Teh Biji Semangka, Karya Inovasi Untuk Obati Penyakit Jantung dan Kanker

Empat orang mahasiswa Program Sarjana Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar berinovasi menciptakan OK Teh, yaitu produk teh yang memiliki manfaat sebagai obat herbal untuk penderita penyakit jantung dan kanker. Rofiqotul Fitria bersama empat orang anggota tim yaitu  Ani Kurnia Lestari, Fitriani Lestari, Zahro Ulfah Auliya dan Sherla Salsabila Adawiyah menciptakan inovasi dengan mengganti teh yang biasanya terbuat dari bunga melati dengan bahan lain yaitu biji semangka. “ Teh Biji Semangka ini adalah minuman yang aman dikonsumsi oleh siapapun dari berbagai kalangan, baik dari kalangan anak-anak sampai dewasa. Selain itu juga menyehatkan karena menurut banyak penelitian biji semangka memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Disamping itu pembuatannya tanpa menggunakan bahan kimia”, jelas Fitria. “Teh Biji Semangka yang kami produksi memiliki variasi rasa yang beragam seperti rasa original, apel, leci, dan mangga.  Proses produksinya higienis , dan memiliki kemasan yang unik”, tambahnya.

Ide untuk membuat teh biji semangka berawal dari pemikiran untuk memanfaatkan limbah biji semangka yang terbuang. Di berbagai tempat, jus buah menjadi salah satu alternatif minuman sehat. Salah satu buah yang bisa dijadikan jus yaitu buah semangka. Banyak sekali penjual jus yang memanfaatkan buah semangka sebagai produk jus yang dijualnya. Namun, seringkali penjual membuang limbah biji semangka karena merasa tidak bisa dimanfaatkan kembali. “Maka dari itu, kami berinisiatif memanfaatkannya menjadi teh biji semangka, sehingga bisa turut andil menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari limbah biji semangka”, ujar Fitria. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tak banyak orang mengetahui bahwa biji semangka memiliki banyak manfaat yang dapat menyehatkan tubuh. Zat yang terkandung dalam biji semangka mampu membantu mengatur tekanan darah. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai peluruh kencing, menyejukkan radang kandung kemih, melembabkan usus, dan menyehatkan ginjal dan anti kanker. “Lycopene merupakan suatu zat yang terdapat di dalam semangka dan biji semangka, yang berfungsi sebagai obat anti kanker. Artinya, zat lycopene dapat membasmi bibit kanker dan memperbaharui jaringan sel yang rusak dalam tubuh. Selain itu biji semangka juga bermanfat bagi para lansia yaitu dapat memulihkan kesehatan setelah sakit dan berkhasiat menajamkan daya ingat. Bahkan menurut sebuah penelitian, biji semangka mempunyai protein yang setara dengan kedelai. Ekstrak biji semangka juga dapat membantu penyembuhan luka”, jelasnya.

Untuk pemasaran Fitria dan tim memanfaatkan outlet yang berada keramaian, seperti Alun-Alun Kota Magelang. Juga memanfaatkan media sosial yaitu Instagram dan Facebook. “Selain itu kami berinovasi menyediakan variasi rasa teh yang berbeda-beda, antara lain rasa original, apel, leci, dan mangga. Kami juga mengaitkan produk dengan kampanye “Jaga Jantungmu Dengan OK Teh”, agar jantung menjadi sehat dan terhindar dari penyakit”, pungkas Fitria. OK Teh: Teh Biji Semangka Sebagai Obat Herbal Jantung dan Anti Kanker adalah satu proposal mahasiswa UNTIDAR yang lolos dan mendapatkan dana hibah Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K). PKM adalah kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek untuk memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan; kreatif dan inovatif; serta objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

17 Tim Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik Laksanakan Monitoring dan Evaluasi

Selasa 28 September 2021, bertempat di Ruang Pertemuan Gedung FT3  Universitas Tidar, 17 tim Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Fakultas Teknik melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini merupakan suatu bentuk pengawasan dan evaluasi yang dilaksanakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan yang disyaratkan. Pada kegiatan monev kali ini, mahasiswa diwajibkan melaporkan hasil kegiatan PMW yang telah dilaksanakan  selama kurang lebih 2 bulan. Masing-masing tim wajib mempresentasikan produk wirausahanya di depan reviewer. 9 orang dosen Fakultas Teknik bertindak sebagai reviewer yaitu Ibrahim Nawawi, S.T., M.T., Xander Salahudin, S.T., M.Eng., Nani Mulyaningsih, S.T., M.Eng., Muhammad Amin, S.T., M.T., Anis Rakhmawati, S.T., M.T., Fuad Hilmy, S.T., M.T., Risky Via Yuliantari, S.Pd., M.Eng., Hery Teguh Setiawan, S.T., M.Eng., dan Lalu Samsul Aswadi, S.T., M.Eng.

Kegiatan monev dibuka oleh  Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik, Ibrahim Nawawi, S.T., M.T. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kegiatan PMW Fakultas Teknik Tahun 2021 berjalan dengan sangat baik meskipun masih dalam situasi pandemi. “Saya sangat mengapresiasi semangat dari teman-teman mahasiswa untuk menghasilkan karya wirausaha yang kreatif dan inovatif”, jelasnya.  “Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Mahasiswa Wirausaha  ini dilaksanakan guna memastikan usaha dari masing-masing kelompok telah berjalan sesuai rencana. Karena masing-masing tim wajib mempertanggungjawabkan dana stimulus yang telah digunakan”, tambahnya. Acara Monev PMW Fakultas Teknik juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Saya menyampaikan penghargaan kepada Fakultas Teknik yang telah menginisiasi Program Mahasiswa Wirausaha ini. Selain sejalan dengan visi misi UNTIDAR, program ini juga wadah yang sangat tepat bagi mahasiswa di tingkat fakultas untuk mengembangkan jiwa wirausahanya”, urainya.

17 tim yang melaksanakan monev yaitu :

  1. Adi Nurcahyo dan tim : Vasco Da Gama (Vas Coffee dan Gerakan Asrih Mencintai Alam)
  2. Joko Prohantoro dan tim : Pemanfaatan Batere Laptop Bekas Sebagai Powerbank Guna Mengurangi Limbah Logam Berbahaya.
  3. Dzikron Muchlisin dan tim : Penggiling dan Pencetak Pelet Berbahan Limbah Sayuran Sebagai Pakan Ikan Bernilai Ekonomis
  4. Adit Triyono dan tim : Plakat Tidar : Inovasi Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Menjadi Barang Bernilai Jual
  5. Rizal Mantovani Akbar dan tim : Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Kayu Sebagai Media Penanaman Bibit Jamur
  6. Sefrizal Eka Putra dan tim : Smart Egg Incubator Mesin Tetas Telur Berbasis Internet of Things Sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Penetasan Telur
  7. Erfian Gunawan Syah dan tim : Pistonic Kaos Corak Desain Keteknikan
  8. Siti Nurhidayati dan tim : Pot Beton Plastik Ramah Lingkungan’
  9. Muhamad Khoirul Sholeh dan tim : Jam Akrilik Analog Millenial
  10. Dzilan Aulia Sulthon dan tim : Sepeda Mesin Patun Padi
  11. Aditya Ganang Nugroho dan tim : Paving Block Berbahan Limbah Plastik
  12. Kania Titi Serti dan tim : Lukisan Cahaya El Wire
  13. Afrinta Putri Shalma dan tim : Tuin Van Java : Kaos Tie Dye UNTIDAR
  14. Mochamad Riyanto Yanuar dan tim : Manufacturing Services Furniture Jati Belanda
  15. Muhammad Irvan Wicaksono dan tim : Wong Magelang Asli : Kaos Dengan Custom Ikonik Magelang Berbasis Teknologi Augmented Reality
  16. Andika Prasetya dan tim : Miniatur Bonsai Dari Kawat Tembaga
  17. Ahmedayevikramullahirrubba : Tidar Smart Swicth Menggunakan Smartphone

Tim Reviewer Monev PMW melakukan tinjauan terhadap produk yang diciptakan. Poin-poin yang menjadi pertimbangan penting antara lain keunggulan dari produk sejenis yang ada di pasaran, bagaimana sistem penjualan produk, pengaruh inovasi produk dari hasil penjualan, pemodalan serta pengelolaan keuangan. Selain itu reviewer juga melakukan tinjauan terkait pemakaian bahan baku, tenaga kerja yang dibutuhkan dalam menciptakan produk serta pengembangan usaha dalam jangka satu tahun mendatang.

Program Mahasiswa Wirausaha Fakultas Teknik adalah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahun. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa Fakultas Teknik yang memiliki minat berwirausaha dapat mengembangkan usahanya lebih dini. Hasil akhir yang diharapkan tentunya semakin berkembangnya wirausahawan-wirausahawan baru yang berpendidikan tinggi dan memiliki pola pikir pencipta lapangan kerja.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

UPT PKPP UNTIDAR Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/Berdikari

UPT Pengembangan Kewirausahaan dan Pembangunan Perdesaan (UPT PKPP) mendapatkan amanah dari Rektor UNTIDAR untuk memberikan perhatian kepada masyarakat sekitar Kledung (desa Kwadungan Gunung), dimana di wilayah tersebut terdapat tanah UNTIDAR, hibah dari Bupati Temanggung. UPT PKPP diharapkan bisa menghidupkan wilayah sekitar Kledung melalui kegiatan ekonomi dan sosial serta pengembangan dan peningkatan SDM. Tim UPT PKPP merancang program pendampingan agar Desa Kwadungan bisa mandiri/ berdikari dengan cara mengkolaborasikan potensi sumber daya manusia dan alam, serta potensi sentra usaha yang sudah berjalan, dengan dinas terkait.

Senin (3/9) UPT PKPP melaksanakan kegiatan Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/ berdikari. Kegiatan diisi dengan diskusi bersama tokoh dari organisasi yang ada (Bumdes, Karang Taruna, PKMD, dst), rencana pembuatan Pokdarwis dan AD/ART Bumdes, perencanaan program pengembangan desa sesuai IDM dan peninjauan tanah yang dihibahkan ke UNTIDAR. Lurah Desa Kwadungan Gunung sangat mendukung upaya pengembangan dan pengintegrasian potensi desa (kesenian, wisata, sumber daya alam) demi kemajuan dan  kesejahteraan warga desa.  Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dra. Gema Artisti W, M.M. menyampaikan bahwa Desa Kwadungan Gunung ini masuk pada kriteria desa yang berkembang dengan skor capaian 0,6. Sedangkan untuk menuju Desa Mandiri harus mencapai skor IDM 0,8. “Diharapkan kedepan pendampingan UNTIDAR bisa mendukung tercapainya skor. Adanya pembukaan Agro Techno Park UNTIDAR secara otomatis juga akan meningkatkan aspek aspek terkait perekonomian. Kami berharap niatan baik dari UPT PKPP ini bisa diimbangi dengan peranan pemerintah desa Kwadungan Gunung”, jelasnya.

 Inisiasi Pencanangan Desa Kwadungan Gunung Menuju Desa Mandiri/ berdikari yang diadakan oleh UPT PKPP ini menghadirkan narasumber Novanda Alim Setya N, S.S, M.Hum, Founder Desa Berdikari Kabupaten Kebumen. “Desa Mandiri adalah desa yang memiliki 3 aspek ketahanan, yaitu Ketahanan Sosial, Ketahanan Ekonomi dan Ketahanan Ekologi”, jelas Novanda. “Pendampingan dari UPT PKPP yang memiliki tim dosen tentunya mempercepat langkah Desa Kwadungan Gunung menuju Desa Mandiri. Dengan status tersebut, bantuan dari pemerintah bisa lebih cepat didapatkan. Birokrasi yang seharusnya melewati 3 tahap, dengan menyandang status Desa Mandiri bisa melalui 2 tahap saja. Pokdarwis juga menjadi hal yang mutlak harus ada. Dengan Kelompok Sadar Wisata, sektor wisata punya wadah yang jelas, sehingga lebih mudah untuk dikembangkan”, tambahnya.

Dra. Lucia Rita Indrawati, M,Si., Ketua UPT PKPP UNTIDAR menyampaikan, dengan adanya pendampingan diharapkan bisa menggerakkan warga masyarakat untuk menuju desa yang mandiri dan berdaya saing. “Kami juga mengedukasi warga masyarakat agar mau mengembangkan diri dengan peningkatan kapasitas. Selain itu UPT PKPP berupaya mengintegrasikan potensi yang ada bagi kesejahteraan masyarakat desa Kwadungan Gunung”, jelasnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR Kembangkan Ekowisata di Sekitar Candi Selogriyo

Candi Selogriyo terletak di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Candi ini memiliki keunikan, yaitu terletak di kaki Bukit Giyanti dan Bukit Condong, dengan pemandangan yang sangat indah. View paling ikonik adalah adanya terasering seperti di Ubud Bali. Hal ini menjadi kelebihan dari Candi Selogriyo.

Sudah banyak terobosan dilakukan di sekitar kawasan Candi Selogriyo untuk mengembangkan wisata candi ini. Namun dalam pelaksanaan secara keseluruhan belum berjalan sempurna. Di kawasan luar candi yaitu di sekitaran jalan menuju candi masih banyak hal yang perlu diperbaiki, seperti banyak ditemukan kayu dan sampah organik yang berserakan. Hal ini tentu akan mengurangi keindahan candi. Permasalahan lain adalah sarana dan prasarana ke candi yang kurang memadai dan akses menuju candi yang belum terkondisi.

Banyaknya masalah yang belum teratasi dikarenakan faktor pendanaan dan masyarakat yang belum sadar serta belum mampu mengelola potensi desa dengan baik. Padahal di desa Campurejo terdapat beberapa usaha yang bisa dikembangkan yaitu keset dari kain perca, kopi khas Dusun Campurejo, dan kerajinan anyaman besek. Berdasarkan latar belakang inilah Dian Pangestuti bersama dengan tim yang kesemuanya adalah mahasiswa program studi Pendidikan Biologi yaitu Yuni Anisa Widiyanti, Tri Wahyuningsih, Meyta Adi Triyani, Yuda Fahrurozi, Aulia Salsabilla, Dewi Febriyana, Akhmat Sofiyan, Erik Setiawan dan Ivana Riqoh Aprilia berinisiatif untuk mengembangkan sebuah konsep wisata yang mampu meningkatkan jumlah pengunjung Candi Selogriyo sekaligus memberikan alternatif peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Jika melihat dari potensi-potensi yang ada di Desa Kembangkuning maka pengembangan ekowisata sangat cocok untuk dilakukan. “Sasaran program adalah mereka yang  tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran, namun dapat berkontribusi dan berkomitmen dalam kegiatan pemberdayaan dari awal hingga akhir program. Diperlukan juga tokoh masyarakat yang bertugas menjadi pengurus, misalnya pemuda karang taruna atau aparat desa untuk  membantu kelancaran pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat ini. Masyarakat disini harus berperan aktif karena hal ini akan membantu pengembangan baik untuk masyarakatnya dan juga untuk desanya, terutama untuk wisata Candi Selogriyo yang bisa semakin dikenal”, jelas Dian.

“Tahap awal adalah perencanaan program, meliputi persiapan alat dan bahan, pembentukan pengurus/kelompok, proses perizinan, dan sosialisasi program kepada masyarakat. Keberlanjutan program akan terlaksana dengan adanya pembentukan satgas atau karang taruna yang sinergis. Setelah persiapan kami mengadakan sosialisasi dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Peserta dalam sosialisasi merupakan masyarakat sasaran yang sudah ditentukan sesuai dengan kriteria dan tokoh-tokoh masyarakat di Dusun Campurejo. Tahap selanjutnya adalah pembinaan dan pelatihan dengan menggunakan metode pendampingan, bekerja sama dengan  pihak terkait. Pelaksanaan program yaitu dengan pengembangan ekowisata yang terdiri atas penambahan rice field tourism, spot selfie, UMKM-Corner dan pementasan kesenian Jathilan. Program ini dilakukan untuk menarik minat pengunjung Candi Selogriyo. Tak lupa kami melakukan kegiatan pemasaran dengan cara promosi melalui sosial media serta menyebarkan brosur di jalan-jalan atau di tempat umum. Dengan promosi ini maka orang-

orang mengetahui bahwa di candi terdapat spot selfie yang indah. Promosi melalui media sosial diharapkan mampu menarik banyak pengunjung terutama kamu millenial. Luaran yang ingin kami capai adalah Candi Selogriyo berkembang menjadi ekowisata, ekonomi warga Dusun Campurejo bisa meningkat dan terjalinnya kemitraan antara desa dan UNTIDAR”, urai Dian.

“Kami senang karena proposal kami lolos seleksi Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa sehingga mendapatkan pendanaan dari Kemendikbudristek. Kami jadi bersemangat turut andil dalam upaya pemberdayaan masyarakat di Dusun Campurejo, Desa Kembangkuning Windusari Magelang”, pungkas Dian.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

Mahasiswa Pendidikan Matematika Untidar, Berdayakan Masyarakat Desa Trasan Olah Ampas Tahu Menjadi Produk Berdaya Jual Tinggi

Kabupaten Magelang saat ini sedang gencar melaksanakan berbagai program  untuk mengurangi tingkat kemiskinan. Kabupaten yang memiliki 1.299.859 jiwa ini, memiliki persentase angka rata-rata kemiskinan sebesar 11,27% pada maret 2020, lebih tinggi dibanding maret 2019 yang sebesar 10,67%. Oleh karena itu, diperlukan program pemberdayaan masyarakat guna menurunkan angka kemiskinan daerah Kabupaten Magelang. Berangkat dari latar belakang inilah 15 orang mahasiswa UNTIDAR dari program studi Pendidikan Matematika yaitu Rista Nur Eka Budiyani, Bagas Ardiyanto, Gunawan, Zakkiyatun Nisaa Fadhilatullathifi, Maryam Abdulloh, Isna Chofifah, Lailatul Asria, Hemas Nabila Ardelia Arrofat, Fitriyanti, Tri Astutiningsih, Recka Suci Meliani, Nur Layaliya Buraidah, Fitriani Lestari, Zahro Ulfa Auliya, dan Yulhana Faradilla menggagas LALISTA APIK (Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kripik), sebuah program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Magelang, tepatnya di Dusun Sengon Desa Trasan Kecamatan Bandongan.

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh Rista dan tim di Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang, ditemukan Pabrik Tahu dengan pengolahan limbah ampas tahu yang belum maksimal, sehingga bau yang ditimbulkan sering kali menyengat. Hal ini menyebabkan desa dengan penduduk 7.881 jiwa tersebut merasa tidak nyaman.  “Tercetus ide LALISTA APIK (Pengolahan Limbah Ampas Tahu Menjadi Kripik). Selain dapat menjadi solusi dari permasalahan limbah ampas tahu, ampas tahu bisa diolah agar bernilai ekonomis dan menjadi sumber pendapatan di Desa Trasan, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang melalui pemberdayaan ibu-ibu PKK”, ujar Rista. “Kami juga membantu cara mempromosikan dan mempublikasikan LALISTA APIK sebagai sebuah industri kreatif baru yang memiliki nilai jual tinggi. Selain itu kami juga berupaya mengembangkan potensi desa binaan berbasis industri kreatif yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat”, tambah Rista.

Berdasarkan hasil survey awal di wilayah Kabupaten Magelang, Kecamatan Bandongan tepatnya di Dusun Sengon Desa Trasan, Rista dan tim menemukan potensi usaha yang dapat dikembangkan secara optimal yakni limbah ampas tahu untuk dijadikan camilan inovatif yaitu menjadi kripik ampas tahu. Meski demikian masyarakat setempat memiliki keterbatasan terkait pendanaan. Masalah lain yang dihadapi adalah kurangnya partisipasi dari masyarakat, minimnya sarana prasarana yang dimiliki, dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah ampas tahu menjadi produk yaang lebih kreatif agar mendapatkan nilai jual yang tinggi. “ Sehingga diperlukan adanya kerjasama antara masyarakat dengan pihak ketiga untuk melakukan sosialisasi, pendampingan dan juga pelatihan guna meningkatkan kemampuan, kualitas dan ketrampilan masyarakat dalam mengembangkan usaha pengolahan limbah ampas tahu”, jelas Rista.

“Setelah melakukan berbagai persiapan dan sosialisasi, kami mengadakan pelatihan dengan menggunakan metode pendampingan rutin bekerjasama dengan fasilitator (pemilik home industry pabrik tahu di Desa Trasan). Kami juga mengadakan pelatihan komunikasi publikasi untuk mengenalkan masyarakat pada platform-platform penunjang publikasi produk dengan memanfaatkan media sosial yang sedang trend di kalangan masyarakat. Selain itu dalam hal publikasi pemasaran akan dibuat website resmi produk serta pemanfaatan akun-akun jual beli online. Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk jejaring sosial yang dapat dioperasionalkan oleh lembaga masyarakat lokal terkait”, urai Rista.

LALISTA APIK adalah program pemberdayaan masyarakat yang tahun 2021 ini berhasil lolos seleksi PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa)  Kemendikbudristek. Melalui PHP2D diharapkan bisa menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum

MAHASISWA BARU UNTIDAR IKUTI WEBINAR SOSIALISASI KIP K UNTIDAR 2021

Mahasiswa Baru Untidar yang berhasil lolos seleksi  untuk mendapatkan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Kamis 26 Agustus 2021 mengikuti sosialisasi terkait hak dan kewajiban termasuk privilege sebagai mahasiswa penerima (KIP-K) secara daring. Selama mengikuti acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 s.d. 13.00 WIB ini, mahasiswa mendapatkan banyak informasi dan pencerahan.

Webinar Sosialisasi Program KIP-K dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. “Kondisi ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi. Mahasiswa penerima KIP-K harus banyak bersyukur karena pemerintah memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang memiliki permasalahan ekonomi untuk bisa kuliah dengan memberikan bantuan KIP-K. Yang melamar ribuan, namun setelah diseleksi, hanya 500-an yang terpilih”, kata Prof. Sugiyarto.

“Cara merealisasikan rasa syukur adalah dengan menyadari ini adalah amanah, bukan uang cuma-cuma. Dana KIP-K berasal dari uang rakyat, karena itu harus bisa mempertanggungjawabkan untuk kepentingan yang sesuai dengan harapan pemerintah yaitu untuk menjadi generasi yang berbudi luhur dan berprestasi”, tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNTIDAR juga berpesan agar mahasiswa baru UNTIDAR penerima KIP-K bersungguh-sungguh melaksanakan kegiatan perkuliahan. “Selain berprestasi secara akademik juga diharapkan punya prestasi tambahan (lomba non akademik atau memenangkan hibah dari pemerintah). Jadilah mahasiswa yang luar biasa rajin dalam perkuliahan, juga rajin beraktivitas karena sudah ada wadahnya. Penerima KIPK akan tergabung di Himadiktar sebagai wadah berprestasi dan bersosialisasi. Selain itu jangan merasa minder menjadi mahasiswa, karena mahasiswa penerima KIP-K memiliki hak yang sama dengan mahasiswa non KIP-K”, urai Prof. Sugiyarto.

“Visi UNTIDAR adalah menjadi universitas yang unggul di bidang kewirausahaan. Berjiwa wirausaha bukan berarti harus memiliki bisnis yang besar, melainkan memiliki sikap mental berdikari yang bisa dibentuk jika kita berkolaborasi dan bersinergi satu sama lain. Bukan berarti mencari untung untuk kepentingan pribadi, tapi dengan berwirausaha artinya memberikan kontribusi bagi universitas karena UNTIDAR sudah mendeklarasikan diri sebagai universitas yang unggul di bidang kewirausahaan”, tambah Prof. Sugiyarto.

Pada kesempatan ini mahasiswa penerima KIP-K juga mendapatkan penjelasan dari Koordinator Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, David Budi Hartono, S.E., M.M. Dijelaskan bahwa KIP-Kuliah lahir karena pemerintah tidak ingin ada anak Indonesia yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya. Pemerintah perlu mewujudkan keterjangkauan dan pemerataan yang berkeadilan dalam memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kepentingan masyarakat bagi kemajuan, kemandirian, dan kesejahteraan. “Mahasiswa baru UNTIDAR yang memiliki Kartu Indonesia Pintar tidak otomatis menerima KIP-K. Tahun ini penerima KIP-K berjumlah 556 orang. Jika tahun lalu untuk biaya hidup per semester mahasiswa menerima Rp 4.200.000,- tahun ini menerima Rp 6.600.000,- “, jelasnya.

Pada webinar kali ini, mahasiswa baru penerima KIP-K juga mendapatkan arahan dari Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yaitu Dr. Abdul Kahar, M.Pd. Selain itu mahasiswa juga mendapatkan informasi terkait mekanisme penyaluran dana KIP Kuliah oleh narasumber dari  BRI Cabang Magelang, paparan mengenai mekanisme kemudahan pembiayaan kebutuhan laptop oleh narasumber dari Bank Basar 69 Kabupaten Magelang, serta pengenalan Himadiktar sebagai wadah bagi mahasiswa penerima KIP-K UNTIDAR.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

AA ADVENTURE : JASA PENYEWAAN DAN TRIP SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LERENG GUNUNG

Visi Universitas Tidar adalah Menjadi Universitas Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan Berbasis Sumberdaya dan Kearifan Lokal. Untuk itu UNTIDAR senantiasa mendorong mahasiswanya agar mau berwirausaha sejak dini, agar dapat memperkaya pengalaman dan pengetahuan untuk menemukan jalan keberhasilan. Berbagai program dan stimulus diberikan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengembangkan keterampilan berwirausaha. Selain itu UNTIDAR juga selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengikuti berbagai kompetisi hibah/pendanaan pengembangan bisnis yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tahun 2021 ini, 5 kelompok mahasiswa UNTIDAR berhasil lolos program Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI). Salah satu proposal KBMI yang lolos adalah AA Adventure: Jasa Penyewaan dan Trip Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Lereng Gunung, yang digagas oleh Ariawan (S1 Teknik Mesin Fakultas Teknik) dan 4 orang anggota tim yaitu Feri Irawan (S1 Teknik Mesin), Fina Al Fatikhiah (S1 Pendidikan IPA), Danar Putri Miranda (S1 Akuntansi), dan Muhammad Avan Subhkan (S1 Ekonomi Pembangunan). Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI) adalah program Kemendikbudristek yang diperuntukkan untuk mahasiswa yang memerlukan stimulasi dana pengembangan bisnis.  Pendampingan Melekat disiapkan sebagai upaya perbaikan secara berkala dan sistematis kepada mahasiswa peserta program KBMI agar kegiatan yang dijalankan dapat lebih terarah dan optimal. Tujuan program kegiatan wirausaha bagi mahasiswa antara lain memberikan bantuan kepada mahasiswa yang memiliki minat berwirausaha untuk mengembangkan usahanya lebih dini dan terbimbing. Selain itu juga bertujuan menangani permasalahan pengangguran yang menghasilkan pengangguran intelektual dari kalangan sarjana.

Berawal dari keprihatinan karena masih seringnya terjadi kecelakaan selama pendakian gunung di sekitaran Kabupaten Magelang dikarenakan minimnya peralatan, Ariawan dan tim berinisiatif untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan keselamatan kepada para pecinta alam melalui penyewaan perlengkapan yang standar guna meminimalisir angka kecelakaan. Selain itu Ariawan juga memiliki keinginan untuk turut andil mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat lereng gunung sebagai guide trip dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru guna mengurangi jumlah pengangguran untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goals. Timbullah inisiatif untuk mendirikan AA Adventure.

“Jenis usaha tim kami adalah jasa penyewaan peralatan traveling dan trip. Kami menyewakan peralatan pendakian yang memenuhi standar keamanan dalam melakukan traveling di alam. Hal itu, dapat meminimalisir angkat kecelakaan yang disebabkan peralatan yang kurang memadai dan tidak memenuhi standar. Selain itu, kami memberdayakan masyarakat lereng gunung sebagai guide trip guna mengurangi tingkat pengangguran di lereng gunung serta memberikan keamanan kepada pelanggan trip karena guide menguasai medan geografis”, jelas Ariawan. “Posisi tempat usaha kami sangat strategis, dimana Magelang merupakan wilayah yang dikelilingi gunung-gunung (gunung Andong, Sindoro, Sumbing, Slamet, Prau, Merbabu, Merapi, Telomoyo, Ungaran). Selain itu banyaknya kampus yang berada di daerah Karesidenan Kedu dan DIY dapat menjadi peluang untuk terus berkembangnya usaha kami. Pelanggan yang menjadi target sasaran adalah mahasiswa di Jawa Tengah dan DIY yang mencapai 1.072.524 jiwa dan siswa menengah atas yang mencapai 546.857 jiwa. Alasan kami menarget mahasiswa dan pelajar sebagai pelanggan karena di usia tersebut keinginan untuk menjelajahi alam sangat tinggi, namun mereka kurang memperhatikan keamanan dan keselamatan dalam melakukan aktivitas”, tambahnya.

Ariawan menjelaskan yang menjadi kelebihan AA Adventure adalah mempunyai guide yang menguasai kondisi geografis medan, melayani sistem COD, dilengkapi dengan jasa trip, peralatan dijamin bersih dan wangi, serta kualitas perlengkapan sesuai dengan standar safety.“ Kami juga memiliki kelebihan karena mempunyai mitra organisasi pecinta alam seperti sispala dan mapala, mempunyai guide yang menguasai kondisi geografis gunung dan berpengalaman, dan pemasaran menggunakan offline dan online seperti Instagram ads, facebook ads, google SEO. Yang kami kerjakan mungkin bukan ide yang luar biasa. Paling tidak ada tujuan mulia yang kami wujudkan dengan pengembangan usaha AA Adventure ini” ungkap Ariawan.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

MAHASISWA UNTIDAR KEMBANGKAN KREATIF PALM SUGAR DI DESA SUMBERARUM TEMPURAN KABUPATEN MAGELANG

Tahun ini, 6 proposal mahasiswa Untidar berhasil lolos Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa. Salah satu dari 6 proposal yang lolos berjudul Pengembangan Ekonomi Kreatif Palm Sugar Dengan Penerapan Inovasi Teknologi Kristalisator, Dalam Upaya Optimalisasi Air Nira di Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran, yang diinisiasi oleh Hasna Kurnia Mirta sebagai ketua tim bersama dengan 10 orang anggota yaitu Ariska Maulita, Andini Rahman, Meita Ika Setiowati, Lutfia Ika Cahyani, Arini Lestari, Gita Frahmah Diah, Aufar Adhi Permana Firdaus, Bagas Daifullah, Mochammad Aulia Rizky Ramadhan, dan Zacky Anwar Mubarok. Kesemuanya adalah mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP UNTIDAR. Sasaran pendampingannya adalah masyarakat dusun Teluk desa Sumberarum Tempuran Kabupaten Magelang. Di dusun Teluk terdapat banyak pohon kelapa. Oleh karena itu banyak masyarakat yang menderes nira kelapa. Kegiatan menderes nira dan mengolahnya menjadi gula jawa sudah menjadi kegiatan yang dilakukan masyarakat dusun Teluk guna mencukupi kehidupan mereka. Namun, tersedianya air nira yang melimpah di Dusun Teluk Desa Sumberarum belum dimanfaatkan masyarakat secara maksimal dan inovatif. Hal ini dapat dilihat dari pengolahan air nira yang hanya dijadikan gula jawa dan produktivitas dalam pembuatan gula jawa yang belum maksimal.

Dalam pengolahan gula jawa kebanyakan masyarakatnya masih menggunakan cara tradisional yaitu mengaduk air nira menggunakan adukan kayu panjang serta dimasak di atas tungku kayu. Padahal, di masa sekarang ini pengolahan gula jawa bisa menggunakan teknologi yang lebih maju yaitu menggunakan teknologi mesin pengaduk otomatis. “Setelah melakukan observasi, kami berinisiatif untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat dusun Teluk. Air nira yang biasanya hanya dijadikan gula jawa dapat diubah menjadi palm sugar/gula semut. Dalam pengembangan inovasi pengolahan air nira  menjadi palm sugar, masyarakat Dusun Teluk Desa Sumberarum dapat memanfaatkan teknologi yang ada yaitu mesin kristalisator. Mesin kristalisator merupakan mesin dengan sistem kerja pengaduk untuk membuat air nira menjadi kristal. Tentunya ini bisa meningkatkan efektivitas dan efisiensi masyarakat Dusun Teluk Desa Sumberarum dalam memproduksi palm sugar”, jelas Hasna.

“Pengembangan inovasi palm sugar melalui teknologi merupakan langkah yang strategis untuk meningkatkan nilai produk olahan air nira menjadi lebih tinggi. Karena di pasaran harga palm sugar lebih tinggi dari gula jawa atau gula merah. Palm sugar juga merupakan alternatif yang baik untuk pengganti gula biasa karena indeks glikemik yang rendah dan tanpa efek samping sehingga lebih baik untuk kesehatan dibanding penggunaan gula biasa / konvensional maupun pemanis natural lainnya”, tambahnya.

Hasna menjelaskan di awal program akan dilakukan sosialisasi terkait pengolahan air nira dan penggunaan teknologi kristalisator pada pengolahan air nira. Sosialisasi akan diadakan secara langsung di Dusun Teluk dengan protokol kesehatan yang ketat mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Sosialisasi akan didampingi oleh narasumber dari Dinas Perindustrian. Setelahnya tim PHBD akan membuat struktur pengelola dari warga dusun Teluk yang akan dibagi sesuai dengan bidang & keahliannya masing-masing. Dalam Tim Pengelola ini ada bidang administrasi yang bertugas sebagai pengelola kearsipan, bidang pemasaran sebagai pembuat strategi pemasaran (branding), memahami dan mencukupi kebutuhan konsumen, melakukan riset dan menentukan harga, lalu bidang keuangan yang akan mengurus pengeluaran dan pemasukan, serta bidang produksi yang bertugas untuk mengembangkan kualitas dan kuantitas dari produk palm sugar tersebut.

Di tahap selanjutnya Tim PHBD akan melakukan pelatihan bagaimana menggunakan teknologi kristalisator. “Kami berharap, melalui program ini masyarakat yang terhimpun dalam pemberdayaan Palm Sugar memiliki pengetahuan baru tentang pemanfaatan teknologi mesin kristalisator dan bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk. Semoga program pemberdayaan ini bisa membantu masyarakat Dusun Teluk, Desa Sumberarum untuk dapat meningkatkan perekonomiannya. Palm sugar yang mereka produksi memiliki kualitas yang baik dan bisa terkenal di seluruh penjuru negeri”, pungkas Hasna.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

MAHASISWA UNTIDAR GERAKKAN MASYARAKAT DESA KERTOJAYAN, MANFAATKAN PLTB UNTUK BUDIDAYA UDANG VANAME

Desa Kertojayan adalah sebuah desa yang terletak  di pesisir Pantai Kertojayan Kabupaten Purworejo. Penduduknya sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani palawija dan petani tambak udang vaname.  Pemanfaatan pesisir pantai untuk budidaya udang vaname merupakan langkah yang sangat baik, akan tetapi dalam prosesnya budidaya udang vaname masih terkendala alat yang digunakan. Sirkulasi oksigen masih menggunakan mesin diesel, sedangkan bahan bakar solar untuk mesin diesel memiliki harga yang cukup tinggi. Pengadaan bahan bakar pun sulit karena letak geografis desa Kertojayan yang jauh dari pusat kota.

Di lain sisi sebenarnya letak Desa Kertojayan yang dekat dengan pantai memiliki keuntungan yaitu suplay tenaga angin yang sangat melimpah. Berangkat dari kondisi yang ada, Mahasiswa UNTIDAR yang tergabung dalam tim PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) memiliki inisiatif untuk melakukan pendampingan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Angin untuk menggerakkan motor listrik sebagai pengganti diesel. “ Alat tersebut dapat membantu perekonomian para petani tambak udang vaname di desa Kertojayan. Petani tambak udang biasanya menggelontorkan pengeluaran kurang lebih sebesar Rp. 8.000.00,- hanya untuk biaya solar selama 3 bulan.  Diharapkan mereka dapat terbantu dengan adanya kincir angin, mengingat sumber daya tenaga angin di pesisir pantai sangat melimpah. Hal ini tentunya juga dapat meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat desa Kertojayan”, jelas Pradita Eka Cahya Fajariyanto, yang merupakan Ketua Pengusul Kegiatan Pemberdayaan Petani Udang Vaname di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini digagasnya bersama dengan 13 anggota tim lainnya yaitu Feni Nur Arofah, Laula Suryaning Tyas, Muhammad Farhan Mahfuzh, Muhammad Ma’ruf Nur Rifai, Rinaldy Tyas Wibowo, Rifqi Fahriza, Sobri Khausan Al Muis, Novi Ismawati, Wildan Rizky Pamungkas, Taufan Restu Mulianto, Anisa Puji Handayani, Oktaviana Dwi Anjarsari, dan Diky Yusuf Kurniawan. Pemberdayaan Petani Udang Vaname di Desa Kertojayan, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo adalah satu dari 6 proposal Mahasiswa UNTIDAR yang lolos PHP2D Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2021.

Eka menjelaskan ada 3 program yang akan dilaksanakan, yaitu Program Pembangkit Listrik Tenaga Angin, Program Konsep Kuliner Khas Kertojayan, dan Program Pengembangan Pariwisata Desa Kertojayan. Program ini nantinya akan dikoordinir oleh tim PHP2D dengan dibantu oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, dan pemuda setempat. “Kami akan mengawalinya dengan sosialisasi. Setelahnya Tim PHP2D dan masyarakat desa Kertojayan akan membuat kincir angin bersama-sama. Dengan praktek pembuatan secara langsung ini diharapkan masyarakat  dapat membuat sendiri dengan bekal pelatihan yang sudah diberikan. Setelah dilakukan pelatihan, kami dari tim PHP2D akan melakukan pendampingan, pemantauan kegiatan, pelaporan dan pencatatan berbagai program yang dilaksanakan sehingga dapat menjadi bahan evaluasi di kemudian hari”, tutur Eka.

“Terkait Program Konsep Kuliner Khas Kertojayan, kami akan  mengajak kelompok remaja perempuan atau ibu-ibu PKK untuk mengikuti penyuluhan mengenai pengolahan udang vaname yang gagal panen atau yang kurang bagus kualitasnya untuk diolah menjadi olahan kuliner khas desa Kertojayan. Penyuluhan ini dilaksanakan guna memaksimalkan hasil produksi dari tambak udang vaname, dimana setiap kali panen belum tentu semuanya memiliki kualitas yang bagus. Udang dengan kualitas kurang bagus harga jualnya tentu akan lebih murah. Oleh karena itu olahan kuliner diharapkan dapat menaikkan harga jual udang gagal”, tambahnya.“Tim PHP2D juga akan memberikan pengertian mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan bagaimana melakukan pengelolaan potensi wisata yang ada di desa Kertojayan. Bersama dengan Kelompok Sadar Wisata, Tim PHP2D akan memasang dekorasi yang dapat mengundang minat dari para wisatawan, melakukan penataan tempat wisata, menetapkan area parkir, memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan wisata pantai, dan melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang yaitu melalui platform social media supaya wisatawan dari luar tertarik berkunjung ke desa Kertojayan”, ungkap Eka menutup wawancara.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)

REKTOR UNTIDAR TERJUNKAN 1113 MAHASISWA IKUTI KKN TEMATIK PERIODE AGUSTUS 2021

Rabu, 3 Agustus 2021, Rektor Untidar beserta jajarannya melepas 1113 Mahasiswa Untidar yang akan melaksanakan KKN Tematik Periode Agustus 2021. Karena masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Perkantoran, Upacara Penerjunan hanya dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, para Dekan, perwakilan peserta KKN dan perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Sebagian besar peserta KKN mengikuti Upacara Penerjunan secara daring.
“Pelajari permasalahan apa yang saat ini sedang dihadapi masyarakat. Petakan, lakukan analisis, pikirkan dan diskusikan bersama masyarakat dan dosen pendamping, lalu rumuskan alternatif solusinya. Akan lebih baik jika bisa langsung diimplementasikan dan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada”, tutur Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc. dalam sambutannya. Senada dengan yang disampaikan oleh Rektor, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Noor Farid, M.Si. berpesan kepada peserta KKN untuk cermat dalam memilih tema. “Pilih yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat, sehingga KKN benar benar bisa memberikan arti bagi masyarakat sekitar”, tegas Dr. Noor Farid. “Jangan lupa protokol kesehatan tetap dijaga supaya tidak memunculkan hal hal yang tidak diinginkan”, tambahnya.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. KKN merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan. Kegiatan KKN ditujukan untuk peningkatan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, serta seni dalam kehidupannya. Selain itu, KKN juga ditujukan untuk meningkatkan persepsi mahasiswa tentang relevansi antara kurikulum yang dipelajari di kampus dengan realita kehidupan bermasyarakat.
Dalam menyikapi perkembangan bangsa terkini, Universitas Tidar merasa perlu berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 mengingat angka kasus harian yang masih tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM-PMP) turut andil dengan merumuskan KKN Tematik di Masa Pandemi Covid-19, dalam rangka melaksanakan program akademik Universitas Tidar serta mendukung penanggulangan Covid-19.


KKN Tematik adalah program Kuliah Kerja Nyata dengan fokus yang spesifik dengan ciri: (1) relevan dengan program pembangunan daerah atau pemerintah pusat; (2) relevan dengan kebutuhan masyarakat; dan (3) relevan dengan visi, misi, renstra, kepakaran, dan IPTEKS yang dimiliki UNTIDAR. Program KKN ini telah terjadwal secara akademik di Universitas Tidar. Oleh karena itu, percepatan penanggulangan Covid-19 sangat strategis jika dilakukan dengan KKN secara tematik. “Ada 2 Tema KKN yang bisa dipilih oleh mahasiswa. Yaitu KKN Tematik Penanggulangan dan Edukasi Pencegahan Covid 19, dan KKN Berbasis Karya Pengabdian Kepada Masyarakat”, ujar Dr. Eny Boedi Orbawati, M. Si. (Plt. Kepala LPPM UNTIDAR).
Dr. Eny menjelaskan terkait dengan Penanggulangan dan Edukasi Pencegahan Covid 19, kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu : Program Edukasi Pencegahan Covid-19 Bagi Masyarakat Secara Daring, Program Pelatihan Penataan Administrasi Pemerintah Desa Berbasis TIK, Program Pelatihan Mitigasi Bencana dalam New Normal Life, Program Pelatihan Ide Usaha & UMKM dalam New Normal Life, Program Pelatihan Pemanfaatan Lahan untuk Mandiri Pangan dalam New Normal Life, Program Pelatihan Pembelajaran Efektif dalam New Normal Life, Program Bicara Baik Tentang Covid 19, Program Digital Marketing di Tengah Pandemi Covid 19, Program Literasi Media dan Pemberitaan Covid-19, Program Penguatan Usaha Kecil Menengah (UKM) Terdampak Pandemi Covid-19, Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah, Program Penyuluhan Hukum Perlindungan Ketenagakerjaan, Program Penyuluhan Hukum Pertanahan, Penyuluhan Hukum Perikatan dan Analisis Kontrak Jual Beli dan Sewa Menyewa, Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Akibat Lemahnya Perekonomian, Penyuluhan Hukum Perpajakan, Penyuluhan Hukum Lingkungan, Program Pengelolaan Administrasi Pendidikan Pada Masa Pandemi Covid-19 Secara Daring, Peningkatan Inovasi Pembelajaran(perencanaan, strategi, media) Pada Masa Pandemi Covid-19 Bagi Peserta Didik Pada Satuan Pendidikan (TK/PAUD s/d SMA/SMK/MA) Secara Daring, Penataan Lingkungan (Adiwiyata) Satuan Pendidikan Bagi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 Secara Daring, dan Pengembangan Manajemen Satuan Pendidikan Yang Sesuai Dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) pada masa pandemi Covid-19 Secara Daring,
Terkait dengan KKN Berbasis Karya Pengabdian Kepada Masyarakat, kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh mahasiswa yaitu : Program Pemanfaatan Kebun Sebagai Sumber Gizi Dalam Rangka Meningkatkan Ketahanan Pangan Keluarga, Program Pasar Online Produk Pertanian, Pengembangan Smart Village Dalam Menghadapi Covid-19, dan Program Karya Pengabdian Pembuatan Alat Pencegahan Penyebaran Covid-19.
“KKN Tematik Periode Juli-Agustus 2021 diikuti oleh 1113 mahasiswa yang terbagi ke dalam 216 kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 5-6 mahasiswa yang berasal dari minimal 3 bidang ilmu yang berbeda. Dosen Pembimbing Lapangan berjumlah 36 orang, dengan masing-masing dosen membimbing 6 kelompok KKN. Adapun Lokasi KKN tersebar ke 26 wilayah yaitu : Kabupaten Magelang (88 lokasi), Kota Magelang (68 lokasi), Kabupaten Temanggung (12 Lokasi), Kabupaten Kebumen (10 lokasi), Kabupaten Cilacap (4 lokasi), Kabupaten Pati (3 Lokasi), Kabupaten Purworejo (3 lokasi), Kabupaten Blora (2 lokasi), Kabupaten Klaten (2 lokasi), Kabupaten Boyolali (2 lokasi), Kabupaten Brebes (3 lokasi), Kabupaten Tegal (2 lokasi), Kabupaten Sukoharjo (1 lokasi), Kabupaten Karanganyar (1 lokasi), Kabupaten Pekalongan (1 lokasi), Kota Pekalongan (1 lokasi), Kabupaten Purbalingga (1 lokasi), Kabupaten Batang (1 lokasi), Kabupaten Semarang (1 lokasi), Kota Semarang (1 lokasi), Kabupaten Sleman (1 lokasi), Kabupaten Bekasi (1 lokasi), Kota Bekasi (1 lokasi), Kabupaten Banyumas (1 lokasi) dan DKI Jakarta (1 lokasi)”, tambahnya.

Penulis : Tri Endah Retno Kusumaningrum (Humas UNTIDAR)