Wisata Petik Melon Untidar: Integrasi Inovasi dan Kewirausahaan Berbasis Agroteknologi yang Edukatif
Magelang — Untidar kembali menghadirkan inovasi program berbasis agroteknologi melalui kegiatan “Wisata Petik Melon Untidar” yang diselenggarakan pada tanggal 25–27 Maret 2026 di kawasan Bandongan Teaching Farm. Program ini menjadi bagian dari pengembangan unit usaha yang dikelola oleh UPA Agroteknologi. Target utama pengunjung dalam kegiatan ini adalah sivitas akademika Untidar, namun secara terbuka juga ditujukan untuk masyarakat umum.
“Program ini sudah dimulai sekitar bulan Agustus, dan saat ini kami sudah memasuki panen berikutnya. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, namun hanya membayar sesuai berat melon yang dipetik,” ujar Ahmad Kholil selaku pengelola kebun di Bandongan Teaching Farm.
Kegiatan tersebut berjalan dengan sistem self-harvesting, di mana pengunjung memetik langsung buah melon, kemudian dilakukan penimbangan untuk menentukan harga berdasarkan berat per kilogram. Jenis melon yang dibudidayakan merupakan varietas premium dengan kualitas unggul seperti melon berwarna kuning (jenis Lavender) dan melon hijau (jenis The Blues).
“Metode penanaman melon di sini menggunakan sistem hidroponik, sehingga nutrisi dan sirkulasi air dapat dikontrol setiap hari sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan jamur dan ketidakseimbangan nutrisi,” imbuhnya.
Selanjutnya, pengunjung yang tertarik dapat memperoleh penjelasan edukasi mengenai teknik penanaman, proses pertumbuhan, hingga waktu panen optimal. Waktu operasional kunjungan tersebut berlangsung pada pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu terbaik untuk memetik melon umumnya pada sore hari karena kondisi suhu yang lebih stabil.
Kegiatan ini turut mendapatkan respons positif dari pengunjung. Bu Nia, salah satu pengunjung dari Wilayah Dumpoh, Magelang, menyampaikan bahwa pengalaman memetik melon secara langsung memberikan kesan yang menarik.
“Citarasa dari buah melon disini enak dan berbeda, teksturnya lebih renyah dibanding melon pada umumnya, sehingga saya minat untuk kembali berkunjung bersama keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan Umum Untidar, Sulistyaningrum, S.E. di hari pertama turut mengunjungi sekaligus menilai bahwa kualitas melon yang dihasilkan memiliki nilai unggul dan layak untuk dipasarkan secara luas.
“Kualitas dari buah melon yang dipetik sudah bagus dan berbeda dengan melon yang biasa dijual di pasaran. Kegiatan Wisata Petik Melon ini berpotensi besar untuk dikembangkan melalui dukungan promosi yang lebih luas serta peningkatan kapasitas produksi.” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Untidar menegaskan komitmennya dalam pengembangan agrowisata inovatif yang meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan lokal. Sebagai informasi tambahan, Untidar merencanakan perluasan komoditas melalui budidaya anggur yang masih dalam tahap pertumbuhan, guna mendorong nilai ekonomi hasil pertanian serta penguatan pertanian berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis: Maura Deaazaria Firdanisahara
Editor: Humas Untidar





