Teknologi Pangan Untidar Siap Dinilai Asesor, Matangkan Persiapan Menjelang Visitasi

Magelang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar tengah mempersiapkan visitasi akreditasi Program Studi Teknologi Pangan yang dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Desember 2025. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., dan dihadiri oleh jajaran dosen, serta tenaga kependidikan, pada Rabu (3/12) di Ruang Trapesium Gedung Faperta, Kampus Sidotopo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi visitasi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk menentukan peringkat akreditasi Program Studi Teknologi Pangan. Visitasi akan menilai kelayakan program studi melalui asesmen lapangan yang mencakup dokumen kurikulum, aktivitas dosen, aktivitas mahasiswa, kelengkapan sarana prasarana laboratorium, hingga mutu tata kelola program studi.

Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa rapat koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah antara fakultas, program studi, serta unit-unit pendukung di tingkat universitas. “Itu adalah terkait visitasi untuk akreditasi Program Studi Teknologi Pangan. Pada tanggal 5 sampai 6 Desember akan ada visitasi dari asesor, dan nanti mereka akan menilai apakah prodi ini layak mendapat akreditasi baik, baik sekali, atau unggul,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai persiapan yang dilakukan, meliputi penyusunan instrumen akreditasi, penyempurnaan dokumen kurikulum, data dosen, data kegiatan penelitian dan pengabdian, serta dokumentasi prestasi mahasiswa. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan unit-unit pendukung seperti kepala laboratorium, Unit Penunjang Akademik seperti UPA TIK, UPA Taman Agroteknologi, UPA Perpustakaan dan Career Center.

Sementara itu, rangkaian kegiatan visitasi pada 5 Desember akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan agenda pembukaan bersama asesor, pimpinan universitas, dan pimpinan fakultas. Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi konfirmasi program studi, konfirmasi dengan Gugus Jaminan Mutu, wawancara dosen, wawancara mahasiswa per-angkatan, konfirmasi dengan bagian TU, serta kunjungan langsung ke laboratorium terkait.

Terkait tantangan, Prof. Sutrisno menjelaskan bahwa Teknologi Pangan masih merupakan program studi baru sehingga belum memiliki lulusan, yang menjadi salah satu keterbatasan dalam penilaian. “Tantangannya karena Teknologi Pangan ini belum meluluskan alumni. Itu membuat kami belum bisa menunjukkan bukti kualitas lulusan kepada asesor,” jelasnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap hasil yang akan dicapai. “Harapannya tentu bisa mendapatkan akreditasi terbaik. Kalau bisa unggul, tentu sangat kami syukuri. Namun minimal kami berharap mendapat peringkat baik sekali,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang melibatkan berbagai pihak, Fakultas Pertanian berharap visitasi berjalan lancar dan menghasilkan penilaian yang dapat memperkuat kualitas Program Studi Teknologi Pangan di Universitas Tidar.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar