Delegasi Untidar Presentasikan Pemanfaatan Kulit Kopi Untuk Minuman Kaya Antioksidan di Konferensi Internasional Teknologi Pangan di Eropa

Dalam gelaran konferensi bidang teknologi pangan 14th biennial FOODSIM’2026 di Belgia tanggal 15-17 April 2026, 2 dosen Universitas Tidar diundang untuk mempresentasikan makalah di bidang tersebut. Untidar dan 6 perguruan tinggi di Jawa Tengah lainnya yang tergabung dalam konsorsium  Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data-Driven Food System in Indonesia (FIND4S) menjadi partisipan aktif konferensi dengan pembiayaan dari Erasmus+.

FIND4S adalah proyek penguatan kapasitas perguruan tinggi untuk keberlanjutan sistem pangan berbasis data yang dilakukan oleh konsorsium 7 perguruan tinggi di Jawa Tengah dan 4 Perguruan Tinggi di Eropa.   Ketujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah tersebut adalah Universitas Diponegoro, Universitas Tidar, Universitas Semarang, Universitas Muhammadiyah Semarang, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas PGRI Semarang, dan Universitas Nasional Karang Turi. Sedangkan 4 perguruan tinggi dari Eropa adalah KU Leuven(Belgia), University College Dublin (Irlandia), Universidade Católica Portuguesa (Portugal), dan Hochschule Anhalt (Jerman).

Dosen Teknologi Pangan Untidar M. Iqbal Fanani Gunawan, M.Si menyajikan makalah yang ditulis berdasarkan hasil penelitiannya tentang pemanfaatan kulit kopi (cascara) untuk pembuatan minuman kombucha. Kombucha dikenal sebagai minuman kesehatan yang mengandung banyak anti oksidan. Penelitian yang dilakukan oleh Iqbal dan tim yang beranggotakan dosen-dosen Fakultas Pertanian Untidar menunjukkan temuan bahwa dengan teknik pengolahan yang berbeda, kandungan flavonoid dan fenolik yang yang terbentuk dalam proses fermentasi menghasilkan kadar berbeda-beda. Fenolik dan flavonoid adalah senyawa yang lazim ditemukan dalam tumbuhan yang bersifat anti oksidan. Penelitian ini membuktikan bahwa proses kombinasi pengeringan, penyeduhan, dan fermentasi kulit kopi menghasilkan kadar flavonoid dan fenolik yang lebih tinggi dibandingkan dengan proses pembuatan kombucha dari kulit kopi yang tidak difermentasi.

“Kopi telah menjadi komoditas unggulan di wilayah Magelang dan sekitarnya. Demand kopi juga tinggi, seiring dengan menjamurnya coffee shop belakangan ini. Kulit kopi yang sebenarnya merupakan limbah ternyata masih bisa dimanfaatkan untuk hal yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” tutur Iqbal. Selanjutnya Iqbal, yang mendapatkan predikat sebagai best presentation FIND4S di forum tersebut juga menegaskan bahwa partisipasi dalam konferensi internasional ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan kopi Indonesia.

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si menunjukkan apresiasinya atas kinerja dosen-dosen muda yang terlibat dalam proyek FIND4S tersebut. “Sebagai prodi yang relatif masih baru, Teknologi Pangan mampu menunjukkan kiprahnya dengan keikutsertaan dalam proyek kerja sama internasional. Ini sejalan dengan rencana strategis Universitas Tidar yang berusaha menciptakan perguruan tinggi yang tidak hanya relevan secara lokal, tetapi juga kompetitif di tingkat nasional dan internasional.” jelas Rektor.

Di samping mengikuti konferensi FOODSIM’2026, delegasi Indonesia yang tergabung dalam konsorsium FIND4S juga berkesempatan melakukan audiensi dengan KBRI Belgia. Atase Pertanian KBRI Belgia Winarti Halim berpesan “Dunia kampus harus menyamakan persepsi dan visi terkait sistem pangan di Indonesia. Oleh sebab itu, harus ada ruang kontemplasi untuk melihat sejauh mana muatan sistem pangan pada kurikulum tiap-tiap kampus. Kampus dengan segenap kurikulum dan sivitas akademika harus in line dengan program-program pemerintah terkait sistem pangan nasional.”

Dalam kesempatan ini juga dilakukan monitoring dan evaluasi proyek FIND4S yang sudah berlangsung selama 1,5 tahun oleh seluruh peserta konsorsium.

Penulis : Laila Alfizanna