Untidar Tanda Tangani Kerjasama dengan KBRI Kuala Lumpur, Siapkan Mahasiswa KKN Mengajar Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Universitas Tidar resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur pada Selasa (9/9/2025). Penandatanganan berlangsung di Nilai Spring Resort, Nilai, Malaysia, antara Rektor Untidar Prof. Sugiyarto dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Malaysia, Dato Indera Hermono.

Kesepakatan ini menegaskan komitmen Untidar untuk mengirim mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Malaysia sebagai tenaga pengajar di sanggar-sanggar belajar binaan KBRI Kuala Lumpur. Sanggar belajar tersebut menjadi salah satu upaya penting KBRI dalam menjawab persoalan mendesak yang dihadapi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tidak memiliki dokumen resmi. Puluhan ribu anak PMI berstatus undocumented di Malaysia hingga kini tidak dapat mengakses pendidikan formal, sehingga keberadaan sanggar belajar menjadi “penyelamat” bagi masa depan mereka.

Dalam sambutannya, Dato Indera Hermono menekankan bahwa peran serta perguruan tinggi sangat diperlukan untuk memutus mata rantai persoalan ini. “Tidak adanya kesempatan pendidikan bagi anak-anak PMI undocumented akan menjadi bom waktu. Kebodohan struktural akan menghasilkan kemiskinan struktural,” tegasnya. Ia menambahkan, meskipun hidup dalam keterbatasan, banyak di antara anak-anak tersebut menunjukkan potensi luar biasa. “Beberapa anak bahkan telah menjuarai lomba internasional dan diterima di universitas kelas dunia. Namun potensi mereka bisa pupus jika tidak mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Acara penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri sekitar 100 pimpinan perguruan tinggi dari Indonesia serta puluhan pengelola sanggar belajar di Malaysia. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti kuatnya dukungan lintas lembaga terhadap upaya pemberdayaan pendidikan bagi anak-anak PMI.

Setelah prosesi penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan focus group discussion (FGD) yang menghadirkan beberapa panelis, di antaranya Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof. Muhammad Firdaus dan Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Ibu Frinny Napasti. FGD membahas rencana teknis pelaksanaan program.

Rektor Untidar Prof. Sugiyarto menyatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KBRI. “Universitas Tidar menyambut baik permintaan Dubes Hermono dan berkomitmen mengirimkan mahasiswa yang akan diperbantukan sebagai pengajar di sanggar belajar binaan KBRI. Ini adalah kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk berkontribusi secara nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Prof. Sugiyarto juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas ke depan. Ia mengungkapkan rencana untuk mempelajari peluang membuka jalur afirmasi bagi anak-anak PMI yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Untidar.

Kesepakatan strategis ini diharapkan tidak hanya memberi dampak positif bagi ribuan anak PMI di Malaysia, tetapi juga menjadi contoh sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan perwakilan diplomatik Indonesia dalam mengatasi persoalan sosial yang kompleks. Program ini sekaligus memperkuat peran Untidar sebagai perguruan tinggi yang tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam isu kemanusiaan lintas negara.

Penulis: Laila

Dokumentasi Bersama Peserta Bank Jateng Volleyball 2025

Sportivitas dan Semangat Olahraga, Untidar Resmi Buka Bank Jateng Volleyball 2025

Dokumentasi Bersama Peserta Bank Jateng Volleyball 2025
Magelang – Universitas Tidar (Untidar) memprakarsai kegiatan turnamen bola voli antar BEM Perguruan Tinggi se-Kedu Raya. Pembukaan event ini digelar pada Sabtu (13/9) di Gor Samapta Kota Magelang. Upacara pembukaan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Pimpinan Bank Jateng Koordinator Magelang, Ketua KONI kota Magelang, Ketua PBVSI kota Magelang, Kepala BAKK Untidar, dan segenap
official dari Perguruan Tinggi yang berlaga.

Turnamen ini diikuti oleh 13 tim dari Perguruan Tinggi se-Kedu Raya dan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 13-14 September 2025. Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama antara Untidar dengan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dengan mitra eksternal.

Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sarana mempererat hubungan antar mahasiswa. “Untidar mempioniri kompetisi ini yang agendanya untuk mahasiswa, khususnya pengurus BEM. Tujuannya agar ada silaturahmi yang lebih kuat antar mahasiswa PT se-Kedu Raya, menyalurkan energi di lapangan, berprestasi, serta menjunjung sportivitas.” Jelasnya.

Dukungan juga disampaikan oleh pemimpin Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang, Tri Nugroho, yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif. “Kami dari Bank Jateng memberikan support karena Bank Jateng sudah bekerjasama secara institusi, sudah cukup lama sehingga apapun yang menjadi kegiatan Untidar, nanti sebagai pionir barangkali perguruan tinggi se wilayah Kedu Raya ini bisa membangun sinergi positif perguruan tinggi yang lain,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Bagus Priyanto, merasa senang dan mengungkapkan rasa terima kasih serta apresiasi kepada Untidar sebagai tuan rumah. “Senang sekali, terutama saya berterima kasih kepada Universitas Tidar karena menyelenggarakan turnamen bola voli, sehingga kami bisa ikut berpartisipasi, karena biasanya voli sudah jarang di jaman sekarang.” Pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tidar berharap Bank Jateng Volleyball 2025 dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menumbuhkan semangat sportivitas, tetapi juga memperkuat jejaring antar mahasiswa dan perguruan tinggi se-Kedu Raya, sekaligus membangun citra positif generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing.

Penulis: Aghna

Editor: Humas Untidar

Wujudkan Tri Dharma, Dosen Untidar Bersama Disporapar Kota Magelang Gelar Pelatihan Bos Muda

Wujudkan Tri Dharma, Dosen Untidar Bersama Disporapar Kota Magelang Gelar Pelatihan Bos Muda

 

Wujudkan Tri Dharma, Dosen Untidar Bersama Disporapar Kota Magelang Gelar Pelatihan Bos Muda

 

Magelang – Dosen Universitas Tidar menunjukkan peran aktifnya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Magelang, dalam Pelatihan Bos Muda Batch II yang digelar pada Selasa (26/8) di Mangkujo (Magelang Kuda & Joglo), Bandongan.

 

Kegiatan ini melibatkan 35 peserta dengan rentang umur 16 sampai dengan 29 tahun. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan, dilanjutkan materi kewirausahaan, pendampingan penyusunan ide bisnis, serta praktik menyusun Business Model Canvas (BMC).

 

Dosen S1 Agribisnis sekaligus Ketua Panitia, Adhi Surya Perdana, S.P., M.Sc., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Sebagai dosen, kami memiliki rutinitas Tri Dharma. Kegiatan ini menjadi wujud pengabdian dengan bersinergi bersama Disporapar dan terjun langsung mendampingi pemuda Kota Magelang,” ungkapnya.

 

Sebagai trainer, Budi Hartono, S.E., M.Sc., dosen Prodi S1 Manajemen menekankan pentingnya proses dalam membangun usaha. “Membuat bisnis tidak hanya membuat bisnis langsung, tapi setidaknya mereka melakukan survei dulu, observasi, membuat ide yang berbeda, menganalisis, barulah akhirnya mendirikan bisnis tersebut,” jelasnya.

 

Dari pihak Disporapar, Yulis Hindarwati, S.Sos., menegaskan bahwa pendampingan dosen Untidar memberi nilai lebih. “Sinergi ini mendorong pemuda tidak hanya mencari kerja, tapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.

 

Dwi, salah satu peserta, turut menyampaikan kesan dan harapan yang positif terhadap kegiatan ini. “Kesannya seru, dan harapannya semoga tetap konsisten dan acaranya makin seru-seru.” Ungkap Dwi.

 

Melalui kegiatan ini, Untidar berharap kontribusi dosen dalam program-program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pemuda Magelang yang tumbuh menjadi wirausahawan muda kreatif dan berdaya saing.

 

Penulis : Aghna Nur Sabrina

Gandeng Kementerian Komdigi, Untidar selenggarakan Vocational School Graduate Academy

Keterampilan digital menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki jika ingin menjadi tenaga kerja unggul di masa ini. Untidar menyadari hal tersebut dan berkomitmen untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini juga merupakan prioritas Kementerian Komunikasi dan Digital yang berkomitmen untuk mencetak talenta digital unggul dan membangun ekosistem SDM yang adaptif di era digital.

Sejalan dengan hal tersebut, Untidar bekerja sama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Yogyakarta, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Komdigi, selenggarakan Sertifikasi Kompetensi berbasis SKKNI untuk mahasiswa bertempat di Kampus Untidar Potrobangsan (14-16/7). Sertifikasi ini diikuti oleh 44 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen dan Program Studi S1 Teknologi Informasi.

Tahun 2025 ini merupakan tahun ke-4 Universitas Tidar menjadi mitra penyelenggara program Digital Talent Scholarship Kementerian Komdigi, atau yang dahulu dikenal sebagai Kementerian Kominfo. Pada kesempatan ini Untidar melaksanakan Vocational School Graduate Academy (VSGA) dengan skema Associate Data Analyst dan Junior Mobile Programmer. Pelaksanaan VSGA kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mahasiswa diberi pelatihan selama 3 hari dan kemudian mengikuti uji kompetensi selama 2 hari, tahun ini VSGA diselenggarakan dengan pola baru, yaitu penyelarasan bahan ajar. Kegiatan dimulai sejak awal semester genap 2024/2025.

Mata kuliah yang bersinggungan dengan skema sertifikasi yang ditawarkan oleh Kementerian Komdigi diselaraskan bahan ajarnya dengan bahan ajar yang disusun oleh Kementerian Komdigi. Sebelumnya, dosen pengajar mata kuliah tersebut juga diberi pelatihan agar persepsinya ketika mengajar nanti sama. Setelah melalui perkuliahan selama 1 semester, mahasiswa yang mengikuti mata kuliah tersebut diseleksi untuk selanjutnya diberi kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi berbasis SKKNI.

Menurut Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, kegiatan ini adalah salah satu implementasi sinergi Kementerian Komdigi dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan generasi emas. “Generasi emas adalah generasi yang kompeten dalam menghadapi tantangan zaman. Oleh karena itu BPSDMP Kominfo Yogyakarta memberikan fasilitasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi kepada mahasiswa Untidar sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan SDM yang berkualitas,” kata Anton dalam sambutannya.

Pada kesempatan terpisah Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerja Sama Untidar, Prof. Suyitno, menyatakan harapannya agar program studi yang ada di Untidar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan oleh industri.

”Kerja sama yang dilakukan oleh prodi ini tujuannya untuk mendukung IKU 1. Semua yang dilakukan harus bisa memberikan nilai tambah kepada lulusan Untidar agar diminati di dunia kerja”, tegasnya. Sebagai informasi, Indikator Kinerja Utama (IKU) 1 Perguruan Tinggi digunakan untuk mengukur lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak.

Setelah melalui proses pra-sertifikasi dan sertifikasi selama 3 hari, 17 mahasiswa S1 Prodi Manajemen dinyatakan lulus dan kompeten pada skema Associate Data Analyst dan 27 mahasiswa Prodi S1 teknologi Informasi dinyatakan lulus dan kompeten pada skema Junior Mobile Programmer.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

 

Untidar Terima Kunjungan Studi Tiru dari Universitas Lambung Mangkurat, Perkuat Kolaborasi Antar Perguruan Tinggi

Universitas Tidar menerima kunjungan studi tiru dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam rangka penguatan kerjasama kelembagaan antar perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung, Kamis (10/07) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus Tuguran ini difokuskan pada diskusi pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri serta menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Anugerah Kerjasama DIKTI SAINTEK.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Untidar, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi pimpinan serta staf dari ULM. 

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menerima kunjungan dari ULM. Meskipun secara geografis cukup jauh, kunjungan ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat di antara perguruan tinggi negeri di Indonesia,” ujar Prof. Suyitno.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc., Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Humas, dan Sistem Informasi ULM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan kerja sama serta mempererat hubungan kelembagaan antara ULM dan Untidar.

Sebagai simbol persahabatan dan semangat kerja sama, kedua belah pihak melakukan pertukaran cinderamata yang disaksikan oleh pimpinan dan kepala biro dari kedua universitas. 

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf ULMt, antara lain Dr. Ir. Yusuf Azis, M.Sc. (Wakil Rektor IV), Dr. Ir. Arief RM Akbar, M.Si., IPU. (Wakil Rektor II), Muhammad Ilyas, S.T., M.T. (Plt. Kabiro PKH), serta tim kerja sama ULM yang terdiri dari koordinator, sub koordinator, sekretaris, dan staf.

Dari Untidar, hadir Dr. Astuty, M.Pd. (Plt. Wakil Rektor II), Drs. Giri Atmoko, M.Si. (Kabiro AKK), dan Sulistyaningrum, S.E. (Kabiro PKU). Kehadiran para pimpinan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan materi dari Ketua Tim Kerja Sama Untidar, Ibu Laila Alfizanna, S.S., MDCC, yang mempresentasikan strategi, kebijakan, serta capaian kerja sama yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Untidar. Paparan ini disambut antusias oleh peserta dari ULM dan diikuti dengan sesi diskusi serta tanya jawab yang membahas berbagai aspek pengelolaan kerjasama kelembagaan, termasuk kerja sama internasional, hibah, dan penguatan branding institusi melalui kolaborasi strategis.

Kunjungan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Anugerah Kerjasama DIKTI SAINTEK, yang bertujuan memberikan apresiasi terhadap unit kerja maupun individu yang menunjukkan kontribusi aktif dan inovatif dalam memperluas jaringan kerjasama institusi.

Penulis: Suryanti

Editor : Humas Untidar

Untidar Tandatangani Kerjasama, Dukung Program Pemerintah Kabupaten Magelang

Universitas Tidar (Untidar) melangsungkan penandatangan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama dalam rangka dukung program pemerintah Kabupaten Magelang, terkait program pemberian beasiswa kepada pemuda berprestasi Kabupaten Magelang yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, Kamis (9/7). Bertempat di Pendopo drh. Soepardi  Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Bupati Magelang dan Rektor Untidar menandatangani Kesepakatan Bersama tentang kerjasama di bidang Pemerintahan, Pembangunan, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan kerjasama ini menjadi awalan dan landasan dalam merealisasi visi misinya dalam mendorong pemuda Kabupaten Magelang untuk mencapai pendidikan tinggi, yang muaranya sebagai upaya mensejahterakan kehidupan keluarga.

Masih menurutnya, beasiswa akan diberikan kepada pemuda berprestasi yang berdomisili di Kabupaten Magelang dan sudah diterima di Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta. Beasiswa akan diterimakan sejumlah lima juta rupiah pada tiap semester. “Kelak saya menargetkan akan memberi beasiswa kepada 1000 mahasiswa setiap tahunnya.” Imbuhnya.

Grengseng berharap Perguruan Tinggi nantinya menjadi rekan dalam menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, kreatif, inovatif, serta berakhlak mulia dalam memajukan Kabupaten Magelang. “Harapannya pemuda Kabupaten Magelang dapat mencapai pendidikan tinggi dan menjadi promotor peningkatan  Sumber Daya Manusia Kabupaten Magelang,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Rektor Untidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyambut baik program ini. “Selaras dengan apa yang disampaikan pak Bupati,  semakin banyak ragam beasiswa yang diterima, akan menjadi kemudahan peserta didik dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Sugiyarto juga menyebutkan bahwa ada mekanisme yang akan dipakai agar tidak ada seorang mahasiswa menerima beasiswa double. “Maksudnya, agar pemerataan pembiayaan bisa dirasakan oleh sebanyak-banyaknya mahasiswa, agar tujuan pemerataan pendidikan tinggi dapat segera tercapai.” lanjutnya.

Penandatanganan Kerjasama juga dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd., dengan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto, S.H., M.H., tentang Pemberian Beasiswa Bagi Pemuda Berprestasi Di Kabupaten Magelang.

Turut hadir  pula perwakilan Universitas Gajah Mada; Universitas Negeri Yogyakarta; Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta; Universitas Sebelas Maret; Universitas Diponegoro; Universitas Negeri Semarang; Universitas Tidar; Institut Seni Indonesia Yogyakarta; Institut Seni Indonesia Surakarta; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; UIN Salatiga; Polbangtan Yoma; STPMD “APMD”; Univeristas Muhammadiyah Magelang; STIEPARI yang pada kesempatan itu juga melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang.

Untidar Jalin Kerja Sama dengan Pemkab. Purworejo, Dorong Pembangunan Daerah yang Inovatif dan Berkelanjutan

Universitas Tidar secara resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung, Jumat (4/7) di Ruang Arahiwang, Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta pimpinan Untidar.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, S.H., didampingi Pj. Sekretaris Daerah Drs. R. Achmad Kurniawan Kadir, M.P.A., dan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Drs. Bambang Susilo.

Dari pihak Untidar, hadir Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc., IPM., didampingi Tim Kerjasama.

Dalam sambutannya, Bupati Purworejo menyampaikan apresiasi atas komitmen semua pihak dalam menjalin kerja sama strategis ini. Ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam seluruh sektor pembangunan guna memastikan terjadinya transformasi dan inovasi daerah.

“Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan sinergitas antara pemerintah daerah dan penyelenggara pendidikan tinggi. Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan kegiatan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Yuli Hastuti.

Penandatanganan surat kerja sama Universitas Tidar dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo

Bupati juga menyampaikan bahwa dukungan dari kalangan akademisi sangat diperlukan dalam memperkuat pelaksanaan program-program daerah yang telah ada, serta menciptakan berbagai inovasi dan kreativitas baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga kerja sama ini menjadi momentum penting bagi kita semua dalam mewujudkan masyarakat Purworejo yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. Sinergitas yang dibangun hari ini kami harapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat, menuju Purworejo yang Berseri, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Inovatif,” tutupnya.

Senada dengan Bupati Purworejo, Rektor Untidar menanggapi kerjasama ini sebagai langkah awal Untidar bisa menjadi mitra strategis dari Pemkab. Purworejo.

“Melalui kerja sama ini, Untidar menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun negeri dari daerah, sekaligus menjalankan peran aktif dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih kontekstual dan berdampak,” ujarnya.

Foto bersama setelah penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purworejo

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Rektor Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman Semarang (UNDARIS), Direktur Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen Untuk Kesehatan Umum (YAKKUM), dan Direktor Soerojo Hospital yang pada kesempatan juga melakukan penandatangan kerjasama dengan Pemkab. Purworejo.

 

Penulis : Suryanti

Editor : Humas Untidar

Untidar Resmikan Pusat Studi Pariwisata dan PUI Borobudur, Perkuat Sinergi dengan Badan Otoritas Borobudur

Universitas Tidar resmi meluncurkan Pusat Studi Kajian Kepariwisataan dan Kebudayaan serta Pusat Unggulan Iptek (PUI) Borobudur sebagai salah satu langkah strategis dalam mendorong riset, pelestarian budaya, dan pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat lokal atau komunitas. Kegiatan ini dilangsungkan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono dan dihadiri oleh jajaran rektorat dan perwakilan dari Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB), Rabu (4/6).

Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan bahwa pendirian pusat studi dan PUI ini selaras dengan posisi strategis Untidar sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Kota Magelang.

“Untidar memiliki historis dan budaya sebagai satu-satunya universitas negeri di Kota Magelang yang letaknya dekat dengan Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia. Dengan adanya Pusat Unggulan Iptek (PUI) Borobudur, kami berharap dapat memajukan kearifan lokal budaya, termasuk dampak dan korelasinya dengan masyarakat sekitar Candi Borobudur. Kedepannya, PUI ini juga diharapkan memberi nilai tambah bagi pengalaman pengunjung, khususnya wisatawan internasional,” ujar Prof. Sugiyarto.

Ia menegaskan bahwa kehadiran PUI tidak hanya untuk riset semata, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan dan penguatan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan pariwisata yang inklusif.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Kerjasama atau MoU antara Untidar oleh Rektor dan Direktur Utama BPOB oleh Agustin Peranginangin, S.T.. MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam sinergi lintas sektor antara institusi pendidikan dan pengelola kawasan strategis pariwisata nasional.

Senada dengan hal tersebut, Prof. Izza juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini membuka peluang konkret bagi mahasiswa:

“Kegiatan hari ini secara resmi telah meresmikan pendirian PUI Borobudur. Pusat Unggulan Iptek ini yang menaungi berbagai macam aktivitas multidisipliner yang mendukung pengembangan Borobudur, mulai dari aspek ekonomi, literasi, sejarah, konservasi teknik, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar,” ungkap Prof. Izza Mahrufah, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi Untidar.

“Dengan adanya MoU ini, mahasiswa Untidar dapat melakukan magang, KKN, dan penelitian, serta pengabdian masyarakat dengan fokus pada Borobudur. Salah satu penelitian di Untidar misalnya yang mengangkat tema pengelolaan sampah dan peran serta masyarakat di kawasan wisata Borobudur dan sekitarnya.” tambahnya.

Prof. Izza menegaskan bahwa keberadaan PUI akan terus berkelanjutan dan perkembangan dengan melibatkan stakeholder kedepannya.

“PUI ini bukan semata proyek satu kali. Proyek ini merupakan proyek yang berkelanjutan dengan target yang jelas. Borobudur merupakan salah satu warisan budaya besar dan sesuai dengan visi Untidar yang unggul dalam budaya dan kewirausahaan,” tutupnya.

Dengan peresmian Pusat Unggulan Iptek ini, Untidar menunjukkan komitmennya dalam menciptakan model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, berbasis pengetahuan, dan berlandaskan pada pelestarian nilai budaya.

 

Penulis: Ruth Erica Margaret

Editor: Tim Humas Untidar

Audiensi Rektor Untidar dengan Bupati Kebumen, Bahas Potensi Kerjasama.

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto M.Si. melakukan audiensi dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani di Kediaman pribadi beliau di Gombong, Jumat (16/5). Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan komunikasi bersama serta mengembangkan potensi kerjasama Untidar dan Kabupaten Kebumen secara lebih luas.

Pada kesempatan ini, Rektor memperkenalkan status baru Untidar yang telah bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU) dari Satuan Kerja (Satker). Perubahan status ini memberikan ruang gerak Untidar menjadi lebih luas untuk mengelola sumber daya secara mandiri dan optimal.

“Dengan status BLU yang disandang sejak satu tahun lalu, memberikan kami dorongan untuk menjadi lebih mandiri dan aktif dalam menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, utamanya pemerintah daerah. Salah satunya, kami ingin membuka ruang kolaborasi dengan Kabupaten Kebumen,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan, Untidar memiliki program studi Akuakultur yang sangat tepat untuk mengembangkan potensi budidaya perikanan dan kelautan yang kuat di wilayah Kebumen sehingga menjadi ruang kolaborasi riset dan pengabdian yang saling menguntungkan.

Pada kesempatan ini turut hadir mendampingi Rektor,  Plt. Kepala LPPM, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC, dan Ketua Jurusan Prodi Ekonomi Pembangunan, Dr. Emma Dwi Ratnasari, S.E., M.Si.

Dalam kesempatan yang sama, Laila memaparkan potensi dan sinergi yang diraih jika menjalin kerjasama, serta komitmen Untidar dalam mendukung pembangunan potensi lokal.

“Ada beberapa potensi dan sinergi yang akan diraih oleh mitra jika menjalin kerja sama dengan Untidar, diantaranya sinergi dengan program yang sedang berjalan di pemerintah daerah melalui program KKN, serta potensi kerjasama dengan mitra kami di bidang transportasi, layanan pemerintahan, lingkungan hidup, manajemen air, pendidikan tinggi, dan smart city,” jelasnya.

Bupati Kebumen, menyambut baik kunjungan ini dan terbuka untuk menjalin kolaborasi dengan perguruan tinggi.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi, apalagi dengan banyaknya mahasiswa aktif dari wilayah Kebumen menjadikan harapan kami untuk kedepannya Untidar memperluas jangkauan pengabdiannya dan membantu dalam perwujudan program pemerintah Kebumen bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan ini menjadi langkah awal menuju kolaborasi konkret antara Untidar dan Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam berbagai program seperti pengabdian masyarakat, riset dan penelitian, serta pengembangan potensi sumber daya.

 

Penulis : Dewi

Editor : Humas Untidar

Untidar Terima Kunjungan Delegasi KOICA dan Seoul National University, Bahas Peluang Akademik

Universitas Tidar menerima kunjungan delegasi dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Seoul National University, Selasa (29/4) di Gedung Kuliah Terpadu, Kampus Sidotopo.

Kunjungan ini merupakan bagian dari penjajakan kerjasama akademik sekaligus tindak lanjut kegiatan Pengembangan Kapasitas Rektor Perguruan Tinggi Negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Dikbudristek bekerja sama dengan KOICA tahun 2024 lalu.

Delegasi dipimpin oleh Prof. Ho Sang Kan, yang didampingi oleh Prof. Tae Sub Park, dan Dr. Jang Hyoje dari Seoul National University, serta Dr. Rinekso Soekmadi dari IPB University yang merupakan mitra utama KOICA di Indonesia.

Rombongan disambut langsung oleh Rektor Untidar, Prof. Sugiyarto dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama, Prof. Suyitno, serta Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Sutrisno Hadi Purnomo yang menjadi tuan rumah kegiatan. Dalam sambutannya Prof. Sugiyarto menyampaikan apresiasi dan harapannya pada kunjungan ini.

“Kami sangat berharap kerjasama ini akan menjadi jembatan bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam hal riset dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan global,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini pula, Prof. Ho Sang Kang dari Seoul National University menyampaikan tujuannya dalam kunjungan ini.

“Kolaborasi antara Indonesia dan Korea sangat penting, mengingat potensi besar yang dimiliki Indonesia, khususnya dalam hal ini kawasan Jawa Tengah, yaitu Candi Borobudur. Melalui kerja sama ini, kami dapat saling memahami peluang satu sama lain dan mengoptimalkan potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan,” ucapnya

 

Dalam kunjungan tersebut, dilaksanakan juga diskusi akademik yang melibatkan sivitas akademika Fakultas Pertanian, khususnya dosen dari Prodi S1 Peternakan. Topik kerjasama yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah, peluang kolaborasi riset dan pengembangan di bidang kultur sel hewan hingga teknologi in vitro yang krusial dalam riset bioteknologi modern.

Kegiatan dilanjutkan dengan kuliah tamu untuk mahasiswa S1 Agroteknologi oleh Prof. Ho Sang Kang. Sebagai akademisi yang ahli di bidang kehutanan, Prof. Kang menyampaikan pandangan global terkait pentingnya penguatan kapasitas akademik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selanjutnya, para delegasi melakukan kunjungan ke Laboratorium Terpadu untuk melihat fasilitas penunjang yang dimiliki oleh Untidar. Harapan dengan adanya kunjungan ini dapat menjembatani kemitraan Untidar dengan universitas-universitas di Korea Selatan.

Penulis : Laila Alfizanna – Kerjasama Untidar

Editor: Margareth, Humas Untidar