PELEPASAN KKN UNTIDAR PERIODE JANUARI 2026: PERDANA DILAKSANAKAN DI PURWOREJO

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) menyelenggarakan Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode Januari–Februari 2026 pada Senin (5/1) di Halaman GKU dr. H. Suparsono. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan KKN Untidar, yang pada periode ini untuk pertama kalinya dilaksanakan juga di Kabupaten Purworejo.

Sebanyak 476 mahasiswa dari lima fakultas mengikuti program KKN periode ini. Mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Ekonomi (363 mahasiswa), Fakultas Teknik (72 mahasiswa), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (39 mahasiswa), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (1 mahasiswa), serta Fakultas Pertanian (1 mahasiswa).

Pelaksanaan KKN Untidar periode ini tersebar di 19 kecamatan dan 43 desa/kelurahan, yang meliputi Kabupaten Magelang (10 kecamatan, 26 desa), Kabupaten Temanggung (2 kecamatan, 5 desa), Kabupaten Wonosobo (1 kecamatan, 4 desa), Kabupaten Bantul (1 kecamatan, 1 desa), Kabupaten Kebumen (1 kecamatan, 2 desa), Kabupaten Purworejo (1 kecamatan, 2 desa), serta Kota Magelang (3 kecamatan, 3 kelurahan).

Dalam kegiatan pelepasan tersebut, Kepala LPPM Untidar, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., memberikan tiga pesan penting bagi peserta. Pesan pertama adalah menjunjung etika. “Peserta KKN sebagai duta Untidar wajib menjunjung etika baik dalam pergaulan, bermedia sosial, dan berperilaku.” Sebutnya.

Pesan kedua adalah melaksanakan program KKN dengan baik. Dan pesan ketiga adalah tetap menjaga kesehatan dan keselamatan walaupun sudah tercover asuransi.

Pada periode ini, mahasiswa akan didampingi oleh 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) selama pelaksanaan KKN. Dr. Eny menghimbau agar mahasiswa selalu berkonsultasi dengan DPL dalam menjalankan kegiatan. Mahasiswa dapat berkonsultasi baik persoalan akademik maupun non akademik dengan DPL.

Rangkaian acara pelepasan ditutup dengan pelepasan mahasiswa KKN secara simbolis melalui penyematan jas almamater, sebagai tanda kesiapan mahasiswa Untidar untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Pelaksanaan KKN Untidar Periode Januari 2026, termasuk di Kabupaten Purworejo sebagai lokasi perdana, diharapkan dapat berjalan dengan baik serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di lokasi KKN masing-masing.

 

Penulis: Riza Ayu Kristiani

Editor : Humas Untidar

KKN Bukan Sekadar “Pindah Tidur”, Pesan Penting Bagi Mahasiswa KKN Untidar Periode Januari 2026

Magelang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar (LPPM Untidar) melalui Pusat Layanan (Kuliah Kerja Nyata) KKN memberikan pembekalan kepada 476 mahasiswa peserta KKN Periode Januari–Februari 2026 sebelum diterjunkan ke masyarakat, pada Jumat (2/1) di Gedung Kuliah Umum dr. H. Suparsono. Sebanyak 30 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) turut mendampingi kegiatan ini.

Pembekalan menjadi tahap penting untuk menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan tinggal sementara di desa atau “pindah tidur”, melainkan proses belajar sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Mahasiswa dibekali pemahaman etika, kepemimpinan, serta kemampuan menyusun program kerja yang berdampak dan sesuai dengan kebutuhan desa.

Hal itu disampaikan oleh Kepala LPPM, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., dalam sambutannya ia menegaskan bahwa KKN merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya bagi mahasiswa. ”Ada berbagai hal yang perlu dilakukan sebelum terjun ke desa, mulai dari membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, memahami perbedaan biaya hidup di tiap wilayah, hingga menghitung kebutuhan secara rasional dengan tetap menghormati kearifan lokal.” Sebutnya.

Program KKN juga harus disusun berbasis permasalahan yang ada di desa, selaras dengan tema lingkungan, dikerjakan secara kolaboratif lintas disiplin ilmu, serta menjunjung tinggi etika, baik dalam interaksi langsung maupun dalam pembuatan konten.

Pembekalan KKN dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Suyitno. Dalam arahannya, Prof. Suyitno berpesan agar mahasiswa bersikap dewasa dan menikmati masa-masa KKN.

Selama pembekalan, mahasiswa mengikuti berbagai sesi materi, antara lain etika dan perilaku mahasiswa KKN, strategi penyusunan program KKN berdampak, pemetaan permasalahan desa, pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual (PPKS), bahaya stunting dan upaya pencegahannya di Jawa Tengah, penguatan kepemimpinan mahasiswa yang etis dan tangguh mental, hingga praktik penyusunan program kerja KKN. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta.

Para mahasiswa KKN akan diterjunkan ke 43 desa dan kelurahan yang tersebar di 19 kecamatan, meliputi Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Bantul, Kebumen, Purworejo, serta Kota Magelang.

Melalui pembekalan ini, Universitas Tidar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan KKN sebagai ruang pembelajaran dan pengabdian yang bermakna. Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir secara fisik di tengah masyarakat, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap persoalan desa, beretika dalam bertindak, serta berkontribusi melalui program-program yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Penulis: Riza Ayu Kristiani

Editor: Danu Wiratmoko

Terjunkan 900 Mahasiswa KKN, Prof. Dr. Suyitno Tekankan Pentingnya Tanggung Jawab Moral dan Sikap Profesional

Untidar secara resmi menerjunkan 900 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode Juli–Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H. Suparsono pada Sabtu (5/7). Para peserta berasal dari 4 fakultas dan 11 program studi yang tergabung dalam 90 kelompok berbeda.

Wakil Rektor Bidang Akademik  dan Kerja sama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., dalam sambutannya menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan sikap profesional selama pelaksanaan KKN. “Teman-teman mahasiswa hadir di masyarakat tidak lagi membawa nama pribadi, tapi nama institusi. Maka jagalah diri secara utuh mulai dari raga, pikiran, dan hati. Hindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik kampus,” tegasnya. Beliau juga berpesan agar mahasiswa mampu menjaga etika komunikasi. 

Plt. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., mempertegas terkait penyebaran lokasi KKN yang terbagi ke dalam 6 kabupaten, yakni Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kebumen, Pemalang, dan Bantul, mencakup dari 18 kecamatan dan 52 desa yang ada. Kegiatan KKN Reguler ini dilaksanakan selama 1 bulan, mulai 5 Juli hingga 3 Agustus 2025.

“Mahasiswa sudah melalui tahapan persiapan mulai dari observasi, penyusunan proposal, hingga pengurusan administrasi ke lokasi. Ini bukan kegiatan yang tiba-tiba, melainkan sudah disiapkan dengan matang,” beliau menjelaskan. 

Beliau juga menegaskan bahwa selain program wajib seperti pendataan RTLH, mahasiswa didorong membuat program-program pilihan, kerja sama, dan kegiatan spontan yang relevan dengan kebutuhan lokal.  “Silakan kembangkan kreativitas, tapi tetap perhatikan kearifan lokal. Jaga nama baik Untidar dan bijak dalam bermedia sosial,” pesannya.

”Melalui adanya kegiatan KKN ini diharapkan mahasiswa dapat memiliki pandangan dalam menerapkan ilmu yang dimilikinya agar mampu bermanfaat dalam setiap lini masyarakat” ungkap Ibu Hani’ Rosyidah, S.Pd., M.Pd. selaku anggota pusat layanan KKN.


“Kami sebagai mahasiswa juga mempersiapkan berbagai program kerja yang membantu dalam peningkatan ekonomi serta peningkatan ketahanan pangan pada masyarakat desa” ujar Nadia dari kelompok 80 yang berlokasi di Dusun Pirikan, Secang.

Seperti penerjunan KKN sebelumnya, terdapat serangkaian kegiatan simbolik pengibaran bendera merah putih berukuran raksasa oleh UKM Mapala Sulfur dari lantai 3 Gedung Fakultas Teknik (FT), sebagai lambang semangat dan dedikasi mahasiswa untuk mengabdi di tengah masyarakat. Dilanjutkan dengan penyematan jas almamater kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda resmi pelepasan peserta KKN.

Usai prosesi pelepasan, mahasiswa langsung diberangkatkan ke lokasi pengabdian bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Rifki Hamdani, SST., M.Si.  sebagai bentuk harapan atas kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian pelaksanaan KKN Reguler 2025.



Penulis: Gita Puspita Rakhmawati

Editor: Maura Deaazaria Firdanisahara 

Mahasiswa KKN Untidar Promosikan Potensi Desa Pringombo, Kabupaten Magelang

Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar membuat video profil desa sebagai upaya meningkatkan promosi potensi desa Pringombo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.

Mengusung tema smart village, video profil yang diunggah di laman Youtube Desa Pringombo ini diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas.

“Desa Pringombo memiliki potensi hasil pertanian seperti kopi dan lemon California organik yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Video profil ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak orang sehingga peminat atau pembeli hasil pertanian juga meningkat,” jelas Ilham Arrief, Ketua Tim KKN Desa Pringombo.

Kepala Desa Pringombo, Muh Hani menambahkan bahwa mata pencaharian utama warga adalah bertani. Warga mendapatkan penghasilan dari menjual hasil pertaniannya.

“Sebagian hasil panen tidak langsung dijual, namun diolah terlebih dahulu sebagai usaha kesil mereka. Selain itu, Pringombo juga dikenal sebagai Kampung Pancasila karena keberagaman yang terjalin di desa ini,” ujarnya.

Salah satu produk yang dikelola dari hasil petani tersebut adalah Kopi Kertojoyo milik pak Fauzi yang merupakan produk kopi dari hasil para petani yang terdapat di desa ini. Selain itu, terdapat juga produk berupa lemon California 100% organik.

Produk makanan yang diolah seperti kripik pegagan dan kerupuk gandum. Tidak hanya produk makanan yang mendukung potensi desa, akan tetapi terdapat juga usaha konveksi, pengrajin tas rajut, dll.

Smart village merupakan sebuah aspek dalam membangun desa melalui kekuatan digitalisasi dalam meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat desa. Untuk itu, 10 mahasiswa KKN Untidar mewujudkannya dalam bentuk video profil desa dengan menonjolkan potensi desa melalui UMKM sebagai keunikan dan keberagaman desa. Harapannya, video profil tersebut menjadi batu loncatan bagi desa pringombo dalam memperkenalkan potensi desa yang dimiliki dan membantu meningkatkan perkonomian masyarakat melalui UMKM.

Selain itu. Tim KKN juga menyelenggarakan pelatihan digital marketing dengan peserta pelatihan 15 warga yang memiliki usaha di Desa Pringombo.

Pelatihan ini bertujuan mengenalkan pemasaran produk di platform online, cara mempertahankan dan memperluas pangsa pasar, serta strategi yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM untuk menarik konsumen.

“Apresiasi diberikan kepada mahasiswa KKN yang telah mencetuskan program ini semoga kedepannya usaha yang saya jalankan dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Kota dan Kabupaten Magelang hingga Indonesia,” tutur Ibu Sutarmi Pelaku UMKM kripik pegagan (01/24).

Kegiatan KKN ini dilaksanakan dalam kurun waktu 1 bulan yaitu pada bulan Januari-Februari 2024. Tim KKN Desa Pringombo terdiri dari 10 orang yaitu Ilham Arrief sebagai Ketua dan anggotanya terdiri dari Raehan Fahri, Ahmad Dwi Cahyo, Catur Widiyatmo, Mulyadi, Anastasia Dhea, Ninda Kumala, Dhea Khoirunisa, Septi Kristiyanti dan Mei Tri Mulyani.

 

Penulis :

Tim KKN Desa Pringombo 2024

Editor :

Humas Untidar

The most amazing Women of Latin Diaspora

The most beautiful women of Latin ancestry have many attributes that make them attractive. Their particular bodies are generally curvy and so they have fabulous skin. A lot of them have a thick guitar neck and a tiny, rounded waist. Some even have a flat sizzling back. Their particular first assembly meet south american ladies can give you some hints as to their very own personality.

Daya Diaz – Daya is a Dominican-American actress who all stars in the Netflix film In the Height. She undertook studies psychology and initially doubted her representing skills, but features since served in a selection of films and TV shows. This lady has also individuals a number of slap-up brands which includes Louis Vuitton and Bulgari.

Arianny Dawson – Born in Vegas, Nevada, Arianny Dawson has a mom who is Philippine and a father who may be Mexican. In her youth, the woman was a gymnast, cheerleader, and dancer before learning to be a model. Whilst she is delightful, she will not like to always be asked to do household chores or perhaps earn money.

mail bride

Colombia – Colombian women happen to be curvier and shorter than Brazilian and Mexican women. Their head of hair is usually straight brunette. Colombian women are more demure than all their Latina alternative. However , they are simply just as gorgeous and wonderful. They are https://www.abundancenolimits.com/manifesting-love/ not as untamed as additional Latinas, but they are very pleasing to and also the and are excited about their way of life.

Jennifer Lopez — This Puerto Rican model is among the most beautiful people in the world. She was the first Latino to appear on the cover of People’s newspaper. She has a beautiful face, incredible talent, and is proving that beauty comes from within. Jennifer was at all times dreaming of becoming a multi-tasking celeb.

Lorraine Avila — As a child in a Dominican beauty salon, Avila internalized the values of splendor. She is also aware that women which has a flat stomach and hourglass figure are able to get use of spaces, positions, and electrical power. This means that the magnificence ideals which might be promoted by contemporary society have undesirable impact on Latina women.

The part of a housewife and day care provider is also very important inside the life of an Latin woman. In Latin culture, family is the most crucial thing in ones life. That is why most Latina ladies spend many years using their families. A standard Latin family is large and has many kids. In this part, Latin ladies learn to take care of younger children while even now being able to job. This role allows those to have some time to themselves in the daytime.