Responsif, Untidar Siap Menjamin Penangguhan Hukuman Mahasiswa dan Alumninya

Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk bersikap responsif dalam menyikapi proses hukum yang tengah dijalani oleh dua mahasiswa aktif Purnomo Yogi Antoro dan Azhar Fauzan,  dan satu alumni, Enrille Championy Geniosa yang saat ini ditangani oleh Polres Magelang Kota.

“Kemarin surat penangguhan hukuman telah disampaikan oleh LBH Yogyakarta kepada Polres Magelang Kota, disertai surat penjaminan dari Untidar setelah seluruh berkas pendukung dinyatakan lengkap,” jelas Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Untidar, Danu Wiratmoko A.Md., Rabu (31/12).

Danu menegaskan komitmen Untidar untuk mengawal proses hukum ketiga pihak tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Pada 22 Desember 2025, draf surat penjaminan telah ditandatangani oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FISIPOL, serta Dekan FAPERTA Untidar. Surat tersebut kemudian diserahkan oleh tim hukum Untidar kepada LBH Yogyakarta selaku kuasa hukum, untuk diteruskan kepada Polres Magelang Kota bersama pengajuan penangguhan hukuman.

Dalam perkembangannya, Untidar memperoleh informasi bahwa dua tersangka, yakni Enrille dan Azhar Fauzan, telah mencabut kuasa hukum dari LBH Yogyakarta. Maka itu harus dipastikan kembali informasi yang akurat terkait kuasa hukum terbaru guna memastikan proses koordinasi surat penjaminan dapat berjalan dengan baik.

Narasi yang menyebut kampus tidak responsif merupakan informasi yang tidak sesuai dengan fakta. Sehari setelah penangkapan, pada 16 Desember 2025, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni mendatangi Polres Magelang Kota untuk memastikan kondisi kYogi, Azhar dan Enrille. Dilanjutkan pada 19 Desember 2025, pihak kampus menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Untidar yang dihadiri Kepala BAKK dan tim hukum. Pertemuan tersebut membahas kemungkinan penangguhan hukuman dan disepakati untuk terus berkoordinasi dan melakukan konsolidasi. Selanjutnya penyusunan draft surat penjaminan dan koordinasi dengan kuasa hukum terkait pengajuan penangguhan hukuman.

“Sebagai informasi, sesuai ketentuan hukum, pengajuan penangguhan hukuman hanya dapat dilakukan oleh tersangka atau kuasa hukum yang mendampinginya. Untidar sebagai institusi pendidikan berperan sebagai pihak penjamin,” jelasnya.

Ditemui di tempat berbeda, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan Untidar merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik institusi.

“Untidar hadir untuk memastikan mahasiswa mendapatkan pendampingan yang semestinya. Kami siap menjadi pihak penjamin dengan tetap menghormati seluruh proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Selain Azhar dan Yogi, seorang alumni Untidar, Enrille Championy Geniosa, yang merupakan aktivis komunitas Ruang Juang, turut menjalani proses hukum di Polres Magelang Kota. Terkait hal tersebut, Prof. Parmin menjelaskan bahwa secara yuridis Untidar hanya dapat mengajukan permohonan penangguhan penahanan bagi mahasiswa aktif. Meski demikian, Untidar tetap melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk jejaring alumni.

Penulis : Gita

Editor : Humas Untidar

 

Universitas Tidar Terima Kunjungan dari Universitas Musi Rawas, Bahas Proses Perubahan Status dari PTS ke PTN

Magelang – Universitas Musi Rawas, Sumatera Selatan, melakukan kunjungan ke Universitas Tidar dalam agenda studi proses perubahan status dari perguruan tinggi swasta ke perguruan tinggi negeri,  di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran, Selasa (25/11).

Kegiatan dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si; Rektor Universitas Tidar Tahun 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd; Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si; beserta jajarannya.

Sedangkan dari Universitas Musi Rawas, turut hadir Rektor Universitas Musi Rawas, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng., ACPE; Wakil Rektor II, Dr. Wartono, S.P., M.Si; Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. John Bimasri, M.Si; Asisten Ahli II Kabupaten Musi Rawas/Sekretaris Yayasan, H. Mukhlisin, S.H., M.H; dan Wakil Sekretaris YPPT-BSMR, Rehal Ikmal, S.H., M.Si.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemutaran video profil Untidar dan Universitas Tidar Magelang (UTM), dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang menyampaikan puji syukur serta ungkapan hormat kepada para tamu yang hadir.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu dari Musi Rawas yang telah datang jauh-jauh menuju Magelang.” Ungkapnya

Beliau melanjutkan dengan penjelasan mengenai proses panjang transformasi Untidar dari perguruan tinggi swasta menjadi negeri, sekaligus membagikan pengalaman yang relevan bagi institusi lain yang sedang menempuh proses serupa

“Terkait niat untuk belajar mengenai proses perubahan status dari swasta ke negeri, kami tentu dengan senang hati akan berbagi informasi sesuai yang kami ketahui. Ada beberapa kunci penting yang kami pelajari dari proses itu, yaitu kekompakan tim, kesungguhan dalam berjuang, hubungan baik dengan para pemangku kepentingan, serta ikhtiar yang tidak berhenti,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Eddy Ibrahim, M.S., CP., IPU., ASEAN.Eng., APEC.Eng. menyampaikan rasa syukur atas penerimaan yang hangat dari Universitas Tidar. Ia menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Musi Rawas untuk belajar secara langsung mengenai proses dan tahapan menuju perubahan status dari PTS menjadi PTN. 

“Kami merasa bersyukur bisa hadir dan diterima dengan sangat baik hari ini. Kami ingin banyak belajar tentang apa saja yang harus kami persiapkan, langkah-langkah yang harus dilakukan, serta peran pemerintah daerah dan yayasan dalam proses menuju penegerian. Kami berharap pertemuan ini menjadi awal yang baik bagi kami untuk menimba ilmu, memahami kebutuhan administratif, politis, dan teknis, agar kami dapat mempersiapkan Universitas Musi Rawas dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd., Rektor Universitas Tidar Tahun 2007-2018, menyampaikan apresiasi atas kedatangan rombongan Universitas Musi Rawas. Ia mengenang perjalanan panjang Untidar dari perguruan tinggi swasta hingga akhirnya berhasil dinegerikan, sebuah proses yang membutuhkan ketekunan, kekompakan, dan perjuangan kolektif selama bertahun-tahun. 

“Pengalaman kami saat masih swasta sangat tidak mudah. Jumlah mahasiswa sedikit, kondisi kampus pun penuh keterbatasan. Perjuangan penegerian dimulai sejak 2005, melalui banyak tantangan, hingga akhirnya terwujud berkat kerja keras semua pihak dan dukungan berbagai tokoh,” ujarnya. 

Universitas Tidar berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal yang kuat dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara kedua perguruan tinggi, dan berharap Universitas Musi Rawas dapat memeroleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai langkah-langkah strategis, kebutuhan administratif, dukungan pemerintah daerah, hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan yang diperlukan dalam proses perubahan status dari PTS menjadi PTN.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Belmawa Kemendiktisaintek Jelajah 3 Desa Mitra PPK Ormawa Untidar

Magelang – Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, bersama Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendiktisaintek melakukan visitasi terhadap pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Tidar  di Ruang Rapat Rektorat Kampus Tuguran, dan di tiga desa mitra PPK Ormawa, Sabtu (1/11).

Sebelum tim reviewer melakukan kunjungan lapangan ke tiga lokasi mitra desa PPK Ormawa Untidar, dilakukan pemaparan hasil pelaksanaan program di Ruang Rapat Rektorat. Visitasi ini dihadiri oleh dua reviewer Belmawa, Ery Hidayat, S.T., M.T. dan Intishar, S.T., serta didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, serta staf kemahasiswaan Untidar.

Dalam sambutannya, Prof. Parmin menegaskan posisi Untidar sebagai kampus yang berkomitmen terhadap pemberdayaan mahasiswa dan masyarakat. “Kampus ini punya keyword atau kata kunci, kalau dalam visi, Untidar adalah kampus kewirausahaan dan kampus kebudayaan. Sedangkan tagline bidang kemahasiswaan adalah Untidar Kampus Ormawa Pemberdaya. Jadi memang PPK Ormawa di Untidar ini sudah langganan hasilnya maksimal, banyak yang meraih penghargaan,” ujarnya.

Kunjungan lapangan diawali di Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan, yang merupakan lokasi kegiatan PPK Ormawa oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA PBSI). Program bertema ‘Optimalisasi Rumah Sampah Digital sebagai Upaya Berkelanjutan Ekologi melalui RESIK (Recycling Edukasi Sampah Inovatif dan Kreatif)’ ini mengajak masyarakat untuk mengelola sampah secara lebih kreatif dan efisien melalui pendekatan digital. 

Kunjungan dilanjutkan ke Desa Balesari, Kecamatan Windusari, tempat pelaksanaan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) dengan tema ‘Optimalisasi Komoditas Kopi Desa Balesari melalui Pendekatan Agroindustri dan Smart Society untuk Meningkatkan Profitabilitas Guna Menuju Desa Usaha Berkelanjutan.’ Melalui program ini, mahasiswa berupaya membantu petani kopi lokal untuk meningkatkan nilai tambah produk, mulai dari pelatihan pengolahan hingga pemasaran digital.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah Desa Karangkajen, Kecamatan Secang, tempat Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) mengembangkan inovasi pertanian melalui program ‘SIPAMA (Sistem Pengendali Hama) berbasis Teknologi Smartfarming dan Energi Surya Terbarukan dalam Meningkatkan Produktivitas Pertanian.’ Program ini membantu petani meningkatkan hasil panen dengan efisien sekaligus ramah lingkungan.

Salah satu penerima manfaat, Siswanto, Kepala Desa Balesari, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaannya dinilai berdampak positif bagi masyarakat. “PPK Ormawa ini tentunya sangat membantu kami ya, dan sangat berguna. Lalu tentunya banyak hal positifnya. Rakyat semakin melek teknologi dan bermindset industri, bukan lagi tani tradisional,” sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ery Hidayat, S.T., M.T., selaku reviewer juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PPK Ormawa Untidar yang dinilai solid dan berdampak nyata. “PPK Ormawa di Untidar sudah berjalan sangat baik. Dukungan pimpinan kampus, dosen pembimbing, dan mahasiswa terlihat kompak. Ini bisa menjadi contoh ideal bagaimana kampus dan desa bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan visitasi ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat serta memperluas jejaring kolaborasi dengan desa mitra.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

4.270 Mahasiswa Baru Universitas Tidar Ikuti Placement Test Bahasa Inggris Sebagai Syarat MKU

 

Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan Placement Test Bahasa Inggris bagi seluruh mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026, sebagai tahapan awal dalam proses pembelajaran Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Inggris pada semester gasal mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi akademik untuk memetakan kemampuan dasar Bahasa Inggris mahasiswa agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Pelaksanaan Placement Test berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran. Tes ini dilaksanakan berdasarkan sesi terjadwal per fakultas.

Koordinator Pelaksana Placement Test, Muhammad Azril, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga level kelas Bahasa Inggris: basic, intermediate, dan advance, berdasarkan hasil tes mereka.

Placement Test Bahasa Inggris ini menjadi pijakan awal bagi pengampu MKU dalam menentukan pendekatan dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Dengan sistem leveling ini, mahasiswa dapat belajar secara optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkap Azril.

Peserta Placement Test kali ini mencapai lebih dari 4.270 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa baru serta beberapa mahasiswa tingkat lanjut dari Program Studi Matematika, Mekatronika, dan D4 RPM, yang belum menempuh MKU Bahasa Inggris pada semester sebelumnya.

Materi yang diujikan mencakup aspek structure, written expression, dan reading, dengan total 60 soal yang dikerjakan dalam waktu 45 menit. Dalam pelaksanaannya, Untidar berkolaborasi dengan Jogja English Training Center (JET Center) yang telah menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi Bahasa Inggris selama tiga tahun terakhir.

Azril menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas.

“Bahasa Inggris merupakan kemampuan yang mutlak dikuasai oleh lulusan Untidar. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya penting, tetapi juga menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan mutu lulusan universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan tes yang dilakukan dalam satu hari ini dirancang secara efisien dengan mempertimbangkan padatnya jadwal kegiatan mahasiswa baru, termasuk rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

 

Penulis: Suryanti

 

Sambut Sukacita dan Damai Natal, Keluarga UKMK Universitas Tidar Sampaikan Kasih dan Harapan Melalui Perayaan Natal 2024

Natal adalah momen penuh sukacita, damai, dan pengharapan yang dirayakan umat Kristiani setiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Mengusung tema “Hope, Peace, & Joy in Our God”, Keluarga Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani (UKMK) Universitas Tidar mengadakan Perayaan Natal 2024 pada Sabtu (7/12) di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono Universitas Tidar. Perayaan dimulai dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Andreas Kurniawan, yang menyampaikan khotbah dari Roma 15:13. Dalam khotbahnya, Pendeta Andreas menekankan bahwa pengharapan sejati ada di dalam Tuhan Yesus Kristus yang mengalahkan kematian dan membawa sukacita serta kehidupan yang penuh rasa syukur.

Penyalaan lilin simbolis juga dilakukan oleh perwakilan mahasiswa dan pembina, melambangkan harapan, damai, dan kasih yang memancar di hati setiap umat Kristiani. Acara ini turut dimeriahkan oleh berbagai penampilan mahasiswa UKMK, seperti nyanyian, tarian, dan permainan interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Dua pembawa acara yang penuh semangat memandu jalannya kegiatan, menciptakan suasana hangat dan menyenangkan di tengah-tengah keluarga besar UKMK. Dalam sambutannya, Wahyu Andriyanto, S.A., Kepala Bagian Akademik Universitas Tidar yang mewakili Rektor Universitas Tidar, menyampaikan pentingnya menjadikan perayaan ini sebagai momen untuk menciptakan suasana sukacita dan damai di lingkungan akademik. “Perbedaan bukanlah hambatan, tetapi kekayaan yang harus kita syukuri. Melalui Natal ini, mari kita menjadi teladan bagi civitas akademika Universitas Tidar,” ujarnya.

Ketua Pelaksana, Remundaria Sinaga, mengungkapkan harapannya agar perayaan Natal ini menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk tetap menaruh harapan, damai, dan cinta kasih kepada Tuhan di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. Sementara itu, Ketua UKMK, Presidentael, menambahkan bahwa Natal adalah waktu untuk merayakan ulang tahun Tuhan Yesus sekaligus momen untuk memperbaharui semangat dan harapan baru. Sebagai penutup, Indira Indira Swasti Gama Bhakti, S.H., M.H., yang merupakan pembina UKMK, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia dan peserta yang telah berkontribusi dalam menciptakan perayaan yang penuh makna ini. “Melalui acara ini, kita semua diingatkan untuk terus memancarkan kasih dan sukacita di tengah kita semua,” tuturnya.

Perayaan Natal 2024 Universitas Tidar tidak hanya menjadi ajang perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai cinta kasih di antara sesama. Natal kali ini menjadi pengingat bahwa di dalam Tuhan, selalu ada harapan, damai, dan sukacita yang abadi.

 

Penulis : Ruth Erica Margaret

Tim PPK Ormawa UKMK UNTIDAR Beri Pelatihan Peningkatan Digital Marketing untuk Pelaku UMKM

Tim  Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani (PPK Ormawa UKMK)Universitas Tidar melakukan pelatihan pemasaran digital atau digital marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Nampirejo, Temanggung, Jawa Tengah pada Selasa (13/8).

Penanggungjawab kegiatan, Hiskia Marceliko mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM dapat lebih maju dan berkembang.

“Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM dapat memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk, efisiensi operasional, dan akses pasar. Manfaat yang didapatkan dari pengoptimalan penggunaan digital marketing yaitu lebih hemat biaya produksi, menjangkau lebih banyak audiens, lebih mudah berinteraksi dengan audiens, dan lebih terukur, serta aktivitas pemasaran menjadi lebih ringan,” jelasnya.

Kegiatan ini diisi dengan 3 topik utama, yaitu seminar bisnis, pelatihan digital marketing, dan pelatihan pembuatan desain produk.

Seminar bisnis berisi sosialisasi hal-hal yang perlu diperhatikan oleh para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha, yaitu menentukan target konsumen, memiliki ciri khas sendiri, membuat media sosial, dan memasang iklan serta konsisten. Topik kedua berisi strategi digital marketing berupa metode pemasaran di era digital.

Hiskia menambahkan, “Di topik ketiga ini ,kita juga memberikan pembinaan dan panduan tentang pembuatan desain yang cocok untuk setiap pelaku UMKM dalam menjalankan usahanya yang mana pelaku UMKM dipandu dalam menggunakan aplikasi canva, bertujuan sebagai memaksimalkan penggunaan media digital bagi pelaku UMKM,” tuturnya.

Salah satu peserta pelatihan, Agustinus Ferdinand mengatakan dengan adanya pelatihan ini, ia merasa terbantu dengan informasi-informasi yang disampaikan selama sosialisasi dan menjadi termotivasi untuk maju dalam menjalankan usaha dengan mengikuti perkembangan di zaman sekarang.

“Dengan berkembangnya zaman setiap orang harus mau berubah mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dengan pengusaha lain,” ujarnya.

HIMAPBIO UNTIDAR GELAR OLIMPIADE BIOLOGI TINGKAT SMA/SMK SEDERAJAT SE JATENG-DIY

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi (HIMAPBIO) Universitas Tidar menyelenggarakan olimpiade biologi tingkat SMA/SMK se Jateng-DIY pada Senin (19/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Biology Rising, Making, and Achievement (BIORAMA) dengan tema “Berpadu Pengetahuan dan Mengukir Prestasi”.

Olimpiade biologi bertujuan untuk mengembangkan minat peserta didik dalam ilmu biologi yang merupakan sebuah bidang krusial dalam pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Ajang ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk tidak hanya bersaing secara akademik, tetapi juga untuk menggali potensi diri melalui pemecahan masalah yang kompleks dan menantang. 

Kegiatan ini diikuti oleh siswa dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan DIY, termasuk Magelang, Demak, dan Wonosobo. Sekolah yang mengikuti kegiatan ini diantaranya SMA S Muhammadiyah 1 Magelang, MAN 1 Magelang, SMA Islam Sudirman Grabag, MAN 1 Wonosobo, dan MAN 1 Demak.

Ketua panitia BIORAMA, Naura Zalfanidha Yuniar mengatakan Olimpiade Biologi ini menjadi acara olimpiade yang diselenggarakan offline untuk pertama kalinya bagi himpunan Biologi Untidar.

“Lebih dari sekedar ajang kompetisi, Olimpiade Biologi BIORAMA 2024 ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi siswa-siswi yang berpartisipasi, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di bidang biologi. Saya berharap Olimpiade Biorama dapat dilaksanakan setiap tahunnya tentu dengan peserta yang lebih banyak dan mencangkup sekolah dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Mahasiswa Untidar Ciptakan Inovasi Pembelajaran Menyenangkan dalam Ajang PKM-PM 2024

Lima mahasiswa Universitas Tidar mengembangkan model pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bertajuk Science Adventure dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2024.

Tim PKM-PM Science Adventure mengusung tema “Science Adventure: Penguatan Literasi Sains untuk Mengatasi Miskonsepsi Sains Siswa MTS Yakti Tegalrejo dengan Pendekatan Game Based Learning”. Kegiatan ini berlangsung antara bulan Mei hingga Juli tahun 2024. 

Science Adventure terdiri dari empat tahapan, yaitu tahapan diawali dengan Let’s Learning Together yang berisi pengenalan konsep awal dan pemberian motivasi belajar. Tahapan kedua yaitu Looking for Traces yang berisi tiga misi utama diantaranya Find and Work On, Draw What You Think, dan Fun Experiment. Tahapan ketiga yaitu Sharing With Us yang berisi tahap refleksi antara guru dan siswa. Serta terakhir yaitu End Exploration yang mengajak para siswa untuk melaksanakan perlombaan dalam Olimpiade Gebyar Sains.

Kepala MTs Yakti Tegalrejo, Wahyu Mubarok, S.Pd., menyatakan bahwa Science Adventure merupakan salah satu metode pembelajaran yang cukup efektif, menyenangkan, dan variatif. 

“Science Adventure sangat membantu siswa belajar terutama dengan adanya misi yang harus dikerjakan anak dan anak dikompetisikan pada olimpiade dapat meningkatkan pemahaman konsep dan merupakan implementasi pembelajaran yang sangat baik,” jelasnya.

Ketua PKM-PM Science Adventure, Nidham Khaerizakia menyampaikan Science Adventure sebagai upaya untuk menjadikan pembelajaran IPA terasa lebih menarik dan menyenangkan.

“Science Adventure mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, pemahaman konsep mendalam juga membantu meningkatkan keterampilan literasi sains dan mereduksi tingkat miskonsepsi siswa dalam pembelajaran,” ungkapnya. 

Dosen Pembimbing PKM-PM Science Adventure, Novitasari, M.Pd. berharap bahwa model pembelajaran ini mampu menjadi salah satu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan di berbagai sekolah sehingga mampu meningkatkan literasi sains siswa dan mereduksi miskonsepsi tentang sains pada pembelajaran IPA di sekolah menengah.

Tim PKM-PM yang terdiri dari Nidham Khaerizakia (Pendidikan IPA 2021), Risma Nanda Handayani (Pendidikan IPA 2021), Ij’al Li Lisana Shidqi (Pendidikan Biologi 2021), Khoffifatul Munawarroh (Pendidikan Bahasa Indonesia 2021), dan Masngadun Nashih (Teknik Mesin 2021).

Penulis : Tim PKM-PM

Editor : Kerin

PPK Ormawa UKMK UNTIDAR Kobarkan Semangat Seni Karawitan di Desa Nampirejo

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Kristiani (UKMK) Universitas Tidar menyelenggarakan pembinaan kebudayaan kelompok kesenian karawitan, Rabu (24/7) di Dusun Thitang, Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan dan menggerakan kembali kesenian karawitan yang ada di Desa Nampirejo sebagai upaya menjaga kelestarian warisan budaya. Diketahui bahwa kesenian karawitan di Desa Nampirejo telah lama redup. 

Pembinaan kebudayaan kelompok kesenian karawitan melibatkan masyarakat Desa Nampirejo yang terdiri dari pemuda dan kelompok-kelompok kesenian Karawitan. Target pelatihan yaitu pemuda setempat.

Dalam sambutannya, Ketua PPK Ormawa UKMK, Samuel Yoga Muliawan Wardoyo menyampaikan rencana keluaran program ini.

 

“Harapannya, program ini nanti memiliki kelompok yang dapat mengelola pemberdayaan dan pembinaan karawitan, serta memiliki media sosial yang dapat meningkatkan branding dari budaya karawitan Desa Nampirejo,” jelasnya.

Salah satu penggerak kelompok kesenian karawitan Desa Nampirejo, Mas Yoko berharap kesenian karawitan di desanya dapat terus berjalan dan berkembang. Ia juga menambahkan dengan adanya PPK Ormawa UKMK ini, anak muda di Desa Nampirejo kini memiliki kemauan untuk melestarikan kesenian karawitan. 

“Latihan yang sudah dimulai lagi saat ini diharapkan akan terus berlanjut dan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga kelompok kesenian karawitan dapat dikenal oleh masyarakat luar”, tutur Mas Yoko.

Kegiatan dilanjutkan dengan latihan karawitan bersama masyarakat. Masyarakat nampak antusias dalam sesi latihan tersebut mengingat sudah lama tidak berlatih. Perangkat desa turut mendukung program dengan memfasilitasi alat musik karawitan.

Penulis: Samuel

Editor: Kerin

Tim PPK Ormawa UKM Pelita Untidar, Sulap Limbah Pinus Jadi “Cuan” Lewat Sekolah Hutan

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PELITA Universitas Tidar, melaksanakan kegiatan optimalisasi potensi hasil hutan pinus menjadi produk yang bernilai jual dengan pendekatan green economy melalui sekolah hutan.

Tim PPK Ormawa UKM PELITA melaksanakan kegiatan ini menggandeng peserta dari Kelompok Wanita Tani dan remaja desa dibentuk dalam kelompok Sekolah Hutan.

Kegiatan ini dihadiri oleh dosen pendamping, tim volunteer dan tim monev. Kegiatannya ini diselenggarakaan di Madrasah Dusun Grenjeng, Desa Gandusari, Kabupaten Magelangpada awal Juli 2024.

Kegiatan optimalisasi potensi hutan pinus merupakan salah satu program kerja dari tim PPKO UKM Pelita Universitas Tidar yang berjudul “Revitalisasi Hutan Pinus di Desa Gandusari Melalui Ecoeduforestry Berbasis Ekonomi Hijau untuk Mewujudkan Desa Hutan Mandiri yang Berkelanjutan” dengan Tri Puji Rahayu, S.Pt.,M.P sebagai dosen pendamping.

Ditemui Rabu (17/07), Verjunnea Ali Choiriyan, Ketua PPK Ormawa UKM Pelita, kegiatan ini dimulai dengan memberikan pretest dan dilanjutkan pemaparan materi terkait potensi pemanfaatan hasil hutan pinus secara optimal dengan pendekatan green economy kepada  kelompok wanita tani dan remaja desa Gandusari oleh divisi sekolah hutan.

Kemudian, acara dilanjutkan oleh divisi Pengembangan UMKM dan Industri, dengan mendemonstrasikan pembuatan kerajinan berupa hiasan dinding dan bouquete berbahan dasar limbah bunga pinus.

“Kami mulai mengumpulkan buah pinus yang sudah berjatuhan/berserakan di tanah dengan ukuran sedang ke besar. Kemudian dipilah dan dijemur supaya mekar, dan dipernis agar awet,” jelasnya.

Produk hasil kegiatan ini diperuntukan untuk meningkatkan keterampilan KWT Permai Tani dan remaja Gandusari dimana seluruh produk akan dijual di Expo Kecamatan yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat sasaran.

“Produk kerajinan limbah pinus ini bias dijual dengan kisaran harga 25-50ribu tergantung ukuran dan model,” tambahnya.

Peserta didampingi oleh tim PPKO UKM PELITA dan tim volunteer melakukan praktik pembuatan kerajinan. Diakhir demonstrasi, ada postest dengan materi yang sama bertujuan untuk mengukur sejauh mana daya tangkap pengetahuan masyarakat.

“Sekolah hutan memberikan pretest terkait ekonomi hijau untuk mengukur pengetahuan masyarakat, kemudian memaparkan materi ekonomi hijau sesuai dengan tujuan PPKO UKM Pelita 2024 tentang meningkatkan pendapatan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan potensi hasil hutan pinus. Berdasarkan informasi yang diperoleh, banyak sekali bunga pinus yang berserakan di Bukit Sleker yang tidak dimanfaatkan, sehingga hal ini termasuk dalam kategori limbah. Oleh karena itu, tim PPKO UKM Pelita 2024 memberikan sebuah ingka pelatihan ingkat dan hiasan dinding bunga pinus. Hasil pelatihan tersebut akan dipasarkan melalui berbagai media sosial dan expo kecamatan pada tanggal 12 Agustus 2024,’’ ungkap Defian selaku divisi pengembangan UMKM dan Industri.

Kerjasama dengan KWT Permai Tani Desa Gandusari sangat membantu tim PPKO UKM Pelita dalam memetakan kebutuhan masyarakat terutama pengurus KWT.

Aliyah selaku ketua KWT Permai Tani menyatakan bahwa ilmu yang diajarkan oleh tim PPKO UKM Pelita sangat bermanfaat serta berdampak poitif untuk meningkatlan perekonomian masyrakat.

“Kami berharap ada keberlanjutan pendampingan terkait pemasaran baik sosial media maupun expo supaya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Tim PPKO UKM Pelita berharap bahwa program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pengurus KWT, tetapi juga dapat diimplementasikan kepada masyarakat luas selain yang tergabung dalam kelompok sekolah hutan. Dengan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak diharapkan adanya penigkatan ekonomi dapat terwujud, memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak untuk meraih tingkat perekonomian yang berkualitas.

Ketua PPKO Verjunnea Ali Choiriyan dengan Anggota yaitu Defian Adhitya Dewangga, Erika Kurniasari, Isnaini Nurbaitti, Mirna Fatmawati, Selvi Anggraini Ujung, Astri Andin Pramesti, Desi Permatasari, Fadillah Rizky Rahmawan, Himatus Saniyah, Lutfiah Trisna Rinanti, Muhammad Reza Firdaus, Novia Ramadhanti, Shofinada Larasati, Zanuba Azizah Rahmawati.

Penulis : (FRR/VA)

Editor : Humas Untidar