DEPARTEMEN SYIAR UKAI AR-RIBATH GELAR GRAND OPENING KARE DAN NBO

Departemen Syiar UKAI Ar-Ribath menggelar Grand Opening KARE dan NBO, Kamis (24/2). Grand Opening KARE dan NBO ini menjadi pembuka program kerja dari Departemen Syiar UKAI Ar-Ribath. KARE merupakan kegiatan Kajian Kamis Sore, sedangkan NBO adalah kegiatan Ngaji Bareng Ormawa dan UKM. KARE dan NBO merupakan dua diantara empat program kerja dari Departemen Syiar yang memiliki peran dalam penguatan ukhuwah antar mahasiswa dan antar ormawa serta UKM di Universitas Tidar. Selain itu juga menjadi ladang amal dan keilmuan bagi masyarakat umum yang mengikuti secara daring.

Grand Opening KARE dan NBO dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, dihadiri oleh pengurus dan anggota UKAI Ar-Ribath, Delegasi Ormawa dan UKM Universitas Tidar, Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku Pembina UKAI Ar-Ribath I sekaligus pemateri kajian, Hadi Rianto, M.Sc. selaku Pembina UKAI Ar-Ribath II, dan jamaah dari mahasiswa dan masyarakat umum

Sambutan pertama disampaikan oleh  Ketua UKAI Ar-Ribath, Teguh Rahayu Widodo. Ia memberikan pengenalan tentang KARE dan NBO yang memiliki manfaat sebagai sarana keilmuan yang dapat dimanfaatkan bagi kalangan sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat. Teddy Firmansyah, Ketua BEM KM sebagai perwakilan Ormawa dan UKM Universitas Tidar mengatakan bahwa kegiatan seperti ini (Grand Opening KARE dan NBO) merupakan kegiatan yang positif bagi semua pihak, dan semakin mempererat hubungan antar organisasi kampus.

“Di masa pandemi yang berkepanjangan seperti sekarang ini, menjaga kesehatan sangat penting, apalagi dengan meningkatnya status Magelang ke PPKM level 4. KARE bisa menjadi sarana untuk menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Jadi janganlah terlalu hanya fokus ke agama, atau sebaliknya terlalu fokus ke dunia saja. Artinya antara keduanya harus dijalankan dengan seimbang.” tutur Hadi Rianto, M.Sc.

Materi KARE disampaikan oleh Nur Rofiq, S.Pd.I., M.Pd.I. Ia menyampaikan bahwa dalam keadaan apapun kita harus berniat tholabul ilmi. Tholabul ilmi ini tidak harus ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan atau ilmu kauniyah. “Contoh kita melihat kupu-kupu yang beterbangan di lahan dengan beraneka ragam sayapnya yang menarik. Kita dapat menikmati kupu-kupu itu diantara dedaunan dan bunga yang ada. Tetapi dari keberadaan kupu-kupu itu dapat diambil hikmahnya. Kupu-kupu yang kita lihat itu berasal dari ulat yang awalnya menakutkan bahkan menjadi hama lalu menjadi sebuah kepompong yang tidak menikmati keindahan dunia. Dari bertapa itu maka muncul kupu-kupu yang indah. Maka sejalan dengan tholabul ilmi, kita harus berpikiran demikian. Kita bisa mendapatkan ilmu yang baik selama kita dalam belajar mau besungguh-sunguh. Maka seandainya kita bisa menghilangkan hal-hal yang mengganggu dalam belajar, insyaAllah kita dapat beterbangan layaknya kupu-kupu,” jelas Nur Rofiq.

Nur Rofiq juga menyampaikan materi tentang Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Sejarah penting dalam peradaban kehidupan Islam dan merupakan tonggak sejarah dari perintah sholat yang merupakan bagian dari rukun Islam. “Diantara hikmah dan pelajaran yang perlu kita ketahui adalah :

  1. Tingginya derajat kehambaan, hal ini dilakukan oleh Rasulullah terhadap Allah SWT.
  2. Dengan Isra Mi’raj ini dakwah Rasulullah yang semula berat cobaannya, maka setelah terjadinya Isra Mi’raj inilah, Rasulullah merasa ada angin segar untuk berdakwah dan memberanikan diri dalam berdakwah.
  3. Perjalan Isra Mi’raj ditempuh beribu-ribu kilo dengan waktu yang sebentar. Ketika seseorang tidak menggunakan keimanan sebagai tendensinya maka tidak akan mempercayainya.
  4. Dengan adanya Isra Mi’raj maka orang-orang tunduk dan mengakui risalah Nabi Muhammad SAW dan menjadikan syarat bahwa Nabi Muhammad SAW telah menghapus syariat-syariat sebelumnya. Artinya risalah-risalah tauhid Nabi-Nabi sebelumnya itu menjadi satu yaitu risalah Islamaiyah.
  5. Keistimewaan Masjidil Aqsa. Sebelum terjadinya Isra Mi’raj itu Al-Aqsa dinamakan Baitul Maqdis. Perjalanan Isra Mi’raj yang dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sampai menuju langit ke tujuh kemudian ke Sidratul Muntaha yang merupakan isyarat bahwa Masjidil Aqsa memiliki keistimewaan bagi umat islam karena menjadi rute perjalanan Nabi untuk bertemu Allah SWT.  Bahkan, sampai saat ini apabila kita sholat di Masjidil Aqsa pahala sholatnya setara dengan 500x lipat dibanding kita sholat di masjid biasa,” urainya.

Grand Opening KARO dan NBO berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam, dengan kajian yang padat dan sangat bermanfaat.

Penulis : Humas

UNIT KEGIATAN MAHASISWA “IQSAN” RAYAKAN HARLAH KE-2

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ilmu Al Quran dan Seni Rebana (IQSAN) UNTIDAR, rayakan Puncak Harlah ke-2, Sabtu (19/2) di Balai Desa Dlimas Tegalrejo. Puncak Harlah sekaligus memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1443 H/2022 M, dengan tema “Meningkatkan Kualitas Akhlak dan Ibadah Kaum Milenial di Era Digital”, dengan menghadirkan K. H Utsman Ali dan Habib Fata Zahir Al-Attas. Sebelumnya UKM IQSAN juga melaksanakan kegiatan Ziarah Auliya zona Jawa Timur.

            Acara yang diikuti oleh seluruh pengurus UKM IQSAN ini, dibuka oleh Ketua Panitia, Farich Shidana. Pada saat acara, Habib Fata Zahir Al-Attas memberikan nasehat kepada pengurus UKM IQSAN UNTIDAR, supaya tidak melupakan kuliah meskipun aktif berorganisasi. Habib Fata Zahir Al-Attas juga memberikan pandangan tentang ‘wayang’ yang menurutnya diperbolehkan, bahkan dahulu digunakan para wali terutama Sunan Kalijaga dalam kegiatan dakwah syiar Islam. Pada acara puncak perayaan Harlah IQSAN, Habib Fata Zahir Al-Attas mengumandangkan sholawat di hadapan seluruh hadirin, membuat suasana syahdu dan indah, apalagi saat Mahalul Qiyam.

            Disusul Mauidhoh Hasanah dari K. H. Utsman Ali yang menekankan agar umat muslim senantiasa  mendekatkan diri kepada Sang Ilahi. “Hidup itu kebiasaan, maka biasakanlah hidup baik. Keluarlah untuk mencari ilmu. Orang sukses mergo kreatif, rajin, istiqomah. Kudu sholat, mergo sholat iku sumber kebahagiaan, sumber ketenangan, sumber kesuksesan. Sholato sing tenanan,” jelasnya.

            Puncak Harlah UKM IQSAN diisi dengan Sholawatan, Pembacaan Ayat Suci Al Qur’an, Tahlil dan Doa, Khotmil Qur’an, Serah Terima Jabatan Ketua Umum Lama ke Ketua Umum Baru, Pembacaan Mawalidurrasul, Mauidhoh Hasanah, Mahallul Qiyam, Pemotongan Tumpeng dan Pemutaran Film.

Cerita Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka Batch 1       

Mengikuti Program Magang Bersertifikat sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), adalah pengalaman yang begitu berharga bagi Muhammad Misbachul Muhaimin (Prodi S1 Teknik Sipil UNTIDAR). Misbach adalah satu dari 7 mahasiswa UNTIDAR yang berhasil lolos program Magang Bersertifikat Batch 1. Selama 6 bulan, Misbach melaksanakan program pemagangan di PT Citiasia Internasional atau lebih dikenal sebagai Citiasia Inc., yang  merupakan perusahaan jasa konsultan manajemen dan pembangunan yang berfokus pada bidang smart city, dan memiliki visi mendukung kemajuan pembangunan di Indonesia. Citiasia Inc. membuka peluang kepada mahasiswa untuk bergabung menjadi pemagang selama 6 bulan yaitu dari 23 Agustus 2021 sampai 23 Februari 2022. Peserta yang lolos program ini mendapatkan konversi 20 sks atas persetujuan dari prodi maupun jurusan asal peserta.

“Salah satu divisi yang ada di Citiasia Inc. adalah smart city analyst, yaitu divisi yang ditugaskan untuk membantu penyusunan masterplan smart city pada lokasi -lokasi project Citiasia Inc. dan melakukan penyusunan paper (working paper, white paper, artikel, presentasi) terkait smart city yang akan dipublikasikan melalui website, buku publikasi, jurnal dan lain sebagainya,” tutur Misbach.

            Lebih lanjut Misbach menguraikan pengalaman yang didapat selama 6 bulan menjadi smart city analyst, seperti penyusunan masterplan smart city Kabupaten Wonogiri. “Sangatlah menyenangkan bisa berdiskusi secara langsung dengan Bupati Wonogiri, terkait arah gerak pembangunan smart city Kabupaten Wonogiri,” katanya. “Karena berasal dari jurusan Teknik Sipil, maka lebih difokuskan pada penyusunan smart city dimensi smart living yang membahas mengenai system transportasi cerdas, harmonisasi tata ruang berupa jalan, jembatan irigasi dan air bersih serta dimensi environment yang membahas mengenai proteksi lingkungan, tata kelola sampah dan limbah, tata kelola energy,” tambahnya.

            Selain terlibat dalam penyusunan masterplan smart city Kabupaten Wonogiri secara langsung, Misbach juga turut membantu penyusunan smart city kawasan Borobudur dan kawasan Tanjung Kelayang atau Belitung. Kawasan Tanjung Kelayang terdiri dari 2 kabupaten yaitu Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Fokus utama kawasan Belitung yaitu pariwisata,  karenanya dilakukan observasi lapangan ke beberapa pantai yang ada di pulau Belitung dan beberapa objek wisata lainnya.

            “Saya sangat tertantang dengan jobdesk yang diberikan selama magang, karena menuntut kreativitas, inovasi yang tinggi serta kemampuan dalam menulis buku masterplan smart city. Dimana keterjangkauan sebuah program yang disusun dapat dirasakan masyarakat secara luas untuk memudahkan mobilitas, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat sesuai tujuan smart city. Selain itu saya begitu terkesan bisa turut berkolaborasi dalam satu team, dan berkomunikasi dengan para pejabat pemda, pembimbing dan tenaga ahli smart city bahkan kementerian,” pungkasnya.

Magang bersertifikat memberi mahasiswa kesempatan mendapat pengalaman kerja di dunia industri atau dunia profesi nyata selama 1-2 semester. Dengan pembelajaran langsung di tempat kerja mitra magang, mahasiswa akan mendapatkan hard skill dan soft skill agar mahasiswa semakin mantap memasuki dunia kerja dan karier. Pada program Magang Bersertifikat Batch 1, 7 orang mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos. Pada program Magang Bersertifikat Batch 2, UNTIDAR berhasil meloloskan 12 orang mahasiswa yang akan melaksanakan pemagangan di PT Gama Inovasi Berdikari, PT Petrokimia Gresik, Yayasan Hasnur Centre, PT INKA, PT Suri Tani Pemuka, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, PT Indonesia Power, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dan Kementerian Perdagangan.

Penulis : Humas

Sepeda Mesin Matun, Solusi Tangani Gulma Pada Tanaman Padi

Tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari program studi S1 Teknik Mesin yaitu Dzilan Auliya Sulthon, Muhammad Firdaus Ubai Dullah, Brian Reza Rezianto, Nofal Zuhaeri, dan Katon Wisnu Kartiko merangkai  produk usaha bernama Sepeda Mesin Matun Padi. Sepeda Mesin Matun Padi adalah sepeda yang dilengkapi mesin sebagai tenaga penggerak dengan dirancang khusus dalam pembuatannya. Usaha seperti ini memiliki prospek perkembangan kedepan yang cukup bagus. Sepeda Mesin yang digunakan untuk matun biayanya tidak terlalu mahal, sehingga dapat digunakan oleh petani untuk penyiangan gulma padi atau yang biasa dikenal dengan matun padi. 

Dzilan selaku ketua tim menjelaskan penyiangan gulma padi  atau proses matun yang dilakukan secara manual kurang efektif karena memakan waktu lama, menguras tenaga, dan menelan biaya ekstra untuk membayar jasa petani penggarap lahan pertanian khususnya tanaman padi. “Pada saat matun atau penyiangan gulma padi, minimal membutuhkan dua orang untuk mengerjakan 100 ubin dalam 1 hari. Mau tidak mau harus ada biaya yang dikeluarkan untuk membayar petani penggarap setiap kali matun dengan biaya yang lumayan mahal dan pengerjaan yang kurang efisien karena masih dilakukan dengan cara manual. Bidang pertanian menjadi salah satu sektor kunci perekonomian Indonesia. Dunia bisnis pertanian kami pilih untuk menjalankan wirausaha yang menguntungkan. Bisnis ini sangat menjanjikan karena masih kurangnya penggunaan teknologi dalam bidang pertanian khususnya padi. Dengan melihat masih banyak orang yang mempertahankan cara manual membuat kami berinovasi menciptakan produk yang bertujuan memudahkan proses matun padi, yaitu Sepeda Mesin Matun Padi, yang dapat menjadi lahan usaha sekaligus terobosan terbaru dalam mengikuti perkembangan era teknologi,” kata Dzilan.

Lebih lanjut Dzilan menguraikan bahwa Sepeda Mesin Matun Padi ini akan dipromosikan secara luas. Dimulai dengan mempromosikan secara langsung kepada calon pembeli, melakukan promosi melalui Facebook dan Whatsapp, selanjutnya diperluas melalui Instagram dan Online Shop.

“Alhamdulillah kami mendapatkan dana stimulus Program Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik, sehingga kami memiliki kesempatan mengasah kemampuan dalam berwirausaha khususnya di bidang teknologi pertanian. Melalui PMW kami juga berkesempatan mengaplikasikan ilmu yang kami peroleh dari jurusan Teknik Mesin, di bawah bimbingan Dosen Pendamping Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng., untuk menghasilkan produk Sepeda Mesin Matun Padi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya petani,” pungkas Dzilan.  

Mahasiswa Teknik Elektro UNTIDAR, Lulusan Terbaik Kedua Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya

Luthfian Ramdhan, mahasiswa Jurusan Teknik Elektro UNTIDAR berhasil lulus dari Program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (GERILYA) dengan memuaskan. Dari puluhan peserta program GERILYA, Luthfian Ramdhan berhasil menjadi Lulusan Terbaik Kedua.

GERILYA merupakan program Kerjasama antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk mencari generasi muda/mahasiswa untuk belajar lebih lanjut mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap mulai dari peraturan hingga analisis ekonomi dari investasi yang dikeluarkan untuk PLTS Atap.

Pada proses pendaftaran, peserta program GERILYA harus melalui tahap yang cukup rumit. Tahapan pertama yaitu seleksi berkas yang terdiri dari CV, foto, transkrip nilai, dan motivation letter. Setelah lolos tahap pertama, dilanjutkan dengan tahapan tes tertulis menggunakan sistem LMS, setelah itu diikuti dengan proses interview dengan para mentor GERILYA.

Setelah dinyatakan lulus, program pun dimulai dengan 10 minggu course online menggunakan Zoom Meeting. Course dilakukan 3 kali dalam seminggu selama sehari penuh. “Awal ketika saya mengikuti course program, saya pikir seperti kuliah pada umumnya, namun ternyata saya salah. Kami para gerilyawan diberikan beberapa materi yang wajib dibaca dan diberikan tugas yang sangat menantang seperti membuat artikel untuk dipublikasikan, dan membuat perencanaan PLTS. Selain itu para gerilyawan juga diwajibkan untuk melakukan pertemuan dengan mentor 2 kali dalam seminggu,” urai Luthfian.

“Selama course banyak sekali ilmu yang saya dapat dari pengisi materi yang memang sangat profesional dibidang EBT khususnya PLTS.  Salah satu pertemuan yang menurut saya berkesan adalah ketika melaksanakan Site Visit ke PPSDM KEBTKE untuk melihat sistem PLTS dan berlatih cara instalasi hingga proses komisioning PLTS. Ketika bertemu teman-teman online untuk pertama kalinya, disitu saya merasa senang karena bertemu dengan teman yang memang satu visi,” tambahnya.

Lebih lanjut Luthfian menceritakan, setelah 10 minggu program online GERILYA, dilanjutkan dengan 12 minggu Team Based Project. Team Based Project merupakan kegiatan magang secara berkelompok di EPC PLTS yang ada di beberapa daerah di Indonesia. Masing-masing mahasiswa yang mengikuti GERILYA dikelompokkan dan ditempatkan di salah satu EPC. “Kebetulan saya ditempatkan di ATW Solar untuk menerapkan semua ilmu yang telah saya dapat di course GERILYA,”kata Luthfian.

Ia menjelaskan, di ATW Solar ditempatkan di divisi Retail dan Residensial yang mengatur pemasangan PLTS Atap dengan skala yang tidak terlalu besar. “Selama di ATW Solar saya bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan pada saat course seperti Helioscope, Layouting PLTS, Analisa Ekonomi, dan masih banyak lagi. Selain itu juga diberikan ilmu-ilmu praktis yang digunakan di lapangan, seperti melihat pemasangan PLTS di salah satu rumah costumer, melakukan troubleshooting, dan banyak hal lainnya. Tanggung jawab terbesar saat magang adalah saat menjadi PIC salah satu proyek residensial berkapasitas 5,4 kWp. Saya diberikan tugas untuk merencanakan, melakukan survey, membuat Bill of Material barang, dan berkoordinasi dengan Solar Ranger (Instaler PLTS ATW Solar),” urainya.

Menurut Luthfian, ia juga diperintahkan untuk melakukan survey dan mengawasi jalannya pemasangan PLTS. “Hampir semua ilmu yang saya dapat selama course GERILYA dapat digunakan untuk mengatasi masalah yang ada di lapangan. Saya juga mendapatkan ilmu baru bagaimana cara berkoordinasi dengan costumer dan atasan di ATW Solar. Setelah 12 Minggu menjalani TBP di ATW Solar saya pun diberikan kesempatan oleh untuk mengikuti Sertifikasi Kompetensi yang diadakan oleh PPSDM KEBTKE. Saya mengambil sertifikasi Pembangunan dan Pengawasan PLT EBT Level 3. Pada minggu terakhir saya menjalani proses sertifikasi seperti ujian tulis, ujian praktik, dan ujian lisan. Sebuah kebanggaan karena saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili peserta GERILYA melakukan audiensi dengan Dirjen Dikti di Kemendikbudristek,” jelasnya.

Setelah melalui serangkaian program GERILYA, Luthfian Ramdhan dinyatakan menjadi peserta terbaik ke 2 dari 52 peserta yang mengikuti program.  “Semangat untuk semua mahasiswa UNTIDAR, tidak perlu takut untuk bersaing dengan mahasiswa kampus lain untuk mengikuti program MBKM. Buktikan bahwa kita juga bisa bersaing bahkan menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Penulis : Humas

Dorong Penerima Bidikmisi dan KIP-K Raih Prestasi, Himpunan Mahasiswa Bidikmisi UNTIDAR Laksanakan HIMADIKTAR Festival 2022

Himpunan Mahasiswa Penerima Bidikmisi Universitas Tidar (HIMADIKTAR) menyelenggarakan HIMADIKTAR Festival 2022. Kegiatan diadakan tanggal 25 Januari  dan 5 Februari 2022. HIMADIKTAR Festival merupakan wadah untuk mengapresiasi pencapaian yang diraih oleh mahasiswa penerima Bidikmisi dan Beasiswa KIP-K di lingkungan Universitas Tidar, memberikan wadah bagi mahasiswa penerima Bidikmisi dan KIP-K Universitas Tidar dalam pengembangan seni, meningkatkan semangat berprestasi, meningkatkan keterampilan menulis khususnya dalam penulisan skripsi, dan memotivasi mahasiswa agar menyelesaikan skripsi tepat waktu.

            Kegiatan yang dilaksanakan di tanggal 25 Januari 2022 adalah Webinar Skripsi. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Mursia Ekawati, M.Hum. dan Tyas Ajeng N., S.T., M.Ds. Melalui Webinar Skripsi diharapkan mahasiswa penerima bidikmisi dan KIP-K UNTIDAR mendapatkan pemahaman yang komprehensif terkait penulisan skripsi. Para pemateri menjelaskan tentang teknis penulisan skripsi dan mendorong mahasiswa untuk menguasai pedoman penulisan skripsi, memahami tema penelitian yang diangkat, menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing skripsi, dan memiliki komitmen untuk menyelesaikan skripsi tepat waktu.

            Di tanggal 5 Februari 2022, rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah debat calon ketua dan wakil ketua himpunan, penyerahan penghargaan kepada mahasiswa penerima Bidikmisi dan Beasiswa KIP-K UNTIDAR yang berprestasi, pentas seni dan pemberian Dharma Bhakti HIMADIKTAR 2022. Dharma Bhakti HIMADIKTAR adalah bantuan biaya pendidikan untuk  membantu mahasiswa kurang mampu yang belum terakomodasi beasiswa, dengan sasaran mahasiswa aktif  Universitas Tidar non-beasiswa yang kurang mampu maksimal semester 8 untuk mahasiswa S1, dan semester 6 untuk mahasiswa D3. Dharma Bhakti HIMADIKTAR tahun 2022 diserahkan kepada 11 orang mahasiswa aktif dari berbagai program studi di UNTIDAR, dengan masing-masing orang menerima bantuan biaya pendidikan sebesar Rp 500.000,00

            Masih dalam rangkaian HIMADIKTAR Festival, dilaksanakan penyerahan penghargaan/award bagi mahasiswa UNTIDAR penerima Bidikmisi dan Beasiswa KIP-K yang berhasil meraih kemenangan di berbagai kompetisi selama tahun 2021. Penerima award adalah mahasiswa yang memiliki point tertinggi, akumulasi raihan prestasi secara individu, baik prestasi akademik maupun non akademik. Penerima award mendapatkan sertifikat dan uang tunai.

Para penerima penghargaan yaitu :

1. Angkatan 2018

– Kategori Akademik : Gunawan (S1 Pendidikan Matematika)

– kategori Non Akademik : Efa Suryaningsih (S1 Akuntansi)

2. Angkatan 2019

– kategori Akademik : Meili Ekawati (S1 Pendidikan Matematika)

– kategori Non Akademik : Muhammad Fauzi ( S1 Peternakan)

3. Angkatan 2020

– kategori Akademik : Silvi Fatika Wulandari (S1 Agroteknologi)

– kategori Non Akademik : Bagus Eka Saputra ( S1 Ekonomi Pembangunan)

4. Angkatan 2021

– kategori Akademik : Erika Kurniasari ( S1 Manajemen)

– kategori Non Akademik : Irka Lestari ( S1 Pendidikan Matematika)

Juara Favorit Himadiktar Awards

Ade Krisna Setiawan (S1 Teknik Elektro)

            “Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Himadiktar ini. Kegiatan yang sangat positif, yang bisa meningkatkan motivasi mahasiswa penerima Bidikmisi dan Beasiswa KIP-K untuk meraih prestasi akademik maupun akademik. Saya juga sangat berbahagia karena pengurus Himadiktar memiliki kepedulian untuk membantu teman-temannya yang kurang mampu, yang belum terakomodasi beasiswa melalui Dharma Bhakti Himadiktar,” pungkas Dr. Farikhah, M.Pd. selaku Dosen Pembina Himadiktar.

Penulis : Humas

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Tidar Gelar Temu Perdana

Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Tidar sukses menyelenggarakan Temu Perdana pada kegiatan Bina Desa 2022 pada Sabtu (5/2/2022). Acara ini menjadi pembukaan Bina Desa GenBI Untidar yang  dilaksanakan di Desa Tampirwetan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bina Desa ini merupakan progam kerja unggulan yang dijalankan oleh GenBI.

Kegiatan akan dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan dari pada bulan Februari hingga bulan Juli 2022. “Kami selaku GenBI disini mau kulonuwun ke masyarakat Desa Tampirwetan,” ujar Fajar Rahmat selaku perwakilan Ketua Umum GenBI Untidar dalam sambutnya.

Salah satu agenda dalam kegiatan perdana adalah penyampaian progam kerja guna memberikan pemahaman mengenai maksud dan tujuan dari kegiatan Bina Desa GenBI Untidar. Tiara selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan rangkaia­n program kerja yang akan dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan, antara lain:

  1. Temu Perdana sebagai pembukaan kegiatan bersama stakeholder desa setempat disertai pemotongan pita secara simbolis
  2. Sosialisasi Lingkungan Hidup untuk meningkatkan kepedulian dan pemahaman tentang pengenalan jenis sampah dan pengelolaannya.
  3. GenBI Menanam  sebagai penunjang keselamatan lingkungan dan menjadikan daerah tersebut kawasan lahan hijau.
  4. Sosialisasi CIKUR (Ciri Ciri Keaslian Uang Rupiah) untuk meningkatkan literasi dan memberikan pemahaman terkait keaslian uang rupiah.
  5. Nonton Bareng Video Interaktif guna memberi pemahaman lebih serta menghibur sasaran kegiatan melalui video agar tidak bosan belajar
  6. Sosialisasi Jenis Mata Uang untuk memberi informasi dan literasi apa saja jenis mata uang yang beredar
  7. Sosialisasi Pemasaran Digital dan Fotografi UMKM untuk meningkatkan dan memperluas pemasaran produk UMKM
  8. Menari Bersama untuk menyalurkan minat bakat anggota GenBI dan masyarakat desa binaan serta merekatkan diri kepada masyarakat desa binaan.
  9. Clean Up Day untuk menggalakkan aksi bersih desa secara serentak oleh GenBI Komsat Untidar dengan warga desa  binaan

dan masih banyak kegiatan lain yang akan dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan kedepan, yang akan memberikan banyak manfaat.  Dengan adanya acara ini diharapkan mampu menjadi awal mula yang baik untuk terlaksananya kegiatan Desa Binaan GenBI Komisariat Untidar untuk kemaslahatan masyarakat.

Penulis : Humas

Pelet Super, Produk Inovatif Ramah Lingkungan Solusi Kelola Limbah Organik

Permasalahan yang sering dialami dalam budidaya ikan air tawar adalah mahalnya pelet ikan yang dijual di pasar dan kurangnya nilai gizi yang terdapat didalamnya. Kurangnya nilai gizi dalam pelet menyebabkan pertumbuhan ikan menjadi lambat dan alhasil berpengaruh terhadap waktu dan hasil panen. Berangkat dari persoalan ini, 5 orang mahasiswa S1 Teknik Mesin yaitu Dzikron Muchlisin, Octavia, Dedy Hermawan, Adam Juan Supriyanto dan Jenalis Qorni memproduksi pelet ikan yang terbuat dari limbah organik seperti sayuran-sayuran kering, limbah daging, limbah ikan, dan lain-lainnya. “Banyak limbah organik yang dihasilkan dari industri rumah makan, pasar, maupun rumah tangga. Kami pun melihat peluang tersebut untuk bisa dimanfaatkan menjadi sebuah produk yang bernilai ekonomis,” terang Dzikron selaku ketua tim.

Ia menjelaskan sayuran sisa selama ini hanya dijual dengan harga murah dan bahkan ada yang dibuang percuma, karena sangat jarang dimanfaatkan. Padahal dalam sayuran sisa terkandung banyak gizi seperti protein , vitamin B1, vitamin C, dan masih banyak kandungan lain. Sayuran sisa bila dijadikan bahan tambahan fermentasi pelet ikan akan mempercepat proses penguraian dan penambahan protein pada pakan, sehingga dapat memberikan tambahan nilai gizi dan mempercepat proses pencernaan pelet tersebut. Ikan akan lebih cepat lapar dan gemuk karena pencernaan pakannya lebih cepat dan sempurna. Dengan proses seperti itu, maka akan mendapatkan hasil budidaya ikan yang bagus dan bernilai ekonomi tinggi  “Kami juga melakukan pemilahan bahan agar kualitas pakan ikan terjamin.  Adapun bahan-bahan yang digunakan berasal dari sekitar agar lingkungan dapat terjaga kebersihannya,” urainya. Menurut Dzikron ada 2 produk pelet yang diproduksi yaitu jenis protein tinggi dan protein yang lebih rendah. Untuk harganya disesuaikan dengan harga pasaran agar produk bisa bersaing.

Minimnya inovasi tentang pengelolaan dan pengolahan limbah organik yang berasal dari lingkungan sekitar menjadi produk pelet atau pakan ikan menjadikan usaha ini mempunyai peluang yang cukup besar. Hal tersebut dikarenakan harga jual murah dengan kualitas yang setara dengan pesaing di bidang sejenis. Dzikron dan tim juga ingin turut membantu pemerintah dalam meningkatkan kepedulian akan pengelolaan limbah yang selama ini dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat.

“Kami memberi nama brand sesuai dengan produk yang kami buat yaitu pelet yang memberikan Solusi Masalah Perikanan, disingkat Pelet Super. Pemberian nama brand tersebut karena memenuhi kriteria unik dan menarik minat calon pembeli, sehingga memiliki nilai jual yang baik. Tujuan lain yaitu mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan limbah organik yang bisa dibuat produk kreatif dan inovatif,” katanya.

Metode yang digunakan Dzikron dan tim adalah memproduksi produk terlebih dahulu kemudian menawarkan ke konsumen. Promosi yang dilakukan dengan dua cara yaitu offline dan online. Cara offline dengan  membuat stand atau lapak jika ada event-event untuk melakukan pemasaran secara langsung. Sedangkan secara online dilakukan dengan cara pembuatan akun sosial media yaitu Instagram dengan akun”@peletsuper3” dan melakukan pemasaran melalui MarketPlace, seperti Shopee, Tokopedia, dan melakukan promosi di setiap akun sosial media anggota tim.

Penulis : Humas

Malam Keakraban Tandai Berakhirnya Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM)

Mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) mengikuti kegiatan Malam Keakraban yang menandai berakhirnya serangkaian kegiatan PMM di UNTIDAR. Suasana haru menyelimuti 36 peserta PMM saat harus meninggalkan Kota Magelang setelah kurang lebih 1.5 bulan beraktivitas di kampus UNTIDAR.

“Ini adalah malam terakhir di Magelang. Besok pagi, kalian akan pulang ke daerah masing-masing. Hati-hati di perjalanan, sampai rumah dengan selamat, dan semoga pengalaman dan ilmu yang telah didapatkan selama di Magelang bisa menambah wawasan kebudayaan nusantara dan juga bermanfaat bagi sesama,” kata Dr. Arif Rahman Saleh, M.T., selaku staf ahli Wakil Rektor Bidang Akademik, dalam sambutannya. “Tak lupa saya mohon maaf apabila selama di Magelang dan selama mengikuti program PMM di Universitas Tidar, ada beberapa program yang kurang berjalan dengan sempurna,” imbuhnya.

Sebagai catatan pengingat, 36 mahasiswa PMM berasal dari 12 perguruan tinggi yaitu Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Hasanuddin, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Negeri Makassar, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Negeri Manado, Universitas Pattimura, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Selama PMM, ke 36 mahasiswa tersebut mengambil 10 sks. 2 sks untuk Modul Nusantara dan 8 sks untuk mengambil mata kuliah sesuai jurusan masing-masing. Kegiatan Modul Nusantara terbagi 4 jenis, dengan 3 dosen sebagai pengampu. Kegiatannya meliputi kebhinekaan, salah satunya pengenalan budaya Borobudur. Kegiatan lainnya adalah refleksi, kegiatan inspirasi dengan mengundang praktisi atau inspirator dalam berbagai bidang, kegiatan kontribusi sosial, dan kegiatan bantuan. Semua telah dilaksanakan.

Acara keakraban sekaligus malam perpisahan, diisi dengan ramah tamah dan hiburan dengan konsep  fun and happy,  dipandu oleh dosen koordinator PMM, Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. Ikhwan berhasil memeriahkan  suasana dengan melempar quiz berhadiah doorprize. “Hanya sekedar permainan ice breaking, tapi alhamdulillah mahasiswa peserta PMM begitu senang dan excited mengikuti acara,” katanya. “Mahasiswa diberi tantangan untuk menyebutkan kata-kata dalam Bahasa Jawa beserta artinya. Mahasiswa yang paling banyak bisa menyebutkan adalah yang berhak mendapatkan doorprize. Hanya pertanyaan sederhana, namun membuat suasana malam keakraban ramai dan penuh tawa,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut Ikhwan juga mempertontonkan kemampuannya bermain sulap, yang berhasil membuat suasana riuh dengan sorak sorai tepuk tangan mahasiswa peserta PMM.

Suasana yang awalnya ceria, seketika berubah menjadi haru menjelang penghujung acara. Saat acara ditutup para mahasiswa peserta PMM tidak bisa lagi menahan air mata. Mereka berpelukan sambil menahan tangis kesedihan karena harus segera berpisah dan belum tahu kapan bisa bertemu kembali. Yang pasti tersimpan kesan yang begitu mendalam setelah 1,5 bulan mengikuti kegiatan PMM secara luring di kampus UNTIDAR Magelang.

Penulis : Humas

Mahasiswa Teknik Elektro UNTIDAR Ciptakan Mesin Tetas Telur Otomatis Berbasis Internet Of Things

Lima orang mahasiswa S1 Teknik Elektro UNTIDAR yaitu Sefrizal Eka Putra, Khanief Trie Nugraha, Muhammad Ulum, Wahyu Cristianto dan Muhammad Pedi Saputra, dengan didampingi dosen pembimbing Hery Teguh Setiawan S.T., M.Eng., menciptakan SMART EGG INCUBATOR, yaitu Mesin Tetas Telur Otomatis berbasis Internet Of Things sebagai upaya meningkatkan produktivitas penetasan telur. Hal ini diharapkan bisa menjadi peluang yang bagus untuk meningkatkan jumlah dan kualitas produksi sehingga kebutuhan masyarakat akan daging ayam selalu tercukupi.

“Proses penetasan yang sangat efektif dan umum digunakan saat ini adalah penetasan secara buatan. Tingkat keberhasilan proses penetasan banyak dipengaruhi oleh tingkat daya tunas (fertilitas) dari telur yang ditetaskan. Disisi lain, faktor eksternal seperti manajemen pengaturan suhu dan kelembapan, intensitas cahaya dan kadar oksigen menjadi hal esensial yang turut memegang peran penting dalam proses penetasan telur unggas. Untuk itu, selama proses penetasan kondisi lingkungan harus selalu diperhatikan dan dipantau secara berkala. Inilah yang melatarbelakangi kami menciptakan SMART EGG INCUBATOR,” ungkap Sefrizal selaku ketua tim.

Lebih lanjut Sefrizal menjelaskan SMART EGG INCUBATOR bekerja secara otomatis dalam hal pengaturan kondisi ruang mesin tetas, sehingga proses penetasan telur berjalan dengan lancar dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi tanpa harus dikontrol setiap saat oleh pengguna. Supaya pengguna dapat memantau kondisi lingkungan ruang mesin tetas secara realtime maka digunakan fitur Internet Of Things pada produk yang dibuatnya. Hal inilah yang menjadi keunikan dalam produk SMART EGG INCUBATOR, yang dapat meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memanfaatkan teknologi IoT yang sedang happening saat ini.

Secara umum pangsa pasar yang menjadi sasaran produk SMART EGG INCUBATOR adalah semua kalangan masyarakat khususnya para pengusaha peternakan ayam. Hal itu dikarenakan peningkatan produksi peternakan harus didukung cara yang efektif salah satunya dengan mesin. “Oleh karena itu kami akan mendistribusikan produk peternakan SMART EGG INCUBATOR di seluruh kalangan masyarakat khususnya para pelaku usaha peternakan. Selain itu kami juga akan melakukan kerjasama dengan toko-toko peternakan, pemasaran ke pasar hewan, dan lain sebagainya,” jelas Sefrizal. “Meskipun ada banyak kompetitor yang menggunakan bahan dasar yang sama dan memproduksi dalam skala besar, kami optimis SMART EGG INCUBATOR ini bisa diterima oleh masyarakat. Beruntung kami mendapatkan dana stimulasi Program Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik Tahun 2022, sehingga kami bersemangat menjalankan usaha ini,” tambahnya.

Strategi pemasaran yang dilakukan Sefrizal dan tim adalah memanfaatkan sosial media, yaitu melakukan pengenalan produk menggunakan web, facebook, whatsapp, instagram, komunikasi mouth to mouth dan melakukan penyebaran brosur produk secara luas kepada masyarakat.