Anggrek Hasil Panen Kledung Research Park UNTIDAR Menarik Minat Pengunjung Wonosobo Festival UKM Expo 2023

Sebanyak 125 tanaman anggrek hasil budidaya Universitas Tidar berhasil terjual di Wonosobo Festival UKM Expo 2023, yang diselenggarakan di Alun-Alun Wonosobo, selama 5 hari (1-5/03/2023). UNTIDAR berpartisipasi dengan membuka stand di tenda utama. Selain menawarkan anggrek, stand UNTIDAR juga menyajikan produk industri dari Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), produk dari wirausaha masyarakat hasil pendampingan inkubator bisnis Unit Pelayanan Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKW), dan helpdesk Pendaftaran Mahasiswa Baru.

Kepala UPA PKW, Lucia Rita Indrawati, menjelaskan bahwa keikutsertaan UNTIDAR dalam kegiatan expo kali ini selain bertujuan untuk mendukung Visi Universitas yaitu Menjadi Universitas yang Berbasis Riset dan Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan Berbasis Sumberdaya dan Kearifan Lokal, juga untuk mempromosikan produk wirausaha mahasiswa dan UMKM, promosi penerimaan mahasiswa baru, dan tentu saja mengenalkan tanaman anggrek hasil panen dari Kledung Reseach Park UNTIDAR yang saat ini menjadi komoditi unggulan UNTIDAR. “UNTIDAR juga punya lahan di Wonosobo, jadi pameran ini sebagai kontribusi eksistensi sebagai warga Wonosobo, apalagi expo kali ini skalanya nasional. Tepat sekali menjadi media promosi,” tambahnya.

Terbukti, selama pameran berlangsung, stand UNTIDAR termasuk menjadi stand yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. Meski hampir sepanjang hari Wonosobo diguyur hujan lebat, animo masyarakat mendatangi stand ini cukup tinggi. Efeknya, dagangan yang disajikan banyak yang laku. Stand UNTIDAR yang dibuka pukul 10 pagi hingga pukul 21.00 WIB, disambangi berbagai tingkat usia.
“Barangkali karena stand kita seperti supermarket ya, apa-apa ada. Mulai anggrek, fashion, kuliner, alat-alat rumah tangga, mainan tradisional anak, hiasan, bahkan hingga informasi pendaftaran Mahasiswa Baru pun kita sediakan. Itu menjadi daya tarik tersendiri untuk lintas usia dan gender.” Sebut Luci.

Dalam kesempatan yang sama, Luci juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pimpinan Universitas dan seluruh pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan pameran ini. “Tanpa sinergisitas, mustahil ini bisa berjalan. Semoga apa yang diupayakan bisa membuahkan hasil terbaik,” pungkasnya.

Humas UNTIDAR

Rektor UNTIDAR Lantik Wakil Rektor Serta Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama UNTIDAR Periode 2023-2027

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melantik Wakil Rektor dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang akan mengemban tugas selama lima tahun ke depan (2023-2027) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Rabu (1/3). Kegiatan dihadiri oleh para pimpinan beserta pejabat struktural fakultas di lingkungan Universitas Tidar.
Secara resmi, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melantik Prof. Dr. Ir. Suyitno, M.Sc. sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama serta Prof. Dr. Parmin, S.Pd., M.Pd. sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar. Selain itu, Rektor juga melantik Drs. Giri Atmoko, M.Si. sebagai Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Universitas Tidar, serta Among Wibowo, S.E., M.M. sebagai Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Universitas Tidar.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengucapkan selamat kepada pejabat-pejabat yang baru saja dilantik. Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkup Universitas Tidar. “Mengingatkan kembali bahwa core business kita adalah mahasiswa dan tujuan kita adalah mewujudkan pencapaian visi dan misi Universitas Tidar. Untuk itu, selama periodisasi ini, saya berharap kita sama-sama dalam koridor dan strategi yang sama bahwa nilai terpenting yang akan kita garap adalah masalah kualitas,” jelasnya.

Menurut Prof. Sugiyarto, M.Si., kualitas sumber daya yang baik tersebut akan terwujud dengan adanya transformasi. Di tengah zaman yang berubah dengan cepat, kita harus berani berubah dan semakin produktif. “Kita memahami bahwa Universitas Tidar masih relatif muda, potensinya besar. Kita yakin bisa menyamai perguruan-perguruan tinggi besar lainnya, namun kita perlu akselerasi. Cita-cita tersebut tentu tidak lepas dari usaha menjaga relevansi Universitas Tidar di tengah masyarakat. Universitas Tidar harus cermat mempersiapkan kebutuhan skill para mahasiswa di masa depan. Cara terbaiknya adalah mengupayakan proses pendidikan tinggi yang berkualitas,” urainya.

Prof. Sugiyarto juga menegaskan pentingnya integritas. “UNTIDAR perlu dikenal secara luas di kancah nasional maupun internasional. Tentu saja modal utamanya adalah integritas kita. Sebaik apapun prestasi kita tersiar, jika integritas kita tidak baik, akan mudah untuk jatuh Marilah kita bersama-sama mengingatkan, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, kita berlayar bersama Universitas Tidar untuk kemanfaatan yang lebih besar,” pungkasnya.

Baznas Provinsi Jawa Tengah Serahkan Beasiswa Kepada 40 Mahasiswa UNTIDAR

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah menyerahkan beasiswa bagi 40 orang mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR), Selasa (28/2). Kegiatan berlangsung di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono UNTIDAR. Hadir dalam acara ini Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Drs. K.H. Ahmas Hadlor Ihsan, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Drs. H. Muhammad Zain Yusuf M.M, Wakil Ketua 3 BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Rozihan, SH. M. Ag., serta Kepala BAKPK, Drs. Giri Atmoko, M.Si.
“Saya ucapkan selamat kepada mahasiswa UNTIDAR yang telah terpilih sebagai penerima beasiswa BAZNAS tahun 2023. Jangan lupa senantiasa bersyukur, semoga beasiswa yang diperoleh bisa mendukung kegiatan belajar, dan para penerima beasiswa mendapatkan keberkahan dalam menuntut ilmu,” kata Rektor. “Jangan melihat seberapa nilai dari beasiswa ini, tetapi lihatlah dari kesungguhan BAZNAS untuk menebarkan kebermanfaatan,” imbuhnya.


Wakil Ketua II BAZNAS, Drs. H. Muhammad Zain Yusuf M.M. menyampaikan terimakasih kepada UNTIDAR atas kerjasama yang baik selama ini. “Semoga dari tahun ke tahun beasiswa BAZNAS di UNTIDAR bisa dioptimalkan. Para penerima beasiswa adalah duta BAZNAS. Jalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujar Drs. H. Muhammad Zain. Ia juga menyampaikan bahwa UNTIDAR adalah Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang selama ini tertib menyalurkan sebagian penghasilan dari dosen maupun tenaga kependidikan melalui BAZNAS. Dana yang terkumpul ini kemudian kembali disalurkan kepada mahasiswa UNTIDAR dalam bentuk beasiswa,
Penerima beasiswa BAZNAS berkewajiban untuk mempertahankan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 sampai lulus kuliah, dan berkomitmen menjadi Duta Zakat dan Relawan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah jika dibutuhkan.
Beasiswa BAZNAS sebesar total 140 juta diserahkan secara simbolis oleh pimpinan BAZNAS provinsi Jawa Tengah kepada Rektor UNTIDAR, kemudian Rektor menyerahkannya kepada perwakilan mahasiswa penerima beasiswa. Tahun ini jumlah mahasiswa UNTIDAR penerima beasiswa BAZNAS adalah sebanyak 40 orang, dengan masing-masing mahasiswa menerima sebesar Rp 3.500.000,-
Seusai penyerahan beasiswa secara simbolis, mahasiswa penerima beasiswa mengikuti pembekalan dan disyaratkan untuk melengkapi berkas administrasi pencairan beasiswa BAZNAS tahun 2023.

Rektor Universitas Tidar Lantik Ketua dan Pembina Ormawa Tahun 2023

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. melantik ketua dan pembina organisasi mahasiswa (ormawa) periode 2023. 16 ketua ormawa beserta 19 pembina ormawa dilantik secara langsung di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Kamis (23/2). Ketua dan pembina BEM KM Enrille Championy Geniosa dan Novitasari, M.Pd., serta ketua dan pembina DPM KM M. Khoirul Sholeh dan Muhammad Ardhi R. A., S.H., M.H. ditunjuk mewakili seluruh ormawa saat prosesi pelantikan. Setelah itu, dilaksanakan prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengurus Ormawa dan SK Pembina Ormawa oleh Rektor UNTIDAR. “Selamat kepada rekan-rekan mahasiswa yang dalam proses suksesi kepengurusan ormawa dipilih dan diamanahi untuk menjalankan roda organisasi di tahun 2023. Begitu juga para pembina, semoga bisa amanah,” ungkap Prof. Sugiyarto, M.Si dalam sambutannya.

Prof. Sugiyarto berpesan agar pembina dan pengurus ormawa menjalin koordinasi sebaik mungkin untuk proses pembelajaran yang efektif. Pasalnya, organisasi mahasiswa merupakan komponen penting dalam kemajuan institusi. “Organisasi mahasiswa menjadi ajang belajar dalam konteks manajerial, juga dalam membuka jaringan dan wawasan bagi kemajuan Universitas Tidar,” tambahnya.

Program-program ormawa yang akan dijalankan satu periode ke depan diharapkan memiliki ide-ide cemerlang untuk kemajuan dan lompatan prestasi Universitas Tidar. Hal itu dapat terwujud melalui perencanaan kegiatan yang cermat dengan binaan pembina. Selanjutnya, kegiatan tersebut harus dilaksanakan sesuai aturan sebaik mungkin. “Kita boleh punya mimpi yang tinggi, program kerja yang canggih, bagus, dan tertib aturan, tetapi hasilnya belum tentu sama dengan harapan di awal. Kita harus belajar legowo dan menghormati hasil. Tidak perlu menyalahkan atau terlalu berbangga dengan hasil,” jelasnya.

Selain program kerja ormawa, perguruan tinggi juga berorientasi pada Indikator Kinerja Utama (IKU) dan pencapaian Sistem Informasi Pemeringkatan Mahasiswa (SIMKATMAWA) dalam menjalankan tugasnya. Sehingga program kerja ormawa diharapkan dapat mendukung usaha untuk memenuhi capaian yang baik. Salah satu caranya dengan mengadakan acara Tidar Management Organization di mana ormawa dapat memaparkan program kerjanya dan mendapat feedback langsung untuk capaian kegiatan yang lebih baik lagi.

Prodi S-1 Pariwisata Fakultas Ekonomi UNTIDAR, Siap Cetak Sarjana Pariwisata Yang Unggul Dalam Bidang Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif

Penerimaan Mahasiswa Baru UNTIDAR tahun 2023 telah dibuka. Calon mahasiswa baru bisa mendaftar melalui beberapa jalur yaitu Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan Seleksi Mandiri UNTIDAR yang terdiri dari Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama, Seleksi Mandiri Jalur Prestasi, dan Seleksi Mandiri Ujian Tulis. Tahun ini, selain membuka pendaftaran untuk 20 program studi (prodi) yang sudah eksis sejak beberapa tahun lalu, UNTIDAR juga membuka penerimaan mahasiswa untuk 5 prodi baru, salah satunya prodi S-1 Pariwisata.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 762/E/O/2022, Prodi S-1 Pariwisata resmi dibuka. Pembukaan Program Studi S-1 Pariwisata di lingkungan Universitas Tidar dilakukan guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi perkembangan industri dan persaingan global, dengan membekali masyarakat pendidikan di bidang kepariwisataan.

Keunggulan Program Studi S-1 Pariwisata Universitas Tidar adalah untuk menciptakan sarjana pariwisata yang unggul dalam bidang kewirausahaan dan ekonomi kreatif. Oleh karena itu, lulusan Program Studi S-1 Pariwisata Universitas Tidar dibekali kompetensi untuk menjadi tourism entrepreneur khususnya pada pengembangan produk pariwisata dan ekonomi kreatif, serta kompetensi sebagai tenaga ahli bidang pariwisata dan pengelola destinasi dan layanan pariwisata.

Program Studi S-1 Pariwisata Universitas Tidar memiliki berbagai fasilitas penunjang praktik seperti Studio Desa Wisata dan Laboratorium Ekowisata, yang mendukung mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu terkait perencanaan, pengelolaan dan pengembangan pariwisata. Selain itu, kurikulum Program Studi S-1 Pariwisata Universitas Tidar dirancang berdasarkan kebutuhan dunia kerja bidang pariwisata, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang mumpuni dan berkualitas. Di sisi lain, Program Studi S-1 Pariwisata Universitas Tidar juga memiliki sumber daya manusia yang berkompeten di bidang pariwisata, yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Program Studi S-1 Pariwisata Universitas Tidar diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata, namun juga dapat meningkatkan potensi dan pengembangan pariwisata di tingkat regional maupun nasional.

source : fe.untidar.ac.id

Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Kuliah Umum Kepemimpinan Kolektif Kolegial Bersama Prof. Dr. Abdul Mu’ti M. Ed.

“Pemimpin yang dibutuhkan di masa depan adalah pemimpin yang mampu mengelola perbedaan.  Kuncinya adalah kolaborasi, ada proses sharing resources dan sharing expertise. Hal ini sangat mungkin dilakukan kalau punya visi dan pandangan yang terbuka, kuncinya harus mau open minded,” tegas Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat memberikan kuliah umum bertema ‘Kepemimpinan Kolektif Kolegial’, Rabu (15/2). Kegiatan berlangsung di Auditorium UNTIDAR, Gedung dr. H.R. Suparsono, diikuti oleh 500-an audiens yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNTIDAR.

“Mahasiswa saat ini adalah calon pemimpin era Indonesia Emas di tahun 2045. Untuk itulah perlu diberikan bekal terkait ilmu leadership/kepemimpinan. Merupakan suatu kehormatan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah bisa hadir sebagai pembicara, dan memberikan pencerahan terkait model Kepemimpinan Kolektif Kolegial,” tutur Dr. Ericka Dharmawan, S.Si., M.Pd. dalam laporannya.

Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembentukan karakter pemimpin yang baik, harus dimulai sejak jadi mahasiswa. “Dari model kepemimpinan Kolektif Kolegial kita belajar menghormati perbedaan. Indonesia begitu beraneka ragam, dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasar Bhineka Tunggal Ika. Mahasiswa harus mulai belajar menempa diri, bersiap menjadi pemimpin yang bijak, baik, visioner, dan membawa kemajuan bagi NKRI,” tegasnya.

Dalam paparannya, Prof. Abdul Mu’ti menjelaskan tentang 2 model kepemimpinan politik, merujuk pada Archie Brown (2017) dalam The Myth of Strong Leader. Yang pertama adalah model ‘Strong Man’, dimana seorang pemimpin begitu dominan dalam pengambilan kebijakan dan pengambilan keputusan, dan yang kedua kepemimpinan kolegial,  dimana seorang pemimpin bersikap kooperatif dan bekerjasama dengan yang lain.  “Kalau kita flashback ke belakang, banyak cerita tentang pemimpin negara yang mengalami kegagalan setelah belasan atau puluhan tahun berkuasa karena cenderung bergaya ‘Strong Man’, sebut saja Anwar Sadat, atau Muammar Khadafi. Di awal memerintah berbagai pencapaian diraih, namun setelah belasan atau puluhan tahun, gaya ‘one man show’menunjukkan kalau pada akhirnya terjerumus pada jurang kegagalan,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa di era sekarang kata kuncinya adalah networking dan kolaborasi. Bukan sentralitas pada orang tertentu, melainkan mengedepankan kemitraan, kolaborasi, dan teamwork. “Ada hal yang penting untuk diperhatikan dalam kepemimpinan Kolektif Kolegial yaitu semuanya tersistem dengan baik. Berbasis sistem bukan sinten, berdasar SOP bukan ‘sopo’, tuturnya.

“Saya juga perlu menjelaskan dasar filosofis, psikologis, teologis, dan historis dari model kepemimpinan Kolektif Kolegial, yaitu bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan manusia dan Tuhan, manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, manusia merasa terhormat atau bahagia apabila memiliki atau diberi peran, pengakuan dan kesempatan, mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan, dan banyaknya pemimpin besar yang gagal,” urainya.

Kuliah umum kali ini mengambil kesimpulan bahwa Perguruan Tinggi adalah institusi pendidikan yang terdiri atas para cendekiawan (mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan), yang memiliki otoritas keilmuan, kemandirian, kebebasan, rasa percaya diri, keyakinan, sikap egaliter, dan tanggung jawab yang tinggi dalam mewujudkan idealisme. Kepemimpinan Kolektif Kolegial di perguruan tinggi mampu mewujudkan harmoni, kebersamaan, dan situasi yang sehat untuk menjadikan kampus miniatur masyarakat yang maju dan berkeadaban.

Humas UNTIDAR

Fakultas Teknik UNTIDAR dan ORARI Jateng Jalin Kerjasama Kembangkan Amatir Radio

Fakultas Teknik Universitas Tidar dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Jawa Tengah menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) dalam rangka pengembangan amatir radio.

PKS ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik UNTIDAR, Dr. Ir. Sapto Nisworo, M.T., IPU, ASEAN.Eng. dan Ketua ORARI Jateng, Ir. Drs. JB. Praharto, M.Eng. Implementasi kerjasama ini diharapkan dapat menghasilkan ide, produk maupun peningkatan SDM dalam pengelolaan amatir radio di era digital seperti saat ini.

“Mahasiswa UNTIDAR khususnya Teknik Elektro kami ajak untuk mengenal amatir radio baik secara instrumen maupun manfaatnya,” ujar Dekan Fakultas Teknik, UNTIDAR, Rabu (8/2) dalam sambutannya.

Harapannya, mahasiswa mulai terbuka pemikirannya sehingga mulai muncul ide-ide untuk mengembangkan amatir radio agar lebih baik ke depannya.

“Komunikasi dengan amatir radio memiliki manfaat yang banyak salah satunya adalah memberikan informasi saat bencana alam. Di saat sinyal provider mati atau hilang, komunikasi dengan radio amatir masih berfungsi dengan baik,” tambahnya.

Segera setelah penandatangan ini, Fakultas Teknik khususnya Prodi Teknik Elektro, baik dosen maupun mahasiswa akan memulai topik penelitian mengenai amatir radio. Pengembangan dan penelitian dalam pengembangan komunikasi khususnya amatir radio diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, juga diselenggarakan Kuliah Praktisi Industri “Set Up Emergency Komunikasi Data dengan Radio Over Internet Protocol (ROIP) dan Software Defined Radio (SDR)”. Set Up Emergency berbasis radio bermanfaat untuk mengomunikasikan data digital dan audio dalam keadaan darurat.

Ketua ORARI Jateng, Ir. Drs. JB. Praharto, M.Eng. mengharapkan agar Kuliah Praktisi Industri dapat menjadi inspirasi untuk memecahkan masalah alam yang terjadi melalui pendekatan ilmiah bidang teknologi komunikasi.

“Harapannya, (kita) saling mengisi. UNTIDAR melakukan pendekatan ilmiah tentang amatir radio. Hasilnya, mahasiswa semakin berkualitas. Bisa membaca situasi-situasi sosial dan emergency di sekitarnya,” tuturnya.

Dengan adanya penandatanganan kerja sama ini, Fakultas Teknik UNTIDAR dapat semakin menggali kompetensi yang dibutuhkan di masa depan sekaligus menghubungkannya dengan industri.

BP3 Kemendikbudristek Tegaskan Siswa Lolos SNBP Tidak Diperkenankan Mengikuti UTBK-SNBT 2023

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMA sederajat di wilayah eks Karesidenan Kedu, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kota Salatiga menghadiri Acara Sosialisasi dan Promosi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2023 yang diadakan oleh Universitas Tidar, di GKU dr. H.R. Suparsono, Selasa (7/2).

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini, Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Prof. Dr. Suyitno, M.Sc. dan Wakil Sekretaris Eksekutif Bidang Help Desk, Call Centre, dan Front Desk SNPMB 2023, Badrus Zaman, S.Kom., M.Cs.

“Tahun ini UNTIDAR menerima 3450 mahasiswa untuk jenjang sarjana dan 270 mahasiswa untuk jenjang diploma,” jelas Prof. Suyitno. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dengan dibukanya 5 program studi baru, kini UNTIDAR memiliki total 25 program studi, terdiri dari 1 prodi S2, 22 prodi S1, 1 prodi D4 dan 1 prodi D3.

“Biaya kuliah dan biaya hidup di Magelang itu sangat terjangkau, selain itu lokasi kampus strategis dan sangat kondusif. Kedepan kita akan terus tingkatkan pembelajaran di UNTIDAR, mahasiswa juga akan dibekali dengan kemampuan bahasa asing dan penguasaan teknologi informasi, sehingga saat lulus memiliki daya tarik dan daya saing di dunia kerja,” imbuhnya.

Di hadapan guru BK yang hadir, Prof. Suyitno menginformasikan bahwa seperti halnya tahun lalu, di tahun 2023 selain menerima mahasiswa dari jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), UNTIDAR juga mengadakan Seleksi Mandiri, meliputi Seleksi Mandiri Jalur Prestasi (SMJP), Seleksi Mandiri Jalur Kerjasama (SMJK) dan Seleksi Mandiri Ujian Tulis (SMUT).

Wakil Sekretaris Eksekutif Bidang Help Desk, Call Centre, dan Front Desk SNPMB 2023, Badrus Zaman, S.Kom., M.Cs. mengingatkan agar sekolah segera menyelesaikan pengisian PDSS. “Sampai hari ini sekitar 70 persen sekolah belum menyelesaikan proses pengisian. Mohon segera diselesaikan untuk meminimalisir terjadinya gangguan sistem. Selain itu mohon berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan pengisian karena bisa merugikan siswa,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa tahun ini ada perubahan sistem pada Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang saat ini disebut dengan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Perubahan besar yang terjadi yakni ditiadakannya Tes Kemampuan Akademik (TPA).  Digantikan Tes Potensi Skolastik, Penalaran Matematika, Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Bahasa Inggris.

Badrus Zaman menghimbau kepada para guru BK agar selalu memantau informasi dari media resmi BP3. “Silahkan selalu ikuti informasi yang valid dari web https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/, dan media sosial yang tertaut dengan web tersebut karena banyak medsos cloning yang informasinya kurang dapat dipertanggungjawabkan” tegasnya.

Ia juga menegaskan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, diantaranya siswa yang telah dinyatakan lolos SNBP tahun ini, serta SNMPTN tahun 2022 dan 2021,  tidak bisa mengikuti UTBK SNBT. Sistem secara otomatis akan menolak. “Jadi pastikan prodi yang dipilih di SNBP betul-betul prodi yang diinginkan,” katanya.

Perbedaan lainnya adalah pemilihan jurusan atau prodi pada SNBP atau SNBT. Jika sebelumnya siswa akan diarahkan memilih prodi sesuai dengan jurusan SMA-nya, tahun ini siswa bebas memilih jurusan atau prodi sesuai dengan minat dan bakatnya.

“Siswa bebas memilih prodi secara Merdeka Bertanggung Jawab. Siswa dari IPS boleh memilih Kedokteran, diterima atau tidaknya semua bergantung hasil seleksi,” tambahnya.

Siswa lintas jurusan harus mempertimbangkan kemampuan adaptasi dalam menempuh mata kuliah yang akan dijalaninya.

“Apakah siswa IPS tadi kira-kira mampu mengikuti mata kuliah seperti anatomi, ilmu bedah, kardiovaskuler dll semua dikembalikan ke masing-masing pribadi dalam mengukur kemampuannya,” jelasnya.

Seusai pemaparan materi mengenai SNBP dan SNBT, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan yang muncul diantaranya mengenai kuota KIP-K, sejauh mana mapel pendukung dan bakat minat berperan dalam penerimaan jalur SNBP, dan bagaimana UNTIDAR memfasilitasi siswa disabilitas dalam SNPMB tahun ini.

Prodi Pendidikan Biologi UNTIDAR, Tuan Rumah Rakornas Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia (KPBI) Tahun 2023

Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tidar menjadi tuan rumah acara Rapat Koordinasi Nasional Konsorsium Pendidikan Biologi Indonesia (KPBI) Tahun 2023. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dimulai Jumat (3/2) s.d. Minggu (5/1), dihadiri oleh 45 orang yang terdiri atas Pengurus KPBI dan Ketua Program Studi Pendidikan Biologi seluruh Indonesia. Rakor Nasional KPBI bertujuan untuk saling bertukar informasi tentang pengelolaan program studi Pendidikan Biologi, dimulai dari jenjang S1, S2, dan S3, sebagai upaya untuk peningkatan mutu dan kualitas di era Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Agenda KPBI selama 3 hari antara lain : Pembukaan yang diselenggarakan di Gedung dr. H.R Suparsono pada Jumat (3/2), Rapat Koordinasi Nasional yang dilaksanakan di Hotel Grand Artos, Sabtu (4/2), dan Bird Watching di Kebun Raya Gunung Tidar pada Minggu (5/2).

Pembukaan Rapat Koordinasi KPBI dihadiri oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNTIDAR, Prof. Dr. Sukarno,M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Farikah, M.Pd., Ketua Jurusan MIPA FKIP UNTIDAR, Dr. Ahmad Muhlisin, M.Pd. dan seluruh dosen program studi Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR.
Agenda hari kedua diawali dengan laporan perkembangan organisasi dan keanggotaan KPBI, dilanjutkan pengarahan organisasi yang dipimpin langsung oleh ketua KPBI yaitu Dr. Bowo Sugiharto, M.Pd. dari Universitas Sebelas Maret, dan wakil ketua Dr. Bambang Supriatno, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia. Dilanjutkan laporan keuangan KPBI oleh Novi Febrianti, S.Si., M.Si. dari Universitas Ahmad Dahlan, kemudian laporan pada masing-masing bidang, yaitu bidang Kurikulum dan Pembelajaran disampaikan oleh Prof. Dr. Paidi, M.Si., sebagai koordinator dari Universitas Negeri Yogyakarta, dan laporan bidang Pengembangan Organisasi dan Kerjasama oleh Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd. dari Universitas Tidar.

Acara hari kedua berfokus untuk mendiskusikan kurikulum, khususnya tentang penentuan Capaian Pembelajaran (CPL), implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta membahas tentang rencana pengembangan organisasi dan kerjasama antar institusi. Acara hari kedua diakhiri dengan pengarahan dan nasihat dari Dewan Penasehat yang diwakili oleh Puguh Karyanto, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Universitas Sebelas Maret.

Agenda hari ketiga pada hari Minggu, 5 Februari 2023 adalah Bird Watching. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd. di Kebun Raya Gunung Tidar, untuk mengeksplorasi keanekaragaman hayati khususnya jenis-jenis burung yang ada di Gunung Tidar.
Rakornas KPBI 2023 diharapkan dapat memberikan ruang komunikasi dan membangun kerjasama bagi para koordinator ataupun ketua program studi Pendidikan Biologi seluruh Indonesia, dalam meningkatkan mutu dan kualitas dalam menyelenggarakan pendidikan.

Kontributor : Ferisa/Editor : Humas UNTIDAR

Rektor UNTIDAR Lantik PNS Jabatan Fungsional Dosen dan PLP

7 orang dosen dan 3 orang tenaga kependidikan dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Rektor Universitas Tidar (UNTIDAR), Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si., Selasa (31/1). Prosesi berlangsung dengan khidmat di Auditorium UNTIDAR, gedung dr. H.R. Suparsono. 7 orang dosen dilantik dan diambil sumpahnya dalam jabatan Asisten Ahli, dan 3 orang tenaga kependidikan dilantik dan diambil sumpahnya dalam jabatan Pranata Laboratorium Pendidikan. Turut hadir dalam acara, para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan dan Kepala Biro di lingkungan UNTIDAR.

Dalam sambutannya Rektor UNTIDAR menyampaikan ucapan selamat kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah dilantik. “Bapak ibu telah diberikan kenikmatan dan kepercayaan untuk mengemban amanah di UNTIDAR sesuai tupoksi masing-masing. Saya berharap sumpah dan janji tidak hanya diucapkan, namun dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan UNTIDAR,” tegas Rektor. “Saudara memiliki kemerdekaan dalam berinovasi, meski demikian harus berdasarkan perencanaan yang baik dan cermat, tertib dalam pelaksanaan dan pertanggungjawaban. Selalu junjung rasa persaudaraan dan kebersamaan. Jangan mudah berpuas diri, dan bekerjalah secara profesional,” tambahnya.

7 orang dosen yang dilantik dan diambil sumpahnya terdiri dari  1 orang dosen dari Fakultas Ekonomi, 2 orang dosen dari Fakultas Teknik, 2 orang dosen dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1 orang dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta 1 orang dosen dari Fakultas Pertanian

3 orang tenaga kependidikan yang dilantik dan diambil sumpahnya terdiri dari 1 orang Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dari Fakultas Pertanian dan 2 orang PLP dari Fakultas Teknik.

Humas UNTIDAR