Pergelaran Ketoprak “Purnomo Labuh” Meriahkan Dies Natalis ke-47 Untidar dengan Kolaborasi Sivitas Akademika dan Seniman Temanggung

Pergelaran Ketoprak “Purnomo Labuh” Meriahkan Dies Natalis ke-47 Untidar dengan Kolaborasi Sivitas Akademika dan Seniman TemanggungDalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-47. Universitas Tidar (Untidar) menggelar Pergelaran Ketoprak “Purnama Labuh” di GKU dr. H. R. Suparsono, pada Jumat malam (08/05). Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB mendapat antusiasme tinggi dari para penonton yang dihadiri lebih dari 1000 orang, terdiri dari sivitas akademika dan masyarakat umum. Hadir pula Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono yang turut memberikan sambutan. 

Pergelaran Ketoprak ini menjadi salah satu rangkaian puncak Dies Natalis ke-47 Untidar dengan menghadirkan kolaborasi antara sivitas akademika bersama seniman dari Temanggung. Naskah ketoprak ditulis oleh Pawitri dan disutradarai oleh Agus Purwoko dari Putri Sekar Langit Temanggung. Menariknya, pagelaran ini diproduseri langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami dari keluarga besar Untidar mohon doa restu supaya Untidar semakin besar manfaatnya untuk Indonesia dan semakin baik sesuai dengan Visi Untidar,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen Untidar dalam mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melestarikan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

“Universitas Tidar berkomitmen untuk terus mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul, inovatif, berbasis kewirausahaan dan kebudayaan,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan pergelaran ketoprak menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Untidar terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional sekaligus media pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan budaya seperti ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap warisan budaya bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono menyampaikan bahwa pergelaran ketoprak merupakan bagian dari upaya nguri-uri kabudayan Jawa atau melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

“Jangan sampai kita lupa dengan budaya bangsa sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan makna mendalam dari tema “Purnama Labuh” yang menggambarkan keselarasan antara hati, perkataan, dan perbuatan. Menurutnya, nilai tersebut penting diterapkan, terutama oleh seorang pemimpin. Dalam kesempatan itu, ia turut menjelaskan filosofi asta brata atau delapan watak kepemimpinan yang diambil dari unsur alam, seperti bumi, angin, samudra, api, langit, matahari, rembulan, dan bintang sebagai pedoman dalam memimpin masyarakat.

Koordinator Pergelaran Ketoprak Purnama Labuh, Dr Candradewi Wahyu Anggraeni, S.Pd., M.Pd.  menjelaskan bahwa pemilihan ketoprak sebagai pertunjukan Dies Natalis tahun ini merupakan hasil diskusi panitia dan menjadi nuansa baru setelah sebelumnya Untidar beberapa kali menyelenggarakan pagelaran wayang kulit.

“Ketoprak ini istimewa karena menjadi kolaborasi antara sivitas akademika Untidar dengan pemain profesional. Selain sebagai hiburan, kami juga ingin ikut melestarikan seni tradisional sekaligus menyampaikan pesan pendidikan karakter kepada generasi muda,” jelasnya.

Pergelaran Ketoprak ini melibatkan total 27 pemain yang terdiri dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta seniman profesional. Beberapa tokoh utama diperankan langsung oleh dosen Untidar, di antaranya tokoh antagonis Rambut Geni yang diperankan oleh Afik, dosen Teknik Elektro, tokoh Sukesi yang diperankan Agnira Rekha dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta tokoh protagonis Pangeran Elang Kumara yang diperankan Imam Baihaqi dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Tidak hanya menampilkan pertunjukan ketoprak, acara juga dimeriahkan dengan penampilan mahasiswa Untidar yang tergabung dalam Permadani Untidar Bregada 1 serta penampilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Untidar melalui grup Woro Larasati yang membawakan sejumlah tembang Jawa. Suasana semakin semarak dengan iringan gamelan secara langsung serta pembagian doorprize bagi para penonton yang hadir.

Dr Candrawati berharap pergelaran ini mampu menjadi ruang pengenalan budaya tradisional bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman modern.

“Harapannya generasi muda, khususnya Gen Z, semakin mengenal seni ketoprak dan memahami bahwa di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya, pendidikan karakter, dan filosofi kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini,” pungkasnya.

Melalui pergelaran ini, Untidar berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai seni pertunjukan tradisional, sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter melalui media hiburan yang edukatif.  

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-47, segenap pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan ziarah dan anjangsana sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjalanan institusi. Kegiatan ini dilaksanakan Rabu (9/4).

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Agenda diawali dengan anjangsana ke kediaman Rektor Untidar periode 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana menggali nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan yang telah diwariskan oleh para pimpinan terdahulu dalam membangun dan mengembangkan Untidar.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., melalui sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai yang telah dibangun oleh para pendahulu. “Saya berharap kita semua diberikan kesempatan untuk terus menyambung sejarah dan menjaga kecintaan terhadap Untidar. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan, sehingga dapat kita lanjutkan untuk kemajuan Untidar ke depan,” tuturnya.

Rombongan melanjutkan ziarah ke makam Brigjen TNI (Purn.) dr. Soepandji yang berlokasi di TPU Bonoloyo, Surakarta. Almarhum merupakan rektor kedua Universitas Tidar yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan kampus.

Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum., selaku ketua dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi program berkelanjutan yang digagas sejak lama dan terus dilaksanakan hingga kini karena memiliki nilai positif yang penting bagi institusi. “Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Dies Natalis Untidar yang bertujuan untuk menanamkan nilai historis dan memperkuat ikatan emosional sivitas akademika terhadap perjalanan institusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam memajukan Untidar,” ujar Daniel.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang dikenal dengan istilah Guru Kerta ini memiliki makna sebagai upaya mempelajari dan meneladani perjuangan para pendidik dan pendiri terdahulu. “Kita berkunjung ke para sesepuh yang dahulu memperjuangkan kampus ini, serta kepada yang telah berpulang untuk mempelajari perjuangan mereka. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi sivitas akademika untuk memahami dinamika Untidar dari masa ke masa,” harapnya.

Lebih lanjut, kegiatan ziarah dan anjangsana ini juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam keluarga besar Untidar, sekaligus memperkaya dokumentasi sejarah institusi yang masih terus dikembangkan. Dengan semangat Dies Natalis ke-47, Untidar berkomitmen untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu serta meningkatkan kualitas sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul dan berdaya saing.

 

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

KKN Bukan Sekadar “Pindah Tidur”, Pesan Penting Bagi Mahasiswa KKN Untidar Periode Januari 2026

Magelang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) melalui Pusat Layanan (Kuliah Kerja Nyata) KKN memberikan pembekalan kepada 476 mahasiswa peserta KKN Periode Januari–Februari 2026 sebelum diterjunkan ke masyarakat, pada Jumat (2/1) di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono. Sebanyak 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi kegiatan ini.

Pembekalan menjadi tahap penting untuk menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan tinggal sementara di desa atau “pindah tidur”, melainkan proses belajar sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa dibekali pemahaman etika, kepemimpinan, serta kemampuan menyusun program kerja yang berdampak dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala LPPM, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dalam sambutannya ia menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya bagi mahasiswa. ”Ada berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum terjun ke desa, mulai dari membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, memahami perbedaan biaya hidup di tiap wilayah, hingga menghitung kebutuhan secara rasional dengan tetap menghormati kearifan lokal.” Sebutnya.

Program KKN juga harus disusun berbasis permasalahan yang ada di desa, selaras dengan tema lingkungan, dikerjakan secara kolaboratif lintas disiplin ilmu, serta menjunjung tinggi etika, baik dalam interaksi langsung maupun dalam pembuatan konten.

Pembekalan KKN dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Suyitno. Dalam arahannya, Prof. Suyitno berpesan agar mahasiswa bersikap dewasa dan menikmati masa-masa KKN.

Selama pembekalan, mahasiswa mengikuti berbagai sesi materi, antara lain etika dan perilaku mahasiswa KKN, strategi penyusunan program KKN berdampak, pemetaan permasalahan desa, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual (PPKS), bahaya stunting dan upaya pencegahannya di Jawa Tengah, penguatan kepemimpinan mahasiswa yang etis dan tangguh mental, hingga praktik penyusunan program kerja KKN. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.

Para mahasiswa KKN akan diterjunkan ke 43 desa dan kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Bantul, Kebumen, Purworejo, serta Kota Magelang.

Melalui pembekalan ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KKN sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang bermakna. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap persoalan desa, beretika dalam bertindak, serta berkontribusi melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis: Riza Ayu Kristiani

Editor: Danu Wiratmoko

Rektor Untidar Tekankan TIDAR VALUE dalam Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat

Magelang – Universitas Tidar melaksanakan Pengambilan Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat di lingkungan Universitas Tidar yang berlangsung di Ruang Multimedia, Kampus Tuguran, pada Selasa (30/12).

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., membacakan naskah pelantikan serta pengambilan sumpah/janji jabatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing pejabat yang dilantik dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah/janji jabatan dan pakta integritas oleh para pejabat yang dilantik.

Pejabat yang dilantik dalam kegiatan tersebut berjumlah lima orang, yang terdiri atas dua pejabat fungsional tenaga kependidikan, dua dosen dengan tugas tambahan, dan jabatan administrator. Adapun pejabat fungsional yang dilantik yaitu Giovanni Saputro Cahyo W., S.E., dan Andi Setiawan, S.E., sebagai Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama di Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum (BPKU).

Sementara itu, dosen dengan tugas tambahan yang dilantik adalah Atika Nur Hidayah, S.Hum., M.Sc., sebagai Koordinator Program Studi S1 Pariwisata Periode Tahun 2025-2027, dan apt. Fania Putri Luhurningtyas, S.Farm., M.Si., sebagai Ketua Jurusan Gizi, Teknologi Pangan, dan Farmasi Periode Tahun 2025-2027.

Selain itu, Sopii, S.Ag., M.M., turut dilantik sebagai Kepala Bagian Umum Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Tidar.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan dan doa bagi seluruh pegawai, baik yang sedang memulai pengabdian maupun yang telah menyelesaikan tugasnya, agar setiap langkah yang dilakukan membawa kebaikan dan keberkahan.

“Mudah-mudahan semua langkah apapun yang sudah dilakukan untuk Untidar, semua menjadi amal untuk kebaikan kita bersama. Tentu saja kami doakan baik yang sedang memulai karirnya dan juga yang sudah mengakhiri kinerjanya, pengabdiannya di Untidar juga, dan kita semuanya yang masih bekerja di sini diberikan kesehatan lahir dan batin untuk menjalankan kegiatan kita, dan semuanya menjadi amal ibadah kita yang diterima Allah SWT.” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai TIDAR value dalam pelaksanaan tugas bagi para pegawai agar satu tujuan.

“Apapun posisinya, kita tunaikan kewajiban kita, tugas kita dengan sebaik-baiknya, dengan semangat Tidar Value, yaitu Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif dan Responsif. Itu harus menjadi tugas kita bersama, supaya kita satu tujuan, satu langkah, dan tentu kita saling membawa satu dengan yang lain untuk keinginan yang baik bagi kita semua.” Pungkasnya.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat dan pegawai yang dilantik oleh Rektor Untidar beserta para pimpinan dan tamu undangan yang hadir.

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia guna mendukung pencapaian visi dan misi Untidar ke depan.

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

 

Untidar Integratif: Perkuat Disiplin ASN dan Digitalisasi Penilaian Kinerja

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan sosialisasi disiplin dan pengelolaan aplikasi penilaian kerja dalam rangka penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Untidar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, pada Senin (23/12).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni Adi Sulistyo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Tetya Dwiamaneva Desyamria, S.H. selaku Anggota Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Fadhly, S.Kom. selaku Ketua Tim Sistem Informasi dan Kinerja; serta Rifky Zulfikar, S.Kom. selaku Anggota Tim Sistem Informasi dan Kinerja.

Dalam laporan kegiatan, Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., melaporkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak ratusan peserta yang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, serta ASN di lingkungan UntidarIa menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di perguruan tinggi.

“Saya melaporkan hal-hal terkait dengan kegiatan ini, dihadiri sebanyak 643 orang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, dan tenaga non ASN. Jadi tidak ada pegawai yang ketinggalan untuk ikut serta dalam sosialisasi ini, yang tentu kita perlukan dan sangat penting untuk pendukung pelayanan.” Jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan sistem penilaian kinerja berbasis digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi penilaian kinerja ASN.

“Selama ini e-SKP masih dilakukan secara manual. Mudah-mudahan dengan e-SKP digital ini menjadi lebih mudah, lebih pintar, dan lebih terintegrasi dalam mendukung kinerja dosen dan tenaga kependidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum refleksi bersama bagi seluruh ASN Untidar dalam memahami kembali hakikat sebagai abdi negara.

“Ini suatu kesempatan yang baik bagi kita semuanya sebagai seorang abdi negara yang berada di institusi Universitas Tidar. Mungkin memang harus sering-sering diingatkan karena warna manusia memang suka berubah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN, sekaligus bentuk tanggung jawab moral kepada institusi dan masyarakat.

“Kalau memang salah jangan diberi pembenaran, kalau yang baik jangan lupa diberi penghargaan. Ada ketentuan jam kerja, ada ketentuan produktivitas, dan semua itu harus kita patuhi,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi disiplin ASN (PNS dan PPPK) oleh Tim Disiplin ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta sosialisasi DiktiHR dan e-SKP oleh Tim Sistem Informasi dan Kinerja ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek. Materi mencakup ketentuan disiplin, mekanisme penilaian kinerja, serta pentingnya integrasi data dalam sistem digital.

Melalui kegiatan ini, Untidar meneguhkan komitmen integratif dalam membangun manajemen ASN yang profesional, taat aturan, dan berbasis sistem digital guna mendukung tata kelola universitas yang akuntabel dan berkelanjutan.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

Fisipreneur 2025 Puncak Kreativitas dan Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa FISIPOL Untidar

Magelang – Universitas Tidar melalui Gugus Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) menggelar Fisipreneur 2025, sebuah rangkaian kegiatan final showcase mata kuliah kewirausahaan yang menghadirkan karya, inovasi, serta praktik bisnis mahasiswa. Acara ini berlangsung meriah di halaman FISIPOL Untidar, Jumat (5/12), dan menjadi puncak dari pembelajaran teori kewirausahaan pada semester sebelumnya dan praktik kewirausahaan pada semester berjalan.

Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap hasil pembelajaran, Fisipreneur 2025 memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjual produk, mempromosikan jasa, serta mempresentasikan model bisnis yang telah mereka kembangkan selama satu semester. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh panitia dari lingkungan FISIPOL, salah satunya Ibda Fikrina Abda, S.I.P., M.I.Kom., yang bertugas sebagai panitia penyelenggara.

Dalam penyelenggaraannya, Fisipreneur 2025 tidak hanya berfokus pada expo produk mahasiswa, tetapi juga melibatkan rangkaian kompetisi. Terdapat 60 tim peserta yang mengikuti lomba Business Innovation, yaitu pembuatan video kreatif untuk memperkenalkan produk dan jasa. Dari kompetisi ini, dipilih 9 peserta terbaik yang kemudian mengikuti sesi offline pitching di hadapan juri pada hari pelaksanaan.

Selain itu, terdapat pula lomba Creative Booth, di mana setiap kelompok berkompetisi menampilkan kreativitas dalam menata dan mempresentasikan booth mereka. Adapun total booth yang tersedia adalah 30 stand, dengan masing-masing stand ditempati oleh dua kelompok mahasiswa sehingga mencapai sekitar 60 peserta.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap capaian mahasiswa, Fisipreneur 2025 juga mengumumkan para pemenang kompetisi, yaitu:

Daftar Pemenang Pitching Business Innovation

Nama Kelompok

Juara

Barkos Magelang

1

Jive Creative

2

Ritoloka

3

Daftar Pemenang Juara Creative Booth

Nama Kelompok

Juara

Cleancling

1

Ritoloka

2

Sway Ra Jamu

3

 

Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa FISIPOL dari program studi Ilmu Komunikasi, Hukum, dan Ilmu Administrasi Negara. Gugus Kemahasiswaan FISIPOL berperan sebagai fasilitator penuh bagi mahasiswa dalam menampilkan kemampuan kewirausahaan mereka.

Pada kesempatan tersebut, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A., Plt. Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, memberikan sambutan mewakili pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim panitia, beserta mahasiswa yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan Fisipreneur 2025.

Beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan FISIPOL. “Semoga Fisipreneur pertama ini dapat menjadi pembuka bagi pelaksanaan berikutnya yang lebih meriah. Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi nilai, tetapi benar-benar menjadi ruang mahasiswa mempraktikkan bisnis bahkan hingga berlanjut setelah acara,” ujarnya.

Sebagai panitia, Ibda Fikrina Abda, S.I.P., M.I.Kom. menegaskan bahwa Fisipreneur 2025 hadir sebagai wadah praktis dalam menerapkan materi kewirausahaan. Ia berharap kegiatan tahun berikutnya dapat berjalan lebih serius, lebih meriah, dan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. “Tidak hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah dan mendapatkan nilai A, tetapi juga benar-benar mempraktikkannya hingga bisnis mereka berlanjut setelah acara,” ujar Ibda.

Fisipreneur 2025 menjadi bukti komitmen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untidar dalam menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung proses bisnis mulai dari perencanaan, pembuatan produk, promosi, hingga interaksi dengan pelanggan.

Dengan antusiasme mahasiswa dan dukungan pimpinan fakultas, Fisipreneur 2025 diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk melahirkan wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing dalam dunia industri.

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

Workshop Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Laboratorium : Lab Terpadu Universitas Tidar Tegaskan Pentingnya Budaya K3

Magelang, 3 Desember 2025 — Universitas Tidar melalui UPA Taman Agroteknologi menyelenggarakan Workshop Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Laboratorium yang bertempat di Laboratorium Agronomi dan Fisiolagi Tanaman, Laboratorium Terpadu Untidar. Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai unit, termasuk dosen, tenaga kependidikan, pranata laboratorium pendidikan (PLP), serta mahasiswa aktif pengguna laboratorium.

Acara dibuka oleh Kepala UPA Taman Agroteknologi yang menyampaikan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan laboratorium. Beliau menegaskan bahwa laboratorium merupakan area berisiko tinggi sehingga seluruh penggunanya wajib memahami prosedur keselamatan, termasuk penanganan P3K yang benar.

Dalam sambutannya, beliau turut meluruskan miskonsepsi yang masih sering terjadi terkait penanganan luka bakar, seperti penggunaan odol atau pasta gigi. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi. Beliau kembali menekankan prosedur P3K yang tepat, antara lain mendinginkan luka dengan air mengalir selama 15–20 menit, tidak mengoleskan bahan yang tidak direkomendasikan, serta merujuk korban ke fasilitas kesehatan bila diperlukan.

Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam merespons insiden darurat di laboratorium, memantapkan pemahaman teknis penanganan berbagai jenis kecelakaan, serta memperkuat safety culture di seluruh unit Universitas Tidar.

Panitia melaporkan bahwa sebanyak 75 peserta dari lintas profesi hadir dalam kegiatan ini. Kolaborasi berbagai unit ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pengendalian risiko laboratorium secara menyeluruh.

Pada sesi materi, hadir narasumber Dr. Ir. Widodo Hariyono, M.Kes. dari Cendekia Sains Utama. Beliau menyampaikan pentingnya penerapan K3 laboratorium secara konsisten, termasuk teknik evakuasi korban kecelakaan di laboratorium, persyaratan standar untuk kotak P3K, hingga strategi penanganan berbagai potensi bahaya yang dapat muncul di lingkungan laboratorium. Penjelasan narasumber memperkaya wawasan peserta mengenai praktik keselamatan yang tepat, efektif, dan sesuai standar K3.

Menutup sambutannya, Kepala UPA Taman Agroteknologi berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, serta menjadi duta keselamatan di lingkungan kerja masing-masing. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber, panitia, dan seluruh peserta atas partisipasi aktif dalam upaya penguatan keselamatan laboratorium di Universitas Tidar.

Penulis: Ahmadi, S.P.

 

Teknologi Pangan Untidar Siap Dinilai Asesor, Matangkan Persiapan Menjelang Visitasi

Magelang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar tengah mempersiapkan visitasi akreditasi Program Studi Teknologi Pangan yang dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Desember 2025. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., dan dihadiri oleh jajaran dosen, serta tenaga kependidikan, pada Rabu (3/12) di Ruang Trapesium Gedung Faperta, Kampus Sidotopo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi visitasi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk menentukan peringkat akreditasi Program Studi Teknologi Pangan. Visitasi akan menilai kelayakan program studi melalui asesmen lapangan yang mencakup dokumen kurikulum, aktivitas dosen, aktivitas mahasiswa, kelengkapan sarana prasarana laboratorium, hingga mutu tata kelola program studi.

Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa rapat koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah antara fakultas, program studi, serta unit-unit pendukung di tingkat universitas. “Itu adalah terkait visitasi untuk akreditasi Program Studi Teknologi Pangan. Pada tanggal 5 sampai 6 Desember akan ada visitasi dari asesor, dan nanti mereka akan menilai apakah prodi ini layak mendapat akreditasi baik, baik sekali, atau unggul,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai persiapan yang dilakukan, meliputi penyusunan instrumen akreditasi, penyempurnaan dokumen kurikulum, data dosen, data kegiatan penelitian dan pengabdian, serta dokumentasi prestasi mahasiswa. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan unit-unit pendukung seperti kepala laboratorium, Unit Penunjang Akademik seperti UPA TIK, UPA Taman Agroteknologi, UPA Perpustakaan dan Career Center.

Sementara itu, rangkaian kegiatan visitasi pada 5 Desember akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan agenda pembukaan bersama asesor, pimpinan universitas, dan pimpinan fakultas. Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi konfirmasi program studi, konfirmasi dengan Gugus Jaminan Mutu, wawancara dosen, wawancara mahasiswa per-angkatan, konfirmasi dengan bagian TU, serta kunjungan langsung ke laboratorium terkait.

Terkait tantangan, Prof. Sutrisno menjelaskan bahwa Teknologi Pangan masih merupakan program studi baru sehingga belum memiliki lulusan, yang menjadi salah satu keterbatasan dalam penilaian. “Tantangannya karena Teknologi Pangan ini belum meluluskan alumni. Itu membuat kami belum bisa menunjukkan bukti kualitas lulusan kepada asesor,” jelasnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap hasil yang akan dicapai. “Harapannya tentu bisa mendapatkan akreditasi terbaik. Kalau bisa unggul, tentu sangat kami syukuri. Namun minimal kami berharap mendapat peringkat baik sekali,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang melibatkan berbagai pihak, Fakultas Pertanian berharap visitasi berjalan lancar dan menghasilkan penilaian yang dapat memperkuat kualitas Program Studi Teknologi Pangan di Universitas Tidar.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Pentahelix Meraih Prestasi, Kota Magelang Kini Sejajar dengan Kampung Iklim Terbaik Indonesia

Jakarta – Pemerintah Kota Magelang akhirnya mendapatkan Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari 2025. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Senin (1/12).

Perwakilan Pemerintah Kota Magelang mendapatkan 2 Penghargaan Proklim sekaligus yaitu Kampung Jambon Gesikan RW 4, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah mendapatkan Proklim Lestari dan Kelurahan Kemirirejo RW 3, Kecamatan Magelang Tengah mendapatkan Proklim Utama.Penghargaan yang di laksanakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta ini di hadiri oleh Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Djoko Purnomo dan Umi Nadiroh , Ketua Proklim RW 3 Kemirirejo Heru, Ketua Proklim RW 4 Jambon Gesikan Titin , dan Tim pendamping dari Universitas Tidar Suwandoko, Adhi Surya Perdana, Rizza Arge Winanta.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menganugerahkan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) 2025, inisiatif yang dijalankan oleh Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon untuk membina komunitas berbasis tapak. Menurut Ir. Ary Sudijanto, M.S.E. dalam sambutannya melalui ProKlim, KLH/BPLH mendorong aksi adaptasi dan mitigasi di tingkat RW, dusun, desa, dan kelurahan membangun ketahanan iklim wilayah sekaligus mendorong gaya hidup rendah emisi gas rumah kaca.

Pada 2025, 1.327 lokasi mendaftar ProKlim melalui Sistem Registri Nasional–Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) KLH/BPLH, tersebar di 33 provinsi, 163 kabupaten, dan 59 kota. Setelah penilaian, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan penghargaan kepada 26 Trofi ProKlim Lestari dan 50 Trofi ProKlim Utama, serta memberikan Apresiasi Pembina ProKlim kepada 25 pemerintah daerah (4 provinsi, 12 kabupaten, 9 kota) dan Apresiasi Pendukung ProKlim kepada 9 pendukung (8 dunia usaha, 1 lembaga).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam, Djoko Purnomo mengatakan, Proklim Lestari yang dicapai oleh Kampung Jambon Gesikan RW 4 Cacaban ini puncak pencapaian dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) yang merupakan peringkat tertinggi. Lokasi ProKlim Lestari adalah lokasi ProKlim Utama yang telah berhasil mempertahankan dan mengembangkan kegiatannya, serta berperan sebagai pembina atau pendamping bagi minimal 10 lokasi ProKlim baru di sekitarnya. Untuk Proklim Utama di capai oleh Kelurahan Kemirirejo RW 3 yang merupakan kampung proklim yang memiliki nilai akhir ProKlim di atas 81%. Kemirirejo RW 3 memiliki kebijakan pendukung dan melakukan pembinaan secara konsisten selama minimal 2 tahun. “Harapan kedepannya agar Kampung Jambon Gesikan RW 4 Cacaban yang telah mendapatkan Predikat Lestari agar dapat mempertahankan dan Kelurahan Kemirirejo RW 3 yang telah mendapatkan Predikat Utama agar bisa mempertahankan ataupun menjadikan pelecut untuk bisa menjadi predikat Lestari di tahun-tahun berikutnya. Dan untuk 2 kampung ini DLH Kota Magelang perhargaan teresbut menjadi pijakan dan percontohan untuk kampung lainnya dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. ” kata Djoko.

Lebih lanjut, dari Universitas Tidar sebagai Tim Pendamping kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang ini merupakan suatu kebanggaan dalam memberikan dukungan penuh melalui kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi kepada Masyarakat secara langsung melalui Kegiatan Pengabdian Pendampingan Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana dalam Perubahan Iklim. Ketua Pusat Studi Environmental and Disaster Management Center (EDM CENTER) dan Tim Pengabdian Suwandoko, S.H., M.H menyampaikan “Proklim Lestari dan Proklim Utama ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaboratif dari berbagai pihak tentunya Kami selaku Tim Universitas Tidar bersyukur atas 2 penghargaan tersebut, kedepan kami selalu siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah kota magelang ataupun seluruh masyarakat dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. ” kata Suwandoko.

Penulis: Dr. Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc.

Tingkatkan Sinergi dan Kualitas Pengelolaan Hukum, JDIH Unsoed Lakukan Kunjungan ke Universitas Tidar

 

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) melakukan kunjungan ke Universitas Tidar (Untidar), Selasa (25/11). Kunjungan ini dipimpin oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsoed Nur Faiqoh, S.E., M.M, dan disambut oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar Dr. Astuty, M.Pd.  beserta segenap jajaran Tim JDIH Untidar.

Dalam kesempatan ini, Kepala Biro Keuangan dan Umum Unsoed menyampaikan harapannya untuk meningkatkan sinergi dan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed. “Kami berharap kunjungan ini dapat mempererat kerja sama dan meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed,” ujarnya.

Wakil Rektor Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Umum Untidar, juga menyampaikan apresiasinya atas kunjungan JDIH Unsoed. “Kami sangat senang menerima kunjungan JDIH Unsoed dan berharap dapat meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Untidar,” katanya.

Kunjungan ini juga membahas tentang pengelolaan JDIH, termasuk integrasi data dan informasi hukum, serta pengembangan aplikasi JDIH mobile.

Setelah pertemuan, rombongan JDIH Unsoed dijamu dengan kunjungan eksklusif ke fasilitas JDIH Untidar, yang mencakup JDIH Corner, ruangan JDIH, dan ruang arsip. Mereka disambut dengan hangat oleh tim JDIH Untidar yang dengan antusias menjelaskan fungsi dan ragam kegiatan JDIH Untidar.

Dalam kunjungan tersebut, tim JDIH Untidar memaparkan peran strategis JDIH dalam meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Untidar. JDIH Corner Untidar yang modern dan interaktif menampilkan berbagai informasi dan dokumentasi tentang kegiatan JDIH, termasuk publikasi dokumen hukum.

Ruangan JDIH Untidar yang didesain sebagai ruang baca yang nyaman menjadi pusat kegiatan JDIH Untidar. Tim JDIH Untidar menjelaskan tentang sistem pengelolaan arsip dan dokumentasi hukum yang digunakan, yang memungkinkan akses cepat dan akurat terhadap informasi hukum.

Ruang arsip JDIH Untidar yang terorganisir dengan baik juga dikunjungi. Di sini tim JDIH Untidar menjelaskan tentang proses pengelolaan arsip dan dokumentasi hukum yang efektif.

Kunjungan JDIH Unsoed ke Untidar diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan hukum di Unsoed dan memperkuat kerja sama antara kedua Universitas.

Penulis: Yogi Prayogo, S.H., M.H.