Tim Eternals Jurusan Teknik Sipil UNTIDAR berhasil Juarai National Bridge Competition 2021

Tim Eternals dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNTIDAR berhasil menjadi pemenang di ajang National Bridge Competition 2021. National Bridge Competition merupakan salah satu lomba dalam rangkaian acara Civil Creative and Action (CREATION) 5th 2021 yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada. National Bridge Competition adalah sebuah kompetisi antar perguruan tinggi se-Indonesia dalam bidang ketekniksipilan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa khususnya dalam bidang teknik sipil untuk merencanakan sebuah rancangan jembatan rangka baja. Pada rangkaian acara 5th Creation kali ini, National Bridge Competition mengangkat tema: “Inovasi Jembatan Kokoh dan Efisien Guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan”. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa untuk berinovasi dalam bidang perencanaan jembatan dan juga sebagai wadah untuk menerapkan ilmu ketekniksipilan dalam merancang jembatan. Peserta perlombaan adalah mahasiswa/i jenjang D3/D4/S1 yang berasal dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta jurusan teknik sipil atau dari rumpun ilmu yang sejenis (arsitektur, teknik bangunan, dan sebagainya.).

Tim yang ikut serta dalam National Bridge Competition disyaratkan berasal dari perguruan tinggi yang sama (satu institusi) dan beranggotakan 3 orang dengan didampingi oleh 1 orang dosen pembimbing. Pada kompetisi ini  jenis jembatan yang dimodelkan peserta adalah  jembatan rangka baja dengan ketentuan lantai jembatan adalah seluruh lebar bagian jembatan yang digunakan untuk lalu lintas kendaraan. Lantai dihitung dari sisi dalam dan panjang jembatan adalah jarak yang diukur mengikuti garis tengah sumbu jembatan mulai dari ujung jembatan yang satu ke ujung jembatan lainnya. Aspek yang dinilai oleh juri adalah kelayakan rancangan peserta kompetisi berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan.

Pada tahap penyisihan, Tim Eternals harus mengikuti seleksi awal yaitu penilaian proposal perancangan model dan analisa struktur jembatan yang akan dibuat.  Setelah lolos tahap ini Tim Eternals masuk dalam tahap pembuatan video model jembatan dan presentasi file hasil pemodelan jembatan dari aplikasi SAP2000 (tahap final).

Pada tahap ini dilakukan penilaian apakah pemodelan struktur jembatan yang dibuat peserta sesuai dengan ketentuan perlombaan (dimensi, material, dan pembebanan yang digunakan). Setelah melalui babak final presentasi akhirnya Tim Eternals dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNTIDAR berhasil meraih juara pertama. Tim Eternals berhasil mengungguli Tim Gammara’09 dari Universitas Hasanuddin sebagai juara 2, dan Tim CT-KJP40 dari Institut Teknologi Sepuluh November sebagai juara 3.

Kompetisi ini menjadi ajang bagi para peserta untuk berinovasi membuat pemodelan rangka baja untuk jembatan. Peserta dituntut untuk menjadi civil engineer yang dapat berpikir kritis mencari solusi dan inovasi dalam penyelesaian masalah tersebut dengan mendesain model rangka jembatan yang efektif, ekonomis, dan memiliki daya dukung tinggi terhadap struktur jembatan tersebut di lapangan, namun tak luput dari pertimbangan dalam kreasi rangka jembatan dari segi arsitektural.

Penulis : Humas/TERK

Mahasiswa Baru UNTIDAR Penerima KIP Kuliah Tahun 2021 Ikuti Kegiatan Pembinaan Manajemen Diri Bersama Motivator Ir. Herawati W., M.M

Sebanyak 606 mahasiswa baru Universitas Tidar (UNTIDAR) ditetapkan menjadi menerima KIP Kuliah Tahun 2021. KIP Kuliah merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang berpotensi secara akademik akan tetapi memiliki keterbatasan secara ekonomi. Penerima KIP Kuliah dibebaskan dari biaya kuliah dan biaya hidup selama menempuh studi di perguruan tinggi. Sabtu (4/12), sebanyak 50 mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP Kuliah Tahun 2021 mengikuti kegiatan Pembinaan Manajemen Diri. Karena masih dalam situasi pandemi, hanya 50 dari 606 mahasiswa baru penerima KIP Kuliah yang mengikuti kegiatan secara luring. Sementara 556 sisanya mengikuti kegiatan secara daring melalui live streaming youtube UNTIDAR.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan agar mahasiswa KIP Kuliah selalu bersemangat untuk berkarya. “Dari kurang lebih 3000 mahasiswa baru, penerima KIP Kuliah adalah sebagian kecil yang beruntung dan terpilih.  Amanah ini harus diemban dengan sebaik-baiknya dengan melahirkan prestasi terbaik bagi UNTIDAR,” jelas Prof. Sugiyarto. “Image penerima KIP Kuliah sebagai mahasiswa kelas bawah harus dihilangkan. Penerima KIP adalah mahasiswa terpilih, untuk itu jangan minder karena selama inipun banyak prestasi yang diraih oleh mahasiswa penerima KIP Kuliah yang tergabung dalam Himadiktar. Banyak pengusaha besar di Jakarta berasal dari Wonogiri dan Blora, yang selama ini dianggap sebagai daerah minus. Namun dengan etos juang yang tinggi mereka bisa menjadi orang-orang hebat. Jikalau memang mahasiswa penerima KIP Kuliah berasal dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan, justru hal ini harus menjadi pemicu untuk berprestasi dan meraih sukses,” tambahnya.

Kegiatan Pembinaan Manajemen Diri menghadirkan pembicara Ir. Herawati W., M.M dari Citra Emas School of  Management and Public Relations Training Consultant. Di awal paparannya Ir. Herawati memberikan wawasan mengenai Society/Masyarakat 5.0, yaitu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology based). Melalui Masyarakat 5.0, kecerdasan buatan (artificial intelligence) akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (the Internet of Things).  Penggunaan berbagai teknologi baru seperti Internet of Thing (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Big Data yang diintegrasikan kepada masyarakat dimaksudkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dalam cakupan negara maupun dalam tingkat global. “Anak muda sekarang harus menguasai IT agar tidak ndeso. Selain itu anak muda harus memaksimalkan potensinya seperti cipta (akal, imajinasi), rasa (emosi, nurani), karsa (motivasi, semangat), dan karya (prestasi, kreasi), agar bisa menjadi manusia yang memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi,” jelasnya. Dengan pembawaan yang tegas Ir. Herawati memotivasi mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP Kuliah untuk menjadi anak muda yang tangguh dan memiliki mental yang kuat. “Ada banyak cara agar bisa selalu termotivasi. Bertemanlah dengan teman yang semangat, dan cari buku yang bisa membangkitkan semangat. Jalani setiap saat dalam hidup kita dengan perasaan, pikiran dan sikap yang positif,” urainya. Ir. Herawati juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk selalu berpegang teguh pada 5 Nilai yaitu Nilai Kebajikan, Nilai Kebaikan, Nilai Keindahan, Nilai Kebenaran dan Nilai Kesopanan untuk meraih sukses di masa depan.

Pada sesi penutup, Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNTIDAR, David Budi Hartono, S.E., M.M., memberikan banyak informasi tentang hak dan kewajiban mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP Kuliah tahun 2021. “Selalu bersemangat dan fokus belajar, gunakan sebaik-baiknya fasilitas KIP Kuliah yang telah diperoleh untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Sukses untuk semua,” pungkasnya.

Penulis : Humas/TERK

80 Orang PPPK Tenaga Kependidikan Universitas Tidar dan UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Diklat Pengembangan Kompetensi di LPMP DIY

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengadakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengembangan Kompetensi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tenaga Kependidikan Angkatan 3 dan 4 tahun 2021. Pelatihan diadakan secara luring selama 7 hari mulai tanggal 21 November s.d. 27 November 2021 di lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peserta Pelatihan berjumlah 80 orang. 22 orang dari Universitas Tidar (UNTIDAR) dan 58 orang dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

“Bapak Ibu memiliki peran penting sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, sebagai pelayan publik, dan sebagai perekat pemersatu bangsa. Peran strategis ini tentu harus didukung kompetensi yang mumpuni, yang dapat dicapai salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan ini,” ujar Kepala LPMP DIY, Minhajul Ngabidin, S.Pd, M.Si. dalam sambutannya pada acara Pembukaan Diklat PPPK, Senin (22/11).  “Selamat menjalani diklat. Selain sebagai ajang refreshment, semoga bisa memberikan pencerahan terkait tugas dan fungsi ASN,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Pegawai Kemendikbudristek, Amurwani Dwi Lestariningsih, S.Sos., M.Hum. menyampaikan  orientasi ini diperlukan dan sangat penting terkait dengan penyamaan persepsi, visi dan misi agar tidak salah langkah. PPPK sebagai bagian dari ASN harus mengetahui aturan, norma dan etika yang harus dipatuhi. “ASN harus memiliki keahlian dan keterampilan abad 21. Memiliki softskill memecahkan masalah, kreatifitas dalam berpikir, kemampuan beradaptasi dalam memberikan percepatan layanan, kemampuan berkolaborasi, dan harus pandai bekerjasama dalam tim. ASN harus bisa saling memberikan kekuatan, motivasi dan dukungan. Yang jelas harus menyiapkan diri untuk menguasai teknologi informasi dan komunikasi agar bisa mengikuti tantangan era global,” jelas Amurwani. “Dalam rangka mewujudkan perannya sebagai pelayan masyarakat, aparatur sipil negara diharapkan dapat melaksanakan tugasnya melalui pelayanan birokrasi yang profesional. Pemerintah melalui UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara telah bertekad untuk mengelola Aparatur Sipil Negara menjadi semakin profesional. Undang-undang ini menjadi dasar dalam manajemen Aparatur Sipil Negara yang bertujuan untuk membangun ASN yang memiliki integritas, profesional dan netral bebas dari intervensi politik, juga bebas dari praktik KKN, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat,” tambahnya.

Selama diklat, PPPK Tendik UNTIDAR dan UPN Veteran Yogyakarta menerima materi tentang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN, Program Prioritas Kemendikbudristek, SDM Unggul, Probis dan Ortala, ANEKA, Kode Etik dan Kode Perilaku, Etika Birokrasi Pemerintah, Pola Pikir ASN, Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government.  Pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diisyaratkan.

TARUNA AKMIL BERSAMA MAHASISWA UNTIDAR BERSINERGI DALAM KEGIATAN PRAJA BAKTI

Dalam rangka Latihan Praja Bakti TP 2021/2022, Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat II dan Tingkat III bersinergi dengan dosen dan mahasiswa Universitas Tidar, melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di empat kecamatan yaitu Kecamatan Mungkid, Borobudur, Salaman, dan Tempuran. Kegiatan berlangsung selama enam hari mulai tanggal 15 November 2021 hingga 20 November 2021.

23 orang mahasiswa Universitas Tidar ikut serta dalam kegiatan ini. Dari Fakultas Ekonomi sebanyak 5 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik sebanyak 3 orang, serta Fakultas Teknik (Jurusan Teknik Elektro, Jurusan Teknik Mesin, dan  Jurusan Teknik Sipil) sebanyak 15 orang. Adapun dosen yang turut mendampingi diantaranya adalah Budi Hartono, S.E., M.Sc., Muhammad Amin, S.T., M.T., Risky Via Yuliantari, S.Pd., M.Eng., Sri Hastuti, S.T., M.T.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Akademi Militer Mayjen TNI Candra Wijaya yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI I Gede Agit Thomas mengatakan, pengalaman dalam latihan praja bakti bermanfaat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kepekaan teritorial terhadap masyarakat di lingkungan sekitar.

Program pengabdian yang dilaksanakan diantaranya adalah pelatihan dan praktek servis gratis sepeda motor secara parsial (membuka baut tap oli, penyemprotan angin bak oli, isi oli, dll), pelatihan pengelasan tiang lampu jalan tenaga surya, pelatihan dan sosialisasi safety riding serta pelatihan bela negara bagi Linmas di desa Kalisari.

Selain memfokuskan pada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat desa, sasaran PkM lainnya adalah pembuatan infrastruktur digital pada destinasi wisata Balkondes Karanganyar, Borobudur, Magelang. Infrastruktur yang dibangun adalah warung hotspot sebagai bisnis model mikro ekonomi desa dan perbaikan instalasi lampu jalan. Dilaksanakan juga Workshop Digital Marketplace dengan mengundang Ryan Manafe selaku CEO sekaligus Founder Dagangan Indonesia. Harapan adanya workshop digital marketplace, masyarakat bisa memasarkan dagangannya secara digital hingga mampu menembus pasar dunia.

Penulis : Humas/TERK

UPT PKPP UNTIDAR Dampingi Pengembangan Kawasan Kledung Melalui Gerakan Kampus Desa

UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (PKPP) UNTIDAR menggandeng Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta dalam kegiatan Gerakan Kampus Desa di Desa Kwadungan Gunung, Kledung, Kabupaten Temanggung, Senin (14/11). Gerakan Kampus Desa adalah implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menjadi program unggulan Kemendikbudristek. Kegiatan ini diikuti oleh belasan warga representasi dari berbagai elemen seperti BUMDes, tokoh masyarakat, BPD, Pamsimas, dan aparatur di desa Kwadungan Gunung.

Dalam sambutannya, Kades Kwadungan Gunung, Agus Susanta, menyampaikan terima kasihnya atas diadakannya kegiatan seperti ini. Dia menyebutkan, pembangunan desa memang sangat memerlukan edukasi dari pihak akademisi dan praktisi professional. “Di kawasan ini, sudah ada beberapa potensi destinasi wisata seperti camping ground, top selfie, dan sebagainya. Namun dalam perjalanannya mengalami banyak kendala sehingga tidak bisa berjalan dengan baik. Kehadiran UNTIDAR semoga bisa menggairahkan kembali bisnis wisata di kawasan ini,” sebutnya.

Kepala UPT PKPP UNTIDAR, Dra. Lucia Rita Indrawati, M.Si. menggarisbawahi bahwa akademisi memang mengemban amanah agar keberadaannya dapat bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyebutkan Untidar melalui UPT PKPP telah melakukan pendampingan di beberapa desa agar mampu menjadi Desa Mandiri melalui pembentukan Desa Wisata. “Jika kemarin-kemarin, kami fokus pada desa di kawasan Borobudur, untuk ke depannya kami akan berkonsentrasi di kawasan Kledung ini. Selain mengundang praktisi untuk memberikan edukasi, kami juga berencana mengajak masyarakat desa Kwadungan Gunung ini studi komparasi dengan desa yang telah berhasil.” imbuhnya.

Rahadi Al Paluri, Ketua LPTP sebagai narasumber pertama menjelaskan pentingnya memperhatikan potensi keunggulan desa dalam pengembangan teknologi pedesaan. Strateginya adalah melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. “Tidak ada desa wisata yang berhasil tanpa berkolaborasi. Kegiatan seperti ini adalah bentuk kolaborasi. Desa harus benar-benar paham apa potensi yang dia miliki. Gali dan munculkan potensi aslinya diikuti potensi-potensi pendukungnya,” lanjutnya.

Senada dengan Rahadi, Tatag Taufani Anwar, S.IP., Praktisi Desa Wisata Kadipaten Wonosobo, menyebutkan ada 3 hal yang harus dipersiapkan untuk menuju Desa Wisata, yaitu Potensi, Kondusifitas, dan Sapta Pesona. Ia mengaku, di Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gerbang Dewa yang ia kelola, ketiga hal itu ia pegang teguh sebagai modal memulai konsep pembangunan Desa Wisata. “Potensi lokal, perlu. Tapi kondusifitas juga penting. Komitmen penyelenggara, masyarakat, dan aparatur harus dibuat agar terjalin sinergisitas. Sedang Sapta Pesona, di antaranya kebersihan, ketertiban, keramahan penduduk, keamanan, dan sebagainya juga harus dikonsep dengan baik,” pungkasnya.

Penulis : Humas/DW

Tim Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) UNTIDAR Ikuti KMI EXPO XII 2021 di Universitas Brawijaya Malang

Lima Tim Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) UNTIDAR yaitu AA Adventure, AKSESORIS KOS, Cocofe, MUSDAM dan Nateco Hijab mengikuti KMI Expo XII 2021 di Universitas Brawijaya Malang, tanggal 17-19 November 2021. KMI EXPO merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Dit. Belmawa, Ditjen Diktiristek dengan menggandeng perguruan tinggi sebagai pelaksana. Kegiatan ini mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menjadi lulusan yang berkarakter, inovatif, dan kompetitif di kancah nasional dan global. Tuan rumah KMI Expo XII 2021 adalah Universitas Brawijaya. Dalam pelaksanaannya KMI Expo XII akan melaksanakan 4 agenda utama yaitu: (1) KMI Award, (2) Pameran dan Bazaar Produk, (3) StartUp Summit dan (4) PWMI Award. Selain itu masih ada pendukung kegiatan yaitu: (1) International Student Entrepreneurship (a. Poster Competition, b. Essay Competition, c. Business Case Competition), (2) Kompetisi Café Mahasiswa Indonesia (3) Kompetisi Booth Sponsorship (4) Kompetisi TikTok Kewirausahaan Mahasiswa (5) Sarasehan Forkomawa, (6) Sarasehan Forum Pendamping Mahasiswa Indonesia (PWMI), (7) Sarasehan Indonesian Student Entrepreneurship Network, dan (8) Sarasehan Forum Pengelola Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia.

KMI EXPO tahun ini, memiliki tema “Collaboration and Synergy” yang memiliki arti menyediakan ruang dalam berinteraksi, bekerja sama dan berinovasi bagi seluruh peserta dan segenap civitas akademika perguruan tinggi dari seluruh Indonesia untuk mewujudkan keselarasan dalam kegiatan kewirausahaan yang inovatif, berdaya saing, dinamis dan terus berkembang.

Lima tim KMI UNTIDAR yang mengikuti KMI EXPO XII masing-masing diwakili 2 orang anggota tim, yaitu : 1. AA Adventure: Jasa Penyewaan dan Trip Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lereng Gunung (Ariawan dan Feri Wirawan), 2. AKSESORIS KOS: Solusi Kenyamanan Belajar  (Mudhofar Zuhdi Tobiin dan Hanafi Mazi Syaputra), 3. Cocofe: Kreasi Kopi Untuk Mengembangkan Potensi Kopi Lokal Kabupaten Temanggung (Muhamad Affan Aqdam dan Upik Setyorini), 4. MUSDAM: Muscovy Duck Farm with Three Smart System Technology (Mujibul Marom dan Sri Widiastuti), 5. Nateco Hijab: Natural Ecoprint Hijab (Dina Kurniasari dan Anisa Solihati). Turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., dan para dosen pembimbing yaitu Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd., Satrio Ageng Rihardi, S.H., M.H., Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Kuswan Hadji, S.H., M.H., Dzikrina Dian Cahyani, S.S., M.A., Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc., dan Zuida Ratih Hendrastuti, M.Pd.

Delegasi KMI EXPO UNTIDAR mengikuti pameran/bazar dan menampilkan produknya secara offline dan online. Di ajang ini setiap universitas disediakan satu booth offline dan satu virtual booth yang menampilkan satu atau beberapa produk sekaligus. Delegasi yang mengikuti pameran/bazar secara online dapat menampilkan booth dan dapat berkomunikasi dengan pengunjung melalui Virtual Expo. KMI EXPO XII 2021 memberikan apresiasi dan anugerah kepada tim KMI yang Unggul. Penilaian fokus pada keunggulan kinerja dan profesionalisme dari wirausaha yang dijalankan.

Penulis : Humas/TERK

Wakil Rektor Bidang Akademik Beserta Tim Humas dan Kerjasama UNTIDAR Kunjungi ULT UPI Bandung

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, serta Tim Humas dan Kerjasama UNTIDAR melaksanakan Kunjungan Kerja ke Unit Layanan Terpadu yang merupakan bagian dari unit kerja Humas Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Kunjungan dilaksanakan dalam rangka peningkatan wawasan terkait pengelolaan ULT.


Tim dari UNTIDAR diterima oleh Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi, didampingi oleh Kepala Humas UPI, Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE, serta Direktur Direktorat Sistem Teknologi Informasi UPI, Dr. Cepi Riyana, M.Pd. Turut menyambut Kepala Seksi Layanan Informasi Publik, Hana Silvana, S.Pd., M.Si., Tito Edy Priandono, S.Sos., M.Si., selaku Kepala Seksi Liputan dan Berita, Jatmika Nurhadi, S.S., M.Hum., Kepala Seksi Publikasi dan Pengelolaan Media, Dr. Yana Setiawan, S.Pd., M.M., Kepala Seksi Kelembagaan, para Staf Humas dan Staf Unit Layanan Terpadu UPI. “Dalam waktu dekat kami akan memulai layanan satu pintu kepada stakeholders melalui Unit Layanan Terpadu. Untuk itulah kami berkunjung ke ULT UPI dengan tujuan ingin banyak belajar tentang pengelolaan ULT,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Organisasi, dan Sistem Informasi UPI, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A., menyampaikan banyak informasi tentang perkembangan dan profil ULT UPI. “Sama seperti UNTIDAR, di tahun 2018 lalu kami juga melakukan kunjungan ke Universitas Pajajaran untuk belajar, sebelum kami memulai layanan lewat Unit Layanan Terpadu,” jelasnya. “Tak dapat dipungkiri, pembentukan ULT sangatlah urgent demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemberian layanan,” tambahnya. Dr. Cepi Riyana, M.Pd., Direktur Direktorat Sistem Teknologi Informasi UPI menyampaikan, di era masyarakat digital seperti sekarang ini ULT harus terus dikembangkan dengan inovasi berbasis teknologi dan informasi. “Inovasi yang ditawarkan Unit Layanan Terpadu tentunya akan membawa banyak manfaat, yaitu meningkatkan produktivitas layanan dan jumlah pengguna layanan,” tambahnya.

“Unit Layanan Terpadu Universitas Pendidikan Indonesia merupakan pelaksana pelayanan publik di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Tugasnya antara lain adalah pelaksana pelayanan, pengelola pengaduan masyarakat, pengelolaan informasi, pengawasan internal, penyuluhan kepada masyarakat, dan pelaksanaan konsultasi,” ujar Kepala Humas UPI, Prof. Dr. Deni Darmawan, M.Si., MCE. “Beberapa layanan yang menjadi tugas dari Unit Layanan Terpadu adalah Informasi Publik yaitu informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik. (PPID UPI). Aspirasi dan Aduan. Layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat kepada Badan Publik. (LAPOR UPI) dan E-Legalisir, layanan legalisir yang dapat dilakukan secara daring, tanpa harus datang secara langsung. (LEGALISIR UPI). Alhamdulillah selama 3 tahun ini, ULT UPI mengalami perkembangan yang cukup pesat,” tambahnya. Kunjungan ke UPI ini tentunya memberikan banyak pencerahan bagi UNTIDAR. “Semoga informasi yang didapat dari ULT UPI bermanfaat sebagai bekal pengembangan ULT UNTIDAR, sebagai salah satu bagian Reformasi Birokrasi dalam bidang Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik,” pungkas Kepala BAKPK UNTIDAR, Drs. Giri Atmoko, M.Si.

Penulis : Humas/TERK

Dosen UNTIDAR Juarai Lomba Riset Unggulan Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2021

Tiga orang dosen UNTIDAR yaitu Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd. (Ketua Tim), Widya Ratna Kusumaningrum, M.Ed. (Anggota) dan Firstya Evi Dianastiti, S.Pd., M.Pd. (Anggota), berhasil memenangkan Lomba Riset Unggulan Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2021. Rangga dkk. berhasil menjadi juara 1 pada tema Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Rangga dkk. mengangkat judul penelitian “Kajian Model Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Kabupaten Magelang”.

“Maksud dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi aktual pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial melalui studi komparasi antara perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dapat berkembang secara optimal dan yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan,”ungkap Rangga. “Sasaran yang ingin dicapai dengan adanya penelitian adalah tersedianya gambaran kondisi aktual pelaksanaan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, tersedianya informasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial baik yang dapat berkembang secara optimal maupun yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan, tersedianya analisis hasil komparasi faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, dan tersusunnya rumusan rekomendasi strategi untuk pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial melalui difusi inovasi di Kabupaten Magelang,” tambahnya.

Secara spasial, lokasi pelaksanaan penelitian berada di delapan desa di Kabupaten Magelang yang telah mempunyai perpustakaan desa berbasis inklusi sosial. Secara substansi, ruang lingkup yang akan dikaji adalah 4 (empat) perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang dapat berkembang secara optimal dan 4 (empat) perpustakaan desa berbasis inklusi sosial yang belum berkembang sesuai kondisi ideal yang diharapkan.

Lebih lanjut Rangga menjelaskan bahwa penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik secara teoretis maupun secara praktis. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan memberi sumbangsih di bidang literasi dan inklusi sosial khususnya dalam pengembangan peran perpustakaan. Penelitian ini juga dapat dijadikan rujukan teoretis penyusunan framework pengembangan perpustakaan desa berbasis inklusi sosial, sehingga dapat direduplikasi oleh desa-desa lain yang belum menerapkan. Manfaat secara praktis, hasil kajian ini dapat memberi rekomendasi bagi pengelola perpustakaan desa, sehingga dapat menyempurnakan sistem pengelolaannya sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.

Penelitian ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi perangkat desa dalam mengembangkan sistem inklusi sosial yang paling relevan dengan keunggulan lokal daerahnya masing-masing. Manfaat bagi warga desa, hasil kajian ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga dalam mempercepat tercapainya kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan sosial-ekonomi dan pemenuhan kebutuhan informasi yang relevan. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta dan memiliki terhadap perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam mengembangkan potensi diri (makerspace).

Bagi pemerintah, hasil kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun rencana aksi daerah (RAD) pendidikan sepanjang hayat (PSH) dalam mendukung tercapainya SDGs pada sektor pendidikan sebagaimana tertuang dalam tujuan keempat, yaitu menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Lebih jauh, dengan adanya perpustakaan desa berbasis inklusi sosial akan sangat mendukung program pemerintah, yakni nawacita, membangun Indonesia dari pinggiran dan program Perpusnas, yakni program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Penulis : Humas/TERK

Pelatihan Service Excellence Bekali Tenaga Kependidikan UNTIDAR Dengan Wawasan dan Skill Untuk Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Stakeholders

Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Menuju UNTIDAR Yang Semakin Unggul, Unit Humas dan Kerjasama UNTIDAR menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Prima, Senin (8/11). Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta dari perwakilan semua unit kerja di lingkungan Universitas Tidar. “Kedepan yang kita harapkan tenaga kependidikan (tendik) UNTIDAR mampu memberikan pelayanan yang baik dan berorientasi pada kebutuhan customer (customer focus). Cara melayani customer harus terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu. Strategi pelayanan prima harus terus dikembangkan, untuk itu dibutuhkan SDM (sumber daya manusia) yang mempunyai customer care excellence dan kemampuan memberikan service excellence yang tinggi,” kata Among Wiwoho, S.E., M.M., selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan.

Pelatihan Pelayanan Prima menghadirkan Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A. sebagai pemateri. Laksmindra Saptyawati, S.E., M.B.A. adalah trainer yang berpengalaman memberikan materi Soft Skill, termasuk di dalamnya materi Service Excellence. Selama 8 jam, tendik UNTIDAR mendapatkan materi yang cukup padat. Di sesi pertama trainer memberikan materi mengenai Bisnis Model You. Bagaimana mengenali Key Partners, Key Resources, Value Provided, Customer Relationship, Channels, Customers, Costs, Revenue dan Benefits. Setiap tenaga kependidikan adalah seorang customer service. Untuk itu sebagai seorang customer service yang kompeten, harus mengenali siapa yang perlu dibantu, bagaimana cara membantu, bagaimana cara berinteraksi, channel layanan apa yang digunakan, kemampuan dan ketrampilan apa yang harus dimiliki sebagai seorang customer service, apa yang seharusnya dilakukan dalam memberikan layanan, termasuk juga mengenali mitra kunci. “Dengan mengenali kesemua elemen itu, maka kita akan tahu hal apa saja yang perlu dibenahi dalam rangka mewujudkan service excellence,“ jelas Laksmindra. Selain itu untuk mendukung pekerjaan kita, mau tidak mau harus memiliki berbagai soft skill seperti ketrampilan berbicara, memanajemen diri, kemampuan analitis, dan kemampuan menyelesaikan masalah,” tambahnya. Laksmindra dengan pembawaannya yang tegas namun humoris menekankan pentingnya body language, senyum, salam yang bersahabat, sambutan yang antusias, eye contact, mendengarkan dengan penuh perhatian, magic words dan sikap yang tulus dalam memberikan pelayanan. Penting juga untuk selalu memegang kode etik, bangga akan profesi dan memiliki semangat dalam melayani.

“Senang sekali diberikan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Pelayanan Prima ini. Apa yang disampaikan Bu Laksmindra sangat bermanfaat bagi saya pribadi. Beliau juga menunjukkan totalitas dalam memberikan materi. Bisa mengikuti kegiatan seperti ini sudah sejak lama saya harapkan, untuk bisa mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM. Kedepan semoga semua tenaga kependidikan di UNTIDAR bisa memahami dan menerapkan service excellence agar UNTIDAR semakin unggul,” urai Taufik Aji Virmandi, salah seorang peserta pelatihan. Hal senada juga diungkapkan oleh Puri Ratna Dewi, staf bidang kemahasiswaan yang juga menjadi peserta pelatihan. “Alhamdulillah bisa mendapatkan tambahan ilmu. Ada kata kata pemateri yang akan selalu saya ingat, bahwa bekerja itu jangan kebanyakan mengeluh. Karena masih banyak orang di luar sana yang ingin bisa menggantikan posisi kita. Saat emosi dan lelah, ingatlah ada keluarga yang masih butuh biaya demi masa depan mereka,” pungkas Puri.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

LPPM-PMP UNTIDAR Laksanakan Seleksi Calon Tenaga Pendamping RODANYA MAS BAGYO Kota Magelang Tahun 2021

Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang, Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Universitas Tidar (LPPM-PMP UNTIDAR) laksanakan serangkaian kegiatan Seleksi Calon Tenaga Pendamping Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat Bahagia (RODANYA MAS BAGYO) Kota Magelang Tahun 2021. Latar belakang pendidikan yang disyaratkan bagi pelamar minimal DIII semua jurusan, namun diutamakan teknik, ekonomi, kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, kesejahteraan sosial, sosiologi, administrasi publik, pemerintahan dan informatika. Selain itu pelamar harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mengoperasikan komputer minimal Microsoft Office (word, excel, power point) dan internet. Usia pelamar minimal 22 tahun, dan maksimal 58 tahun. Calon Tenaga Pendamping RODANYA MAS BAGYO harus merupakan warga Kota Magelang yang dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari kelurahan dan dibuktikan dengan KTP Kota Magelang, minimal 1 tahun berdomisili di Magelang.

RODANYA MAS BAGYO adalah pengalokasian APBD untuk Anggaran Dana RT (ADRT) sebesar Rp 30 juta per RT per tahun, yang merupakan salah satu program unggulan di era kepemimpinan Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz dan Wakil Wali Kota Magelang M. Mansyur. Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memberikan fasilitas pengusulan masyarakat tingkat Rukun Tetangga (RT), melalui wadah Rencana Kerja Musyawarah (RKM) untuk merealisasikan program Rp 30 juta per RT per tahun. Tiap RT diminta mengirimkan RKM kepada kelurahan untuk kemudian diverifikasi. Skema RKM menjadi acuan penyusunan penganggaran dana Rp 30 juta per tahun per RT di Kota Magelang pada tahun 2022. Realisasi program tersebut menggunakan sistem swakelola tipe IV. Berdasarkan Perpres 16/2018, swakelola tipe IV berarti sifat dari pengerjaan program itu memerlukan partisipasi, untuk kepentingan, dan melibatkan masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan RODANYA MAS BAGYO, (DPMP4KB) memberikan kesempatan kepada warga Kota Magelang yang lolos seleksi untuk menjadi pendamping kegiatan ini. Sebanyak 208 pelamar harus mengikuti serangkaian seleksi mulai dari Pendaftaran Online, Seleksi Administrasi, uji Kompetensi, Seleksi Wawancara, dan Tes Psikologi. Adapun proses seleksi dari awal sampai akhir dilaksanakan oleh Tim LPPM-PMP UNTIDAR. Dari 208 orang pelamar akan dipilih sebanyak 70 orang yang nantinya akan ditetapkan menjadi Tenaga Pendamping RODANYA MAS BAGYO. Program pemberdayaan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi dan indeks pembangunan manusia, serta penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka di Kota Magelang.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum