PKM 2019 : MAHASISWA UNTIDAR BERIKAN PELATIHAN WIRAUSAHA LILIN HERBAL

Tanaman herbal seperti jahe, serai, jeruk, kemangi banyak dibudidayakan di Dusun Prangkoan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Potensi tanaman herbal yang melimpah ini sehari-harinya dimanfaatkan sebagai bumbu dapur masyarakat sekitar.

“Tanaman herbal sebenarnya bisa diolah menjadi lilin beraroma herbal, sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mempunyai manfaat bagi kesehatan,” tutur Damayanti.

Damayanti (ketua) dan 3 rekannya; Hernanda Rifqi Alfanisa, Tri Wahyuni, dan Retno Asih yang tergabung dalam tim Program Kreatifitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKMM) Membangun Entrepreneur Muda Dusun Prangkoan, Kabupaten Magelang Melalui Pembuatan Lilin Beraroma Herbal.

“Banyak kaum muda yang masih menganggur. Maka itu, kami ingin menumbuhkan jiwa wirausaha mereka dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki dusunnya sendiri dengan membuat lilin aroma herbal ini,” tambahnya.

Awalnya Pemuda di Dusun Prangkoan kurang tertarik mengolah tanaman herbal sehingga banyak kebun tanaman herbal yang terbengkalai. Kini setelah menemukan cara mengolah tanaman herbal mereka mulai merawat tanaman dan mengolahnya dengan serius.

Adi Kuswanto, Ketua Karang Taruna Dusun Prangkoan menuturkan program pelatihan wirausaha ini mampu menambah pengetahuan dan pengalaman para pemuda di wilayahnya. “Program ini mendapat respon postif bagi para pemuda disini, menambah pengetahuan dan pengalaman. Program ini juga bisa dijadikan kegiatan tetap karang taruna khususnya untuk pengembangan kewirausahaan,” jelasnya.

Pelatihan wirausaha berlangsung selama 4 bulan mulai dari April-Juli 2019 meliputi perijinan, sosialisasi, pengumpulan bahan herbal, pembuatan lilin hingga pemasaran. Peserta pelatihan merupakan 10 orang anggota Karang Taruna Dusun Prankoan.

“Seketika mulai dinyalakan dengan api, lilin mengeluarkan aroma herbal berfungsi sebagai aromaterapi. Aromaterapi mengatasi berbagai masalah kesehatan tanpa obat serta mempengaruhi suasana hati bagi yang menghirup aromanya,” jelas Damayanti.

Aroma herbal membantu meringankan stress, antidepresan, insomnia, sakit kepala, dll. “Harga terjangkau hanya Rp 3000 – Rp 5000. Pemasaran produk menggunakan media sosial Instagram @lilinherbal dan WhatsApp. Lilin aroma herbal banyak manfaat dengan harga terjangkau,” pungkas Damayanti. (Tim PKMM Lilin Herbal/DN)

PKM 2019 : ALGAPATIS, SOLUSI ATASI GULMA PADI

Padi merupakan komoditas pangan mayoritas penduduk Indonesia. Tanaman semusim yang biasanya hanya ditanam 2 kali dalam setahun ini membutuhkan beberapa perawatan khusus selama masa penanamannya.

Selain hama, gulma juga merupakan “penggangu” yang menyerap nutrisi serta mengganggu pertumbuhan padi. Biasanya para petani mengatasi gulma dengan cara mencabut dan membenamkan gulma ke tanah (penyiangan) secara manual dengan peralatan seadanya.

“Algapatis dapat membantu para petani mengatasi gulma. Sekali kerja, petani dapat menyiangi gulma sekaligus memberikan pupuk untuk tanaman padinya,” tutur Feri Irawan.

Algapatis merupakan hasil karya tim Program Kreatifitas Mahasiswa Teknologi (PKMT) Universitas Tidar yang terdiri dari Feri Irawan (ketua), Zainab Luxfi’I, Samsul Hidayat, Erics Kharisma dan Ryantika Dyah Safitri.

Berawal dengan melihat keadaan petani padi di Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur yang masih menyiangi gulma secara manual lalu munculah ide untuk membuat Algapatis untuk membantu petani menghemat tenaga, waktu dan biaya dalam mnegatasi gulma.

“Petani hanya perlu mendorong Algapatis melewati daerah yang ditumbuhi gulma. Gaya tekan dari putaran roda mencabut dan membenamkan gulma. Sedangkan gaya knock yang dipasang di roda menjatuhkan pupuk ke dekat tanaman padi,” tambah Feri.

Algapatis memanfaatkan gaya tekan saat roda berputar dan gaya berat yang diberikan oleh rangka alat dan pupuk di dalam bak penampung. Ketika alat ini didorong maka mata-mata besi yang ada di roda akan melakukan pencabutan dan pembenaman gulma yang ada disekitar padi. Bersamaan ini pula knock yang ada pada bodi roda akan mengungkit tuas yang dihubungkan dengan pintu saluran pupuk sehingga pintu saluran pun akan terbuka dan pupuk akan jatuh tidak jauh dari tanaman padi karena pemasangan knock disesuaiakan dengan jarak tanam padi.

“Keunggulan Algapatis dibandingkan dengan alat pertanian konvensional adalah dapat melakukan 2 fungsi sekaligus dalam satu waktu,” jelas Feri.

Pembasmian gulma secara manual memakan waktu sampai 3 hari dengan luas lahan ±500 m² dengan rincian ±8 jam per harinya, sedangkan jika menggunakan Algapatis hanya diperlukan waktu ± 1 hari per harinya.

Pada lahan yang luas nya 500 m² membutuhkan waktu 3 hari dengan biaya Rp 50.000,00 (Rp 50.000,00 x 3 hari) maka total biaya yang diperlukan untuk membayar pekerja selama 3 hari senilai Rp 150.000,00. Biaya tersebut belum termasuk keperluan tambahan lain. Tentu jumlah itu tidaklah murah bagi para petani. Apalagi jika harga jual padi per kilonya hanya Rp 1.500,00 sampai Rp 2.000,00.

“ALGAPATIS disesuaikan dengan kebutuhan para petani Indonesia yang selama ini kesulitan dalam perawatan padi khusunya dalam penanganan gulma. Semoga Algapatis dapat membantu peningkatan produksi Padi di Indonesia,” pungkasnya. (Feri Irawan-PKMT Alagapatis/DN)

INFO PENTING SBMPTN 2019

PENDAFTARAN SBMPTN 2019 dimulai 10 – 24 Juni 2019 di laman https://pendaftaran-sbmptn-1.ltmpt.ac.id/

Mohon diperhatikan hal-hal berikut :
1. Panduan pendaftaran dapat dilihat pada laman https://ltmpt.ac.id/?mid=11 di Menu “UNDUHAN” sebelah kiri urutan paling akhir
2. Mohon jadi perhatian kepada peserta SBMPTN, apabila sudah di PERMANEN maka pendaftaran TIDAK BISA DIBATALKAN
3. Bagi peserta yg memilih prodi seni dan/ olahraga semua soal, template dan contoh video ketrampilan dapat dilihat di http://download.ltmpt.ac.id/utama.php

HelpDesk SBMPTN 2019
https://halo.ltmpt.ac.id/
Call Center 08041450450

DWP UNTIDAR GELAR ACARA BUKA BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM

Darma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Tidar menyelenggarakan acara buka bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa, Jumat (24/05) di Masjid Mambaul Ulum.

“Pada Bulan Ramadhan ini kita diberi kesempatan untuk beribadah, bersilaturahmi dan berbagi. Berbagi dapat dimaknai dalam banyak hal seperti berbagi kebahagiaan atau rezeki atau harta yang seperti saat ini kita laksanakan,” ujar Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Ir. Mukh Arifin, M.Sc.

Acara yang melibatkan 82 anak yatim piatu dan kaum duafa dari sekitar kampus UNTIDAR diharapkan dapat menjadi acara rutin tahunan DWP UNTIDAR. Tidak hanya melibatkan masyarakat sekitar kampus namun kedepannya dapat lebih luas lagi.

Penerima santunan berasal dari wilayah sekitar kampus seperti wilayah Dumpoh, Potrobangsan, Ngembik, Sanden, Jetis, bandongan dan Windusari.

“Semoga adik-adik, bapak dan ibu yang hadir pada acara ini yang belum mengenal UNTIDAR jadi mengetahui bagaimana UNTIDAR itu dan semoga besok bisa melanjutkan untuk kuliah di perguruan tinggi ini,” tambahnya.

Salah satu penerima santunan, Adhani Triyas Prasetya mengucapkan terima kasih dan bersyukur mendapat rezeki untuk kebutuhan menyambut Idul Fitri besok. “Terima kasih kepada DWP UNTIDAR semoga silaturahmi dengan UNTIDAR tidak hanya sebatas acara ini namun bisa berlanjut ke kegiatan lain,” tuturnya.

Setelah vakum beberapa saat yang lalu, kini kegiatan DWP UNTIDAR mulai satu-persatu muncul kembali. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan akan peringatan Hari Kartini dan kegiatan buka bersama serta santunan. Kedepannya kegiatan DWP UNTIDAR akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat bagi sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat sekitar. (DN)