Menjawab Tantangan Pendidik Profesional, Wamendiktisaintek Fauzan Perkuat Inovasi dan Peran LPTK

Jakarta—Transformasi pendidikan tinggi, khususnya pada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), menjadi semakin diperlukan di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja dan dinamika global yang terus berkembang. Lebih dari sebagai pencetak guru dan tenaga kependidikan profesiona, LPTK berperan penting sebagai institusi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif, relevan, dan memiliki daya saing tinggi.

Berdasarkan data tahun 2026 oleh Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), hingga saat ini bidang pendidikan masih menjadi bidang ilmu favorit dibandingkan rumpun ilmu lain, dengan total 2,25 juta mahasiswa ilmu pendidikan. Banyak dosen yang mengajar di bidang pendidikan berjumlah 55.442 orang, kedua tertinggi setelah bidang teknik (Pusat Data dan Informasi Kemdiktisaintek, 2026). 

Sementara itu, jumlah guru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) pada tahun 2026 berjumlah 3.306.345 orang, dengan jumlah guru yang akan pensiun sebanyak 61.937 orang. Lulusan bidang pendidikan di bawah Kemdiktisaintek pada tahun 2025 berjumlah 186.895 orang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat surplus SDM dalam konteks guru di Indonesia. 

Berkaca pada hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan menegaskan perlunya inovasi bagi penyelenggara LPTK untuk terus mengembangkan kualitas talenta unggul bagi bangsa Indonesia. Hal ini disebutkan saat Wamen Fauzan berbicara di depan peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Penyelenggaraan Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (FPPTKSI), Rabu (22/4).

“Ketika zaman berkembang pesat dan konteks dinamika global berubah, kita juga harus ikut berubah. Manajemen pendidikan tinggi harus terus melakukan pembaruan. Untuk perguruan tinggi bisa berdaya saing dan bertahan hidup, kita harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” tegas Wamen Fauzan.

Lebih lanjut, Wamen Fauzan menyoroti pentingnya desain pendidikan tinggi yang mampu menjawab ekspektasi mahasiswa dan orang tua, termasuk kepastian masa studi, peluang kerja, serta relevansi kompetensi. Hal ini sejalan dengan studi yang pernah diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Tinggi (DPT) terkait apa yang dibutuhkan generasi Z (gen Z, red) dalam perguruan tinggi, antara lain keahlian spesifik yang dapat diaplikasikan secara fleksibel, kepastian kerja setelah lulus, dan berjejaring dalam industri terkait. Melihat data tersebut, Wamen Fauzan menekankan kembali bahwa perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya bergantung pada pendekatan konvensional. 

“Apakah kita sudah merancang kurikulum yang bisa memberikan kepastian pada mahasiswa dan orang tuanya? Kita harus bisa memastikan ada desain-desain baru dalam tata kelola perguruan tinggi bidang kependidikan ini untuk menghadapi ketidaksesuaian antara demand dan supply dalam profesi keguruan,” jelas Wamen Fauzan.

Jaga Mutu Tenaga Kependidikan

Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Swasta Indonesia (ALPTKSI), Sofyan Anif menyampaikan bahwa LPTK memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pendidikan nasional, sehingga penguatan kualitas dan arah kebijakan menjadi krusial.

“LPTK tidak hanya memproduksi guru, tetapi juga menjadi penjaga mutu guru di Indonesia. LPTK menjadi modal besar untuk bangsa. Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan guru kuat secara pengetahuan, tetapi lebih penting lagi dapat mengajarkan karakter baik untuk generasi yang akan datang,” jelas Sofyan.

Sofyan juga menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang konsolidasi penting bagi LPTK swasta untuk merumuskan rekomendasi kebijakan, termasuk dalam penguatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan kontribusi terhadap revisi kebijakan pendidikan nasional.

Penguatan LPTK ini sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto yang dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi agar lebih berdampak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, pendidikan tinggi diarahkan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga solusi nyata bagi persoalan bangsa.

Selain itu, Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa kualitas SDM menjadi kunci utama kemajuan bangsa, di mana pendidikan berperan sebagai fondasi utama dalam membangun kemandirian nasional. Hal ini termaktub dalam visi Asta Cita yang dicanangkan untuk mendorong kemajuan bangsa.

Melalui penguatan inovasi, relevansi kurikulum, serta peningkatan kualitas LPTK, Kemdiktisaintek berkomitmen mendorong perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang terus berubah. Rakornas FPPTKSI ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sistem pendidikan tenaga kependidikan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdampak bagi kemajuan bangsa.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Wamendiktisaintek Tekankan Etika sebagai Fondasi Pengembangan AI di Indonesia

Jakarta-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan bahwa pengembangan kecerdasan buatan (AI) harus dilandasi nilai etika. Hal ini disampaikan dalam pada acara yang bertajuk “AI Governance for the Greater Good: Balancing Innovation and Ethics” yang diselenggarakan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Rabu (22/4).

Dalam paparannya, Wamen Stella menegaskan bahwa dalam konteks etika AI, kemampuan berpikir abstrak manusia merupakan keunggulan utama yang tidak boleh hilang di era AI. Kecerdasan buatan sangat bergantung pada data dalam jumlah besar, sementara kemampuan manusia memiliki keunggulan untuk memahami konsep secara mendalam dari pengalaman terbatas. 

“Kemampuan kita untuk membuat abstraksi dan memahami konsep dari sedikit data adalah sesuatu yang tidak boleh hilang. Ini harus dijaga dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, karena ini adalah keunggulan kita dibandingkan AI,” tegas Wamen Stella.

Hal ini menjadikan sistem pendidikan menjadi aspek penting untuk mengembangankan kemampuan berpikir kritis dan konseptual, bukan sekadar keterampilan teknis. Wamen Stella menjelaskan bahwa AI tidak lahir dari kebutuhan langsung, tetapi melalui pemikiran kritis “Bisakah Mesin Berpikir?” dari seorang matematikawan. 

Melalui  contoh teknologi seperti GPS yang lahir bukan dari kebutuhan praktis, melainkan riset fundamental, Wamen Stella mendorong minat generasi muda terhadap sains sebagai investasi jangka panjang.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus belajar berpikir dan berkontribusi pada pengetahuan baru demi kemanusiaan. Ini adalah tugas utama pendidikan tinggi,” jelas Wamendiktisaintek.

Saat ini, penggunaan AI masih menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Wamen Stella menyebut dampak baik dan buruk AI seperti dua sisi mata uang, AI berpotensi menimbulkan ancaman keamanan siber serta menghasilkan informasi yang tidak akurat, tetapi di sisi lain dapat menjadi alat verifikasi informasi serta menjadi alat untuk pemerataan akses, khususnya di bidang pendidikan sehingga perlu kebijakan yang proaktif untuk memastikan manfaat AI dapat dirasakan lebih cepat serta risikonya dapat diminimalisir.

Menutup paparannya, Wamen Stella menyoroti pengembangan AI yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan Indonesia untuk mengejar ketertinggalan yang mana AI diposisikan sebagai alat untuk menyelesaikan masalah kompleks berbasis data.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Mendiktisaintek Tinjau Pelaksanaan UTBK-SNBT, Pastikan Ujian Lancar dan Berintegritas

Jakarta–Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto meninjau langsung pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (21/4).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses UTBK berintegritas, berjalan lancar, tertib, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah antisipatif dalam meminimalisasi potensi kecurangan, yang pada tahun-tahun sebelumnya masih ditemukan di sejumlah titik pelaksanaan.

Dalam keterangannya, Mendiktisaintek menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama UTBK di UNJ secara umum berjalan dengan baik. Mendiktisaintek juga mengapresiasi kesiapan panitia pusat maupun daerah dalam memastikan kelancaran ujian di berbagai wilayah di Indonesia.

“Pada pagi hari ini kami melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan UTBK hari pertama. Tadi kami melihat persiapan semuanya berjalan lancar, dan kami berharap seluruh pelaksanaan di berbagai kota di Indonesia ini semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menjelaskan jumlah peserta UTBK tahun ini mencapai sekitar 870 ribu orang yang tersebar di berbagai pusat UTBK di Indonesia. Antusiasme peserta juga terlihat tinggi, seiring dengan upaya panjang yang telah mereka lakukan dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.

Ditegaskan pula pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan ujian. Mendiktisaintek mengingatkan bahwa berbagai upaya kecurangan pada akhirnya akan dapat terdeteksi melalui sistem pengawasan yang telah diperkuat.

“Kami menyampaikan kepada seluruh peserta, percayalah pada kemampuan diri sendiri. Adik-adik sudah belajar cukup lama, menyiapkan diri cukup lama, dengan keyakinan penuh pada akhirnya bisa mencapai apa yang dicita-citakan,” tegas Menteri Brian.

Sebagai langkah penguatan pengawasan, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menempatkan peserta dengan pilihan program studi kedokteran dan kedokteran gigi pada hari pertama pelaksanaan UTBK. Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, di mana mayoritas kasus kecurangan ditemukan pada kelompok peserta tersebut. Dengan pemusatan jadwal, pengawasan dan koordinasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih optimal.

Melalui pelaksanaan UTBK yang transparan dan berintegritas, Kemdiktisaintek berharap proses seleksi nasional ini dapat menghasilkan calon mahasiswa unggul yang mengedepankan nilai jujur dan sportivitas. Ke depan, Kemdiktisaintek bersama panitia SNPMB akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala selama masa pelaksanaan UTBK berlangsung, guna memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik dan memberikan hasil seleksi yang kredibel serta berkualitas.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Kemdiktisaintek Perkuat Kemitraan Global Strategis untuk Akselerasi Talenta Unggul, dan Industri Teknologi Tinggi

Jakarta-Kemdiktisaintek terus memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi akselerasi transformasi ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini ditunjukkan dalam audiensi antara Mendiktisaintek, Brian Yuliarto dan Charge d’Affaires ad interim The United State Ambassador, Peter M. Haymond, di gedung Kemdiktisaintek, Kamis (16/4).

Melalui kolaborasi global yang terarah, Indonesia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus menjawab kebutuhan industri masa depan. Fokus utama kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas SDM melalui program pendidikan dan riset berstandar internasional. 

Inisiatif ini mencakup pengembangan program gelar bersama (dual degree) serta riset kolaboratif lintas negara yang diharapkan mampu menghasilkan inovasi berdampak tinggi dan relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. 

Dalam mendukung akses pendidikan berkualitas, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai skema pembiayaan pendidikan, termasuk melalui LPDP. Skema ini memberikan peluang lebih luas bagi talenta terbaik Indonesia untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi kelas dunia sekaligus memperkuat jejaring akademik global.

“Kami menargetkan pengembangan sekitar 10 produk semikonduktor serta kebutuhan hingga 15.000 insinyur. Untuk itu, kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi kunci,” ujar Menteri Brian.

Di sektor kesehatan, pemerintah juga mendorong pengembangan universitas kedokteran baru guna meningkatkan kapasitas pendidikan tenaga medis nasional. 

Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat sekaligus memperluas akses pendidikan kedokteran di berbagai wilayah Indonesia.

Selain penguatan pendidikan tinggi, kerja sama juga mencakup dukungan terhadap fasilitas pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi pembelajaran untuk sekolah. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan serta mendukung ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain strategis dalam ekosistem industri global yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.

Penguatan Kemitraan Internasional Strategis Mendorong Riset dan Pendidikan Nasional yang Adaptif dan Berdaya Saing

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya dalam memperluas kemitraan internasional strategis sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi sistem pembelajaran serta penguatan ekosistem riset nasional. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, dalam acara 5th Education Investment Forum (EIF) 2026 dengan tema “Funding the Future of Learning”, yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (14/4).

Pada forum tersebut, Dirjen Fauzan hadir sebagai panelis pada sesi “Opening the Door: International Pathways into Indonesia’s Education Sector”. Sesi ini membahas peluang dan pendekatan kerja sama antara Indonesia dan institusi pendidikan internasional, termasuk model kemitraan strategis yang relevan serta kerangka kebijakan yang mendukung implementasinya.

Dalam paparannya, Dirjen Fauzan menyampaikan bahwa Indonesia membuka ruang untuk terjalinnya kerja sama institusi pendidikan global sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional, khususnya dalam pengembangan talenta, riset, dan inovasi.

“Kerja sama internasional tidak cukup dimaknai sebagai perluasan akses pendidikan, tetapi harus diarahkan untuk mendorong kemitraan strategis yang berdampak terhadap kebutuhan pembangunan nasional jangka panjang dengan mendorong sektor ekonomi, sosial dan lingkungan yang relevan,” ujarnya. 

Selain itu, Dirjen Fauzan menyoroti pentingnya terjalinnya model kemitraan dengan pemahaman terhadap kesenjangan sebagai faktor kunci dalam mendukung keberhasilan kolaborasi. Hal ini diperlukan agar setiap kerja sama dapat berjalan secara efektif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak.

Kemdiktisaintek juga terus membuka ruang bagi berbagai skema kerja sama yang adaptif, termasuk kolaborasi riset dan pengembangan program bersama yang diselaraskan dengan kebijakan prioritas nasional, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi dalam negeri dan mitra internasional.

Forum ini turut menghadirkan perwakilan pemerintah dan institusi global yang berbagi pengalaman dalam mengembangkan kemitraan di Indonesia, termasuk penyesuaian model kerja sama dan penguatan kolaborasi dengan mitra lokal.

Sebagai penutup, Dirjen Fauzan menegaskan bahwa kemitraan yang dirancang secara terarah dan berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam memperkuat kontribusi riset dan pendidikan terhadap pembangunan nasional.

Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI Lakukan Kunjungan Spesifik ke Makassar, Bahas Implementasi SPMB

Makassar – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menerima berbagai masukan mengenai implementasi kebijakan pemerintah mengenai Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan penerapan standar satuan biaya operasional pendidikan tinggi (SBOPT) dari masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya pemangku kepentingan bidang pendidikan tinggi. 

Selain itu, Kemdiktisaintek dan Komisi X DPR RI juga melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi tersebut dalam Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Pendidikan Tinggi ke Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026, di Gedung Phinisi UNM, Sulawesi Selatan, Jumat (10/4).

Dalam kunjungan tersebut, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek, Muhammad Hasan Chabibie, menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kemdiktisaintek menerima berbagai masukan atas kebijakan SPMB tersebut dari para pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan meliputi batasan waktu dan kapasitas, fabrikasi nilai, dan sistem yang terintegrasi yang mampu memberikan berbagai rekomendasi bagi pemangku kepentingan. Kemdiktisaintek juga berkomitmen untuk tetap mengoptimalkan anggaran Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) dan berbagai skema beasiswa lainnya. 

Sementara itu, pimpinan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menekankan penetapan uang kuliah tunggal (UKT) untuk perguruan tinggi negeri (PTN) harus melalui musyawarah dengan mahasiswa dan orang tua, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2024 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri. Maka dari itu, Komisi X DPR RI pada tanggal 17 Februari 2026 sepakat membentuk Panitia Kerja (Panja) SPMB & Standar Biaya Pendidikan Tinggi.

Komisi X DPR RI mengapresiasi seluruh aspirasi, penjelasan, catatan, dan masukan dari para pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi khususnya Sulawesi Selatan sebagai bahan yang komprehensif dan strategis dalam rangka memperkaya subtansi proses revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. 

“Komisi X DPR RI mendorong Kemdiktisaintek, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, PTN, PTS, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Selatan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penyelenggaraan SPMB yang transparan dan berkeadilan dan penetapan SBOPT yang rasional, terjangkau, dan akuntabel sehingga kebijakan tersebut lebih berpihak kepada masyarakat,” ujar Lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Rektor Universitas Negeri Makassar, Farida Patitingi menyampaikan beberapa rekomendasi strategis terkait kebijakan pendidikan tinggi tersebut yakni melakukan reviu UKT berbasis data secara periodik, penguatan integrasi seleksi, negosiasi dukungan pemerintah, dan perluas akses afirmasi. Menurutnya, peninjauan UKT dapat dilakukan berbasis data ekonomi mahasiswa bukan sekadar jalur masuk, kemudian pada SPMB dapat mengimplementasikan verifikasi biometrik, proctoring digital dan pengawasan berlapis untuk mencegah perjokian.Ia juga menuturkan pentingnya konsistensi menjalankan KIP-Kuliah dengan target 40 persen dan memperkuat jalur afirmasi daerah tertinggal.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir Kepala LLDikti Wilayah XI (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara) dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta para pimpinan perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, antara lain Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Islam Makassar, dan Universitas Muslim Indonesia.

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Kabar

07 April 2026 | 10.00 WIB

Kemdiktisaintek Dorong Akselerasi Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong percepatan penanganan sampah nasional melalui penguatan kolaborasi lintas sektor berbasis teknologi dan inovasi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dengan Menteri Lingkungan Hidup (Menteri LH), Hanif Faisol Nurofiq di kantor Kemdiktisaintek, Selasa (7/4).

Mendiktisaintek menegaskan bahwa pendekatan berbasis sains dan teknologi menjadi fondasi penting dalam merumuskan solusi penanganan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Kerangka kebijakan yang telah disusun sebelumnya kini diarahkan bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk semakin kontekstual dengan kondisi di lapangan.

“Yang kami rancang sebelumnya adalah template makro. Setelah melihat kondisi di lapangan, kita akan gunakan basis data TPS 3R (reduce, reuse, recycle, red) yang sudah ada untuk segera masuk ke tahap implementasi,” ujar Menteri Brian.

Dalam konteks tersebut, Kemdiktisaintek mendorong optimalisasi lebih dari seratus titik Tempat Penampungan Sementara (TPS 3R) yang telah tersedia sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sampah di tingkat hulu. Perguruan tinggi akan dilibatkan secara aktif dalam proses ini, baik melalui kontribusi dosen, peneliti, serta mahasiswa dalam kegiatan survei, pemetaan, dan kajian teknis di lapangan.

Menteri LH menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemdiktisaintek dalam memperkuat basis ilmiah kebijakan pengelolaan sampah. Ditekankan bahwa kolaborasi dengan akademisi menjadi kunci dalam memastikan kebijakan yang diambil dapat diimplementasikan secara efektif.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan melihat penelitian dan perumusan dari teman-teman akademisi, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lebih selaras,” ujar Menteri LH.

Lebih lanjut, Menteri LH menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkaji dan mengadaptasi kerangka yang disusun Kemdiktisaintek dengan kondisi aktual di lapangan, khususnya dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber. Pendekatan ini dinilai penting mengingat timbulan sampah perkotaan masih didominasi oleh sampah rumah tangga dengan komposisi organik yang tinggi, sehingga perlu untuk mengurangi beban pengolahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan efisiensi sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan. Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan ekosistem pengelolaan sampah yang juga mengedepankan intervensi di hulu melalui pemanfaatan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.

Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti pentingnya integrasi pengelolaan sampah rumah tangga dan kawasan komersial, serta perlunya penguatan regulasi dan penegakan hukum dalam pengelolaan sampah.

Kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Lingkungan Hidup ini menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi kebijakan berbasis sains dan teknologi, sekaligus memastikan bahwa hasil riset perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan lingkungan di Indonesia.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Kemdiktisaintek Perkuat Diseminasi Program dan Riset untuk Dukung Agenda Pembangunan Nasional

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan halalbihalal bersama Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik), guna memperkuat kemitraan strategis dan mendiseminasikan program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat, Senin (6/4).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyampaikan apresiasi kepada jurnalis Fortadik yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan berbagai program, kebijakan, serta hasil riset kepada masyarakat luas.

“Media merupakan mitra strategis kami dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat luas, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi,” ujar Menteri Brian.

Mendiktisaintek menilai bahwa penguatan komunikasi publik di bidang sains dan teknologi menjadi penting di tengah arus informasi yang semakin dinamis. Dengan meningkatnya eksposur terhadap riset dan inovasi, diharapkan masyarakat dapat memahami dan dapat memanfaatkan hasil penelitian dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pengambilan kebijakan di daerah dan sektor industri.

“Di tengah banyaknya informasi yang beredar, kami berharap isu sains dan teknologi dapat menjadi salah satu perhatian utama, sehingga pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) semakin meningkat,” lanjut Menteri Brian.

Kemdiktisaintek juga menekankan bahwa berbagai program prioritas pemerintah saat ini, seperti penanganan sampah, pengembangan energi terbarukan, hingga efisiensi energi, tidak terlepas dari kontribusi riset dan inovasi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Sejalan dengan arahan pemerintah, pengembangan solusi berbasis sains dan teknologi diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Dalam konteks penanganan sampah, misalnya, keterlibatan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas penerapan teknologi pengolahan sampah.

“Sekarang, sedang banyak teknologi yang dikembangkan dan berhasil terkait sampah, tentunya dengan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah,” jelas Menteri Brian.

Selain itu, Kemdiktisaintek terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui riset di perguruan tinggi, termasuk pemanfaatan energi panas bumi dan energi berbasis air skala mikro. Upaya ini diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi yang lebih baik dan berkelanjutan antara Kemdiktisaintek dan media. Ke depan, diharapkan interaksi yang lebih rutin dapat terus terjalin sebagai ruang diskusi dan pertukaran informasi yang konstruktif.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan media, Kemdiktisaintek optimis bahwa berbagai kebijakan dan program di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat tersampaikan secara lebih efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Hasil SNBP 2026 Resmi Diumumkan, Kemdiktisaintek Perkuat Jaminan KIP Kuliah

Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) secara resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026. Pengumuman ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem seleksi yang transparan, adil, dan berdampak bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, Selasa (31/3).

Pelaksanaan SNBP 2026 diikuti oleh 806.242 siswa dari seluruh wilayah Indonesia yang mengikuti seleksi untuk mengisi 189.017 kursi pada 146 perguruan tinggi negeri (PTN), yang terdiri atas PTN akademik, PTN vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Dari proses seleksi yang dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, sebanyak 155.543 peserta dinyatakan lulus pada PTN akademik dengan tingkat penerimaan sebesar 20,09%, sementara pada PTN vokasi sebanyak 23.438 peserta dinyatakan lulus dengan tingkat penerimaan sebesar 30,34 persen. Tingkat keterisian daya tampung juga menunjukkan capaian yang optimal, yakni 95,95% pada PTN akademik dan 87,04% pada PTN vokasi.

Pelaksanaan SNBP 2026 dilakukan melalui berbagai komponen penilaian, termasuk nilai rapor, prestasi, serta relevansi mata pelajaran pendukung, sehingga hasil seleksi tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik semata.

Peserta yang belum berhasil tetap memiliki peluang yang terbuka luas melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan seleksi mandiri. Sistem seleksi nasional dirancang untuk memberikan berbagai alternatif akses yang adil dan inklusif bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia. Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus SNBP, diimbau untuk segera menyelesaikan proses registrasi ulang sesuai ketentuan perguruan tinggi sebagai bagian dari tahapan lanjutan menuju pendidikan tinggi.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Tahun 2026, Eduart Wolok juga menegaskan bahwa peserta yang lulus SNBP tidak diperkenankan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur seleksi mandiri pada tahun 2026 hingga 2028, sehingga peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan yang telah diperoleh dengan sebaik-baiknya.

Perluas Akses Pendidikan Tinggi 

Sejalan dengan semangat perluasan akses pendidikan tinggi, Kemdiktisaintek pada tahun ini juga menghadirkan terobosan dengan mengumumkan status awal proses penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bersamaan dengan hasil SNBP. Kebijakan ini memberikan kepastian lebih dini bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala aspek pembiayaan.

Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi menegaskan bahwa penetapan penerima KIP Kuliah tahun ini menggunakan pendekatan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang memungkinkan identifikasi kondisi ekonomi mahasiswa dilakukan secara lebih akurat. 

“Melalui pemanfaatan DTSEN, KIP Kuliah kini semakin tepat sasaran dan akuntabel. Sehingga mahasiswa dari kelompok masyarakat sangat miskin hingga rentan miskin mendapatkan akses terhadap pendidikan tinggi,” ujar Plt. Kepala PPAPT.

Jumlah pendaftar KIP Kuliah pada SNBP 2026 tercatat mencapai 287.831 siswa, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 64.471 peserta merupakan pendaftar KIP Kuliah yang dinyatakan lulus SNBP, dan 33.045 di antaranya telah memenuhi kriteria sebagai calon penerima atau berstatus ‘eligible’ karena berada dalam status DTSEN Desil 1 sampai 4. Dari 33.045 calon penerima dengan status ‘eligible’ KIP Kuliah, 21.995 atau 67% di antaranya merupakan penerima Program Indonesia Pintar jenjang pendidikan menengah (PIP SMA). Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjamin keberlanjutan Program Indonesia Pintar dari jenjang pendidikan menengah ke jenjang pendidikan tinggi, sekaligus menjamin siswa dari kelompok masyarakat sangat miskin hingga rentan miskin yang belum mendapat akses PIP SMA juga mendapatkan kesempatan untuk pembiayaan KIP Kuliah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa status ‘eligible’ KIP Kuliah akan ditingkatkan menjadi penerima setelah mahasiswa menyelesaikan registrasi ulang di perguruan tinggi serta lulus proses verifikasi dan validasi data ekonomi. Proses ini dilakukan secara kolaboratif antara perguruan tinggi dan pemerintah guna menjaga integritas serta ketepatan sasaran program. Perguruan Tinggi harus memastikan calon penerima dengan status ‘eligible’ KIP Kuliah untuk segera melakukan registrasi ulang di kampus. Dalam proses ini dijamin tidak ada pungutan biaya yang dibebankan kepada calon penerima KIP Kuliah. 

Capaian SNBP 2026 juga menunjukkan tren positif dalam pemerataan akses pendidikan tinggi. Peningkatan jumlah sekolah yang berpartisipasi, pertumbuhan signifikan penggunaan e-rapor, serta meningkatnya jumlah pendaftar dari berbagai wilayah Indonesia menjadi indikator bahwa sistem seleksi nasional semakin inklusif dan menjangkau lebih luas. Selain itu, distribusi penerima KIP Kuliah yang semakin merata hingga luar Pulau Jawa mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penguatan akses ini sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, di mana pendidikan tinggi tidak hanya sebagai ruang pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen mobilitas sosial, penggerak pembangunan daerah, serta penghasil sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan masa depan.

Kepada peserta yang dinyatakan lulus, Kemdiktisaintek mengimbau agar segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi. Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur SNBP, diharapkan tetap semangat karena masih tersedia kesempatan melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan jalur mandiri yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Informasi resmi hasil SNBP Tahun 2026  diumumkan pada Selasa, 31 Maret 2026 mulai pukul 15.00 WIB melalui laman resmi https://pengumuman-snbp.snpmb.id. Peserta dapat mengakses hasil seleksi dengan memasukkan Nomor Pendaftaran SNBP 2026 dan Tanggal Lahir sesuai data yang terdaftar pada sistem SNPMB.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Kemdiktisaintek Gelar Sosialisasi KIP Kuliah Jalur SNBT

Jakarta-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmen pemerataan akses pendidikan tinggi melalui Sosialisasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Kegiatan yang digelar secara daring ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak bangsa, khususnya dari keluarga kurang mampu, memiliki peluang yang setara untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi, Kamis (26/03)

Melalui program KIP Kuliah, pemerintah tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga memberikan bantuan biaya hidup, sehingga mahasiswa dapat fokus menempuh pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi sekaligus mempersempit kesenjangan akses antarkelompok masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi menegaskan bahwa KIP Kuliah merupakan wujud nyata keberpihakan negara dalam menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan, sekaligus investasi jangka panjang dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul Indonesia.

Plt. Kepala PPAPT juga menegaskan bahwa KIP Kuliah tidak sekadar program bantuan, tetapi merupakan bentuk keberpihakan negara dalam menghadirkan keadilan akses pendidikan.

“Melalui KIP Kuliah, negara hadir untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam meraih mimpi,” tegas Plt. Kapus Sandro.

Pada tahun 2026, kebijakan KIP Kuliah diperkuat dengan penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan sasaran penerima. Penggunaan data terintegrasi ini bertujuan meningkatkan ketepatan sasaran, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan.

Selain itu, sistem KIP Kuliah juga telah terintegrasi dengan berbagai platform nasional, termasuk sistem Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sehingga memudahkan proses pendaftaran dan sinkronisasi data calon mahasiswa.

Dalam mekanismenya, KIP Kuliah dan SNBT merupakan dua proses yang berbeda. SNBT berfungsi sebagai jalur seleksi masuk perguruan tinggi, sementara KIP Kuliah merupakan skema pembiayaan. Oleh karena itu, calon mahasiswa tetap harus mengikuti dan dinyatakan lulus seleksi SNBT sebelum ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah melalui proses verifikasi oleh perguruan tinggi.

Kepala Bidang Fasilitasi Layanan Pembiayaan Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Septien Prima Diassari menambahkan bahwa program KIP Kuliah juga memberikan berbagai manfaat, termasuk pembebasan biaya pendaftaran UTBK bagi peserta yang memenuhi kriteria, jaminan biaya pendidikan (UKT) dengan besaran sesuai rumpun ilmu dan akreditasi program studi  serta bantuan biaya hidup yang disesuaikan dengan indeks harga wilayah. “Bantuan biaya hidup diberikan dalam beberapa klaster, dengan besaran mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan yang disalurkan langsung ke rekening penerima beasiswa,” ungkap Septien.

Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan secara daring melalui SIM KIP Kuliah dan dibuka mengikuti jadwal seleksi nasional. Untuk jalur SNBT 2026, pendaftaran seleksi KIP Kuliah berlangsung pada 25 Maret hingga 7 April 2026.

Kemdiktisaintek mengimbau calon mahasiswa untuk segera melengkapi seluruh persyaratan dan memastikan sinkronisasi data sebelum melakukan finalisasi pendaftaran.

Dalam sosialisasi ini, Kemdiktisaintek juga menekankan pentingnya peran aktif berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dinas pendidikan, serta guru bimbingan konseling dalam memastikan informasi program tersampaikan secara merata kepada siswa di seluruh Indonesia.

Pemerintah menargetkan agar tidak ada lagi anak Indonesia yang gagal melanjutkan pendidikan tinggi hanya karena keterbatasan ekonomi. KIP Kuliah diharapkan menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan. KIP Kuliah Sukses Berkarya Meraih Masa Depan.

Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi