Untidar Raih Pendanaan Erasmus+, Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Program FIND4S
Magelang – Universitas Tidar (Untidar) memperluas kiprahnya di kancah internasional melalui program Food Innovation and Education for Sustainable Society (FIND4S, baca: Find Force) yang dihelat Senin (6/10), di Ruang Multimedia, Kampus Tuguran. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari konsorsium internasional yang didanai oleh Erasmus+ Uni Eropa dan melibatkan tujuh universitas di Indonesia serta empat mitra dari Eropa.

FIND4S berfokus pada pengembangan dan peningkatan kurikulum studi Teknologi Pangan agar lebih adaptif terhadap tantangan global, terutama dalam bidang inovasi pangan berkelanjutan. Dalam kesempatan ini hadir perwakilan dari universitas luar negeri di Eropa, yakni Prof. Jan Van Impe, Monika Polanska, Ph.D., dan Satyajeet Bhonsale, Ph.D. (KU Leuven, Belgia), Prof. Jean Titze (Anhalt University of Applied Science, Jerman), Prof. Rui Morais dan Prof. Alcina Morais (Catholic University of Portugal), serta Dr. Rajat Nag (University College Dublin, Irlandia).
Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Tidar sekaligus Kepala Laboratorium Gizi, Teknologi Pangan dan Farmasi, Muhammad Iqbal Fanani Gunawan, S.T.P., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara universitas-universitas di Indonesia dengan mitra Eropa dalam rangka penguatan kurikulum.
“FIND4S ini merupakan kegiatan konsorsium yang kami ajukan bersama Undip sebagai koordinator Indonesia ke Erasmus+. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas kurikulum teknologi pangan di Indonesia melalui kolaborasi dengan universitas-universitas Eropa,” jelasnya.
Iqbal menambahkan bahwa program FIND4S akan berjalan hingga tahun 2027 dan menjadi tonggak penting bagi Untidar karena ini merupakan kali pertama Untidar mendapatkan pendanaan dari Erasmus+. Selain sesi diskusi kurikulum, kegiatan di Untidar juga diisi dengan pemaparan kuliah umum dari perwakilan universitas Eropa yang hadir.
“Saya harapkan FIND4S ini bisa memberikan manfaat dan dampak yang baik bagi program Teknologi Pangan. Semoga dosen-dosen Universitas Tidar semakin semangat mencari pendanaan dan memperluas kerjasama, agar bisa memiliki lebih banyak jejaring dengan universitas luar negeri. Sebenarnya, peluang program kolaborasi dan pendanaan internasional itu banyak sekali, tinggal bagaimana kita aktif menjangkau dan memanfaatkannya.” Pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa, serta memperluas peluang kerja sama global di bidang pendidikan dan penelitian, khususnya dalam pengembangan inovasi pangan berkelanjutan.
Penulis: Aghna
Editor: Danu



