Peserta Pascakecelakaan Tetap Ikuti UTBK dengan Nyaman di Untidar

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar pada Sabtu, 25 April 2026, berlangsung tertib dan lancar. Pada sesi 9 lokasi di Gedung Fakultas Teknik 3 lantai 4, panitia memberikan pendampingan kepada salah satu peserta yang harus mengikuti ujian menggunakan kursi roda akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa hari sebelum jadwal UTBK.

Penanggung Jawab Lokasi (PJL) Kampus Tuguran, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan UTBK berjalan baik meskipun terdapat tiga peserta yang tidak hadir. Sementara itu, satu peserta tetap dapat mengikuti ujian dengan dukungan fasilitas khusus dari panitia.

“Pada sesi ini ada peserta yang tidak bisa mengikuti ujian secara normal karena kecelakaan. Kami memfasilitasi peserta tersebut untuk tetap mengikuti UTBK menggunakan kursi roda, termasuk menyediakan komputer khusus agar tetap nyaman selama ujian,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapan panitia dalam menghadirkan layanan yang ramah untuk peserta yang harus menggunakan kursi roda telah dipersiapkan sejak sebelum pelaksanaan ujian. Informasi terkait kebutuhan peserta telah dikoordinasikan kepada seluruh pihak, mulai dari penanggung jawab lokasi hingga pengawas ruang.

“Panitia sudah siap sejak awal. Kami sudah mengantisipasi kebutuhan peserta, termasuk yang dalam kondisi khusus. Ruangan dan akses telah disiapkan agar mereka tetap dapat mengikuti ujian dengan lancar,” tambahnya.

Karena lokasi ujian berada di lantai 4, panitia memberikan pendampingan kepada peserta tersebut. Peserta dipandu sejak dari titik kedatangan, diarahkan menggunakan lift, hingga dibantu masuk ke dalam ruang ujian.

“Peserta kami dampingi dari bawah menggunakan lift hingga ke lantai 4. Bahkan panitia membantu mendorong kursi roda sampai ke tempat ujian, sehingga peserta bisa fokus mengerjakan UTBK,” ujarnya.

Dari sisi fasilitas, Prof. Sutrisno menilai penyelenggaraan UTBK di Untidar sudah cukup memadai. Selain ruangan yang nyaman, ketersediaan perangkat komputer juga lebih dari cukup sebagai langkah antisipasi kendala teknis.

“Setiap ruangan memiliki cadangan komputer. Jadi jika ada kendala pada perangkat, peserta bisa langsung dialihkan tanpa mengganggu jalannya ujian,” ungkapnya.

Sementara itu, peserta UTBK Muhammad Adkharisqurba mengaku mendapatkan pengalaman yang positif selama mengikuti ujian di Untidar. Meski mengikuti ujian dengan menggunakan kursi roda, ia tetap merasa aman dan nyaman berkat pelayanan yang diberikan panitia.

“Pelayanan UTBK di Untidar sangat memenuhi kebutuhan saya. Dari awal sampai selesai, saya dibantu oleh panitia dan staf,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa akses menuju ruang ujian sangat mudah dijangkau berkat fasilitas yang disediakan, termasuk penggunaan lift dan pendampingan dari petugas.

“Saya difasilitasi dari bawah sampai ke lantai 4 menggunakan lift. Semua dibantu, jadi tidak ada kesulitan,” tambahnya.

Meski dalam kondisi belum sepenuhnya pulih, ia tetap dapat mengikuti ujian dengan lancar. Bahkan, ia menggambarkan pengalaman UTBK tersebut sebagai sesuatu yang menantang sekaligus menyenangkan.

“Seru, soalnya memacu adrenalin,” tuturnya.

Pelaksanaan UTBK di Untidar ini menjadi wujud komitmen kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh peserta. Dukungan fasilitas dan kesiapan panitia diharapkan mampu memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi nasional tersebut.

Penulis: Suryanti

Universitas Tidar Gelar Wisuda Periode April Tahun 2026, Unyil dan Zidan Jadi Wisudawan Terbaik

Universitas Tidar menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya pada periode April Tahun 2026, Sabtu (11/04) di Gedung dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran.

Untidar menapaki langkahnya sebagai perguruan tinggi negeri dengan filosofi kuat: “Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Artinya keunggulan akademik dan non-akademik adalah fokus utama kita. Namun, keunggulan tersebut harus dilandasi oleh nilai-nilai budaya luhur, terutama yang tumbuh di kancah peradaban Magelang dan Nusantara.

“Lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dalam berperilaku,” tutur Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, pada sambutannya.

Selain itu Rektor juga berharap hari “wisuda” merupakan titik penting perjalanan akademik.

“Sebuah momentum yang bukan hanya menandai akhir dari proses belajar di bangku kuliah, tetapi juga awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.

Wisuda Untidar ke-73 ini meluluskan 528 wisudawan yang terdiri dari 511 program Sarjana, 7 Sarjana Terapan dan 10 Ahli Madya. Dari seluruh wisudawan sebanyak 24 wisudawan lulus dengan gelar Cumlaude atau dengan pujian.

Seperti pewisudaan sebelumnya, Untidar memberikan penghargaan kepada 10 mahasiswa yaitu 5 wisudawan terbaik akademik dan 5 wisudawan terbaik non akademik.

Septiawan Puji Trianto, wisudawan dari Prodi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi Wisudawan Terbaik Akademik. “Unyil” panggilan akrabnya meraih IPK 3,91 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 9 Hari.

“Kuliah itu utamanya ya akademik. Walau kuliah sambil kerja dan organisasi semua bisa dilaksanakan bersamaan dengan cara membuat skala prioritas,” ujar Unyil.

Wisudawan asal Danasari, Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini prestasi menjadi wisudawan terbaik ini merupakan kesempatan untuk “menaikkan derajat” orang tua.

“Aku dari keluarga yang kurang mampu, kalau bukan sekarang kapan lagi mau menaikkan derajat atau membanggakan mereka, mau kapan lagi. Ada orang tua dan keluarga lain yang bergotong royong mendukung saya sampai bisa kuliah bahkan lulus saat ini,” jelasnya.

Putra bapak Abdul Manaf dan Ibu Rumini ini ingin membuktikan putra dari seorang “bakul pindang” juga bisa sukses.

Pada saat menyampaikan sambutan sebagai wakil wisudawan, Unyil membuat permintaan khusus kepada Rektor.

“Ke Magelang naik sepeda, Jangan lupa membeli pita. Untuk bapak Rektor yang mulia. Boleh kah saya meminta beasiswa S2?,” pungkasnya saat menyampaikan sambutan disambut riuh suara dan tepuk tangan dari rekan wisudawan serta orang tua wisudawan.

Zidan Rizka Alhafidz, wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mendapat penghargaan menjadi wisudawan terbaik non akademik. Zidan memiliki sejumlah prestasi di lingkup artikel ilmiah, jurnal ilmiah dan olimpiade mahasiswa.

Zidan lulus dengan IPK 3,83 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 11 Hari. Yang menarik Zidan lulus tanpa skripsi atau menggunakan jalur artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

“Judul artikel ilmiahnya Development of Teaching Materials for Popular Scientific Articles Using Contextual Approach for Grade VIII Students lolos publikasi di jurnal Sinta 3,” jelas wisudawan asal Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini.

Putra bapak Istar Khoirudin dan Ibu Sunarni Kusmiatun ini mengaku sudah mulai merancang karya ilmiahnya mulai semester 6.

“Saat ada info dari jurusan bisa mengganti skripsi dengan artikel ilmiah, mulailah saya menyusun strategi. Bahkan saya memanfaatkan lokasi PPL (Praktek Pengalaman lapangan) sekaligus untuk mencari data pendukung jadi selesai PPL bisa langsung mengolah data,” lanjutnya.

Senada dengan Unyil, bahwa prestasi wisudawan terbaik ini merupakan persembahan untuk kedua orang tuanya. Tidak bisa dipungkiri selama mengkuliahkannya di Untidar pastinya banyak perjuangan yang mungkin tidak ditunjukan.

“Yang jelas bisa membanggakan orang tua, ini tujuan utama dari awal perkuliahan. Dan ternyata sekarang bisa jadi wisudawan terbaik,” pungkasnya.

Baik Septiawan “Unyil” dan Zidane juga mempunyai impian atau tujuan yang sama setelah lulus yaitu menjadi dosen/pengajar.

 

Penulis dan Editor : Humas Untidar

BRIDGE-HE sebagai Upaya Tangguh LPPM Untidar dalam Mendorong Penelitian Inklusif

Magelang — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untidar menyelenggarakan Inclusive Research Readiness Training pada Kamis (9/4) di Ruang Rapat Rektorat Lantai 4. 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh LPPM Untidar melalui kerja sama dengan British Council. Sebanyak 35 peserta yang terdiri atas 15 dosen dan 20 mahasiswa aktif Untidar turut menghadiri kegiatan tersebut. Acara dimulai dengan sambutan Herpindo, S.Pd., M.Hum., selaku ketua kegiatan, dilanjutkan dengan pembukaan resmi acara secara simbolis.

“Melalui pelatihan ini, mendorong ketersediaan ruang bagi civitas akademika untuk memahami praktik inklusivitas di perguruan tinggi, terutama terkait persepsi dosen dan mahasiswa terhadap pemenuhan hak disabilitas agar dapat dicapai secara optimal,” ungkap beliau.

Selanjutnya, terdapat arahan dari moderator, Dr. Rochmat Aldy Purnomo, dengan pembagian peserta menjadi dalam empat kelompok yang melibatkan unsur dosen dan mahasiswa. 

Sesi utama workshop penelitian menghadirkan paparan dari narasumber Dr. Arni Surwanti, M.Si. selaku dosen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dalam materinya yang bertajuk Building Disability-inclusive Research Culture in Indonesian Higher Education (BRIDGE-HE)” beliau menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa difabel dalam penelitian perlu dipastikan sebagai bagian dari pelaksanaan tiga pilar tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

“Perlunya penekanan prinsip no one left behind dalam pendidikan tinggi, sejalan dengan dasar penelitian inklusi yang mengacu pada UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang mencakup pada pola pendekatan penanganan berbasis human rights melalui penekanan 22 hak penyandang disabilitas, termasuk keterlibatan, fasilitas, dan penyesuaian pendekatan sesuai jenis disabilitas,” tegas Dr. Arni.

Terdapat sesi diskusi bersama yang menghadirkan pandangan dari peserta, yaitu Naufal Afif, S.A., M.Sc. selaku Dosen Program Studi Akuntansi dan Shofiyana sebagai mahasiswa Ilmu Administrasi. Kedua perspektif tersebut menyoroti keselaran Untidar yang telah menghadirkan pelatihan bahasa isyarat bagi sivitas akademika dalam upaya memberikan hak bagi penyandang disabilitas. 

Dilanjutkan dengan studi kasus, yaitu masing-masing kelompok mengidentifikasi proses penelitian berdasarkan kategori yang disiapkan berupa bidang ilmu difabel fisik, difabel intelektual, difabel psikososial serta difabel sensorik. Pemetaan bedah kasus tersebut, diupayakan memberikan solusi terkait adanya hambatan yang dirasakan penyandang disabilitas saat menyelesaikan penelitian yang dilalui. 

Peserta menyoroti pemanfaatan sumber perpustakaan seperti iUntidar, penetapan pola bimbingan yang terstruktur serta pemberian umpan balik konsultif pada mahasiswa penyandang difabel fisik. Hal yang sama juga disampaikan kelompok difabel intelektual melalui adanya pemetaan akar masalah, terkhusus pada kasus mahasiswa dengan kecenderungan anxiety, untrustworthy dan bipolar. 

Perlunya strategi dalam memahami kondisi mahasiswa terhadap produktivitas dan kualitas pembelajaran melalui rencana aksi berupa pembatasan topik, pengelolaan ritme belajar serta penetapan dateline. Dilanjutkan dengan dukungan teknologi speech-to-text sebagai fasilitas alih bahasa ilmiah agar sesuai dengan panduan penulisan terperinci pada mahasiswa dengan kondisi difabel sensorik.

Selanjutnya, hasil dari pemetaan masalah dari masing-masing kelompok akan diproses dan diteliti secara bersama, untuk mendapatkan luaran melalui pemaparan pada seminar berikutnya serta pengunggahan sebagai jurnal penelitian.

“Perlunya pembekalan kuat dalam memahami kebutuhan mahasiswa difabel dengan keterlibatan dukungan teknologi, termasuk penggunaan artificial intelligence serta komitmen perguruan tinggi terhadap fleksibilitas penyesuaian ketentuan akademik secara proporsional.” tambah Dr. Arni.

Bersama ini Untidar mewujudkan ekosistem riset yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan melalui diskusi, refleksi, dan kolaborasi. Karena pada akhirnya, riset yang bermutu bukan hanya tentang apa yang kita teliti tetapi tentang siapa yang kita libatkan didalamnya.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Kemdiktisaintek Perkuat Diseminasi Program dan Riset untuk Dukung Agenda Pembangunan Nasional

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), guna memperkuat kemitraan strategis dan mendiseminasikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, Senin (6/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada jurnalis Fortadik yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta hasil riset kepada masyarakat luas.

“Media merupakan mitra strategis kami dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat luas, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menilai bahwa penguatan komunikasi publik di bidang sains dan teknologi menjadi penting di tengah arus informasi yang semakin dinamis. Dengan meningkatnya eksposur terhadap riset dan inovasi, diharapkan masyarakat dapat memahami dan dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pengambilan kebijakan di daerah dan sektor industri.

“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kami berharap isu sains dan teknologi dapat menjadi salah satu perhatian utama, sehingga pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat,” lanjut Menteri Brian.

Kemdiktisaintek juga menekankan bahwa berbagai program prioritas pemerintah saat ini, seperti penanganan sampah, pengembangan energi terbarukan, hingga efisiensi energi, tidak terlepas dari kontribusi riset dan inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Sejalan dengan arahan pemerintah, pengembangan solusi berbasis sains dan teknologi diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks penanganan sampah, misalnya, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penerapan teknologi pengolahan sampah.

“Sekarang, sedang banyak teknologi yang dikembangkan dan berhasil terkait sampah, tentunya dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” jelas Menteri Brian.

Selain itu, Kemdiktisaintek terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui riset di perguruan tinggi, termasuk pemanfaatan energi panas bumi dan energi berbasis air skala mikro. Upaya ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi yang lebih baik dan berkelanjutan antara Kemdiktisaintek dan media. Ke depan, diharapkan interaksi yang lebih rutin dapat terus terjalin sebagai ruang diskusi dan pertukaran informasi yang konstruktif.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan media, Kemdiktisaintek optimis bahwa berbagai kebijakan dan program di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat tersampaikan secara lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Wisata Petik Melon Untidar: Integrasi Inovasi dan Kewirausahaan Berbasis Agroteknologi yang Edukatif

Magelang — Untidar kembali menghadirkan inovasi program berbasis agroteknologi melalui kegiatan “Wisata Petik Melon Untidar” yang diselenggarakan pada tanggal 25–27 Maret 2026 di kawasan Bandongan Teaching Farm. Program ini menjadi bagian dari pengembangan unit usaha yang dikelola oleh UPA Agroteknologi. Target utama pengunjung dalam kegiatan ini adalah sivitas akademika Untidar, namun secara terbuka juga ditujukan untuk masyarakat umum.

“Program ini sudah dimulai sekitar bulan Agustus, dan saat ini kami sudah memasuki panen berikutnya. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, namun hanya membayar sesuai berat melon yang dipetik,” ujar Ahmad Kholil selaku pengelola kebun di Bandongan Teaching Farm

Kegiatan tersebut berjalan dengan sistem self-harvesting, di mana pengunjung memetik langsung buah melon, kemudian dilakukan penimbangan untuk menentukan harga berdasarkan berat per kilogram. Jenis melon yang dibudidayakan merupakan varietas premium dengan kualitas unggul seperti melon berwarna kuning (jenis Lavender) dan melon hijau (jenis The Blues).

“Metode penanaman melon di sini menggunakan sistem hidroponik, sehingga nutrisi dan sirkulasi air dapat dikontrol setiap hari sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan jamur dan ketidakseimbangan nutrisi,” imbuhnya.

Selanjutnya, pengunjung yang tertarik dapat memperoleh penjelasan edukasi mengenai teknik penanaman, proses pertumbuhan, hingga waktu panen optimal. Waktu operasional kunjungan tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu terbaik untuk memetik melon umumnya pada sore hari karena kondisi suhu yang lebih stabil.

Kegiatan ini turut mendapatkan respons positif dari pengunjung. Bu Nia, salah satu pengunjung dari Wilayah Dumpoh, Magelang, menyampaikan bahwa pengalaman memetik melon secara langsung memberikan kesan yang menarik. 

“Citarasa dari buah melon disini enak dan berbeda, teksturnya lebih renyah dibanding melon pada umumnya, sehingga saya minat untuk kembali berkunjung bersama keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Umum Untidar, Sulistyaningrum, S.E. di hari pertama turut mengunjungi sekaligus menilai bahwa kualitas melon yang dihasilkan memiliki nilai unggul dan layak untuk dipasarkan secara luas. 

“Kualitas dari buah melon yang dipetik sudah bagus dan berbeda dengan melon yang biasa dijual di pasaran. Kegiatan Wisata Petik Melon ini berpotensi besar untuk dikembangkan melalui dukungan promosi yang lebih luas serta peningkatan kapasitas produksi.” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam pengembangan agrowisata inovatif yang meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan lokal. Sebagai informasi tambahan, Untidar merencanakan perluasan komoditas melalui budidaya anggur yang masih dalam tahap pertumbuhan, guna mendorong nilai ekonomi hasil pertanian serta penguatan pertanian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar

Dari Sampah Jadi Energi: Tobias Wilson dan Dr. Arif Rahman Saleh Paparkan Solusi Ekonomi Sirkular

Pusat Studi Sustainability and Circularity, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang dalam menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk “Pengelolaan Sampah Organik yang Cepat dan Paripurna untuk mendukung Ekonomi Sirkular”, Jumat (28/02) di Auditorium lantai 6, Gedung Rektorat Kampus Sidotopo.

Dalam kesempatan ini, hadir Tobias Wilson pendiri Shiva Industries yaitu perusahaan teknologi lingkungan yang fokus pada pengelolaan sampah organik dengan solusi berkelanjutan.

“Sampah makanan menjadi persoalan serius ketika bercampur dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penting untuk memilah sampah sejak sumbernya, mengingat sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biogas, kompos, biochar, hingga sumber energi dan ekonomi baru,” jelasnya.

Tobias juga memperkenalkan teknologi pengolah sampah organik berbasis mikroba lokal yang mampu mengolah limbah dalam waktu singkat sebagai salah satu solusi praktis dalam mendukung ekonomi sirkular.

Sementara itu, Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T., memaparkan hasil risetnya mengenai GASMOD (Gasification On-Demand).

“GASMOD adalah inovasi teknologi gasifikasi multi-stage rendah tar dengan penyimpanan energi untuk mengolah sampah. Teknologi ini bertujuan membantu mengatasi krisis pengelolaan sampah di Kota Magelang,” papar Dosen Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik ini.

Program GASMOD difokuskan untuk mengubah sampah menjadi energi bersih di TPS3R Rusunawa dan TPS3R Dumpoh di Kelurahan Potrobangsan.

“GASMOD mampu mengonversi limbah menjadi syngas ultra-bersih dengan kadar tar di bawah 50mg/Nm3 dan efisiensi konversi energi mencapai 70-80%. Kapasitas pengolahan 30 kg limbah per jam dan dilengkapi tangki penyimpanan syngas bertekanan,” tambahnya.

Teknologi ini yang telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) level 5 dan dilindungi dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untidar, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah organik menjadi isu serius yang perlu ditangani melalui inovasi dan kolaborasi multipihak, serta disebabkan karena beberapa hal.

“Bahwa permasalahan sampah di Kota Magelang, seperti juga di daerah-daerah yang lain, terutama sampah organik ini mengalami beberapa permasalahan di Kota Magelang, diantaranya disebabkan oleh peningkatan aktivitas ekonomi kota kemudian juga aktivitas perdagangan dan juga aktivitas pendidikan termasuk di Universitas Tidar ini ” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.

“Melalui penelitian dan pengabdian, banyak dosen Untidar telah mengembangkan inovasi pengelolaan sampah, mulai dari pendampingan bank sampah hingga teknologi pemanfaatan limbah menjadi energi. Harapannya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menyelesaikan persoalan persampahan,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah organik yang lebih cepat, efektif, dan bernilai ekonomi, sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

Rektor Untidar Tekankan Sikap Responsif dalam Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Universitas Tidar dilaksanakan di Auditorium Lantai 6, Gedung Rektorat Sidotopo, Selasa (10/2).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa penyerahan surat keputusan jabatan merupakan momen penting yang patut disyukuri sebagai bagian dari proses penguatan dan perbaikan kelembagaan Untidar.

“Penyerahan SK jabatan pada pagi hari ini merupakan momen yang sangat bermakna dan menjadi bagian dari proses perbaikan lembaga kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Beliau menegaskan bahwa setiap jabatan yang diemban memiliki peran strategis dan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi melalui sikap yang responsif dan kolaboratif.

“Posisi apa pun yang diterima tentu sangat diharapkan kontribusinya bagi pengembangan Untidar, sehingga seluruh pejabat diharapkan mampu bersikap responsif dan siap berkolaborasi,” tambahnya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia dalam mendukung tata kelola universitas yang adaptif, akuntabel, serta responsif terhadap dinamika dan tantangan pendidikan tinggi.

Sebanyak sembilan pejabat dilantik dalam kegiatan tersebut. Dari kelompok tenaga kependidikan jabatan fungsional, Tali Buana Pamungkas Regen, A.Md.Kom., dan Ahmad Khotibul Umam, A.Md., dilantik sebagai Pranata Komputer Terampil.

Pada tingkat lembaga, Ir. Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., IPM., serta Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dilantik sebagai Kepala Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Tidar.

Dari Fakultas Pertanian, Soraya Kusuma Putri, S.T.P., M.Sc., dilantik sebagai Koordinator Program Studi S1 Teknologi Pangan dan Muhammad Tri Aji, S.Kel., M.P., dilantik sebagai Koordinator Program Studi S1 Akuakultur.

Sementara itu, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Muhammad Radian Nur Alamsyah, S.Pd., M.Pd., dilantik sebagai Kepala Laboratorium Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Delfiyan Widiyanto, S.Pd., M.Pd., sebagai Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Selain itu, Dr. Phil. Arif Budy Pratama, MPA., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, turut dilantik sebagai Koordinator Program Studi S2 Administrasi Publik.

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini, Untidar menegaskan komitmennya untuk terus membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan responsif guna mendukung pencapaian visi secara berkelanjutan.

Penulis : Gita

Editor : Humas Untidar

Kolaborasi Penelitian Internasional, Untidar Kembangkan Jejaring Riset Asia Tenggara

Tim Peneliti Universitas Tidar yang terdiri dari Dr. Rochmat Aldy Purnomo, S.E., M.Si.  dan Dr. Siti Arifah, S.E., M.Si. berkolaborasi dengan peneliti dari Prince of Songkla University, Universiti Malaya, dan Universitas Diponegoro dalam riset dengan tema “Finance & Digital Technology for Sustainable Business in Indonesia, Malaysia and Thailand”.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik lintas negara, tetapi juga membuka ruang bagi Untidar untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan model bisnis berkelanjutan berbasis literasi keuangan dan teknologi digital yang relevan bagi komunitas perdesaan di Asia Tenggara,” ujar Dr. Siti Arifah saat ditemui, Senin (2/2).

Pada kesempatan ini, kedua Dosen dari Fakultas Ekonomi ini menghadiri undangan resmi dari Prince of Songkla University (PSU), Thailand dalam rangka pengambilan data lapangan, pelaksanaan workshop, serta penulisan artikel ilmiah bersama sebagai tindak lanjut kerjasama penelitian internasional periode 2025–2026. Kegiatan ini didanai oleh Prince of Songkla University dan menjadi bagian dari komitmen masing-masing institusi dalam memperkuat jejaring riset di Asia Tenggara.

“Rangkaian kegiatan berlangsung pada 25–28 Januari 2026 di Faculty of Commerce and Management, Prince of Songkla University (Kampus Trang). Agenda meliputi kunjungan lapangan (site visit) di Krabi, diskusi riset tematik tentang dampak literasi keuangan dan inovasi inklusif terhadap orientasi kewirausahaan digital di komunitas perdesaan, serta workshop kewirausahaan digital yang berfokus pada penguatan ekosistem usaha dan peningkatan kinerja bisnis,” jelas Dr. Rochmat Aldy Purnomo.

Kolaborasi ini menargetkan luaran berupa publikasi pada jurnal bereputasi serta pengembangan model ekosistem inovasi inklusif dan kewirausahaan digital dalam mendorong kinerja bisnis berkelanjutan, khususnya di komunitas dan wilayah perdesaan yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan lintas negara, riset ini diharapkan menghasilkan model dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang relevan bagi Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Partisipasi aktif Untidar dalam kegiatan ini menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset, serta mendorong kontribusi nyata akademisi dalam pengembangan bisnis berkelanjutan berbasis teknologi digital. Hasil kolaborasi diharapkan tidak hanya memperkaya khasanah akademik, tetapi juga memberikan dampak praktis bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan di tingkat lokal hingga regional.

Penulis : Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Tim Omah Student Creativity (OSC), Untidar Optimis Cetak PKM Berkualitas, Inovatid dan Berdaya Saing Nasional.

Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar membentuk dan melantik Tim Omah Student Creativity (OSC), Rabu (28/1).

Pembentukan Komunitas Omah Student Creativity (OSC) merupakan langkah strategis Untidar sebagai tim pendukung dalam pengembangan, pendampingan, serta peningkatan kualitas proposal Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Tim ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembinaan PKM yang terstruktur dan berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Tim OSC diharapkan menjadi ruang kolaborasi dan pembinaan yang mampu mendorong mahasiswa Untidar untuk lebih siap berkompetisi dalam PKM Tahun 2026, baik dari sisi ide, substansi, maupun strategi pendampingan,” ujar Prof. Parmin.

Beliau menegaskan pentingnya peran Tim OSC dalam mendampingi mahasiswa agar mampu menghasilkan proposal PKM yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing nasional.

Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi dan diskusi mengenai manajemen serta strategi pendampingan PKM yang disampaikan oleh Ketua PKM Center Universitas Gadjah Mada (UGM). Sesi ini memberikan wawasan komprehensif terkait pengelolaan pendampingan PKM yang efektif, berbasis pengalaman dan praktik terbaik dalam pembinaan mahasiswa.

Kegiatan berlanjut dengan pembekalan teknis Tim OSC yang disampaikan oleh Tim PKM Untidar. Pembekalan ini difokuskan pada teknis pelaksanaan pendampingan, peran masing-masing anggota tim, serta mekanisme koordinasi dalam mendukung mahasiswa penyusun proposal PKM.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pengelola kemahasiswaan Untidar di antaranya Wakil Rektor III, Kepala dan Kabag Akademik BAKK, Staf Ahli WR III, Ketua Tim Kemahasiswaan, Tim PKM Untidar, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi yang tergabung dalam Tim OSC.

Dengan terselenggaranya Pelantikan dan Pembekalan Tim Omah Student Creativity ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kreativitas dan prestasi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi ajang Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026.

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor: Humas Untidar

Kunjungan Edukasi SMKN Nusawungu Cilacap, Berikan Motivasi Masuk PTN

Universitas Tidar menerima kunjungan edukasi dari SMK N Nusawungu, Cilacap, Rabu (28/01) di GKU dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran. Rombongan terdiri dari 94 siswa kelas XI, termasuk guru pendamping sebanyak 6 orang dari Konsentrasi Teknik Otomotif.

“Selamat datang di Magelang, di kampus Untidar. Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperoleh informasi tentang bagaimana masuk ke Perguruan Tinggi khususnya Untidar,” tutur Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanti, S.A.P saat memberikan Sambutan.

Kajur Teknik Otomotif SMKN Nusawungu, Cilacap, Heru Widiantoro, S.Pd., juga menyampaikan terima kasih atas diterimanya kunjungan edukasi ini dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Untidar yang telah menerima kunjungan kami dengan sangat baik. Semoga melalui kegiatan ini, siswa-siswi kami semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus nanti,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko, A.Md. berkesempatan untuk menjadi Pemateri yang memaparkan informasi terkait profil Untidar serta informasi terkait Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Pada sesi tanya jawab, Tim Humas memberikan merchandise bagi siswa-siswa yang berani bertanya. Kegiatan ditutup dengan foto bersama.

Melalui kunjungan ini, diharapkan para siswa semakin siap merencanakan pendidikan tinggi dan menjadikan Untidar sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan studi.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar