Peserta Pascakecelakaan Tetap Ikuti UTBK dengan Nyaman di Untidar
Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar pada Sabtu, 25 April 2026, berlangsung tertib dan lancar. Pada sesi 9 lokasi di Gedung Fakultas Teknik 3 lantai 4, panitia memberikan pendampingan kepada salah satu peserta yang harus mengikuti ujian menggunakan kursi roda akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa hari sebelum jadwal UTBK.
Penanggung Jawab Lokasi (PJL) Kampus Tuguran, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, mengungkapkan bahwa secara umum pelaksanaan UTBK berjalan baik meskipun terdapat tiga peserta yang tidak hadir. Sementara itu, satu peserta tetap dapat mengikuti ujian dengan dukungan fasilitas khusus dari panitia.
“Pada sesi ini ada peserta yang tidak bisa mengikuti ujian secara normal karena kecelakaan. Kami memfasilitasi peserta tersebut untuk tetap mengikuti UTBK menggunakan kursi roda, termasuk menyediakan komputer khusus agar tetap nyaman selama ujian,” jelasnya.
Menurutnya, kesiapan panitia dalam menghadirkan layanan yang ramah untuk peserta yang harus menggunakan kursi roda telah dipersiapkan sejak sebelum pelaksanaan ujian. Informasi terkait kebutuhan peserta telah dikoordinasikan kepada seluruh pihak, mulai dari penanggung jawab lokasi hingga pengawas ruang.
“Panitia sudah siap sejak awal. Kami sudah mengantisipasi kebutuhan peserta, termasuk yang dalam kondisi khusus. Ruangan dan akses telah disiapkan agar mereka tetap dapat mengikuti ujian dengan lancar,” tambahnya.
Karena lokasi ujian berada di lantai 4, panitia memberikan pendampingan kepada peserta tersebut. Peserta dipandu sejak dari titik kedatangan, diarahkan menggunakan lift, hingga dibantu masuk ke dalam ruang ujian.
“Peserta kami dampingi dari bawah menggunakan lift hingga ke lantai 4. Bahkan panitia membantu mendorong kursi roda sampai ke tempat ujian, sehingga peserta bisa fokus mengerjakan UTBK,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, Prof. Sutrisno menilai penyelenggaraan UTBK di Untidar sudah cukup memadai. Selain ruangan yang nyaman, ketersediaan perangkat komputer juga lebih dari cukup sebagai langkah antisipasi kendala teknis.
“Setiap ruangan memiliki cadangan komputer. Jadi jika ada kendala pada perangkat, peserta bisa langsung dialihkan tanpa mengganggu jalannya ujian,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta UTBK Muhammad Adkharisqurba mengaku mendapatkan pengalaman yang positif selama mengikuti ujian di Untidar. Meski mengikuti ujian dengan menggunakan kursi roda, ia tetap merasa aman dan nyaman berkat pelayanan yang diberikan panitia.
“Pelayanan UTBK di Untidar sangat memenuhi kebutuhan saya. Dari awal sampai selesai, saya dibantu oleh panitia dan staf,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa akses menuju ruang ujian sangat mudah dijangkau berkat fasilitas yang disediakan, termasuk penggunaan lift dan pendampingan dari petugas.
“Saya difasilitasi dari bawah sampai ke lantai 4 menggunakan lift. Semua dibantu, jadi tidak ada kesulitan,” tambahnya.
Meski dalam kondisi belum sepenuhnya pulih, ia tetap dapat mengikuti ujian dengan lancar. Bahkan, ia menggambarkan pengalaman UTBK tersebut sebagai sesuatu yang menantang sekaligus menyenangkan.
“Seru, soalnya memacu adrenalin,” tuturnya.
Pelaksanaan UTBK di Untidar ini menjadi wujud komitmen kampus dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi seluruh peserta. Dukungan fasilitas dan kesiapan panitia diharapkan mampu memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengikuti seleksi nasional tersebut.
Penulis: Suryanti


































