Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Matematika Dampingi Anggota Karang Taruna Desa Kupen Pringsurat Temanggung Hasilkan Karya Batik Ecoprint Yang Unik dan Kekinian

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi dalam upaya memandu mahasiswa menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, objektif, dan kooperatif dalam membangun keragaman intelektual. Tahun 2021 ini, 11 Proposal PKM yang diajukan oleh mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos dan mendapatkan dana hibah dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Salah satu proposal yang lolos adalah proposal PKM Pengabdian Masyarakat yang digagas oleh 4 orang mahasiswa program studi S1 Pendidikan Matematika  yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Emerald Kristalia Dewi, Hemas Nabila Ardhelia Arrofat dan Dewi Cahya Ningrum, yaitu Pelatihan Batik Ecoprint Teknik Rebus Sebagai Pemberdaya Karang Taruna di Desa Kupen.

Desa Kupen merupakan salah satu dari 14 desa di Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung. Dengan luas 415 hektar, Desa Kupen terbagi dalam lahan sawah dan lahan bukan sawah. Tanaman pangan yang dikembangkan di desa ini adalah padi, jagung, ketela pohon dan kacang tanah. Tanaman sayuran yang dikembangkan berupa cabe dan kacang panjang. Buah-buahan yang dikembangkan adalah klengkeng, rambutan, durian, pepaya, pisang, duku dan salak. Sedangkan tanaman perkebunan yang dikembangkan berupa kelapa dan jahe. Permasalahan yang muncul di Desa Kupen adalah banyak daun-daun yang kurang dimanfaatkan dengan baik, seperti daun rambutan, daun ketela dan daun jati, yang hanya digunakan sebagai pakan ternak saja. Bukan hanya itu, warga Desa Kupen masih kesulitan dalam mengembangkan potensi sumber daya di desanya, dikarenakan anggota Karang Taruna banyak yang masih sekolah dan tidak bekerja, sehingga belum memiliki kegiatan produktif setiap minggunya.

“Kami melaksanakan PKM bidang Pengabdian Masyarakat Sebagai Pemberdayaan Karang Taruna di Desa Kupen. Kami melakukan pelatihan terkait pemanfaatan daun-daun yang selama ini hanya menjadi pakan ternak,  untuk dijadikan batik ecoprint rebus. Daun yang digunakan adalah daun ketela, jati, dan kulit bawang bombay. Untuk membuat pewarna alami kami menggunakan daun rambutan, jambu dan jati. Warga kami berikan  edukasi betapa pentingnya kegiatan ini untuk menambah pendapatan kas desa. Selain itu warga yang tadinya non-produktif bisa menjadi lebih produktif,” urai Rista.

“Rasanya senang sekali bisa mengikuti pelatihan ini. Saya jadi tahu bagaimana cara membuat batik sendiri di rumah dengan memanfaatkan dedaunan yang ada di sekitar. Motifnya unik dan tidak ketinggalan jaman. Saya juga merasa bangga bisa ikut melestarikan salah satu budaya Indonesia yang bernilai seni tinggi,” ujar Sekar salah satu peserta pelatihan.

Teknik Batik Ecoprint merupakan salah satu teknik pembuatan batik yang sangat ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alam saat proses pencetakannya. Dalam pembuatannya menggunakan daun yang dimodifikasi dengan motif modern sehingga lebih menonjolkan sisi keindahan dan bisa menyesuaikan dengan model baju yang kekinian agar tidak terlihat kuno. “Kami berharap dengan adanya pembuatan kerajinan dari dedaunan yang ada di desa Kupen, dapat membuka lapangan kerja baru dan membantu masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Nantinya hasil kerajinan tersebut dapat diperjualbelikan di pasar ataupun di toko-toko, dan hasilnya dapat membantu perekonomian masyarakat Desa Kupen,” pungkas Rista.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Telur Asin Bebas Alergi Karya Inovasi Mahasiswa UNTIDAR Raih Silver Medal di Ajang AKIA Global Invention Leaders Award 2021

Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak di masa pertumbuhan karena mengandung protein dalam jumlah yang cukup tinggi. Telur juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil, ibu menyusui dan orang yang sedang sakit. Meskipun telur bermanfaat bagi kesehatan, namun tidak semua orang bisa mengonsumsi telur. Umumnya gejala alergi telur timbul beberapa menit hingga beberapa jam sejak konsumsi telur ataupun makanan yang mengandung telur. Gejala alergi telur dapat mengenai sistem pernapasan, pencernaan, hingga sistemik seperti ruam kemerahan pada kulit, biduran, sesak napas, mengi, muntah, dan diare. Alergi telur disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang salah mengidentifikasi protein telur sebagai zat yang membahayakan tubuh. Akibatnya, tubuh memberikan reaksi berupa pelepasan histamin ke dalam darah dan menimbulkan gejala alergi. Berangkat dari persoalan ini, Silvi Fatika Wulandari (prodi S1 Agroteknologi), Ana Fajri Kurniasih (prodi S1 Agroteknologi), Fiki Abdurrohim (prodi S1 Agroteknologi), dan Syahrani Wangi Puspita (prodi S1 Akuntansi) tergerak untuk menciptakan inovasi yang bisa membantu para penderita alergi agar bisa mengonsumsi telur dengan aman. Silvi dan tim merasa tertantang untuk membuat salah satu olahan telur yaitu telur asin, menjadi bebas alergi agar semua orang bisa menikmatinya.

Tercetus ide untuk memanfaatkan daun bambu yang memiliki aktivitas farmakologis yaitu motorik spontan, antibakteri, antioksidan, dan antitumor. “Daun bambu dapat digunakan sebagai campuran bubuk batu bata dalam pembuatan telur asin. Kandungan senyawa antioksidan dan antibakteri dalam daun bambu efektif digunakan sebagai antihistamin pada olahan telur asin sehingga tidak memicu terjadinya alergi setelah memakannya,” jelas Silvi. “Pembuatan telur asin biasanya menggunakan batu bata yang ditumbuk hingga menjadi halus untuk meresapkan garam ke dalam telur itik (bebek). Pada inovasi telur asin bebas alergi, tumbukan batu bata ditambah dengan potongan daun bambu. Selain itu telur itik (bebek) yang sudah dibersihkan, dibungkus terlebih dahulu dengan daun bambu sebelum dibenamkan ke dalam adonan batu bata dan daun bambu. Setelah 14 hari, telur asin tersebut diangkat dan dibersihkan sebelum direbus atau dikukus dengan api kecil selama 1 jam,” urainya. Silvi dan tim melakukan uji efficacy dengan mengamati efek yang ditimbulkan setelah mengonsumsi telur asin daun bambu bila dibanding efek setelah mengonsumsi telur asin biasa. Responden menuturkan bahwa biasanya setelah mengonsumsi produk berbahan telur, mereka merasakan badan gatal-gatal, muncul bentol-bentol  di lidah dan ruam merah di sekujur tubuh. Namun setelah mengonsumsi telur asin daun bambu efek tersebut sudah tidak terlihat. Bahkan telur asinnya berkurang keamisannya. Dengan demikian senyawa antioksidan dalam daun bambu dapat menjadi antihistamin sehingga efektif untuk mencegah terjadinya alergi setelah mengonsumsi telur asin. Temuan ini tentunya sangat bermanfaat, karena masyarakat tidak lagi mengkhawatirkan munculnya alergi setelah mengonsumsi olahan telur yang sarat gizi.

Telur Asin Bebas Alergi adalah karya inovasi mahasiswa UNTIDAR yang berhasil meraih Silver Medal dalam kompetisi Agile (AKIA Global Invention Leaders Award) 2021 yang diselenggarakan oleh Yayasan Aku Indonesia. Semoga prestasi ini menjadi pemacu semangat mahasiswa UNTIDAR yang lain untuk terus berkarya dan berinovasi menghasilkan temuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

UKAI Ar-Ribath Gelar UNTIDAR Islamic Fair 2021 “Be The Best Muslim Generation During And After The Pandemic”

UKAI Ar-Ribath  merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa di Universitas Tidar yang mewadahi mahasiswa dan masyarakat sekitar untuk berkarya dan belajar tentang Islam. Dalam rangka mewujudkan misi untuk menanamkan nilai moral dan karakter yang sesuai dengan ajaran Islam dan sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia UKAI Ar-Ribath menyelenggarakan UNTIDAR Islamic Fair (UIF) dengan tema “Be The Best Muslim Generation During And After The Pandemic”. Tema ini diangkat dengan harapan agar umat muslim dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di saat dan sesudah pandemi.

Meskipun masih dalam kondisi pandemi, UIF tetap diselenggarakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang disyaratkan. Beberapa kegiatan dilaksanakan secara online, sebagian lagi diselenggarakan secara offline dan hybrid. Diharapkan melalui UIF, mahasiswa dapat mengembangkan softskill seperti manajemen waktu, sikap sosial, dan kemampuan mengoordinasikan kegiatan. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat diasah dengan menyesuaikan keadaan saat ini, yang menuntut keahlian penggunaan teknologi dan bagaimana berinteraksi secara virtual. Dengan adanya kemampuan baru ini membuat mahasiswa lebih bisa beradaptasi dengan situasi yang ada, serta lebih siap dalam menghadapi kehidupan setelah pandemi. Serangkaian kegiatan yang diselenggarakan yaitu Grand Opening UIF 2021 (9 Oktober), Lomba IG Reels Challenge (10 Oktober-7 November), Lomba Vlog (10 Oktober-7 November), Lomba Esai (13 Oktober-7 November), Talkshow Kemuslimahan (24 Oktober), Bakti Sosial (6 November), dan Tabligh Akbar (7 November).

Grand Opening (GO) UIF membuka sekaligus media branding kegiatan-kegiatan UIF 2021.  Kegiatan GO UIF 2021 mengusung tema “Pandemi Covid-19 Sebagai Sarana Booster Iman dan Media Muhasabah Diri”. Harapannya agar umat muslim senantiasa muhasabah diri dan meningkatkan keimanan terhadap Allah Subhanahu wata’ala meskipun dalam kondisi pandemi, untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta membawa manfaat bagi sesama. Acara ini menghadirkan Hafiz kondang Muzammil Hasballah sebagai pemateri. Lomba IG reels challenge adalah kompetisi yang baru pertama kali diadakan pada acara Untidar Islamic Fair (UIF) 2021. Kegiatan ini bertujuan  memotivasi muslim dan muslimah untuk “melek teknologi”. Video kreatif yang diunggah pada sosial media Instagram adalah fitur reels dengan mengangkat tema “Edukasi Terkini Untuk Generasi Muslim Milenial”.

Lomba Vlog Ekonomi Kreatif merupakan lomba di bidang audio visual (video) yang fokus pada pengenalan usaha (UMKM dan sejenisnya). Tujuan lomba adalah sebagai media pendukung pertumbuhan ekonomi di masa pandemi sekaligus mempromosikan produk lokal. Lomba Esai merupakan salah satu event pra acara puncak Untidar Islamic Fair (UIF) 2021 dengan tujuan untuk memfasilitasi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang mempunyai bakat dalam menulis karya Esai Islami sebagai agent of change di era pandemi. Masih dalam rangkaian UIF, UKAI Ar-Ribath juga mengadakan Talkshow Kemuslimahan dengan menghadirkan Ustadzah Adilla Putri Hafzi. Tema Talkshow Kemuslimahan pada Untidar Islamic Fair (UIF) 2021 ini yaitu “Be An Inspiring Muslimah In The Midst Of Pandemic”, dengan tujuan agar muslimah yang mengikuti talkshow ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dan selalu menebarkan hal-hal positif.

Kegiatan berikutnya adalah Bakti Sosial dengan memberikan santunan kepada anak yatim, dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. UNTIDAR Islamic Fair ditutup dengan Tabligh Akbar sebagai wadah untuk meluaskan syiar Islam, baik di lingkungan Universitas Tidar, masyarakat sekitar UNTIDAR, maupun masyarakat dalam lingkup nasional. “Kami berharap UIF bisa menjadi sarana syiar Islam untuk Sivitas Akademika UNTIDAR dan masyarakat umum, meningkatkan persatuan antar umat Islam, meningkatkan kecintaan terhadap budaya Islam, menggali bakat keislaman melalui lomba yang diselenggarakan, dan bisa memajukan SDM pada bidang ekonomi, sosial, dan budaya”, pungkas Erdian Rizki Agung Nugroho selaku Ketua Panitia UIF 2021.

UNTIDAR Gelar Seminar Public Speaking dan Debat Untuk Mahasiswa Bertema “Being a Wonderful and Lovable Speaker is Easy”

Salah satu hal penting yang harus dilakukan guna menghadapi tantangan era industri 4.0 adalah Pembentukan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas.  Selain kemampuan akademis, kualitas SDM generasi muda juga perlu didongkrak melalui berbagai soft skills agar mampu membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa pemenang di kelak kemudian hari. Salah satu soft skill yang penting adalah public speaking. Kemampuan public speaking yang handal akan membawa generasi muda meraih sukses di masa depan. Untuk itulah Bidang Kemahasiswaan dan Alumni bekerjasama dengan Komunitas Laras Wicara UNTIDAR mengadakan kegiatan Seminar Public Speaking dan Debat Untuk Mahasiswa, Kamis (28/10). Seminar bertema “Being a Wonderful and Lovable Speaker is Easy” diadakan secara hybrid (luring dan daring) diikuti 543 Mahasiswa UNTIDAR. Acara ini menghadirkan 4 orang pemateri, yaitu Hafiz Abdul Rozaq dan Akbar Primasto (Praktisi Public Speaking), Kael Dilon Ezra (Tim Juri KDMI Nasional 2021), dan Muhammad Rafii (Professional Debate Coach)

“Hari ini kegiatan fokus memberikan bekal kepada mahasiswa bagaimana menjadi public speaker dan debater yang handal.  Materi tentang public speaking tentunya sangat tepat dan bermanfaat bagi mahasiswa. Selain menghadirkan praktisi public speaking, kami juga menghadirkan salah seorang Juri Inti Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) 2021 dan Professional Debate Coach untuk memberikan banyak ilmu tentang debat kepada Mahasiswa UNTIDAR. Diharapkan kedepan mahasiswa UNTIDAR bisa berprestasi di tingkat nasional,” urai Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd, selaku staf ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni sekaligus penanggungjawab kegiatan.

“Saya bersyukur, semakin banyak kegiatan yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbicara. Saya pribadi merasa bangga karena mahasiswa yang mengikuti kegiatan seminar kali ini cukup banyak yaitu 543 orang mahasiswa,” ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda. Salah satu butir Sumpah Pemuda adalah tentang bahasa, bagaimana para pemuda pada saat itu berjanji untuk berbahasa yang satu, Bahasa Indonesia. Salah satu perwujudan Sumpah Pemuda pada saat ini tentunya dengan meningkatkan kapabilitas berbicara menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik di setiap kesempatan. Kami harapkan banyak mahasiswa jadi pembicara handal dengan nilai jual yang tinggi. Untuk dapat berkomunikasi dengan lancar tentunya dibutuhkan kemampuan menyusun dan mengaplikasikan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Selain itu juga harus didukung dengan gesture, psikologi yang kuat dan asesoris pendukung lainnya agar dapat memiliki kemampuan berbicara baik secara dialog maupun monolog. Semoga ilmu yang didapat selama seminar ini segera bisa direalisasikan untuk menorehkan prestasi. Tetap semangat belajar dan berkarya untuk UNTIDAR dan untuk bangsa kita,” tambah Prof. Sugiyarto.

Hafiz Abdul Rozaq dan Akbar Primasto yang sudah lama berkecimpung sebagai MC Profesional, Radio Announcer dan Content Creator berbagi banyak materi tentang dunia public speaking. “Semua pekerjaan membutuhkan ketrampilan public speaking. Banyak orang pintar tapi tidak banyak yang bisa memberikan presentasi dengan baik dan bisa mempengaruhi pendengar. Kuasai materi, gunakan bahasa yang mudah dipahami, dan yang terpenting bisa membangun keterlibatan/relasi dengan audiens agar bisa menjadi pembicara yang disukai” tutur Hafiz. Hafiz dan Akbar menyajikan materi secara duet dengan menarik dan segar, membuat seluruh peserta seminar antusias mengikuti materi yang disampaikan.

Kael Dilon Ezra yang memiliki jam terbang tinggi di dunia debat banyak menyampaikan tips dan trik bagaimana menjadi debater yang mumpuni. Kael Dion Ezra menyampaikan materi tentang alur pedebatan, tips agar menang lomba debat, penyebab kekalahan saat lomba debat, dan strategi membangun kasus saat debat. “Penguasaan materi yang kuat, etika berbicara, penguasaan diri, dan adanya parameter yang jelas adalah kemampuan yang harus dimiliki seorang debater. Selain itu saat menyampaikan argument harus spesifik dan jelas. Satu argument harus fokus dan dikupas tuntas,” jelas Kael. “Selain itu seorang debater harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Harus banyak membaca agar banyak ide dan gagasan, karena mosi dari juri bisa tentang apa saja. Segala hal mulai dari masalah politik, ekonomi, hiburan, pertahanan keamanan dan isu apapun di sekitar kita,” tambahnya.

Muhammad Rafii dengan pembawaan yang tegas tapi humoris menekankan perlunya niat yang kuat untuk mempelajari sebuah ketrampilan, termasuk ketrampilan berbicara menggunakan Bahasa Inggris “Jangan takut salah, harus percaya diri dan mau untuk memulai. Yang terpenting adalah mau mempraktekkan,” tegas Rafii. “Perbaiki mindset sebelum mempelajari sesuatu. Sebelum belajar Bahasa Inggris, tanamkan bahwa Bahasa Inggris sangat penting, sehingga tumbuh motivasi yang kuat untuk bisa dan menguasai Bahasa Inggris,” tambahnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

UPT PKPP UNTIDAR Adakan Pelatihan Praktik Pembuatan dan Editing Video Promosi Produk Bagi Mahasiswa dan Pelaku UMKM

Video marketing merupakan strategi pemasaran yang saat ini gencar dilakukan oleh para pelaku usaha, baik pelaku usaha kecil maupun pebisnis dengan skala besar atau multinasional. Melakukan strategi digital marketing menggunakan video dinilai lebih efektif untuk menciptakan brand awareness, brand image dan brand recognition kepada calon konsumen dengan tujuan  menarik minat calon konsumen dan memperluas target pasar. Hal inilah yang melatarbelakangi Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Pedesaan (UPT PKPP) UNTIDAR mengadakan Pelatihan Praktik Pembuatan dan Editing Video Promosi Produk Bagi Mahasiswa dan Pelaku UMKM, yang merupakan kelanjutan dari Pelatihan Praktik Pembuatan Foto Promosi Produk. Kegiatan ini bertujuan memberikan fasilitasi pendampingan dalam pengembangan usaha yang dijalankan oleh mahasiswa dan pelaku usaha di sekitar kampus Universitas Tidar. Pelatihan dilaksanakan di Ruang 03.3.04 dan 03.3.05 Gedung Fakultas Teknik 3, Jumat, (22/10/2021) dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Acara dibuka oleh Dr. Sri Sarwanti, S.Pd., M.Hum., mewakili Kepala UPT PKPP. Dalam sambutannya Dr. Sri Sarwanti menyampaikan perlunya wirausahawan di era millennial untuk kreatif dan inovatif, salah satunya dengan memiliki pengetahuan dan ketrampilan digital marketing. “Untuk membuat video promosi tidak harus menggunakan alat yang mahal. Justru pada kesempatan ini pemateri akan memberikan pelatihan bagaimana membuat video promosi yang menarik hanya dengan menggunakan handphone”, katanya.

Acara dimulai mulai pukul 09.00 s.d. 14.00 WIB, menghadirkan pemateri Ahmad Nur Fauzi (Praktisi Editing Video Produk) dan Naufal Luthfi Albaihaqi (Praktisi Videografi). “Video produk bermanfaat untuk memperkenalkan bisnis yang dijalankan, memperluas jangkauan pembeli, memberi deskripsi produk, menunjukkan kualitas produk, meyakinkan pembeli untuk membeli produk dan membangun kepercayaan pembeli”, jelas Naufal. Lebih lanjut Naufal menjelaskan perlu adanya riset sebelum membuat video promosi, penyusunan storyboard, penyusunan konsep video dan persiapan alat penunjang pembuatan video. Selama praktik pembuatan video promosi, peserta pelatihan juga dikenalkan dengan teknik-teknik pengambilan gambar seperti extreme long shot, long shot, full shot, medium shoot, close up dan extreme close up. “Tips videografi produk dengan menggunakan smartphone diantaranya adalah dengan memakai tripod atau monopod saat pengambilan gambar, menggunakan manual fokus, hindari zoom digital, atur resolusi video, tidak menggunakan efek berlebihan dan memperhatikan sumber cahaya”, urai Naufal.

UPT PKPP selama ini fokus mengadakan berbagai program kegiatan sejalan dengan visi dan misinya untuk menjadi Unit Pelaksana Teknis yang unggul dalam melakukan kegiatan pelatihan-pelatihan, dalam model pengembangan kewirausahaan dan model pembangunan perdesaan guna mendukung kualitas lulusan yang memiliki jiwa kewirausahaan serta peka terhadap permasalahan yang timbul dalam pembangunan perdesaan. Secara rutin UPT PKPP mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum, menyediakan informasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pengembangan usaha, dan memberikan bimbingan serta advokasi bagi wirausaha pemula. UPT PKPP juga bekerjasama dengan institusi atau lembaga baik di dalam maupun di luar kampus dalam mengembangkan kewirausahaan maupun model pembangunan perdesaan.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Unit Kerja Humas dan Kerjasama UNTIDAR Kunjungi UPT Humas dan Media UNS

UNTIDAR — Unit Kerja Humas dan Kerjasama UNTIDAR laksanakan kunjungan kerja ke UPT Humas dan Media Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) pada Selasa (19/10/2021). Kunjungan kali ini dipimpin langsung oleh Koordinator Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas Untidar, Sulistyaningrum, S.E., dan diikuti oleh 4 orang staf Humas dan Kerjasama yaitu Tri Endah Retno Kusumaningrum, S.Sos., M.I.Kom., Kusumo Wardani, S.I.Kom., Danu Wiratmoko, A.Md., dan Ginanjar Pramuditya, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala UPT Humas dan Media UNS, Dr. Deddy Whinata Kardiyanto mengenalkan tim yang ada di UPT Humas dan Media UNS, dilanjutkan dengan paparan mengenai program kerja dari UPT Humas dan Media UNS. Dalam paparannya Dr. Deddy juga menyampaikan beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh UPT Humas dan Media UNS, salah satunya adalah meraih Juara Terbaik 1 Kategori Media Sosial pada ajang Anugerah Humas Dikti tahun 2019.

“Kami dari UPT Humas dan Media UNS mengucapkan terima kasih atas kehadiran tim Humas Untidar ke UNS,” terang Dr. Deddy. Saya pribadi menyampaikan rasa bahagia, karena setelah sekian lama hanya bisa melakukan pertemuan secara online dikarenakan pandemic Covid-19, akhirnya hari ini bisa kembali menerima kunjungan secara tatap muka,” tambahnya. Dr. Deddy berharap, semoga dengan kunjungan ini bisa saling tukar-menukar informasi antara UPT Humas dan Media UNS dengan Tim Humas UNTIDAR. “Ya bisa saling belajar, UNS bisa belajar dari Untidar, begitu juga Untidar saat pulang dari UNS bisa memperoleh ilmu baru untuk diterapkan disana,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Humas UNTIDAR, Sulistyaningrum, S.E. mengatakan maksud dan tujuannya datang ke UNS. Sulistyaningrum menyampaikan bahwa Tim Humas Untidar ingin ngangsu kawruh dari UPT Humas dan Media UNS yang dinilai sudah lebih berpengalaman. “UNS kan sudah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Selain itu sudah banyak prestasi yang ditorehkan UPT Humas dan Media UNS di bidang Kehumasan, sehingga tidak salah jika kami dari UNTIDAR  ingin banyak belajar. Semoga banyak  ilmu yang bisa kami terapkan di instansi kami yaitu di Humas UNTIDAR,” ujar Sulistyaningrum.

Selama acara Tim Humas UNTIDAR dan Tim UPT Humas dan Media UNS berdiskusi mengenai banyak hal. Acara kunjungan kerja diakhiri dengan saling tukar cinderamata dan foto bersama.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Forum Perempuan BEM-KM UNTIDAR Laksanakan “Kartini Mengabdi” di Taman Baca Kaki Mungil Sawangan Magelang

Forum Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Tidar melaksanakan kegiatan bertajuk “Kartini Mengabdi” (10/10/2021) di Taman Baca Kaki Mungil Sawangan Magelang. Kegiatan “Kartini Mengabdi” berupa kegiatan donasi buku dan penyampaian materi tentang etika, kesehatan reproduksi dan pendidikan seksual untuk anak-anak yang tergabung di komunitas Taman Baca Kaki Mungil Sawangan Magelang. “Terinspirasi oleh semangat R.A. Kartini, Forum Perempuan sebagai bagian dari BEM-KM UNTIDAR ingin ikut berkontribusi memajukan masyarakat, meneruskan perjuangan tokoh-tokoh terdahulu. Bukan hanya untuk mewujudkan adanya kesetaraan, namun juga mewariskan ilmu pengetahuan untuk generasi selanjutnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan wawasan dan minat baca anak-anak, menebarkan manfaat literasi, menanamkan etika moral sejak dini dan turut andil dalam upaya mengurangi kasus pelecehan seksual di kalangan anak-anak”, jelas Agredetya Nada Fairuz selaku Ketua Pelaksana Kegiatan.

Kegiatan “Kartini Mengabdi” dilaksanakan mulai pukul 09.30 s.d. 12.45 WIB, diikuti oleh 8 orang anggota Forum Perempuan dan 30 anak anggota komunitas Taman Baca Kaki Mungil. “Etika dan pendidikan moral adalah pelajaran yang harus ditanamkan sejak dini dalam diri seorang anak, mengingat hal tersebut akan berguna di sepanjang kehidupannya. Seiring bertambahnya usia anak, pelajaran etika pun perlu disesuaikan agar bisa tepat sasaran. Kami juga memberikan edukasi terkait kesehatan seksual dan reproduksi, karena pengenalan sejak dini mampu mencegah penyakit dan bisa menghindarkan diri dari perilaku seksual yang tidak seharusnya. Karena yang kami edukasi adalah anak-anak, kami menggunakan metode permainan (game dan lagu)”, urai Nada.

Forum Perempuan adalah bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UNTIDAR, sebagai wadah bagi mahasiswi Universitas Tidar yang aktif bergerak dalam menanggapi isu tentang perempuan. Berbagai kegiatan telah dilakukan selama ini, diantaranya diskusi bulanan yang aktif membahas isu-isu terkini serta membahas permasalahan gender dan perempuan.  Forum Perempuan juga rutin melaksanakan kegiatan nonton bareng dan bedah film, webinar, serta melakukan kegiatan pengabdian seperti berbagi takjil saat bulan Ramadhan, mengajar serta donasi buku. Selain itu Forum Perempuan juga melakukan pendampingan bagi mahasiswa UNTIDAR yang mengalami kasus pelecehan seksual. “Pelecehan seksual bisa terjadi pada siapa pun dan oleh siapa pun, tanpa memandang usia maupun gender. Baik perempuan maupun laki-laki bisa menjadi korban pelecehan seksual dalam berbagai bentuknya. Di saat yang sama, pengetahuan masyarakat mengenai pelecehan seksual masih tergolong rendah. Untuk itulah kami ingin turut berkontribusi memberikan support dan membantu memberikan solusi”, pungkas Nada.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

40 Orang Dosen dan Tenaga Kependidikan Fakultas Teknik Terima Sertifikat Kompetensi Ahli K3 Muda

Kamis (14/10), bertempat di Gedung FT3 Lantai 3, Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Dr. Ir. Noor Farid, M.Si., menyerahkan sertifikat kompetensi ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Muda kepada 40 orang dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Teknik. Dengan memiliki sertifikat kompetensi ahli K3 maka dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Teknik telah mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi K3 yang dikuasainya. Dari sudut pandang personal, seseorang yang memiliki sertifikat K3 akan memiliki prospek karir yang lebih luas dalam bidang yang digelutinya. Pasalnya, negara mewajibkan instansi/perusahaan untuk memiliki tenaga ahli K3 sebagai bentuk kepatuhan terhadap implementasi K3. Sebelum melaksanakan sertifikasi, dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Teknik mengikuti pelatihan yang bertujuan antara lain untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan K3, meningkatkan kemampuan dan keahlian serta keterampilan dalam melakukan identifikasi potensi bahaya di tempat kerja, meningkatkan kemampuan dan keahlian serta keterampilan menerapkan K3 sesuai peraturan perundang-undangan di tempat kerja, dan memahami sistem manajemen K3 (SMK3).

“Saya memberikan apresiasi kepada Fakultas Teknik yang telah memfasilitasi dosen dan tenaga kependidikan untuk mengikuti sertifikasi K3. Semoga semakin meningkatkan produktivitas dalam bekerja dan dapat membagikan ilmu tentang keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan UNTIDAR”, tutur Dr. Farid dalam sambutannya. “Alhamdulillah kami mendapatkan support dari Bidang 1. Terimakasih kepada Wakil Rektor Bidang Akademik yang telah memberikan kesempatan dan dukungan sehingga 40 orang dosen dan tenaga kependidikan Fakultas Teknik bisa mengikuti pelatihan dan sertifikasi ahli K3”, ungkap Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T., I.P.U.

Sertifikat Ahli K3 Muda diberikan kepada 11 orang dosen program studi Teknik Elektro yaitu Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T., I.P.U., Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., Bagus Fatkhurrozi, S.T., M.T., Ir. Deria Pravitasari, S.T., M.Eng., Ika Setyowati, S.T., M.Eng., Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng., Hery Teguh Setiawan, S.T., M.Eng., Rheza Ari Wibowo, S.Si., M.Eng., Dwi Novianto, S.Pd., M.Eng., Risky Via Yuliantari, S.Pd., M.Eng., dan Mokhammad Nurkholish Abdillah S.T., M.Eng. 10 orang dosen program studi Teknik Sipil yaitu Muhammad Amin, S.T., M.T., Ir. Dwi Sat Agus Yuwono, S.T., M.T., Dr. Yudhi Arnanda, M.T., Anis Rakhmawati, S.T., M.T., Herlita Prawenti, S.T., M.T., Evi Puspitasari, S.T., M.Sc., Fajar Susilowati, S.T., M.T., Dedy Firmansyah S.Pd., M.T., Ria Miftakhul Jannah, S.T., M.T., Ali Murtopo, S.Pd., M.Eng., Arrizka Yanuar Adipradana, S.T., M.Eng., dan Lalu Samsul Aswadi, S.T., M.Eng. 9 orang dosen program studi S1 Teknik Mesin yaitu Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Dr. Endang Mawarsih, M.Sc., Nani Mulyaningsih S.T., M.Eng., Ikhwan Taufik S.Pd., M.Eng., Sri Hastuti, S.T., M.T., Dr. Arif Rahman Saleh, M.T., dan Fuad Hilmi, S.T., M.T. 7 orang dosen program studi D3 Teknik Mesin yaitu Trisma Jaya Saputra S.T., M.T., Ir. Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T., Herru Santosa Budiono, S.T., M.T., Rany Puspita Dewi, S.T., M.Eng., I.P.M., Nurhadi, S.T., M.T., Dr. Sigit Iswahyudi, S.T., M.T., Adityo Noor Setyo Hadi Darmo S.T., M.Eng., dan 3 orang teknisi laboran yaitu Aryo Asmo Sugiyarto, S.T., Muhammad Edi Arifian, S.Stat dan Dwi Kurniawan, S.T.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Tim PKM-T UNTIDAR Cetuskan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming

Desa Candi merupakan desa yang terdapat di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.  Di desa ini terdapat kelompok tani bernama Makmur Andini yang memiliki anggota 18 orang, dengan aktivitas rutin memelihara 58 ekor sapi. Sapi-sapi tersebut berumur sekitar 7-29 bulan. Dengan jumlah sapi yang cukup banyak, kelompok tani ini masih menggunakan sistem beternak manual, terutama pada pembersihan kotoran sapi. Hal ini membuat banyak waktu dan tenaga terkuras serta hasilnya kurang bersih dan efisien. Selain itu, rata-rata usia peternak sudah diatas 50 tahun sehingga tenaga yang dikerahkan mereka berbeda dengan saat muda.

Berangkat dari persoalan ini, 5 orang mahasiswa UNTIDAR yaitu Zaki Farros Rusydi (Prodi S1 Peternakan), Dzikron Muchlisin (Prodi S1 Teknik Mesin), Linda Fauziyah (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Aisyah Aulia (Prodi S1 Ekonomi Pembangunan), dan Alfiyah Ibni Aqil (Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) mencoba menawarkan solusi dengan menciptakan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming. Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming adalah alat yang memudahkan peternak mengontrol kandang ternak karena tidak menguras banyak biaya dan tenaga. “Kelompok kami menggunakan alat yang dapat membersihkan kandang secara otomatis dan efisien. Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan  Sistem Smart Farming sangat menghemat biaya dan waktu karena hanya membutuhkan satu tenaga manusia untuk mengontrol kandang serta menerapkan konsep smart farming. Hal ini juga sangat membantu untuk memutus penularan COVID 19”, kata Zaki.

Lebih lanjut Zaki menjelaskan, dengan alat ini peternak hanya perlu satu orang sebagai operator yang akan mengontrol kandang lewat smartphone. Peternak bisa melakukannya kapan saja dan dimana saja. Sistem ini dapat digerakkan beberapa kali dan hasilnya lebih bersih dari sistem konvensional. Ini yang menjadi keunggulan Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming daripada sistem konvensional atau alat-alat sebelumnya.

“Penyerok pada alat ini menggunakan bentuk yang menyesuaikan bentuk kandang sehingga dapat membersihkan secara menyeluruh dan dapat memaksimalkan pembersihan sampai di pojok kandang. Penyerok berbentuk sedemikian rupa sehingga dapat memaksimalkan pembersihan. Penyerok Alat Pembersih dan Pengolah Kotoran Sapi dengan Sistem Smart Farming terbuat dari bahan stainless steel sehingga bebas kuman dan bakteri”, urai Zaki.

Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T) merupakan program bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk mitra usaha berskala mikro atau kecil (toko, industri rumahan, pedagang kaki lima atau koperasi) dan menengah bahkan berskala besar sesuai persoalan atau kebutuhan prioritas mitra program. Bantuan iptek dapat berupa peningkatan mutu produk, perbaikan proses produksi, peningkatan kapasitas produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu, kemasan dan lain-lain, atau bantuan manajemen seperti konflik sosial SDM, pemasaran, pembukuan, status usaha, hak cipta, dan lain-lain. Mitra usaha PKM-T yang dimaksud adalah kelompok masyarakat yang berorientasi pada profit termasuk kelompok tani, kelompok nelayan, sanggar tari, klinik bersalin dan lain-lain. Sebelum menyusun proposal PKM-T, mahasiswa harus sudah bertukar pikiran dengan mitra dalam rangka mengidentifikasi permasalahan atau kebutuhan mitra, karena produk PKM-T merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Jadi persoalan PKM-T bukan merupakan inisiatif mahasiswa, tetapi berasal dari permintaan mitra. Diharapkan melalui program ini mahasiswa dapat termotivasi untuk aktif berinteraksi membangun jejaring profesional dengan dunia usaha, mengidentifikasi persoalan atau kebutuhan mitra usaha dan menemukan solusinya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Mahasiswa UNTIDAR Manfaatkan Buah Mengkudu Sebagai Produk Desinfektan

Pandemi Covid-19 mengakibatkan banyak permasalahan timbul, tak terkecuali di sektor peternakan.  Sebelum pandemi melanda, peternak menerapkan biosecurity kandang yaitu penerapan tata kelola serta sanitasi terhadap kegiatan peternakan dengan melakukan penyemprotan desinfektan guna mencegah bakteri dan virus menyerang hewan ternak.  Selama pandemi distribusi bahan-bahan yang dibutuhkan dalam produksi desinfektan mengalami banyak hambatan. Hal ini tentunya sangat mengganggu proses penerapan biosecurity kandang, sehingga perlu adanya terobosan dengan memanfaatan sumber daya alam yang ada.

Desinfektan yang selama ini digunakan biasanya berupa bahan kimia sintetis yang mempunyai kelebihan dapat mengurangi bakteri dengan cepat, tetapi meninggalkan residu dan sulit terurai, maka dari itu perlu digantikan dengan desinfektan alami. Berangkat dari latar belakang inilah 5 orang mahasiswa Universitas Tidar yaitu Muhammad Rizal Prakosa (Prodi S1 Peternakan), Yeni Rahmawati (Prodi S1 Peternakan), Elisa Anggraeni (Prodi S1 Agroteknologi), Tri Wahyu Ningsih (Prodi S1 Pendidikan Bahasa Inggris), dan Wisnu Romadhon (Prodi S1 Peternakan), dengan dibimbing oleh Dosen Pendamping Pradipta Bayuaji Pramono, S.Pt., M.Sc. memunculkan gagasan penggunaan buah mengkudu untuk bahan desinfektan alami.

“Buah mengkudu mempunyai peran aktif dalam membunuh bakteri penyebab penyakit pada ternak. Gagasan ini kami angkat sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi pandemi sekarang ini”, kata Rizal. Lebih lanjut Rizal menjelaskan buah mengkudu (Morinda citrifolia) merupakan salah satu tanaman atau buah yang jarang dikonsumsi oleh banyak orang, tetapi mempunyai kandungan yang bermanfaat bagi kesehatan. Senyawa antibakteri flavonoid dan fenol dalam buah mengkudu juga efektif menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu pada buah mengkudu juga terdapat senyawa antibakteri yang mampu mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, dan Bacillus subtilis. Senyawa  antibakteri ini dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) sehingga dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan desinfektan.

“Gagasan ini kami realisasikan dengan produk Ekstra Mengkudu Spesial (EKSUSIAL) yaitu produk desinfektan yang terbuat dari pengolahan ekstrak buah mengkudu. Usaha produksi EKSUSIAL dilakukan di Dusun Menowo RT 05 RW 03 Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang. Ketersediaan bahan baku mudah didapatkan di pasar lokal serta ketersediaannya melimpah di sekitar Magelang. Penggunaan desinfektan ini sangat praktis, hanya dengan menyemprotkannya ke area kandang. Produk desinfektan mengkudu adalah hal baru dimasa pandemi covid-19, sehingga kami perlu melakukan pengenalan agar produk kami dikenal oleh masyarakat khususnya peternak, sehingga mereka tertarik untuk mencoba. Di era serba digital ini promosi kami lakukan dengan pemanfaatan media sosial, dan pemasangan iklan di berbagai media, sehingga produk dapat dikenal”, urai Rizal.

“Pemanfaatan Buah Mengkudu Sebagai Produk Desinfektan Dalam Penerapan Biosecurity Peternakan” adalah karya mahasiswa UNTIDAR yang tahun ini mendapatkan hibah pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Dari PKM-K ini diharapkan mahasiswa dapat berwirausaha dengan menemukan ide-ide baru dengan melihat masalah dan peluang pasar serta dapat memberikan hasil berupa produk yang kreatif dan inovatif. Menjadikan produk ini memiliki nilai jual yang tinggi dan daya saing dalam berwirausaha di bidang peternakan.