Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) Tahun 2015

Universitas Tidar membuka kesempatan bagi sivitas akademika untuk meraih hibah/grant bantuan modal usaha dalam Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tahun 2015 dengan pendanaan sampai dengan Rp 7.000.000,- untuk setiap business plan yang disetujui. Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja daripada pencari kerja, maka diperlukan suatu usaha nyata. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi telah mengembangkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Cooperative Education (Co-op) yang telah banyak menghasilkan alumni yang terbukti lebih kompetitif di dunia kerja. PMW merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya (PKM, Co-op, KWU) untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis riil melalui fasilitasi start-up bussines. Selain pemberian modal usaha, mahasiswa juga akan dibekali kecakapan kewirausahaan dalam workshop, seminar, field trip, dan ekspo kewirausahaan. Adapun buku panduan PMW Universitas Tidar tahun 2015 dapat diunduh disini

SEMINAR “NETRALITAS BIROKRASI DALAM POLITIK LOKAL” HADIRKAN PAKAR POLITIK UGM DAN UNDIP

Tugas pokok dan fungsi birokrasi sebagai aktor pelayanan masyarakat yang netral, adil dan apolitis saat ini masih dipertanyakan.
Realitasnya birokrasi menjadi penghambat dan sumber masalah berkembangnya keadilan dan demokrasi 

birokrasi yang bukan merupakan kekuatan politik ini seharusnya dibebaskan dari pengaruh, dan keterjalinan ikatan politik dengan kekuatan-kekuatan politik yang sewaktu-waktu bisa masuk birokrasi. Dalam hal seperti ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat yang diberikan oleh birokrasi netral, tidak memihak dan objektif. 

Demikian inti persoalan yang dikemukakan dalam Seminar Nasional bertajuk "Netralitas Birokrasi Dalam Politik Lokal", yang digelar di Auditorium Untidar, Selasa 19 Mei 2015. Seminar ini menghadirkan 2 pembicara, yaitu Budi Setiono, S.Sos.,M.Pol.Admin.,Ph.D ( Sekretaris Program Magister Ilmu Politik Universitas Diponegoro ) dan Dr. Samudro Wibowo, M.Sc Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada. Acara inidihadiri oleh Perwakilan dari beberapa perguruan tinggi di Magelang, kalangan politisi dan birokrat, dosen serta mahasiswa Untidar. 

"Reformasi birokrasi di Indonesia berjalan lambat, Kurang responsif dengan dinamika perkembangan jaman. Sistem hukum dan administrasi masih menggunakan sistem kontinental, padahal di banyak negara sistem birokrasi saat ini banyak menggunakan sistem Anglo Saxon dan Commonwealth" jelas Budi Setiono PhD. 
"Agar tercipta netralitas birokrasi, seharusnya birokrasi yang dibentuk sepenuhnya memihak pada rakyat, bukannya tunduk pada penguasa. Birokrasi harus tunduk pada hukum dan aturan dan harus independen. Pers, ombudsman dan element lain harus selalu berperan aktif menjalankan fungsi kontrol pelaksanaan birokrasi" tambah Dr Samudro Wibowo. 

Seminar yang dimoderatori Hendrarto, M.Si ( Dosen FISIP Untidar ) ini berakhir pukul 12.00. Dilanjutkan dengan acara Diskusi antara Dosen dan Mahasiswa FISIP Untidar. 

Our Classes

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry’s standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using ‘Content here, content here’, making it look like readable English.

Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for ‘lorem ipsum’ will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).

There are many variations of passages of Lorem Ipsum available, but the majority have suffered alteration in some form, by injected humour, or randomised words which don’t look even slightly believable.

If you are going to use a passage of Lorem Ipsum, you need to be sure there isn’t anything embarrassing hidden in the middle of text. All the Lorem Ipsum generators on the Internet tend to repeat predefined chunks as necessary, making this the first true generator on the Internet.

It uses a dictionary of over 200 Latin words, combined with a handful of model sentence structures, to generate Lorem Ipsum which looks reasonable. The generated Lorem Ipsum is therefore always free from repetition, injected humour, or non-characteristic words etc.

The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.

LENY ZULAECHAH WAKILI UNTIDAR DALAM SELEKSI MAHASISWA BERPRESTASI TINGKAT NASIONAL

    Untidar mengadakan seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Tidar. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih dan memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi tinggi, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai wahana menyinergikan hardskills dan softskills mahasiswa, serta memilih wakil Untidar dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional. 

     Seleksi Mahasiswa Berprestasi di lingkungan Untidar kali ini diikuti oleh 10 mahasiswa terpilih. 2 orang perwakilan dari Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi, 2 orang perwakilan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Administrasi Negara, 1 orang perwakilan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, 1 orang perwakilan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, 2 orang perwakilan Fakultas Teknik Prodi Teknik Elektro,  1 orang perwakilan Fakultas Teknik Prodi Teknik Mesin, dan 1 orang perwakilan Fakultas Teknik Prodi Teknik Mesin.

     Penilaian meliputi Indeks Prestasi Kumulatif, Karya Tulis Ilmiah, Prestasi/Kemampuan yang diunggulkan, Bahasa Inggris dan Bahasa PBB lainnya (bila ada), serta Kepribadian. Setelah menyusun Karya Tulis, peserta diwajibkan untuk mempresentasikan ringkasan karyanya di depan Tim Penilai. Koordinator tim penilai adalah Prof. Dr. Sukarno, M.Si. Adapun para anggotanya adalah Dr. Bambang Kuncoro, M.Si., Dr. Ir. Bambang Surendro, M.T., Ir. Hadi Riyanto, M.Sc., dan Dra. Eny Orbawati, M.Si. 
    Hasil Rapat Penentuan Mahasiswa Berprestasi Universitas Tidar Tahun 2015 akhirnya memutuskan Juara 1, 2 dan 3. Juara Pertama berhasil diraih oleh Leni Zulaechah dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Juara 2 diraih oleh Tadjus Sobirin dari prodi Teknik Sipil dan Juara 3 Bagas Dwi Prakoso dari Prodi Teknik Mesin. Selanjutnya Juara 1 yaitu Leni Zulaechah akan menjadi wakil Untidar dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional di Jakarta pada tanggal 2 sd 4 Juli 2015

MAHASISWA FAPERTA UNTIDAR KULIAH LAPANGAN KE BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL, BADAN LITBANG KESEHATAN, KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Salah satu rencana pengembangan Untidar sebagai perguruan tinggi negeri adalah membuka Fakultas Kedokteran berbasis herbal. Wilayah Magelang dan sekitarnya dilimpahi aneka bahan baku jamu yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan manusia. Lebih-lebih jika bahan baku jamu diproduksi secara organik, tak hanya dikonsumsi saat sakit tetapi juga dikonsumsi secara rutin dan dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penyakit. Konsumen jamu terus meningkat, sehingga kebutuhan bahan baku jamu di pasar juga meningkat.

Fakultas Pertanian menangkap peluang tersebut untuk mengembangkan komoditas jamu lokal yang bahan bakunya banyak diserap pasar, sehingga penting bagi dosen dan mahasiswa  melakukan  kunjungan ke Balai Besar Pengembangan dan Penelitian Tanaman Obat Tradisional Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI di Tawangmangu dalam rangka untuk mengetahui produksi jamu mulai dari hulu sampai ke hilir. Dengan harapan Dosen dan mahasiswa peserta fieldtrip akan mendapatkan informasi tentang pengelolaan tanaman bahan baku obat, sehingga dapat mengembangkannya di Untidar baik sebagai pengembangan materi kuliah maupun praktikum, termasuk penelitan dan pengabdian kepada masyarakat. Di samping itu kegiatan ini dapat ikut mendukung rencana pengembangan Untidar.

14 mahasiswa semester 6 dan 10 orang dosen Fakultas Pertanian , Kamis dan Jumat 7 dan 8 Mei 2016 berkunjung ke BALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN OBAT DAN OBAT TRADISIONAL, BADAN LITBANG KESEHATAN,  KEMENTERIAN KESEHATAN RI. Kegiatan bertujuan untuk menambah wawasan dosen dan mahasiswa tentang tanaman obat dan obat tradisional  dari  hulu sampai hilir, memotivasi dosen dan mahasiswa berwirausaha di sektor tanaman obat, menambah informasi tentang dunia kerja di sektor  pertanian, dan mengembangkan  10 macam  bibit tanaman obat potensi  Magelang di  Untidar sebagai embrio wirausaha bibit tanaman obat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Dosen dapat mengembangkan materi kuliah , praktikum, penelitian dan Pengabdian kepada  Masyarakat  dalam mendukung pengembangan tanaman obat dan menerapkannya di wilayah Magelang.

Sementara Mahasiswa mampu mengembangkan  pembibitan tanaman obat  di lingkungan fakultas sebagai embrio wirausaha bibit tanaman obat

Hari pertama dosen dan mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan mulai dari sosialisasi, penjelasan tentang budidaya tanaman obat, peninjauan langsung ke kebun tanaman obat, lalu melakukan diskusi mengenai pemantapan pengembangan tanaman obat di lingkungan Untidar. Di hari kedua dosen dan mahasiswa melakukan peninjauan pengelolaan pasca panen bahan baku obat, peninjauan pembuatan obat tradisional dan peninjauan outlet penjualan obat. 

AISYIAH NURUL FAJRIAH RAIH JUARA II MUSABAQOH MAKALAH ILMIAH AL QURAN TK JATENG

    Kementerian Agama merupakan elemen penting bagi pemerintah dalam mengimplementasikan program revolusi mental bagi generasi muda. Salah satu upaya untuk mengejawantahkan program tersebut adalah mengadakan kegiatan yang menyasar kaum mahasiswa yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dengan berlokasi di Asrama Haji Transit Manyaran Semarang

    Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu syiar Islam pemerintah provinsi Jawa Tengah yang menyasar kalangan mahasiswa, terlebih MTQ mahasiswa hanya terselenggara di Jawa Tengah. Harapannya bisa menjadi pilot project bagi provinsi yang lain dan akhirnya terwujud MTQ mahasiswa tingkat nasional. Sekitar 35 perguruan tinggi mendaftar untuk mengikuti 3 musabaqah yang diperlombakan. 

    Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Al-Qur’an Hadits Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Hj. Siti Zaenatun, S.Pd.I menyampaikan bahwa dalam MTQ Mahasiswa ke-25 ini panitia membuka 3 cabang lomba meliputi Tilawah, Tahfidz 1 Juz dan Tilawah, serta Musabaqah Makalah Ilmiah Quran (M2IQ). 

Universitas Tidar kali ini mengirimkan 6 peserta. Kategori Tilawah 2 peserta, Kategori Tahfidz 2 peserta dan Kategori M2IQ 2 peserta. Ini merupakan kali pertama Untidar mengirimkan peserta pada ajang MTQ Mahasiswa, dan berhasil meraih juara harapan 1 untuk peserta putra atas nama Bayu Setiaji dan Juara 2 untuk peserta putri atas nama Aisyah Nurul Fajriah. Cabang MMIQ diikuti oleh 25 kafilah perguruan tinggi di Jawa Tengah yang masing-masing mengirimkan peserta mahasiswa putra dan putri.

Setelah dikoreksi oleh 4 Dewan Hakim yang masing-masing Prof. Dr. KH. Ali Mansyur, SH.,S.Pn.,M.Hum (Ketua Baznas), Prof. Dr. H. Ahmad Rofey, MA (Guru Besar UIN Wali Songo Semarang), Dr. Hj. Yuyun Effendi, Lc.,MA (Ketua LPTQ Semarang) dan Dr. H. Saifuddin Zuhri, M.Si (Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Prov. Jateng), dihasilkan 6 makalah ilmiah terbaik yang terbagi atas 3 makalah putra dan 3 makalah putri, keenam makalah pilihan tersebut yang memperebutkan juara 1,2 dan 3 MMIQ.

Aisyah Nurul Fajriah adalah mahasiswa semester 6 prodi pendidikan Bahasa Inggris Untidar. Aisyah juga aktif menjadi pengurus Unit Kegiatan Agama Islam Ar Ribath. Sebagai Juara 2 Cabang Musabaqoh Makalah Ilmiah AlQuran, Aisyiah berhak mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan sebesar 2,5 juta rupiah. "Prestasi yang membanggakan mengingat ini merupakan pertama kalinya Untidar mengikuti MTQ Mahasiswa" tutur Ketua Kafilah Untidar Ir. Hadi Riyanto M.P. "Tahun Depan persiapan akan lebih matang sehingga bisa meraih prestasi yang lebih tinggi", tambahnya. 
  

FAKULTAS EKONOMI KUNJUNGI DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN DAN BADAN KEBIJAKAN FISKAL KEMENTERIAN KEUANGAN RI

    Sabtu – Selasa (2-6 Mei 2015) Fakultas Ekonomi Untidar melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan Kunjungan Instansi (KLKI). KLKI merupakan mata kuliah wajib nol sks yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan dan DIII Akutansi, yang menggabungkan antara dunia teori dan praktek. Mata kuliah ini pada garis besarnya adalah kunjungan dunia instansi/industri untuk melihat langsung produk-produk yang dihasilkan dunia industri dan sistem kerja suatu instansi baik Pemerintah, BUMN, BUMD, dan Perbankan. Juga bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan lapangan kerja yang berkaitan dengan kompetensi dan memberikan pelatihan secara nyata bagaimana mahasiswa dapat bekerja secara kelompok yaitu dengan mahasiswa lainnya, dosen dan praktisi. 

    KLKI wajib diikuti oleh mahasiswa baru tahun akademik 2014/2015 agar bisa meningkatkan pengetahuan dan wawasan dalam dunia kerja. Sebanyak 220 orang mahasiswa turut serta dalam kegiatan ini. Didampingi oleh 20 orang panitia dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi, serta 20 orang Dosen Pembimbing dan tenaga kependidikan sebagai penanggungjawab dan pengarah kegiatan. Kegiatan KLKI dilaksanakan di Jakarta dengan mengunjungi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI. 

UPN JUARAI LOMBA ROBOTIC DI KAMPUS UNTIDAR

Universitas Tidar (Untidar) menyelenggarakan kompetisi robot bertajuk “Untidar Robotic Competition”. Lomba ini sekaligus menandai, perguruan tinggi yang baru saja menjadi negeri (PTN) ini sudah memiliki tim robotik dari mahasiswa teknik elektro.

Acara bertempat di auditorium Untidar. Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Sanata Dharma (USD), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta saling berkompetisi untuk memperebutkan juara di masing-masing kategori.

Dalam lomba ini, UPN Veteran meraih juara di dua dari tiga kategori lomba, yakni Robot Humanoid dan Robot Line Follower. Adapun kategori Robo Hawk diraih tim Unnes Semarang. Sementara juara dua Humanoid diraih Universitas Sanata Darma dan kategori Robo Hawk oleh UPN.

Mereka berhak membawa piala, piagam, dan uang pembinaan. Juara pertama Rp 2,5 juta dan juara dua Rp 2 juta. Piala diserahkan Rektor Untidar, Prof Dr Cahyo Yusuf MPd, Ketua Penyelenggara, Ir Edi Raharja, dan perwakilan dewan juri.

Cahyo mengatakan kompetisi Robotic ini menunjukkan bahwa Untidar senantiasa mengembangkan ruang untuk berkarya dan berkreativitas. Diharapkan melalui kompetisi semacam ini akan melahirkan generasi muda yang melek teknologi yang bisa memebrikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia. Sekaligus menunjukan kalau kita sekarang sudah punya tim robot dengan karya tiga robot, yakni humanoid, line follower, dan robot logo Untidar. Ini jadi kebanggaan kami yang ke depan akan terus dikembangkan,” ujarnya.

LOMBA MENYANYI ANTAR SMA/SMK SE-KARESIDENAN KEDU MERIAH

Sabtu 9 mei 2015 Untidar menyelenggarakan lomba menyanyi tingkat SMA/ SMK se-eks Karesidenan Kedu. Kegiatan ini diikuti oleh 19 sekolah dari berbagai daerah, seperti Kota Magelang, Kab. Magelang, Kab. Temanggung, dan Kab. Wonosobo. Dalam lomba ini ada 4 kategori yang dilombakan, kategori POP putra, POP putri, Dangdut putra dan Dangdut putri.  Total ada 70 kontestan tampil dalam babak penyisihan dan dipilih 4 finalis untuk masing masing kategori. Kegiatan dimulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00.

Ada 3 Juri dalam kegiatan ini yaitu Drs. Budiyono M.Pd. (Akademisi Untidar), Alex Henry E.P. Pelatih Utama Paduan Suara Gema Suara Tidar, serta Murbarani Novi Anggraeni seorang profesional di dunia seni musik dan seni vokal. Semangat dan antusiasme peserta begitu terasa dalam pelaksanaan kegiatan ini. Terlihat dari padatnya auditorium Untidar dari awal sampai akhir acara.

Drs. Hendrarto M,Si selaku Ketua Panitia Dies Natalis Untidar I membuka acara ini dan menyumbangkan 1 buah lagu milik George Groban. Bapak Ponijo koordinator seni dari MAN Kota Magelang mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Baik jika bisa diselenggarakan setiap 6 bulan sekali.  Bisa kategori vokal tunggal , vokal group maupun paduan suara.

Juara dalam lomba ini untuk kategori pop putra juara 1  Muhammad Syarif Hidayatulloh dari SMKN 2 wonosobo, juara 2 Josa Seandhita SMAN 1 candimulyo, Juara 3 Febriansyah Rahma Giardanu dari SMAN 1 Mertoyudan, dan Juara Harapan Yacub Fahmilda dari SMAN 4 Kota Magelang  . Untuk Juara pop putri juara 1 Nida Amalia Firdausiyah dari SMAN 2 Kota Magelang , juara 2 Karen Hapukh Permatasari dari SMA El Shadai, juara 3 Alvina Hardiyanti dari SMKN 2 Wonosobo, dan juara harapan Visensia Gunita Putri, sedangkan untuk dangdut putra juara 1 Susanto dari SMAN 4 Magelang, juara 2 Suparno dari SMKN 2 Wonosobo,  juara 3 Rinaldi dari SMAN 1 Mertoyudan, dan juara harapan Muhammad Lukman Hakim dari  MAN Kota Magelang dan untuk juara dangdut putri juara 1 Diah Safitri SMKN 2 Wonosobo, juara 2 Siti Halimah MAN parakan Temanggung,  juara3 Bertha Risma Wardani dari SMK Muhammadiyah Mungkid  dan juara harapan Arania Hadiza Buan dari SMAN 4 Magelang. Seluruh pemenang masing masing mendapatkan trophi, piagam dan uang pembinaan. Sebelum kegiatan hari Sabtu ini tepatnya hari Jumat 8 Mei 2015, Untidar juga menyelenggarakan kegiatan serupa yang diikuti keluarga besar untidar dosen karyawan dan mahasiswa.

 

AISYIAH NURUL FAJRIAH RAIH JUARA II MUSABAQOH MAKALAH ILMIAH AL QURAN TK JATENG

Kementerian Agama merupakan elemen penting bagi pemerintah dalam mengimplementasikan program revolusi mental bagi generasi muda. Salah satu upaya untuk mengejawantahkan program tersebut adalah mengadakan kegiatan yang menyasar kaum mahasiswa yaitu Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Mahasiswa yang dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dengan berlokasi di Asrama Haji Transit Manyaran Semarang

    Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu syiar Islam pemerintah provinsi Jawa Tengah yang menyasar kalangan mahasiswa, terlebih MTQ mahasiswa hanya terselenggara di Jawa Tengah. Harapannya bisa menjadi pilot project bagi provinsi yang lain dan akhirnya terwujud MTQ mahasiswa tingkat nasional. Sekitar 35 perguruan tinggi mendaftar untuk mengikuti 3 musabaqah yang diperlombakan. 

    Kasi Pengembangan Seni Budaya Islam, Musabaqah Al-Qur’an Hadits Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Hj. Siti Zaenatun, S.Pd.I menyampaikan bahwa dalam MTQ Mahasiswa ke-25 ini panitia membuka 3 cabang lomba meliputi Tilawah, Tahfidz 1 Juz dan Tilawah, serta Musabaqah Makalah Ilmiah Quran (M2IQ).
    
    Universitas Tidar kali ini mengirimkan 6 peserta. Kategori Tilawah 2 peserta, Kategori Tahfidz 2 peserta dan Kategori M2IQ 2 peserta. Ini merupakan kali pertama Untidar mengirimkan peserta pada ajang MTQ Mahasiswa, dan berhasil meraih juara harapan 1 untuk peserta putra atas nama Bayu Setiaji dan Juara 2 untuk peserta putri atas nama Aisyah Nurul Fajriah. Cabang MMIQ diikuti oleh 25 kafilah perguruan tinggi di Jawa Tengah yang masing-masing mengirimkan peserta mahasiswa putra dan putri.

Setelah dikoreksi oleh 4 Dewan Hakim yang masing-masing Prof. Dr. KH. Ali Mansyur, SH.,S.Pn.,M.Hum (Ketua Baznas), Prof. Dr. H. Ahmad Rofey, MA (Guru Besar UIN Wali Songo Semarang), Dr. Hj. Yuyun Effendi, Lc.,MA (Ketua LPTQ Semarang) dan Dr. H. Saifuddin Zuhri, M.Si (Kepala Bidang PAIS Kanwil Kemenag Prov. Jateng), dihasilkan 6 makalah ilmiah terbaik yang terbagi atas 3 makalah putra dan 3 makalah putri, keenam makalah pilihan tersebut yang memperebutkan juara 1,2 dan 3 MMIQ.

Aisyah Nurul Fajriah adalah mahasiswa semester 6 prodi pendidikan Bahasa Inggris Untidar. Aisyah juga aktif menjadi pengurus Unit Kegiatan Agama Islam Ar Ribath. Sebagai Juara 2 Cabang Musabaqoh Makalah Ilmiah AlQuran, Aisyiah berhak mendapatkan trophy, piagam dan uang pembinaan sebesar 2,5 juta rupiah. "Prestasi yang membanggakan mengingat ini merupakan pertama kalinya Untidar mengikuti MTQ Mahasiswa" tutur Ketua Kafilah Untidar Ir. Hadi Riyanto M.P. "Tahun Depan persiapan akan lebih matang sehingga bisa meraih prestasi yang lebih tinggi", tambahnya.