Panitia Pusat UTBK Untidar Ungkap Kecurangan Peserta Ujian

Panitia Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar menggelar konferensi pers terkait temuan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK tahun 2026, Rabu (29/4) di Ruang Rapat Lantai 4, Gedung Rektorat Sidotopo.

Peristiwa, Selasa, 28 April 2026 pada sesi ke-16 (siang) di Pusat UTBK Untidar. Kecurigaan bermula dari kecurigaan pengawas ruangan dalam mengamati perilaku salah satu peserta yang dinilai tidak wajar.

Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM., menjelaskan kronologi awal temuan tersebut dalam konferensi pers.

“Pengawas ruangan bersama Operator TIK melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan dari salah satu peserta. Sesekali memegang telinga dan mengamati atau melihat ke arah pengawas,” ungkapnya.

Karena dinilai mencurigakan, peserta tersebut kemudian menjadi “perhatian khusus” selanjutnya dilaporkan ke Penanggung Jawab Lokasi (PJL). Laporan dari pengawas kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam.

“Dilaporkan dan kemudian saat itu dilakukan pengamatan yang mendalam terhadap peserta ini. Ketika dicek lebih teliti ditemukan alat bantu dengar yang dipasangkan di telinga,” lanjutnya.

Temuan tersebut tidak berhenti disitu. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, panitia menemukan benda lain berupa handphone dan sebuah kotak yang dilengkapi sejenis kartu elektronik/chip yang dicover seperti kartu hotel.

“Nah kemudian dilakukan lebih detail lagi, ternyata di tubuhnya ditemukan HP dan juga tadi semacam ini, kotak ini yang hitam. Kita juga enggak tahu fungsinya bagaimana, memakainya seperti apa,” jelas Prof. Suyitno.

Seluruh barang bukti kemudian diamankan oleh panitia, sementara peserta tetap diminta melanjutkan ujian hingga selesai, meskipun waktunya mengalami penyesuaian dan keterlambatan akibat proses pemeriksaan.

“Peserta kita minta melanjutkan tes UTBK sampai selesai, meski sempat terjeda saat petugas melakukan pendalaman pemeriksaan,” ujarnya.

Setelah ujian selesai, panitia yang terdiri dari PJL, koordinator Monitoring dan Evaluasi (monev), serta koordinator TIK melakukan pendalaman kasus dan menyusun berita acara resmi.

“Semua catatan kecurangan sudah ditulis di berita acara itu dan yang bersangkutan juga mengakui itu barangnya. Artinya kan sudah dipastikan dia melanggar aturan yang ditetapkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Suyitno menjelaskan bahwa seluruh prosedur standar sebenarnya telah dijalankan, termasuk proses sterilisasi menggunakan metal detector sebelum peserta memasuki ruang ujian maupun mengamati gerak-gerik peserta.

“Para pengawas dari awal telah kami berikan arahan tidak hanya memeriksa berdasar metal detector, tapi juga perlu mengamati gerak-gerik peserta secara detail lagi selama pelaksanaan ujian,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, belum dapat dipastikan apakah peserta bertindak sendiri atau merupakan bagian dari jaringan tertentu. Terkait tindak lanjut, Pusat UTBK Untidar telah melaporkan kasus ini kepada panitia pusat UTBK dan saat ini masih menunggu arahan lebih lanjut.

“Kami bagian dari panitia pusat UTBK, sehingga langkah selanjutnya menunggu arahan dari pusat,” tambahnya.

Kasus ini menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan panitia UTBK Untidar tidak hanya terletak pada kesiapan teknis, tetapi juga pada ketelitian dalam mengenali potensi kecurangan di lapangan.

Melalui kejadian ini, Untidar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan sistem pengawasan serta menjaga integritas pelaksanaan UTBK agar berjalan secara jujur, adil, dan transparan.

Penulis : Aghna

Editor : Humas Untidar

Untidar Diundang Paparkan Pengembangan Getuk Higienis Dalam Konferensi Internasional Bidang Teknologi Pangan di Belgia

Upaya-upaya untuk mempelajari, mengembangkan, dan mengenalkan potensi lokal terus dilakukan oleh dosen dan peneliti Universitas Tidar. Pada pertengahan bulan April 2026 ini, Untidar diundang untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di forum 14th biennial FOODSIM’2026 di Universitas Katolik Leuven (KU Leuven) Belgia.

Konferensi internasional yang dihadiri oleh puluhan ilmuwan dunia di bidang teknologi pangan in bertempat di kampus KU Leuven kampus Ghent pada tanggal 15-17 April 2026.

Untidar yang tergabung dalam konsorsium FIND4S mengirimkan 2 dosen sebagai penyaji dalam konferensi ini setelah makalah keduanya lolos review yang dilakukan oleh penyelenggara. FIND4S adalah proyek penguatan kapasitas perguruan tinggi untuk keberlanjutan sistem pangan berbasis data yang dilakukan oleh konsorsium 7 perguruan tinggi di Jawa Tengah dan 4 Perguruan Tinggi di Eropa.   Ketujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah tersebut adalah Universitas Diponegoro, Universitas Tidar, Universitas Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas PGRI Semarang, dan Universitas Nasional Karang Turi. Sedangkan 4 perguruan tinggi dari Eropa adalah KU Leuven(Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Católica Portuguesa (Portugal), dan Hochschule Anhalt (Jerman). Proyek ini didanai oleh Erasmus+. Delegasi Untidar menjadi penyaji bersama dengan 6 anggota konsorsium perguruan tinggi dari Jawa Tengah lainnya.

Penyaji dari Untidar yang pertama adalah Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM, dosen S1 Teknik Mesin yang juga merupakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama. Suyitno mempresentasikan makalahnya yang berjudul “Pengembangan Proses Higienis Singkong Lumat Tradisional dari Magelang (Getuk Magelang)”. Makalah yang disajikan membahas tentang pengembangan mesin pembuat getuk higienis satu siklus (one-cycle hygienic getuk production machine). Magelang yang kaya akan tanaman pangan memiliki getuk sebagai makanan khasnya. Akan tetapi selama ini getuk yang ada masih diproses dengan cara tradisional. Singkong dikupas, dikukus, dilumatkan, dan dibentuk secara manual dan diproses secara terpisah-pisah. Ini memperbesar peluang tercemarnya makanan yang dihasilkan.

Seiring dengan berkembangnya kawasan Magelang, proses modernisasi diperlukan untuk meningkatkan kualitas produksi getuk. Apalagi dengan adanya Candi Borobudur yang menarik minat wisatawan, termasuk wisatawan manca negara, getuk diharapkan dapat menjadi oleh-oleh unggulan yang sehat dan awet. Hal ini yang mendasari pengembangan mesin produksi getuk satu siklus.

“Dengan mesin produksi getuk satu siklus, getuk dapat dihasilkan tanpa harus berpindah tangan atau tempat. Sistem kerja mesin ini adalah dengan memasukkan singkong yang sudah dikukus ke dalam mesin. Mesin akan memprosesnya menjadi gilingan kasar, kemudian diteruskan menjadi adonan lembut, diwarnai dan diberi perasa, kemudian dipotong-potong hingga siap untuk dikemas. Semua dilakukan tanpa ada pengulangan siklus dan kontak manual. Dengan demikian, getuk yang dihasilkan akan lebih higienis”, papar Suyitno.

Penyajian makalah ini mendapatkan sambutan yang baik dari peserta konferensi lainnya. Bahkan, delegasi Untidar berkesempatan membagi-bagi getuk yang dibawa dari Magelang kepada peserta konferensi dari berbagai negara.

Suyitno kembali menjelaskan bahwa makalah ini ditulis berdasarkan hasil riset kolaborasi antara S1 Teknik Mesin dengan S1 Teknologi Pangan Untidar. Selain Suyitno, tim riset terdiri dari Cahyo Wibi Yogiswara dan Ikhwan Taufik dari Teknik Mesin, serta M. Iqbal Fanani Gunawan, Alifa R. Faradiani, Nabila F. Iskandar, dan Arum S. Dewi dari prodi Teknologi Pangan.

Selain presentasi tentang pengembangan produksi getuk higienis oleh Suyitno, satu lagi dosen Untidar juga berkesempatan menyajikan makalah di 14th biennial FOODSIM’2026 ini. M. Iqbal Fanani Gunawan menyajikan masalah tentang pemanfaatan kulit kopi untuk kombucha.

Penulis : Laila Alfizanna

Hari Pertama UTBK-SNBT 2026 di Untidar Berjalan Lancar, Tidak Ada Kendala Teknis

Hari pertama penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Tidar berjalan dengan lancar, Selasa (21/04). Sejumlah 1.032 peserta menyelesaikan ujian sesuai dengan jadwal tanpa adanya kendala teknis.

“Pada hari pertama ini, 1.032 peserta hadir dan mengikuti ujian dari 1.060 peserta yang sudah terdaftar ujian. Jadi ada sekitar 28 peserta yang tidak hadir,” jelas Dr. Megita Dwi Pamungkas, S.Pd., M.Pd., Koordinator Pelaksana UTBK Untidar 2026.

Penyelenggaran ujian di Pusat UTBK Untidar dilaksanakan mulai 21 – 29 April 2029. Ujian terdiri dari 17 sesi dimana dalam 1 hari dilaksanakan 2 sesi ujian yaitu sesi pagi dan siang. Kuota peserta masing-masing sesi yaitu 530 peserta jadi dalam 1 hari ada 1.060 peserta yang terdata akan mengikuti UTBK.

“Pusat UTBK Untidar menyediakan kuota 10.600 peserta UTBK namun hanya terisi 8.718 peserta sehingga penyelenggaran tidak full sampai tanggal 30 April 2026 sesuai jadwal di Panitia SNPMB, di Untidar hanya sampai tanggal 29 April 2026,” tambahnya.

Kepala UPA TIK, Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM. sebelumnya Tim IT sudah menyelenggarakan uji coba sistem serta merubah cara booting sistem di perangkat yang akan digunakan.

“Setiap perangkat atau komputer akan melakukan booting sistem dari USB dan FD (Flashdisk/USB Flash Drive) untuk menghindari aplikasi yang ditanam pada PC atau computer yang digunakan untuk UTBK,” jelasnya.

Pada tahun sebelumnya ditemukan aplikasi yang sudah ditanam pada memori lokal perangkat computer yang digunakan untuk UTBK. Aplikasi ini semacam aplikasi perekam sehingga aktivitas peserta UTBK saat melaksanakan ujian. Untuk menghindari ini maka disiasati dengan booting sistem bukan mengambil dari memori komputer namun dari USB.

“Masing-masing komputer memiliki 1 USB jadi ada kurang lebih 530 USB yang digunakan untuk melakukan booting sistem pada setiap computer yang digunakan peserta UTBK di Untidar,” tambahnya.

Rasyad Ali dan Rajif dari SMA Taruna Nusantara membagi pengalamannya melaksanakan ujian hari pertama di Pusat UTBK Untidar.

“Deg-deg-an tapi lega karena beban sudah hilang dan tinggal menunggu hasil,” tutur Rajif.

Tips dari Rasyad, bagi peserta hari berikutnya untuk dapat memperhitungkan waktu dalam mengerjakan soal. Untuk persiapan bisa memperdalam soal-soal tahun lalu dan sering mengerjakan soal-soal try out karena membantu dalam mengerjakan soal pada UTBK.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Universitas Tidar Gelar Wisuda Periode April Tahun 2026, Unyil dan Zidan Jadi Wisudawan Terbaik

Universitas Tidar menyelenggarakan prosesi wisuda bagi lulusan program Sarjana, Sarjana Terapan dan Ahli Madya pada periode April Tahun 2026, Sabtu (11/04) di Gedung dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran.

Untidar menapaki langkahnya sebagai perguruan tinggi negeri dengan filosofi kuat: “Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Artinya keunggulan akademik dan non-akademik adalah fokus utama kita. Namun, keunggulan tersebut harus dilandasi oleh nilai-nilai budaya luhur, terutama yang tumbuh di kancah peradaban Magelang dan Nusantara.

“Lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dalam berperilaku,” tutur Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si, pada sambutannya.

Selain itu Rektor juga berharap hari “wisuda” merupakan titik penting perjalanan akademik.

“Sebuah momentum yang bukan hanya menandai akhir dari proses belajar di bangku kuliah, tetapi juga awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.

Wisuda Untidar ke-73 ini meluluskan 528 wisudawan yang terdiri dari 511 program Sarjana, 7 Sarjana Terapan dan 10 Ahli Madya. Dari seluruh wisudawan sebanyak 24 wisudawan lulus dengan gelar Cumlaude atau dengan pujian.

Seperti pewisudaan sebelumnya, Untidar memberikan penghargaan kepada 10 mahasiswa yaitu 5 wisudawan terbaik akademik dan 5 wisudawan terbaik non akademik.

Septiawan Puji Trianto, wisudawan dari Prodi Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menjadi Wisudawan Terbaik Akademik. “Unyil” panggilan akrabnya meraih IPK 3,91 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 9 Hari.

“Kuliah itu utamanya ya akademik. Walau kuliah sambil kerja dan organisasi semua bisa dilaksanakan bersamaan dengan cara membuat skala prioritas,” ujar Unyil.

Wisudawan asal Danasari, Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini prestasi menjadi wisudawan terbaik ini merupakan kesempatan untuk “menaikkan derajat” orang tua.

“Aku dari keluarga yang kurang mampu, kalau bukan sekarang kapan lagi mau menaikkan derajat atau membanggakan mereka, mau kapan lagi. Ada orang tua dan keluarga lain yang bergotong royong mendukung saya sampai bisa kuliah bahkan lulus saat ini,” jelasnya.

Putra bapak Abdul Manaf dan Ibu Rumini ini ingin membuktikan putra dari seorang “bakul pindang” juga bisa sukses.

Pada saat menyampaikan sambutan sebagai wakil wisudawan, Unyil membuat permintaan khusus kepada Rektor.

“Ke Magelang naik sepeda, Jangan lupa membeli pita. Untuk bapak Rektor yang mulia. Boleh kah saya meminta beasiswa S2?,” pungkasnya saat menyampaikan sambutan disambut riuh suara dan tepuk tangan dari rekan wisudawan serta orang tua wisudawan.

Zidan Rizka Alhafidz, wisudawan dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mendapat penghargaan menjadi wisudawan terbaik non akademik. Zidan memiliki sejumlah prestasi di lingkup artikel ilmiah, jurnal ilmiah dan olimpiade mahasiswa.

Zidan lulus dengan IPK 3,83 dengan masa studi 3 Tahun 5 Bulan 11 Hari. Yang menarik Zidan lulus tanpa skripsi atau menggunakan jalur artikel ilmiah sebagai pengganti skripsi.

“Judul artikel ilmiahnya Development of Teaching Materials for Popular Scientific Articles Using Contextual Approach for Grade VIII Students lolos publikasi di jurnal Sinta 3,” jelas wisudawan asal Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini.

Putra bapak Istar Khoirudin dan Ibu Sunarni Kusmiatun ini mengaku sudah mulai merancang karya ilmiahnya mulai semester 6.

“Saat ada info dari jurusan bisa mengganti skripsi dengan artikel ilmiah, mulailah saya menyusun strategi. Bahkan saya memanfaatkan lokasi PPL (Praktek Pengalaman lapangan) sekaligus untuk mencari data pendukung jadi selesai PPL bisa langsung mengolah data,” lanjutnya.

Senada dengan Unyil, bahwa prestasi wisudawan terbaik ini merupakan persembahan untuk kedua orang tuanya. Tidak bisa dipungkiri selama mengkuliahkannya di Untidar pastinya banyak perjuangan yang mungkin tidak ditunjukan.

“Yang jelas bisa membanggakan orang tua, ini tujuan utama dari awal perkuliahan. Dan ternyata sekarang bisa jadi wisudawan terbaik,” pungkasnya.

Baik Septiawan “Unyil” dan Zidane juga mempunyai impian atau tujuan yang sama setelah lulus yaitu menjadi dosen/pengajar.

 

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Eksplorasi Edukatif Siswa MAN Purworejo dalam Kunjungan Akademik ke Untidar

Universitas Tidar menerima kunjungan akademik dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo dalam rangka kegiatan field study,Senin (6/4). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) H.R. Suparsono dan diikuti oleh 336 siswa kelas XI beserta pendamping.

“Untidar membuka kesempatan luas bagi calon mahasiswa melalui berbagai jalur penerimaan, baik berdasarkan prestasi maupun melalui tes setiap tahunnya. Sehingga, penting bagi calon mahasiswa untuk memahami sistem seleksi masuk perguruan tinggi secara detail agar dapat mempersiapkan diri dengan optimal. Harapannya, kunjungan ini dapat memberi gambaran Untidar sebagai pusat kegiatan akademik serta memahami pengembangan fasilitas yang telah dikembangkan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan,” tutur Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK) Untidar, Bapak Drs. Giri Atmoko, M.Si. dalam sambutannya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video profil Untidar dengan menyajikan informasi mengenai profil institusi, program studi, fasilitas, serta kegiatan akademik dan nonakademik.

Selanjutnya, Miftahudin, M.Pd., selaku perwakilan Wakil Kepala Sekolah MAN Purworejo turut menyampaikan tujuan dari kegiatan  field study tersebut.“Kami berharap Untidar dapat memberikan kiat-kiat strategis kepada para siswa dalam menghadapi proses seleksi masuk perguruan tinggi, baik melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT),” ungkapnya.

Kegiatan tersebut  menunjukkan antusiasme dan minat siswa dengan adanya sesi tanya jawab bersama. Salah satu siswa MAN Purworejo, Ayu Anisa bertanya terkait peluang melanjutkan pendidikan jika tidak lolos SNBP atau SNBT, yang dijawab dengan penjelasan mengenai alternatif jalur penerimaan mahasiswa. Dilanjutkan dengan siswa lain, Nabil menyampaikan aspirasi serta harapannya agar Untidar dapat pengembangan program studi lain di Untidar.

Melalui kunjungan ini, siswa MAN Purworejo diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang dunia perkuliahan serta mempersiapkan studi lanjut secara optimal. Untidar juga berkomitmen menyediakan informasi yang transparan dan edukatif guna mendukung peningkatan akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Penulis : Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

SNBP 2026 Untidar: 11.459 Ribu Peminat Rebutkan 936 Kursi

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Hasil SNBP 2026 diputuskan berdasarkan hasil Rapat Seleksi dan Alokasi Penetapan Hasil Jalur SNBP Tahun 2026 pada tanggal 29–-30 Maret 2026.

Sesuai dengan jadwal, hasil SNBP Tahun 2026 diumumkan pada hari Selasa, 31 Maret 2026, mulai pukul 15.00 WIB. Pengumuman dilakukan melalui laman https://pengumuman-snbp.snpmb.id, dengan cara memasukkan Nomor Pendaftaran SNBP 2026 dan Tanggal Lahir Peserta sesuai dengan data diri yang telah teregistrasi pada sistem SNPMB.

“Jumlah peminat SNBP di Universitas Tidar Tahun 2026 mengalami kenaikan 728 peserta, dari  10.731 pada Tahun 2025 ke 11.459 peminat di Tahun 2026,” jelas Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Ir. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., saat ditemui Selasa (31/03).

Kenaikan jumlah peminat ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap Untidar sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang terus berkembang di Indonesia. Jumlah yang diterima di Untidar sebanyak 936 peserta, dengan rasio ketetatan 1 : 12,2.

Sejumlah program studi kembali menjadi primadona dalam SNBP Untidar 2026. Di antaranya: S1 Teknologi Informasi, S1 Teknik Industri, D3 Farmasi, S1 Manajemen, dan S1 Gizi. Podi S1 Teknologi Informasi menjadi prodi favorit pertama dengan jumlah peminat 410 dengan daya tampung 16 orang. Rasio ketetatannya 1 : 25,6.

Calon mahasiswa yang diterima berasal dari 29 provinsi dari seluruh Indonesia. Dengan jumlah prosentase paling banyak berasal dari Jawa Tengah sebanyak 80,4%.

Prof. Suyitno mengucapkan selamat kepada peserta lolos seleksi SNBP di Untidar. Bagi yang belum beruntung tetap semangat masih ada jalur SNBT dan Seleksi Mandiri Untidar.

“Jangan lupa mengecek alur registrasi mahasiswa baru di laman resmi Untidar segera setelah mendapatkan informasi lolos SNBP,” tambahnya.

Bagi peserta lolos SNBP di Untidar diwajibkan untuk segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Proses ini menjadi tahap penting untuk memastikan status penerimaan sebagai mahasiswa resmi Untidar.

“Proses registrasi calon mahasiswa baru Untidar dilakukan secara daring dan luring. Diawali dengan proses pengisian borang sosial ekonomi secara online mulai 1 April 2026. Calon mahasiswa wajib membaca pengumuman resmi sebelum memulai registrasi,” jelas Koordinator SNBP Untidar, Cahyo Wibi Yogiswara, S.T., M.Eng.

Untuk informasi lengkap mengenai tata cara registrasi, jadwal, serta persyaratan dokumen, calon mahasiswa diminta untuk mengakses laman resmi www.untidar.ac.id atau um.untidar.ac.id

Untidar juga mengimbau seluruh calon mahasiswa untuk rutin memantau website resmi agar tidak tertinggal informasi penting selama proses registrasi berlangsung.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Kunjungan Edukasi SMAN 1 Polanharjo ke Untidar

Untidar menerima kunjungan studi dari 350 siswa dan 18 guru SMA Negeri 1 Polanharjo, Klaten, Selasa (20/1) bertempat di GKU dr. H.R. Suparsono. Kegiatan merupakan upaya pengenalan dunia perguruan tinggi kepada peserta didik tingkat sekolah menengah atas.

“Melalui kunjungan ini, siswa dapat belajar dan mengetahui berbagai informasi tentang Untidar serta mendapatkan gambaran langsung mengenai pendidikan tinggi. Kami merasa berkesan karena kunjungan kami diterima dengan baik,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Polanharjo, Suliman, S.Pd., M.Pd.

Wahyu Andriyanto, S.A.P., Kepala Bagian Akademik, Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAKK) berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan minat melanjutkan pendidikan ke Untidar nantinya.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam mempersiapkan studi lanjut dan menumbuhkan minat siswa untuk bergabung menjadi bagian dari Untidar,” ungkapnya

Pada sesi pemaparan materi, disampaikan gambaran umum informasi terkait Kampus Untidar, termasuk cakupan wilayah mahasiswa yang saat ini telah menyebar di seluruh Pulau di Indonesia. Untidar juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kuantitas mahasiswa serta kualitas pendidikan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pemahaman akademik, pengembangan intelegensi, serta pembekalan kemampuan mahasiswa agar mampu menempuh pendidikan tinggi secara optimal.

Dalam rangka memberikan informasi yang lebih komprehensif, terdapat materi mengenai sosialisasi beasiswa di Untidar, sebagai salah satu peluang bagi calon mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai prestasi mahasiswa dan institusi Untidar, baik di tingkat nasional maupun regional, sebagai wujud capaian akademik dan nonakademik yang terus dikembangkan.

Suasana kegiatan semakin interaktif melalui sesi tanya jawab yang disertai pembagian doorprize, melibatkan siswa-siswi serta guru SMA N 1 Polanharjo.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, terdapat pertukaran plakat antara Untidar dan SMA N 1 Pulonharjo yang diwakili oleh Wahyu Andriyanto, S.A.P. dan Kepala Sekolah SMA N 1 Pulonharjo, sebagai simbol terjalinnya hubungan baik dan kerja sama antar lembaga pendidikan.

Melalui kegiatan kunjungan studi ini, Untidar berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam membantu peserta didik SMA N 1 Pulonharjo mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan tinggi serta mengenal lebih dekat Untidar sebagai salah satu pilihan perguruan tinggi negeri.

Penulis : Maura Deaazaria Firdanisahara

Editor : Humas Untidar

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Penerima Beasiswa di Untidar Terus Meningkat hingga 4.602 Mahasiswa pada Tahun 2025

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) terus memperkuat perannya dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa dari tahun ke tahun. Sepanjang tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa penerima beasiswa di Untidar menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Pada tahun 2023, jumlah penerima beasiswa tercatat sebanyak 3.216 mahasiswa. Angka tersebut meningkat menjadi 3.602 mahasiswa pada tahun 2024, dan kembali melonjak pada tahun 2025 dengan total 4.602 mahasiswa penerima beasiswa. Capaian ini mencerminkan konsistensi Untidar dalam membangun sistem dukungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama antara Untidar dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun mitra eksternal. “Peningkatan jumlah penerima beasiswa tersebut didukung oleh beragam skema bantuan pendidikan yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara, dunia usaha dan industri, lembaga filantropi, serta unit internal Untidar.” Imbuhnya.  

Hingga tahun 2025, Untidar mengelola dan menyalurkan 32 program beasiswa, di antaranya:

Nama Beasiswa

Instansi/Lembaga Pemberi Beasiswa

PIP Pendidikan Tinggi

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa ADik

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Bantuan Uang Kuliah Tunggal

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa Pendidikan Indonesia

Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi

Beasiswa Unggulan

Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikdasmen

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Beasiswa BAZNAS Kabupaten Kebumen

BAZNAS Kabupaten Kebumen

Beasiswa Bank Indonesia

Bank Indonesia

Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Rembang

Beasiswa BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

BAZNAS Provinsi Jawa Tengah

Beasiswa Pancakarsa bagi Pemuda Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Bogor

Beasiswa Bantuan Riset Bagi Talenta Riset dan Inovasi BRIN

BRIN

Bantuan Beasiswa Kepada Mahasiswa Tidak Mampu Berprestasi

Pemerintah Kabupaten Temanggung

Beasiswa Mahasiswa Berprestasi

Pemerintah Kota Magelang

Beasiswa PT. Charoen Pokphand Indonesia

PT. Charoen Pokphand Indonesia

Bantuan Biaya Buku Perkuliahan

Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UNTIDAR

Beasiswa PT Permodalan Nasional Madani

PT Permodalan Nasional Madani

Beasiswa BCA Finance

BCA Finance

Beasiswa Yayasan Kartika Jaya Cabang III Diponegoro

Yayasan Kartika Jaya Cabang III Diponegoro

Beasiswa BAMUIS

BNI

Bantuan UKT Bank Indonesia

Bank Indonesia

Beasiswa KORPRI Kab.Wonosobo

KORPRI Kab.Wonosobo

Bantuan Biaya Buku Perkuliahan

UPZ Untidar

Bantuan Biaya Pendidikan

BAZNAS Kota Magelang

Bantuan Beasiswa Skripsi UPZ Untidar

UPZ Untidar

Beasiswa Larizo

PT. Larizo Terang Djaja

Bantuan Uang Kuliah UPZ Untidar

UPZ Untidar

Beasiswa GANIDAR

Keluarga Alumni Untidar

Beasiswa Pemkab. Magelang

Pemkab. Magelang

Beasiswa RAJAWALI

Pemkab. Sumatra Barat

Beasiswa U-GO Scholarship

INOTEK Foundation

Program BESTARI Bacth 3 Tahun 2025

Yayasan Khouw Kalbe1

Beragam skema beasiswa tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung mahasiswa berprestasi secara akademik, tetapi juga menjangkau mahasiswa dengan prestasi non-akademik, keterbatasan ekonomi, serta potensi kepemimpinan dan kontribusi sosial.

Dengan dukungan lintas sektor yang terus berkembang, Untidar optimistis dapat menjaga keberlanjutan peningkatan jumlah penerima beasiswa sekaligus memperkuat perannya dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.

Penulis: Suryanti

Editor: Humas Untidar

 

Untidar Aktif Sambut Kunjungan Edukatif SMA Negeri 1 Banguntapan

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) menerima kunjungan dari SMA Negeri 1 Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Sebanyak 250 siswa dan guru pendamping hadir dalam kunjungan edukatif yang dilaksanakan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kampus Tuguran, Senin (22/12).

Hadir mewakili Untidar, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (BAKK), Drs. Giri Atmoko, M.Si; Kepala Bidang Kemahasiswaan, Wahyu Andriyanto, S.A.P; Ketua Tim Kerja Bidang Humas, Danu Wiratmoko; Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, MCC; dan Staff Humas Untidar.

Dalam sambutannya, Kepala BAKK menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Untidar serta berharap kunjungan tersebut dapat memberikan manfaat bersama.

“Selamat datang, semoga kunjungan hari ini memberikan manfaat bagi kita semua. Kami berterima kasih karena sudah mendapatkan kepercayaan. Dari kunjungan ini tentunya banyak keuntungan dan manfaatnya.” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun Untidar tergolong sebagai perguruan tinggi yang masih berkembang, capaian prestasi non akademik terus menunjukkan peningkatan.

“Untidar ini masih baru berkembang, tentunya berkembang sangat pesat sekali, walaupun masih tergolong baru, namun prestasi-prestasi dari bidang kemahasiswaan cukup berkembang pesat, dan sudah terakreditasi unggul,” tambahnya.

Plh. Kepala SMA Negeri 1 Banguntapan, Sutrisna, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kunjungan ke Untidar yang bertepatan dengan momentum istimewa Hari Ibu, seraya berharap kegiatan ini menjadi awal perjalanan baik bagi para siswa dalam mengenal dunia perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan kunjungan ke Untidar pada tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan Hari Ibu. Semoga kegiatan di hari yang bersejarah ini menjadi momentum yang baik dan membawa manfaat bagi anak-anak kami dalam menyiapkan masa depan pendidikannya,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat oleh masing-masing secara simbolis.

Sesi materi dibawakan oleh Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., yang memaparkan materi terkait pengenalan Universitas Tidar, mulai dari pilihan program studi, fasilitas kampus, hingga capaian-capaian prestasi Universitas Tidar dan beasiswa untuk menunjang kesempatan siswa untuk melanjutkan studi di Untidar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan antusias, mencerminkan ketertarikan tinggi para siswa terhadap informasi dunia perguruan tinggi dan Untidar.

Salah satu peserta, Rajendra Elnakhlah Ifthah Muhammad memberikan kesan positif setelah mengikuti kegiatan. “Saya jadi lebih mengenal Untidar. Dan untuk universitasnya juga bukan universitas biasa, itu banyak program studi unggulan, banyak peminatnya dan bagus lah.” Pungkasnya.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

 

Pelaksanaan Wisuda Untidar ke-72 Hadirkan Kisah Tangguh Wisudawan Berprestasi

Magelang – Universitas Tidar menggelar prosesi Wisuda untuk jenjang Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-72 Tahun 2025 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jalan Kapten Suparman No. 39, Magelang, Sabtu (13/12).

Wisuda kali ini diikuti sebanyak 425 lulusan dari 18 program studi dan 5 fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melalui sambutannya menyampaikan, semakin banyak mahasiswa berasal dari berbagai penjuru nusantara. “Ini berarti bahwa Universitas Tidar sudah dikenal di penjuru Indonesia dan kita patut bangga. Ananda adalah bukti keberagaman lintas budaya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Sugiyarto menegaskan bahwa keberagaman tersebut harus dapat dimanfaatkan sebagai jaringan untuk kolaborasi lintas budaya, serta disiplin ilmu. 

Selaras dengan visinya sebagai universitas yang unggul berbudaya, Prof. Dr. Sugiyarto mengharapkan para wisudawan dapat terus memegang budaya TIDAR (tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif) yang berlandaskan nilai-nilai budaya luhur. 

“Universitas Tidar menapaki langkahnya dengan filosofi kuat: Untidar Unggul Berbudaya, Alumni Kompak Berdampak. Ini berarti, lulusan Untidar haruslah pribadi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan menjaga serta mengembangkan budaya bangsa. Jadilah lulusan yang unggul dalam kompetensi, tetapi tetap berbudaya dan berperilaku,” tegasnya. 

Dengan bangga, Untidar juga mengukuhkan 22 wisudawan dengan pujian, salah satunya Dias Rizki yang menjadi wisudawan terbaik pada periode ini. Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi dengan IPK 3,87 dan lama studi 3 tahun 9 bulan 10 hari itu merupakan putra pertama dari keluarga sederhana di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Dias Rizki, menyampaikan sambutan yang sarat rasa syukur dan perjuangan keluarga. Ia mengungkapkan makna wisuda yang tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga kemenangan bagi orang tuanya.

“Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Meskipun Ayah dan Ibu tidak berkesempatan menempuh pendidikan tinggi, dari merekalah saya belajar tentang arti perjuangan, ketulusan, dan pantang menyerah. Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ayah, Bapak Hanudin, atas kerja keras dan doa yang tulus, serta kepada Ibu Nani Pujiatun, atas kasih sayang dan pengorbanan tiada henti.” Ungkapnya penuh haru.

Perjalanan kuliah Dias ditempuh dengan penuh pengorbanan. Ayahnya bekerja sebagai penjual sate keliling dan tidak menamatkan pendidikan dasar, sementara ibunya, lulusan SMP, bekerja sebagai TKW di Taiwan sejak Dias duduk di bangku kelas 11 SMA. Ibunya bahkan pulang mengambil cuti hanya untuk menghadiri momen wisuda putra sulungnya. 

Ketika tidak lolos KIPK, Dias tetap melanjutkan kuliah dengan biaya yang ditanggung ibunya. Untuk meringankan beban keluarga, sejak semester 3, ia bekerja sebagai penjaga warung pecel lele hingga mengajar di beberapa bimbel seperti Savana Course, Bimbel Hilmi, dan Ruangguru Magelang. Ia mengajar biologi untuk SMA dan IPA SMP. “Pernah dalam satu hari saya kuliah, lalu mengajar di dua bimbel sekaligus sampai malam. Cukup capek, tapi senang karena dapat uang dari usaha sendiri,” tuturnya.

Di tengah proses menjelang wisuda, Dias lolos beasiswa wirausaha satu tahun dari TJSL PT. Pegadaian yang bekerja sama dengan Young Entrepreneur Academy (YEA). Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, serta tempat tinggal selama enam bulan pelatihan di Bandung dan Cimahi. Program tersebut mendorongnya mengembangkan usaha kuliner, hingga kini ia bersama empat rekannya membuka outlet bakso dengan diferensiasi bakso kuah keju, yang baru berjalan sepekan.

“Setelah enam bulan masa pelatihan selesai, saya akan kembali ke kota asal dan membuka outlet baru. Kemungkinan di Yogyakarta, Semarang, atau Magelang,” ujarnya. Rencana ini menjadi langkah besar Dias dalam membangun kemandirian ekonomi pasca lulus.

Meski semakin aktif di dunia bisnis, Dias tetap memiliki ketertarikan pada dunia pendidikan. Ia terlibat dalam penelitian dan pengabdian bersama dosen, menghasilkan beberapa publikasi ilmiah. Ke depan, setelah usaha berjalan stabil, ia berencana melanjutkan pendidikan ke PPG atau S2.

Orang tua Dias berharap putra mereka dapat hidup lebih baik dan menjadi panutan bagi adiknya. “Harapannya bisa mengamalkan semua ilmu yang didapat, menjadi bekal panutan bagi adik saya. Tentunya ingin melihat saya berhasil dan sukses, jangan sama seperti orang tua saya.” Ungkapnya.

Dengan tekad, usaha, dan prestasi yang konsisten, Dias Rizki menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untidar bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk meraih pendidikan tinggi dan menghadirkan perubahan bagi keluarga.

Sementara itu, pada periode ke-72 ini, Untidar juga mendapatkan mahasiswa dengan masa studi cepat, yakni 3 tahun, 6 bulan, 22 hari. Perolehan masa studi tersebut diraih oleh Asti Giri Anjani, mahasiswi program studi S-1 Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Untidar.

Gadis asal Wonogiri kelahiran 24 Januari 2003 tersebut mengaku sempat terkejut saat mengetahui dirinya merupakan wisudawan tercepat. Meski begitu, ia mengaku jika telah mempersiapkannya sejak lama.

“Saya cukup bersyukur, ya. Tadinya sempat tidak menyangka, tapi kalau dipikir kembali mungkin ini adalah buah dari proses yang sudah saya rencanakan sebelumnya,” tuturnya.

Sebagai mahasiswa yang juga aktif berorganisasi, hal tersebut tidak lantas membuat Asti mengesampingkan perkuliahannya. Bagi Asti, menyelesaikan kuliah merupakan tujuan utamanya untuk meringankan beban orang tua. Begitu pula dengan konsistensi mengerjakan skripsi, Asti mengungkap jika ruang dan waktu bukanlah penghalang dan alasan untuk ia menunda-nunda.

“Hal yang paling berkesan selama penyusunan skripsi yang agak cepat ini, saking saya mengejar tenggat, saya pernah mengerjakan skripsi di tempat-tempat yang tidak terduga seperti ruang tunggu, bahkan di sela-sela perjalanan pulang pun saya sempatkan untuk mengebut skripsi saya,” bebernya pada tim humas Untidar.

Kelulusannya yang selangkah jauh lebih cepat dibandingkan teman-temannya ini pun tidak pantas membuat Asti menjadi tinggi hati. Pemilik skripsi bertajuk “Tinjauan Yuridis Atas Tindak Pidana Pelaku Residivis Sebagai Perantara (Studi Putusan Nomor 2/Pid. Sus- An Skr)” merasa jika salah satu pengaruh positif terbesar yang menjadi sumber semangat dan rasa syukurnya dalam menyelesaikan skripsi adalah kebersamaan dan dukungan dari teman-teman serta dosen-dosen yang mengampunya. Ia juga percaya, bahwa teman-teman seperjuangannya pun dapat meraih hal yang sama.

“Tidak hanya saya, tetapi saya yakin teman-teman juga pasti bisa asalkan teman-teman konsisten, percaya terhadap proses, dan memaknai setiap langkah kecil yang teman-teman tempuh. Saya yakin langkah kecil yang konsisten tersebutlah yang mampu membawa teman-teman selangkah lebih cepat menuju kelulusan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Asti mengaku jika ilhamnya dalam menulis skripsi terkait tinjauan yuridis tindak pidana pelaku residivis anak tersebut datang atas simpatinya terhadap ketidakadilan. Melalui skripsinya, Asti menyoroti banyaknya kasus narkotika yang menyeret dan memanfaatkan anak sebagai perantara narkotika sehingga ditetapkan menjadi residivis. 

“Sekarang kan banyak, ya, kasus narkotika yang memanfaatkan anak-anak sebagai perantara, karena mereka dilindungi hukum. Mirisnya, mereka juga pada akhirnya ditetapkan sebagai residivis, padahal mereka sebenarnya juga korban dan memiliki hak atas hukum,” pungkasnya. 

Penulis: Humas Untidar