Untidar Terima Kunjungan Studi SMA Negeri 1 Karanggede Boyolali, Bahas Informasi Kampus dan PMB

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan studi dari SMA Negeri 1 Karanggede, Boyolali, pada Senin (17/11) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran. Rombongan terdiri atas dua guru pendamping, M. Arifin, S.Pd., dan Octavena Mellinda, S.Pd., serta 13 siswa SMA N 1 Karanggede.

Dari pihak Universitas Tidar, turut hadir Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si.; Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P.; Ketua Tim Kerja Bidang Akademik, Amelia Putri Kartikasari, S.Sos.; Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC.; serta Ketua Tim Kerja Bidang Hubungan Masyarakat, Danu Wiratmoko.

Kunjungan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk berdiskusi langsung mengenai dunia perkuliahan, pilihan program studi, fasilitas kampus, hingga mekanisme Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Sesi berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan yang diajukan siswa terkait jalur seleksi, keketatan program studi, beasiswa yang tersedia di Untidar, dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para siswa yang hadir.

“Saya melihat keseriusan bahwa siswanya banyak yang tertarik dan ingin lanjut ke perguruan tinggi. Maka dari itu diharapkan banyak siswa Karanggede yang akan kuliah ke Untidar,” sambungnya.

Dengan adanya kunjungan ini, Untidar berharap dapat memperluas wawasan siswa sekaligus menumbuhkan motivasi melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di Untidar.

Untidar Gelar Penutupan dan Purna Wiyata Pawiyatan Dhasar Panatacara dan Pamedhar Sabda Bregada I Tahun 2025

 

Magelang — Universitas Tidar (Untidar) bekerjasama dengan DPD Permadani Kota Magelang menggelar Penutupan Pelatihan Pranatacara MC Bahasa Jawa dengan melaksanakan Purna Wiyata Pawiyatan Dhasar Pranatacara Tuwin Pamedhar Sabda Bregada I, yang dilaksanakan di Aula Cendekia, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Senin (10/11) .

Turut hadir Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si serta beberapa Dekan dan sivitas akademika Untidar mengikuti jalannya rangkaian wisuda “Kursus Dasar Pawiyatan”.

Kegiatan pelatihan ini telah berlangsung selama sepuluh kali pertemuan terhitung sejak tanggal 22 Agustus sampai dengan tanggal 7 November 2025. Bersamaan dengan pelatihan tersebut, sebanyak 50 mahasiswa Untidar berhasil diberikan pendampingan secara rutin. Pelatihan pranatacara dirancang khusus guna membekali mahasiswa untuk menjadi pewara adat yang cakap dan terampil serta fokus pada penguasaan Bahasa Jawa halus dengan fasih sekaligus menanamkan pemahaman mendalam tentang struktur dan pakem acara adat Jawa yang benar.

“Melalui pelatihan ini Mahasiswa Untidar turut melestarikan Budaya Jawa terutama dalam mengasah kemampuan pranatacara pada diri mahasiswa serta menumbuhkan kembali kebanggaan generasi muda dalam budaya daerah sehingga mampu meneruskan perjuangan pelaksanaan Budaya Jawa dan Nusantara supaya tidak tertinggal dan tergerus arus globalisasi” ungkap Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Beliau berharap agar para mahasiswa yang nantinya akan diwisuda mampu memiliki pendirian masing-masing dalam menempatkan diri, bersikap dan merangkai kata agar mampu merepresentasikan kehalusan serta kebijaksanaan adat Jawa dengan memahami filosofi di balik setiap adat, karakter, dan kepribadian Budaya Jawa.

Kegiatan Penutupan Pranatacara dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada para mahasiswa sebagai pertanda gelar kelulusan dalam menyelesaikan pelatihan pranatacara oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si dibersamai oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Nur Wiyono, S.Pd, M.Pd., DPD Permadani, Bapa Susilo Anggoro, Guru Pranatacara, Ir. H. Wiyoto.

 

Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Danu Wiratmoko

Wamendiktisaintek Dorong Perempuan untuk Lebih Aktif di bidang STEM

Jakarta–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menyoroti kesenjangan gender yang masih ada dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta pentingnya penghapusan bias dalam lingkungan akademik dan profesional. Hal ini disampaikan dalam acara L’oreal-UNESCO For Women in Science, Selasa (11/11).

Dalam paparannya, Wamen Stella menjelaskan perbandingan sebesar 16.91% antara lulusan STEM laki-laki dan perempuan di Indonesia. Sementara itu, Uni Emirat Arab menjadi negara dengan perbandingan terbesar sebesar 32,14% dan Turki terendah sekitar 0,95%. Wamen Stella juga menekankan pentingnya memahami akar masalah sebelum mengambil tindakan.

“Bukan karena kemampuan ilmiah perempuan lebih rendah dari laki-laki. Masalahnya adalah bias dan stereotip dalam masyarakat,” ujar Wamen Stella di Graha Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Wamen Stella memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Curriculum Vitae (CV) yang identik akan dinilai berbeda hanya karena nama yang melekat pada CV tersebut. CV dengan nama laki-laki cenderung dianggap lebih produktif dan memiliki pengalaman lebih baik dibanding CV dengan nama perempuan, meskipun memiliki isi yang identik.

“Ini membuktikan adanya bias yang nyata. Oleh karena itu, kami mendorong agar foto tidak dicantumkan dalam CV saat melamar pekerjaan, agar penilaian objektif berdasarkan kompetensi, bukan penampilan atau stereotip,” tambah Wamen Stella.

Lebih lanjut, Wamen Stella menyoroti penelitian yang menunjukkan adanya bias dalam mentoring akademik, gaji awal, dan peluang karier bagi perempuan. Bahkan dalam era kecerdasan buatan (AI), bias gender tetap dapat muncul karena algoritma dilatih menggunakan data yang mencerminkan ketidaksetaraan gender di masyarakat.

“AI bukan solusi otomatis untuk bias gender. Jika data yang digunakan sudah bias, maka AI justru dapat memperkuat bias tersebut,” jelas Wamen Stella.

Wamen Stella menekankan langkah konkret yang bisa dilakukan: menyadari stereotip gender dan hambatan sosial, memahami data dan sains tentang perempuan dalam STEM, serta menghapus diskriminasi dalam sistem pendidikan dan tenaga kerja. Kesadaran ini tidak hanya penting untuk keadilan sosial, tetapi juga untuk efisiensi ekonomi nasional, karena tidak memaksimalkan potensi kompetensi seluruh warga negara berarti membuang-buang talenta yang ada.

Kemdiktisaintek akan terus mendorong kebijakan yang memastikan kesetaraan gender dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan karier di bidang STEM, serta memperkuat kerja sama internasional untuk menutup kesenjangan ini.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

Pengumuman Peningkatan Kualitas dan Integrasi Layanan Jaringan Internet di lingkungan Universitas Tidar

Pengumuman Peningkatan Kualitas dan Integrasi Layanan Jaringan Internet di lingkungan Universitas Tidar Klik Disini

 

Untidar Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-97

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 di Halaman Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono, Senin (28/10). Kegiatan yang diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Upacara dipimpin Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., yang juga membacakan pidato resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 bertema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu.”
Dalam pidato tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus terus dijaga oleh generasi muda Indonesia di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Kita tidak lagi mengangkat bambu runcing, tetapi mengangkat ilmu, kerja keras, dan kejujuran. Namun semangatnya tetap sama, Indonesia harus berdiri tegak, Indonesia tidak boleh kalah. Jangan takut bermimpi besar, jangan takut gagal. Kalian bukan pelengkap sejarah, kalian adalah penentu sejarah berikutnya,” demikian disampaikan Menpora dalam pidato yang dibacakan oleh Rektor.

Ia juga menambahkan wejangan berbahasa jawa: “Jejering satria mudha iku kudu tansah sumadya ing karya, tanpa suwala-tanpa semaya, tanpa nggresula-tanpa supata. Sawega ing dhiri, samekta ing gati labuh-labet mring Ibu Pertiwi. Mulat sarira hangrasa wani, melu handarbeni, saguh hangrukebi. Luhur ing pambudi, teguh ing pangastuti. Sepi ing pamrih, rame ing karti. Wani nggetih, lila ing pati. Tulus sabela mrih kumlebeting pusaka abang-putih, Pancasila  dhasaring Nagri. Jaya-jaya Nuswantara hanjayeng bawana.” (Seorang satria muda harus bersedia berkarya, tanpa menawar tanpa menghindar, tanpa berkeluh kesah tanpa menyumpah. Menguatkan diri untuk berbakti kepada ibu pertiwi. Berani, mau bekerja keras, bertekadlah untuk sukses. Mulia dalam akal budi, teguh dalam iman. Tenang dalam ambisi, penuh keberanian. Berani berdarah-darah, sabar dalam kematian. Ikhlas dalam membela berkibarnya sang saka merah-putih, Pancasila, dasar negara. Semoga nusantara jaya di seantero dunia-red.)
Upacara dilanjutkan dengan penyerahan beasiswa GANIDAR secara simbolis oleh Rektor didampingi Ketua GANIDAR kepada perwakilan penerima beasiswa. Lalu ditutup dengan menyanyikan lagu Bangun Pemudi Pemuda dan doa bersama untuk keselamatan bangsa.

Untidar berharap momentum Hari Sumpah Pemuda ini dapat menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, integritas, dan semangat juang sivitas akademika untuk terus berkarya bagi Indonesia.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu 

Kemdiktisaintek Gelontorkan Rp123,9 Miliar untuk Program Riset Konsorsium, Mahasiswa Berdampak, dan Pengabdian kepada Masyarakat

Jakarta—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) melaksanakan penandatanganan kontrak pelaksanaan Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB), Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan, serta Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III bersama sejumlah perwakilan perguruan tinggi, Rabu (10/9).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memaksimalkan kualitas riset di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Ditjen Risbang telah merumuskan kebijakan agar pendanaan yang relatif terbatas tetap mampu menghasilkan penelitian yang berdampak luas.

“Ditjen Risbang telah melakukan formulasi agar riset berkualitas tetap dapat dimaksimalkan meski dengan dukungan dana yang terbatas. Saya berharap capaian yang ada dapat terus dirawat, karena saya yakin banyak penelitian unggul yang bisa kita dorong menuju hilirisasi,” tegas Menteri Brian.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda terdepan dalam menghadirkan solusi atas persoalan nasional, salah satunya melalui riset pengelolaan sampah.

“Jika hasil riset ini diterapkan di seluruh kampus, perguruan tinggi tidak hanya mampu mengelola sampahnya sendiri, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan lingkungan sekitar, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Menteri Brian.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman, dalam laporannya memaparkan rincian alokasi pendanaan. Program Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB) memperoleh alokasi sebesar Rp45,4 miliar untuk mendanai 82 proposal. Sementara itu, Program Mahasiswa Berdampak mendapatkan dukungan pendanaan sebesar Rp30,1 miliar untuk 263 proposal.

Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah dan Kewirausahaan dialokasikan dana sebesar Rp13,7 miliar untuk 101 judul proposal dari 67 perguruan tinggi. Selain itu,  Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III memperoleh pendanaan sebesar Rp34,7 miliar yang mendukung 948 judul proposal dari 434 perguruan tinggi.

“Melalui program-program ini, kami berharap riset dan inovasi dapat berkembang secara nyata dan langsung menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Dirjen Fauzan.

Program RIKUB merupakan skema riset kolaboratif yang mendorong sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri (DUDI), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), lembaga pemerintah, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Program ini dirancang untuk menjembatani “valley of death”, yaitu fase kritis ketika banyak inovasi potensial gagal mencapai tahap hilirisasi produk.

Sementara itu, Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM dirancang untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai pelaku utama pembangunan sosial melalui wadah organisasi mahasiswa. Melalui kepemimpinan dan gerakan BEM, generasi muda diberi ruang strategis untuk merancang program ilmiah, memanfaatkan hasil riset sebagai dasar intervensi, serta berkontribusi langsung dalam memecahkan persoalan riil di masyarakat. Program ini tidak hanya mendorong aksi sosial, tetapi juga menumbuhkan budaya reflektif, berpikir kritis, dan kolaboratif dengan pendekatan partisipatif bersama masyarakat.

Program Pengabdian kepada Masyarakat dirancang Kemdiktisaintek untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Batch III, program ini memberi kesempatan tambahan bagi perguruan tinggi untuk berpartisipasi lebih luas dan inklusif. Dosen dan mahasiswa didorong terlibat aktif dalam merancang serta melaksanakan solusi atas persoalan nyata di lapangan, dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam setiap tahap kegiatan.

Di sisi lain, Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Wilayah dan Kewirausahaan merupakan salah satu inisiatif strategis Kemdiktisaintek yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat melalui dua pendekatan utama: berbasis potensi wilayah dan pengembangan kewirausahaan. Program ini dirancang untuk mendorong lahirnya solusi nyata atas permasalahan lokal, sekaligus mengoptimalkan keunggulan daerah agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Risbang, I Ketut Adnyana, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada para penerima bantuan operasional yang hadir dalam acara penandatanganan kontrak. Ia menegaskan bahwa Kemdiktisaintek siap memberikan bimbingan teknis apabila diperlukan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program.

“Kami memiliki dua harapan untuk skema-skema ini: pertama, dampak yang nyata bagi penerima bantuan maupun masyarakat sasaran; kedua, terjalinnya kolaborasi yang sehat, bukan kompetisi,” pungkas Direktur Ketut.

Melalui berbagai skema pendanaan tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, industri, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi pembangunan bangsa.

4.270 Mahasiswa Baru Universitas Tidar Ikuti Placement Test Bahasa Inggris Sebagai Syarat MKU

 

Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan Placement Test Bahasa Inggris bagi seluruh mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026, sebagai tahapan awal dalam proses pembelajaran Mata Kuliah Umum (MKU) Bahasa Inggris pada semester gasal mendatang. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi akademik untuk memetakan kemampuan dasar Bahasa Inggris mahasiswa agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Pelaksanaan Placement Test berlangsung pada Rabu, 6 Agustus 2025, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, bertempat di Gedung dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran. Tes ini dilaksanakan berdasarkan sesi terjadwal per fakultas.

Koordinator Pelaksana Placement Test, Muhammad Azril, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengelompokkan mahasiswa ke dalam tiga level kelas Bahasa Inggris: basic, intermediate, dan advance, berdasarkan hasil tes mereka.

Placement Test Bahasa Inggris ini menjadi pijakan awal bagi pengampu MKU dalam menentukan pendekatan dan materi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Dengan sistem leveling ini, mahasiswa dapat belajar secara optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkap Azril.

Peserta Placement Test kali ini mencapai lebih dari 4.270 mahasiswa, yang terdiri dari mahasiswa baru serta beberapa mahasiswa tingkat lanjut dari Program Studi Matematika, Mekatronika, dan D4 RPM, yang belum menempuh MKU Bahasa Inggris pada semester sebelumnya.

Materi yang diujikan mencakup aspek structure, written expression, dan reading, dengan total 60 soal yang dikerjakan dalam waktu 45 menit. Dalam pelaksanaannya, Untidar berkolaborasi dengan Jogja English Training Center (JET Center) yang telah menjadi mitra strategis dalam peningkatan kompetensi Bahasa Inggris selama tiga tahun terakhir.

Azril menambahkan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan universitas.

“Bahasa Inggris merupakan kemampuan yang mutlak dikuasai oleh lulusan Untidar. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak hanya penting, tetapi juga menjadi salah satu prioritas dalam upaya peningkatan mutu lulusan universitas,” pungkasnya.

Pelaksanaan tes yang dilakukan dalam satu hari ini dirancang secara efisien dengan mempertimbangkan padatnya jadwal kegiatan mahasiswa baru, termasuk rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

 

Penulis: Suryanti

Kemdiktisaintek Perkuat Peran Kampus melalui Bimtek Pengabdian Masyarakat Berbasis Inovasi di Makassar

Makassar — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Penulisan Proposal Pengabdian kepada Masyarakat untuk Skema Kewilayahan dan Kewirausahaan.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (10/07) di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan inovasi teknologi.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menegaskan bahwa arah riset ke depan harus berorientasi pada pemecahan masalah nyata di masyarakat. “Kami ingin merancang riset yang tidak hanya berfokus pada topik atau produk, tetapi benar-benar menjawab persoalan-persoalan riil. Tantangan yang dihadapi masyarakat harus menjadi pijakan utama dalam pengembangan riset, teknologi, dan sains. Karena itu, kementerian tengah membangun kebijakan dan program yang komprehensif, termasuk penguatan sumber daya teknologi, agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Senada dengan itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dan teknologi dalam menyelesaikan berbagai tantangan nasional. “Banyak persoalan riil di masyarakat yang dapat diselesaikan secara tuntas apabila ditangani melalui pendekatan sains, teknologi, riset, dan inovasi. Dalam hal ini, mahasiswa memegang peran strategis sebagai sumber daya manusia yang terus diperbarui karena mereka memperoleh ilmu dari dosen dan memiliki akses terhadap hasil riset terkini. Mereka adalah garda terdepan dalam mendorong solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa kemajuan bangsa harus ditopang oleh kekuatan sains dan teknologi,” ujarnya

Dukungan dari pemangku kepentingan regional turut memperkuat pesan tersebut. Ketua LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan menilai bahwa bimbingan teknis semacam ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perguruan tinggi. “Kami sangat menyambut baik kegiatan Bimtek ini. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah hibah riset meningkat secara signifikan. Ini merupakan bukti bahwa ekosistem riset dan pengabdian di perguruan tinggi terus tumbuh dan berkembang,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar kegiatan serupa terus dilanjutkan dan mendapatkan respons positif dari sivitas akademika. “Kami mendorong para dosen dan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini secara serius, karena materi yang disampaikan para narasumber sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas riset dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Makassar, Andi Sukri Syamsuri, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan. Ia menilai bahwa penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi. “Kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini, terlebih karena melibatkan dosen serta organisasi mahasiswa seperti BEM. Di era transformasi perguruan tinggi, peran pengabdian kepada masyarakat tidak bisa lagi dikesampingkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat penyebaran ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan nyata. “Kami berharap perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi yang berdampak, menghadirkan solusi konkret, serta menunjukkan hasil pengabdian yang terukur, khususnya bagi masyarakat di sekitar kampus,” tutupnya.

Melengkapi kegiatan ini, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat turut memperkenalkan dua skema strategis dalam program pengabdian kepada masyarakat tahun 2025, yakni Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW) dan Skema Pemberdayaan Berbasis Kewirausahaan (PBK).

Skema PBW dirancang untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi oleh pemerintah daerah dan desa binaan perguruan tinggi. Skema ini terbagi dalam dua jenis kegiatan: Pemberdayaan Wilayah (PW) dan Pemberdayaan Desa Binaan (PDB). Program ini bersifat tahun tunggal dengan rencana kerja jangka tiga tahun yang dievaluasi secara berkala. Fokus utama kegiatan meliputi peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, produktivitas ekonomi masyarakat, serta penguatan infrastruktur lokal berbasis kearifan setempat.

Skema PBK, di sisi lain, ditujukan untuk mengembangkan kewirausahaan berbasis teknologi dan inovasi yang dihasilkan oleh dosen maupun mahasiswa. Fokus kegiatan diarahkan pada Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal berbasis hasil riset. Program ini mendorong penguatan unit layanan kewirausahaan di perguruan tinggi serta mendukung pengembangan mitra usaha yang menghasilkan produk unggulan daerah, sehingga dosen, mahasiswa, dan alumni dapat berperan sebagai pendamping, inovator, maupun pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.

Melalui skema-skema tersebut, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus benar-benar membawa perubahan nyata, dapat diukur dampaknya, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kegiatan Bimbingan Teknis ini juga memperkuat komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mengokohkan peran strategis perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial melalui riset dan pengabdian. Diharapkan, para dosen dan mahasiswa tidak hanya aktif melakukan inovasi di ruang akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berdasar pada hasil riset dan kebutuhan nyata.

PELAKSANAAN WISUDA PROGRAM MAGISTER, SARJANA TERAPAN, SARJANA, DAN AHLI MADYA UNIVERSITAS TIDAR KE-70 TAHUN 2025

Diberitahukan kepada calon wisudawan/wisudawati bahwa sehubungan dengan pelaksanaan Wisuda Program Magister, Sarjana Terapan, Sarjana dan Ahli Madya Universitas Tidar ke-70 Tahun 2025, dengan ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

Informasi Pelaksanaan Wisuda Universitas Tidar Ke-70 Klik Disini

Demikian untuk menjadi perhatian.

 

 

 

Peserta Lulus Seleksi Mandiri Jalur SMJK-MS, SMJK-DUDI, SMJP, SMUTBK, dan SMUT Universitas Tidar Tahun 2025 dan Alur  Registrasi Calon Mahasiswa Baru Universitas Tidar Tahun Akademik 2024/2025

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Tidar Nomor 1453/UN57/TM.00.07/2025 tentang Penetapan Calon Mahasiswa Baru pada Seleksi Mandiri Jalur SMJK-MS, SMJK-DUDI, SMJP, SMUTBK, dan SMUT Universitas Tidar Tahun 2025, peserta dapat melihat hasil seleksi tersebut mulai tanggal 1 Juli 2025. Pengumuman dapat diakses melalui laman https://smart.untidar.ac.id. Peserta login dengan akun yang digunakan pada saat pendaftaran. Jumlah peserta lulus seleksi dan sisa daya tampung program studi dapat dilihat pada Lampiran I.

Peserta yang dinyatakan lulus dan diterima sebagai calon mahasiswa baru Universitas Tidar melakukan registrasi sesuai dengan tahapan dan prosedur administrasi sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran II surat ini.  Pimpinan dan seluruh sivitas akademika Universitas Tidar mengucapkan selamat atas keberhasilan Saudara.

Calon mahasiswa yang tidak registrasi sampai dengan tanggal 7 Juli 2025 pukul 23.59 WIB, dinyatakan gugur sebagai calon mahasiswa Universitas Tidar Tahun Akademik 2025/2026. Peserta yang dinyatakan lulus sebagai Cadangan dapat menggantikan peserta yang tidak registrasi. Penggantian peserta yang dinyatakan gugur akan diumumkan pada tanggal 9 Juli 2025.

Informasi proses registrasi Seleksi Mandiri 2025 dapat diakses KLIK DISINI

Demikian untuk menjadi perhatian.