Puncak Acara KMI Expo XVI 2025 Berlangsung Meriah, Puluhan Inovator Muda Raih Penghargaan Nasional

 

Magelang – Malam Puncak sekaligus Awarding Night KMI Expo XVI 2025 sukses diselenggarakan pada Jumat malam (21/11) di panggung utama, Kawasan Kampus Sidotopo, Universitas Tidar. Ajang penghargaan terbesar bagi wirausaha mahasiswa tingkat nasional ini menobatkan puluhan inovator muda dari berbagai kategori, sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan dampak usaha yang dikembangkan.

Acara puncak dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah, juri nasional, delegasi peserta KMI Expo, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat umum. Suasana semakin meriah dengan dukungan tata panggung megah dan penampilan hiburan yang mengisi rangkaian acara, dimulai dengan penampilan oleh Paduan Suara Mahasiswa Grandio Sonora Tidar (PSM GST) membawakan lagu Ahtoi Porosh dan Yamko Rambe Yamko.

Sebelum sesi awarding dimulai, acara diawali dengan laporan dari Ketua Pelaksana KMI Expo XVI 2025, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., yang mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya KMI Expo di Untidar, “alhamdulillah kita semua bersyukur kegiatan KMI Expo XVI tahun 2025 di Universitas Tidar berjalan dengan sangat baik, sangat lancar.” Ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa banyak pengunjung antusias terhadap kegiatan ini. “Hasil catatan dari among tamu penerima tamu, teman-teman Satpol PP menghitung pengunjungnya total 13.000.” Tambahnya.

Dilanjutkan sambutan dari Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap seluruh elemen masyarakat. “Terima kasih atas kehadiran Bapak Ibu sekalian. Ini suatu event yang sungguh menjadi karunia, berkah bagi kami, terutama bagi Untidar karena memang kampus kami membawa misi untuk memajukan bidang kewirausahaan dan kebudayaan.” Jelasnya.

Sesi sambutan ditutup oleh Direktur Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., yang menyatakan bahwa KMI Expo ini merupakan ajang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam berwirausaha, “bentuk kewirausahaan adalah salah satu bentuk pendidikan yang perlu kita kembangkan dan perlu kita jalankan di dalam melaksanakan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, tentunya kita perlu mempersiapkan lulusan-lulusan yang siap menjadi para wirausahawan,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan apresiasinya terhadap Untidar sebagai tuan rumah,  “tentunya kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor Universitas Tidar, Pak Wakil Rektor Universitas Tidar yang telah mempersiapkan acara yang luar biasa yang sangat meriah, 13 ribu itu bukan hal yang mudah,” ungkapnya.

 

Universitas Tidar meraih kemenangan pada 3 kategori lomba pada KMI Expo Tahun ini diantaranya Juara Harapan 2 pada kategori Lomba Stand Up Comedy; Juara 3 pada kategori Makanan dan Minuman (A) Tahapan Awal dengan inovasi “Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan”  dan Juara 2 kategori Budidaya Tahapan bertumbuh dengan inovasi “SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik”.

Pengumuman pemenang dilaksanakan secara bertahap berdasarkan kategori lomba. Berikut kategorinya:

Pemenang

Perguruan Tinggi

1. Lomba Stand Up Comedy

Juara 1

Universitas Tadulako

Juara 2

Universitas Yudharta Pasuruan

Juara 3

Universitas Hasanuddin

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Malang

Juara Harapan 2

Universitas Tidar

Juara Harapan 3

Universitas Teuku Umar

2. Lomba Kirab Budaya

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Juara 3

Universitas Pendidikan Indonesia

Juara Harapan 1

Institut Seni Indonesia Surakarta

Juara Harapan 2

Universitas Jambi

Juara Harapan 3

Universitas Dian Nuswantoro

3. Lomba Stand Terbaik

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Juara 2

Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Juara 3

Universitas Brawijaya

Juara Harapan 1

Universitas Santo Borromeus

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Juara Harapan 3

Universitas Palangka Raya

4. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Awal

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : FounderHub Platform Edukasi Bisnis All in One Berbasis Personalized Learning Path

Juara 2

Universitas Dian Nuswantoro

Inovasi : Exantara Platform Digital Ekspor Berbasis SaaS Memberdayakan UMKM untuk Menembus Pasar Global

Juara 3

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Inovasi : ZappOn SuperApp Layanan Transportasi Listrik Berbasis Mobile Untuk Mendukung Green Lifestyle

Juara Harapan 1

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Inovasi : HAGE Portal Digital untuk Game Edukasi Kreativitas dan Komunitas Pecinta Game

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Platform Otomasi Marketing Peningkat Engagement Berbasis Sistem Cerdas

Juara Harapan 3

Universitas Sugeng Hartono

Inovasi : Catetify Aplikasi Mobile Revolusioner untuk Optimalisasi Pencatatan dan Manajemen UMKM Berbasis Artificial Intelligence Menggunakan Metode Optical Character Recognition

5. Kategori Budidaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : BiooVermix Pupuk Organik dan Pelet Nutrisi Tinggi Guna Meningkatkan Hasil Panen serta Daya Cerna Pakan Ikan Berbasis Cacing

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : TANAHMU Inovasi Pupuk Berbasis Limbah Cangkang Tiram Cangkang Telur dan Daun Gamal sebagai Solusi Rehabilitasi Lahan Sub Optimal dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian

Juara 3

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : ChickenZ Telur Omega 3 berbasis Smart Farming untuk Kemandirian Pangan dan Regenerasi Peternak Gen Z Masa Depan

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : mart Organic Fertilizer Berbasis Limbah Kotoran Ternak untuk Peningkatan Kualitas dan Nilai Jual Hasil Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Juara Harapan 2

Universitas Negeri Malang

Inovasi : Rekan Inovasi Suplemen High Protein berbasis Limbah Ikan Rucah dengan Kandungan Triptofan untuk Anti Kanibalisme dan Meningkatkan Hasil Panen Lobster

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Jambi

Inovasi : CocoBaggie Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu dan Sabut Kelapa sebagai Media Tanam Inovatif

6. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Tanjungpura

Inovasi : Needstrawble Inovasi Sedotan Edible Pertama dari Singkong dan Bunga Telang

Juara 2

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : RAW2WEAR Produk Fashion Berkelanjutan dengan Teknik Upcycle dan Seni pada Tekstil

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Inovasi : Produk Kit Batik Peningkat Kemampuan Motorik dan Kreativitas Berbasis Praktik

Juara Harapan 1

Universitas Pelita Harapan

Inovasi : Versa Memory

Juara Harapan 2

Institut Teknologi Sawit Indonesia

Inovasi : Inovasi pemanfaatan limbah pelepah kelapa sawit menjadi kemasan biodegradable berbasis Plantable Seed Paper

Juara Harapan 3

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : Batik Matur

7. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Pendidikan Indonesia

Inovasi : Titik Santai Eco Cafe Mahasiswa

Juara 2

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : Chaospace Jasa Penyediaan Stress Out and Sharing Room untuk Pelajar Mahasiswa dan Pekerja di Mamminasata

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Inovasi : Sobat Ceria Program Stimulasi Tumbuh Kembang yang Inklusif berbasis Mindfulness dan Family Co Creation

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Yogyakarta

Inovasi : MAKE BATIK Sustainable Milineris Batik dari Limbah Kertas Semen

Juara Harapan 2

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang

Inovasi : K Box Inovasi Media Pembelajaran STEAM Ramah Lingkungan dengan Jasa Edukasi Hands On dan Terintegrasi Kurikulum Nasional

Juara Harapan 3

Universitas Pendidikan Ganesha

Inovasi : Dewata Dirt Bike

8. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : Lumans Bliss Teh Calming Mood Warisan Sulawesi Utara

Juara 2

Universitas Palangka Raya c

Inovasi : Inovasi Parfum Roll On EDP Minyak Atsiri Berbasis Kayu Putih Serai Wangi Gaharu dan Bibit Parfum Ekstrak Tumbuhan untuk Efek Aroma Terapi yang Mendukung Kesehatan Pernapasan dan Relaksasi

Juara 3

Universitas Jambi

Inovasi : Ecopil Inovasi Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Sabut Pinang Lerak Dan Eco Enzyme

Juara Harapan 1

Universitas Ciputra Surabaya

Inovasi : Radja Geni sebagai Inovasi Teknologi Manufaktur Briket Pipih Berkelanjutan dari Limbah Tongkol Jagung dan Sekam Padi untuk Pemberdayaan Petani Lokal

Juara Harapan 2

Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Inovasi : PACE Papuan Essence

Juara Harapan 3

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Inovasi : Transformasi Limbah Sandblasting Dan  Tempurung Kelapa Menjadi Media  Fungsional Dalam Penangkapan Karbon

9. Kategori Makanan dan Minuman (A) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Ahmad Dahlan

Inovasi : BEKAMIE Inovasi Mie Instan Sehat Berbahan Dasar Bekatul Padi Sebagai Sumber Serat Dan Free Gluten

Juara 2

Universitas Hasanuddin

Inovasi : BROTEM Alternatif Camilan Sehat Brownies  Berbasis Tempe dan Oat  dengan Pemanis Alami dari Phoenix Dactylifera

Juara 3

Universitas Tidar

Inovasi : Es Herbalicious Inovasi Kuliner Es Krim Jamu Untuk Menjaga Tradisi Dan Kesehatan

Juara Harapan 1

STIKES Pelita Ibu

Inovasi : BonKelor Kendari Inovasi Pangan Lokal Berbasis Cakalang  Katsuwonus pelamis dan Kelor Moringa oleifera untuk Pencegahan Stunting dan Penggerak Ekonomi Pesisir Sulawesi Tenggara

Juara Harapan 2

Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Inovasi : Choco Deles Cokelat Premium Berjiwa Budaya

Juara Harapan 3

Universitas Internasional Semen Indonesia

Inovasi : Inovasi Bisnis Makanan DEMEN PASTA Berbahan Dasar Ampas Tahu Berprotein Tinggi Sebagai Bentuk Pemanfaatan Hasil Samping Industri Tahu

10. Kategori Makanan dan Minuman (B) – Tahapan Awal

Juara 1

Universitas Negeri Semarang

Inovasi : Fortizinc Beras Tak Perlu Di Cuci Berzat Gizi Tinggi Untuk Mencegah Stunting

Juara 2

Universitas Mataram

Inovasi : TuChips Transformasi Produk Tradisional Jaje Tujak Guna Memperpanjang Umur Simpan sebagai Oleh Oleh dan Peluang Ekonomi Kreatif Mahasiswa

Juara 3

Universitas La Tansa Mashiro

Inovasi : Kukis Gembili Anti Obesitas  sebagai Pangan Fungsional Inovatif

Juara Harapan 1

Universitas Ngudi Waluyo

Inovasi : MELGALANGA Inovasi Marshmallow Rempah Kombinasi  Campuran Jahe  Kencur dan Madu Sebagai Pelega Tenggorokan

Juara Harapan 2

Universitas Teknokrat Indonesia

Inovasi : Pineboost Minuman Probiotik Ekstrak Kulit Nanas

Juara Harapan 3

Universitas Muhammadiyah Tangerang

Inovasi : Barley Healthy Coffee Inovasi Kopi Rempah Sehat dengan Kemasan Drip Bag Praktis

11. Kategori Bisnis Digital – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Amikom Yogyakarta

Inovasi : SkillUpKids Startup Edutech AI untuk Memaksimalkan Potensi Anak Indonesia

Juara 2

Universitas Airlangga

Inovasi : Bisnis GC Gamingstore Platform Top Up Game Online Terintegrasi yang Mendukung Para Gamers Untuk Menjadi Pro Player Pada Kejuaraan ESports Tingkat Nasional maupun Internasional

Juara 3

Politeknik Negeri Banyuwangi

Inovasi : DENTAL DIARY Smart Medical Record System Berbasis Natural Language Processing dan WhatsApp Automation Untuk Klinik Gigi Modern

Juara Harapan 1

Universitas Negeri Jakarta

Inovasi : Study Fashion Aplikasi Kursus Rancang Busana Berbasis Virtual Reality Untuk Meningkatkan Kualitas Busana Para Wirausahawan

Juara Harapan 2

Universitas Muria Kudus

Inovasi : NUTRIDEL Nutrisi Delivery Platform Digital Penyedia Makanan Sehat

Juara Harapan 3

Universitas Jenderal Soedirman

Inovasi : Ricocapital Sebagai Inovasi Edukasi Kripto Dalam Mendorong Ekosistem Cryptocurrency Yang Berkelanjutan

12. Kategori Budidaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Inovasi : VertiCrab Budidaya Pembesaran Kepiting Bakau Berkualitas Guna Meningkatkan Nilai Jual Kepiting Bakau Menggunakan Budidaya Kepiting Vertikal Dilengkapi Teknologi Pengendalian Air

Juara 2

Universitas Tidar

Inovasi : SarwoMendho Circular Economy dalam Peternakan Domba dan Kambing Melalui Pemanfaatan Limbah  Menjadi Pupuk Organik dan Pakan Jangkrik

Juara 3

Universitas Muhammadiyah Bone

Inovasi : Inovasi GroCoco Grow with Coconut Sawdust Substrate

Juara Harapan 1

Universitas Trunojoyo

Inovasi : SEEDMART Bibit dan Tanaman Cabai Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Juara Harapan 2

Universitas Muhammadiyah Malang

Inovasi : Embik Eco Green Farm An Integrated Disability Friendly Business with Impactful Product Innovation

Juara Harapan 3

Universitas Terbuka

Inovasi : Inovasi Kampus Berdampak Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Melalui Peternakan Ayam Kampung Yang Terintegrasi Berbasis Komunitas Desa

13. Kategori Industri Kreatif, Seni, dan Budaya – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Gadjah Mada

Inovasi : CV. Mandira Heritage Group Sebagai Perusahaan Penyedia Inovasi Media Edukasi Warisan Budaya Berbasis Teknologi Digital

Juara 2

Universitas Jambi

Inovasi : Moladambi Eksistensi Budaya melalui Permainan Interaktif Sebagai Pengembangan Industri Kreatif

Juara 3

Universitas Udayana

Inovasi : PRASI Produk Suvenir Khas Bali Berbahan Dasar Daun Lontar

Juara Harapan 1

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Inovasi : Refashioned Soluvia Ecostra Desain Fashion Kreatif Dengan Dukungan Augmented Reality

Juara Harapan 2

Universitas Riau

Inovasi : Wastra Project Pengembangan Budaya Melayu Melalui Wastra Nusantara Pada Tas Multifungsi Kemeja Dan Rok Tenun Dengan Dukungan Sumber Daya Lokal

Juara Harapan 3

Universitas Siliwangi

Inovasi : Tasik CraftCO Sustainable Fashion Etnis Kolaborasi Mendong dan Batik Khas Tasikmalaya

14. Kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Diponegoro

Inovasi : MAKAIRA Street Coffee yang Berkelana Menebar Kebahagiaan di Setiap Sudut Jalan

Juara 2

Universitas Sam Ratulangi

Inovasi : The Condimentum Candle Gel Lilin Custom Berbahan Rempah Sulut

Juara 3

Universitas Sumatera Utara

Inovasi : Mobilized Fully Automated Photobooth untuk Optimalisasi Engagement dan Branding Industri MICE melalui Dokumentasi Interaktif Berbasis Digital

Juara Harapan 1

Universitas Agung Podomoro

Inovasi : Tiny Financiers Buku Literasi Finansial dan Dongeng Edukatif untuk Cerdas Kelola Uang Sejak Dini

Juara Harapan 2

Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Inovasi : Artamotion Layanan Pelatihan Animasi dan Ilustrasi Digital

Juara Harapan 3

Universitas Lambung Mangkurat

Inovasi : HYPERFIT Jasa Kelas Kebugaran Digital Training Course Consultant Fitness

15. Kategori Manufaktur dan Teknologi Terapan – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas PGRI Semarang

Inovasi : AQUABOAT REBORN

Juara 2

Universitas Musamus Merauke

Inovasi : ECO PAVING BLOCK GENERASI KEDUA

Juara 3

Universitas Negeri Makassar

Inovasi : AUTO CLEAN Solusi Inovatif Untuk Perawatan Kendaraan Secara Mandiri Pada Masyarakat

Juara Harapan 1

Institut Pertanian Bogor

Inovasi : Polytree Rekayasa Produksi Biopolybag Biodegradable sebagai Solusi Pertanian Berkelanjutan

Juara Harapan 2

Universitas Mataram

Inovasi : Radiant Sea Inovasi Body Lotion dari Ekstrak Rumput Laut Padina sp Untuk Menjaga Kulit Tetap Kulit Sehat Lembab  dan Bernutrisi

Juara Harapan 3

Universitas Sebelas Maret

Inovasi : Tani Solution  Produsen Inovasi Semi Mekanisasi Alat Pertanian

16. Kategori Makanan dan Minuman – Tahapan Bertumbuh

Juara 1

Universitas Muhammadiyah Semarang

Inovasi : Valdian Cake Gluten Free dan Low Calory Berbahan Mocaf dan Stevia  Solusi Sehat Pecinta Cake

Juara 2

Universitas Palangka Raya

Inovasi : Brownchips Bawang Dayak Inovasi Olahan Bawang Dayak Eleutherine SP Dengan Kombinasi Tepung Ubi Manggala Khas Kalimantan Tengah

Juara 3

Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya

Inovasi : Inslove

Juara Harapan 1

Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Inovasi : Bun And Bean Varian Inovatif Dengan Ecofactpack Penuh Fakta Dan Cinta Bumi

Juara Harapan 2

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri

Inovasi : Inovasi Camilan Makaroni Macwish Dengan Cita Rasa Nusantara Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Juara Harapan 3

Institut Teknologi Kalimantan

Inovasi : SANDAY

 

Perayaan kemenangan ditutupan dengan penampilan tamu spesial oleh OM Janema sebagai penutup acara KMI Expo XVI yang berlokasi di Kampus Sidotopo Untidar, Magelang.

Penulis: Aghna Nur Shabrina
Editor: Hardina Suryanti

Dukung Ketahanan Pangan, Dosen Untidar Terapkan Kincir Air Modern di Desa Bondowoso

Magelang – Universitas Tidar (Untidar) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penerapan Kincir Air Modern untuk Efisiensi Energi Kelompok Tani di Desa Bondowoso” dan dilaksanakan pada (26/10) di Layar Sasiro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Arrizka Yanuar Adipradana, S.T., M.Eng., selaku Ketua Tim Pengusul Pengabdian Masyarakat sekaligus dosen Fakultas Teknik Untidar. Tim pelaksana terdiri dari dosen Fakultas Teknik dan mahasiswa MBKM, antara lain Raka Mahendra Sulistiyo S.T., M.Sc., D Jayus Nor Salim M.Kom., Sekar Kinasih, dan Isnaeni Bagaskoro.

Menurut Yanuar, kegiatan ini telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui proses perancangan dan pembuatan kincir air modern sebagai teknologi tepat guna. “Kami memfabrikasi kincir air modern, melakukan uji coba di lapangan, dan kini memberikan penyuluhan serta diskusi dengan kelompok tani mengenai penerapannya untuk mendukung ketahanan pangan,” jelasnya.

Sebanyak 20 anggota kelompok tani dari Desa Bondowoso mengikuti kegiatan ini. Selama kegiatan berlangsung, terdapat tiga sesi pemaparan materi seputar penerapan kincir air modern, digital marketing hasil pertanian, hingga perawatan kincir air modern.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, program ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dan sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden RI, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan ketahanan pangan nasional.

“Harapannya, transfer teknologi tepat guna ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok tani agar produktivitas pertanian meningkat, terutama saat musim kemarau,” ungkap Yanuar.

Ketua Kelompok Tani Bondowoso, Agus Sunaryo, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Kegiatannya sangat membantu, bisa menambah pengetahuan tentang kincir air dan digital marketing. Jadi kami jadi lebih paham bagaimana teknologi ini bisa diterapkan di pertanian,” ungkapnya.

Ia juga berharap perguruan tinggi dapat terus hadir di tengah masyarakat. “Kami sebagai petani rata-rata sudah berusia di atas 40 tahun, jadi kami berharap pihak perguruan tinggi lebih proaktif lagi dalam mendampingi kami,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar berharap dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi dan penerapan hasil penelitian, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Pelepasan PMM 4 Indbound Untidar : Bertukar Sementara, Bermakna Selamanya.

Universitas Tidar menggelar Pelepasan mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Batch 4 Inbound, Kamis (4/7) di Gedung Kuliah Umum (GKU) Dr. H.R Suparsono.

Dalam laporannya, Koordinator PMM Untidar, Eny Ratnasari, S.I.Kom., M.I.Kom., menyampaikan, pelaksanaan PMM 4 di Universitas Tidar berjalan lancar.

“Secara keseluruhan kegiatan PMM 4 di Untidar dari program akademik, non akademik, hingga penyelenggaraan Modul Nusantara berjalan lancar. Ciri khas dari program PMM yaitu merayakan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara. Bersama dosen Modul Nusantara dan para LO, serta dukungan kampus, PMM 4 di Untidar berhasil menyelenggarakan 17 kali Modul Nusantara, jumlah ini melebihi dari kewajiban yang diminta kementerian,” tuturnya.

Kegiatan Modul Nusantara Untidar tidak hanya mengunjungi situs budaya di Magelang saja, namun juga mengunjungi situs budaya di Yogyakarta dan Klaten. Selain itu, diketahui, PMM 4 inbound Untidar juga melaksanakan kontribusi sosial sebanyak dua kali yaitu mengunjungi panti asuhan dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan dan mengunjungi Tempat Pembelajaran Al-Qur’an (TPQ) di daerah Silancur.

“Banyak sekali hal spesial di PMM Untidar kali ini, salah satunya untuk pertama kalinya Untidar terpilih untuk dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh tim Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditbelmawa) dan tim Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Pusat. Secara keseluruhan, berdasarkan hasil monev alhamdulillah Untidar mendapatkan hasil yang baik,” tambah Eny Ratnasari.

Tahun ini, Untidar menerima 30 mahasiswa PMM yang berasal dari 20 perguruan tinggi di Indonesia. Dari 30 mahasiswa, 7 diantaranya merupakan mahasiswa program vokasi dan 23 diantaranya adalah mahasiswa program sarjana.

Pulau Sumatera mengirim mahasiswa PMM 4 terbanyak dengan jumlah 16 mahasiswa, diikuti Kalimantan sejumlah 6 mahasiswa, dan Pulau Papua 5 mahasiswa. Sementara Program Studi yang paling banyak dituju antara lain S1 Administrasi Negara, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan D3 akuntansi.

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si bertekad tahun depan Untidar akan menerima mahasiswa inbound lebih banyak lagi.

“Meskipun dari tahun ke tahun jumlah peserta yang datang ke Untidar masih sekitar 30-an, belum ada penambahan. Namun, kami yakin kebersamaan selama ini menjadi sesuatu yang sangat bermakna bagi kita. Terutama bagi kami selaku penyelenggara, menjadi pembelajaran dan evaluasi bagaimana kami bisa melayani dengan baik setiap insan yang datang ke Untidar. Kami berharap di tahun depan jumlahnya bertambah. Untuk itu, tentu saja, kami melalui bidang Humas bisa melakukan  perluasan jangkauan sospro dan saya harap mahasiswa inbound menjadi agen yang membantu memperkenalkan Untidar di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Rektor turut menyampaikan rasa terima kasih kepada mahasiswa PMM 4 inbound yang telah memilih Untidar sebagai kampus tujuan. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada perguruan tinggi atas kepercayaannya telah mengirimkan mahasiswa ke Untidar.

Simbolisasi  pelepasan Mahasiswa PMM 4 Inbound, Rektor melepaskan kartu peserta sekaligus memberikan kenang-kenangan kepada 5 mahasiswa perwakilan dari 5 pulau yang berbeda. Perwakilan ini yaitu Bintang Anugrah Setya Agung dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Hanuuna Falihulayya Suabey dari Universitas Cenderawasih, Amalia Kartika dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Rusmin dari Universitas Sembilanbelas November Kolaka dan Gracia Claudia Martina Mali dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Pada kesempatan ini, masing-masing peserta PMM menampilkan tarian dan nyanyian dari asalnya yaitu Tari Aceh, Tari Batak, Tari Padang, Tari Melayu, Tari Papua dan Flashmob bersama.

Kepala Suku PMM 4 Inbound Untidar, Lady Maria menyampaikan rasa syukur bisa menyelesaikan program dengan lancar.

“Selama 6 bulan tentunya kami mendapatkan kesan yang baik. Pengalaman yang kami dapatkan adalah tentang keberagram kami dari berbagai provinsi bertemu di pulau jawa itu bisa disatukan dengan kesopanan dan keamanan yang diberikan oleh Untidar,” tuturnya.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

Ulik Warisan Budaya Bangsa, Mahasiswa PMM 4 Kunjungi Wisata Bukit Rhema dan Candi Borobudur.

Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound Batch 4 Universitas Tidar mengadakan kunjungan edukatif ke dua destinasi bersejarah, Bukit Rhema dan Candi Borobudur, pada Senin (10/06/2024). Sejumlah 30 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini belajar mengenal budaya di sekitar Magelang.

Program ini bertujuan untuk memperkaya wawasan kebudayaan serta mempererat persaudaraan di antara mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Melalui kunjungan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai warisan budaya bangsa.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan ke Bukit Rhema, yang dikenal dengan sebutan “Gereja Ayam” Bukit Rhema menjadi salah satu tujuan menarik karena bentuk bangunannya yang unik dan pemandangan alam sekitarnya yang memukau. Di sana, para mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan Gereja Ayam, filosofi serta tujuan awal pendiriannya.

Para peserta juga diajak untuk menikmati keindahan alam dari puncak bukit yang digunakan sebagai lokasi syuting AADC 2.

Selanjutnya, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Di sana, mereka diberikan tur edukatif mengenai sejarah Candi Borobudur, proses pembangunannya, serta makna dari relief-relief yang terukir di dinding candi.

Mahasiswa juga diajak untuk refleksi mengenai nilai-nilai kehidupan yang diajarkan melalui cerita-cerita dalam relief candi, seperti kebijaksanaan, toleransi, dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR mendapatkan pengalaman yang luar bisa dan tidak dapat terlupakan.

“Sebelum aku nggak pernah bayangin untuk ngunjungin bukit rhema sama candi borobudur. Tapi dari kegiatan ini aku bisa sampe kesana. Aku pikirnya hanya biasa aja, palingan hanya lihat gereja yg biasa dipake jadi tempat  doa sama lihat candi aja. Intinya kegiatan kemarin itu keren banget. Itu jadi salah satu pencapaian dan pengalaman yang berharga buat aku,” ungkap Grand Stef, mahasiswa pertukaran asal Universitas Palangka Raya.

Sama halnya dengan Grand, Jesika Mayasari, mahasiswa pertukaran asal Politeknik Negeri Medan juga mengungkapkan rasa senangnya.

“Amazing, melalui program PMM ini aku punya kesempatan bisa ke salah satu Warisan Dunia dan momen inii bakalan gak terlupakan sih,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi dan evaluasi sekaligus makan siang. Para mahasiswa diminta untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan selama kunjungan.

 

Penulis: Dwi Kusuma Astuti

Editor : Humas Untidar

 

Merawat Sejarah Melalui Kegiatan Modul Nusantara: Mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar Sambangi Sejumlah Tempat di Yogyakarta

Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa (PMM) Inbound Universitas Tidar Angkatan 4 melaksanakan kegiatan Modul Nusantara Kebhinekaan ke-12 dengan melakukan kunjungan sejumlah destinasi di Yogyakarta, Sabtu (01/06/.

Mahasiswa PMM 4 Inbound diajak berkunjung Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan wawasan kepada mahasiswa agar dapat menghargai peninggalan sejarah, melestarikan warisan budaya, dan meningkatkan sikap saling toleransi antar umat beragama

Kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki serta ditemani oleh tour guide mengelilingi Candi Prambanan yang luasnya mencapai 39,8 hektar. Para mahasiswa pertukaran pelajar dapat belajar mengenal sejarah dan budaya yang ada di Candi Prambanan. Pembelajaran yang di dapatkan diantaranya ada penjelasan sejarah, fungsi candi, hingga alasan dibangun di daerah prambanan. Sampai penghujung sesi, para mahasiswa diberikan waktu bebas untuk explore area Candi Prambanan.

Perjalanan  dilanjutkan menuju lokasi kedua yang dikunjungi yaitu Museum Wahanarata atau yang dikenal sebagai Museum Kereta Keraton. Museum ini terletak di sebelah barat Keraton Yogyakarta. Museum kereta memiliki koleksi berbagai kereta kuda Keraton Kesultanan Yogyakarta yang digunakan untuk kepentingan Keraton ataupun kepentingan  Pribadi yang umurnya mencapai ratusan tahun. Para mahasiswa dapat belajar banyak mengenai berbagai sejarah dan kebudayaan yang ada di Museum Kereta ini. Museum ini juga menyediakan jasa naik kuda yang bisa digunakan untuk umum.

Lokasi terakhir dalam kegiatan kunjungan ini adalah Pasar Beringharjo. Pasar ini merupakan salah satu pasar tertua di Yogyakarta dengan nilai dan filosofis yang tidak dapat dipisahkan dengan Keraton Yogyakarta. Untuk menuju ke Pasar Beringharjo para mahasiswa berjalan dari area keraton sambil menikmati indahnya sore Kota Yogyakarta. Para mahasiswa begitu antusias karena suasana yang didapatkan menjadi hal baru bagi mereka. Di Pasar Beringharjo para mahasiswa pertukaran bebas belanja oleh-oleh khas Yogyakarta serta menikmati sorenya Malioboro.

Penulis: Farchan Sofyan

Editor : Humas Untidar

Mahasiswa PMM Inbound 4 UNTIDAR Ngabuburit dengan Membatik

Teriknya matahari di bulan Ramadhan tidak mengurangi semangat para mahasiswa pertukaran untuk menambah wawasan mengenai salah satu warisan budaya Indonesia, yakni batik. Melalui kegiatan Modul Nusantara, 30 peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound UNTIDAR belajar membatik di rumah produksi batik dan suvenir, Tingal Art Borobudur, Magelang, Sabtu (23/03). Kegiatan ini merupakan bagian dari Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka yang bertujuan untuk lebih mencintai dan melestarikan seni dan budaya Indonesia.

Dibimbing pemilik Tingal Art Borobudur, Danung Hariyadi, para mahasiswa mengenal sejarah dan makna dari seni batik, serta teknik-teknik dasar yang diperlukan dalam pembuatan batik. Mahasiswa memperhatikan tangan lincah Danung dalam memainkan canting dan sesekali mencelupkannya ke dalam malam cair dan menggoreskannya pada kain. Peserta kemudian praktik membatik mengikuti pola pada kain.

Pada kesempatan yang sama, Danung bercerita mengenai kiprahnya dalam mendirikan Tingal Art. Ia membuat wisata edukasi batik untuk memperkenalkan batik kepada anak-anak di daerah Borobudur.

“Wisata edukasi Tingal Art tercipta ketika saya yang dahulunya bekerja sebagai pemadu wisata di Borobudur. Saya berpikir bahwa di daerah saya belum ada tempat untuk memproduksi batik. Jadi saya berinisiatif dengan warga setempat untuk membuat tempat wisata yang fokusnya mengedukasi pengunjung tentang produksi batik, karena saya melihat warga Magelang kalo mau lihat batik harus ke daerah lain,” jelas Danung.

Tingal Art Borobudur juga mendukung keberlangsungan wisata yang ada di Borobudur. Hal tersebut tercermin ketika pandemi COVID-19, sektor wisata yang diperboleh beroperasi hanya wisata membatik.

“Kita sempat struggling ketika pandemi, tapi ternyata wisata membatik ini masih diperbolehkan untuk beroperasi namun dengan syarat dan ketentuan. Tingal Art juga menjadi wisata yang mendukung keberlangsungan wisata yang ada di Borobudur,” terang Danung.

Kegiatan modul nusantara ke Tingal Art memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR.

“Senang sekali karena aku baru pertama kali ini juga membatik, aku jadi tahu proses membatik yang ternyata susah juga. Pantes harganya mahal,” tutur Bintang Anugrah, mahasiswa pertukaran asal Universitas Muhamadiyah Sumatra Utara.

Senada dengan Bintang, Nur Astapia, mahasiswa pertukaran asal Universitas Cendrawasih juga mendapatkan kesan tersendiri.

“Membatik ini jadi pengalaman pertamaku, jadi agak kesusahan juga tadi waktu menuangkan lilin ke kainnya takut kena tangan. Tapi seru banget bisa belajar batik bareng-bareng temen juga,” katanya.

***

Penulis : Dwi Kusuma Astuti dan Ana Tasia
Editor : Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Bulan Ramadhan, Mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR Berbagi di Panti Asuhan

Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 inbound UNTIDAR melaksanakan kegiatan berbagi dengan anak-anak Panti Asuhan Arrahman, Kramat Selatan, Kota Magelang Sabtu (16/03/2024).

PMM merupakan program pertukaran mahasiswa Kemendikbud yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar di wilayah perguruan tinggi klaster lain luar pulau di seluruh Indonesia. Melalui program ini, UNTIDAR menerima 30 mahasiswa inbound dari 20 perguruan tinggi. Program ini berlangsung sejak Januari hingga Agustus 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Modul Nusantara, sebuah kegiatan untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial melalui pendampingan berulang.

“Kesempatan berbagi donasi kepada Panti Asuhan Arrahman merupakan kegiatan yang sangat mulia apalagi dilakukan saat bulan Ramadhan. Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan,” ujar Mulya Rangkuti, salah seorang mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR.

Lebih lanjut, pengurus Panti Asuhan Arrahman, Umar mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada UNTIDAR dan mahasiswa pertukaran yang saat ini berkuliah di UNTIDAR.

“Kami sangat senang menerima donasi yang diberikan. Semoga dengan acara ini dapat meningkatkan silaturahmi dan memberikan manfaat serta mendapatkan berkah yang luar biasa”, jelasnya.

Donasi diberikan secara simbolis oleh Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR, Eny Ratnasari S.I.Kom., M.I.Kom kepada Perwakilan Pengurus Panti Asuhan Arrahman. Acara dilanjutkan dengan kegiatan berbagi dari masing-masing mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR kepada anak-anak Panti Asuhan Arrahman.

Dosen Modul Nusantara, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.A., juga berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan silaturahmi Universitas Tidar melalui kegiatan Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka.

“Terima kasih kepada Yayasan Panti Asuhan Arrahman yang telah menerima mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar, dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa empati, kebersamaan, dan kepedulian mahasiswa pertukaran kepada masyarakat Kota Magelang khususnya anak yatim dan piatu,” terang Hanim.

Melalui kegiatan Modul Nusantara, mahasiswa tak hanya mempelajari kebinekaan mahasiswa PMM Inbound UNTIDAr, tetapi juga belajar berbagi. Ini adalah kali pertama mahasiswa PMM Inbound Universitas Tidar melakukan kegiatan sosial di bulan Ramadhan. Selepas kegiatan, mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar melanjutkan kegiatan refleksi sekaligus buka bersama di Joglo Panglipuran Borobudur.

Penulis : Dina Putri dan Nabila Hanan

Editor : Isaka, Magang Humas Untidar

Mahasiswa PMM UNTIDAR Kunjungi Akademi Militer Magelang dan Kebun Raya Gunung Tidar

Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) melalui rangkaian modul nusantara dapat merasakan pengalaman tambahan untuk merasakan keberagaman budaya setempat. Pada Minggu, 3 Maret 2024 seluruh mahasiswa PMM UNTIDAR inbound 4 mengunjungi dua ikon Kota Magelang yakni Akademi Militer Magelang dan Kebun Raya Gunung Tidar, Minggu (03/03/2024).

Berangkat dari Kampus Tuguran dan Kampus Sidotopo, para mahasiswa tiba di lokasi pertama yakni Museum Taruna Abdul Djalil yang berada di dalam kompleks Akademi Militer Magelang.

Mahasiswa kemudian masuk ke dalam ruang teater museum untuk melihat profil kampus Akademi Militer Magelang bersama.-sama Sesi dalam ruang teater diakhiri dengan materi kebhinekaan oleh Kepala Seksi Museum Taruna Abdul Djalil Akmil Magelang, Mayor Iping Puji Astuti.

“Saya berharap dengan adanya kunjungan seperti ini dari mahasiswa seluruh Indonesia, maka kalian bisa turut merasakan perjuangan para pendahulu kita pada posisi militer yang telah berupaya mempertahankan Indonesia. Selanjutnya, kalianlah generasi penerus bangsa yang harus bisa menjaga Indonesia dari tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” terang Mayor Iping Puji Astuti.

Kunjungan dilanjutkan dengan mengelilingi kawasan museum dan Akmil Magelang secara menyeluruh hingga ke Lapangan Sapta Marga.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi Kebun Raya Gunung Tidar. Ditemani oleh tiga pemandu. Dalam kunjungan ini, mahasiswa mempelajari konservasi alam yang ada di Kebun Raya Gunung Tidar. Mereka juga melihat satwa-satwa seperti spesies kera yang banyak ditemui di sana.

“Kalau kita pernah dengar, Gunung Tidar ini disebutkan sebagai Pakuning Tanah Jowo yang berarti pakunya tanah jawa. Hal ini karena menurut mitos yang berkembang, Gunung Tidar adalah paku atau pasak yang dipasang di tengah-tengah Pulau Jawa agar pulau ini berhenti terombang-ambing di tengah Samudra”, ungkap Mas Satrio, Pemandu di Kebun Raya Gunung Tidar.

Selepas kunjungan, para mahasiswa melanjutkan kegiatan modul nusantara yakni refleksi di Kampus Tuguran Universitas Tidar.

 

***

Penulis: Tim PMM 4 Untidar

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR

Mahasiswa PMM 4 Pelajari Keberagaman dan Kreativitas Masyarakat Kota Magelang

Mahasiswa Pertukaran  4 Inbound Untidar mengikuti kegiatan Modul Nusantara bersama para Dosen Modul Nusantara dan Liaison Officer pada hari Sabtu (24/02/2024). Kegiatan diawali dengan mengunjungi Alun-alun Kota Magelang dan beberapa tempat ibadah yang ada di Kota Magelang seperti Klenteng Liong Hok Bio, Masjid Agung Kota Magelang, Gereja Beth-El, dan Vihara Kota Magelang.

Pada setiap kunjungan, para mahasiswa PMM 4 Inbound mendengarkan penjelasan pemandu mengenai sejarah berdirinya tempat ibadah tersebut, arsitekturnya, kegiatan para umat, dan tata cara beribadah. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengenalan lingkungan baru di sekitar Kota Magelang sekaligus menciptakan rasa persaudaraan antarpemeluk agama. Tak lupa, kunjungan ini diakhiri dengan foto bersama di depan icon tulisan kota Magelang yang persis berada di depan Alun-Alun Kota Magelang.

Selepas mengunjungi alun-alun kota, mereka berkunjung ke Kampung Iklim yang berada di RW 4 Jambon – Gesikan, Kelurahan Cacaban, Kota Magelang. Kampung ini dinamai Kampung Iklim karena kampung ini dikembangkan untuk tujuan pengendalian perubahan iklim dengan cara meningkatkan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkesinambungan.

Mahasiswa PMM 4 Untidar diajak mengelilingi kampung untuk melihat produk-produk daur ulang yang karya Ibu-Ibu PKK Kampung Iklim hingga mengunjungi lahan tanaman organik yang juga dimanfaatkan sebagai kolam ikan. Selain itu, mahasiswa belajar cara memilah sampah plastik, budidaya maggot, dan membuat gantungan kunci dari sampah plastik.

“Saya sangat senang sekali bisa mengunjungi kampung ini. Kesan saya, ini kampung sangat luar biasa kreativitasnya dan semangat para penggeraknya yang membuat kampung ini menjadi luar biasa seperti ini”, ungkap Mulya, salah satu mahasiswa PMM 4 Inbound Untidar.

Kampung Iklim dipimpin oleh Pak Joko yang sekaligus merupakan Ketua RW. Beliau adalah seorang Guru SMA yang memiliki semangat tinggi dalam menggerakkan warganya.

Di samping itu, ada juga Ibu Titin, koordinator dari Ibu-Ibu PKK Kampung Iklim yang juga menjadi penggerak kreasi daur ulang di Kampung Iklim. “Besok jika ada yang masih mau belajar untuk berkreasi mendaur ulang, silahkan bisa kontak saya langsung dan dating saja ke rumah saya ya, kita belajar lagi membuat produk-produk yang lain.”

***

Penulis: Dina Putri Nurcahyani

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR

UNTIDAR Sambut 30 Peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4

Universitas Tidar menerima 30 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 4 Tahun 2024. Seremonial penerimaan dalam acara “Penyambutan dan Kick-off Modul Nusantara Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Inbound Universitas Tidar”, Sabtu (17/02) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono.

Acara seremonial ini dimulai dengan first walk dari mahasiswa PMM 4 Inbound Universitas Tidar. Dilanjutkan dengan pengalungan selendang UNTIDAR dan name tag kepada perwakilan mahasiswa dari 5 pulau oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si, didamping Kepala Bagian Akademik, Wahyu Andriyanto, S.A.P., Koordinator Perguruan Tinggi Penerima PMM 4 Universitas Tidar, Eny Ratnasari S.I.Kom., M.I.Kom., serta dosen Modul Nusantara PMM 4, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.Si. dan Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Drs. Giri Atmoko, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa pertukaran yang telah memilih Univesitas Tidar sebagai perguruan tinggi tujuan. Selain itu, beliau berpesan agar mahasiswa dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar pengalaman pertukaran menjadi pengalaman yang berharga dan bisa menjadi bekal untuk menghadapi tantangan ke depan.

Dalam Laporan Koordinator Perguruan Tinggi Penerima PMM 4 Universitas Tidar, Eny Ratnasari mengatakan, “Universitas Tidar kembali terpilih menjadi Perguruan Tinggi Penerima dalam Program PMM Tahun 2024 setelah melalui seleksi yang sangat ketat. Dari 210 perguruan tinggi yang mendaftar Program PMM 4, hanya 128 yang lolos sebagai perguruan tinggi penerima. Alhamdulillah, Universitas Tidar adalah salah satunya.”

“UNTIDAR menerima 30 mahasiswa yang berasal dari 20 perguruan tinggi dari seluruh penjuru tanah air, diantaranya dari Lhokseumawe, Banda Aceh, Batam, Medan, Jambi, Asahan, Padang, Palembang, Pontianak, Palangkaraya, Kupang, Merauke, Kolaka, dan Jayapura. Dengan kata lain, 46% dari kuota mahasiswa pertukaran untuk program sarjana yang disediakan oleh Universitas Tidar telah terpenuhi,” terangnya.

Kepala Suku Mahasiswa PMM 4 Inbound UNTIDAR, Lady Matari, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh civitas akademika Universitas Tidar, mulai dari kaprodi, para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah menerima mahasiswa PMM dengan ramah.

“Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka merupakan satu dari sembilan Program Merdeka Kampus Merdeka (MBKM). Di Universitas Tidar, program ini akan berjalan kurang lebih 5 bulan dan akan memberikan pengalaman belajar di luar kampus serta meningkatkan wawasan kebhinekaan melalui kegiatan Modul Nusantara,” ujar Dosen Modul Nusantara PMM 4, Hanim Rohnulyanti, S.I.Kom., M.Si.

Dosen Modul Nusantara PMM 4, Ayu Lestari, S.Pd., M.Pd. juga menambahkan, “Di Universitas Tidar, Program PMM nantinya akan memfasilitasi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar terbaik sesuai dengan ciri khas Universitas Tidar yang unggul dalam kewirausahaan,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Perguruan Tinggi Penerima UNTIDAR juga menambahkan bahwa keikutsertaan UNTIDAR dalam Program PMM 4 merupakan upaya branding UNTIDAR. “Semoga keikutsertaan ini membuka peluang kerja sama lainnya dengan perguruan tinggi asal dari mahasiswa inbound maupun mahasiswa UNTIDAR yang dikirim untuk pertukaran (outbound),” tandasnya.

UNTIDAR juga mengirimkan 35 mahasiswa outbound untuk belajar di berbagai perguruan tinggi terbaik di luar Pulau Jawa, yang tersebar di Pulau Sumatera, Bali, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

*
Penulis: Tim PMM 4

Editor: Isaka, Magang Humas UNTIDAR