Universitas Tidar Inisiasi Kerjasama dengan St. Petersburg Mining University Rusia

Selama melakukan kunjungan di Rusia pada awal Juli 2024, Wakil Rektor Bidang Akademik Dan Kerjasama Universitas Tidar  berkesempatan mengikuti kegiatan International Forum Competition of Young Researchers of the BRICS countries “Topical Issues of Rational Use of Natural Resources” yang diadakan di Saint Petersburg Mining University.

BRICS adalah forum strategi investasi asing yang anggotanya adalah negara Brazil, Rusia, India, dan Tiongkok. Forum ini juga diikuti oleh 30 negara lainnya yang berminat menjadi anggota BRICS.

Kedatangan Prof. Suyitno di St. Petersburg Mining University disambut dengan baik oleh Wakil Rektor untuk Urusan Internasional Evgeniy A. Lyubin. Keduanya membicarakan peluang kerja sama yang dapat dilakukan antara St. Petersburg Mining University dan Untidar.

 

Saint Petersburg Mining University merupakan perguruan tinggi bidang Teknik tertua di Rusia dan juga salah satu yang tertua di Eropa. Saat ini St. Petersburg Mining University menduduki peringkat ketiga QS by subject dalam bidang Teknik Mineral dan Pertambangan. Dalam kesempatan ini, Prof. Suyitno sempat mencoba alat Simulator alat berat tambang.

Pembicaraan ini menghasilkan kesepakatan bahwa St. Petersburg Mining University akan mengundang delegasi Untidar untuk mengikuti forum BRICS lainnya pada bulan Oktober mendatang. Tidak hanya itu, St. Petersburg Mining University juga akan menanggung pembiayaan bagi mahasiswa Untidar yang mengikuti kegiatan tersebut.

Prof. Suyitno menyambut baik tawaran tersebut dan berharap bahwa kolaborasi ini akan dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Untidar di kancah internasional dan juga akan menjadi pengetahuan yang berharga karena dapat belajar dari salah satu universitas terbaik di dunia.

Penulis : Tim Kerjasama Untidar

Babak Baru Kerjasama Universitas Tidar dan Tula State University Rusia

Universitas Tidar dan Tula State University Rusia sepakat untuk melakukan kolaborasi dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Kesepakatan ini merupakan implementasi Kerjasama antara kedua universitas yang sudah ditandatangani pada tahun 2022 yang lalu.

Dalam kunjungannya ke Rusia pada awal Juli 2024, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Untidar Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM bertemu dengan jajaran pimpinan Tula State University untuk membahas rencana-rencana kerjasama yang dapat diimplementasikan dalam jangka pendek dan menengah.

Pertemuan bertempat di kampus Tula State University tersebut dihadiri oleh Rektor Oleg Aleksandrovich Kravchenko, Wakil Rektor bidang Hubungan Internasional dan Manajemen Proyek Olesya Evgenievna Labadze, Kepala Departemen Hubungan International Daria Dmitrievna Kultygina, dan Dekan Institut Pendidikan Internasional Olga Dmitrievna Gladkova.

Kedua pihak sepakat untuk melakukan kegiatan pertukaran dosen untuk bidang pariwisata, ekonomi, administrasi negara, dan teknik mesin. Pertukaran dosen ini diharapkan dapat menjadi embrio untuk kegiatan-kegiatan lainnya seperti riset dan publikasi bersama, seminar, pertukaran mahasiswa, dan kegiatan lain yang disepakati oleh kedua belah pihak. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk membuka joint degree ataupun double degree untuk beberapa prodi yang prospektif seperti Prodi Pariwisata.

Kunjungan Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama Untidar ini mendapatkan sambutan yang sangat baik. Bahkan, pihak Tula State University mengirimkan delegasi yang dipimpin oleh Kepala Departemen Hubungan International Daria Dmitrievna Kultygina untuk mengikuti Summer Course Untidar 2024 yang dilaksanakan pada 21-28 Juli 2024 di Magelang.

Pada kesematan ini Daria juga bertemu dengan dosen-dosen dari berbagai jurusan di Untidar untuk mempertajam rencana kerjasama. Salah satu yang dibicarakan adalah menyelenggarakan lomba-lomba bersama untuk mahasiswa dari kedua negara.

Sebagai salah satu tindak lanjut kerja sama ini, dalam waktu dekat akan dibuka Russian Corner di Universitas Tidar. Russian Corner diharapkan dapat menjadi sarana mahasiswa dalam mempelajari negara dan budaya Rusia, dan juga untuk mempererat hubungan kedua negara yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Untidar dan Tula State University merupakan mitra yang lahir dari perjanjian Kerjasama sister city antara Kota Magelang dan The City of Tula yang ditanda tangani oleh Walikota Magelang dan Walikota Tula pada tahun 2022.

Penulis : Tim Kerjasama Untidar

Untidar Summer Course 2024

Universitas Tidar menyelenggarakan kegiatan Summer Course pertama pada tahun 2024 dengan tema “Strengthening Global Connectivity through Cultural Exchange”. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 21 Juli hingga 28 Juli 2024.

Sebanyak 21 mahasiswa asing mengikuti kegiatan ini. Mahasiswa tersebut berasal dari berbagai negara diantaranya  Rusia, Thailand, Malaysia, Fiji, Yaman, Mesir, Pakistan, India, Timor Leste, Rwanda, Madagaskar, Palestina, Chad, Bangladesh, dan Uganda.

Ditemui, Senin (29/07), Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan eksistensi Untidar di kancah Internasional melalui kerjasama bidang akademik dan penelitian.

“Ini merupakan yang pertama bagi Untidar menghadirkan mahasiswa dari mancanegara. Saya berharap kegiatan ini jangan sampai menjadi program yang pertama dan terakhir, tentu kegiatan ini perlu ditindaklanjuti terutama dengan menambahkan kegiatan-kegiatan yang lebih variatif. Tindak lanjut lainya semoga kegiatan ini dapat menambah kerjasama di bidang akademik dan penelitian dengan kampus kampus global,” tuturnya.

Ketua Tim Kerja Bidang Kerja Sama, Laila Alfizanna, S.S., MDCC menyampaikan program ini didedikasikan untuk mengenalkan beragam budaya Indonesia khususnya di Magelang.

“Summer Course ini bertujuan untuk menjadi wadah multi-platform untuk merangkai beragam pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu untuk memperdalam pemahaman dan pembelajaran pada pendidikan tinggi dalam konteks global. Program ini juga diharap menjadi wadah pertukaran wawasan dan kebudayaan antara Indonesia dengan dunia internasional,” jelasnya.

Ketua Panitia Program Summer Course 2024, Bonifasius Endo Gauh Perdana, M.A. menyampaikan program ini merupakan serangkaian kursus komprehensif yang mencakup berbagai aspek budaya Indonesia seperti pelatihan Bahasa Indonesia, mengenalkan seni, dan budaya Indonesia, serta pembelajaran sejarah dan antropologi Indonesia.

Para peserta selama tujuh hari di Magelang akan melakukan serangkaian kegiatan kelas dan di luar kelas. diantaranya pre-test Bahasa Indonesia, tur kampus Untidar, kelas pariwisata untuk mengenalkan pariwisata di Indonesia, wisata edukasi di Kledung Research Park, tur bersama @mlakumagelang, mengunjungi candi Borobudur, belajar di Kampung Dolanan Nusantara, mengikuti kelas budaya, mengunjungi Pasar Tradisional Rejowinangun, dan praktik berbahasa Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Prof. Dr. Suyitno, S.T., M.Sc. IPM.berharap program ini dapat menjadi alternatif belajar budaya Indonesia bagi mahasiswa internasional.

“Kami mencoba mendapatkan lebih banyak partisipan program Summer Course Untidar dari berbagai negara karena kami tau kami memiliki potensi budaya yang luar biasa seperti warisan budaya yaitu Borobudur. Di masa depan kami yakin akan semakin banyak partisipan dari berbagai negara sehingga program ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi seluruh mahasiswa di seluruh dunia untuk belajar budaya Indonesia,” ungkapnya.

Dalam sesi wawancara, salah satu peserta Summer Course 2024, Yaroslav Romanovich dari Tula University menyampaikan kesan saat mengikuti program ini.

“Destinasi di Indonesia sangat menarik, ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan. Aku juga sangat ingin mengetahui tentang budaya orang lokal dan makanannya. Aku sangat menyukai tempat ini dan mungkin aku akan mengunjungi tempat ini lain waktu,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan farewel party pada Jumat 26 Juli di Hotel Puri Asih Magelang

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

Untidar Terima Penghargaan IKU 6 Kemendikbudristek

Universitas Tidar mendapatkan penghargaan insentif capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2023 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penghargaan ini diberikan atas kinerja Untidar pada tahun 2023.

Penghargaan diterima oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kerjasama Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM. mewakili Rektor Untidar di Jakarta pekan lalu. Kemendikbudristek menetapkan 8 Indikator Kinerja Utama yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi Negeri. Penghargaan insentif sebesar Rp. 500.000.000,- diterima oleh Untidar untuk IKU 6, yaitu jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra. IKU merupakan alat untuk menilai kinerja perguruan tinggi selama satu tahun anggaran.

Secara keseluruhan, Untidar berhasil menempati peringkat ketiga di liga Perguruan Tinggi Negeri satuan kerja (satker) dari 18 (delapan belas) PTN satker lainnya di seluruh Indonesia. Menurut anggota tim perencanaan dan pengembangan Untidar Dr. Arif Rahman Saleh yang mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama dalam acara tersebut, hal ini merupakan lompatan setelah tahun sebelumnya Untidar menempati peringkat 14. Prestasi ini dapat dicapai berkat kinerja seluruh civitas akademika dan pengorganisasian tugas yang lebih efektif. Untuk capaian tersebut Untidar mendapatkan total insentif sebesar 3.540.000.000 rupiah. Insentif ini akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi.

Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengucapkan selamat dan apresisasi kepada pihak-pihak yang berperan dalam peningkatan prestasi ini, dan berharap agar dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang.

Secara khusus, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama berpesan kepada semua korprodi dan gugus kerjasama agar dapat meningkatkan kualitas kerjasama yang sudah terjalin agar dapat mendukung proses belajar mengajar sehingga akan mendapatkan luaran pembelajaran yang lebih baik.

Tim Kerjasama Untidar

Total Anggaran 610 Juta, 17 Tim PPK Ormawa Untidar Siap Dampingi Pemberdayaan Desa di Kota dan Kabupaten Magelang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menandatangi Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 17 Desa Mitra Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Rabu (10/7) di Gedung Kuliah Umum dr.H.R Suparsono.

PKS ini bertujuan untuk menjalin kerja sama antara Untidar dengan desa mitra untuk dalam pelaksanaan program pengabdian dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini akan dimulai Juli 2024 hingga bulan Oktober 2024.

“PPK Ormawa berbeda dengan KKN. Program ini fokus pada kegiatan pengabdian dan pemberdayaan desa. Tahun 2024 ini, ada 17 tim PPK Ormawa Untidar yang lolos dengan total pendanaan Rp 610.200.000,” ujar Prof Parmin pada sambutannya.

PPK Ormawa ini nantinya akan dilombakan dan dipilih tim terbaik untuk mendapatkan Anugerah Abdidaya. Ada salah satu kategori penilaian yaitu kategori kepala desa yang memberikan dukungan terbaik pada pelaksanaan program.

“Harapannya dari 17 Kepala Desa yang hadir saat ini, mudah-mudahan ada yang diundang Anugerah Abdidaya. Kami mohon dukungan penuh kepada kegiatan PPK Ormawa Untidar sampai program selesai akhir Oktober mendatang dan seterusnya program tetap bisa dijalankan oleh desa saat kegiatan telah berakhir,” jelasnya.

 

Hadir pula Muhzen Fanani selaku Kepala Desa Sumberarum, Tempuran, Kabupaten Magelang yang pada tahun 2023 mendapatkan kesempatan hadir dalam acara Anugerah Abdidaya 2023.

Dalam sambutanya, Fanani membagikan pengalamannya terlibat dalam pelaksanaan PPK Ormana di Desa Sumberarum.

Tahun 2023 lalu, Desa Sumberarum menjadi lokasi PPK Ormawa UKM Iqsan Untidar dengan program Desa Religi. Kebetulan di desa kami terdapat 5 pondok pesantren di 17 dusun. Pada waktu itu, di desa kami ingin mengadakan Festival Rebana tingkat desa. Banyak festival kesenian tradisional yang diselenggarakan namun seni religi hanya ada di masing-masing pondok pesantren belum sampai ke dusun-dusun.

“Akhirnya kami sepakat untuk membentuk grup hadroh di masing-masing dusun. Alhamdulillah berkat adanya Tim PPK Ormawa yang menjadi pendampingg, kini desa kami dapat membentuk grup hadroh dan sudah mendampingi banyak kyai. Semoga PPK Ormawa Untidar tahun ini lebih sukses dan dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar lagi,” harapnya.

PPK Ormawa adalah program penguatan kapasitas ormawa melalui serangkaian proses pembinaan ormawa oleh PT yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.

Lokasi PPK Ormawa Untidar Tahun 2024 yaitu Desa Nampirejo, Temanggung, Kab. Temanggung; Desa Sukosari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Temanggal, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Pucungroto, Kec. Kajoran, Kab. Magelang; Desa Gandusari, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Treko, Kec. Mungkid, Kab. Magelang; Desa Daleman Kidul, Kec. Pakis, Kab. Magelang; Desa Kaponan, Kec. Pakis, Kab. Magelang; Desa Ngemplak, Kec. Windusari, Kab. Magelang; Desa Payaman, Kec. Secang, Kab. Magelang; Desa Bawang, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Bandongan, Kec. Bandongan, Kab. Magelang; Desa Wonoroto, Kec. Windusari, Kab. Magelang;Desa Mangli, Kec. Kaliangkrik, Kab. Magelang; Desa Sumberarum, Kec. Tempuran, Kab. Magelang; Desa Pogalan, Kec. Pakis, Kab. Magelang; dan Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kec. Magelang Selatan, Kota Magelang.

Penulis : Kerin

Editor : Humas Untidar

 

DAFTAR TIM PPK ORMAWA LOLOS PENDANAAN BELMAWA 2024

NO ORMAWA KETUA JUDUL DOSEN PENDAMPING
1 DPM KM Tera Rhebekka Optimalisasi Program Kampung Iklim Melalui Adaptasi dan Mitigasi Berbasis Kearifan Lokal di Kelurahan Rejowinangun Selatan Alifia Revan Prananda,
M.Eng.
2 HIMAPBIO Siska Aulia Putri Sanggar Tani Muda Sebagai Pusat Regenerasi Petani Pengembang Agribisnis Modern di Desa Mangli Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd.
3 UKM KRISTIANI Samuel Yoga
Muliawan
Wardoyo
Branding Pasar Curug Thitang Sebagai Desa Wisata Nampirejo Melalui Pengembangan Fasilitas Serta Pemberdayaan Masyarakat Unggul Berbasis Kebudayaan Lokal Indira Swasti Gama
Bhakti, S.H., M.H.
4 HIMATIKA Siti Nurul
Hidayah
Konservasi Toga Unggulan Desa Sukosari dengan Math City Map untuk Mengembangkan Usaha Ekonomi Produktif Berbasis Olahan Tumbuhan Obat Megita Dwi Pamungkas,
M.Pd.
5 BEM FISIPOL Muhammad
Fuad
Yudhoyono
PENGEMBANGAN DESA WISATA ALAM UNGGULAN MELALUI COLLABORATIVE GOVERNANCE DI DESA POGALAN Bonifasius Endo Gauh
Perdana, M.A.
6 UKM Bela Diri dan Olahraga Andriyanto PENGEMBANGAN OLAHRAGA UNGGULAN DESA TREKO DENGAN MENERAPKAN SPORT MANAGEMENT PRINCIPLES: STRATEGIC SPORT MANAGEMENT R. Faiz Listyanda, S.T.,
M.Eng.
7 KSPM FE Fransiska
Kurnia
Optimalisasi Pemasaran Hasil Bank Sampah Melalui Rumah Sampah Digital di Desa Bandongan Wildan Yudhanto, S.E.,
M.M.
8 UKM PELITA Verjunnea Ali
Choiriyan
REVITALISASI HUTAN PINUS DI DESA GANDUSARI MELALUI ECOEDUFORESTRY BERBASIS EKONOMI HIJAU UNTUK MEWUJUDKAN DESA HUTAN MANDIRI YANG BEKELANJUTAN Tri Puji Rahayu,
S.Pt.,M.P.
9 UBC RADIO Yukivy
Yasmien
Rindika
Loka Ancala: Pengembangan Literasi Bahasa dan Berhitung untuk Mewujudkan Desa Ngemplak Progresif Eny Ratnasari, S.I.Kom.,
M.I.Kom.
10 HMJM Yenny Reiza
Fitriana
Rumah Sampah Digital sebagai Sentral Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di Desa Daleman Kidul Guna Tercipta Nilai Tambah Ekonomis Budi Hartono, S.E.,
M.Sc.
11 HIMAKTA Auralia
Admyrals
Salsabilla Aidi
DESA SEHAT: PROGRAM PENGUATAN KADER BERBASIS KELEMBAGAAN GUNA MEMBERDAYAKAN KELUARGA AKSEPTOR UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI DESA WONOROTO Atika, S.E., M.Sc.
12 BEM FKIP Anindya
Khoirunnisa
SEMPURNA: SEKOLAH PEREMPUAN BERBASIS POTENSI UNGGULAN LOKAL DESA KAPONAN SEBAGAI MANIFESTASI PEREMPUAN BERDIKARI Karunia Galih
Permadani, S.Pd., M.Sc.
13 HIMAPBSI Fiki Mahya
Mafaza
Pengembangan Life Skills Perempuan melalui Seputik Sekar (Sekolah Perempuan Aktif, Kreatif, Semangat Berkarya) Berbasis Unggulan Desa Pucungroto Winasti Rahma Diani,
M.Hum.
14 HIMAPIPA Yumna
Mahdiyyah
Pertumbuhan Tanaman dan Perkembangan Ikan dengan Sistem Akuaponik Melalui Water Quality Smart Control Berbasis Internet of Things di Desa Temanggal Rina Rahayu, M.Pd.
15 DPM FKIP Lissanurus
Shofiya
Optimalisasi Pengembangan Produksi Makanan Unggulan Lokal Berbasis Technososiopreneur Untuk Pemberdayaan Umkm Di Desa Payaman Dr. Farikah, M.Pd.
16 UKM IQSAN Muchamad
Najih Jazuli
Ekselen Senireli: Optimalisasi Manajemen Sekolah Seni Religi untuk Meningkatkan Eksistensi Masyarakat Desa Sumberarum Menuju Desa Budaya Unggul Berbasis
Religi
Fuad Hilmy, S.T., M.T.
IPP.
17 HIMEPA Patricia Meita Vara Angelina Pembentukan Ekosistem Wirausaha melalui Hilirisasi Sumber Daya Perkebunan Unggulan Desa Bawang Dinar Melani Hutajulu,
S.Pd., M.Si.

Studi Tiru UBT ke Untidar, Pengelolaan Kemahasiswaan Harus Sesuai Visi Universitas

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan pengelolaan bidang kemahasiswaan disesuaikan dengan visi Untidar. Tujuan akhirnya menghasilkan mahasiswa yang mahir dan trampil dalam bidang kewirausahaan tanpa meninggalkan kekayaan lokal budaya sekitarnya.

“Jangan ikut-ikutan PTN A, B atau C. Kita harus linear dengan visi Untidar. Kegiatan-kegiatan pun menyesualkan seperti penyelenggaraan Expo dan Kompetisi Kewirausahaan (EKKN), adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kewirausahaan, peningkatan softskill mahasiswa serta jangan lupa publikasi dan apresiasi kepada setiap prestasi yang dihasilkan,” ujarnya.

Dalam kegiatan penerimaan kunjungan Studi Tiru Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan Universitas Borneo Tarakan (UBT) ke Untidar, Rabu (03/07), Prof. Parmin memaparkan data Tracer Study Untidar pada Juni 2024 bahwa 40% lulusan langsung bekerja, sisanya berwirausaha, melanjutkan S2 dll.

“Tidak hanya fokus pada berapa jumlah peminat yang masuk tapi kita harus memonitor bagaimana dengan lulusannya. Data ini perlu dianalisis untuk mengevaluasi program-program yang telah diselenggarakan di kampus apakah sudah efektif mencapai tujuan lulusan yang diharapkan,” tambahnya.

Hal ini sesuai dengan prestasi kemahasiswaan Untidar dimana memperoleh pendanaan sebesar Rp. 946.270.000 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Dimana dana sebesar Rp. 230.800.000 merupakan pendanaan P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha). Skema P2MW ini menempatkan Untidar pada urutan kedua nasional dengan jumlah sub-proposal yang lolos sebanyak 18 judul.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Perencanaan dan Kerjasama, UBT, Dr. M. Djaya Bakri, S.T., M.T. menyampaikan terima kasih atas kesempatannya untuk dapat melakukan sharing ilmu terkait pengelolaan kemahasiswaan.

“Prestasi Untidar dalam bidang kemahasiswaan menarik untuk dipelajari dan teman-teman yang kami bawa kesini kami harap bisa saling sharing ilmu dan tentunya harapannya bisa kami terapkan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa di UBT,” terang Dr. M. Djaya Bakri.

Salah satu hal yang ingin sekali dipelajari adalah terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) agar menjadi ajang penyambutan mahasiswa baru yang jauh dari perploncoan.

Pada kesempatan yang sama, UBT dan Untidar juga menyelenggarakan seremonial penandatanganan Kerjasama atau MoU. Tujuannya untuk pengembangan Tri Dharma Pendidikan Tinggi yaitu Pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kepala BAKK, staff kemahasiswaan serta perwakilan Ketua Ormawa serta mahasiswa program kemahasiswaan lain baik dari Untidar dan UBT. Masing-masing saling bertukar pengalaman dan juga informasi mengenai program masing-masing.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, bertukar kenang-kenangan dan foto bersama.

Penulis dan Editor : Humas Untidar

Pelajari strategi Menuju PTN BLU, UMRAH Melakukan Kunjungan Ke Untidar

Rektor Universitas Tidar (Untidar), Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si menerima kunjungan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjung Pinang, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi.,DEA di ruang rapat Rektorat Untidar, Selasa (4/6).

Kunjungan ini dalam rangka penandatanganan Nota Kesepahaman antar kedua Perguruan Tinggi, sekaligus benchmarking terkait Badan Layanan Umum (BLU). Seperti diketahui bersama, Untidar telah memperoleh Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU sejak 25 April 2024.

Selain kedua rektor, hadir dalam pertemuan tersebut beberapa pejabat dari kedua universitas. Dari Untidar tampak hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum, dan Kepala LPMPP. Sementara dari UMRAH tampak hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan, Kepala Biro Keuangan dan Umum, dan Tim BLU.

Dalam sambutannya, Sugiyarto menyampaikan bahwa nota kesepahaman ini akan menjadi fondasi kerjasama berikutnya.

“Perlu adanya kerjasama antar Perguruan Tinggi Negeri untuk saling menguatkan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Rektor Untidar mengakui tantangan global ke depan semakin berat, untuk itu diperlukan sinergi yang baik agar bangsa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan bangsa maju lainnya. Di sisi lain, ia berharap dengan status BLU yang disandangnya, Untidar dapat bisa melakukan percepatan menjadi perguruan tinggi yang mandiri dan maju, tanpa perlu memberatkan masyarakat dengan biaya kuliah yang mahal.

Dalam kesempatan yang sama, Agung Dhamar Syakti memberikan tanggapan bahwa Untidar cukup representatif menjadi tempatnya berkunjung dan melakukan benchmarking.

“UMRAH sedang menuju BLU, dan penting kiranya mengetahui langkah-langkah Untidar dalam mencapai BLU ini. Untidar yang usia penegeriannya lebih muda kenapa bisa lebih dulu BLU, ini yang perlu kami cari tahu jawabnya.” Tentu ini hanya sebagai awalan, karena nanti diharapkan akan terus terjadi komunikasi antar keduanya selama proses BLU UMRAH, imbuhnya.

Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman, di tempat yang sama tim UMRAH melanjutkan pertemuan dengan tim BLU Universitas Tidar. Dipandu oleh Jalu Aji Prakoso, M.Ec.Dev., tim BLU Untidar mempresentasi strategi dan persiapan yang dilakukan sepanjang persiapan menuju BLU hingga keluarnya Surat keputusan. Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Penulid dan Editor : Humas Untidar

Gandeng STMM Yogyakarta, Untidar Optimis Tingkatkan Mutu Mahasiswa dengan Sertifikasi.

Universitas Tidar menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Selasa (14/05). Maksud penandatanganan MoU ini

untuk mengadakan kerja sama secara kelembagaan sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing dalam pengembangan Perguruan Tinggi.

“Kerjasama ini diharapkan membuka peluang untuk menyelenggarakan sertifikasi bagi mahasiswa. Sertifikasi kompetensi merupakan bekal “kepercayaan diri” mahasiswa saat mencari pekerjaan,” ujar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Rektor Untidar.

Beliau juga mengingatkan bahwa kerjasama ini segera diimplementasikan dan jangan terhenti pada rencana serta kendala administratif. Tidak hanya berhenti pada kerjasama ini saja namun Untidar terbuka untuk kerjasama lainnya di kemudian hari.

“Peminat program studi Ilmu Komunikasi di Untidar cukup tinggi dari tahun ke tahun sebanding dengan upaya peningkatan mutu dan kualitasnya. Adanya kerjasama dengan STMM semoga perkembangan prodi Ilkom menjadi lebih pesat,” tambahnya.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Rektor Untidar dengan Ir. Noor Iza, M.Sc., Ketua STMM. Mou ini merupakan “payung kerjasama” kedua belah pihak dalam melaksanakan Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerjasama Dr. A. P. Dra. Sri Mulyani, M. Si., Plt. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) dengan Ketua STMM serta Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja sama, Untidar dan Drs. Kusumo Gambriyanto, M.Si., Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi STMM.

“Terima kasih atas kesempatan menjalin kerjasama dengan Untidar. STMM yang berkembang di multimedia sedang mengupayakan berkembang juga ke arah digital. Semoga kami bisa menjalin kerjasama penelitian, penulisan artikel atau jurnal serta workshop nasional maupun internasional bersama Untidar,” tutur Ir. Noor Iza, M.Sc., Ketua STMM Yogyakarta.

Sama seperti Rektor Untidar yang memandang pentingnya sertifikasi bagi mahasiswa, saat ini STMM sedang mengupayakan lulusannya minimal memiliki 1 sertifikasi kompetendi serta telah mengikuti minimal 2 pelatihan.

“Pada beberapa waktu yang lalu, mahasiswa prodi manajemen informasi komunikasi STMM melakukan KKN di wilayah Magelang. Setelah penandatangan kerjasama ini terbuka kemungkinan untuk melakukan KKN bersama Untidar,” pungkasnya.

Penulis : Nana

Editor : Humas Untidar

 

Fakultas Teknik Untidar Tandatangani Kerja sama dengan Universitas dan Pusat Penelitian dari Taiwan.

Fakultas Teknik, Universitas Tidar menandatangani 5 (lima) perjanjian kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) dengan 2 (dua) universitas dan 3 (tiga) pusat penelitian yaitu gempa, analisis struktur, dan teknologi kontrol seismik dari Taiwan, Kamis (25/04).

“Hari ini telah terlaksana kegiatan kuliah umum dari 4 (empat) Visiting Professor dari Taiwan dan penandatanganan kerja sama dengan dua universitas yaitu NCKU dan NUU Taiwan. Kerja sama ini terkait penawaran program dan beasiswa studi lanjut S2 dan S3 bagi alumni dan dosen Fakultas Teknik Untidar untuk mengambil studi di Taiwan serta program 3+2 untuk mahasiswa S1 dimana mahasiswa bisa mendapatkan gelar sarjana dari Untidar dan Magister di Taiwan dengan masa studi 10 (sepuluh) semester atau 5 tahun. Selain itu, ke depan kita dapat melakukan penelitian dan publikasi bersama antara dosen dari FT Untidar dengan Profesor dari Taiwan,” jelas Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng.

Kedua Universitas tersebut adalah National Cheng Kung University (NCKU) dan National United University (NUU) serta 3 laboratorium penelitian yaitu National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) National Applied Research Laboratories (NARLabs) Taiwan, Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), and Innovation Structure and Seismic Control Technology Research Laboratory.

Bertempat di  di Ruang E.03.4.15, Fakultas Teknik, Penandatangan kerja sama dilaksanakan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng. dengan Prof. Chyan-Deng Jan sebagai Dekan The College of Engineering, National Cheng Kung University (NCKU) dan Prof. Bor-Liang Chen sebagai Dekan College of Engineering and Science, National United University (NUU). Prof. Hsuan-Teh Hu, Kepala Computer Aided Structural Analysis Laboratory (CASALab), Prof. Chung-Sheng Lee, Kepala Innovation Structure and Seismic Control Technology Research Laboratory dan Prof. Fu-Pei Hsiao, Direktur National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) National Applied Research Laboratories (NARLabs).

Pada kesempatan yang sama juga diselenggarakan Public Lecture bertema “Bridging Future: Exploring Disaster Prevention in Taiwan and Indonesia” yang diisi oleh 4 (empat) Profesor dari Taiwan dan Assoc. Prof. Yanuar Haryanto, S.T., M.T., PhD. dari Universitas Jenderal Soedirman. Materi kuliah umum memaparkan upaya mitigasi bencana alam melalui konstruksi yang terencana, penilaian dan penerapan skenario dampak gempa bumi, serta program beasiswa untuk studi lanjut di Taiwan. Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Untidar dari 7 (tujuh) program studi yang ada di Fakultas Teknik.

Pada kesempatan ini, Prof. Hsuan-Teh Hu juga menjabarkan Program 3+2 yaitu penawaran program kuliah program sarjana tiga tahun dan program magister dua tahun– di NCKU dan NUU. Pemaparan materi praktisi kemudian ditutup dengan sharing session, pengalaman berkuliah di Taiwan oleh Assoc. Prof. Yanuar Haryanto, S.T., M.T., Ph.D.

Prof. Chyan-Deng Jan Dekan The College of Engineering National Cheng Kung University mengungkapkan harapannya pada hubungan yang baru dibangun antara Untidar dan NCKU serta NUU.

“Kami ingin membangun hubungan dengan Indonesia, karena Indonesia negara yang menarik untuk kami pelajari. Banyak perbedaan antar kedua negara ini dari dalamnya, budayanya. Sehingga kita dapat saling belajar ke depan,” pungkasnya.

Penulis: Kerin

Editor: Humas Untidar

Untidar Jalin Kerjasama Pelaksanaan Program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan dengan Kominfo

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar (Untidar) Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM tanda tangani Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) penyelenggaraan program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan di Hotel Mandarin Oriental Jakarta Pusat pada Rabu (13/04).

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama itu sekaligus acara peluncuran dan sosialisasi program kepada mitra. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo, Dr. Eng. Hary Budiarto M.Kom, IPM menyampaikan bahwa berdasarkan riset World Bank dan McKinsey pada tahun 2015, Indonesia dituntut untuk memiliki 9 juta talenta digital pada tahun 2030, yang setara dengan 600 ribu talenta digital per tahun.

”Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan mencetak 200 ribu talenta digital setiap tahunnya dan perguruan tinggi dibawah Kementerian Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi diminta untuk mencetak 400ribu talenta digital tambahan. Hal ini bertujuan mencapai target nasional sebanyak 600 ribu talenta digital per tahun”, jelasnya.

Dalam acara peluncuran dijelaskan bahwa program Microcredential Bisnis Digital, Inovasi, dan Kewirausahaan ini merupakan pelatihan yang bertujuan untuk mencetak talenta digital dan memacu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Program ini dapat diikuti oleh mahasiswa dari semua jurusan.  Mahasiswa akan mendapatkan bekal ilmu tambahan dalam bidang kompetensi digital karena kurikulum pelatihan ini juga didesain agar peserta memiliki bekal kemampuan untuk membangun start up digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Universitas Tidar, Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc., IPM menyampaikan Untidar akan menyelenggarakan program tersebut untuk mahasiswa dan masuk dalam rangkaian kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). “Sebagai perguruan tinggi mitra Kominfo, melaksanakan program ini juga merupakan salah satu bentuk keseriusan Untidar dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi untuk menghadapi persaingan era digital. Bahkan selaras degan misi kita sebagai kampus yang unggul dalam kewirausahaan”, tambahnya.

Tak hanya Universitas Tidar, hadir pula empat perguruan tinggi mitra lain yang turut serta diantaranya, Universitas Jenderal Soedirman; Universitas Negeri Sebelah Maret; Universitas Syiah Kuala; dan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Penulis :

Tim Kerjasama Untidar