Pembangunan Gedung Rektorat Sidotopo Selesai, Tim Koordinasikan Pemanfaatan dan Alih Aset

SEMARANG – Universitas Tidar (Untidar) melakukan langkah strategis menyusul tuntasnya pembangunan Gedung Rektorat Sidotopo yang dikerjakan oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis (PS) Jawa Tengah, Jumat (27/2). Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan koordinasi resmi untuk memastikan kelancaran transisi operasional gedung tersebut.

Koordinasi Lintas Instansi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan tertinggi Untidar, mulai dari Rektor, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, hingga Tim Teknis, serta Protokol. Pihak universitas diterima langsung oleh Kepala Satker PS Jawa Tengah beserta jajarannya untuk membahas detail teknis pasca-pembangunan.

Salah satu poin utama pembahasan Status Alih Aset dan Pemanfaatan Gedung adalah mengenai administrasi Barang Milik Negara (BMN). Proses serah terima aset ini akan dilakukan melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Meski proses birokrasi alih aset diperkirakan memakan waktu minimal 1,5 tahun, gedung tersebut sudah dapat langsung dimanfaatkan oleh pihak universitas.

Selain itu, pihak Satker menegaskan bahwa seremonial peresmian gedung tidak perlu menunggu selesainya proses peralihan aset secara administratif.

Langkah strategis berikutnya, Untidar diarahkan untuk segera membentuk Tim Manajemen Gedung guna memastikan pengelolaan fasilitas dilakukan secara optimal. Terkait rencana pengembangan fasilitas lain, seperti perluasan perpustakaan, pihak universitas diminta memproses ulang usulan tersebut dikarenakan adanya perubahan formasi organisasi.

Laporan Kinerja Untidar Tahun 2025

Laporan Kinerja Untidar Tahun 2025 Klik Disini

Teknologi Pangan Untidar Siap Dinilai Asesor, Matangkan Persiapan Menjelang Visitasi

Magelang – Fakultas Pertanian Universitas Tidar tengah mempersiapkan visitasi akreditasi Program Studi Teknologi Pangan yang dijadwalkan berlangsung pada 5-6 Desember 2025. Persiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., dan dihadiri oleh jajaran dosen, serta tenaga kependidikan, pada Rabu (3/12) di Ruang Trapesium Gedung Faperta, Kampus Sidotopo.

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi visitasi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk menentukan peringkat akreditasi Program Studi Teknologi Pangan. Visitasi akan menilai kelayakan program studi melalui asesmen lapangan yang mencakup dokumen kurikulum, aktivitas dosen, aktivitas mahasiswa, kelengkapan sarana prasarana laboratorium, hingga mutu tata kelola program studi.

Prof. Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa rapat koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah antara fakultas, program studi, serta unit-unit pendukung di tingkat universitas. “Itu adalah terkait visitasi untuk akreditasi Program Studi Teknologi Pangan. Pada tanggal 5 sampai 6 Desember akan ada visitasi dari asesor, dan nanti mereka akan menilai apakah prodi ini layak mendapat akreditasi baik, baik sekali, atau unggul,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan berbagai persiapan yang dilakukan, meliputi penyusunan instrumen akreditasi, penyempurnaan dokumen kurikulum, data dosen, data kegiatan penelitian dan pengabdian, serta dokumentasi prestasi mahasiswa. Selain itu, koordinasi dilakukan dengan unit-unit pendukung seperti kepala laboratorium, Unit Penunjang Akademik seperti UPA TIK, UPA Taman Agroteknologi, UPA Perpustakaan dan Career Center.

Sementara itu, rangkaian kegiatan visitasi pada 5 Desember akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan agenda pembukaan bersama asesor, pimpinan universitas, dan pimpinan fakultas. Selanjutnya dilanjutkan dengan sesi konfirmasi program studi, konfirmasi dengan Gugus Jaminan Mutu, wawancara dosen, wawancara mahasiswa per-angkatan, konfirmasi dengan bagian TU, serta kunjungan langsung ke laboratorium terkait.

Terkait tantangan, Prof. Sutrisno menjelaskan bahwa Teknologi Pangan masih merupakan program studi baru sehingga belum memiliki lulusan, yang menjadi salah satu keterbatasan dalam penilaian. “Tantangannya karena Teknologi Pangan ini belum meluluskan alumni. Itu membuat kami belum bisa menunjukkan bukti kualitas lulusan kepada asesor,” jelasnya.

Meski demikian, ia tetap optimistis terhadap hasil yang akan dicapai. “Harapannya tentu bisa mendapatkan akreditasi terbaik. Kalau bisa unggul, tentu sangat kami syukuri. Namun minimal kami berharap mendapat peringkat baik sekali,” pungkasnya.

Dengan persiapan yang melibatkan berbagai pihak, Fakultas Pertanian berharap visitasi berjalan lancar dan menghasilkan penilaian yang dapat memperkuat kualitas Program Studi Teknologi Pangan di Universitas Tidar.

Penulis: Aghna Nur Shabrina

Editor: Humas Untidar

Perjanjian Kinerja 2025

Perjanjian Kinerja 2025 

Laporan Kinerja Universitas Tidar Tahun 2024

Laporan Kinerja Universitas Tidar Tahun 2024 silahkan KLIK DISINI

Penerimaan Negara Bukan Pajak Universitas Tidar 2024

Penerimaan Negara Bukan Pajak Universitas Tidar 2024 

Lihat Disini

RPJP Untidar 2025-2049, Erman Suparno Perguruan Tinggi Jangan Memproduksi Pengangguran

Dr. Ir. Erman Suparno, MBA., M.Si., Dewan Penyantun Universitas Tidar yang juga Ketua Umum Yayasan Heritage Tidar (Tidar Heritage Foundation) menekankan pentingnya manajemen kurikulum untuk mendukung keselarasan pengembangan universitas dengan industri.

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Forum Group Discussion (FGD) RPJP UNTIDAR tahun 2025-2049 di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Rabu (28/02).

“RPJP harus ada korelasi dengan pembangunan universitas dengan industriawan, dsb. sehingga perguruang tinggi jangan sampai memproduksi pengangguran. Strategi kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” tutur Erman yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia periode 2005 – 2009.

Foto bersama peserta FGD RPJP Untidar 2025-2045 Foto : Abbay Untidar TV

RPJP yang disusun merupakan tahapan awal bagi Untidar untuk menentukan landasan manajemen pendidikan selama dua dekade mendatang.

“Sistem pendidikan tidak lepas dari sebuah proses manajemen, oleh karena itu, alhamdulillah sekarang Untidar sudah mulai merencanakan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Tapi konsep BLU ini harus diterjemahkan sedemikian rupa sehingga Untidar berkembang dengan merata,” tambahnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya menambahkan, kampus ini berkembang begitu cepat dibandingkan tahun 2014 saat pertama kali menjadi PTN.

“Sejak awal pendirian sudah ada RPJP. Namun nampaknya perkembangan Untidar begitu cepat sehingga kita perlu penyesuaian-penyesuaian dengan perubahan yang begitu cepat ini. Alhamdulillah dalam waktu sepuluh tahun dengan status satker, awal bulan ini kami presentasi tentang transformasi menjadi BLU,” jelasnya.

Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menantikan banyak masukan dalam penyusunan RPJP Untidar dari berbagai kalangan masyarakat.
Foto : Abbay Untidar TV

FGD RPJP Untidar membahas mengenai bagaimana menggapai visi dan misi dengan percepatan proses perkembangan menyesuaikan tuntutan zaman.

“Hari ini kami mohon masukan semua pihak, baik akademisi, masyarakat umum terutama kira-kira selama 25 tahun  ke depan, Untidar mau dibawa ke mana. Dari garis-garis besar itu kami akan terjemahkan, menurunkan ke dalam renstra (rencana strategis) rencana jangka pendek sehingga kami punya strategi yang baik untuk mencapai finish atau puncak,” pungkasnya.

Kegiatan FGD RPJP ini melibatkan Dewan Penyantun; sivitas akademika; alumni; perwakilan insustri dan pengusaha dari Mustika Gold, Armada Group serta Hipmi Kota dan Kabupaten Magelang; perwakilan dari Pemerintahan dan Bapperida Kota dan Kabupaten Magelang.

 

Penulis :

Isaka dan Rasyid Wicaksono

Editor :

Humas Untidar

Laporan Kinerja Universitas Tidar Tahun 2023

Laporan Kinerja Universitas Tidar Tahun 2023 dapat diakses KLIK DISINI