BIBIT MANGGIS KAKI GANDA DIBORONG PEMONEV, TIM PKM UNTIDAR OPTIMIS MASUK PIMNAS

Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar mengikuti monitoring dan evaluasi (monev) eksternal di Auditorium UNNES, Jumat (21/07). Dua belas tim PKM UNTIDAR bersama 173 tim lainnya dari 19 perguruan tinggi bergantian memaparkan hasil PKM masing-masing di depan pemonev yang telah ditentukan.

Dari total 185 tim PKM dibagi menjadi 4 kelompok A-D. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 pemonev. Setiap tim diberi kesempatan presentasi 10 menit dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Presentasi meliputi pelaporkan kegiatan PKM dari awal hingga akhir yang telah didokumentasikan berupa foto ataupun video, penggunaan dana, produk, brosur, katalog maupun X-bannernya serta artikel maupun jurnal yang telah dipublikasikan.

“Pada sesi Tanya jawab pemonev membeli hasil bibit manggis kaki ganda hasil PKM kelompok kami. Kami tidak menyangka bibit manggis ini menarik perhatian para pemonev sampai akhirnya membeli bibit manggis ini,” kata Ardika Ageng Samudra.

Ardika merupakan ketua tim dari PKMK Untung Ganda Dengan Bibit Manggis Kaki Ganda. Bibit manggis hasil PKM ini memiliki banyak keunggulan dibandingkan bibit manggis yang biasanya. Pertumbuhan bibit manggis kaki ganda ini pertumbuhannya lebih cepat serta hasil buah yang lebih banyak.

Seluruh tim PKM UNTIDAR masuk dalam kelompok D dimana tiap tim dimonev oleh 1 pemonev eksternal dan 1 pemonev internal. Pemonev eksternal yaitu Prof.DR.Tukiran, M.Si dari UNESA Surabaya dan pemonev internal yaitu Tri Murtini,S.Pd.,M.Pd. dari UNNES.

“Besar harapan kami serta tim PKM lain dari UNTIDAR untuk lolos maju ke Pimnas,” tambah Fisela Fikta Arunia ketua tim PKMK Hotel Jamu Si Ompong sekaligus anggota PKMK Bibit Manggis Kaki Ganda. Menurutnya, masing-masing tim PKM UNTIDAR sudah berusaha maksimal mulai dari riset judul pada awal pembuatan PKM, pelaksanaan kegiatannya serta persiapan untuk monev eksternal ini.

Simulasi monev yang sebelumnya diselenggarakan di kampus UNTIDAR membantu masing-masing tim dalam menyajikan hasil PKMnya di depan pemonev. Walaupun beberapa diantaranya masih demam panggung tetapi sebagian besar bisa melaksanakan presentasi dan Tanya jawab dengan lancar.

Hasil monev eksternal yang dilaksanakan di UNNES ini menjadi dasar dari keseluruhan PKM Perguruan tinggi untuk maju ke PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang akan diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Makasar, Sulawesi Selatan pada 23 – 28 Agustus 2017 mendatang. (HDN/DN)

12 TIM PKM UNTIDAR JALANI SIMULASI JELANG MONEV DI UNNES

Sejumlah 12 tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Universitas Tidar melaksanakan simulasi monitoring dan evaluasi (monev) di ruang E2.02.03, Gedung Fakultas Teknik, Senin (17/07). Simulasi ini merupakan persiapan monev PKM DIKTI tahun 2017 yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada Kamis-Jumat (20-21/07) mendatang.

Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd., dan Aji Novia Prastanti, S.Pd., pemonev pada simulasi PKM UNTIDAR 2017.

Mesin pemipih ini berpotensi meningkatkan produksi penghasil emping singkong di Dusun Karangrejo, Blokeng, Ngluwar, Kabupaten Magelang. “Rata-rata per harinya, setiap produsen hanya menghasilkan 2 kg emping dalam 5 jam jika menggunakan sistem manual. Dengan mesin ini, 2 kg emping bisa dikerjakan dalam waktu ½ jam saja, pastinya menghemat tenaga, waktu serta meningkatkan penghasilan masyarakat,” tambahnya.

Tim PKMPE Spray GAPIPA : Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal sedang       mempersiapkan bahan presentasi pada simulasi Monev PKM UNTIDAR.

Menurut Rangga Asmara, S.Pd., M.Pd., pemonev pada simulasi PKM, materi yang disajikan tiap tim masih perlu dilengkapi lagi. “Sebagian besar masih harus melengkapi data laporan misal hasil produk serta dokumentasi pelengkap. Mereka hanya membaca apa yang ditayangkan di slide bukan mempresentasikannya,” jelasnya. Sebagian besar hanya membaca slide bukan mempresentasikan hasil PKMnya. “Mereka belum menguasai bahan yang dipresentasikan sehingga terpacu pada catatan atau tulisan di slide saja,” tambahnya.

Total 12 tim PKM UNTIDAR yang akan berangkat ke UNNES untuk Monev PKM DIKTI tahun 2017 terdiri dari 2 Program Kreativitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) yaitu tim PKMT Mesin Pemipih Adonan Pada Proses Produksi Emping Singkong dan tim PKMT Mesin Pengering Padi Berbasis Elektrik Otomasi Dengan Metode Momen Putar; 4 Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) yaitu tim PKMK Pemanfaatan Limbah Serbuk Gergaji Dan Gedebog Pisang Sebagai Media Tanam “Jibog” Di Kabupaten Jepara, PKMK Untung Ganda Dengan Bibit Manggis Kaki Ganda, PKMK Hotel Jamu Si Ompong (Homestay Karantina Sumber Laba Jasa Penggemukan Domba Potong, dan PKMK Pemanfaatan Nilai Estetika Limbah Serutan Kayu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lukisan Tiga Dimensi; 2 Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) yaitu PKMM Mitigation Of Landslides In Totogan (Milanta) : Pendidikan Pencegahan Bencana Tanah Longsor Terhadap Masyarakat Di Desa Rawan Bencana dan PKMM Pendidikan Karakter Bagi Anak Untuk Memperkuat Jati Diri Dan Cinta Indonesia Dengan Metode Pala Kancil (Pameran Dolanan Edukasi Anak Kecil) Di Kampung Karanggading Kota Magelang; 1 Program Kreatifitas Mahasiswa Karsacipta (PKMKC) yaitu PKMKC PLTBM (Pembangkit Listrik Tenaga Bandul Magnetis) Dengan Mengimplementasikan Konsep Gerak Harmonik Sederhana; 1 Program Kreatifitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKMPE) yaitu PKMPE Spray Gapipa “Getah Pisang – Ekstrak Buah Pare Sebagai Anti Inflamasi Herbal”; dan 2 Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora (PKMPSH) yaitu PKMPSH Pengaruh Keberadaan Pabrik Terhadap Perkembangan Konservasi Lingkungan Masyarakat Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang dan PKMPSH Penerapan Community Based Tourism (Cbt) Di Desa Wisata Candirejo Borobudur Mewujudkan Kemandirian Desa.

Tim PKMK Pemanfaatan Nilai Estetika Limbah Serutan Kayu Sebagai Bahan Baku Pembuatan Lukisan Tiga Dimensi membawa membawa produk pertama mereka untuk dipresentasikan.

Tim PKM UNTIDAR ini akan mengikuti Monev PKM Dikti tahun 2017 bersama 18 PTN/PTS lain pada Kamis-Jumat (20-21/07) di auditorium UNNES (Gedung Prof. Wuryanto). Hasil monev ini akan menentukan tim PKM yang akan maju ke Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makasar, Sulawesi Selatan pada Agustus mendatang. (DN)

NUZULUL QURAN : MEMAKNAI ARTI “IQRA” DALAM DUNIA AKADEMIK

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Bambang Kuncoro, M.Si. menghadiri peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Mambaul Ulum dan Unit Kegiatan Agama Islam (UKAI) UNTIDAR, Selasa (13/06) malam.

“Jadikanlah Al Quran sebagai petunjuk. Jadilah orang yang pandai dan cerdas tanpa melupakan Al Quran,” tutur WR III. Beliau juga menuturkan banyak peneliti yang akhirnya penelitiannya tidak berhasil karena di Al Quran telah dijelaskan tidak ada atau peneliti yang meneliti tentang sesuatu hal yang telah dijelaskan di dalam Al Quran.

WhatsApp Image 2017-06-13 at 21.56.04

Pada acara ini, WR III bersama beberapa pimpinan universitas juga berkesempatan memberikan santunan dan paket alat tulis kepada 29 anak yatim yang berasal dari sekitar Kampus Tuguran. Nur Rofiq, S.Pd.I, M.Pd.I, dosen sekaligus pendamping UKM UKAI UNTIDAR berkesempatan memberikan tausiah mengenai makna “Iqra” dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam dunia akademik.

“Iqra artinya membaca, hendaknya tidak hanya dimaknai sekedar membaca buku namun juga membaca alam serta lingkungan sosial kemasyarakatan,” tutur Nur Rofiq.

Membaca dalam artian menuntut ilmu juga harus dilandasi dengan iman atau nilai-nilai agama. Para ilmuwan yang hanya mengembangkan ilmu dan penemuannya berdasarkan teori tanpa adanya nilai-nilai agama di dalamnya menjadikan hal tersebut ‘mudarat’. Contohnya adalah kloning manusia yang dinilai haram karena merusak nasab/keturunan.

Isu-isu negatif yang menerpa Indonesia akhir-akhir seperti isu kebhinekaan, Pancasila, agama, rasa dan sebagainya menuntut kita khususnya keluarga besar sivitas akademika UNTIDAR untuk membaca situasi kondisi serta mengambil langkah yang bijak agar tidak terpengaruh arus yang negatif.

Menurut Nur Rofik sebagai kaum akademik terutama kita yang muslim harus ‘terdidik’ secara ilmu dan islam. “Memahami apa yang disampaikan, mempersonifikasi tokoh-tokoh berilmu islam atau sahabat-sahabat nabi dalam kehidupan sehari-hari serta berbaik sangka pada sesama muslim,” jelasnya. (UKAI/DN)

PKMM 2017 : WASPADA BENCANA DENGAN “MILANTA”

Bencana tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Totogan, Kecamatan Karang Sambung, Kabupaten Kebumen menggerakkan Endah Pangestuti, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Tidar menyusun sebuah program penanganan bencana di wilayah ini.

Keadaan tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi menjadi pemicu tanah longsor. Masyarakat yang terlambat memahami tanda-tanda ini terancam keselamatannya jiwa raga, rumah serta lahan pertaniannya. Endah bersama 4 anggota timnya yaitu Fara Indah Damayanti, Aprilia Ayu Nugraheni, Mustika Handayani, dan Bintoro Eri Adriyan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) “Milanta” (Mitigation of Landslides in Totogan) menyelenggarakan pendidikan pencegahan bencana tanah longsor kepada masyarakat Totogan.

Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

                                    Sosialisasi mitigasi bencana bersama warga Totogan dan LMDH.

Ketua Pelaksana PKM-M Endah Pangestuti menerangkan bahwa daerah tersebut rutin setiap tahunnya terkena longsor baik terjadi di jalan, tebing bahkan sampai di rumah warga. “Kedepannya saya dan tim berharap masyarakat mulai mengenali tanda-tanda bencana dan cara pencegahannya sehingga muncul rasa aman tanpa was-was sewaktu-waktu longsor kembali,” tuturnya.

Pemilihan Desa Totogan sebagai lokasi PKMM karena Dilakukan di desa ini selain karena kondisi tanah juga ingin membuat masyarakat sekitarnya merasa aman untuk mengurangi resiko, melalui tindakan pencegahan dan penanggulangan setelah bencana terutama bencana longsor  meskipun belum seluruhnya,“ jelasnya.

Dibawah bimbingan Dosen Retno Dewi Pramodia Ahsani., SIP., MPA, Endah dan tim melaksanakan 4 kegiatan yang dimulai dari simulasi, pembuatan terasering, reboisasi dan pembuatan turap. Kegiatan Simulasi ini dengan mengumpulkan warga memberikan pengetahuan tentang bencana longsor, kemudian membuat terasering juga melakukan upaya reboisasi. Penanggulangan tahap akhir adalah pembuatan turap setinggi 4 meter dan panjang hingga 15 meter untuk mencegah longsoran kembali. Semuanya dilakukan mahasiswa bersama warga sekitar dibantu Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Totogan.

Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

                                      Reboisasi merupakan salah satu upaya pencegahan tanah longsor.

“Kami siap memberikan informasi yang mendukung kegiatan mahasiswa serta membantu semaksimal mungkin misal dalam pepbuatan terasering atau turap,” tutur Mismun Ketua LMDH Perhutani Totogan yang sekaligus menjadi pendamping PKM-M “Milanta” yang dilaksanakan pada bulan April dan berakhir pada 7 Mei 2017. (HDN/DN)

PSM GRANDIO SONORA TIDAR SIAP BERLAGA DI 5TH VIETNAM INTERNATIONAL CHOIR COMPETITION

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. resmi melepas tim Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Grandio Sonora Tidar yang akan mengikuti 5th Vietnam International Choir Competition, Selasa (06/06). Kompetisi antar tim paduan suara dibawah pengelolaan organisasi INTERKULTUR ini berlangsung di kota Hoi An, Vietnam pada Rabu-Minggu (7-11/06).

PSM Grandio Sonora Tidar berpamitan kepada Rektor Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.M sebelum berangkat ke 5th Vietnam International Choir Competition.

PSM Grandio Sonora Tidar berpamitan kepada Rektor Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Hery Suroso, S.T., M.M sebelum berangkat ke 5th Vietnam International Choir Competition.

Sejumlah 17 mahasiswa, satu pembina, satu konduktor dan satu pengiring. PSM GST UNTIDAR akan bertanding dalam 3 kategori yaitu folklore, musica sacra dan mixed choir.

Kategori yang pertama Mixed Choir, dimana dilihat dari tingkat usia yang beragam berada dalam satu paduan suara. Dengan menyanyikan 3 lagu yaitu Ballade to the Moon, Segalariak, dan Il carnevale di Venezia. Kategori yang kedua Chamber Choirs of Mixed Voices dengan menyanyikan 3 lagu yaitu Dixit Maria, The Ground, dan Salmo 150. Kompetisi Internasional ini banyak menggunakan lagu bersyair latin.

Kategori yang ketiga adalah Folklore,dengan menyanyikan lagu daerah yang disarankan menggunakan lagu daerah asalnya. Dalam kesempatan ini GST UNTIDAR akan menyanyikan lagu Nunggang pit, Gai Bintang dan Yamko Rambe Yamko.

Rektor UNTIDAR Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. bertemu dengan GST sebelum berangkat dan memberikan pesan bagi GST agar dapat tampil optimal sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan selama ini. “Dengan semangat yang tinggi dapat tampil secara optimal dan para peserta paduan suara dapat menghayati isi syair sehingga vokal benar2 dapat dikeluarkan maksimal”, katanya.

Dalam pesan yang disampaikan ia memberikan ucapan selamat dan sukses agar nantinya dapat pulang membawa hasil yang baik. Dalam pamitan kali ini, GST sempat menyanyikan lagu Himne UNTIDAR dan menurut beliau suasana berubah menjadi haru sekaligus bangga akan para mahasiswa. “Saya sampai berkaca-kaca saat anak GST menyanyikan lagu Himne UNTIDAR, serta bangga bisa melawat mereka hingga akhirnya berangkat ke Vitenam”, jelasnya.

Penampilan PSM GST dalam Dies Natalis ke-3 UNTIDAR.

                                                   Penampilan PSM GST dalam Dies Natalis ke-3 UNTIDAR.

Keberangkatan PSM GST sempat mengalami beberapa kendala, khususnya masalah dana. Meskipun begitu, mereka tidak putus asa berbagai cara dilakukan untuk menggalang dana. “Tidak hanya yang berangkat ke Vietnam semua anggota PSM GST ikut berusaha mengumpulkan dana, mulai dari mengumpulkan koran bekas, berjualan kaos, gelang bahkan makanan ringan,” tutur Achmad Mursid, koordinator tim.

PSM GST juga mengirimkan proposal ke bagian Belmawa Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. “Ada informasi bantuan pembiayaan kegiatan mahasiswa dari kemristek, segera kami kirimkan proposal dan alhamdulillahnya lolos,” tambahnya.

Selain itu, keberangkatan PSM GST kali ini juga dibantu beberapa sponsor salah satunya PT. Mekar Armada Jaya dengan memberikan bantuan transportasi dari Magelang menuju Bandara dan akan menjemput kembali sepulangnya dari Vietnam. (HDN/DN)

SAMBUT RAMADHAN, HMTS BERSIH-BERSIH MASJID SEKITAR KAMPUS UNTIDAR

Ratusan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) membersihkan masjid di sekitar kampus UNTIDAR, Kamis (25/05) dalam rangka menyambut Buloan Ramadhan. Kegiatan bakti sosial ini diikuti kurang lebih 125 mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa semester 2. “Beberapa mahasiswa membawa alat kebersihan dari rumah. Kami menyapu, mengepel, membersihkan tempat wudhu hingga menjemur karpet alas sholat,” kata Wahyu Adi Pratama, Koordinator Lapangan untuk lokasi Masjid Shalahuddin Al Ayyubi, Potrobangsan.

Lokasi kegiatan bakti sosial HMTS ini terdiri dari 8 masjid yaitu Masid Ina’in Al Hidayah Dumpoh, Masjid Ukhuwah Islamiyah Badakan, Masjid At Taqwa Kebondalem, Masjid Al Hidayah Potrobangsan, Masjid Nurul Huda Potrobangsan, Mushola At Taqwa Tuguran dan Masjid Shalahuddin Al Ayyubi Potrobangsan.

Beberapa mahasiswa sedang membersihkan tempat wudhu di Masjid Al Hidayah Potrobangsan.

Beberapa mahasiswa sedang membersihkan tempat wudhu di Masjid Al Hidayah Potrobangsan.

“Ada 10-15 anak tiap lokasinya. Respon masyarakat positif bahkan para takmir beberapa masjid juga ikut membersihkan masjid bersama. Kami harap, program ini bisa dilaksanakan tahun depan bahkan untuk tahun-tahun selanjutnya,” tambah Wahyu.

Kegiatan dimulai mulai 07.00 Wib dimana seluruh peserta berkumpul dan melakukan briefing termasuk pembagian tim untuk masing-masing lokasi masjid. Selanjutnya tim beserta koordinator lapangan berangkat menuju lokasi yang ditentukan dengan berjalan kaki. Bersih-bersih masjid HMTS ini berakhir pukul 12.00 Wib dan seluruh peserta kembali ke kampus.

Wardoyo, Ketua RW V Potrobangsan sekaligus Takmir Masjid Shalahuddin Al Ayyubi menyambut baik kegiatan mahasiswa ini. “Terima kasih atas bantuan teman-teman mahasiswa, kegiatan ‘terjun langsung’ ke masyarakat seperti ini kami harap dapat ditingkatkan lagi. Kegiatan ini juga berguna untuk pengenalan kampus UNTIDAR ke masyarakat sekitar,” tandasnya. (DN)

WAWASAN LEGISLATIF MAHASISWA UNTIDAR

Seminar Legislatif yang diadakan di Auditorium UNTIDAR kamis (18/05) mengundang dua pembicara anggota DPRD yaitu Bapak M.Hendri Wicaksono selaku Komisi C DPRD Provinsi Jawa tengah dan Ibu Hibatun Wafiroh, S.Ag.M.Ag Komisi C DPRD Kabupaten Magelang, dengan tema “Mari Berbicara Tentang Legislatif Untuk Mencetak Legislator Muda Berkapabilitas”.

Sesuai dengan tema seminar yang diselenggarakan oleh BLM UNTIDAR dengan tujuan memberikan wawasan mengenai badan legislatif. Menurut Alfi Dianto Ketua BLM UNTIDA,  rata-rata mahasiswa lebih tertarik pada bidang eksekutif karenanya kami berikan sarana melalui seminar ini untuk dapat membuka pemikiran mereka mengenai legislatif. ”Memberikan pengetahuan mengenai legislatif baik secara sistem maupun fungsinya serta dapat menarik minat mahasiswa dalam bidang legislatif”, jelasnya.

seminar 2

Dalam pembukaan Seminar yang diikuti oleh mahasiswa UNTIDAR, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr.Bambang Kuncoro, M.Si mengemukakan seminar ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai politik. “Jangan sampai ada pemikiran bahwa politik itu jahat atau kotor, justru dengan seminar ini bisa menambah pengetahuan mahasiswa mengenai politik maupun kepemimpinan dan tertarik bidang politik untuk mensejahterakan rakyat”, jelasnya.

Hibatun Wafiroh, S.Ag.M.Ag memaparkan mengenai Legistatif dan fungsinya dalam seminar ini. “Disebut legislatif karena tugas kami membuat peraturan disebut perda (peraturan daerah) guna mengembangkan, meningkatkan, mewujudkan hingga nantinya mencapai kesejahteraan masyarakat”, jelasnya.  Sedangkan Bapak Hendri Wicaksono lebih banyak bercerita mengenai apa itu DPRD secara stuktural. “Perlunya politik diisi oleh orang pintar, agar dapat membawa hal baik untuk perkembangan pemerintahaan”,jelasnya. (HDN)

PELANTIKAN PENDAMPING & KETUA UKM TAHUN 2017, REKTOR UNTIDAR SERAHKAN BANTUAN PERALATAN

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. menyerahkan langsung bantuan peralatan kepada  7 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Rabu (07/01). Bantuan peralatan ini diserahkan kepada UKM Mapala Sulfur, UKM Olah Raga & Beladiri, UKM Pramuka, UKM Bengkel Seni, UKM UKAI, UKM Paduan Suara dan UKM Menwa.

“Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kegiatan ekstrakulikuler di kampus dan diharapkan mahasiswa dapat menjaga serta merawatnya dengan baik,” kata Rektor UNTIDAR.

Tiap UKM mendapatkan bantuan peralatan yang berbeda sesuai dengan bidangnya masing-masing. UKM Mapala Sulfur mendapatkan 2 buah tenda dome, 1 buah GPS Garmin 64 S, 2 buah HT, 1 buah tali caramel dan 2 buah tenda KSR lengkap dengan tandu lipat alumunium, P3K dan tas GEA.

“Kami bersyukur kampus memberikan bantuan peralatan yang  mendukung kegiatan UKM Mapala. Peralatan tersebut mendukung sekali untuk memperlancar program kerja 2 tahunan khususnya untuk persiapan kompetisi Mapala di tingkat nasional,” tutur Dwi Andriyanto, Ketua UKM Mapala Sulfur.

Menurutnya, bantuan peralatan dari pihak universitas bisa menjadi pemacu untuk mengembangkan prestasi internal organisasi pada khususnya dan juga universitas pada umumnya. “Semoga bisa bermanfaat untuk kegiatan sosial masyarakat juga kedepannya,” tambahnya.

Rofiq Munanjar, Ketua UKM Paduan Suara Grandio Sonora Tidar (kanan)n merima bantuan peralatan dari Rektor UNTIDAR.

Rofiq Munanjar, Ketua UKM Paduan Suara Grandio Sonora Tidar (kanan)n merima bantuan peralatan dari Rektor UNTIDAR.

Rofiq Munanjar, Ketua UKM Paduan Suara Grandio Sonora Tidar mengucapkan terima kasih atas apresiasi universitas kepada kegiatan UKM. “Harapan kita, Dapat mengapresiasikan dengan maksimal dan optimal atas apa yang di berikan oleh kampus,” tuturnya. Dalam acara ini UKM Paduan Suara juga berkesempatan menampilkan 2 lagu yaitu Cublak-Cublak Suweng dan Gambang Suling serta meminta dukungan dan doa restu perihal rencana mengikuti perlombaan paduan suara tingkat internasional di Vietnam pertengahan tahun nanti.

“Mari kita sambut Tahun 2017 ini dengan kegiatan kemahasiswaan yang positif dan mendukung kegiatan akademik di kampus. Saya mengapresiasi system perekrutan terbaru BEM & BLM dimana anggotanya diwajibkan memiliki IPK 3.0,” tutur Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni, Drs. Bambang Kuncoro, M.Si.

Menambahkan syarat batas minimal IPK bertujuan mahasiswa lulusan UNTIDAR nantinya tidak hanya mahir dalam akademik saja namun juga terampil dalam bidang ekstrakulikulernya. Softskill dari kegiatan UKM ini merupakan nilai tambah ketika mereka nantinya mencari pekerjaan setelah lulus.

Pada acara yang sama, Rektor UNTIDAR juga sekaligus melantik Ketua BLM, BEM dan UKM tingkat Universitas beserta pendampingnya serta dilangsungkan proses penyerahan Bantuan Bidikmisi secara simbolisasi. (DN/HDN)

PKMT 2016 : RAKIT MESIN PENGUPAS KACANG, BAGAS DAN TIMNYA SUKSES REBUT HATI MASYARAKAT TLOGOPUCANG TEMANGGUNG.

Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung khususnya Desa Tlogopucang memiliki ketinggian tanah ± 657,31 m dpl dengan suhu antara 20-30 ℃ dengan rata-rata jumlah hari hujan 64 hari dan banyaknya curah hujan 22 mm/th menjadikan daerah ini sebagai wilayah pengembangan tanaman pangan berupa ketela pohon dan kacang tanah.

Selama ini, petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Putro Makaryo, Desa Tlogopucang mengolah hasil panen kacang tanah di wilayahnya menjadi kacang tanah kupas kering yang bertujuan untuk meningkatkan harga jualnya. “Para petani masih mengupas kulit kacang secara manual dimana membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup lama dan hanya menghasilkan kacang tanah kering dalam jumlah yang sedikit,” tutur Bagas Dwi Prakoso.

Menurut Ketua PKMT Aplikasi Mesin Pengupas Kacang Tanah Tipe Ruji sebagai Peningkat Efisiensi Produksi di Kelompok Tani Putro Makaryo, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung ini warga menyambut baik program mahasiswa UNTIDAR ini. Mesin ini mampu mengupas 30 kg kacang tanah dalam waktu 1 jam.

“Nantinya Si PK (Mesin Pengupas Kacang) ini diharapkan mampu meningkatkan produksi serta penghasilan petani kacang tanah di desa ini,” tambahnya.

Bagas dan timnya termotivasi tinggi untuk mengembangkan produk mesin pengupas kacang hasil rakitan mereka sendiri. Tim yang seluruh anggotanya berasal dari prodi Teknik Mesin ini diketuai Bagas dan beranggotakan Rachman Satya Pamungkas, Andhi Setyo Pamungkas dan Alfi Diantoro. “Sampai saat MONEV PKM kemarin, mesin pengupas kacang kami sudah siap 100% memenuhi target yang tertulis di proposal. Sekarang kami sedang dalam proses pengembangan produk,” ujar Bagas.

Proses pembuatan mesin pengupas kulit kacang.

Proses pembuatan mesin pengupas kulit kacang.

Pada pemaparan saat MONEV PKM pertengahan April 2016 lalu, Bagas dan timnya optimis mesin pengupas kacang ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak di sektor yang sama. “Mesin ini sudah diminati oleh kepala Desa Tlogopucang untuk selanjutnya dapat digunakan oleh masyarakat,” tambah Bagas.

Pembuatan mesin ini ternyata meningkatkan antusiasme masyarakat. “Pada saat kami berdiskusi dengan masyarakat dan aparat desa, mereka berharap Desa Tlogopucang dapat menjadi desa binaan dari Universitas Tidar,” jelas Bagas. Mendapat sinyal yang baik, tim ini semakin semangat untuk menambah mesin dengan blower yang berfungsi untuk memisahkan kulit kacang dengan isinya. (Latief – Luki Mg/HDN)

PKMM 2016 : SISTEM PENGAIRAN TERPADU PECAHKAN KENDALA AIR BERSIH DI DUSUN SEDONO

Windiya Nur Alita, Ganesha Hendra Saputra, Angga Dwi Saputra, Himmatul Ulya dan Widyo Mangesti melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKMM) Pengelolaan Sistem Pengairan Terpadu di Dusun Sedono memberikan solusi sulitnya masyarakat dalam memperoleh pasokan air bersih selama ini.

Widyo Mangesti atau yang lebih akrab disapa Esti adalah mahasiswi UNTIDAR yang berasal dari Dusun Sedono. “Untuk mendapat air bersih warga harus mengambil bergantian ke mata air atau sungai terdekat. Jarak mata air ke Dusun Sedono sekitar 1 km,” tuturnya. Permasalahan ini merupakan ide awal Esti bersama 4 teman lainnya dalam menyusun proposal dan pada pertengahan tahun 2016 lalu PKM ini merupakan salah satu yang lolos didanai Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

“Saya yang berasal dari Dusun Sedono, jadi saya berfikir kenapa tidak saya berusaha dengan yang ada di sekitar saya. Beruntung proposal PKM lolos sehingga keinginan untuk membantu dusun saya tercapai,” jelas Esti.

Dusun Sedono terletak di ujung barat Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Lokasi dusun yang melingkar dengan kontur yang berbukit-bukit serta jauh dari mata air menjadi kelemahan Dusun Sedono yang menyebabkan sulitnya warga mendapatkan air bersih. Selama ini warga mengandalkan musim hujan dengan menampung airnya atau memilih membawa air dari sumber mata air sebagai sumber air bersih. Pemandian umum yang terletak dekat mata air menjadi satu-satunya sumber air yang mudah didapatkan. Hanya saja seluruh warga menggunakan, sehingga terkadang warga saling berebut dan tidak efektif. Jaraknya yang jauh juga membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup banyak hanya untuk membawa air bersih ke rumah.

Pembangunan bak penampungan air dikerjakan oleh tim PKMM beserta warga secara gotong royong.

Pembangunan bak penampungan air dikerjakan oleh tim PKMM beserta warga secara gotong royong.

Windiya dan kawan-kawannya dengan bantuan warga sekitar membangun bak penampungan yang dijadikan sumber air utama serta dialirkan ke masing-masing rumah warga. “Dari info yang ada sebelumnya sekitar 10 rumah yang belum mendapat aliran air bersih dan sekarang sudah hampir seluruh warga yang mendapatkan aliran air bersih,” katanya.

Bak penampungan air dibangun beberapa buah. Pada penampungan air pertama diberi arang dan ijuk sebagai cara sederhana untuk menyaring kotoran. Sehingga air yang disalurkan ke rumah-rumah warga menjadi bersih dan bening.

 “Kita membangun bak penampung air di sumber mata air, namanya Ngasinan lalu di bak tersebut diberi lubang untuk mengalirkan air menggunakan peralon lalu sampailah air itu ke rumah warga,” tambah Esti. Dalam hal perawatan, bak penampungan perlu dibersihkan secara rutin sehingga alirannya tetap lancar n kualitas air dapat selalu bersih.

Sebelum dan setelah program berlangsung, tim PKM melakukan rembug warga dan mendapatkan respon positif. “Saya harap program dari mahasiswa ini dapat berlanjut pada program lainnya seperti pertanian maupun peternakan,” ucap Triyono, Kepala Desa Dusun Sedono. (Resti-Rizka Mg/HDN)