Dari Sampah Jadi Energi: Tobias Wilson dan Dr. Arif Rahman Saleh Paparkan Solusi Ekonomi Sirkular
Pusat Studi Sustainability and Circularity, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang dalam menyelenggarakan seminar nasional yang bertajuk “Pengelolaan Sampah Organik yang Cepat dan Paripurna untuk mendukung Ekonomi Sirkular”, Jumat (28/02) di Auditorium lantai 6, Gedung Rektorat Kampus Sidotopo.
Dalam kesempatan ini, hadir Tobias Wilson pendiri Shiva Industries yaitu perusahaan teknologi lingkungan yang fokus pada pengelolaan sampah organik dengan solusi berkelanjutan.
“Sampah makanan menjadi persoalan serius ketika bercampur dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penting untuk memilah sampah sejak sumbernya, mengingat sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biogas, kompos, biochar, hingga sumber energi dan ekonomi baru,” jelasnya.
Tobias juga memperkenalkan teknologi pengolah sampah organik berbasis mikroba lokal yang mampu mengolah limbah dalam waktu singkat sebagai salah satu solusi praktis dalam mendukung ekonomi sirkular.
Sementara itu, Dr. Arif Rahman Saleh, S.T., M.T., memaparkan hasil risetnya mengenai GASMOD (Gasification On-Demand).
“GASMOD adalah inovasi teknologi gasifikasi multi-stage rendah tar dengan penyimpanan energi untuk mengolah sampah. Teknologi ini bertujuan membantu mengatasi krisis pengelolaan sampah di Kota Magelang,” papar Dosen Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik ini.
Program GASMOD difokuskan untuk mengubah sampah menjadi energi bersih di TPS3R Rusunawa dan TPS3R Dumpoh di Kelurahan Potrobangsan.
“GASMOD mampu mengonversi limbah menjadi syngas ultra-bersih dengan kadar tar di bawah 50mg/Nm3 dan efisiensi konversi energi mencapai 70-80%. Kapasitas pengolahan 30 kg limbah per jam dan dilengkapi tangki penyimpanan syngas bertekanan,” tambahnya.
Teknologi ini yang telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) level 5 dan dilindungi dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untidar, Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., menyampaikan bahwa persoalan sampah organik menjadi isu serius yang perlu ditangani melalui inovasi dan kolaborasi multipihak, serta disebabkan karena beberapa hal.
“Bahwa permasalahan sampah di Kota Magelang, seperti juga di daerah-daerah yang lain, terutama sampah organik ini mengalami beberapa permasalahan di Kota Magelang, diantaranya disebabkan oleh peningkatan aktivitas ekonomi kota kemudian juga aktivitas perdagangan dan juga aktivitas pendidikan termasuk di Universitas Tidar ini ” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan pengabdian masyarakat.
“Melalui penelitian dan pengabdian, banyak dosen Untidar telah mengembangkan inovasi pengelolaan sampah, mulai dari pendampingan bank sampah hingga teknologi pemanfaatan limbah menjadi energi. Harapannya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam menyelesaikan persoalan persampahan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Untidar berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sampah organik yang lebih cepat, efektif, dan bernilai ekonomi, sehingga mendukung terciptanya lingkungan yang berkelanjutan di tingkat lokal maupun nasional.
Penulis: Aghna Nur Shabrina
Editor : Humas Untidar






