Bidang Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian UNTIDAR Laksanakan Sosialisasi dan Pendampingan Penyampaian LHKPN Melalui e-FILING

Bidang Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian UNTIDAR mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Penyampaian LHKPN Melalui e-FILING LHKPN, Senin (20/3), bertempat di GKU dr. H.R. Suparsono. Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, Subiyantoro, S.H., M.Si.

Dalam sambutannya Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan bahwa di UNTIDAR ada sebanyak 74 wajib lapor LHKPN. Rektor berharap kegiatan seperti ini akan memacu motivasi para wajib lapor untuk memenuhi kewajiban sebagaimana disyaratkan.

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, Subiyantoro, S.H., M.Si. menegaskan bahwa pimpinan perguruan tinggi negeri, yaitu rektor/ketua/direktur; wakil atau pembantu rektor/ketua/direktur; dekan; wakil/pembantu dekan; ketua jurusan; sekretaris jurusan; ketua/koordinator program studi; dan kepala lembaga, wajib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) secara berkala. Demikian juga para pejabat perbendaharaan; dan pengelola pengadaan barang/jasa.
Ia menambahkan pejabat pimpinan tinggi dan pejabat lainnya yang tidak melaporkan harta kekayaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bisa diberikan sanksi hukuman disiplin sedang sampai hukuman disiplin berat. “Untuk itu penting agar selalu menyampaikan LHKPN secara periodik sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Penyampaian LHKPN bertujuan untuk memberikan wawasan akan pentingnya LHKPN bagi seorang penyelenggara negara. LHKPN menjadi bagian penting dalam upaya mencegah tindak korupsi dan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.

Humas UNTIDAR

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNTIDAR Raih 2 Gelar Juara dalam Kompetisi “Komunikasi Fiesta” 2023

Tim Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tidar berhasil meraih dua prestasi dalam kompetisi mahasiswa Ilmu Komunikasi tingkat nasional “Komunikasi Fiesta” yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Widya Mandala di Surabaya, 17-18 Maret 2023. Mahasiswa tersebut adalah Dilvia Anastha, Nova Nur Afifah, dan Maria Indah Freshintia yang tergabung dalam tim “Tidar Squad” berhasil meraih juara II dalam mata lomba Public Relations Competition. Adapun tim “Expedisi” yang terdiri dari Tri Yuliningsih dan Muhammad Pramuja berhasil meraih juara II dalam mata lomba Advertising Competition.

Ajang “Komunikasi Fiesta” merupakan kompetisi tahunan bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPMF) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Komunikasi Fiesta tahun 2023 ini mengangkat tema “The Magnificent Of Culture and Nature In Indonesia”. Kompetisi terbagi menjadi 5 mata lomba yaitu Short Movie Competition, News Anchor Competition, Public Relations Competition, Advertising Competition, dan Journalism Competition. Kompetisi ini terdiri dari 2 babak yakni babak penyisihan dan babak final. Pada babak penyisihan, setiap tim diharuskan untuk dapat membuat proposal kreatif untuk memecahkan permasalahan sesuai dengan brief case dari panitia. Sedangkan babak final, setiap tim harus mempresentasikan proposal kreatif mereka.

Proposal kreatif dari tim “Tidar Squad” yang mengusung program Corporate Social Responsibility untuk pengurangan fashion waste pada perusahaan tekstil internasional, berhasil melaju ke babak final. Dalam babak final, finalis mempresentasikan proposal kreatifnya secara daring di hadapan para juri yang berasal dari profesional. Berdasarkan hasil penilaian juri, tim “Tidar Squad” berhasil menempati juara II dengan menyisihkan saingannya yang berasal dari UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Telkom Jakarta, dan Universitas Ciputra Surabaya.

Adapun dalam mata lomba Advertising Competition, tim “Expedisi” berhasil melaju ke babak final dengan membuat proposal kreatif Iklan Layanan Masyarakat yang bertajuk “Ojo Nglali” yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda agar tergerak untuk melestarikan budaya Jawa. Pada babak final, tim “Expedisi” ditantang merealisasikan ide dalam proposal kreatif menjadi iklan hanya dalam waktu 7 hari dan ditayangkan di Instagram Reels. Pada babak final, tim “Expedisi” berhasil menempati juara II dengan mengalahkan Universitas Tarumanegara Jakarta dan Universitas Kristen Petra Surabaya.

Eny Ratnasari, M.I.Kom, dosen pembimbing tim delegasi dari Program Studi Ilmu Komunikasi menyatakan, “Para delegasi merasa sangat terkesan dengan pengalaman yang mereka dapatkan selama mengikuti lomba. Setelah sebelumnya beberapa kompetisi hanya dapat diikuti secara daring, pada tahun 2023 ini seluruh kompetisi bergengsi mahasiswa Ilmu Komunikasi dilaksanakan secara luring sehingga mahasiswa dapat merasakan iklim kompetisi. Kami juga berterima kasih atas dukungan seluruh pihak yang mendukung tim delegasi ini hingga para delegasi dapat mengibarkan bendera UNTIDAR dalam kancah kompetisi nasional,” terangnya.

Kontributor : Eny Ratnasari, M.I.Kom.

Dua Mahasiswa UNTIDAR Raih Juara 1 dan Best Presentation Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional Muamalah Fair 2023

Dengan mengangkat tema pariwisata dengan judul esai “BALL-APP : Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Optimalisasi Balkondes Untuk Meningkatkan Perekonomian Daerah Super Prioritas Candi Borobudur”, dua mahasiswa UNTIDAR raih Juara 1 dan Best Presentation Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional Muamalah Fair 2023, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.

Kedua Mahasiswa tersebut adalah Danang Wicaksono dari Prodi Teknik Elektro dan Faisal Yudi Anugerah dari Prodi Ilmu Administrasi Negara. Lomba Esai Mahasiswa Tingkat Nasional Muamalah Fair 2023 yang dilaksanakan pada Jumat-Senin, 17-20 Maret 2023 memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi Danang dan Faisal.
Danang dan Faisal merupakan pengurus organisasi HIMADIKTAR, organisasi yang memang berkomitmen mewadahi dan meningkatkan prestasi mahasiswa Bidikmisi/KIP-Kuliah di UNTIDAR.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada UNTIDAR dan HIMADIKTAR atas dukungannya sehingga kami bisa berkompetisi dengan baik. Ini merupakan bukti perjuangan dan menjadi dedikasi kepada almamater kita”, tutur Danang. Danang juga berharap dengan perolehan penghargaan tersebut bisa membawa kebaikan dan semangat untuk teman-teman mahasiswa UNTIDAR lainnya untuk tetap berkarya dan berprestasi

Faisal yang merupakan rekan satu tim Danang juga mengaku sangat bersyukur dengan penghargaan yang diperolehnya. “Alhamdulillah bisa mendapatk kesempatan yang luar biasa ini, dapat juara 1 dan best presentasi sekaligus”, ucap syukur Faisal. Ia juga memberikan pesan kepada temen-temannya agar jangan takut mencoba hal yang baru. Tetap semangat dan jangan mudah menyerah,” imbuhnya.

Kontributor : Adit Triyono/ Editor : Humas UNTIDAR

UNTIDAR Luluskan 502 Wisudawan Pada Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Periode ke-63

Rektor Universitas Tidar (UNTIDAR) meluluskan 502 wisudawan pada Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke-63 pada Sabtu (18/03) di Gedung dr. H. R. Suparsono. Pada prosesi ini, UNTIDAR meluluskan 432 sarjana dan 70 diploma, di mana empat wisudawan mendapatkan predikat cumlaude atau “Dengan Pujian”. Rektor UNTIDAR Prof. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan atas kelulusannya. Tak lupa,  Prof. Sugiyarto, M.Si. juga berterima kasih kepada para orang tua wisudawan yang telah mendukung proses pembelajaran putra/putrinya dengan tetesan keringat, doa, dan motivasi. “Semoga ilmu yang didapatkan menjadi ilmu yang berkah dan bermanfaat. Ingatlah bahwa ijazah, prestasi, nilai itu sangat penting. Namun, lebih penting lagi bagaimana pengamalan nilai-nilai yang didapatkan untuk karya nyata,” tutur Rektor UNTIDAR, Prof Sugiyarto, M.Si.

Pembelajaran yang telah ditempuh para wisudawan tidak lepas dari kiprah UNTIDAR yang terus berkembang. Terlebih, UNTIDAR mendapat kepercayaan untuk membuka delapan program studi baru, yaitu Teknik Mekatronika, Teknologi Informatika, Teknik Industri, Agribisnis, Teknologi Pangan, Ilmu Gizi, Pariwisata, dan Pendidikan Profesi Guru. UNTIDAR terus berbenah dengan meningkatkan kualitas dan sumber daya pendukung pembelajaran untuk menghasilkan alumni terpercaya. “Kami tetap menjaga komitmen dengan visi ‘Unggul dalam Kewirausahaan Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal’. Semoga, UNTIDAR semakin mampu mencetak generasi unggul yang mampu berdikari dengan tetap teguh memegang kearifan bangsa,” harap Prof. Sugiyarto, M.Si.

Sofi Andri Yani, mahasiswi program studi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi wisudawan terbaik. Wisudawan kelahiran Magelang, 4 Oktober 2001 itu meraih IPK 3,84 dengan masa studi tiga tahun, empat bulan, dan dua puluh hari. Dalam sambutannya, Sofi menyampaikan bahwa UNTIDAR sudah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa. UNTIDAR adalah rumah teduh yang menjadi ladang inspirasi, kreasi, dan inovasi. UNTIDAR telah menjadi rumah yang mampu mendukung para lulusannya menjadi diri mereka saat ini. “Kami berangkat dari berbagai perbedaan, dari berbagai keadaan dan dari berbagai kekuatan niat tujuan. Melalui keinginan yang besar, usaha, dan kesabaran, kegagalan hanyalah rintangan kecil dari sebuah perjuangan,” kata Sofi. Sofi juga berterima kasih untuk teman-teman dan orang-orang yang telah mendukungnya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para dosen dan tenaga kependidikan UNTIDAR yang telah mendampingi para wisudawan sejak awal berkuliah hingga menyelesaikan penelitian di semester akhir. “Besar harapan kami agar Universitas Tidar tetap jaya dan selalu menjadi kebanggaan kami, pilihan masyarakat, dan selalu meningkatkan kualitas mahasiswa,” pungkasnya.

Turut hadir dalam wisuda ini Alumni Fakultas Teknik, yaitu Ratno Timur, S.T., M.T. yang merupakan lulusan Teknik Sipil tahun 2011. Saat ini, ia menjabat sebagai Vice President of Infrastructure di P.T. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Magelang. “Tentunya, tidak mudah menggapai cita-cita saya sampai dengan hari ini. Tapi, saya membuktikan bahwa alumni Universitas Tidar tidak hanya sederhana, tapi sangat luar biasa,” ujar Ratno. UNTIDAR sekarang sudah berkembang. Gedung-gedung dan fasilitasnya kini jauh lebih lengkap dibandingkan saat Ratno berkuliah dulu. Harapannya, peningkatan kualitas ini semakin meningkatan kemampuan lulusan.

“Ada beberapa hal yang harus kalian (para wisudawan) perhatikan. Pertama adalah visi bahwa nantinya, Anda akan menjadi seseorang yang sukses. Yang kedua adalah kolaborasi. Pekerjaan adalah kegiatan kolaborasi, integrasi antarbagian sehingga penting untuk membangun networking. Setelah visi dan kolaborasi, ada satu hal yang tidak boleh kalian lupakan, yaitu doa orang tua,” pungkasnya.

Humas UNTIDAR

Seminar Pembekalan Karier, Calon Wisudawan Didorong Berkarya Sesuai Minat

Universitas Tidar menyelenggarakan Seminar Pembekalan Calon Wisudawan di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, Jumat (17/03). Seminar bertajuk “Optimize Your Career Opportunity, Push Your Insecurity” ini menghadirkan Founder Guru Batik, Dheni Nugroho, M.Pd. dan Pembicara Resmi Jobstreet, Fajar Riadi Dwisasongko sebagai narasumber.

Meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi tentu menjadikan tingginya jumlah pencari kerja. Namun, opsi lain juga bisa ditempuh oleh para wisudawan. Salah satunya dengan menjadi wirausaha. Mahasiswa dapat menemukan titik hubung antara minat, studi, dan wirausaha.

Salah satu inspirasi datang dari pendiri Guru Batik yang berbasis di Yogyakarta, Dheni Nugroho, M.Pd. Dheni yang merupakan lulusan S2 Pendidikan Matematika ini mencoba berinovasi mengkreasikan batik dengan pendidikan dan sains, seperti bangun ruang, statistika, bahkan hingga rumus senyawa. Tak lupa, ia juga menggandeng teman semasa kuliah sebagai relasi target pasar yang potensial. “Tips saya, berkaryalah dari hal-hal yang terdekat. Yang terdekat dengan saya adalah pendidikan matematika, makanya, saya membuat batik dengan motif bangun ruang dan bangun datar. Karena semua teman-teman kuliah saya yang S1 dan S2 menjadi guru dan dosen di berbagai daerah di indonesia, relasi itu tetap kami jaga untuk memasarkan produk batik ini,” jelas Dheni. Dheni menyampaikan, 90% inspirasi produknya adalah motif bertema sains atau mata pelajaran. Selain itu, ia juga sempat mengikuti kompetisi tingkat nasional. Usaha itu membuat produknya semakin dikenal luas.

Sesi kedua seminar dipaparkan oleh Pembicara Resmi Jobstreet, Fajar Riadi Dwisasongko. Fajar menekankan pentingnya memiliki pengetahuan, keterampilan (skill), dan kompetensi bagi para lulusan. “Anda harus memiliki pengetahuan. Miliki pengetahuan yang sangat ideal dari apa yang sudah Anda lakukan. Yang kedua skill. Praktikkan, lakukan, dan jalani terus hingga Anda mampu. Yang ketiga, kompetensi. Mengapa? Karena yang dicari adalah orang-orang yang kompeten,” jelas Fajar.
Abad ke-21 juga menuntut lulusan untuk memiliki keterampilan beragam. Beberapa di antaranya adalah keterampilan menyelesaikan masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, dan kecerdasan emosional. Sehingga, keterampilan lunak (soft skill) bagi para lulusan. “Di dunia kerja, 80% itu soft skill, 20% hard skill. Artinya apa? Karena keyakinan kita, kemauan kita untuk belajar itu menjadi berguna ketika Anda masuk kerja,” kata Fajar.

Rektor Universitas Tidar Prof. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya memberi ucapan selamat bagi calon wisudawan karena telah menempuh masa kuliahnya dengan baik. “Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan mahasiswa yang besok pagi sudah diwisuda dan berstatus sebagai sarjana atau ahli madya lulusan dari Universitas Tidar tercinta. Yang kami tekankan, tetaplah bangga dengan almamater kalian. Harus percaya diri bahwa ilmu-ilmu yang dikantongi selama kuliah itu adalah ilmu-ilmu yang bermanfaat,” ucapnya.
Prof. Sugiyarto, M.Si. juga mengingatkan mengenai pepatah Jawa “ngelmu kalakone kanthi laku”, atau “mencari ilmu itu melalui proses lahir batin”. Mencari ilmu tidak berhenti ketika seseorang selesai berkuliah, tetapi merupakan perjalanan seumur hidup yang akan terus diterapkan di tengah masyarakat.

Humas UNTIDAR

Kuliah Umum Anti Radikalisme, Brigjen Pol. R. Achmad Nurwakhid Tekankan Radikalisme Tidak Terkait Agama Manapun

Universitas Tidar (UNTIDAR) bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) menggelar Kuliah Umum Pendidikan Anti Radikalisme, Selasa (14/03). Kuliah umum diikuti oleh para mahasiswa UNTIDAR dan siswa SMA/SMK di Magelang di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR.

Direktur Deradikalisme BNPT RI, Brigjen Pol. R. Achmad Nurwakhid, S.E., M.M. hadir secara langsung menjadi pembicara utama.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa radikalisme tidak terkait dengan agama manapun. Radikalisme menurutnya meliputi ideologi-ideologi yang mengancam Pancasila dan mampu mengancam stabilitas dan konsensus negara. Radikalisme justru berhubungan dengan pemahaman dan cara beragama yang menyimpang yang menyalahi ajaran agama itu sendiri.

“Kasus yang terjadi sering kali terjadi adalah membela agama. Agama itu ada untuk diamalkan. Praktik beragamapun tidak akan bisa utuh dan khusyuk jika negara tidak aman dan damai,” paparnya.

Bangsa Indonesia sebagai pemilik suku bangsa, bahasa daerah, dan pulau terbanyak di dunia tentu memiliki risiko tinggi. Terlebih, Indonesia memiliki enam kepercayaan dengan beragam aliran kepercayaan adat.

“Maka, kita harus berpedoman pada moderasi beragama. Pertama, komitmen kebangsaan. Apa itu komitmen kebangsaan? Berpedoman pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-undang  1945. Kedua, toleransi. Jangan merasa paling agamis. Hormati sesama. Ketiga, mengakomodasi kebudayaan dan kearifan lokal. Terakhir, anti kekerasan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, beliau menyampaikan hal-hal yang bisa dilakukan pemuda dan masyarakat dalam menangkal radikalisme contohnya lebih selektif dalam mengikuti akun-akun di media sosial.

“Segera unfollow saja akun yang sudah menjurus radikal, seperti akun-akun yang terlalu fanatik pada agama tertentu, menyebar hoaks dan konten yang memecah belah persatuan dan toleransi,” pungkasnya.

Rektor UNTIDAR Prof. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya memahami bahaya radikalisme demi membangun jiwa nasionalisme pemuda. Terlebih, Magelang memiliki catatan sejarah yang luar biasa.

 “Kita harus memberikan catatan terbaik. Teruskan perkembangan peradaban ini sesuai zamannya. Kalau dulu pada zaman Mataram Kuno ada Borobudur sebagai simbol kejayaan, apa yang kita tanam sekarang? Sebagai generasi sekarang, apa yang bisa kita berikan untuk generasi yang akan datang?” kata Prof. Sugiyarto, M.Si.

Pertanyaan tersebut menjadi pemantik bagi para peserta kuliah umum. Prof. Sugiyarto, M.Si mengharapkan ke depan, UNTIDAR tidak hanya mengadakan kuliah umum, tetapi juga kegiatan nyata untuk memupuk nasionalisme.

Humas UNTIDAR

Terdampak Erupsi Merapi, Aktivitas di UNTIDAR Berjalan Aman

Terletak di pusat Kota Magelang, Universitas Tidar (UNTIDAR) turut terdampak hujan abu vulkanik pasca erupsi Gunung Merapi. Hujan abu tebal yang melanda sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Magelang berasal dari Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas guguran pukul 12.12 WIB, Sabtu (11/3). Meski demikian, aktivitas belajar dan mengajar di Universitas Tidar berlangsung normal seperti biasanya, Senin (13/03).

“Saya kira, kuliah hari ini daring. Ternyata tetap offline karena keadaan saat ini sudah aman,” kata Nurul Atikah, mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia 2022. Ia mengungkapkan bahwa hujan abu sempat mengganggu aktivitas kerja kelompoknya Sabtu lalu.
Dua hari berlalu, aktivitas di Universitas Tidar dan sekitarnya semakin membaik. “Alhamdulillah, aktivitas kuliah lancar seperti biasa. Saya dan teman-teman tetap belajar di kelas.

Yang cukup terganggu cuma aktivitas setelah hujan abu Sabtu lalu,” jelas Linda Apriliani, mahasiswa Pendidikan Biologi 2021. Ia mengaku, hujan abu Sabtu lalu membuat pernapasan agak terganggu. Namun, dengan memakai masker dan cukup minum, gangguan tersebut dapat dihindari.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat jarak luncur awan panas guguran 1.500-2.500 meter. Dampaknya, terjadi hujan abu yang mengarah ke Magelang dan sekitarnya.

Pemerintah Kota Magelang sebelumnya telah melaksanakan penyemprotan sejumlah area publik untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik pada Sabtu malam dan Minggu (12/3). Selain itu, pemerintah juga membagikan masker di beberapa titik untuk mengantisipasi gangguan pernapasan.

Humas UNTIDAR

6 Mahasiswa UNTIDAR Ikuti Kegiatan Kampung Bakti Bidikmisi KIP-Kuliah (KBBK) 2023

Enam mahasiswa UNTIDAR mengikuti kegiatan Kampung Bakti Bidikmisi KIP-Kuliah (KBBK) 2023 di Kebumen. Keenam mahasiswa tersebut yakni Taufiq Rahmansyah, Satya Kristi Aprilianto, Ahmad Rif’an, Adit Triyono, Yudistira Wahyu Hidayat, dan Wisnu Aji Pamungkas, yang tergabung dalam organisasi HIMADIKTAR.

Kampung Bakti Bidikmisi KIP-Kuliah (KBBK) merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi KIP-Kuliah Nasional (PDKN) Cabang Banyumas Raya sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 10-12 Maret 2023 ini terpusat pada satu lokasi yakni Desa Argosari, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Desa Argosari dipilih sebagai tempat KBBK 2023 karena memiliki potensi alam yang harus dikembangkan. Dalam acara pembukaan yang berlangsung di Pendopo Kabumian, Rizki Anugrah Pratama selaku Ketua PDKN Cabang Banyumas Raya mengatakan bahwa KBBK akan dilaksanakan di Desa Argosari Kecamatan Ayah, 10 sampai 12 Maret 2023.”Kita akan mengobservasi apa saja potensi desa, selanjutnya melakukan pengembangan potensi desa dan pariwisata disitu. Banyaknya kekayaan lokal tersebut harus kita branding bersama-sama dengan mahasiswa, anak muda dan masyarakat,” jelas Rizki. Selain itu, Rizki juga menyampaikan bahwa peserta kegiatan adalah mahasiswa dari kampus-kampus di Jawa Tengah dan DIY.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kebumen, Yanie Giat Setyawan dalam sambutannya mengatakan bahwa KBBK 2023 merupakan kegiatan yang patut diapresiasi karena akan memberi nilai lebih untuk desa dan masyarakat desa. Karena itu mahasiswa harus bisa menggali potensi desa. Mahasiswa juga diminta untuk membantu mengidentifikasi penyebab putus sekolah dan kasus stunting di Desa Argosari.

Setelah pembukaan acara KBBK 2023 di Pendopo Kabumian selesai, rombongan peserta KBBK 2023 langsung menuju Desa Argosari. Kedatangan peserta KBBK 2023 di Desa Argosari disambut oleh Kepala beserta perangkat Desa Argosari di balai desa. Kemudian dilaksanakan sarasehan bersama warga.
Peserta KBBK 2023 melakukan observasi langsung kepada warga untuk mengetahui potensi desa dan permasalah-permasalahan yang ada di desa dari segi ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan insfrastruktur. Setelah melakukan observasi, peserta KBBK 2023 melakukan pemaparan hasil observasi dan berdiskusi mencari solusi terbaik untuk mengembangkan potensi yang ada dan mengatasi permasalan-permasalahan yang ada di Desa Argosari.

Dalam kesempatan yang sama, kegiatan KBBK 2023 mengundang anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Saiful Hadi untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk mendengarkan aspirasi masyarakat Desa Argosari dan berdiskusi dengan mahasiswa peserta KBBK 2023. Kepala Desa Argosari berharap kegiatan KBBK 2023 yang berlangsung tiga hari ini bisa terus berkelanjutan. “Desa sangat memerlukan anak-anak muda yang mau mengabdikan dirinya, turut ambil bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya.

Kontributor Adit Triyono/ Editor : Humas UNTIDAR

Bekerjasama Dengan Kominfo, UNTIDAR Gelar Talent Scouting Academy dan Digital Enterpreneurship Academy

UNTIDAR berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi menggelar Talent Scouting Academy (TSA) dan Digital Enterpreneurship Academy (DEA). TSA adalah salah satu akademi pada program Digital Talent Scholarship (DTS) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, dan memberikan kesempatan sertifikasi global bagi mahasiswa tingkat akhir yang terseleksi. Program ini ditujukan bagi para mahasiswa diploma 4/strata 1 tingkat akhir yang memiliki passion, bakat dan minat di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TSA juga bekerja sama dengan Kampus Merdeka yang mengusung sistem Micro Credentials, yakni materi-materi yang diberikan akan dikonversikan menjadi SKS.

UNTIDAR menjadi salah satu perguruan tinggi mitra Kominfo dalam pelaksanaan TSA. Untuk area Magelang, para mahasiswa peserta TSA akan mengikuti pelatihan selama 1 bulan dibimbing oleh para pengajar, yaitu dosen UNTIDAR dan STMIK Bina Patria yang telah tersertifikasi untuk menjadi mentor pelatihan ini.
DEA adalah Pelatihan Pemasaran Digital Dasar bagi calon pelaku atau pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul di era revolusi industri 4.0. Pelatihan Pemasaran Digital Dasar mempelajari tentang dasar kewirausahaan dan pengenalan terhadap pemasaran digital, dengan menjelaskan konsep, praktek, dan diskusi kelompok.

Dalam sambutannya Dr. Hedi M. Idris, Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan Sertifikasi Balitbang SDM Kominfo menyampaikan bahwa TSA dan DEA adalah 2 dari 6 akademi yang diadakan oleh Kominfo dalam rangka percepatan transformasi digital nasional. Rektor UNTIDAR menyambut baik kerjasama dengan Kominfo dan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. “Masukan saya, perlu adanya riset untuk mengetahui efektivitas program, supaya kedepan pelatihan yang dilaksanakan bisa tepat sasaran dan berdampak positif bagi peserta program dan bagi masyarakat secara luas,” tutur Prof. Sugiyarto.

DEA dilaksanakan selama dua hari, Rabu-Kamis (8-9/3/2023), diikuti oleh puluhan pelaku UMKM di Magelang dan sekitarnya. TSA diikuti oleh ratusan mahasiswa UNTIDAR dan STMIK Bina Patria Magelang, berlangsung mulai Maret-April 2023.

Humas UNTIDAR

Rektor UNTIDAR Lantik 107 PNS Dosen dan Tenaga Kependidikan UNTIDAR

107 PNS baru UNTIDAR, terdiri dari 98 Dosen dan 9 Tenaga Kependidikan dilantik oleh Rektor UNTIDAR, Selasa (7/3). Acara turut dihadiri oleh para pejabat struktural tingkat universitas dan pejabat struktural fakultas. Pelantikan ditandai dengan pelaksanaan sumpah jabatan sebagai PNS.

Dalam sambutannya Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. berpesan agar para PNS yang baru saja dilantik senantiasa mengedepankan rasa syukur atas segala nikmat dan karunia Tuhan yang tak terbatas, ditandai dengan menjalankan tugas sebagai abdi masyarakat sebaik-baiknya. “107 warga UNTIDAR telah mendapatkan kesempatan untuk mengesahkan diri menjadi PNS. Sebagai wujud komitmen terhadap rasa syukur, saya mengajak rekan-rekan semua untuk bekerja dengan baik, menjalankan tugas dengan penuh ketulusan, sebagai pengabdian kepada Tuhan, dan tanggungjawab kepada keluarga,” ujar Prof. Sugiyarto.

Ia juga mengingatkan bahwa bekerja di institusi pendidikan harus diikuti dengan integritas yang tinggi. “Harus bisa menjadi teladan bagi sivitas akademika khususnya mahasiswa. Ingat selalu yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara, di depan menjadi panutan, di tengah menjadi penyeimbang, dan di belakang memberikan dorongan untuk melakukan kebaikan. Harus selalu ingat akan sumpah dan janji yang sudah diucapkan, dan mari teguh pada core value PNS yaitu ‘berAKHLAK’ Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif,” imbuhnya.

Selepas acara pelantikan, para PNS baru mengikuti acara pembekalan. Materi disampaikan oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum, Among Wiwoho, S.E., M.M., dan Koordinator Bidang Hukum, Tata Laksana dan Kepegawaian, Hatma Izza Perdana, S.Pd. Materi pembekalan meliputi hak, kewajiban dan tanggung jawab sebagai PNS, Disiplin PNS, serta Karir PNS Dosen dan Tenaga Kependidikan.

Humas UNTIDAR