Workshop Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Laboratorium : Lab Terpadu Universitas Tidar Tegaskan Pentingnya Budaya K3
Magelang, 3 Desember 2025 — Universitas Tidar melalui UPA Taman Agroteknologi menyelenggarakan Workshop Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di Laboratorium yang bertempat di Laboratorium Agronomi dan Fisiolagi Tanaman, Laboratorium Terpadu Untidar. Kegiatan ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai unit, termasuk dosen, tenaga kependidikan, pranata laboratorium pendidikan (PLP), serta mahasiswa aktif pengguna laboratorium.
Acara dibuka oleh Kepala UPA Taman Agroteknologi yang menyampaikan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan laboratorium. Beliau menegaskan bahwa laboratorium merupakan area berisiko tinggi sehingga seluruh penggunanya wajib memahami prosedur keselamatan, termasuk penanganan P3K yang benar.
Dalam sambutannya, beliau turut meluruskan miskonsepsi yang masih sering terjadi terkait penanganan luka bakar, seperti penggunaan odol atau pasta gigi. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi. Beliau kembali menekankan prosedur P3K yang tepat, antara lain mendinginkan luka dengan air mengalir selama 15–20 menit, tidak mengoleskan bahan yang tidak direkomendasikan, serta merujuk korban ke fasilitas kesehatan bila diperlukan.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam merespons insiden darurat di laboratorium, memantapkan pemahaman teknis penanganan berbagai jenis kecelakaan, serta memperkuat safety culture di seluruh unit Universitas Tidar.
Panitia melaporkan bahwa sebanyak 75 peserta dari lintas profesi hadir dalam kegiatan ini. Kolaborasi berbagai unit ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam pengendalian risiko laboratorium secara menyeluruh.
Pada sesi materi, hadir narasumber Dr. Ir. Widodo Hariyono, M.Kes. dari Cendekia Sains Utama. Beliau menyampaikan pentingnya penerapan K3 laboratorium secara konsisten, termasuk teknik evakuasi korban kecelakaan di laboratorium, persyaratan standar untuk kotak P3K, hingga strategi penanganan berbagai potensi bahaya yang dapat muncul di lingkungan laboratorium. Penjelasan narasumber memperkaya wawasan peserta mengenai praktik keselamatan yang tepat, efektif, dan sesuai standar K3.
Menutup sambutannya, Kepala UPA Taman Agroteknologi berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan serius, mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, serta menjadi duta keselamatan di lingkungan kerja masing-masing. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber, panitia, dan seluruh peserta atas partisipasi aktif dalam upaya penguatan keselamatan laboratorium di Universitas Tidar.
Penulis: Ahmadi, S.P.





