Pentahelix Meraih Prestasi, Kota Magelang Kini Sejajar dengan Kampung Iklim Terbaik Indonesia

Jakarta – Pemerintah Kota Magelang akhirnya mendapatkan Penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari 2025. Penghargaan diberikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Senin (1/12).

Perwakilan Pemerintah Kota Magelang mendapatkan 2 Penghargaan Proklim sekaligus yaitu Kampung Jambon Gesikan RW 4, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah mendapatkan Proklim Lestari dan Kelurahan Kemirirejo RW 3, Kecamatan Magelang Tengah mendapatkan Proklim Utama.Penghargaan yang di laksanakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta ini di hadiri oleh Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Djoko Purnomo dan Umi Nadiroh , Ketua Proklim RW 3 Kemirirejo Heru, Ketua Proklim RW 4 Jambon Gesikan Titin , dan Tim pendamping dari Universitas Tidar Suwandoko, Adhi Surya Perdana, Rizza Arge Winanta.

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menganugerahkan Program Komunitas untuk Iklim (ProKlim) 2025, inisiatif yang dijalankan oleh Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon untuk membina komunitas berbasis tapak. Menurut Ir. Ary Sudijanto, M.S.E. dalam sambutannya melalui ProKlim, KLH/BPLH mendorong aksi adaptasi dan mitigasi di tingkat RW, dusun, desa, dan kelurahan membangun ketahanan iklim wilayah sekaligus mendorong gaya hidup rendah emisi gas rumah kaca.

Pada 2025, 1.327 lokasi mendaftar ProKlim melalui Sistem Registri Nasional–Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) KLH/BPLH, tersebar di 33 provinsi, 163 kabupaten, dan 59 kota. Setelah penilaian, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyerahkan penghargaan kepada 26 Trofi ProKlim Lestari dan 50 Trofi ProKlim Utama, serta memberikan Apresiasi Pembina ProKlim kepada 25 pemerintah daerah (4 provinsi, 12 kabupaten, 9 kota) dan Apresiasi Pendukung ProKlim kepada 9 pendukung (8 dunia usaha, 1 lembaga).

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam, Djoko Purnomo mengatakan, Proklim Lestari yang dicapai oleh Kampung Jambon Gesikan RW 4 Cacaban ini puncak pencapaian dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) yang merupakan peringkat tertinggi. Lokasi ProKlim Lestari adalah lokasi ProKlim Utama yang telah berhasil mempertahankan dan mengembangkan kegiatannya, serta berperan sebagai pembina atau pendamping bagi minimal 10 lokasi ProKlim baru di sekitarnya. Untuk Proklim Utama di capai oleh Kelurahan Kemirirejo RW 3 yang merupakan kampung proklim yang memiliki nilai akhir ProKlim di atas 81%. Kemirirejo RW 3 memiliki kebijakan pendukung dan melakukan pembinaan secara konsisten selama minimal 2 tahun. “Harapan kedepannya agar Kampung Jambon Gesikan RW 4 Cacaban yang telah mendapatkan Predikat Lestari agar dapat mempertahankan dan Kelurahan Kemirirejo RW 3 yang telah mendapatkan Predikat Utama agar bisa mempertahankan ataupun menjadikan pelecut untuk bisa menjadi predikat Lestari di tahun-tahun berikutnya. Dan untuk 2 kampung ini DLH Kota Magelang perhargaan teresbut menjadi pijakan dan percontohan untuk kampung lainnya dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. ” kata Djoko.

Lebih lanjut, dari Universitas Tidar sebagai Tim Pendamping kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang ini merupakan suatu kebanggaan dalam memberikan dukungan penuh melalui kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi kepada Masyarakat secara langsung melalui Kegiatan Pengabdian Pendampingan Upaya Adaptasi dan Mitigasi Bencana dalam Perubahan Iklim. Ketua Pusat Studi Environmental and Disaster Management Center (EDM CENTER) dan Tim Pengabdian Suwandoko, S.H., M.H menyampaikan “Proklim Lestari dan Proklim Utama ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaboratif dari berbagai pihak tentunya Kami selaku Tim Universitas Tidar bersyukur atas 2 penghargaan tersebut, kedepan kami selalu siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah kota magelang ataupun seluruh masyarakat dalam upaya mitigasi terhadap perubahan iklim. ” kata Suwandoko.

Penulis: Dr. Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc.