Untidar Integratif: Perkuat Disiplin ASN dan Digitalisasi Penilaian Kinerja

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan sosialisasi disiplin dan pengelolaan aplikasi penilaian kerja dalam rangka penguatan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Untidar. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono, Kampus Tuguran, pada Senin (23/12).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yakni Adi Sulistyo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Tetya Dwiamaneva Desyamria, S.H. selaku Anggota Tim Disiplin, Pensiun, dan Penghargaan; Fadhly, S.Kom. selaku Ketua Tim Sistem Informasi dan Kinerja; serta Rifky Zulfikar, S.Kom. selaku Anggota Tim Sistem Informasi dan Kinerja.

Dalam laporan kegiatan, Plt. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Dr. Astuty, M.Pd., melaporkan bahwa sosialisasi ini diikuti oleh sebanyak ratusan peserta yang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, serta ASN di lingkungan UntidarIa menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di perguruan tinggi.

“Saya melaporkan hal-hal terkait dengan kegiatan ini, dihadiri sebanyak 643 orang terdiri atas pegawai, dosen, tenaga kependidikan, dan tenaga non ASN. Jadi tidak ada pegawai yang ketinggalan untuk ikut serta dalam sosialisasi ini, yang tentu kita perlukan dan sangat penting untuk pendukung pelayanan.” Jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan sistem penilaian kinerja berbasis digital menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi penilaian kinerja ASN.

“Selama ini e-SKP masih dilakukan secara manual. Mudah-mudahan dengan e-SKP digital ini menjadi lebih mudah, lebih pintar, dan lebih terintegrasi dalam mendukung kinerja dosen dan tenaga kependidikan,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum refleksi bersama bagi seluruh ASN Untidar dalam memahami kembali hakikat sebagai abdi negara.

“Ini suatu kesempatan yang baik bagi kita semuanya sebagai seorang abdi negara yang berada di institusi Universitas Tidar. Mungkin memang harus sering-sering diingatkan karena warna manusia memang suka berubah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa disiplin dan kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai ASN, sekaligus bentuk tanggung jawab moral kepada institusi dan masyarakat.

“Kalau memang salah jangan diberi pembenaran, kalau yang baik jangan lupa diberi penghargaan. Ada ketentuan jam kerja, ada ketentuan produktivitas, dan semua itu harus kita patuhi,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan materi disiplin ASN (PNS dan PPPK) oleh Tim Disiplin ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek, serta sosialisasi DiktiHR dan e-SKP oleh Tim Sistem Informasi dan Kinerja ASN Biro OSDM Kemendiktisaintek. Materi mencakup ketentuan disiplin, mekanisme penilaian kinerja, serta pentingnya integrasi data dalam sistem digital.

Melalui kegiatan ini, Untidar meneguhkan komitmen integratif dalam membangun manajemen ASN yang profesional, taat aturan, dan berbasis sistem digital guna mendukung tata kelola universitas yang akuntabel dan berkelanjutan.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Danu Wiratmoko

Ilmu Komunikasi Untidar Gelar Seminar Nasional dan Soft Launching Buku, Soroti Fragmentasi dan Demokrasi Digital

Ilmu Komunikasi Untidar Gelar Seminar Nasional dan Soft Launching Buku Soroti Fragmentasi dan Demokrasi Digital

Magelang – Ilmu Komunikasi Universitas Tidar menggelar Seminar Nasional bertajuk Social Media, Fragmentation, and Democracy: Rethinking Digital Interactions, di Gedung Laboratorium Rekayasa, Kampus Sidotopo, Jumat (05/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan literasi digital akademik bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi sekaligus ajang soft launching book chapter dengan tema serupa.

Seminar yang awalnya dibuka untuk 40 peserta ini justru mendapatkan antusiasme besar dari mahasiswa dan dosen, sehingga lebih dari 90 peserta hadir memenuhi ruangan. Turut hadir Plt. Dekan FISIPOL, Dr. A.P. Dra. Sri Mulyani, M.Si., para pimpinan jurusan, serta dosen Ilmu Komunikasi dan Ilmu Administrasi Negara.

Anita Amaliyah, M.I.Kom., selaku Ketua Pelaksana, dalam laporannya menegaskan pentingnya memahami fenomena fragmentasi dan polarisasi di media sosial dari perspektif akademik, terutama bagi mahasiswa yang tengah dibentuk menjadi generasi kritis dan resiliensi di era digital.

Seminar Nasional ini menghadirkan tiga narasumber terkemuka, yaitu Dr. Fajar Junaedi, S.Sos. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah, S.Sos., M.I.Kom. dari Universitas Diponegoro. Selain itu, dihadirkan juga narasumber internal, Anita Amaliyah, M.I.Kom, Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar. Ketiganya membahas dinamika interaksi digital kontemporer, tantangan demokrasi di ruang siber, serta bagaimana media sosial membentuk perilaku, opini publik, hingga segmentasi sosial yang semakin kompleks.

Dalam pemaparannya, Anita menekankan bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu memahami isu media sosial secara komprehensif, tidak hanya dari sisi praktik konten, tetapi juga dari perspektif teori dan riset. “Tidak semua mahasiswa ingin menjadi content creator. Ada yang ingin melanjutkan S2, S3, atau terlibat dalam dunia akademik. Maka seminar ini menjadi ruang untuk tercerahkan, baik secara praktik maupun teoritis,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan urgensi tema ini. “Media sosial saat ini dipenuhi informasi benar maupun disinformasi. Fragmentasi, polarisasi, hingga penyebaran hoaks dapat terjadi karena kita kehilangan kritisisme. Mahasiswa sebagai akademia wajib memiliki daya kritis agar tidak mudah terprovokasi, tidak terpolarisasi, dan mampu bertahan secara mental di tengah derasnya arus digital.”

Sementara itu, Dr. R. Yogie Prawira W., S.I.Kom., Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta. Ia menegaskan pentingnya kegiatan akademik seperti ini sebagai ruang belajar bersama, terutama dalam merespons tantangan demokrasi digital yang terus berkembang.

Lebih lanjut, para narasumber juga memberikan pemahaman tentang bagaimana media sosial membentuk ruang interaksi baru, bagaimana algoritma memengaruhi perilaku politik publik, serta bagaimana generasi muda dapat memperkuat daya kritisnya agar tidak terjebak pada ekstremitas informasi.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dari berbagai angkatan, dosen lintas jurusan, dan tamu akademik lainnya. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi, terutama saat membahas strategi menghadapi polarisasi digital dan peran akademisi dalam menjaga kualitas demokrasi melalui literasi informasi.

Melalui seminar ini mahasiswa diharapkan menjadi lebih kritis, tidak mudah terfragmentasi, memiliki resiliensi digital, dan memahami dampak interaksi daring terhadap realitas sosial. “Apa yang terjadi di ranah digital dapat berdampak langsung pada kehidupan nyata. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki nalar kritis dan tidak mudah terprovokasi,” tambah Anita.

Dengan terselenggaranya Seminar Nasional dan Soft Launching Book Chapter ini, FISIPOL Untidar menegaskan komitmennya dalam memperkuat tradisi akademik sekaligus membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang isu media dan demokrasi di era hiperconnectivity.

Penulis: Suryanti

Editor: Danu Wiratmoko

Dukung Ketahanan Pangan, Dosen Untidar Terapkan Kincir Air Modern di Desa Bondowoso

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Kincir Air Modern untuk Efisiensi Energi Kelompok Tani di Desa Bondowoso” dan dilaksanakan pada (26/10) di Layar Sasiro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Arrizka Yanuar Adipradana, S.T., M.Eng., selaku Ketua Tim Pengusul Pengabdian Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Teknik Untidar. Tim pelaksana terdiri dari dosen Fakultas Teknik dan mahasiswa MBKM, antara lain Raka Mahendra Sulistiyo S.T., M.Sc., D Jayus Nor Salim M.Kom., Sekar Kinasih, dan Isnaeni Bagaskoro.

Menurut Yanuar, kegiatan ini telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui proses perancangan dan pembuatan kincir air modern sebagai teknologi tepat guna. “Kami memfabrikasi kincir air modern, melakukan uji coba di lapangan, dan kini memberikan penyuluhan serta diskusi dengan kelompok tani mengenai penerapannya untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Sebanyak 20 anggota kelompok tani dari Desa Bondowoso mengikuti kegiatan ini. Selama kegiatan berlangsung, terdapat tiga sesi pemaparan materi seputar penerapan kincir air modern, digital marketing hasil pertanian, hingga perawatan kincir air modern.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dan sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden RI, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.

“Harapannya, transfer teknologi tepat guna ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani agar produktivitas pertanian meningkat, terutama saat musim kemarau,” ungkap Yanuar.

Ketua Kelompok Tani Bondowoso, Agus Sunaryo, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatannya sangat membantu, bisa menambah pengetahuan tentang kincir air dan digital marketing. Jadi kami jadi lebih paham bagaimana teknologi ini bisa diterapkan di pertanian,” ungkapnya.

Ia juga berharap perguruan tinggi dapat terus hadir di tengah masyarakat. “Kami sebagai petani rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun, jadi kami berharap pihak perguruan tinggi lebih proaktif lagi dalam mendampingi kami,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi dan penerapan hasil penelitian, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Pelatihan Public Speaking Bagi Para Petugas Protokol Universitas Tidar

Magelang, 23 Oktober 2025 — Protokol Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar kegiatan Pelatihan Public Speaking bagi para petugas protokol dengan tema “Etika dan Cara Berkomunikasi dalam Penyambutan dan Pendampingan Tamu Pimpinan”, bertempat di GKU dr.H.R Suparsono. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan profesionalisme petugas protokol di lingkungan UNTIDAR.

Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 50 Petugas Protokol dari berbagai unit kerja di UNTIDAR dan 10 orang Duta Untidar yang selama ini berperan penting dalam mendukung kelancaran kegiatan resmi UNTIDAR khususnya yang melibatkan pimpinan dan tamu kehormatan. Acara tersebut sebelumnya dilaksanakan secara online pada tanggal 7 sampai 9 Oktober 2025 dan hari ini 23 Oktober dilaksanakan secara offline.

Acara dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan oleh Yogi Prayogo, S.H., M.H. selaku Ketua Tim Kerja Bidang Hukum, Reformasi Birokrasi, dan Protokol. Dalam laporannya disampaikan bahwa tujuan pelaksanaan Pelatihan Public Speaking ini adalah untuk menambah value atau nilai tambah kita dalam berkomunikasi yang baik dan efektif serta memberikan servis yang baik untuk menyambut tamu tamu pimpinan. Kemampuan berbicara di depan umum dan memahami etika komunikasi merupakan keterampilan yang wajib dimiliki oleh petugas protokol.

Rektor Universitas Tidar,Prof. Dr. Sugiyarto,M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, Rektor berharap melalui pelatihan ini tidak hanya mempelajari komunikasi tapi juga perangkat pendukung dan struktur cara berkomunikasi.  ‘Kami yakin Untidar semakin besar maka tuntutan semakin komplek maka dari itu petugas  Protokol kita harus memperkuat dan menyempurnakan SOP yang benar dan komunikasi yg baik harapan besar kegiatan ini terlaksana semoga protokol Untidar semakin berkembang dan manfaat”

Materi pelatihan disampaikan oleh Coach Riko Abu AlFatih, sebagai Founder & CEO Kamilatih. Dalam pelatihan diajarkan berbagai teknik berbicara di depan publik, bahasa tubuh yang tepat, serta strategi membangun kesan pertama yang positif saat menyambut tamu resmi.

Selain teori, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi penyambutan tamu pimpinan dan praktik public speaking dalam berbagai situasi formal. Melalui kegiatan ini, peserta dapat langsung mempraktikkan keterampilan komunikasi efektif dan mendapatkan umpan balik langsung dari narasumber.

Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap profesional, sopan santun, dan ketepatan dalam berkomunikasi, sehingga petugas protokol Untidar semakin siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas tinggi. Pelatihan Public Speaking dan Etika Komunikasi ini menjadi bagian dari komitmen Untidar untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang keprotokolan.

Penulis : Farhan Shulton Yaulhaq

 

Webinar 1