Kupas Isu Disabilitas Tersembunyi, Untidar Gelar Workshop Riset Inklusif Bersama Coventry University
Magelang – Universitas Tidar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan “International Workshop: Building an Inclusive Research Ecosystem in Higher Education” pada Selasa (2/12) di Kledung Research Park, Kampus Untidar, Temanggung.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kolaborasi penelitian internasional bersama Coventry University melalui program inklusif Pathways into Research , yang fokus pada penguatan ekosistem penelitian inklusif di perguruan tinggi. Agenda ini dilaksanakan dengan dukungan Pusat Layanan Disabilitas (PLD), serta tim peneliti Universitas Tidar.
Workshop berlangsung penuh selama satu hari, meliputi sesi pemetaan isu, Focus Group Discussion (FGD), hingga aksi perencanaan. Sebanyak 12 relawan dari Pusat Layanan Disabilitas terlibat aktif dalam menyusun identifikasi masalah, khususnya isu-isu disabilitas yang tidak terlihat (hidden disabilitas) di lingkungan kampus. Peserta juga diajak menyusun peta perjalanan penelitian , gambaran kualifikasi akademik dari mahasiswa sarjana hingga profesor untuk memahami hambatan dan peluang pengembangan karir penelitian bagi kelompok yang membutuhkan dukungan khusus.
Mewakili Pusat Layanan Disabilitas, yang turut serta dihadiri oleh Susanti Malasari, S.Pd., M.Hum, sebagai perwakilan PLD; Kenyo Kharisma Kurniasari, SS, MITM, sebagai penerjemah; serta Dr. Rochmat Aldy Purnomo, SE, sebagai anggota tim peneliti sekaligus fasilitator yang mendampingi workshop.
Turut hadir pula tim peneliti dari Coventry University, Prof. Katherine Wimpenny, dan Prof. Sylvester Arnab; serta Dr. Richard Harisson dari University of Surrey. Selain itu, hadir perwakilan Universitas Negeri Malang, Dr. Muhibuddin Fadhli.
Pada sesi pembukaan, disampaikan oleh Dr. Rochmat Aldy Purnomo, SE, M.Si , yang mengungkapkan harapannya terhadap kebijakan yang mendukung kesejahteraan mental, “harapannya, universitas dapat menjadi lebih inklusif dan menghadirkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan mental serta keberhasilan akademik mahasiswa.” Jelasnya.
Dilanjutkan oleh Susanti Malasari, S.Pd., M.Hum., sebagai perwakilan dari Pusat Layanan Disabilitas yang menjelaskan terkait sejumlah kegiatan besar “setelah ini, kami akan memulai penjelasan mengenai metode pemetaan dan memfasilitasi untuk memberikan masukan sebaik mungkin.” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode pemetaan, ideasi , dan perencanaan tindakan , yang memungkinkan peserta mengidentifikasi isu-isu nyata, merumuskan solusi, serta menyusun langkah-langkah tindak lanjut untuk mendorong kampus yang lebih ramah dan inklusif terhadap seluruh sivitas akademika.
Salah satu peserta, Primaayu Nihashafa, menyampaikan kesannya, “Merasa terhormat bisa ikut serta dalam acara ini, saya mendapatkan banyak insight dan wawasan baru mengenai pentingnya inklusivitas dalam penelitian, harapannya seluruh ilmu yang diperoleh dapat implementasikan dengan baik dalam mewujudkan inklusivitas dalam bidang akademik.” Ungkapnya.
Melalui workshop ini, Universitas Tidar berharap dapat memperkuat kapasitas internal dalam membangun budaya riset yang inklusif, mendukung partisipasi mahasiswa penyandang disabilitas, serta memperluas kolaborasi riset internasional yang berdampak bagi pengembangan pendidikan tinggi yang setara dan aksesibel.
Penulis: Aghna Nur Sabrina
Editor: Humas Untidar





