SHARING MAHASISWA UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE, IKUTI PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA DI KAMPUS UNTIDAR

Sejuk dan tenang adalah ciri khas yang begitu terasa, selama tinggal di Kota Magelang, begitu juga siang itu. Minggu, 9 Oktober 2022, waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, saya bersiap-siap untuk mengunjungi salah satu museum yang berada di kota Magelang, yaitu Museum Oei Hong Djien (OHD). Sebelum ke sana, saya dan teman-teman Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 (PMM 2), diarahkan oleh dosen Modul Nusantara untuk berkumpul di kampus. Sebelum menuju ke Museum OHD, kami makan siang bersama dulu.  

Setelah makan siang, kami langsung menuju Museum OHD, diantar oleh bus kampus UNTIDAR. Jalanan di Kota Magelang cukup sepi, sehingga perjalanan begitu lancar tanpa ada kendala yang berarti. Masyarakat tidak banyak yang keluar rumah, seperti halnya pada hari Senin s.d. Jumat. Namun di sekitaran Alun-alun Kota Magelang cukup ramai warga menghabiskan waktu liburannya di sana. Perjalanan ke Museum OHD cukup dekat, suasana di bus juga menyenangkan, apalagi diiringi musik koplo yang diputar oleh pengemudi bus.

Setelah 20 Menitan, akhirnya kami sampai di Museum OHD. Sebelum masuk, saya dan teman-teman PMM 2 menyempatkan untuk foto bersama di depan  museum. Pengelola Museum OHD sangat baik dalam menjalankan protokol kesehatan. Tersedia tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan kami melewati pengecekan suhu sebelum masuk ruangan.  

Museum yang pernah mendapatkan Rekor MURI di tahun 2012,  dalam kategori gudang tembakau yang dijadikan museum ini, termasuk dalam jajaran museum terlengkap yang ada di Nusantara. Jadi tidak heran ketika masuk ke dalam museum disambut dengan karya-karya seni yang sangat luar biasa, dengan konsep modern kontemporer. Sangat unik dan menyenangkan .

Di awal menjelajah isi museum OHD, pemandu menjelaskan bahwasannya museum ini awalnya merupakan sebuah gedung tembakau, yang dimiliki oleh seorang dokter sekaligus kolektor seni yang bernama Oei Hong Djien.  Beliau sudah mengumpulkan barang seni sejak dari tahun 70-an. Tidak heran jika koleksi yang ada di dalam museum terbilang cukup banyak dan lengkap. Koleksi tersebut memiliki beragam wujud, mulai dari lukisan, seni patung, seni instalasi, bahkan seni media baru.

Kami sangat beruntung karena pada kunjungan kali ini bisa bertemu dengan pendiri Museum OHD. Oei Hong Djien sudah berusia 80-an, namun masih terlihat awet muda, karena menanamkan cinta yang begitu besar pada karya seni. Salah satu karya seni di museum OHD yang cukup menarik perhatian adalah Replika Bumi bermetaphor wayang, dengan kumpulan patung kepala manusia berbentuk tanda tanya di bawahnya. Begitu unik di mata saya

Setelah berkeliling mencermati berbagai karya seni yang ada, kami diarahkan menuju lantai 2, untuk menerima materi inspirasi dengan tema “Kebijakan Bahasa dan Revitalisasi Bahasa Daerah”. Materi disampaikan oleh Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah, yang juga alumnus Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UNTIDAR, yaitu Leanita Fitria Agustin, S.Pd. Kami memanggilnya kak Lea,. Kak Lea menjelaskan bahwa Kebijakan Bahasa terbagi atas 4 hal, yaitu Pengembangan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Iptekdikbud, Perlindungan Bahasa, Internasionalisasi Bahasa Indonesia, dan Pembinaan Bahasa Negara. Selain itu, kak Lea juga menjelaskan tentang 4 prinsip Merdeka Belajar Revitalisasi Bahasa Daerah. Yang pertama Dinamis atau berorientasi pada pengembangan bukan hanya proteksi bahasa. Kedua Adaptif, yaitu sesuai dengan lingkungan dan situasi penutur. Ketiga Regenerasi, yakni fokus pada penutur muda di tingkat sekolah dasar dan menengah. Yang terakhir Merdeka, yaitu berkreasi dalam penggunaan bahasanya.

Setelah menerima materi inspirasi tentang kebahasaan, kami berfoto bersama. Tak lupa saya  mendokumentasikan karya seni yang ada di Museum OHD, karena setiap momen sayang jika tak diabadikan.

Selesai sudah perjalanan ke Museum OHD. Otak berhasil direfresh dengan pandangan baru mengenai dunia seni. Tak terasa hari mulai sore, saya dan teman-teman PMM 2, juga dosen Modul Nusantara meninggalkan museum OHD dengan kebahagiaan, dan kenangan yang akan selalu tersimpan di hati terdalam.

Penulis : Putri Mulyono

Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Jurusan Sastra Indonesia

Universitas Khairun (UNKHAIR), Ternate, Maluku Utara

IMPIAN HASNA NADIA MENGEKSPLORASI SULAWESI, TERCAPAI LEWAT PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA

Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu program bertukar mahasiswa dalam satu semester, dari satu klaster pulau ke klaster pulau lain, yang akan memberikan pengalaman kebhinekaan dan sistem alih kredit sebanyak 20 sks.

Melalui PMM, mahasiswa dapat melatih hard skills dan soft skills, karena di lokasi penempatan mahasiswa akan bertemu dengan lingkungan dan budaya baru, berkenalan dengan teman-teman baru, serta berhadapan dengan banyak tantangan baru. Di sinilah ketangguhan mahasiswa  diuji.

Hasna Nadia, adalah mahasiswa program studi S1 Hukum UNTIDAR Angkatan 2021, yang tahun ini berhasil lolos seleksi untuk mengikuti PMM. “Saya lolos Program Pertukaran Mahasiswa di Universitas Bosowa, yang berada di Kota Makasar, Sulawesi Selatan. Alasan mengikuti PMM yang paling utama adalah melatih softskills dan hardskills.  Selain itu saya dapat memperluas pengalaman, belajar berinteraksi dan menjalin relasi,” tutur Hasna.

“Awal pendaftaran saya masih bingung apa itu PMM. Setelah banyak mencari informasi dari berbagai sumber, akhirnya memberanikan diri mendaftar, dan alhamdulillah lolos. Setelah melakukan daftar ulang dan pembekalan,  8 September 2022 terbanglah saya ke Makasar. Sungguh seperti mimpi bisa belajar sekaligus healing ke destinasi yang sangat ingin saya kunjungi,” ujarnya.

Saya memilih Pulau Sulawesi karena memang sejak lama sudah penasaran dengan  kota Makasar. Karena sewaktu SMA sempat mempelajari sejarah peminatan, dengan pulau Sulawesi sebagai titik fokusnya. Hal inilah yang melatarbelakangi kenapa memilih Universitas Bosowa,” tambahnya.  

Hasna menceritakan, dalam Program Mahasiswa Merdeka ini ada mata kuliah yang membuatnya sangat bersemangat yaitu  Mata Kuliah Modul Nusantara. “Melalui mata kuliah ini saya memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi sejarah dan budaya Sulawesi. Exiting sekali rasanya bisa menjelajahi tempat-tempat ibadah dan tempat bersejarah di Kota Makassar, seperti Vihara Giri Naga, Monumen Mandala, Gereja Katedral, Klenteng Xian Ma, Benteng Rotterdam, Masjid Cheng Ho, Pantai Losari, Masjid 99 Kubah, dan Lego – Lego.

Saya juga berkesempatan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Gowa, seperti masjid tertua di Sulawesi Selatan yaitu Masjid Katangka, Kompleks Makam Raja Gowa, Makam Sultan Hasanuddin, Istana Balla Lompoa, dan Komunitas An Nadzir. Pengalaman yang sangat-sangat berharga. Sangat senang, bersyukur dan rasanya seperti mimpi, selama beberapa bulan memiliki kehidupan baru di lain pulau. Disini dibentuk untuk memiliki jiwa kepemimpinan, mental yang kuat, dan belajar bekerjasama dengan mahasiswa PMM lainnya. Meskipun ada rasa sedih saat harus berpisah dengan orangtua dan anabul saya,” urai Hasna.  

“Universitas Bosowa akan menjadi keluarga kedua setelah UNTIDAR. Semoga melalui PMM ini membuat saya bisa menjadi mahasiswa yang aktif, tangguh dan percaya diri untuk berkarir, dan mengabdi pada masyarakat di kelak kemudian hari,” pungkas Hasna.  

Penulis : Humas

CERITA DEBBY AYU APRILIA IKUTI MAGANG BERSERTIFIKAT DI PT TRISAKTI PILAR PERSADA       

Salah satu program Kampus Merdeka adalah MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat). Mengikuti program MSIB merupakan pengalaman yang berharga dan menyenangkan bagi Debby Ayu Aprilia (Prodi S1 Manajemen UNTIDAR Angkatan 2020). Debby merupakan satu dari beberapa mahasiswa UNTIDAR yang lolos MSIB batch 2 tahun 2022.

Debby mengikuti program magang di PT Trisakti Pilar Persada, yang merupakan salah satu perusahaan konsultan yang berada di kota Yogyakarta. Program akan berjalan kurang lebih 5 bulan, dimulai dari tanggal 18 Agustus 2022 – 31 Desember 2022. Peserta yang lolos pada program ini mendapatkan konversi hingga 20 SKS, atas persetujuan dari prodi masing-masing.

“Di PT Trisakti Pilar Persada, saya ditempatkan pada Divisi Project Manager, yang memegang salah satu proyek dari PT Trisakti yaitu Review RPJMDES dan Percepatan Pencapaian yang ada di Desa Serut Kabupaten Gunungkidul. Tugas dari seorang Project Manager adalah memastikan proyek berjalan sesuai timeline yang disusun, serta memfasilitasi teman-teman researcher atau peneliti saat membutuhkan data,” kata Debby.

Debby mengatakan bahwa dirinya sangat senang bisa magang di PT Trisakti Pilar Persada  karena bisa mendapatkan pengalaman baru. “Tugas dan tanggungjawab yang diberikan membuat saya menjadi lebih sering berdiskusi dengan Kepala Desa, serta staff ahli yang ada di Desa Serut. Pengalaman yang sangat berkesan adalah saat meninjau desa dan diajak berkeliling desa untuk melihat dan menganalisis potensi wilayah yang ada. Tujuan dari Review RPJMDES ini adalah untuk melihat apakah kebijakan yang diambil sudah sesuai dan apakah sudah cukup efektif untuk menjawab segala permasalahan yang ada di desa tersebut,” urai Debby. “Pastinya menambah pengalaman dan wawasan bagi mahasiswa, karena dapat langsung terjun ke dunia kerja,” tambahnya.

Pada program MSIB batch 2 ini, sebanyak 62 Mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos.  22 Mahasiswa mengikuti program Magang, dan 40 mahasiswa mengikuti program Studi Independen.

Penulis : Humas

CERITA MIFTAKHUL LAELA HASNUN IKUTI PROGRAM PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA DI UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG

Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merupakan program dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang menjadi bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Melalui PMM, mahasiswa memiliki kesempatan yang luas untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, dan solidaritas.                                                                                                                                                                                  

Miftakhul Laela Hasnun adalah salah satu mahasiswi UNTIDAR yang berkesempatan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Bandar Lampung (UBL), Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil. Bersama dengan 61 peserta PMM dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, selama 1 semester Laela mengikuti kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan kebhinekaan di UBL.

“Mayoritas mahasiswa-mahasiswi yang lolos untuk mengikuti PMM di Universitas Bandar Lampung berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa. Tetapi ada juga yang dari luar pulau Jawa, yaitu dari Nusa Tenggara Timur dan Ambon,” tutur Laela. “Alasan saya memilih mengikuti PMM di UBL, salah satunya karena Jurusan Teknik Sipil- nya sudah terakreditasi A, menandakan pembelajarannya sudah sangat maju,” tambahnya.

Laela menguraikan, di awal PMM, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan PPK (Program Pengenalan Kampus). “Kegiatan diadakan di Conventation Hall Mahligai Universitas Bandar Lampung. Banyak sekali acara di dalamnya, seperti penampilan tarian adat, penyambutan oleh Rektor, ucapan selamat datang untuk mahasiswa PMM Inbound Batch 2, dan pengenalan aplikasi UBL Apps untuk membantu peserta PMM selama kuliah satu semester di UBL. Setelahnya kami mengikuti acara Tour Campus Universitas Bandar Lampung. Kami diajak berkeliling UBL, mulai dari berkunjung ke gedung-gedung yang digunakan untuk perkuliahan, lalu ke perpustakaan, gedung rektorat, kantin, dan seluruh fasilitas yang ada di Universitas Bandar Lampung,” tuturnya.

Laela menceritakan, di tanggal 15 September 2022, diadakan pelantikan mahasiswa PMM Batch 2 oleh Rektor UBL. “Di hari yang sama kami mengikuti kegiatan Kebhinekaan 1, dengan tema “Kenali Asalku”, atau dalam Bahasa Lampung disebut Begawi Nengah Nyappur, yaitu acara parade budaya, dimana peserta PMM diwajibkan mengenakan pakaian adat masing-masing. Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Dekan, serta perwakilan dosen UBL,’’ ujarnya.

Laela menambahkan, kegiatan yang tak kalah seru adalah ‘Ayo Mengan Bangik’, yang dalam Bahasa Indonesia artinya makan disini. Dalam acara tersebut, peserta PMM saling memperkenalkan makanan khas daerah masing-masing, mempresentasikan bagaimana asal-usul serta cara membuatnya. Para dosen dan mentor PMM juga memperkenalkan makanan khas Lampung seperti ketimus, kue cucur, dan salempok/salimpok.

“Saat awal tinggal di Lampung, saya sempat kaget karena harga makanan yang lebih mahal dibandingkan dengan di Magelang. Juga rasa makanan yang cenderung asin dan pedas, berbeda dengan di Jawa yang rata-rata manis. Tapi lama-lama lidah bisa juga menyesuaikan. Namun yang pasti, selama kurang lebih satu bulan berada di pulau orang, saya merasa senang dan nyaman karena lingkungan disini seperti keluarga, serta tidak membeda-bedakan satu sama lain,“ katanya.

Di akhir wawancara, Laela menyampaikan harapannya setelah mengikuti PMM. “Semoga Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Batch 2 ini memberikan banyak pengalaman baru terkait nilai-nilai keberagaman suku, agama, kepercayaan, kebudayaan, dan bahasa. Insyaallah skill bertambah, dan tentunya pengetahuan di bidang akademik semakin dalam dan luas,” pungkasnya.

Penulis : Humas

MAHASISWA S1 TEKNIK MESIN UNTIDAR IKUTI STUDI INDEPENDEN BERSERTIFIKAT DI NEOSIA TRAINING CENTRE

Kartiko Budiyono, mahasiswa S1 Teknik Mesin UNTIDAR, adalah  salah satu mahasiswa UNTIDAR yang lolos seleksi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Studi Independen Bersertifikat Batch 3. “Saya berkesempatan mengikuti Studi Independen Bersertifikat di Neosia Training Center, dengan program CAD/CAM & CAE – Mechanical Engineering Design & Analysis. Neosia Training Center  adalah sebuah Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang telah berdiri sejak tahun 2009. Programnya adalah pelatihan dalam bidang design, khususnya aplikasi “Engineering Software,” tutur Kartiko.

Studi Independen yang diikutinya berlangsung selama kurang lebih empat setengah bulan, terhitung dari 18 Agustus 2022 sampai dengan 31 Desember 2022. Pembelajaran dilakukan secara daring, dengan terbagi menjadi: pembelajaran biasa via zoom meeting, materi review dengan mentor via zoom meeting,  tambahan materi via video private youtube yang hanya bisa diakses oleh peserta, tugas harian, dan final project berupa pembuatan desain produk yang bisa dijadikan bahan tugas akhir.

Kartiko menjelaskan, peserta yang mengikuti program ini didampingi oleh satu orang mentor yang ahli di bidangnya masing-masing. Terbagi kedalam sebelas grup (kurang lebih dua puluh lima orang peserta dan satu orang mentor dalam satu grupnya). Sesi pendampingan dengan mentor berlangsung setiap hari setelah pembelajaran biasa dilaksanakan. Mentor melakukan pendampingan dengan mereview materi yang telah disampaikan, sesuai pertanyaan dari peserta.

“Program ini melaksanakan pembelajaran dengan materi Engineering Software yang terbagi menjadi tiga macam software. Software tersebut adalah AutoCAD Mechanical, Autodesk Inventor, dan Solidwork. Materi yang diajarkan sampai saat ini antara lain: 1. Pembuatan desain 2D (dua dimensi) melalui AutoCAD Mechanical, Autodesk Inventor, dan nantinya Solidwork; 2. Pembuatan desain 3D (tiga dimensi) melalui Autodesk Inventor dan nantinya melalui Solidwork,” urai Kartiko.

“Alasan saya mengikuti program ini karena  ingin belajar hal yang baru, relevan dengan tugas akhir saya, dan mendapatkan sertifikat keahlian internasional guna mencari kerja nantinya,” tambahnya.

Kartiko menyampaikan bahwa selama pembelajaran berlangsung, materi yang disampaikan sangatlah bermanfaat. “Menjadi peserta studi independen ini sungguh luar biasa, dimana materi-materinya tidak mungkin didapatkan ketika belajar otodidak dari internet, maupun dari kampus. Selain itu sertifikat bertaraf internasional yang akan didapat setelah menyelesaikan program dan mengikuti tes keahlian, akan sangat bermanfaaat untuk terjun ke dunia kerja setelah lulus kuliah nanti,” pungkasnya.

Penulis : Humas

SHARING NINA PUNGKI KUSUMA, IKUTI MAGANG BERSERTIFIKAT DI DIVISI RISK MANAGEMENT DAN LEGAL COMPLIANCE PT INKA

Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri dengan terjun langsung di dunia industri atau profesi nyata selama satu sampai dua semester, yang akan diakui dengan konversi 20 sks setiap semesternya.

Nina Pungki Kusuma, mahasiswa prodi S1 Hukum UNTIDAR Angkatan 2019, merupakan salah satu mahasiswa yang tahun ini mendapatkan kesempatan mengikuti MSIB MBKM batch 3 selama 5 bulan. “Saya lolos program MSIB MBKM di PT INKA (Persero), pada divisi Risk Management & Legal Compliance. PT INKA (Persero), yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), manufaktur kereta api terintegrasi pertama di Asia Tenggara,” tutur Nina. “Lolos program MSIB MBKM Batch 3 ini pastinya bersyukur, karena bisa mengembangkan hard skill maupun soft skill dengan belajar hal baru. Harapan dari kegiatan ini semoga saya dapat membangun personal branding yang kuat untuk meningkatkan personal value saya, serta memiliki bekal setelah lulus kuliah untuk menghadapi persaingan di dunia kerja,” tambahnya.

Nina menjelaskan, ia terlibat dalam pembuatan Feasibility Study (Studi Kelayakan Produk Bus Listrik 12 meter). “Saya mendapat bagian pada aspek kajian legalitas mengenai Peraturan Perundang-Undangan yang berkaitan dengan apa saja yang sekiranya dibutuhkan dalam pembuatan produk bus listrik 12 meter. Selain itu saya juga mendapat tugas lain seperti  analisis manajemen risiko, mengerjakan demografi (laporan kinerja dan laporan manajemen, serta laporan komposisi pegawai), mempelajari prosedur pengelolaan risiko, mengikuti pelatihan kontribusi margin, pencarian & seleksi tender, pembuatan RAB dan pembuatan Kurva S, menghadiri acara sosialisasi bersama PIC/mentor terkait Teknis Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko/ Sistem OSS RBA, serta selalu mengikuti program In-Class Training yang di selenggarakan setiap hari Kamis dan Jum’at setiap minggunya,” urai Nina.

“Selama proses magang, saya mendapatkan pendidikan mental dan kedisiplinan yang diberikan langsung di Batalyon Infanteri Para Raider 501 Madiun. Disitu saya dibentuk untuk memiliki mental yang kuat, memiliki jiwa kepemimpinan, selalu tepat waktu, dan juga dapat bekerjasama dengan peserta magang lainnya. Walaupun awalnya itu terasa berat bagi saya, tetapi output yang saya rasakan sekarang adalah rasa kekeluargaan yang terbentuk antar sesama peserta MSIB di PT INKA (Persero),” imbuhnya.

Nina menuturkan bahwa program yang dijalaninya memberikan banyak benefit, diantaranya bisa mengembangkan hard skill maupun soft skill dengan belajar hal baru, dan membangun personal branding yang kuat untuk meningkatkan personal value. Nina berpesan untuk teman-teman dan adik-adik tingkat yang akan mengikuti MSIB untuk mempersiapkan diri pada setiap tahapan seleksi sematang mungkin, dengan mencari banyak referensi dan berlatih. “Jangan ragu untuk mencoba, if we never try, we will never know”, pungkasnya.

Penulis : Humas

PENGALAMAN BERHARGA MENGIKUTI STUDI INDEPENDEN BERSERTIFIKAT DI RUANGGURU

Vena Klarisa Irawati adalah salah satu dari 33 mahasiswa UNTIDAR yang lolos seleksi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada program Studi Independen Batch 2. Studi Independen Bersertifikat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan di dunia industri.

Vena Klarisa berbagi pengalaman mengikuti Studi Independen Bersertifikat di PT Ruang Raya Indonesia atau yang sering disebut dengan Ruangguru, sebagai peserta dalam program Data, Business Analytics & Operations Bootcamp. Ruangguru membuka peluang bagi mahasiswa seluruh Indonesia yang memiliki ketertarikan pada bidang big data untuk bergabung dalam program studi independen. Program ini berlangsung selama lima bulan terhitung sejak 14 Februari 2022 sampai dengan 14 Juli 2022 secara daring dengan sistem pembelajaran, yaitu pemberian materi ajar melalui LMS, live class, praktik mandiri (hands on), work assignment, hingga final project guna mengasah kemampuan peserta.

“Menjadi salah satu bagian dalam program studi independen Ruangguru memberikan pengalaman dan manfaat yang luar biasa bagi saya. Saya menjadi paham bagaimana proses menentukan strategi bisnis perusahaan hingga rekomendasi-rekomendasi strategi apa saja yang sebaiknya ditawarkan dari setiap penelitian yang dilakukan,” ungkap Vena.

“Ruangguru memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi saya khususnya, mulai dari introduction to data analytics for business, Python, SQL, dan Tableau sebagai alat analisis dan visualisasi data. Tidak hanya itu saja, Ruangguru memberikan pembelajaran tambahan untuk meningkatkan kemampuan peserta di bidang data analyst dengan memberikan materi mengenai digital product analytics dan communication and management,” tambahnya.

Vena menjelaskan penyampaian materi diberikan oleh instruktur-instruktur yang memang berkompeten pada bidangnya, sehingga materi yang disampaikan mudah dipahami dan apa yang menjadi pertanyaan peserta mampu terjawab saat itu juga. “Terlebih lagi bagi saya yang memiliki latar belakang jurusan yang berbeda dengan bidang ini, sehingga perlu belajar mulai dari nol,” katanya.

Vena menuturkan Ruangguru juga menyediakan sesi pendampingan bagi masing-masing house. Mentor dalam house tersebut menjadi wali kelas yang membimbing selama program berlangsung. Sesi mentoring dilakukan setiap dua minggu sekali dan satu minggu sekali ketika peserta sudah mulai mengerjakan final project.

Final project untuk Data, Business Amalytics & Operations Bootcamp difokuskan agar peserta mampu membuat project planning hingga eksekusi dari project yang bertujuan untuk mengakuisisi target market yang dituju dalam sebuah produk sehingga berdampak pada peningkatan penjualan (lead generation intiatives). Output dari final project yang saya lakukan berupa data dashboard dan data analisis tentang penjualan suatu perusahaan dengan menggunakan beberapa tools yang telah diajarkan semasa program. Banyaknya manfaat yang saya dapatkan membuat saya berharap program ini dapat terus ada setiap tahunnya agar para mahasiswa lain mendapatkan pengalaman baru di luar universitas, ” urai Vena.

Penulis : Humas

MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI FISIP UNTIDAR BERBAGI SERUNYA JADI WARTAWAN SELAMA MENGIKUTI PROGRAM MAGANG KAMPUS MERDEKA

Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sebagai program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi senantiasa berupaya memfasilitasi mahasiswa di seluruh Indonesia agar memiliki banyak pengalaman. Salah satu program MBKM adalah Magang. Melalui program ini mahasiswa mendapatkan berbagai manfaat diantaranya mahasiswa mengetahui gambaran nyata dunia bekerja, mendapatkan pengetahuan tentang praktik terbaik dalam industri dan sektor yang diminati, membangun dan memperluas koneksi, serta peluang yang lebih besar untuk diterima sebagai karyawan di tempat magang.

Nova Nur Afifah adalah mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNTIDAR yang tahun ini berkesempatan mengikuti program magang MBKM. Nova bersama dengan Samuel Nifatani Ziraluo (prodi Ilmu Komunikasi), berhasil lolos seleksi untuk bekerja paruh waktu di Redaksi Jawa Pos Radar Magelang. “Ada lima orang yang mengumpulkan portofolio, namun hanya 2 yang diterima, saya salah satunya,” tutur Nova. Nova menyampaikan bahwa program magang berlangsung sejak 28 Maret s.d. 31 Juli 2022.

“Banyak pengalaman yang saya dapatkan. Selain itu relasi juga bertambah. Salah satu pengalaman yang cukup mengesankan adalah ketika mengikuti Operasi Penyakit Masyarakat April lalu yang dilaksanakan oleh Satpol PP Kota Magelang. Turut serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke hotel yang dianggap masyarakat menganggu ketentraman, mendatangi kos yang penghuninya terlihat cukup sering membawa keluar masuk tamu lawan jenis, ikut dalam proses interograsi yang dilakukan oleh polisi, kemudian menuangkan hasil dalam tulisan,” urai Nova.

Nova juga bercerita serunya bisa mengikuti kegiatan yang tidak bisa diikuti oleh masyarakat umum. Bertemu dengan tokoh – tokoh penting di Magelang juga menjadi kegiatan rutin selama magang. “Mengikuti kegiatan Walikota Magelang, merangkum sambutannya, mengabadikan  kehadirannya, dan besoknya tulisan serta foto tersebut dimuat di Harian Jawa Pos Radar Magelang, itu sangat menyenangkan,” tutur Nova.

“Pengalaman lain yang berkesan adalah bisa keluar masuk kawasan Candi Borobudur, dan bertemu dengan pengelola yang antusias bercerita tentang penemuan candi baru, serta hal-hal menarik seputar candi Borobudur, candi Prambanan serta candi ratu Boko. Sangat menyenangkan menjadi wartawan, karena dengan kalimat, “Kami dari pers,” hampir semua jalan dapat kami lewati,” pungkasnya.

MAHASISWA JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN UNTIDAR BERBAGI CERITA MENGIKUTI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR

Puji Aisyah Zahroti, mahasiswa aktif Universitas Tidar Jurusan Ekonomi Pembangunan, saat ini mengikuti salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yaitu Kampus Mengajar.

Aisyah bertugas di SDN Krogowanan, Sawangan. “Diantara 5 mahasiswa yang mengajar, saya merupakan satu-satunya mahasiswa bukan dari jurusan pendidikan. Namun hal tersebut tidak membuat saya mundur, sebaliknya saya mendapatkan keuntungan dapat menyerap ilmu mengenai pendidikan dan cara mengajar,” tuturnya. “Jika biasanya dalam perkuliahan saya dituntut untuk selalu berpikir kritis, dan aktif berdiskusi dalam merespon isu-isu terbaru dalam perekonomian, dalam program ini saya berperan sebagai seorang guru (pengajar) yang mempunyai kewajiban untuk membuat orang lain paham atas materi yang saya sampaikan, dalam hal ini siswa SD. Ternyata hal tersebut tidaklah mudah karena, siswa SD saat ini sedang berada dalam tahap adaptasi dari kenyamanan belajar di rumah yang intensif didampingi orang tua lalu berpindah ke sekolah. Mereka sangat antusias untuk selalu bermain bersama teman-temannya dan cepat merasa bosan. Pada saat inilah saya dan rekan rekan saya dituntut untuk selalu kreatif dalam penyampaian materi dan menciptakan atmosfer belajar yang menyenangkan agar tidak bosan. Tantangan terbesar kami dalam proses pembelajaran adalah mengubah siswa yang semula selalu berkata saya tidak bisa, menjadi saya ingin mencoba,” urainya.

Program MBKM, termasuk kampus mengajar menawarkan konversi mata kuliah sebanyak 20 sks, namun Aisyah tidak mengambilnya karena program Kampus Mengajar tidak linear dengan mata kuliah yang diambil. Kebetulan jadwal kuliah dilaksanakan pada siang dan sore hari, sehingga Aisyah dapat menjalankan program mengajar di pagi hari, sementara siang atau sore dapat mengikuti perkuliahan.

“4 minggu berlalu sejak penugasan mungkin masih singkat, namun sudah banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari teman-teman dari perguruan tinggi yang berbeda, bapak/ibu guru, maupun siswa. Saya yakin masih banyak keseruan yang akan temukan kedepan melalui program kerja yang telah dirancang, dalam waktu dekat saya akan melaksanakan home visit atau berkunjung ke rumah siswa untuk belajar bersama mengingat sekarang pelaksanaan pembelajaran di sekolah masih terbatas,” katanya.

Kampus Mengajar merupakan program Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Melalui program ini, mahasiswa bisa membaktikan ilmu, keterampilan, serta menginspirasi para murid sekolah dasar dan menengah untuk memperluas cita-cita dan wawasan mereka. Melalui Kampus Mengajar, mahasiswa bisa turut berkontribusi sebagai agen perubahan untuk tantangan pendidikan Indonesia, memiliki pengalaman mendampingi guru di sekolah mitra, mengajar dan belajar mengembangkan konten, strategi dan media pembelajaran kreatif dan inovatif, menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran literasi, numerasi serta adaptasi teknologi selama di SD dan SMP selama 1 semester, mengasah keterampilan sosial: empati, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, pemecahan masalah, inovasi dan kreativitas, serta melatih keterampilan yang akan berguna di masa depan, baik dalam kehidupan personal dan profesional.

Penulis : Humas

UNTIDAR MENJADI TUAN RUMAH RAPAT KERJA BPSMI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2022

Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jawa Tengah mengadakan kegiatan Rapat Kerja, Minggu  (13/3). Tahun ini kegiatan dilaksanakan di Gedung H.R. Suparsono Universitas Tidar (UNTIDAR). BPSMI merupakan organisasi pembinaan dan pengembangan kesenian di jenjang pendidikan tinggi yang berwenang serta bertanggung jawab membina, mengelola, mengembangkan, mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan kegiatan kesenian mahasiswa di Indonesia. BPSMI Jawa Tengah menaungi 3 Rayon. Rayon 1 terdiri dari 107 Perguruan Tinggi, Rayon 2 terdiri dari 71 Perguruan Tinggi, dan Rayon 3 terdiri dari 98 Perguruan Tinggi. Karena masih dalam situasi pandemi, tidak semua delegasi mengikuti kegiatan secara luring. Sebagian delegasi mengikuti kegiatan Rapat Kerja secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

 “Selamat datang di Kota Magelang. Kota yang letaknya berada di bagian tengah Provinsi Jawa Tengah, sehingga mudah dijangkau dari segala penjuru,” kata Rektor saat memberikan sambutan. “Saya juga mengucapkan selamat kepada Bapak Ibu yang nanti akan dikukuhkan sebagai pengurus BPSMI periode 2021-2024, semoga mampu menjalankan amanah sehingga harapan yang telah diberikan nantinya bisa ditunaikan dengan sebaik-baiknya tanpa hambatan yang berarti, dan hasilnya bisa dirasakan oleh stakeholders,” tambahnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Bimo Widyo Handoko, S.H., M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan perguruan tinggi saat ini adalah menghasilkan lulusan yang benar-benar kompeten. “Adalah tugas kita bersama untuk menyiapkan mahasiswa agar tidak galau dengan masa depannya. Mereka harus menguasai hard skill dan juga soft skill. Hard skill yaitu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa didapatkan melalui kegiatan akademik, sedangkan softskill bisa dikembangkan melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan. Saat ini pekerja yang diharapkan tentunya yang kreatif, inovatif memiliki critical thinking dan kemampuan problem solver,” tuturnya.

“Perguruan Tinggi dituntut untuk menciptakan/menginovasi kurikulum dalam rangka mengimplementasikan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Tantangan bagi kita semua untuk memenuhi 8 Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi yaitu lulusan mendapatkan pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, pemanfaatan hasil kerja dosen, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan program studi berstandar internasional,” urainya.

Senada dengan yang telah disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Ketua Forum Kemahasiswaan (Formawa) Perguruan Tinggi Jawa Tengah, Dr Kurni Ingsih, M.M., menyampaikan program MBKM harus dijalankan karena memang demikian yang diinstruksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Hal itu juga sudah sejalan dengan IKU Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan.

Rapat Kerja BPSMI turut dihadiri secara daring oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Nikmah Nurbaity, S.Pd., M.Pd., B.I. “Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepribadiannya, sehingga memiliki konsistensi dalam pemeliharaan dan pengembangan kebudayaan.Tidak hanya menguasai bidang keilmuan tapi juga aktif dalam bidang seni. Saya mengajak semua elemen masyarakat senantiasa saiyeg saeka praya nyengkuyung kemajuan kebudayaan Indonesia,” tegasnya.

Rapat Kerja BPSMI diawali dengan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BPSMI Provinsi Jawa Tengah Masa Bakti 2021-2024 oleh Ketua BPSMI Pusat, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.Si. Agenda Rapat Kerja BPSMI selain membahas program kerja kedepan juga membahas kesiapan dalam pelaksanaan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) tahun 2022.

Penulis : Humas