Menapaki Jejak Sejarah, Untidar Anjangsana dan Gelar Ziarah
Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-47, segenap pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kegiatan ziarah dan anjangsana sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjalanan institusi. Kegiatan ini dilaksanakan Rabu (9/4).
Agenda diawali dengan anjangsana ke kediaman Rektor Untidar periode 2007-2018, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus sarana menggali nilai-nilai perjuangan dan kepemimpinan yang telah diwariskan oleh para pimpinan terdahulu dalam membangun dan mengembangkan Untidar.
Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., melalui sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna penting dalam menjaga kesinambungan sejarah dan nilai-nilai yang telah dibangun oleh para pendahulu. “Saya berharap kita semua diberikan kesempatan untuk terus menyambung sejarah dan menjaga kecintaan terhadap Untidar. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang, tetapi juga meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan, sehingga dapat kita lanjutkan untuk kemajuan Untidar ke depan,” tuturnya.
Rombongan melanjutkan ziarah ke makam Brigjen TNI (Purn.) dr. Soepandji yang berlokasi di TPU Bonoloyo, Surakarta. Almarhum merupakan rektor kedua Universitas Tidar yang memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan kampus.
Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum., selaku ketua dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi program berkelanjutan yang digagas sejak lama dan terus dilaksanakan hingga kini karena memiliki nilai positif yang penting bagi institusi. “Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan Dies Natalis Untidar yang bertujuan untuk menanamkan nilai historis dan memperkuat ikatan emosional sivitas akademika terhadap perjalanan institusi. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meneladani semangat perjuangan para pendahulu dalam memajukan Untidar,” ujar Daniel.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yang dikenal dengan istilah Guru Kerta ini memiliki makna sebagai upaya mempelajari dan meneladani perjuangan para pendidik dan pendiri terdahulu. “Kita berkunjung ke para sesepuh yang dahulu memperjuangkan kampus ini, serta kepada yang telah berpulang untuk mempelajari perjuangan mereka. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi sivitas akademika untuk memahami dinamika Untidar dari masa ke masa,” harapnya.
Lebih lanjut, kegiatan ziarah dan anjangsana ini juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa kebersamaan dalam keluarga besar Untidar, sekaligus memperkaya dokumentasi sejarah institusi yang masih terus dikembangkan. Dengan semangat Dies Natalis ke-47, Untidar berkomitmen untuk terus melanjutkan perjuangan para pendahulu serta meningkatkan kualitas sebagai perguruan tinggi negeri yang unggul dan berdaya saing.
Penulis: Suryanti
Editor: Humas Untidar








