilakukan, serta peran pemerintah daerah dan yayasan dalam proses menuju penegerian. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk menimba ilmu, memahami kebutuhan administratif, politis, dan teknis, agar kami dapat mempersiapkan Universitas Musi Rawas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Rektor Universitas Tidar Tahun 2007-2018, menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan Universitas Musi Rawas. Ia mengenang perjalanan panjang Untidar dari perguruan tinggi swasta hingga akhirnya berhasil dinegerikan, sebuah proses yang membutuhkan ketekunan, kekompakan, dan perjuangan kolektif selama bertahun-tahun. 

“Pengalaman kami saat masih swasta sangat tidak mudah. Jumlah mahasiswa sedikit, kondisi kampus pun penuh keterbatasan. Perjuangan penegerian dimulai sejak 2005, melalui banyak tantangan, hingga akhirnya terwujud berkat kerja keras semua pihak dan dukungan berbagai tokoh,” ujarnya. 

Universitas Tidar berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi, dan berharap Universitas Musi Rawas dapat memeroleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah strategis, kebutuhan administratif, dukungan pemerintah daerah, hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan yang diperlukan dalam proses perubahan status dari PTS menjadi PTN.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Puncak Acara KMI Expo XVI 2025 Berlangsung Meriah, Puluhan Inovator Muda Raih Penghargaan Nasional

 

Magelang – Malam Puncak sekaligus Awarding Night KMI Expo XVI 2025 sukses diselenggarakan pada Jumat malam (21/11) di panggung utama, Kawasan Kampus Sidotopo, Universitas Tidar. Ajang penghargaan terbesar bagi wirausaha mahasiswa tingkat nasional ini menobatkan puluhan inovator muda dari berbagai kategori, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dampak usaha yang dikembangkan.

Acara puncak dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah, juri nasional, delegasi peserta KMI Expo, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum. Suasana semakin meriah dengan dukungan tata panggung megah dan penampilan hiburan yang mengisi rangkaian acara, dimulai dengan penampilan oleh Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) membawakan lagu Ahtoi Porosh dan Yamko Rambe Yamko.

Sebelum sesi awarding dimulai, acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana KMI Expo XVI 2025, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya KMI Expo di Untidar, “alhamdulillah kita semua bersyukur kegiatan KMI Expo XVI tahun 2025 di Universitas Tidar berjalan dengan sangat baik, sangat lancar.” Ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa banyak pengunjung antusias terhadap kegiatan ini. “Hasil catatan dari among tamu penerima tamu, teman-teman Satpol PP menghitung pengunjungnya total 13.000.” Tambahnya.

Dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap seluruh elemen masyarakat. “Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Ini suatu event yang sungguh menjadi karunia, berkah bagi kami, terutama bagi Untidar karena memang kampus kami membawa misi untuk memajukan bidang kewirausahaan dan kebudayaan.” Jelasnya.

Sesi sambutan ditutup oleh Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., yang menyatakan bahwa KMI Expo ini merupakan ajang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berwirausaha, “bentuk kewirausahaan adalah salah satu bentuk pendidikan yang perlu kita kembangkan dan perlu kita jalankan di dalam melaksanakan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, tentunya kita perlu mempersiapkan lulusan-lulusan yang siap menjadi para wirausahawan,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan apresiasinya terhadap Untidar sebagai tuan rumah,  “tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor Universitas Tidar, Pak Wakil Rektor Universitas Tidar yang telah mempersiapkan acara yang luar biasa yang sangat meriah, 13 ribu itu bukan hal yang mudah,” ungkapnya.

 

Universitas Tidar meraih kemenangan pada 3 kategori lomba pada KMI Expo Tahun ini diantaranya Juara Harapan 2 pada kategori Lomba Stand Up Comedy; Juara 3 pada kategori Makanan dan Minuman (A) Tahapan Awal dengan inovasi “Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan”  dan Juara 2 kategori Budidaya Tahapan bertumbuh dengan inovasi “SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik”.

Pengumuman pemenang dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kategori lomba. Berikut kategorinya:

Pemenang

Perguruan Tinggi

1. Lomba Stand Up Comedy

Juara 1

Universitas Tadulako

Juara 2

Universitas Yudharta Pasuruan

Juara 3

Universitas Hasanuddin

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Malang

Juara Harapan 2

Universitas Tidar

Juara Harapan 3

Universitas Teuku Umar

2. Lomba Kirab Budaya

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Juara 3

Universitas Pendidikan Indonesia

Juara Harapan 1

Institut Seni Indonesia Surakarta

Juara Harapan 2

Universitas Jambi

Juara Harapan 3

Universitas Dian Nuswantoro

3. Lomba Stand Terbaik

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Juara 3

Universitas Brawijaya

Juara Harapan 1

Universitas Santo Borromeus

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Juara Harapan 3

Universitas Palangka Raya

4. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Awal

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : FounderHub Platform Edukasi Bisnis All in One Berbasis Personalized Learning Path

Juara 2

Universitas Dian Nuswantoro

Inovasi : Exantara Platform Digital Ekspor Berbasis SaaS Memberdayakan UMKM untuk Menembus Pasar Global

Juara 3

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Inovasi : ZappOn SuperApp Layanan Transportasi Listrik Berbasis Mobile Untuk Mendukung Green Lifestyle

Juara Harapan 1

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Inovasi : HAGE Portal Digital untuk Game Edukasi Kreativitas dan Komunitas Pecinta Game

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Platform Otomasi Marketing Peningkat Engagement Berbasis Sistem Cerdas

Juara Harapan 3

Universitas Sugeng Hartono

Inovasi : Catetify Aplikasi Mobile Revolusioner untuk Optimalisasi Pencatatan dan Manajemen UMKM Berbasis Artificial Intelligence Menggunakan Metode Optical Character Recognition

5. Kategori Budidaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : BiooVermix Pupuk Organik dan Pelet Nutrisi Tinggi Guna Meningkatkan Hasil Panen serta Daya Cerna Pakan Ikan Berbasis Cacing

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : TANAHMU Inovasi Pupuk Berbasis Limbah Cangkang Tiram Cangkang Telur dan Daun Gamal sebagai Solusi Rehabilitasi Lahan Sub Optimal dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian

Juara 3

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : ChickenZ Telur Omega 3 berbasis Smart Farming untuk Kemandirian Pangan dan Regenerasi Peternak Gen Z Masa Depan

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : mart Organic Fertilizer Berbasis Limbah Kotoran Ternak untuk Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Hasil Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Inovasi : Rekan Inovasi Suplemen High Protein berbasis Limbah Ikan Rucah dengan Kandungan Triptofan untuk Anti Kanibalisme dan Meningkatkan Hasil Panen Lobster

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Jambi

Inovasi : CocoBaggie Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa sebagai Media Tanam Inovatif

6. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Tanjungpura

Inovasi : Needstrawble Inovasi Sedotan Edible Pertama dari Singkong dan Bunga Telang

Juara 2

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : RAW2WEAR Produk Fashion Berkelanjutan dengan Teknik Upcycle dan Seni pada Tekstil

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Produk Kit Batik Peningkat Kemampuan Motorik dan Kreativitas Berbasis Praktik

Juara Harapan 1

Universitas Pelita Harapan

Inovasi : Versa Memory

Juara Harapan 2

Institut Teknologi Sawit Indonesia

Inovasi : Inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi kemasan biodegradable berbasis Plantable Seed Paper

Juara Harapan 3

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : Batik Matur

7. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : Titik Santai Eco Cafe Mahasiswa

Juara 2

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : Chaospace Jasa Penyediaan Stress Out and Sharing Room untuk Pelajar Mahasiswa dan Pekerja di Mamminasata

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Inovasi : Sobat Ceria Program Stimulasi Tumbuh Kembang yang Inklusif berbasis Mindfulness dan Family Co Creation

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : MAKE BATIK Sustainable Milineris Batik dari Limbah Kertas Semen

Juara Harapan 2

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang

Inovasi : K Box Inovasi Media Pembelajaran STEAM Ramah Lingkungan dengan Jasa Edukasi Hands On dan Terintegrasi Kurikulum Nasional

Juara Harapan 3

Universitas Pendidikan Ganesha

Inovasi : Dewata Dirt Bike

8. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : Lumans Bliss Teh Calming Mood Warisan Sulawesi Utara

Juara 2

Universitas Palangka Raya c

Inovasi : Inovasi Parfum Roll On EDP Minyak Atsiri Berbasis Kayu Putih Serai Wangi Gaharu dan Bibit Parfum Ekstrak Tumbuhan untuk Efek Aroma Terapi yang Mendukung Kesehatan Pernapasan dan Relaksasi

Juara 3

Universitas Jambi

Inovasi : Ecopil Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Sabut Pinang Lerak Dan Eco Enzyme

Juara Harapan 1

Universitas Ciputra Surabaya

Inovasi : Radja Geni sebagai Inovasi Teknologi Manufaktur Briket Pipih Berkelanjutan dari Limbah Tongkol Jagung dan Sekam Padi untuk Pemberdayaan Petani Lokal

Juara Harapan 2

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Inovasi : PACE Papuan Essence

Juara Harapan 3

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Inovasi : Transformasi Limbah Sandblasting Dan  Tempurung Kelapa Menjadi Media  Fungsional Dalam Penangkapan Karbon

9. Kategori Makanan dan Minuman (A) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Ahmad Dahlan

Inovasi : BEKAMIE Inovasi Mie Instan Sehat Berbahan Dasar Bekatul Padi Sebagai Sumber Serat Dan Free Gluten

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : BROTEM Alternatif Camilan Sehat Brownies  Berbasis Tempe dan Oat  dengan Pemanis Alami dari Phoenix Dactylifera

Juara 3

Universitas Tidar

Inovasi : Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan

Juara Harapan 1

STIKES Pelita Ibu

Inovasi : BonKelor Kendari Inovasi Pangan Lokal Berbasis Cakalang  Katsuwonus pelamis dan Kelor Moringa oleifera untuk Pencegahan Stunting dan Penggerak Ekonomi Pesisir Sulawesi Tenggara

Juara Harapan 2

Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Inovasi : Choco Deles Cokelat Premium Berjiwa Budaya

Juara Harapan 3

Universitas Internasional Semen Indonesia

Inovasi : Inovasi Bisnis Makanan DEMEN PASTA Berbahan Dasar Ampas Tahu Berprotein Tinggi Sebagai Bentuk Pemanfaatan Hasil Samping Industri Tahu

10. Kategori Makanan dan Minuman (B) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : Fortizinc Beras Tak Perlu Di Cuci Berzat Gizi Tinggi Untuk Mencegah Stunting

Juara 2

Universitas Mataram

Inovasi : TuChips Transformasi Produk Tradisional Jaje Tujak Guna Memperpanjang Umur Simpan sebagai Oleh Oleh dan Peluang Ekonomi Kreatif Mahasiswa

Juara 3

Universitas La Tansa Mashiro

Inovasi : Kukis Gembili Anti Obesitas  sebagai Pangan Fungsional Inovatif

Juara Harapan 1

Universitas Ngudi Waluyo

Inovasi : MELGALANGA Inovasi Marshmallow Rempah Kombinasi  Campuran Jahe  Kencur dan Madu Sebagai Pelega Tenggorokan

Juara Harapan 2

Universitas Teknokrat Indonesia

Inovasi : Pineboost Minuman Probiotik Ekstrak Kulit Nanas

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Tangerang

Inovasi : Barley Healthy Coffee Inovasi Kopi Rempah Sehat dengan Kemasan Drip Bag Praktis

11. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Amikom Yogyakarta

Inovasi : SkillUpKids Startup Edutech AI untuk Memaksimalkan Potensi Anak Indonesia

Juara 2

Universitas Airlangga

Inovasi : Bisnis GC Gamingstore Platform Top Up Game Online Terintegrasi yang Mendukung Para Gamers Untuk Menjadi Pro Player Pada Kejuaraan ESports Tingkat Nasional maupun Internasional

Juara 3

Politeknik Negeri Banyuwangi

Inovasi : DENTAL DIARY Smart Medical Record System Berbasis Natural Language Processing dan WhatsApp Automation Untuk Klinik Gigi Modern

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Jakarta

Inovasi : Study Fashion Aplikasi Kursus Rancang Busana Berbasis Virtual Reality Untuk Meningkatkan Kualitas Busana Para Wirausahawan

Juara Harapan 2

Universitas Muria Kudus

Inovasi : NUTRIDEL Nutrisi Delivery Platform Digital Penyedia Makanan Sehat

Juara Harapan 3

Universitas Jenderal Soedirman

Inovasi : Ricocapital Sebagai Inovasi Edukasi Kripto Dalam Mendorong Ekosistem Cryptocurrency Yang Berkelanjutan

12. Kategori Budidaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : VertiCrab Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau Berkualitas Guna Meningkatkan Nilai Jual Kepiting Bakau Menggunakan Budidaya Kepiting Vertikal Dilengkapi Teknologi Pengendalian Air

Juara 2

Universitas Tidar

Inovasi : SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Bone

Inovasi : Inovasi GroCoco Grow with Coconut Sawdust Substrate

Juara Harapan 1

Universitas Trunojoyo

Inovasi : SEEDMART Bibit dan Tanaman Cabai Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Malang

Inovasi : Embik Eco Green Farm An Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation

Juara Harapan 3

Universitas Terbuka

Inovasi : Inovasi Kampus Berdampak Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peternakan Ayam Kampung Yang Terintegrasi Berbasis Komunitas Desa

13. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Inovasi : CV. Mandira Heritage Group Sebagai Perusahaan Penyedia Inovasi Media Edukasi Warisan Budaya Berbasis Teknologi Digital

Juara 2

Universitas Jambi

Inovasi : Moladambi Eksistensi Budaya melalui Permainan Interaktif Sebagai Pengembangan Industri Kreatif

Juara 3

Universitas Udayana

Inovasi : PRASI Produk Suvenir Khas Bali Berbahan Dasar Daun Lontar

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Inovasi : Refashioned Soluvia Ecostra Desain Fashion Kreatif Dengan Dukungan Augmented Reality

Juara Harapan 2

Universitas Riau

Inovasi : Wastra Project Pengembangan Budaya Melayu Melalui Wastra Nusantara Pada Tas Multifungsi Kemeja Dan Rok Tenun Dengan Dukungan Sumber Daya Lokal

Juara Harapan 3

Universitas Siliwangi

Inovasi : Tasik CraftCO Sustainable Fashion Etnis Kolaborasi Mendong dan Batik Khas Tasikmalaya

14. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : MAKAIRA Street Coffee yang Berkelana Menebar Kebahagiaan di Setiap Sudut Jalan

Juara 2

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : The Condimentum Candle Gel Lilin Custom Berbahan Rempah Sulut

Juara 3

Universitas Sumatera Utara

Inovasi : Mobilized Fully Automated Photobooth untuk Optimalisasi Engagement dan Branding Industri MICE melalui Dokumentasi Interaktif Berbasis Digital

Juara Harapan 1

Universitas Agung Podomoro

Inovasi : Tiny Financiers Buku Literasi Finansial dan Dongeng Edukatif untuk Cerdas Kelola Uang Sejak Dini

Juara Harapan 2

Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Inovasi : Artamotion Layanan Pelatihan Animasi dan Ilustrasi Digital

Juara Harapan 3

Universitas Lambung Mangkurat

Inovasi : HYPERFIT Jasa Kelas Kebugaran Digital Training Course Consultant Fitness

15. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : AQUABOAT REBORN

Juara 2

Universitas Musamus Merauke

Inovasi : ECO PAVING BLOCK GENERASI KEDUA

Juara 3

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : AUTO CLEAN Solusi Inovatif Untuk Perawatan Kendaraan Secara Mandiri Pada Masyarakat

Juara Harapan 1

Institut Pertanian Bogor

Inovasi : Polytree Rekayasa Produksi Biopolybag Biodegradable sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Juara Harapan 2

Universitas Mataram

Inovasi : Radiant Sea Inovasi Body Lotion dari Ekstrak Rumput Laut Padina sp Untuk Menjaga Kulit Tetap Kulit Sehat Lembab  dan Bernutrisi

Juara Harapan 3

Universitas Sebelas Maret

Inovasi : Tani Solution  Produsen Inovasi Semi Mekanisasi Alat Pertanian

16. Kategori Makanan dan Minuman – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Muhammadiyah Semarang

Inovasi : Valdian Cake Gluten Free dan Low Calory Berbahan Mocaf dan Stevia  Solusi Sehat Pecinta Cake

Juara 2

Universitas Palangka Raya

Inovasi : Brownchips Bawang Dayak Inovasi Olahan Bawang Dayak Eleutherine SP Dengan Kombinasi Tepung Ubi Manggala Khas Kalimantan Tengah

Juara 3

Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya

Inovasi : Inslove

Juara Harapan 1

Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Inovasi : Bun And Bean Varian Inovatif Dengan Ecofactpack Penuh Fakta Dan Cinta Bumi

Juara Harapan 2

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri

Inovasi : Inovasi Camilan Makaroni Macwish Dengan Cita Rasa Nusantara Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Juara Harapan 3

Institut Teknologi Kalimantan

Inovasi : SANDAY

 

Perayaan kemenangan ditutupan dengan penampilan tamu spesial oleh OM Janema sebagai penutup acara KMI Expo XVI yang berlokasi di Kampus Sidotopo Untidar, Magelang.

Penulis: Aghna Nur Shabrina
Editor: Hardina Suryanti

Untidar Gelar Soft Opening Meriah, KMI Expo XVI 2025 Resmi Dimulai

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) secara resmi membuka gelaran KMI Expo XVI 2025 melalui prosesi soft opening dan pemotongan pita yang dipimpin langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., pada Rabu (19/11) di Kawasan Kampus Sidotopo. Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pameran kewirausahaan mahasiswa terbesar di Indonesia tersebut.

Prosesi berlangsung meriah dan disaksikan oleh peserta KMI Expo dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Tim Belmawa sejumlah 15 orang, juri sejumlah 32 orang, panitia, serta masyarakat umum. 

Turut hadir juga Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional ini serta mendorong sinergi pengembangan wirausaha muda di Kota Magelang.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Ketua Panitia KMI Expo, menegaskan bahwa KMI Expo 2025 tidak hanya menjadi ajang nasional bagi mahasiswa, tetapi juga ruang kolaborasi besar antara kampus dan masyarakat Magelang. “Makanya event KMI ini event kita bersama, kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan warga Kota Magelang,” ujarnya. 

KMI Expo XVI hari pertama menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pameran Expo Kewirausahaan, EKKN, pameran UMKM, hingga Gelar Karya Kampus Berdampak,yang menyajikan hasil inovasi produk, dan karya kreatif mahasiswa dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan penilaian stand oleh tim Belmawa Kemendiktisaintek. 

Pada sesi pagi, acara diawali dengan lomba mewarnai tingkat TK se-Kota Magelang, lomba menggambar tingkat SD se-Kota Magelang, serta penampilan seni dari Magelang Pantomime.

Selain pameran, hari pertama juga dimeriahkan dengan Festival Band Pelajar SMA/SMK se-Kedu Raya, Sarasehan pendamping dan pengelola KMI Expo 2025, serta kompetisi Stand Up Comedy antar peserta KMI.

Pada sesi Festival Band, SMS#5 dari SMA Negeri 2 Kebumen, berhasil meraih juara pertama Festival Band Pelajar. Vokalis band, Albertus Kia Bolen, mengungkapkan rasa harunya saat diumumkan sebagai pemenang. “Saya terharu karena tadi ada sedikit miss, jadi gak expect bisa juara satu. Untuk kesannya, keren banget, panggungnya bagus.” Ungkapnya.

Antusiasme juga datang dari pengunjung umum. Nisa Azzahra, salah satu penonton hari pertama, memberikan kesan positifnya. “Buat hari pertama ini seru banget, banyak banget stand-stand dari kampus seluruh Indonesia, dan bagus-bagus semua.”

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari pertama, panggung utama KMI Expo XVI 2025 akan dihibur oleh penampilan spesial dari Lapiezt Legiet yang akan menutup malam dengan suguhan musik energik sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Melalui penyelenggaraan KMI Expo XVI 2025, Universitas Tidar berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertumbuh bagi para mahasiswa wirausaha untuk saling belajar, berjejaring, dan memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional, terutama di wilayah Magelang dan Kedu Raya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Untidar Raih Pendanaan Erasmus+, Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Program FIND4S

Magelang –  Universitas Tidar (Untidar) memperluas kiprahnya di kancah internasional melalui program Food Innovation and Education for Sustainable Society (FIND4S, baca: Find Force) yang dihelat Senin (6/10), di Ruang Multimedia, Kampus Tuguran. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari konsorsium internasional yang didanai oleh Erasmus+ Uni Eropa dan melibatkan tujuh universitas di Indonesia serta empat mitra dari Eropa.

FIND4S berfokus pada pengembangan dan peningkatan kurikulum studi Teknologi Pangan agar lebih adaptif terhadap tantangan global, terutama dalam bidang inovasi pangan berkelanjutan. Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari universitas luar negeri di Eropa, yakni Prof. Jan Van Impe, Monika Polanska, Ph.D., dan Satyajeet Bhonsale, Ph.D. (KU Leuven, Belgia), Prof. Jean Titze (Anhalt University of Applied Science, Jerman), Prof. Rui Morais dan Prof. Alcina Morais (Catholic University of Portugal), serta Dr. Rajat Nag (University College Dublin, Irlandia).

Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Tidar sekaligus Kepala Laboratorium Gizi, Teknologi Pangan dan Farmasi, Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara universitas-universitas di Indonesia dengan mitra Eropa dalam rangka penguatan kurikulum.

“FIND4S ini merupakan kegiatan konsorsium yang kami ajukan bersama Undip sebagai koordinator Indonesia ke Erasmus+. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kurikulum teknologi pangan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas Eropa,” jelasnya.

Iqbal menambahkan bahwa program FIND4S akan berjalan hingga tahun 2027 dan menjadi tonggak penting bagi Untidar karena ini merupakan kali pertama Untidar mendapatkan pendanaan dari Erasmus+. Selain sesi diskusi kurikulum, kegiatan di Untidar juga diisi dengan pemaparan kuliah umum dari perwakilan universitas Eropa yang hadir.

“Saya harapkan FIND4S ini bisa memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi program Teknologi Pangan. Semoga dosen-dosen Universitas Tidar semakin semangat mencari pendanaan dan memperluas kerjasama, agar bisa memiliki lebih banyak jejaring dengan universitas luar negeri. Sebenarnya, peluang program kolaborasi dan pendanaan internasional itu banyak sekali, tinggal bagaimana kita aktif menjangkau dan memanfaatkannya.” Pungkasnya.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta memperluas peluang kerja sama global di bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan inovasi pangan berkelanjutan.

Penulis: Aghna 

Editor: Danu 

Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Untidar Canangkan Penerbitan Buku Gunung Tidar sebagai Upaya Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Magelang – Universitas Tidar melalui dukungan pimpinan, dosen, serta kolaborasi lintas lembaga secara resmi mengumumkan rencana penerbitan buku tentang Gunung Tidar. Agenda monumental ini ditandai dengan penanaman ‘Pohon Pancasila’ oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. di kawasan Gunung Tidar, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila (01/10/2025). Simbol ini dipilih untuk menegaskan komitmen Untidar dalam merawat warisan budaya, spiritual, dan lingkungan hidup Gunung Tidar.

penanaman Pohon pancasila oleh Prof Sugiyarto

Gunung Tidar sejak lama dikenal sebagai ikon Kota Magelang. Bukan hanya landmark geografis yang menjulang di tengah kota, tetapi juga pusat spiritual, kultural, dan simbol kepemimpinan bangsa. Dalam tradisi Jawa, Gunung Tidar disebut sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’, poros penyeimbang tanah Jawa yang menyatukan harmoni alam dan manusia. Menyadari posisi strategis Gunung Tidar, Universitas Tidar merasa memiliki tanggung jawab akademik dan moral untuk mendokumentasikan kekayaan ini dalam bentuk karya ilmiah.

“Beberapa waktu lalu, para dosen Untidar berkumpul dan sepakat untuk menulis serial buku tentang Gunung Tidar. Hal ini berangkat dari kepedulian kami, yang menjadikan Gunung Tidar sebagai objek riset.” Prof. Sugiyarto.

Penerbitan buku tentang Gunung Tidar ini tidak sekadar sebagai proyek akademik, melainkan juga gerakan pelestarian warisan ilmu pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai luhur kepemimpinan. Buku ini akan ditulis secara multidisiplin, melibatkan dosen-dosen dari berbagai bidang ilmu. Masih menurut Prof. Sugiyarto, langkah ini sejalan dengan tridharma perguruan tinggi bahkan mencakup misi catur dharma yang dikembangkan Untidar.

“Penerbitan buku Gunung Tidar bukan sekadar dokumentasi, tetapi bagian dari pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bahkan kami kaitkan dengan pengembangan kewirausahaan berbasis kebudayaan, sesuai dengan visi Untidar yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Selain itu, Untidar juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Disporapir Kota Magelang dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan langkah penerbitan buku ini sejalan dengan agenda pelestarian lingkungan, pengembangan kebudayaan, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Dari sisi akademik, buku ini diharapkan menjadi referensi utama tentang Gunung Tidar yang dapat digunakan oleh mahasiswa, peneliti, dan masyarakat luas. Dari sisi sosial-budaya, penerbitan buku ini akan mendokumentasikan berbagai nilai luhur, tradisi, dan kisah spiritual yang berkembang di masyarakat Magelang. Dan dari sisi ekonomi, Untidar melihat peluang besar dalam pengembangan kewirausahaan berbasis kebudayaan.

“Gunung Tidar dikenal sebagai ‘Pakuning Tanah Jawa’ sekaligus kawah candradimuka bagi pemimpin. Nilai-nilai seperti ‘Sopo, Salah, Seleh’ mengajarkan integritas, kejujuran, dan kerendahan hati yang wajib dimiliki seorang pemimpin.” tambah Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Dengan kolaborasi yang luas, Gunung Tidar tidak hanya dilihat sebagai objek wisata atau lokasi geografis, melainkan juga sebagai pusat pengetahuan, inspirasi, dan pembangunan berkelanjutan. Buku Gunung Tidar diharapkan dapat menjadi rujukan akademik, warisan budaya, dan inspirasi kepemimpinan yang berkelanjutan.

 

Penulis : Suryanti

Editor: Humas Untidar

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama Internasional

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama Internasional

Untidar dan SEGi University Malaysia Tandatangani Kerja Sama InternasionalUniversitas Tidar kembali memperluas jejaring internasionalnya dengan menjalin kerja sama strategis bersama SEGi University Malaysia. Penandatanganan kerjasama ini dilaksanakan pada Rabu, 10 September 2025, bertempat di Kampus SEGi University, Kota Damansara, Selangor, Malaysia.

Dalam acara tersebut, Untidar diwakili Rektor Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang hadir bersama Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC. Dari pihak tuan rumah, hadir Vice Chancellor SEGi University, Prof. ChM Dr. Teh Geok Bee FASc, didampingi Director of International Collaboration and Research, Prof. Dr. Tezara Cionita.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup joint research, joint publication, penyelenggaraan konferensi, serta program student mobility. Laila Alfizanna menambahkan bahwa Untidar juga menaruh minat untuk mengembangkan kolaborasi khusus antara Program Studi S1 Pariwisata Untidar dengan Department of Tourism SEGi University.

“Untidar memiliki Pusat Unggulan IPTEK Borobudur yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa SEGi untuk memperkaya pengalaman belajar,” ujarnya.

Menanggapi rencana tersebut, Prof. Tezara Cionita menyambut baik peluang kolaborasi lintas bidang. Ia menegaskan, SEGi University terbuka untuk memperluas kerja sama akademik sesuai dengan kebutuhan kedua institusi.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Sugiyarto, menekankan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.

“Kerja sama internasional seperti ini akan berdampak positif terhadap kualitas tridarma perguruan tinggi, sekaligus mendorong peningkatan akreditasi program studi di Untidar,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Untidar dan SEGi University berharap dapat menciptakan sinergi yang produktif dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta pertukaran budaya, baik di kalangan dosen maupun mahasiswa.