Pergelaran Ketoprak “Purnomo Labuh” Meriahkan Dies Natalis ke-47 Untidar dengan Kolaborasi Sivitas Akademika dan Seniman Temanggung

Pergelaran Ketoprak “Purnomo Labuh” Meriahkan Dies Natalis ke-47 Untidar dengan Kolaborasi Sivitas Akademika dan Seniman TemanggungDalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-47. Universitas Tidar (Untidar) menggelar Pergelaran Ketoprak “Purnama Labuh” di GKU dr. H. R. Suparsono, pada Jumat malam (08/05). Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB mendapat antusiasme tinggi dari para penonton yang dihadiri lebih dari 1000 orang, terdiri dari sivitas akademika dan masyarakat umum. Hadir pula Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono yang turut memberikan sambutan. 

Pergelaran Ketoprak ini menjadi salah satu rangkaian puncak Dies Natalis ke-47 Untidar dengan menghadirkan kolaborasi antara sivitas akademika bersama seniman dari Temanggung. Naskah ketoprak ditulis oleh Pawitri dan disutradarai oleh Agus Purwoko dari Putri Sekar Langit Temanggung. Menariknya, pagelaran ini diproduseri langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami dari keluarga besar Untidar mohon doa restu supaya Untidar semakin besar manfaatnya untuk Indonesia dan semakin baik sesuai dengan Visi Untidar,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen Untidar dalam mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melestarikan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.

“Universitas Tidar berkomitmen untuk terus mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul, inovatif, berbasis kewirausahaan dan kebudayaan,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan pergelaran ketoprak menjadi salah satu bentuk nyata dukungan Untidar terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional sekaligus media pembentukan karakter bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan budaya seperti ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap warisan budaya bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, H. Damar Prasetyono menyampaikan bahwa pergelaran ketoprak merupakan bagian dari upaya nguri-uri kabudayan Jawa atau melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

“Jangan sampai kita lupa dengan budaya bangsa sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan makna mendalam dari tema “Purnama Labuh” yang menggambarkan keselarasan antara hati, perkataan, dan perbuatan. Menurutnya, nilai tersebut penting diterapkan, terutama oleh seorang pemimpin. Dalam kesempatan itu, ia turut menjelaskan filosofi asta brata atau delapan watak kepemimpinan yang diambil dari unsur alam, seperti bumi, angin, samudra, api, langit, matahari, rembulan, dan bintang sebagai pedoman dalam memimpin masyarakat.

Koordinator Pergelaran Ketoprak Purnama Labuh, Dr Candradewi Wahyu Anggraeni, S.Pd., M.Pd.  menjelaskan bahwa pemilihan ketoprak sebagai pertunjukan Dies Natalis tahun ini merupakan hasil diskusi panitia dan menjadi nuansa baru setelah sebelumnya Untidar beberapa kali menyelenggarakan pagelaran wayang kulit.

“Ketoprak ini istimewa karena menjadi kolaborasi antara sivitas akademika Untidar dengan pemain profesional. Selain sebagai hiburan, kami juga ingin ikut melestarikan seni tradisional sekaligus menyampaikan pesan pendidikan karakter kepada generasi muda,” jelasnya.

Pergelaran Ketoprak ini melibatkan total 27 pemain yang terdiri dari dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta seniman profesional. Beberapa tokoh utama diperankan langsung oleh dosen Untidar, di antaranya tokoh antagonis Rambut Geni yang diperankan oleh Afik, dosen Teknik Elektro, tokoh Sukesi yang diperankan Agnira Rekha dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta tokoh protagonis Pangeran Elang Kumara yang diperankan Imam Baihaqi dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Tidak hanya menampilkan pertunjukan ketoprak, acara juga dimeriahkan dengan penampilan mahasiswa Untidar yang tergabung dalam Permadani Untidar Bregada 1 serta penampilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Untidar melalui grup Woro Larasati yang membawakan sejumlah tembang Jawa. Suasana semakin semarak dengan iringan gamelan secara langsung serta pembagian doorprize bagi para penonton yang hadir.

Dr Candrawati berharap pergelaran ini mampu menjadi ruang pengenalan budaya tradisional bagi generasi muda di tengah perkembangan zaman modern.

“Harapannya generasi muda, khususnya Gen Z, semakin mengenal seni ketoprak dan memahami bahwa di dalamnya terdapat nilai-nilai budaya, pendidikan karakter, dan filosofi kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini,” pungkasnya.

Melalui pergelaran ini, Untidar berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai seni pertunjukan tradisional, sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya dan karakter melalui media hiburan yang edukatif.  

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-47, segenap pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan ziarah dan anjangsana sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjalanan institusi. Kegiatan ini dilaksanakan Rabu (9/4).

Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah

Agenda diawali dengan anjangsana ke kediaman Rektor Untidar periode 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana menggali nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan yang telah diwariskan oleh para pimpinan terdahulu dalam membangun dan mengembangkan Untidar.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., melalui sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai yang telah dibangun oleh para pendahulu. “Saya berharap kita semua diberikan kesempatan untuk terus menyambung sejarah dan menjaga kecintaan terhadap Untidar. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan, sehingga dapat kita lanjutkan untuk kemajuan Untidar ke depan,” tuturnya.

Rombongan melanjutkan ziarah ke makam Brigjen TNI (Purn.) dr. Soepandji yang berlokasi di TPU Bonoloyo, Surakarta. Almarhum merupakan rektor kedua Universitas Tidar yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan kampus.

Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum., selaku ketua dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi program berkelanjutan yang digagas sejak lama dan terus dilaksanakan hingga kini karena memiliki nilai positif yang penting bagi institusi. “Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Dies Natalis Untidar yang bertujuan untuk menanamkan nilai historis dan memperkuat ikatan emosional sivitas akademika terhadap perjalanan institusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam memajukan Untidar,” ujar Daniel.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang dikenal dengan istilah Guru Kerta ini memiliki makna sebagai upaya mempelajari dan meneladani perjuangan para pendidik dan pendiri terdahulu. “Kita berkunjung ke para sesepuh yang dahulu memperjuangkan kampus ini, serta kepada yang telah berpulang untuk mempelajari perjuangan mereka. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi sivitas akademika untuk memahami dinamika Untidar dari masa ke masa,” harapnya.

Lebih lanjut, kegiatan ziarah dan anjangsana ini juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam keluarga besar Untidar, sekaligus memperkaya dokumentasi sejarah institusi yang masih terus dikembangkan. Dengan semangat Dies Natalis ke-47, Untidar berkomitmen untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu serta meningkatkan kualitas sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul dan berdaya saing.

 

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Magelang – Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum yang melibatkan dua mahasiswa dan satu alumni Untidar, seiring berlangsungnya sidang perdana perkara tersebut di Pengadilan Negeri, Kota Magelang, pada Senin (23/02).

Dalam sidang pertama, majelis hakim membuka agenda dengan pembacaan dakwaan. Pada kesempatan tersebut, pengadilan juga menawarkan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice. Pihak terdakwa beserta kuasa hukum menyatakan kesiapan terhadap opsi tersebut.

Sementara itu, pihak pelapor yang diwakili oleh Polri menyampaikan bahwa keputusan terkait kesediaan mengikuti restorative justice akan dikonsultasikan terlebih dahulu di tingkat institusi. Namun secara pribadi, perwakilan yang hadir menyatakan tidak keberatan terhadap opsi tersebut. Majelis hakim kemudian memberikan waktu tujuh hari untuk perundingan sebelum sidang dilanjutkan kembali pada 3 Maret 2026 dengan agenda keputusan dari pihak pelapor.

Perwakilan orang tua terdakwa menyampaikan harapan agar proses hukum dapat dihentikan sehingga anak-anak mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan melanjutkan pendidikan serta kehidupan mereka seperti semula. Mereka juga berharap proses persidangan berjalan adil dan objektif.

Ibu dari Enrille Championy Geniosa, Sulistyoningsih, menyampaikan harapannya agar proses hukum yang berjalan dapat segera dihentikan sehingga putranya dapat kembali berkumpul bersama keluarga. Ia juga berharap Enrille tetap mempertahankan nilai-nilai keadilan yang selama ini diyakininya serta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Harapan saya proses ini dihentikan, sehingga Enrille bisa bebas dan bertemu dengan keluarganya. Saya juga berharap Enrille akan tetap seperti semula, menjunjung keadilan, melanjutkan sekolah ke S2,” ungkap Sulistyoningsih.

Senada dengan hal tersebut, Ibu dari Purnomo Yogi Antoro, Siti Romlah, juga menyampaikan keyakinannya terhadap perjuangan anaknya. “Saya ingin anak saya menang, karena saya yakin dia membela kebenaran dan membela orang yang lemah. Mudah-mudahan hasilnya yang terbaik,” tutur Siti Romlah.

Sementara itu, Rinni Novianti, Ibu dari Muhammad Azhar Fauzan, berharap proses hukum dapat segera memberikan kejelasan dan keadilan bagi anaknya. “Harapan saya sama seperti ibu-ibu yang lain, semoga anak kami bisa segera dikeluarkan karena kami yakin anak kami tidak melakukan kekerasan dan tuduhan yang ada tidak benar,” ujar Rinni Novianti.

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BEM KM Universitas Tidar, Achmad Rizky Airlangga menyampaikan bahwa mahasiswa akan terus mengawal proses persidangan secara solidaritas. 

“Tentu ya kami berusaha untuk berkonsolidasi dan terus mengawal secara solidaritas pada teman-teman kita yang ditangkap. Karena bagi saya dan juga bagi kami solidaritas hari ini itu bukan hanya menentukan bagaimana nasib 3 teman kita yang di dalam. Tapi tentu juga mempengaruhi bagaimana nasib anak muda ke depan ketika mereka bersuara.” Ujarnya.

Kemudian ia berharap putusan yang diambil nantinya dapat menjunjung objektivitas hukum serta mempertimbangkan hak kebebasan berekspresi.

“Harapan saya pokoknya apapun yang terbaik. Cuman apapun itu harapannya hasil persidangan supaya seobjektif mungkin. Karena ini merupakan pembatasan terhadap kebebasan berekspresi. Jadi Hakim persidangan harus punya batasan terhadap hak konstitusional tersebut.” Pungkasnya.

Menanggapi jalannya persidangan perdana, perwakilan Tim Hukum Universitas Tidar, Tri Agus Gunawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa proses hukum berjalan sesuai tahapan formil yang berlaku. Ia menyampaikan bahwa sidang pertama masih berfokus pada pembacaan dakwaan, sekaligus membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme restorative justice.

“Sidang pertama kemarin masih dalam tahap pembacaan dakwaan, sehingga prosesnya memang bersifat formil dan harus dijalankan. Hakim juga telah menawarkan mekanisme restorative justice sebagai implementasi ketentuan hukum acara yang baru, dengan tujuan agar perkara tidak selalu berujung pada pemidanaan, tetapi dapat diselesaikan melalui kesepakatan para pihak,” jelas Tri Agus Gunawan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa universitas tetap memantau perkembangan perkara serta menjalin komunikasi dengan penasihat hukum para terdakwa.

“Sebagai institusi, kami tentu akan terus mengawal dan memantau proses ini sesuai porsi kami. Pendampingan hukum sepenuhnya menjadi kewenangan penasehat hukum yang telah ditunjuk, namun kami tetap berkoordinasi dan mengikuti setiap perkembangan sejak tahap kepolisian hingga persidangan,” tambahnya.

Ia juga berharap proses hukum dapat berjalan objektif dan menghasilkan putusan yang adil.

Untidar Kawal Proses Hukum Mahasiswa dan Alumni, Sidang Pertama Buka Peluang Restorative Justice

“Harapan kami sederhana, semoga proses ini menghasilkan putusan yang berkeadilan. Jika memang tidak terbukti bersalah, kami berharap Majelis Hakim berani memutuskan demikian. Yang terpenting, keputusan nantinya benar-benar mencerminkan keadilan,” pungkasnya.

Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi kedua mahasiswa dalam menjalani proses hukum yang berlangsung. Universitas juga memastikan dukungan akademik tetap diberikan, sehingga keduanya dapat melanjutkan dan menyelesaikan studi mereka hingga terdapat keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

 

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa dari tahun ke tahun. Sepanjang tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa penerima beasiswa di Untidar menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Pada tahun 2023, jumlah penerima beasiswa tercatat sebanyak 3.216 mahasiswa. Angka tersebut meningkat menjadi 3.602 mahasiswa pada tahun 2024, dan kembali melonjak pada tahun 2025 dengan total 4.602 mahasiswa penerima beasiswa. Capaian ini mencerminkan konsistensi Untidar dalam membangun sistem dukungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama antara Untidar dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun mitra eksternal. “Peningkatan jumlah penerima beasiswa tersebut didukung oleh beragam skema bantuan pendidikan yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, dunia usaha dan industri, lembaga filantropi, serta unit internal Untidar.” Imbuhnya.  

Hingga tahun 2025, Untidar mengelola dan menyalurkan 32 program beasiswa, di antaranya:

Nama Beasiswa

Instansi/Lembaga Pemberi Beasiswa

PIP Pendidikan Tinggi

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa ADik

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Bantuan Uang Kuliah Tunggal

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa Pendidikan Indonesia

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa Unggulan

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Beasiswa BAZNAS Kabupaten Kebumen

BAZNAS Kabupaten Kebumen

Beasiswa Bank Indonesia

Bank Indonesia

Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Rembang

Beasiswa BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

Beasiswa Pancakarsa bagi Pemuda Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

Beasiswa Bantuan Riset Bagi Talenta Riset dan Inovasi BRIN

BRIN

Bantuan Beasiswa Kepada Mahasiswa Tidak Mampu Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Temanggung

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi

Pemerintah Kota Magelang

Beasiswa PT. Charoen Pokphand Indonesia

PT. Charoen Pokphand Indonesia

Bantuan Biaya Buku Perkuliahan

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNTIDAR

Beasiswa PT Permodalan Nasional Madani

PT Permodalan Nasional Madani

Beasiswa BCA Finance

BCA Finance

Beasiswa Yayasan Kartika Jaya Cabang III Diponegoro

Yayasan Kartika Jaya Cabang III Diponegoro

Beasiswa BAMUIS

BNI

Bantuan UKT Bank Indonesia

Bank Indonesia

Beasiswa KORPRI Kab.Wonosobo

KORPRI Kab.Wonosobo

Bantuan Biaya Buku Perkuliahan

UPZ Untidar

Bantuan Biaya Pendidikan

BAZNAS Kota Magelang

Bantuan Beasiswa Skripsi UPZ Untidar

UPZ Untidar

Beasiswa Larizo

PT. Larizo Terang Djaja

Bantuan Uang Kuliah UPZ Untidar

UPZ Untidar

Beasiswa GANIDAR

Keluarga Alumni Untidar

Beasiswa Pemkab. Magelang

Pemkab. Magelang

Beasiswa RAJAWALI

Pemkab. Sumatra Barat

Beasiswa U-GO Scholarship

INOTEK Foundation

Program BESTARI Bacth 3 Tahun 2025

Yayasan Khouw Kalbe1

Beragam skema beasiswa tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi juga menjangkau mahasiswa dengan prestasi non-akademik, keterbatasan ekonomi, serta potensi kepemimpinan dan kontribusi sosial.

Dengan dukungan lintas sektor yang terus berkembang, Untidar optimistis dapat menjaga keberlanjutan peningkatan jumlah penerima beasiswa sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

 

KKN Bukan Sekadar “Pindah Tidur”, Pesan Penting Bagi Mahasiswa KKN Untidar Periode Januari 2026

Magelang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) melalui Pusat Layanan (Kuliah Kerja Nyata) KKN memberikan pembekalan kepada 476 mahasiswa peserta KKN Periode Januari–Februari 2026 sebelum diterjunkan ke masyarakat, pada Jumat (2/1) di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono. Sebanyak 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi kegiatan ini.

Pembekalan menjadi tahap penting untuk menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan tinggal sementara di desa atau “pindah tidur”, melainkan proses belajar sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa dibekali pemahaman etika, kepemimpinan, serta kemampuan menyusun program kerja yang berdampak dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala LPPM, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dalam sambutannya ia menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya bagi mahasiswa. ”Ada berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum terjun ke desa, mulai dari membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, memahami perbedaan biaya hidup di tiap wilayah, hingga menghitung kebutuhan secara rasional dengan tetap menghormati kearifan lokal.” Sebutnya.

Program KKN juga harus disusun berbasis permasalahan yang ada di desa, selaras dengan tema lingkungan, dikerjakan secara kolaboratif lintas disiplin ilmu, serta menjunjung tinggi etika, baik dalam interaksi langsung maupun dalam pembuatan konten.

Pembekalan KKN dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Suyitno. Dalam arahannya, Prof. Suyitno berpesan agar mahasiswa bersikap dewasa dan menikmati masa-masa KKN.

Selama pembekalan, mahasiswa mengikuti berbagai sesi materi, antara lain etika dan perilaku mahasiswa KKN, strategi penyusunan program KKN berdampak, pemetaan permasalahan desa, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual (PPKS), bahaya stunting dan upaya pencegahannya di Jawa Tengah, penguatan kepemimpinan mahasiswa yang etis dan tangguh mental, hingga praktik penyusunan program kerja KKN. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.

Para mahasiswa KKN akan diterjunkan ke 43 desa dan kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Bantul, Kebumen, Purworejo, serta Kota Magelang.

Melalui pembekalan ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KKN sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang bermakna. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap persoalan desa, beretika dalam bertindak, serta berkontribusi melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis: Riza Ayu Kristiani

Editor: Danu Wiratmoko

Rektor Untidar Tekankan TIDAR VALUE dalam Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat

Magelang – Universitas Tidar melaksanakan Pengambilan Pelantikan dan Sumpah/Janji Pejabat di lingkungan Universitas Tidar yang berlangsung di Ruang Multimedia, Kampus Tuguran, pada Selasa (30/12).

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., membacakan naskah pelantikan serta pengambilan sumpah/janji jabatan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing pejabat yang dilantik dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah/janji jabatan dan pakta integritas oleh para pejabat yang dilantik.

Pejabat yang dilantik dalam kegiatan tersebut berjumlah lima orang, yang terdiri atas dua pejabat fungsional tenaga kependidikan, dua dosen dengan tugas tambahan, dan jabatan administrator. Adapun pejabat fungsional yang dilantik yaitu Giovanni Saputro Cahyo W., S.E., dan Andi Setiawan, S.E., sebagai Analisis Pengelolaan Keuangan APBN Ahli Pertama di Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum (BPKU).

Sementara itu, dosen dengan tugas tambahan yang dilantik adalah Atika Nur Hidayah, S.Hum., M.Sc., sebagai Koordinator Program Studi S1 Pariwisata Periode Tahun 2025-2027, dan apt. Fania Putri Luhurningtyas, S.Farm., M.Si., sebagai Ketua Jurusan Gizi, Teknologi Pangan, dan Farmasi Periode Tahun 2025-2027.

Selain itu, Sopii, S.Ag., M.M., turut dilantik sebagai Kepala Bagian Umum Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Universitas Tidar.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan dan doa bagi seluruh pegawai, baik yang sedang memulai pengabdian maupun yang telah menyelesaikan tugasnya, agar setiap langkah yang dilakukan membawa kebaikan dan keberkahan.

“Mudah-mudahan semua langkah apapun yang sudah dilakukan untuk Untidar, semua menjadi amal untuk kebaikan kita bersama. Tentu saja kami doakan baik yang sedang memulai karirnya dan juga yang sudah mengakhiri kinerjanya, pengabdiannya di Untidar juga, dan kita semuanya yang masih bekerja di sini diberikan kesehatan lahir dan batin untuk menjalankan kegiatan kita, dan semuanya menjadi amal ibadah kita yang diterima Allah SWT.” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai TIDAR value dalam pelaksanaan tugas bagi para pegawai agar satu tujuan.

“Apapun posisinya, kita tunaikan kewajiban kita, tugas kita dengan sebaik-baiknya, dengan semangat Tidar Value, yaitu Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif dan Responsif. Itu harus menjadi tugas kita bersama, supaya kita satu tujuan, satu langkah, dan tentu kita saling membawa satu dengan yang lain untuk keinginan yang baik bagi kita semua.” Pungkasnya.

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan doa, sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh pejabat yang dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat dan pegawai yang dilantik oleh Rektor Untidar beserta para pimpinan dan tamu undangan yang hadir.

Melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia guna mendukung pencapaian visi dan misi Untidar ke depan.

Penulis : Aghna Nur Shabrina

Editor : Humas Untidar

 

Untidar Integratif: Perkuat Disiplin ASN dan Digitalisasi Penilaian Kinerja

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan sosialisasi disiplin dan pengelolaan aplikasi penilaian kerja dalam rangka penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Untidar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, pada Senin (23/12).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni Adi Sulistyo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Tetya Dwiamaneva Desyamria, S.H. selaku Anggota Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Fadhly, S.Kom. selaku Ketua Tim Sistem Informasi dan Kinerja; serta Rifky Zulfikar, S.Kom. selaku Anggota Tim Sistem Informasi dan Kinerja.

Dalam laporan kegiatan, Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., melaporkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak ratusan peserta yang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, serta ASN di lingkungan UntidarIa menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di perguruan tinggi.

“Saya melaporkan hal-hal terkait dengan kegiatan ini, dihadiri sebanyak 643 orang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, dan tenaga non ASN. Jadi tidak ada pegawai yang ketinggalan untuk ikut serta dalam sosialisasi ini, yang tentu kita perlukan dan sangat penting untuk pendukung pelayanan.” Jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan sistem penilaian kinerja berbasis digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi penilaian kinerja ASN.

“Selama ini e-SKP masih dilakukan secara manual. Mudah-mudahan dengan e-SKP digital ini menjadi lebih mudah, lebih pintar, dan lebih terintegrasi dalam mendukung kinerja dosen dan tenaga kependidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum refleksi bersama bagi seluruh ASN Untidar dalam memahami kembali hakikat sebagai abdi negara.

“Ini suatu kesempatan yang baik bagi kita semuanya sebagai seorang abdi negara yang berada di institusi Universitas Tidar. Mungkin memang harus sering-sering diingatkan karena warna manusia memang suka berubah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN, sekaligus bentuk tanggung jawab moral kepada institusi dan masyarakat.

“Kalau memang salah jangan diberi pembenaran, kalau yang baik jangan lupa diberi penghargaan. Ada ketentuan jam kerja, ada ketentuan produktivitas, dan semua itu harus kita patuhi,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi disiplin ASN (PNS dan PPPK) oleh Tim Disiplin ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta sosialisasi DiktiHR dan e-SKP oleh Tim Sistem Informasi dan Kinerja ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek. Materi mencakup ketentuan disiplin, mekanisme penilaian kinerja, serta pentingnya integrasi data dalam sistem digital.

Melalui kegiatan ini, Untidar meneguhkan komitmen integratif dalam membangun manajemen ASN yang profesional, taat aturan, dan berbasis sistem digital guna mendukung tata kelola universitas yang akuntabel dan berkelanjutan.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

Untidar Aktif Sambut Kunjungan Edukatif SMA Negeri 1 Banguntapan

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sebanyak 250 siswa dan guru pendamping hadir dalam kunjungan edukatif yang dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Senin (22/12).

Hadir mewakili Untidar, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK), Drs. Giri Atmoko, M.Si; Kepala Bidang Kemahasiswaan, Wahyu Andriyanto, S.A.P; Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko; Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, MCC; dan Staff Humas Untidar.

Dalam sambutannya, Kepala BAKK menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Untidar serta berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bersama.

“Selamat datang, semoga kunjungan hari ini memberikan manfaat bagi kita semua. Kami berterima kasih karena sudah mendapatkan kepercayaan. Dari kunjungan ini tentunya banyak keuntungan dan manfaatnya.” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun Untidar tergolong sebagai perguruan tinggi yang masih berkembang, capaian prestasi non akademik terus menunjukkan peningkatan.

“Untidar ini masih baru berkembang, tentunya berkembang sangat pesat sekali, walaupun masih tergolong baru, namun prestasi-prestasi dari bidang kemahasiswaan cukup berkembang pesat, dan sudah terakreditasi unggul,” tambahnya.

Plh. Kepala SMA Negeri 1 Banguntapan, Sutrisna, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kunjungan ke Untidar yang bertepatan dengan momentum istimewa Hari Ibu, seraya berharap kegiatan ini menjadi awal perjalanan baik bagi para siswa dalam mengenal dunia perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan kunjungan ke Untidar pada tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan Hari Ibu. Semoga kegiatan di hari yang bersejarah ini menjadi momentum yang baik dan membawa manfaat bagi anak-anak kami dalam menyiapkan masa depan pendidikannya,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat oleh masing-masing secara simbolis.

Sesi materi dibawakan oleh Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., yang memaparkan materi terkait pengenalan Universitas Tidar, mulai dari pilihan program studi, fasilitas kampus, hingga capaian-capaian prestasi Universitas Tidar dan beasiswa untuk menunjang kesempatan siswa untuk melanjutkan studi di Untidar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan antusias, mencerminkan ketertarikan tinggi para siswa terhadap informasi dunia perguruan tinggi dan Untidar.

Salah satu peserta, Rajendra Elnakhlah Ifthah Muhammad memberikan kesan positif setelah mengikuti kegiatan. “Saya jadi lebih mengenal Untidar. Dan untuk universitasnya juga bukan universitas biasa, itu banyak program studi unggulan, banyak peminatnya dan bagus lah.” Pungkasnya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

 

Pelaksanaan Wisuda Untidar ke-72 Hadirkan Kisah Tangguh Wisudawan Berprestasi

Magelang – Universitas Tidar menggelar prosesi Wisuda untuk jenjang Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-72 Tahun 2025 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman No. 39, Magelang, Sabtu (13/12).

Wisuda kali ini diikuti sebanyak 425 lulusan dari 18 program studi dan 5 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melalui sambutannya menyampaikan, semakin banyak mahasiswa berasal dari berbagai penjuru nusantara. “Ini berarti bahwa Universitas Tidar sudah dikenal di penjuru Indonesia dan kita patut bangga. Ananda adalah bukti keberagaman lintas budaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Sugiyarto menegaskan bahwa keberagaman tersebut harus dapat dimanfaatkan sebagai jaringan untuk kolaborasi lintas budaya, serta disiplin ilmu. 

Selaras dengan visinya sebagai universitas yang unggul berbudaya, Prof. Dr. Sugiyarto mengharapkan para wisudawan dapat terus memegang budaya TIDAR (tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif) yang berlandaskan nilai-nilai budaya luhur. 

“Universitas Tidar menapaki langkahnya dengan filosofi kuat: Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Ini berarti, lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dan berperilaku,” tegasnya. 

Dengan bangga, Untidar juga mengukuhkan 22 wisudawan dengan pujian, salah satunya Dias Rizki yang menjadi wisudawan terbaik pada periode ini. Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi dengan IPK 3,87 dan lama studi 3 tahun 9 bulan 10 hari itu merupakan putra pertama dari keluarga sederhana di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Dias Rizki, menyampaikan sambutan yang sarat rasa syukur dan perjuangan keluarga. Ia mengungkapkan makna wisuda yang tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga kemenangan bagi orang tuanya.

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Meskipun Ayah dan Ibu tidak berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, dari merekalah saya belajar tentang arti perjuangan, ketulusan, dan pantang menyerah. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayah, Bapak Hanudin, atas kerja keras dan doa yang tulus, serta kepada Ibu Nani Pujiatun, atas kasih sayang dan pengorbanan tiada henti.” Ungkapnya penuh haru.

Perjalanan kuliah Dias ditempuh dengan penuh pengorbanan. Ayahnya bekerja sebagai penjual sate keliling dan tidak menamatkan pendidikan dasar, sementara ibunya, lulusan SMP, bekerja sebagai TKW di Taiwan sejak Dias duduk di bangku kelas 11 SMA. Ibunya bahkan pulang mengambil cuti hanya untuk menghadiri momen wisuda putra sulungnya. 

Ketika tidak lolos KIPK, Dias tetap melanjutkan kuliah dengan biaya yang ditanggung ibunya. Untuk meringankan beban keluarga, sejak semester 3, ia bekerja sebagai penjaga warung pecel lele hingga mengajar di beberapa bimbel seperti Savana Course, Bimbel Hilmi, dan Ruangguru Magelang. Ia mengajar biologi untuk SMA dan IPA SMP. “Pernah dalam satu hari saya kuliah, lalu mengajar di dua bimbel sekaligus sampai malam. Cukup capek, tapi senang karena dapat uang dari usaha sendiri,” tuturnya.

Di tengah proses menjelang wisuda, Dias lolos beasiswa wirausaha satu tahun dari TJSL PT. Pegadaian yang bekerja sama dengan Young Entrepreneur Academy (YEA). Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta tempat tinggal selama enam bulan pelatihan di Bandung dan Cimahi. Program tersebut mendorongnya mengembangkan usaha kuliner, hingga kini ia bersama empat rekannya membuka outlet bakso dengan diferensiasi bakso kuah keju, yang baru berjalan sepekan.

“Setelah enam bulan masa pelatihan selesai, saya akan kembali ke kota asal dan membuka outlet baru. Kemungkinan di Yogyakarta, Semarang, atau Magelang,” ujarnya. Rencana ini menjadi langkah besar Dias dalam membangun kemandirian ekonomi pasca lulus.

Meski semakin aktif di dunia bisnis, Dias tetap memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan. Ia terlibat dalam penelitian dan pengabdian bersama dosen, menghasilkan beberapa publikasi ilmiah. Ke depan, setelah usaha berjalan stabil, ia berencana melanjutkan pendidikan ke PPG atau S2.

Orang tua Dias berharap putra mereka dapat hidup lebih baik dan menjadi panutan bagi adiknya. “Harapannya bisa mengamalkan semua ilmu yang didapat, menjadi bekal panutan bagi adik saya. Tentunya ingin melihat saya berhasil dan sukses, jangan sama seperti orang tua saya.” Ungkapnya.

Dengan tekad, usaha, dan prestasi yang konsisten, Dias Rizki menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untidar bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk meraih pendidikan tinggi dan menghadirkan perubahan bagi keluarga.

Sementara itu, pada periode ke-72 ini, Untidar juga mendapatkan mahasiswa dengan masa studi cepat, yakni 3 tahun, 6 bulan, 22 hari. Perolehan masa studi tersebut diraih oleh Asti Giri Anjani, mahasiswi program studi S-1 Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Untidar.

Gadis asal Wonogiri kelahiran 24 Januari 2003 tersebut mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya merupakan wisudawan tercepat. Meski begitu, ia mengaku jika telah mempersiapkannya sejak lama.

“Saya cukup bersyukur, ya. Tadinya sempat tidak menyangka, tapi kalau dipikir kembali mungkin ini adalah buah dari proses yang sudah saya rencanakan sebelumnya,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa yang juga aktif berorganisasi, hal tersebut tidak lantas membuat Asti mengesampingkan perkuliahannya. Bagi Asti, menyelesaikan kuliah merupakan tujuan utamanya untuk meringankan beban orang tua. Begitu pula dengan konsistensi mengerjakan skripsi, Asti mengungkap jika ruang dan waktu bukanlah penghalang dan alasan untuk ia menunda-nunda.

“Hal yang paling berkesan selama penyusunan skripsi yang agak cepat ini, saking saya mengejar tenggat, saya pernah mengerjakan skripsi di tempat-tempat yang tidak terduga seperti ruang tunggu, bahkan di sela-sela perjalanan pulang pun saya sempatkan untuk mengebut skripsi saya,” bebernya pada tim humas Untidar.

Kelulusannya yang selangkah jauh lebih cepat dibandingkan teman-temannya ini pun tidak pantas membuat Asti menjadi tinggi hati. Pemilik skripsi bertajuk “Tinjauan Yuridis Atas Tindak Pidana Pelaku Residivis Sebagai Perantara (Studi Putusan Nomor 2/Pid. Sus- An Skr)” merasa jika salah satu pengaruh positif terbesar yang menjadi sumber semangat dan rasa syukurnya dalam menyelesaikan skripsi adalah kebersamaan dan dukungan dari teman-teman serta dosen-dosen yang mengampunya. Ia juga percaya, bahwa teman-teman seperjuangannya pun dapat meraih hal yang sama.

“Tidak hanya saya, tetapi saya yakin teman-teman juga pasti bisa asalkan teman-teman konsisten, percaya terhadap proses, dan memaknai setiap langkah kecil yang teman-teman tempuh. Saya yakin langkah kecil yang konsisten tersebutlah yang mampu membawa teman-teman selangkah lebih cepat menuju kelulusan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Asti mengaku jika ilhamnya dalam menulis skripsi terkait tinjauan yuridis tindak pidana pelaku residivis anak tersebut datang atas simpatinya terhadap ketidakadilan. Melalui skripsinya, Asti menyoroti banyaknya kasus narkotika yang menyeret dan memanfaatkan anak sebagai perantara narkotika sehingga ditetapkan menjadi residivis. 

“Sekarang kan banyak, ya, kasus narkotika yang memanfaatkan anak-anak sebagai perantara, karena mereka dilindungi hukum. Mirisnya, mereka juga pada akhirnya ditetapkan sebagai residivis, padahal mereka sebenarnya juga korban dan memiliki hak atas hukum,” pungkasnya. 

Penulis: Humas Untidar

Fisipreneur 2025 Puncak Kreativitas dan Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa FISIPOL Untidar

Magelang – Universitas Tidar melalui Gugus Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) menggelar Fisipreneur 2025, sebuah rangkaian kegiatan final showcase mata kuliah kewirausahaan yang menghadirkan karya, inovasi, serta praktik bisnis mahasiswa. Acara ini berlangsung meriah di halaman FISIPOL Untidar, Jumat (5/12), dan menjadi puncak dari pembelajaran teori kewirausahaan pada semester sebelumnya dan praktik kewirausahaan pada semester berjalan.

Sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap hasil pembelajaran, Fisipreneur 2025 memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menjual produk, mempromosikan jasa, serta mempresentasikan model bisnis yang telah mereka kembangkan selama satu semester. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh panitia dari lingkungan FISIPOL, salah satunya Ibda Fikrina Abda, S.I.P., M.I.Kom., yang bertugas sebagai panitia penyelenggara.

Dalam penyelenggaraannya, Fisipreneur 2025 tidak hanya berfokus pada expo produk mahasiswa, tetapi juga melibatkan rangkaian kompetisi. Terdapat 60 tim peserta yang mengikuti lomba Business Innovation, yaitu pembuatan video kreatif untuk memperkenalkan produk dan jasa. Dari kompetisi ini, dipilih 9 peserta terbaik yang kemudian mengikuti sesi offline pitching di hadapan juri pada hari pelaksanaan.

Selain itu, terdapat pula lomba Creative Booth, di mana setiap kelompok berkompetisi menampilkan kreativitas dalam menata dan mempresentasikan booth mereka. Adapun total booth yang tersedia adalah 30 stand, dengan masing-masing stand ditempati oleh dua kelompok mahasiswa sehingga mencapai sekitar 60 peserta.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap capaian mahasiswa, Fisipreneur 2025 juga mengumumkan para pemenang kompetisi, yaitu:

Daftar Pemenang Pitching Business Innovation

Nama Kelompok

Juara

Barkos Magelang

1

Jive Creative

2

Ritoloka

3

Daftar Pemenang Juara Creative Booth

Nama Kelompok

Juara

Cleancling

1

Ritoloka

2

Sway Ra Jamu

3

 

Kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa FISIPOL dari program studi Ilmu Komunikasi, Hukum, dan Ilmu Administrasi Negara. Gugus Kemahasiswaan FISIPOL berperan sebagai fasilitator penuh bagi mahasiswa dalam menampilkan kemampuan kewirausahaan mereka.

Pada kesempatan tersebut, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A., Plt. Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, memberikan sambutan mewakili pimpinan fakultas. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim panitia, beserta mahasiswa yang terlibat aktif dalam penyelenggaraan Fisipreneur 2025.

Beliau juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan FISIPOL. “Semoga Fisipreneur pertama ini dapat menjadi pembuka bagi pelaksanaan berikutnya yang lebih meriah. Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi nilai, tetapi benar-benar menjadi ruang mahasiswa mempraktikkan bisnis bahkan hingga berlanjut setelah acara,” ujarnya.

Sebagai panitia, Ibda Fikrina Abda, S.I.P., M.I.Kom. menegaskan bahwa Fisipreneur 2025 hadir sebagai wadah praktis dalam menerapkan materi kewirausahaan. Ia berharap kegiatan tahun berikutnya dapat berjalan lebih serius, lebih meriah, dan dapat mendorong mahasiswa untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan. “Tidak hanya untuk memenuhi tugas mata kuliah dan mendapatkan nilai A, tetapi juga benar-benar mempraktikkannya hingga bisnis mereka berlanjut setelah acara,” ujar Ibda.

Fisipreneur 2025 menjadi bukti komitmen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untidar dalam menumbuhkan budaya kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengalami langsung proses bisnis mulai dari perencanaan, pembuatan produk, promosi, hingga interaksi dengan pelanggan.

Dengan antusiasme mahasiswa dan dukungan pimpinan fakultas, Fisipreneur 2025 diharapkan menjadi wadah berkelanjutan untuk melahirkan wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan siap bersaing dalam dunia industri.

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar