USUNG TEMA “RAIH RASA DENGAN ASA MEMBANGUN DESA WISATA YANG BERBUDAYA”, HIMADIKTAR LAKSANAKAN PENGABDIAN DI DUSUN GATRAN

Himadiktar Mengabdi merupakan salah satu program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR). Kegiatan Himadiktar Mengabdi Tahun 2022 ini mengusung tema “Raih Rasa Dengan Asa Membangun Desa Wisata Yang Berbudaya”. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat s/d Minggu, tanggal 15 s/d 17 Juli 2022, di Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang (Desa Wisata Janari).

Pembukaan Himadiktar Mengabdi dilaksanakan pada Jumat (15/7), pukul 14.30 WIB. Kepala Desa dan Kepala Dusun yang hadir pada saat pembukaan mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan Himadiktar Mengabdi 2022. Kades dan Kadus berharap kegiatan Himadiktar Mengabdi ini akan berkelanjutan, dan akan ada banyak ilmu yang akan didapatkan oleh warga dan juga segenap fungsionaris HIMADIKTAR.  

Setelah acara pembukaan, dilanjutkan kegiatan sosialisasi pengolahan hasil pertanian dan packing product dengan pemateri salah satu fungsionaris HIMADIKTAR, Anisa Dwi Safitri. Acara sosialisasi dihadiri oleh sekitar 40 orang ibu-ibu dusun Gatran. Tujuan diadakannya sosialisasi adalah memberikan edukasi terkait inovasi pengemasan sayur yang lebih menarik, sehingga dapat meningkatkan pemasaran produk.

Di hari pertama pengabdian juga diadakan berbagai lomba permainan tradisional yang diikuti oleh anak-anak dusun Gatran, yaitu gobak sodor, balap karung dan estafet air. Fungsionaris HIMADIKTAR juga membantu mengajar mengaji di TPQ setempat. Kegiatan pengabdian di hari pertama ditutup dengan diskusi terkait pengelolaan Kesek Coffee, yang dikelola oleh karang taruna dusun Gatran.

Kegiatan Himadiktar Mengabdi di hari kedua, Sabtu (16/7) diawali dengan membantu para petani di dusun Gatran, diantaranya membersihkan green house, panen cabai, panen tomat, panen brokoli, dan panen seledri milik warga dusun Gatran. Fungsionaris HIMADIKTAR juga mengadakan kegiatan sosialisasi, yaitu:

1. Sosialisasi pembuatan alat ponjo sederhana dengan pemateri Taufiq Rahmansyah

2. Sosialisasi pembuatan fungisida nabati oleh Khoirul Anam, dan

3. Sosialisasi pembuatan kompos oleh Bagus Aradea

Selain sosialisasi yang ditujukan kepada bapak-bapak yang berprofesi sebagai petani, panitia juga mengadakan sosialisasi yang ditujukan kepada anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) terkait KIP-Kuliah.

Di hari kedua pengabdian panitia HIMADIKTAR Mengabdi mengadakan lomba cerdas cermat (LCC) dengan sasaran anak-anak TK dan SD di dusun Gatran. Hari kedua ditutup dengan acara pensi yang dimeriahkan dengan pertunjukan Reog Topeng Ireng, pencak silat, pertujukan Warok, Tari Islami, pertujukan Soreng, dan pembagian hadiah lomba.

Hari terakhir pengabdian, Minggu (17/7)  kegiatan diawali dengan bersih-bersih di lingkungan sekitar dusun Gatran, dilanjutkan dengan senam pagi bersama warga, sarapan bersama dan tracking ke air terjun dusun Gatran bersama anggota karang taruna dan anak-anak dusun.

Himadiktar Mengabdi diharapkan dapat meningkatkan eksistensi Universitas Tidar pada umumnya dan HIMADIKTAR secara khusus. Selain itu melalui kegiatan ini diharapkan bisa lebih menggali potensi desa, agar bisa meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Gatran, Desa Gondangsari, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang (Desa Wisata Janari).

Penulis : Humas

IKUT ANDIL PERERAT PERSATUAN DAN KESATUAN DI INDONESIA, BEM KM UNTIDAR GAGAS DIALOG LINTAS AGAMA DAN KEBUDAYAAN

Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Tidar (UNTIDAR), mengadakan kegiatan Diskusi Lintas Agama dan Kebudayaan bertema “Keberagaman Indonesia dalam Harmonisasi Pancasila”, Sabtu (16/7). Kegiatan yang bertempat di Gedung dr. HR. Suparsono UNTIDAR ini diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai program studi di UNTIDAR serta tokoh masyarakat, agama, dan kebudayaan di Kota Magelang.

Dalam sambutannya, Larsita, S.E., M.Sc., Sekretaris Daerah Kota Magelang mewakili Walikota Magelang menyampaikan apresiasi atas terselenggarakannya Dialog Lintas Agama dan Kebudayaan oleh BEM KM UNTIDAR. “Kota Magelang masuk dalam 10 besar kota dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia. Berbagai bentuk keragaman akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan” tuturnya.

Kegiatan Diskusi Lintas Agama dan Kebudayaan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Keberagaman agama digambarkan seperti musik gamelan, meskipun bentuknya berbeda dan cara memainkannya berbeda namun ketika disatukan akan membentuk harmonisasi musik yang indah”, tambahnya.

Materi pertama disampaikan oleh Setyawan Budy, Koordinator Persaudaraan Lintas Agama, mewakili agama Kristen. Ia menjelaskan tentang bagaimana pandangan umat Kristen terhadap harmonisasi umat beragama menurut Pancasila.

Dilanjutkan Ketua PHDI Kota Magelang, Gede Mahardika, mewakili agama Hindu. Ia menyampaikan tentang tujuan agama yaitu asah, asih dan asuh. “Persatuan tidak cukup dengan untaian kata-kata, tapi harus dibuktikan dengan perbuatan dan diamalkan dalam kehidupan,” jelasnya.

Pemateri ketiga, Wahyu Utomo, S.Pd., M.Pd., Ketua PELITA Kabupaten Magelang, mewakili agama Budha. Ia membahas mengenai harmonisasi agama dan Pancasila. Menurutnya, 6 asas menuju kerukunan diantaranya Metta (Cinta Kasih), Karuna (Kasih Sayang), Mudita (Simpati), Uppekkha (Keteguhan Hati), Hiri (Malu Berbuat Jahat), Ottapa (Takut Akan Akibatnya).

Selanjutnya, Christoporus Indrayanto, Komisi HAK (Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan) Kevikepan Kedu, mewakili agama Katolik, menjelaskan mengenai peran agama Katolik dalam merealisasikan toleransi berdasarkan Pancasila, diantaranya: terlibat dan aktif dalam kegiatan masyarakat, kunjungan pada saat hari besar keagamaan, Open House Natal, srawung kaum muda lintas agama, Sekolah Kebinekaan, dan kaderisasi aktivis lintas agama.

Wakil Ketua Matakin Jawa Tengah, Ws. Andi Gunawan, ST, yang mewakili agama Khongucu menjelaskan mengenai moderasi beragama dalam agama Khongucu. “Keberhasilan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat indonesia dapat terlihat dari tingginya empat indikator utama, komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi serta beberapa indikator lain yang selaras dan saling bertautan” katanya.

Siti Nuriyah, sebagai penghayat kepercayaan Tuhan YME Ngudi Utomo, menjelaskan bagaimana pandangan setiap agama terkait harmonisasi umat beragama menurut Pancasila. “Pancasila memberi ruang yang luas bagi agama. Nilai ketuhanan yang terkandung dalam Pancasila adalah inti ajaran agama,” tambahnya.

Materi terakhir oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Magelang, Kyai Kholil Mustamid Asrori, mewakili agama Islam, membahas mengenai pandangan Islam terhadap harmonisasi umat beragama sesuai Pancasila. “Pancasila sejalan dengan beberapa prinsip dasar Islam, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah Mufakat dan Keadilan,” tegasnya.

Banyak nilai-nilai luhur dari berbagai agama, suku dan budaya yang sejalan dengan Pancasila, yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang harmoni. Seluruh pemateri sepakat pentingnya kerukunan umat beragama untuk mewujudkan negara Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.

Penulis : Humas

REKTOR LEPAS 1.323 PESERTA KKN PERIODE JULI 2022

Upacara pelepasan mahasiswa peserta KKN Universitas Tidar (UNTIDAR) dilaksanakan pada Senin, (11/7) di halaman Gedung dr. HR. Suparsono UNTIDAR, disambut dengan antusias oleh seluruh peserta KKN. Penerjunan mahasiswa KKN dihadiri oleh Rektor Universitas Tidar, Ketua beserta Sekretaris LPPM-PMP, Dekan di lingkungan UNTIDAR, dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si., selaku Ketua LPPM-PMP Universitas Tidar menyampaikan bahwa peserta KKN tahun ini berjumlah 1.323. Peserta KKN akan dibagi menjadi 132 kelompok, dimana setiap kelompok berjumlah 10-11 orang. Dalam melaksanakan program-program KKN, mahasiswa tidak tinggal di lokasi KKN atau tidak diperkenankan untuk menginap di lokasi. Secara keseluruhan lokasi KKN mencakup wilayah Kabupaten dan Kota Magelang. “Ada 50 lokasi KKN di Kota Magelang, dan 79 lokasi di Kabupaten Magelang,” terang Dr. Eny.

Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc., Rektor Universitas Tidar, dalam sambutannya menegaskan agar mahasiswa menjaga nama baik universitas dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang di lokasi KKN. Mahasiswa harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh Universitas Tidar. 

Beliau juga menyatakan bahwa tugas mahasiswa pada saat pelaksanaan KKN adalah belajar, karena banyak sekali hal-hal yang dapat dipelajari mahasiswa dari masyarakat.

“Nantinya, ketika kalian menyalurkan ilmu, bersikaplah yang baik, mengedepankan sopan santun dan norma-norma sosial yang berlaku, serta jangan lupa untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.” tutupnya. Setelah dilepas secara resmi oleh Rektor Universitas Tidar, peserta KKN diterjunkan ke lokasi KKN yang sudah ditentukan.

Penulis : Humas

CETUSKAN UNOCARAKA SEBAGAI UPAYA LESTARIKAN BUDAYA JAWA, NOVA DIANDARA JUARAI PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI UNIVERSITAS TIDAR

Nova Diandara, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berhasil menjadi juara di Ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Tidar (UNTIDAR). Nova berhasil mengungguli Silvi Fatika Wulandari dari Program Studi Agroteknologi yang berada di peringkat kedua, dan Sobri Khausan Al Muis dari Program Studi Teknik Elektro di peringkat ketiga.

            Nova saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester 4 pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNTIDAR. Gadis berparas cantik ini memiliki segudang aktivitas dan prestasi diantaranya Juara 3 Formicidae Debate Competition (2021), Narasumber webinar Sukses PTN “Make Your Moments Epic: PTN? I Can Get It” (2021), Narasumber Webinar Sukses PTN “Kiat Jitu Kepenulisan Esai: Essay Become Easy!” (2021), Juri Lomba Esai Sukses PTN “Kiat Jitu Kepenulisan Esai: Essay Become Easy!” (2021), Penulis & Koordinator buku antologi 100+ Tempat Wisata dan Budaya di Indonesia (2021), Peserta pertukaran mahasiswa program PERMATA Universitas Tidar-Universitas Brawijaya (2021), Peserta pertukaran mahasiswa program ICT Universitas Tidar, Indonesia-Iloilo Science and Technology University, Filipina (2021), Ketua umum Sukses PTN Indonesia (2021-2022), Volunteer Pertemanan Sejiwa: Mental Health Campaign (2021), Moderator seminar nasional KABASTRA VI (2021), Juara 1 NUDC FKIP (2022), Juara 2 KDMI FKIP (2022), dan Finalis Duta Bahasa Jawa Tengah (2022)

            “Analogikan dirimu sebagai gelas yang kosong sehingga kamu akan siap untuk menerima hal baru. Orang yang tidak tahu dan tahu bahwa dirinya tidak tahu akan lebih mudah menerima ilmu,” tutur Nova saat ditanya kiat suksesnya. ”Saya suka menantang diri untuk mengambil hal baru dan dari sana saya tahu bahwa masih banyak hal yang belum saya tahu. Pun di setiap kesempatan jadilah diri sendiri. Tak peduli orang-orang menganggapmu aneh selama kau tidak merugikan orang lain,” tambahnya  Nova juga menyampaikan restu dari orang tua adalah hal terpenting karena di sanalah rezeki berada, dan jalan meraih asa akan dimudahkan jika ikhlas menjalaninya. “Saya juga selalu melibatkan Allah dalam setiap proses kehidupan karena hanya Dia yang benar-benar mencintai saya dan tidak akan pernah meninggalkan saya. Terakhir tapi tak kalah penting, tentukan tujuan hidup agar tau ke mana dan kapan harus melangkah,” imbuhnya.

            Selain piawai dalam menulis, Nova juga menguasai berbagai bahasa yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, Bahasa Dayak, Bahasa Arab dan Bahasa Jepang. Gagasan Kreatif yang dicetuskan pada saat mengikuti Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UNTIDAR adalah “Permainan Unocaraka sebagai Upaya Pelestarian Bahasa Jawa  pada Siswa Sekolah Menengah Pertama”. Gagasan Kreatif ini merupakan inovasi kartu uno dan aksara jawa (hanacaraka). Penggunaan aksara Jawa sebagai poin utama dalam permainan ini adalah untuk melestarikan dan mempromosikan salah satu budaya bangsa berupa aksara Jawa pada siswa SMP dan diharapkan dapat menjadi sarana penguatan bahasa Jawa.

            Saat ditanya cita-cita yang ingin diraih di masa depan, dengan tegas Nova menjawab ingin menjadi Menteri Pendidikan “Agar bisa menyempurnakan sistem pendidikan dan bahasa di Indonesia,” pungkasnya.

Penulis : Humas

UKAI AR-RIBATH AWALI RAMADHAN DENGAN GRAND OPENING RDK UNTIDAR

Grand Opening Ramadhan di Kampus (RDK) UNTIDAR, Jumat (1/4/2022) menjadi pembuka serangkaian program yang dilaksanakan Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) Ar-Ribath selama bulan suci Ramadhan 1443 Hijriah. Grand Opening diadakan secara hybrid di Masjid Mambaul Ulum Kampus UNTIDAR dan melalui Zoom Cloud Meeting (online), diikuti oleh pengurus dan anggota UKAI Ar-Ribath, ketua BEM KM UNTIDAR, delegasi Ormawa dan UKM Universitas Tidar, Pembina UKAI Ar-Ribath, dan peserta/jama’ah dari mahasiswa dan masyarakat umum.

“Kami berharap teman – teman mahasiswa dapat mengikuti sekaligus berkontribusi lebih untuk memeriahkan dan  mensukseskan kegiatan RDK UNTIDAR,” kata Ketua Panitia RDK UKAI, Abdan Syakuro. “Banyak kegiatan yang dapat di ikuti, yaitu Sholat Tarawih berjamaah, kajian sore dan buka bersama, penerimaan dan penyaluran  Zakat, Ifthor on the road di sekitar kampus UNTIDAR, peringatan Nuzulul Qur’an,  dan lomba – lomba yaitu; Lomba Typography Konten Kreatif, Lomba Video Kreatif Ngabuburit, dan Lomba Podcast Ramadhan,” tambahnya

Dalam sambutannya, Pembina UKAI, Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang sangat dinantikan. “Bulan dengan banyak keistimewaan yaitu: bulan penuh keberkahan, dimana  seluruh kebaikan yang kita lakukan pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakannya. Di bulan Ramadhan juga terdapat malam Lailatul Qadr, yang lebih baik daripada seribu bulan, artinya setiap amal kebaikan pada malam itu diperumpamakan kita telah melakukan lebih dari seribu bulan,” tuturnya.

Pemateri pada Grand Opening RDK adalah Ustadz Dzaky Zamani dari Pondok Pesantren Tidar. “Disebutkan oleh Rasulullah SAW bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan di mana kita dijauhkan dari api neraka, pahala amalan sunah menjadi seperti pahala amalan wajib, pahala ditingkatkan sampai 70 kali lipat, dibuka pintu surga dan ditutupnya pintu neraka,” tegasnya.

Lebih lanjut Ustadz Dzaky menguraikan tujuan hidup yang paling tinggi adalah mendapatkan rahmat dari Allah. “Kita beribadah tidak hanya sekedar mencari pahala melainkan juga mencari rahmat dari Allah SWT. Dalam 10 hari di awal bulan Ramadhan, marilah melakukan perbuatan-perbutan baik dan dengan niat yang baik pula, sehingga kita akan mendapaat rahmat dari Allah SWT,” tuturnya. “Di sepuluh hari berikutnya di bulan Ramadhan kita akan mendapatkan maghfirah dari Allah SWT. Sebagai manusia yang banyak memiliki dosa, tentu saja kita akan merasa sangat bahagia jika dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT. 10 hari terakhir bulan ramadhan akan menjauhkan kita dari api neraka. Dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang setara dengan 1000 bulan. Jika kita mendapatkan keberkahan di malam ini, maka kebaikan kita akan dilipatgandakan sebanyak 1000 bulan pula, Oleh karena itu maka berbuat baiklah dalam setiap detik kita. Jangan sampai dibulan Ramadhan ini kita menyia-nyiakan waktu untuk melewatkan ibadah kita kepada Allah SWT,” tambahnya.

            Menanggapi salah seorang peserta yang menanyakan bagaimana ciri atau tanda seseorang diberi rahmat atau kasih sayang oleh Allah SWT, Ustadz Dzaki menjelaskan bahwa ciri atau tanda orang yang mendapat rahmat atau kasih sayang dari Allah SWT adalah dia akan selalu ridha terhadap Allah, karena dia akan selalu mencari hikmah dibalik kejadian, dan Allah akan senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita.

Kegiatan Grand Opening RDK yang berlangsung selama kurang lebih 3 jam ini diikuti dengan begitu antusias dan khusyuk oleh para peserta. “Kegiatan RDK ini dapat dijadikan momentum memanfaatkan bulan istimewa ini untuk bersama – sama meningkatkan amal ibadah kita semua agar  menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya,” pungkas Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina UKAI.

Penulis : Humas

HIMADIKTAR BERBAGI TAKJIL KEPADA MAHASISWA DAN MASYARAKAT SEKITAR KAMPUS

Himpunan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR) mengadakan kegiatan HIMADIKTAR Berbagi. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Divisi Sosial Masyarakat HIMADIKTAR. Kegiatan HIMADIKTAR Berbagi mengusung tema “Perbanyak Amal dengan Berbagi di Bulan Ramadhan” memiliki dua rangkaian acara yakni berbagi takjil dan berbagi ke Panti Asuhan.

HIMADIKTAR Berbagi juga mengajak masyarakat umum untuk berkontribusi dalam bentuk donasi. Donasi yang dikumpulkan sebagian disalurkan melalui berbagi takjil dan sebagian lagi akan disalurkan ke Panti Asuhan.

Berbagi takjil dilaksanakan pada hari Selasa, (12/4). Panitia mempersiapkan takjil sejak siang hari untuk kemudian dibagikan menjelang saat berbuka puasa. Pembagian takjil berlangsung selama kurang lebih 45 menit, disambut dengan antusias oleh mahasiswa dan masyarakat umum sekitar kampus UNTIDAR.  Kegiatan HIMADIKTAR Berbagi akan dilanjutkan dengan berbagi ke Panti Asuhan pada hari Jum’at (15/4). Panti Asuhan yang dimaksud adalah Panti Asuhan Omah Berkah Dusun Sumurbandung, Sumurarum, Grabag, Kabupaten Magelang.

Selain HIMADIKTAR Berbagi, di bulan ramadhan kali ini  HIMADIKTAR juga akan melaksanakan kegiatan Webinar Nasional Startup yang direncanakan akan diadakan pada tanggal 24 April 2022.

Penulis : Humas

TIM TAEKWONDO UNTIDAR REBUT 11 MEDALI DI AJANG ‘NEGERI SEMBILAN INTERNATIONAL ONLINE TAEKWONDO POOMSAE CHAMPIONSHIP TAHUN 2022’

Tim Taekwondo UNTIDAR berhasil merebut 11 Medali dalam kejuaraan Taekwondo yang digelar secara virtual berlabel ‘Negeri Sembilan International Online Taekwondo Poomsae Championship tahun 2022’. Event ini melibatkan empat negara yaitu, Kamboja, Malaysia, Indonesia dan Amerika Serikat dengan total peserta sebanyak 936 atlet.

Dojang UNTIDAR berhasil meraih 3 medali emas, 3 medali perak, dan 5 medali perunggu. Para peraih medali yaitu : 1. Anindita Segi Ramadhani (Perunggu), 2. Anisa Farida (Perak), 3. Hasna Nadia M (Perunggu), 4. Divania Ristho L (Emas), 5. Luthfia Putri Suhendar (Emas), 6. Antonius Hans A.S (Perak), 7. Rio Candra H (Emas), 8. Putra Jatmiko (Perak), 9. Fauzan Noki Pratama (Perunggu), 10. M. Ramadhana H. M (Perunggu), dan 11. Ahmad Rifqi T. (Perunggu)

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan bahwa prestasi ini sangat membanggakan. Ini membuktikan kalau atlit UNTIDAR mampu bersaing di tingkat internasional. “ Prestasi ini tentu saja berkat latihan yang intensif dan kedisiplinan yang tinggi. Semoga capaian ini bisa terus ditingkatkan dari tahun ke tahun,” katanya.

REKTOR LANTIK PEMBINA DAN KETUA ORGANISASI MAHASISWA UNIVERSITAS TIDAR PERIODE TAHUN 2022

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. melantik 16 Pembina dan 16 Ketua Organisasi Mahasiswa di Lingkungan Universitas Tidar. Kegiatan dilaksanakan di Gedung H.R. Suparsono dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam sambutannya Rektor menyampaikan selamat kepada Pembina dan Ketua Organisasi Mahasiswa Periode Tahun 2022 yang dilantik. “Selamat menjalankan tugas, saya berharap antara mahasiswa dan Dosen Pembina dalam menjalankan kegiatan di tahun 2022 dapat saling bekerjasama. Pembina memberikan suri tauladan, contoh, arahan, dan bimbingan. Bagaimanapun mahasiswa butuh bimbingan dari Dosen Pembina yang jauh telah memiliki pengalaman. Kerjasama yang baik antara mahasiswa dan Dosen Pembina sungguh sangat diharapkan, sehingga kegiatan kemahasiswaan berjalan baik dari tahun ke tahun dan selalu mengalami peningkatan,” kata Prof. Arifin.

            “Tahun 2022 ini pandemi belum berakhir, karena itu kegiatan kemahasiswaan diharapkan menyesuaikan diri. Setiap kegiatan yang dilaksanakan selalu dikoordinasikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga citra dan reputasi UNTIDAR tetap baik di masyarakat,” imbuhnya.

            Lebih lanjut Rektor menyampaikan anggaran di bidang kemahasiswaan tidak jauh berbeda dengan tahun 2020 dan tahun 2021. Organisasi Mahasiswa diharapkan bisa memanfaatkan anggaran secara efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.

“UNTIDAR saat ini sedang mengembangkan kawasan kampus, diantaranya kampus Bandongan. Di situ juga akan dibangun greenhouse dan peternakan ayam. Selain untuk praktikum program studi (prodi) agroteknologi dan prodi peternakan, juga bisa untuk praktek kewirausahaan mahasiswa dari semua prodi. Tahun ini UNTIDAR juga membangun kampus Sidotopo, semoga 2 gedung bisa segera dimanfaatkan. Akhir tahun diharapkan laboratorium terpadu selesai, semoga mahasiswa mulai merancang kegiatan kemahasiswaan yang tidak hanya fokus di kampus tuguran,” urai Prof. Arifin.

            Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan bahwa tuntutan akademik dan kemahasiswaan harus balance dan harus saling bersinergi. Demikian juga dengan kemampuan manajerial yang tidak diajarkan di kelas, menuntut mahasiswa harus aktif terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan

            “Target bidang Kemahasiswaan tahun ini adalah merintis berbagai komunitas sebagai embrio Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang baru. Pemikiran mahasiswa begitu beragam, inginnya prestasi juga beragam, maka wadahnya juga harus beragam,” ujar Prof. Sugiyarto. “Di Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ada 3 pilar :

  1. Membentuk jati diri atau pembangunan karakter terbaik untuk UNTIDAR
  2. Membina prestasi
  3. Meningkatkan kepedulian kepada masyarakat  dan pembinaan Alumni

Tugas kita bersama untuk mewujudkannya,” tegas Prof. Sugiyarto.

Pembina Organisasi Mahasiswa yang dilantik adalah sebagai berikut :

Pembina DPM KM :

  • Delfiyan Widiyanto, S.Pd., M.Pd.
  • Muhammad Ardhi Razaq Abqa, S.H., M.H.

Pembina BEM KM :

  • Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd.
  • Sri Hastuti, S.T., M.T.

UKM Pers Mahasiswa

  • Liana Shinta Dewi, S.S., M.A.
  • R.R. Yunita Puspandari, S.H., M.H.

UKM Radio

  • Prinisia Nurul Ikasari, S.I.Kom., M.I.Kom.
  • Zuida Ratih Hendrastuti, M.Pd.

UKM Penalaran Ilmiah dan Kreativitas Mahasiswa

  • Tri Puji Rahayu, S.Pt., M.P.
  • Budi Rahardjo, M.M.

UKM Bengkel Seni

  • Muhammad Triaji, M.P.

UKM Paduan Suara

  • Agnira Rekha, M.Pd.
  • Ari Nurul Fatimah, M.Acc.

UKM Ilmu Al’Quran dan Seni Rebana

  • Muhammad Daniel Fahmi Rizal, M.Hum.

UKM Olahraga dan Bela Diri

  • Boris Ramadhika, M.Pd.
  • Mashud Syahroni, S.Pd., M.Pd.

UKM Mapala Sulfur

  • Fuad Hilmy, S.T., M.T., IPP.
  • Jihad Lukis Panjawa, M.E.

UKM Agama Islam

  • Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., M.H.
  • Ir. Hadi Rianto, M.Sc.

UKM Kristiani

  • Indira Swasti Gama Bhakti, S.H., M.H.
  • Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari, S.S., M.Pd.

UKM Koperasi Mahasiswa

  • Muhammad Radian Nur Alamsyah, M.Pd.
  • Nuwun Priyono, S.E., M.Ak., Akt., CA.

UKM Resimen Mahasiswa

  • Yasnanto, S.I.P., M.Pd.
  • Rani Pajrin, S.H., M.H.

UKM Pramuka

  • Tri Agus Gunawan, S.H., M.H.
  • Anis Rakhmawati, S.T., M.T.

UKM Korps PMI

  • Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., IPM
  • Mikael Sihite, S.Pt., M.Si.

Ketua Ormawa Yang Dilantik :

Ketua DPM KM:Nanda Rizqi Ramadhani Santoso Putri
Presiden Mahasiswa BEM KM:Teddy Firmansyah
  Ketua UKM: 
UKM Pers Mahasiswa:Muhamad Khusni Mubarok
UKM Radio:Dimas Hadi Prayugi
UKM Penalaran Ilmiah Dan Kreatifitas Mahasiswa:Syaiful khusnul
UKM Bengkel Seni:Sulthan Gibran Junaedy
UKM Paduan Suara:Nadia Amalia Fildzah
UKM Ilmu Al-Quran dan Seni Rebana:Yusna Hidayat
UKM Olahraga dan Bela Diri:Muhammad Syaiful Bahri
UKM Mapala Sulfur:Edho Soekarno Putra
UKM Agama Islam:Teguh Rahayu Widodo
UKM Kristiani:Lia Isabela
UKM Koperasi Mahasiswa:Ariska Maulita
UKM Resimen Mahasiswa:Evi Yustikasari
UKM Pramuka:MurdhaniWidyasmor
UKM Korps PMI:Tamara Amalia Putri

Penulis : Humas

TENAGA AHLI MENTERI KOMINFO DAN PENULIS BUKU HABIBIE THE SERIES BERBAGI INSPIRASI DAN MOTIVASI DI KEGIATAN TIDAR MANAGEMENT ORGANIZATION

Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) periode 2022 di lingkungan Universitas Tidar yang baru saja dilantik, mengikuti kegiatan Tidar Management Organization (TMO). TMO merupakan kegiatan pembekalan agar Pengurus Ormawa UNTIDAR memahami dan menguasai berbagai peran yang dimiliki. Selama mengikuti TMO, Pengurus Ormawa menerima berbagai materi diantaranya arah dan kebijakan kemahasiswaan, motivasi berorganisasi, pengendalian diri, penyusunan dan pengembangan program kerja, penjabaran rencana kerja dan kepanitiaan, administrasi kemahasiswaan, administrasi simkatmawa, dilengkapi dengan Forum Grup Diskusi (FGD) serta studi kasus. Hal ini dimaksudkan agar mahasiswa dapat meningkatkan mutu dan pengembangan pada organisasi mahasiswa sehingga menghasilkan organisasi mahasiswa yang berkualitas, berprestasi, dan selalu berinovasi mengikuti perkembangan era globalisasi.

            TMO dilaksanakan selama 2 hari, Jumat-Sabtu (4-5/3). Di hari pertama Pengurus Ormawa UNTIDAR menerima materi tentang Arah  dan Kebijakan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni oleh Wakil Rektor Bidang III, dilanjutkan materi tentang Kebijakan Bidang Akademik di tingkat Universitas oleh Wakil Rektor Bidang I, kemudian materi tentang Kebijakan Bidang Umum dan Keuangan  oleh Wakil Rektor Bidang II.

            Di hari kedua Pengurus Ormawa UNTIDAR mendapatkan kesempatan yang berharga karena TMO menghadirkan 2 orang narasumber yang sarat akan prestasi dan pengalaman yaitu Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA, Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Sebelas Maret, dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum, Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI.

            Mengawali TMO hari kedua, Jalu Aji Prakoso, S.E., M.Ec.Dev., selaku Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan tentang 3 pilar kegiatan kemahasiswaan UNTIDAR, yaitu Pilar 1:Pembinaan Karakter Mahasiswa, Pilar 2:Prestasi Mahasiswa, serta Pilar 3:Karir, Kesejahteraan dan Alumni. “TMO adalah bagian dari pilar 1. Diharapkan kegiatan ini bisa menumbuhkan komitmen ormawa untuk mewujudkan kualitas, loyalitas, dan solidaritas berorganisasi, dengan harapan para pengurus ormawa dan pembina dapat memiliki komitmen dan konsisten dalam mewujudkan organisasi yang berkualitas, loyal, dan solid,” jelasnya.

            Materi motivasi di hari kedua TMO disampaikan oleh Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA., yang saat ini menjabat sebagai Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS. Selain dikenal sebagai penulis buku Habibie The Series, ia juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pemakalah Ilmiah Terbaik 2010 versi Dikti. “Mahasiswa harus selalu dinamis dan mau bergerak maju. Mahasiswa juga harus selalu kritis apalagi di saat krisis, harus turut andil mengoleksi problem yang terjadi lalu bawa ke kampus, ke ruang diskusi untuk merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah,” urainya. “Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, mahasiswa berkesempatan untuk mengoptimalkan bakat, minat dan kreatifitasnya, jangan sia-siakan. Untuk penalaran sudah diwadahi dengan kegiatan riset, magang profesional, pertukaran mahasiswa, kampus mengajar, dsb. Untuk bakat minat bisa mengikuti kegiatan kewirausahaan, project independen, project kemanusiaan, dsb.” tambahnya.

Pembicara kedua adalah Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum, Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI. Dr. Devie menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kepiawaian dalam berkomunikasi. Para “Sultan” di dunia seperti Jeff Bezos, Warren Buffet, dan Elon Musk adalah komunikator yang handal. Mereka lihai melakukan komunikasi yang efektif kepada investor dan kepada customer. Kunci sukses bukan karena mereka pewaris harta keluarga, melainkan kemampuan berkomunikasi,” tuturnya.

“Riset yang cukup panjang (30 tahun) yang pernah dilakukan di John Hopkins University menyimpulkan, akibat komunikasi yang lemah atara petugas kesehatan kepada pasien, telah membuat  400 ribu nyawa melayang. Dari hasil riset tersebut, industri kesehatan Amerika pun mulai berbenah. Dari sini kita bisa tahu begitu pentingnya kemampuan berkomunikasi,” imbuhnya. Tak lupa Ia menekankan pentingnya masyarakat di era sekarang untuk melek digital. “Kementerian Kominfo bersama Siberkreasi dan Japelidi sudah meluncurkan 4 modul digital yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital dan Aman Bermedia Digital. Silahkan diakses. Jadikan ruang digital mata air kebahagiaan dan kesejahteraan, bukan menjadi air mata kehancuran dan kerusakan,” pungkasnya. Selain mendapatkan suntikan motivasi dari Dr. Sutanto Sastraredja, S.Si., DEA. dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum., peserta TMO juga menerima penjelasan umum tentang strategi pencapaian kinerja utama dan tambahan oleh Staff Ahli Bidang III, penjelasan dari Bidang Hukum dan Tata Laksana Rumah Tangga Universitas Tidar, serta melakukan praktek pengisian Sipresma

Penulis : Humas

SYAHRIL MAULA YAHYA : PENGALAMAN BERHARGA BISA MENGIKUTI PROGRAM STUDI INDEPENDEN BERSERTIFIKAT BATCH 1

Syahril Maula Yahya adalah satu dari 10 mahasiswa UNTIDAR yang lolos program Studi Independen Bersertifikat batch 1, sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Syahril berbagi pengalaman mengikuti  Studi Independen Bersertifikat di Alterra Academy, yang merupakan penyedia coding bootcamp untuk semua orang, baik yang memiliki latar belakang IT maupun non-IT untuk menjadi programmer dengan kualitas yang memenuhi standar industri. Alterra Academy membuka peluang bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang IT untuk mengikuti program Studi Independen dengan materi fullstack engineering. Program ini berlangsung dari 21 Agustus 2021 sampai 31 Januari 2022. Program Studi Independen fullstack engineering ini berisikan materi tentang bagaimana proses pembuatan web dari awal hingga akhir dan diakhir sesi ada final project yang mana bisa dijadikan sebagai portofolio untuk melamar pekerjaan karena tema final project yang diberikan sangat relevan dengan dunia industri.

“ Banyak pengalaman yang saya dapat selama 5 bulan belajar di Alterra Academy. Saya jadi tahu seluk beluk pembuatan website, belajar critical thinking, professional skill seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu dan lain-lain. Selama tujuh minggu awal materi yang dipelajari adalah backend engineering dengan bahasa pemrogaman Golang. Backend engineering ini dalam pembuatan sebuah website berfungsi untuk mentransfer data dari database ke tampilan sebuah website. Selama belajar backend engineering, saya mendapat banyak sekali ilmu baru, seperti seluk beluk pemrogaman Golang, desain arsitektur seperti MVC (model view controller) dan Clean Architecture, bagaimana transfer data yang terjadi di internet, dan melakukan deployment sebuah aplikasi ke cloud server agar dapat diakses banyak user. Akhir sesi backend engineering ini ditutup dengan mini project untuk membuat aplikasi backend,” urai Syahril.

“Minggu ke-8 diisi dengan materi professional skill. Sesi ini belajar tentang soft skill yang harus dikuasai untuk terjun ke dunia industry seperti skill komunikasi, manajemen waktu, pembuatan CV, pengetahuan tentang jenjang karir, dan lain-lain.

Minggu ke-9 sampai 15 diisi dengan materi frontend engineering. Materi ini belajar mengenai bagaimana membuat tampilan sebuah website agar menarik dan interaktif. Materi ini meliputi HTML, CSS, JavaScript, ReactJS, GraphQL, dan deployment. Akhir sesi ini setiap peserta diharuskan membuat sebuah website yang menarik, namun masih menggunakan GraphQL untuk backend-nya, bukan dengan Golang.

Minggu ke-16 sampai 24 setiap peserta diharuskan membuat final project dengan tema yang telah ditentukan oleh tim mentor Alterra Academy. Tema-tema yang diberikan sangat relevan dengan kenyataan di industri, sehingga hasil dari final project ini dapat dijadikan portofolio ketika melamar sebuah pekerjaan,” tambahnya.

“Kesan yang dirasakan selama mengikuti program ini sangat menyenangkan karena banyak belajar hal baru, dan yang paling berkesan adalah ketika belajar Clean Architecture karena teknologi tersebut menurut saya sangat efektif dan efisien daripada MVC. Saya juga sangat bersemangat ketika mengikuti program, karena dibimbing oleh mentor yang professional dan komunikatif,” pungkasnya.

Studi Independen Bersertifikat adalah bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan, namun tetap diakui sebagai bagian dari perkuliahan. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang ingin memperlengkapi diri dengan menguasai kompetensi spesifik dan praktis yang dicari oleh dunia usaha dan dunia industri. Pada program  Studi Independen Bersertifikat batch 1, 10 orang mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos mengikuti kegiatan selama 1 semester. Pada batch 2, jumlah mahasiswa UNTIDAR yang lolos meningkat yaitu 33 orang, yang akan mengikuti kegiatan dari 23 Februari s.d 22 Agustus 2022.

Penulis : Humas