BEASISWA SMART CHALLENGE

BEBAS UANG GEDUNG UNTUK MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Ketentuan :

  1. Berlaku untuk Calon Mahasiswa Baru Kelas Reguler semua Program Studi
  2. Silahkan Like Fanpage Universitas Tidar Magelang, dengan klik https://www.facebook.com/pages/Universitas-Tidar-Magelang/114371241985158
  3. Kemudian INBOX dengan mengisi :
  • Nama Lengkap
  • Tempat Tanggal Lahir
  • Alamat
  • Asal Sekolah
  • Tahun Lulus
  • Alasan Kuliah di Universitas Tidar Magelang

 

MAHASISWA UTM IKUTI KKN TEMATIK

Mahasiswa Semester 6 Universitas Tidar Magelang, Jumat 5 Juli 2013 diterjunkan untuk mengikuti Kuliah kerja Nyata-KKN. Mereka dilepas oleh Rektor UTM Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd.  KKN kali ini diikuti oleh 197 mahasiswa kelas reguler dan 63 mahasiswa dari kelas karyawan. KKN dilaksanakan di 13 desa di Kecamatan Pakis dan 2 desa di Kecamatan Secang, yaitu di desa desa antara lain Petung, Daleman Kidul, Pogalan, Ketundan, Kenalan, Kragilan, Banyusidi, Bawang dan Rejosari. Pakis adalah daerah yang berada di lereng Gunung Merbabu. Wilayah kemiringannya tinggi dan rawan longsor. Penduduk Pakis rata-rata adalah lulusan SD. Sementara Daerah Secang yang dijadikan lokasi KKN juga memiliki kharakteristik yang hampir sama dengan Pakis, hanya saja penduduk paling banyak adalah lulusan SMP. Mahasiswa kelas reguler diterjunkan di Pakis, sementara kelas karyawan di Secang. 

            260 mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, masing masing bertanggung jawab di 1 dusun. Selama kegiatan, mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan. KKN Tematik yang selalu diadakan setiap tahun ini bertujuan sebagai wahana Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Perdesaan. Bagi Mahasiswa sendiri KKN bertujuan untuk mempersiapkan kemampuan, kemandirian dan profesionalisme. Disamping itu juga agar mahasiswa biasa berinteraksi dengan masyarakat, sesuai dengan tugasnya untuk selalu mengabdi pada masyarakat. Selama KKN kegiatan dititikberatkan pada pembenahan administrasi pedesaan dan kegiatan kewirausahaan. Selama 1 bulan melaksanakan KKN diharapkan mahasiswa bisa memberikan bantuan pemikiran, pembelajaran dan pemberdayaan kepada masyarakat.

MENJALIN KOMUNITAS SENI LEWAT FESTIFAL FILM

Untuk kedua kalinya Bengkel Seni mengadakan Magelang Film Festifal. Screening diadakan di Syang Art Gladiol, Magelang dan Awarding Night di Auditorium Universitas Tidar Magelang , Jumat (7-8/6) . Acara ini bertujuan menjalin komunitas sesama pegiat film khususnya untuk tingkat Magelang dan umumnya untuk nasional. Dihadiri berbagai sineas film berbakat dari seluruh Indonesia.

Magelang Film Festifal banyak dihadiri pegiat film dari luar kota, yakni Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Wonosobo dan beberapa perwakilan  dari UNY, ISID Surakarta dan  Universitas ANDALAS.

Film yang dilombakan berjumlah sebelas film dari berbagai kota. Didalamnya terdapat beberapa penghargaan seperti Best Directing, Best Skenario dan lain-lain. Film “ Aminah “  dari Surakarta memenangkan film kategori terbaik.  Pemenang mendapatkan “Piala Paku Tidar ” dan dana apresiasi yang menarik.

“ Acara berjalan lancar dan sesuai harapan, suasananya juga sangat meriah dan ramai sekali, harapan dengan adanya acara ini antusias masyarakat bertambah  khususnya di daerah Magelang, supaya apresiasi dari tahun ketahun semakin banyak dan meningkat ”, tandas Andika Manggala selaku ketua panitia. 

Sastrawan Sepuh Asal Yogyakarta Hadiri Seminar di UTM

Magelang-Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Progam Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar Magelang (FKIP-UTM) adakan seminar peringatan hari sastra, Rabu (29/5) di auditorium UTM. Acara dihadiri oleh dosen, guru SMA se-kabupaten dan kota Magelang. Terlihat juga mahasiswa PBSI semester 2, 4, 6, dan 8 dan beberapa tamu undangan. Seminar dengan tema “Bangkitkan Dunia Melalui Sastra” ini mendatangkan narasumber Prof. Dr. C Bakdi Soemanto S.N dan Drs. Asul Wiyanto  dimana beliau juga seorang penulis buku. Sebelum acara dimulai ada penampilan  musikalisasi puisi  yang dipentaskan oleh mahasiswa semester 2 dan 4.

Fx.Samingin M.Hum selaku Dekan FKIP UTM memberikan sambutan selamat datang kepada Prof. Dr. C Bakdi Soemanto S.N dan Drs.Asul Wiyanto beserta seluruh tamu undangan. Pada sesi pertama Drs.Asul Wiyanto bercerita tentang perjalanan serta pengalamannya menjadi seorang penulis.  Keberhasilannya menulis lebih dari 50 judul buku adalah sebuah prestasi tersendiri selain menjadi guru. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk memulai menulis dari sekarang. “Bila anda menjadi guru dan menjadi penulis maka anda guru bangsa yang abadi”, tuturnya. Selain itu dia juga memberi motivasi dengan menampilkan orang-orang yang kini sudah menjadi seorang penulis dilayar monitor.

Secara singkat Drs. Asul Wiyanto memberikan kesimpulan mengenai cara mengubah karya seni dari inspirasi. Cara memulai menulis yang sederhana dengan mengamati apa yang dilihatnya. Setelah itu, menirukan tulisan tersebut. Terakhir, dengan sedikit memodifikasi isinya maka bisa memulai untuk menulis. Istilah dari penjelasan diatas biasa beliau sebut dengan “ATM ”. Sesi berikutnya Prof. Dr. C Bakdi Soemanto S.N dalam presentasinya lebih menjelaskan bagaimana perbedaan sastra Inggris dengan sastra Indonesia, dia juga bercerita tentang karya-karyanya yang berbahasa Inggris serta karyanya yang telah diterjemahkan ke-bahasa Indonesia oleh istrinya yang juga penerjemah bahasa.

Acara ditutup dengan foto-foto bersama kedua narasumber secara bergantian, diawali para dosen dan dilanjutkan para mahasiswa.

KHITANAN MASSAL

Universitas Tidar Magelang – UTM bekerjasama dengan Rumah Sakit Islam – RSI Kota Magelang menggelar kegiatan sunatan masal. Acara tersebut digelar dalam rangka Dies Natalis UTM ke 34 dan HUT ke 16 RSI. Kegiatan berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UTM, Sabtu 22 Juni 2013, dengan jumlah peserta 33 anak yang berasal dari Kota dan Kabupaten Magelang. Peserta berasal dari beberapa daerah yaitu Secang, Magelang, Tegalrejo, Candimulyo dan Bandongan. Peserta termuda berumur 8 tahun, sedangkan yang tertua 16 tahun

            "Sunat adalah kewajiban dalam Agama Islam, maka kegiatan kami selain meringankan beban mereka yang kurang mampu juga merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat" ucap Ir. Kun Suharno, M.T, koordinator pelaksanaan kegiatan ini.

           "Selama Dies, kegiatan yang diadakan meliputi kegiatan yang sifatnya akademis dan non akademis. Non akademis meliputi kegiatan seni, olahraga dan kegiatan yang bersifat spiritual. Sunatan masal sebagai wujud kegiatan yang berhubungan dengan unsur spiritual diharapkan bisa selalu dilaksanakan setiap tahun" kata Prof. Cahyo Yusuf, M.Pd., Rektor UTM. Ketua Yayasan Kesejahteraan Islam (yayasan yang menaungi RSI)  Drs. Sumarsono, mengatakan " kewajiban Khitan hendaknya tidak harus dirayakan besar-besaran. Karena Islam lebih menyukai kesederhanaan. Semoga dari tahun ke tahun semakin banyak masyarakat yang bisa turut serta dalam kegiatan Khitanan Massal yang diadakan oleh UTM-RSI.

UTM Berperan Serta dalam Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013

Bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) menyelenggarakan sarasehan dengan Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013 di Sub Koordinasi Wilayah 7 Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan yang bernuansa sosialisasi sebenarnya merupakan bentuk komitmen Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam mendukung Ekspedisi yang dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Kopasus TNI-AD selaku komando pelaksana di lapangan. Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik Dr.Nurwadjedi dalam paparannya menyampaikan dukungan BIG pada Ekpedisi NKRI kali ini dalam bentuk:

  • Peyiapan peta 9 (Sembilan) jalur Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi
  • Pemetaan Lingkungan Danau Indonesia di Sulawesi yakni : Tondano, Limboto, Poso, Matano dan Tempe pada skala 1 : 50.000
  • Pemetaaan Penutup Lahan skala 1 : 25.000
  • Pemetaan Karakteristik Sistem Perairan di Teluk Tomini
  • Sinergi Ketahanan Pangan dan Energi di Sulawesi Selatan

Dukungan tersebut perlu disampaikan untuk selanjutnya agar dapat dimanfaatkan oleh para anggota Tim Ekspedisi NKRI 2013, yang berasal dari unsur TNI (darat, laut dan udara), Polri, Pramuka dan LSM selaku Tim Penjelajah, serta Tim Peneliti terdiri dari para pakar dan mahasiswa Perguruan Tinggi (UGM, UI, UNDIP, Universitas Tidar Magelang, Universitas Ahmad Yani, dll). Mengingat prinsip one map policy yang bermakna satu rujukan, satu standar dan satu basis data, untuk memudahkan dalam pertukaran data dan meningkatkan sinergitas harus senantiasa disampaikan dalam berbagai kesempatan.

Adapun Mayor CHK. Abdul Salam, selaku wakil Komandan Sub Korwil 7 Tana Toraja, menyampaikan hasil-hasil kegiatan Tim Ekspedisi di wilayahnya yang telah berjalan selama lebih 3 bulan, cukup membanggakan. Tim penjelajah telah menempuh perjalanan lebih dari 200 km, dan mengibarkan bendera merah putih di Gunung Sinyagi (2.800 meter dpl), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Tim flora fauna menemukan 20 species kupu-kupu yang mampu terbang sepanjang lebih dari 2 km tanpa berhenti, disamping tumbuhan yang daunnya dapat digunakan untuk mengawetkan jenazah. Tim Geologi menemukan biji besi dan emas serta uranium pada kedalaman lebih dari 100 meter. Sedangkan dari Tim Komunikasi Sosial telah berhasil membangun jembatan, rehabilitasi rumah dan memberikan penyuluhan wawasan kebangsaan kepada penduduk.

Dalam sesi diskusi terungkap bahwa dukungan BIG pada awal kegiatan diharapkan tidak hanya memberikan peta jalur penjelajahan, namun peta-peta tematik lain juga sangat diperlukan, sebagai bahan kajian awal (rujukan) seperti mitigasi dan potensi kebencanaan, disamping pembekalan teknis menyangkut peta.

Sumber : http://www.bakosurtanal.go.id

Wakil Universitas Tidar Magelang masuk 20 besar dalam Call for Paper Student Communication Summit (CS2) HUTKOM 25 FISIP Universitas Airlangga

20 besar abstrak tersebut adalah 3 tim dari Universitas Brawijaya (UB), 3 tim dari Universitas Indonesia (UI), 2 Tim Universitas Airlangga (UA), 3 Tim dari Universitas Paramadina Jakarta, 2 tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Tidar Magelang, Institut Manajemen Telkom, Universitas Padjajaran, Universitas Pasundan, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

kk

Universitas Tidar Magelang ikut serta dalam MNC (Magelang Night Carnival)

Puluhan ribu warga tumpah ruwah ke kawasan Alun-alun Kota Magelang, Sabtu (1/6) malam ini. Mereka yang berasal dari Kota Magelang dan sekitarnya antusias melihat Magelang Night Carnival (MNC) 2013 dengan jumlah peserta karnaval mencapai sekitar 60 kontingen.

Sebelum acara dimulai sekitar pukul 19.00, ribuan warga sudah menyemut di area alun-alun, terutama di depan panggung kehormatan. Penonton bertambah makin banyak hingga karnaval dimulai, bahkan sampai membuat petugas keamanan kepolisian dan Satpol PP kerepotan mengatur.

Di awal penampilan yang dimulai oleh Satlantas Polres Magelang Kota, suasana masih terlihat kondusif. Sejumlah anggota Satlantas memperlihatkan aksi safety riding menggunakan motor dan mobil patroli.

Ditambah juga personel dari siswa Madrasah Aliyah (MA) binaan Satlantas yang terlihat mahir mempertontonkan atraksi menunggangi kuda besi. Meskipun sempat diwarnai insiden kecil, salah satu siswa terjatuh, tapi secara keseluruhan aksi mereka lancar dan membuat kagum warga.

“Kami ikut MNC 2013 ini untuk mengajak masyarakat agar memperhatikan keselamatan dalam berkendara. Kita ajak masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas,” ujar Kasatlantas Polres Magelang Kota, AKP Yayuk di sela-sela acara.

Usai pertunjukan safety riding, penonton langsung diajak mendengarkan sambutan Wali Kota Magelang, Ir Sigit Widyonindito. Orang nomor satu di Kota Sejuta Bunga itu mengatakan, event MNC 2013 ini jadi kebanggaan bersama dan bisa dijadikan agenda rutin tahunan.

“Saya melihat gelaran event seperti ini perlu selalu diadakan. Selain sebagai pesta rakyat, juga untuk meramaikan suasana Kota Magelang, terutama di malam hari,” katanya yang didampingi sejumlah SKPD, Forpimda, pimpinan instansi, dan perusahaan pendukung MNC 2013.

Selepas sambutan, kontingen pertama dari Bengkel Teater Universitas Tidar Magelang (UTM) langsung berjalan dan beraksi di depan panggung VIP. Di sini, para penonton mulai merangsek ke arena pertunjukan yang membuat repot keamanan dan awak media masa peliput.

Beberapa kali panitia menertibkan penonton, tapi tetap tidak berhasil. Bahkan, makin menjadi hingga arena pertunjukan hanya tersisa beberapa meter saja dari sebelumnya mencapai ratusan meter.

Meski begitu, karnaval tetap berjalan. Para peserta terus bergerak dan menampilkan kreasi mereka di hadapan panggung utama. Berbagai kesenian tradisional ditampilkan, seperti Jathilan. Lalu ada naga barongsai, aksi atlet wushu, pencak silat, binaraga, topeng ireng, dan drum band.

Begitu juga ada peragaan batik khas Magelang dari SMK N 3 Magelang, tari modern dari Sanggar Patricia beserta tim DOT Crew, replika Garuda Pancasila, replika burung Jatayu dari Salatiga, dan lainnya. Termasuk atraksi Reog Ponorogo Taruno Joyo yang membuat malam makin meriah.

“Kesenian Reog Ponorogo ini eksklusif didatangkan langsung dari tanah asalnya, Ponorogo Jawa Timur oleh sponsor utama acara ini. Ini jadi daya tarik utama acara ini dan terbukti antusias masyarakat sangat tinggi,” kata Ketua Panitia MNC 2013, Jimmy Palapa.

sumber : SuaraMerdeka.com

UTM Gandeng Universitas Bengkulu untuk Program Mobilisasi Dosen Pakar/Ahli (PMDP-A)

Untuk melaksanakan PMDP-A, Universitas Semarang dan UTM sudah menandatangani piagam kesepahaman (MoU) dengan Universitas Bengkulu. MoU antara Universitas Semarang dan Unib ditandatangni langsung oleh rektor masing-masing, Prof. Dr. H. Pahlawansjah Harahap, SE, M.E dan Prof. Dr. Ir. H. Zainal Muktamar, M.Sc, Ph.D di ruang rapat I rektorat Unib, Jumat (24/5) lalu.
Dan penandatanganan MoU antara UTM dan Unib dilaksanakan pada waktu terpisah, yaitu Selasa (28/5), di tempat yang sama. Penandatanganan juga dilakukan langsung oleh rektor masing-masing, Prof. Dr. Zainal Muktamar selaku Rektor Unib dan Prof. Dr. Cahyo Yusuf, M.Pd rektor UTM.
Pada Selasa pagi, Prof. Cahyo Yusuf datang ke Unib didampingi Pembantu Rektor I Bidang Akademik UTM, Ibrahim Nawawi, M.Eng. Setibanya di Unib, orang nomor satu di UTM itu disambut para unsur pimpinan Unib mulai dari Rektor, Pembantu Rektor I Bidang Akademik sekaligus Plt. Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Ir. Fahrurrozi, M.Sc, Pembantu Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Prof. Dr. Wachidi, M.Pd, Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Masyarakat Drs. Azhar Marwan, M.Si, Kepala Biro AUK, Kepala Biro AAKPSI dan para Kabag serta Kasubbag.
Rektor UTM sangat senang telah disambut baik oleh para pimpinan Unib, dan Ia juga berterimakasih serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Unib yang telah dipilih oleh Dirjen Dikti untuk menjadi pembimbing atau Pertisum bagi UTM untuk melaksanakan PMDP-A.
"UTM merupakan Perguruan Tinggi Swasta. Ini sebuah perguruan tinggi yang tidak besar, tapi juga tidak kecil. Peningkatan kualitas SDM serta pembenahan-pembenahan manajerial masih sangat dibutuhkan agar UTM mampu sejajar dengan perguruan tinggi yang lebih maju," ujarnya.
Sementara itu, Rektor Unib Prof. Zainal Muktamar juga menyambut baik kedatangan Rektor UTM untuk melakukan MoU dalam rangka pelaksanaan PMDP-A. Program Mobilisasi Dosen Pakar yang dikoordinir Dirjen Dikti itu kata Prof. Zainal dapat memberikan azas manfaat yang besar baik kepada PT sebagai Pertisas maupun PT yang dipercaya sebagai Pertisum.
"Melalui PMDP-A ini diharapkan masalah tingginya disparitas kualitas antar perguruan tinggi di Indonesia dapat teratasi. Kemudian, program ini juga dapat meningkatkan kompetensi baik institusi perguruan tinggi maupun bagi para dosen pakar atau ahli," ujar Prof. Zainal seraya memberikan selayang pandang atau perkenalan singkat tentang Universitas Bengkulu.
Sesuai dengan Panduan PMDP-A yang dikeluarkan Dirjen Dikti, tugas-tugas dosen senior Unib nantinya melakukan pembinaan kegiatan Triharma Perguruan Tinggi dan peningkatan kapasitas UTM. Pembinaan dimaksud meliputi bidang pembelajaran, bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan perguruan tinggi dan pembinaan sumber daya manusia. Jangka waktu penugasan yaitu 13 hari kalender secara tidak terputus.

http://www.unib.ac.id/ina/berita-395-utm-juga-gandeng-unib-untuk-pmdpa.html?PHPSESSID=46003335d8c2f07279cce0b06bf889d0