Mahasiswa dan Dosen UTM Ikuti Acara Sosialisasi Pencegahan Narkoba dan Aids

UTM bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Acara Sosialisasi Pencegahan Narkoba dan Aids. Sebanyak 30 Dosen dan Mahasiswa mengikuti acara ini. Acara dibuka oleh Rektor UTM Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd. Kegiatan berlangsung selama 2 hari, yaitu tanggal 18 dan 19 November 2013, di Hotel Borobudur Magelang. Dalam acara sosialisasi kali ini, Ibrahim Nawawi, M.T., Dosen Fakultas Teknik UTM, menyampaikan materi mengenai Psikologi Remaja dan Dinamika Kampus, Polres Kota Magelang memberikan  materi “Narkoba Pembunuh Masa Depan Generasi Muda”. Dan Dr. Susi dari Puskesmas Magelang Utara memberikan materi mengenai HIV/AIDS pemahaman dan pencegahannya.  Acara juga diwarnai dengan berbagai diskusidan tanya jawab antara pemateri dan peserta. 

LULUSAN UTM SIAP TERJUN KE DUNIA KERJA

     Sabtu, 16 November 2013, UTM Menghelat Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Periode November 2013. 140 wisudawan hadir dalam prosesi wisuda di Auditorium Universitas Tidar Magelang. Ketua Senat Prof. Cahyo Yusuf membuka Sidang Senat Terbuka tepat jam 09.30 WIB. Acara dibuka dengan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Senat, Laporan Surat Keputusan Rektor Tentang Pewisudaan, diikuti Pewisudaan Lulusan Terbaik.Para Lulusan Terbaik tahun ini juga mendapatkan penghargaan dari Bank Jateng Cabang Magelang.
 
    Setelah Pewisudaan 10 Program Studi selesai, Rektor, dan Pemimpin BNI Cabang Magelang memberikan penghargaan kepada lulusan dengan IPK Cumlaude. Sebanyak 7 orang berhasil meraih predikat 
Cumlaude. Dagniyar Sri Widyaningrum dengan IPK 3.84 adalah peraih nilai tertinggi diantara 140 wisudawan. Dahniyar adalah lulusan FKIP Bahasa Inggris UTM. Dalam kata sambutannya mewakili wakil wisudawan Dahniyar berharap, ilmu yang sudah didapat akan menjadi bekal yang berharga untuk terjun di masyarakat. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Perguruan Tinggi Borobudur Tidar dan Walikota Magelang.
 
    Selain prosesi wisuda, siang itu acara juga disemarakkan oleh penampilan kompak Tim paduan Suara Gema Suara Tidar, melantunkan lagu daerah Bali Janger dan lagu Doa Anak Negeri. Lagu yang sarat akan pesan, sebuah doa untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia cara ditutup tepat pukul 11.30 WIB, lancar tanpa kendala yang berarti

Selamat dan Sukses untuk wisudawan wisudawati UTM
VIVA UTM

 
 
 

GELIAT WIRAUSAHAwan MUDA DI KAMPUS UTM

     Universitas Tidar Magelang, saat ini menerapkan Pola Ilmiah Pokok Kewirausahaan dan Pembangunan Perdesaan. Dasar pengembangan Kewirausahaan di Kampus UTM adalah statuta yang menyebutkan bahwa UTM Unggul dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi Berbasis Wirausaha. Keseriusan dalam mengembangkan PIP Kewirausahaan telah ditunjukkan dengan diterapkannya kurikulum wirausaha di semua program studi. Setiap mahasiswa UTM akan menempuh 4 sks Kewirausahaan meliputi teori dan praktek. Selain itu saat ini juga telah dibentuk berbagai wadah sebagai sarana praktik usaha untuk membangun sistem dan jaringan usaha. Mahasiswa juga dipersiapkan untuk aktif mengirimkan proposal PKM dan PMW yang merupakan program Dikti untuk menggairahkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa.
     Kamis 14 November 2013, Seminar Kewirausahaan diadakan di Ruang Multimedia UTM. Seminar kali ini mengambil tema "Pengembangan Konsep dan Implementasi Kewirausahaan di Universitas Tidar Magelang". Seminar menghadirkan 3 pemateri yaitu Rektor UTM, Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.,dengan makalahnya tentang "Kebijakan Pengembangan Kewirausahaan di UTM Perspektif Jangka Panjang", Ketua TIM Pengembangan Kewirausahaan Drs. Sri Bondan, M.Si.,dengan makalahnya "Beberapa Aspek Ekonomi Rencana Usaha Mandiri di Kampus UTM" dan Drs. Indrotomo, M.Pd. dengan materi mengenai " Pola Kemitraan Ayam Jawa Super dengan Jogja Farm"
     Dalam sambutannya saat membuka acara, Prof. Cahyo menyampaikan perlunya mahasiswa membekali diri dengan kemampuan dan mindset wirausaha. Saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia mengacu dari berbagai sumber, masih sangat minim. Ke depan diharapkan akan banyak anak muda yang mau dan berani untuk berwirausaha sehingga akan memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Lulusan UTM harus memiliki kompetensi terkait ilmu, ketrampilan dan nilai sesuai program studinya masing-masing. Selain itu juga harus memiliki pengetahu
an, pengalaman dan jiwa wirausaha. Lulusan UTM diharapkan bisa menjadi kaum intelektual yang mampu menciptakan kerja (job creator) dan menjadi pelaku usaha bukan pencari kerja, apalagi penganggur intelektual. UTM sebagai Pusat Ilmu dan Budaya termasuk Budata Wirausaha akan mengkaji dan mengembangkan Kewirausahaan, mempersiapkan, mengelola, dan membekali mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha baru sehingga bisa turut menyelesaikan masalah pengangguran dan kemiskinan.

LOMBA CIPTA PUISI WARNAI PERINGATAN HARI PAHLAWAN DI KAMPUS UTM

     Memaknai Semangat Juang Para Pahlawan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menuangkannya dalam rangkaian kata bernada. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2013, BEM Universitas Tidar Magelang mengadakan Lomba Cipta Puisi SMA/SMK se-Kota Kabupaten Magelang. 17 Karya Terpilih, diseleksi oleh Tim Juri, dan akhirnya menorehkan 3 penghargaan untuk : Jatsiyana Dienty Sary dari SMA Negeri 2 Grabag dengan Karyanya Dirgandini Invantri ke -87, Risa Hestiningsih dari SMA Negeri 2 Magelang dengan Karyanya Antara Aku dan Dia, serta Yuni Afita dari SMA Negeri 1 Muntilan dengan Karyanya Seberkas Cahaya Merah di Langit Bulan Juni”.

      Selain mengadakan lomba puisi, BEM juga mengadakan kegiatan Malam Akrab. Ini merupakan kali pertama BEM mengadakan Makrab, khusus untuk memperingati Hari Pahlawan. Disadari atau tidak, Kemerdekaan Indonesia merupakan buah pikir dan kerja keras dari Para Pahlawan yang rela menomorsatukan kepentingan Bangsa dan Negaranya. Kemerdekaan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena itu meluangkan 1 malam untuk mengenang pahlawan, adalah kegiatan positif yang sangat baik untuk dilakukan. Kegiatan Makrab diisi dengan Sarasehan. Sarasehan menghadirkan 2 Dosen FKIP, yaitu Drs. Sutrisman, M.Sc., dan Hari Wahjono, M.Pd.  Sarasehan membahas banyak hal dengan tema Kepahlawanan, salah satunya tentang bagaimana Kota Magelang turut andil dalam penggalan sejarah Bangsa Indonesia. Acara makrab juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi 5 orang Finalis, penyerahan trophy dan piagam untuk para pemenang, dan outbond yang diikuti oleh semua peserta makrab, yaitu semua anggota Badan Eksekutif Mahasiswa UTM, perwakilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa dan perwakilan dari beberapa SMA di Kota dan Kabupaten Magelang.

SOSIALISASI PERATURAN KEPEGAWAIAN UTM

     Manusia merupakan makhluk sosial sehingga dalam kesehariannya selalu berhubungan dengan manusia-manusia yang lain. Karena seringnya terjadi interaksi antar manusia tersebut, maka dibutuhkan sesuatu yang bersifat mengatur dan mengikat  untuk selalu mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Itulah mengapa, di instansi manapun perlu adanya peraturan yang mengatur kinerja karyawannya

    Peraturan kepegawaian akan menjamin kinerja karyawan; setiap karyawan dalam menjalankan tugasnya harus sesuai job deskripsi yang sudah ditentukan perusahaan. Ini berguna untuk mengatur harmonisasi perusahaan. Peraturan kepegawaian juga menjaga hak dan kewajiban.  Setiap instansi membutuhkan karyawan untuk membantu kinerja perusahaan, karyawan menerima gaji sebagai haknya dari hasil kinerjanya. Agar hak dan kewajibannya berjalan baik, maka perlu diikat dalam peraturan kepegawaian.

    Peraturan kepegawaian menjamin kepastian hukum baik bagi pengusaha maupun karyawan; dengan adanya peraturan kepegawaian maka akan dapat terhindar dari berbagai macam gangguan. Setiap ada pelanggaran akan ditindak tegas. Jika perlu ada sanksi sesuai tingkat kesalahan. dan sebaliknya apabila ada karyawan yang berprestasi dapat diberikan penghargaan.

   Jumat 8 November 2013, seluruh karyawan Universitas Tidar Magelang, baik tenaga pendidikan maupun tenaga kependidikan, mengikuti sosialisasi Peraturan Kepegawaian UTM yang baru. Peraturan ini merupakan penyempurnaan dari peraturan kepegawaian terdahulu. Dengan adanya Peraturan Kepegawaian Baru yang berlaku sejak 1 November 2013,diharapkan semakin menumbuhkan rasa memiliki pada institusi  dan semakin meningkatkan performa, gairah kerja dan produktivitas karyawan UTM.

SOSIALISASI SENTRA MAGELANG HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (MAHAKI)

Senin, 4 November 2013, Pelajar SMA tampak memadati Auditorium Universitas Tidar Magelang, mengikuti acara Sosialisasi Sentra Magelang Hak Kekayaan Intelektual (MAHAKI). Acara ini adalah bagian dari Program Kerja Fakultas Ekonomi Universitas Tidar Magelang TA 2013/2014. Juga merupakan Program Kegiatan Sentra MAHAKI tahun 2013, yang sejalan dengan Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 180/M/Kp/V/2013 tentang Penetapan Proposal Program Insentif Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Riset dan Teknologi untuk dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2013.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengelolaan dan pemanfaatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada publik, peneliti dan siswa khususnya bagi siswa SMA dan SMK di Kota Magelang dan sekitarnya, memotivasi kreativitas penghasil karya intelektual dan para inovator untuk menciptakan hasil karya berpotensi HKI, dan mendorong penghasil karya intelektual untuk mendaftar dan memperoleh HKI sehingga dapat meningkatkan eksistensi dan nilai ekonomi produk ditengah persaingan bisnis. Demikian disampaikan Drs. M.A Poerba, selaku Ketua Panitia kegiatan ini dalam sambutannya.

Acara menghadirkan Narasumber Dr. Sabartua Tampubolon, S.H., dari Kementerian Riset dan Teknologi, dengan paparannya mengenai "Urgensi Manajemen Hak Kekayaan Intelektual Dalam Pengembangan Sistem Inovasi Nasional (SINAS). Pemateri lainnya adalah Dr. Ir. Djoko Suprapto, DEA dari Dewan Riset Daerah Propinsi Jawa Tengah, menyajikan makalah mengenai "Penelitian Yang Berpotensi HKI", dan Ir. Putu Rocky Arkony,M.T., dari Kantor Litbang dan Statistik Kota Magelang, menyajikan materi "Kebijakan Pemerintah Kota Magelang Dalam Penelitian dan Pengembangan".

Acara ini dihadiri oleh Pelajar dari 35 SMA dan SMK Negeri dan Swasta se-Kota Magelang, Mahasiswa FE UTM, Dosen UTM yang saat ini sedang membuat buku ajar dan buku teks, serta penerima sertifikat registrasi paten dan hak cipta perwajahan.

Stand Up Comedy Show

Komunitas Standup Comedy UTM, akan hadir mengobati kegalauan, setelah masa Ujian Tengah Semester Usai. Masna, Wenwen, AndikaJohn, KuryYusuf, Wax, MirzaUnyu dan UcokKorep akan menggila, menghentak dengan sejuta tawa, di Gedung Multimedia UTM, Rabu 13 November 2013, Start Jam 7 Malam. Acara ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan MC sekaligus penghibur handal Tri Maskenthir.

Workshop E Learning Berbasis Open Source Awali Aktivitas Hibah Model Pembelajaran Non Konvensional Berbasis TI

Tahun ini Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UTM memperoleh Hibah Kompetisi dari Direktorat Pembelajaran dan Mahasiwa Dirjen Pendidikan Tinggi.  Aktivitas pelaksanaan hibah diawali dengan Workshop E-Learning Berbasis Open Source, dengan menghadirkan pemateri Vincent Bayu Tapa Brata (praktisi TI dari Jakarta/Pengelola TI Sekolah Citra Buana). Dalam workshop tersebut, beliau memaparkan beberapa keunggulan open source seperti Linux dan generasinya, diantaranya :

  1. Efisien karena pengguna tidak perlu membayar lisensi (yang biasanya mahal)
  2. Etika, Tepat untuk institusi perguruan tinggi untuk memakai open source daripada memakai program lain tetapi bajakan akibat mahalnya lisensi (lebih etis)
  3. Terbuka untuk perbaikan terus menerus

Open source memiliki keunggulan sebagai milik bersama. Ketika ada kelemahan bisa dishare dan ada yang mengatasinya

  1. Kemudahan
  2. Keamanan

Misalnya virus dari Microsoft tidak dapat menyerang Linux dan generasinya.  Disamping itu beberapa aplikasi HP seperti Android saat ini juga telah menggunakan aplikasi open source.  Sementara untuk aplikasi e-learning wacana akan digunakan Moodle yang memiliki fitur-fitur yang sangat lengkap untuk e-learning

Ketua Hibah Dra Mursia Ekawati, M.Hum mengatakan workshop ini sangatlah penting untuk dilaksanakan, mengingat open source saat ini belum banyak diketahui kemudahan dan manfaatnya oleh kalangan akademisi. Workshop ini diikuti oleh Dosen dari prodi Teknik, FKIP, dan Ekonomi. Juga mahasiswa UTM dan Mahasiswa STMIK Bina Patria.

SUARA MERDEKA PELATIHAN RELEASE

MAGELANG, suaramerdeka.com – Jajaran redaksi Suara Merdeka (SM) turun gunung menyebar virus jurnalistik ke sejumlah mahasiswa perguruan tinggi di Jawa Tengah. Termasuk mahasiswa Universitas Tidar Magelang (UTM) yang mendapat ilmu jurnalistik dari para ahli/praktisi di bidangnya masing-masing.  Dalam sebuah ruangan auditorium kampus setempat, Sabtu (26/10), virus yang dikemas pelatihan jurnalistik ini langsung disebar Pemimpin Redaksi (Pemred) Suara Merdeka Amir Machmud NS. Lalu Redaktur Senior H Bagas Pratomo dan Redaktur Wacana Cocong Arief Priyono.

Sekitar 100 peserta dari Rektor Prof Cahyo Yusuf, dosen, hingga mahasiswa serius mengikuti pelatihan yang dipandu Kepala Perwakilan Suara Merdeka Kedu Utara, Doddy Yulianto ini. Hingga pukul 16.00, para peserta menyerap semua ilmu yang diberikan para punggawa Suara Merdeka tersebut.  Amir Machmud dengan gaya khasnya menyampaikan perihal "Menulis di media apa sulitnya?" yang berisi penjelasan bagaimana cara menulis artikel di media masa. Sebelumnya dijelaskan, artikel adalah tulisan yang berisi pendapat subjektif penulis tentang suatu masalah.

"Artikel yang cocok di media masa, terutama cetak adalah artikel populer atau ilmiah populer.  Keduanya memiliki kemasan bahasa lebih populer dan mudah dipahami dengan isi kajian, pandangan, atau argumentasi tentang suatu masalah," ujarnya bersemangat.

ANISATUL FUADIYAH, LULUSAN FKIP BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UTM SATU DARI 35 ORANG GURU PERINTIS, SIAP MENGABDI DI PUNCAK PAPUA

"Kabupaten Puncak merupakan salah satu daerah terisolir di Indonesia, mengalami beberapa tantangan geografis yang berdampak bagi pembangunan sosial budaya, terutama pendidikan. Sarana prasarana pendidikan masih sangat minim dan tenaga pengajar yang belum mencukupi", kata Kepala Kelompok Kerja Papua UGM Drs Bambang Purwoko dalam acara Pembukaan Seleksi Guru Perintis di Yogyakarta.

Program guru perintis merupakan hasil kerjasama antara Kelompok Kerja Papua dan Pusat Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama (PPKK) Fisipol UGM dengan Pemerintah Kabupaten Puncak. Ketiga puluh lima guru perintis yang dikirim merupakan guru dari berbagai daerah yang dinyatakan lolos dalam proses rekrutmen yang dilakukan di Yogyakarta dan Makasar.

Mereka yang berkesempatan untuk mengikuti seleksi tidak hanya lulusan UGM, namun juga lulusan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Satu diantara 35 Guru Perintis yang lolos seleksi adalah Anisatul Fuadiyah, lulusan FKIP UTM Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia. Sesuai rencana Anis bersama 34 Guru Perintis akan ditempatkan di Kabupaten Puncak Papua, untuk mendedikasikan kemampuan sesuai latar belakang pendidikannya. Guru yang dibutuhkan dalam program Guru Perintis tahun ini adalah Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Bahasa Inggris, Fisika, Biologi, Ekonomi, Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia dan IPA

Setelah melewati proses seleksi yang cukup panjang, sebanyak 35 guru perintis dikirim ke Kabupaten Puncak, Papua.  Mereka akan bertugas sebagai tenaga perintis dan penggerak untuk bahu-membahu memajukan pendidikan warga Kabupaten Puncak, salah satu wilayah paling terisolir di Indonesia.

Kabupaten Puncak terletak di ketinggian antara 3.000 sampai 4.800 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kabupaten Puncak di pegunungan tengah Provinsi Papua terdiri dari bukit-bukit yang menjulang tinggi dan jurang yang dalam. Akibatnya, banyak distrik dan kampung yang terisolir dan tidak mempunyai akses transportasi maupun komunikasi sama sekali. Angka tuna aksaranya pun sangat tinggi, yakni 76,88 persen pada tahun 2013.

Berbeda dengan program serupa yang telah ada, peserta seleksi guru perintis haruslah merupakan sarjana studi pendidikan. Dengan demikian, mereka telah memiliki bekal keilmuan yang cukup untuk mengajar para calon muridnya.