Silvi Fatika Wulandari dan Mutiara Arifianti Amanah Juarai Pilmapres UNTIDAR 2023

Pemilihan mahasiswa berprestasi merupakan agenda tahunan rutin yang dikelola oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) untuk mewadahi para mahasiswa berprestasi dari seluruh perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Puspresnas memberikan kesempatan bagi perwakilan mahasiswa berprestasi dari setiap perguruan tinggi untuk berkompetisi di tingkat wilayah hingga nasional. Tujuan diselenggarakannya Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) adalah untuk membangun Indonesia lebih maju melalui mahasiswa yang berperan sebagai Agent of Change (agen perubahan).

Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Tidar turut mempersiapkan kandidat-kandidat terbaiknya melalui Pilmapres tingkat Universitas. Seleksi Pilmpares Universitas Tidar terdiri dari 10 peserta Program Sarjana dengan 2 perwakilan mahasiswa dari setiap fakultas, dan 4 peserta Program Diploma, masing-masing 2 mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Teknik. Dari 14 peserta tersebut, 6 peserta masuk dalam rumpun Soshum (FE, FISIPOL, FKIP) dan 8 peserta masuk dalam rumpun Saintek (FAPERTA dan FT). Peserta mengikuti seleksi pada hari kamis, 4 Mei 2023 di Ruang Multimedia Universitas Tidar.

Acara dibuka dengan sambutan dan pengarahan oleh Prof. Dr. Parmin, M.Pd, selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Tidar. Ia menyampaikan selamat kepada perwakilan mapres fakultas, karena sudah menjadi yang terbaik di tingkat fakultas, dan sekarang bersaing menjadi yang terbaik lagi di tingkat universitas. “Tentunya kemahasiswaan akan selalu berinovasi, termasuk dalam kegiatan Pilmapres. Jika selama ini seleksi mapres itu berjalan secara alami, artinya ada pembukaan seleksi lalu mahasiswa membuat Gagasan Kreatif, mengumpulkan Capaian Unggulan, dan sebagainya, maka setelah ini akan kami persiapkan dari awal. Jadi harapannya, kita sudah mulai melakukan talent scouting, pembibitan mahasiswa yang berpotensi unggul di prestasi, termasuk nanti dilatih presentasinya, juga Bahasa Inggris-nya,” urai Prof. Parmin. “Ia menambahkan bagi mahasiswa peserta pilmapres yang tahun depan masih bisa ikut, untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi. “Akan kita dampingi dan fasilitasi apa saja yang dibutuhkan, termasuk terkait data prestasi. Bagi yang tahun depan sudah tidak bisa ikut, semoga beruntung di tahun ini. Apapun hasilnya nanti, pencapaian teman-teman semua adalah prestasi yang membanggakan,” tegasnya saat memberikan pengarahan.

Dalam rangkaian seleksi Pilmapres, Universitas Tidar mengkompetisikan tiga komponen prestasi mahasiswa yaitu Capaian Unggulan (CU) dengan komposisi penilaian sebesar 50%, Gagasan Kreatif (GK) untuk Program Sarjana atau Produk Inovatif (PI) untuk Program Diploma dengan komposisi penilaian 30%, dan kemampuan Bahasa Inggris dengan komposisi 20% dalam bentuk presentasi GK atau PI.

Juri Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Universitas Tidar 2023 sebagai berikut:
Juri Soshum: Suwandoko, S.H., M.H.
Juri B. Inggris Soshum: Afi Normawati, S.Pd., M.Pd.
Juri Saintek : Xander Salahudin, S.T., M.Eng.
Juri B. Inggris Saintek: Dwitiya Ari Nugraheni, M.Appling (TESOL)

Para Pemenang Pilmapres UNTIDAR 2023 :
Juara 1 (Sarjana): Silvi Fatika Wulandari (FAPERTA)
Juara 2 (Sarjana): Muhamad Eginda Erlangga (FKIP)
Juara 3 (Sarjana): Mulyadi (FE)
Juara 1 Diploma: Mutiara Arifianti Amanah (FE)
Juara 2 Diploma: Samsudin Febriansah (FE)

Proses seleksi berlangsung cukup panjang, untuk memilih mahasiswa yang memang layak untuk menjadi wakil universitas. Hal tersebut didasarkan dari capaian-capaian unggul, prestasi, kreativitas, dan keaktifan mahasiswa di lingkungan kampus. Harapannya nanti kandidat yang terpilih dapat membawa nama baik Universitas Tidar pada tahapan Pilmapres yang lebih tinggi.

Notulis kegiatan : Reza Noormansyah
Penulis : Aditya Handayani
Editor : Humas UNTIDAR

Prodi S1Teknik Industri UNTIDAR Kunjungi Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada

Rabu, (10/5), Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar (UNTIDAR) melakukan kunjungan ke Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar dalam memulai perkuliahan tahun ini.

Kegiatan dibuka oleh I Gusti Bagus Budi Dharma, S.T., M.Eng., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Pascasajana Teknik Industri FT UGM. Sebelum acara inti dimulai, Dekan Fakultas Teknik UNTIDAR Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan DTMI UGM untuk menerima kunjungan dari prodi S1 Teknik Industri UNTIDAR. Tak lupa beliau juga menymapaikan maksud dan tujuan kunjungan ini adalah untuk sharing mengenai kurikulum yang dilaksanakan di UNTIDAR dan laboratorium yang dibutuhkan selama perkuliahan.

Acara dilanjutkan pemaparan oleh Ketua Program Studi S1 Teknik Industri Dr.Eng. Titis Wijayanto, ST., M.Des.. Beliau menjelaskan mengenai SKS yang ditempuh di Program Studi S1 Teknik Industri UGM adalah 151 sks. Jumlah tersebut terdiri dari math & basic sciences 31 sks, IE specific topics 70 sks, IE design 30 sks, dan general education 20 sks.

Salah satu mata kuliah di prodi S1 Teknik Industri UGM adalah proyek terpadu. Mata kuliah ini mengharuskan mahasiswa untuk memecahkan masalah dengan berkolaborasi dengan instansi lain. Beberapa instansi di tingkat wilayah maupun nasional. Diharapkan mahasiswa dapat menerapkan teori-teori yang telah dipelajari sebelum mengambil mata kuliah proyek terpadu.

Setelah paparan selesai, rombongan dari UNTIDAR diajak untuk melihat laboratorium yang ada. Ada 5 laboratorium yaitu laboratorium ergonomika, laboratorium proses dan sistem produksi, laboratorium teknik mutu dan keandalan, laboratorium teknik rantai pasok dan logistik, serta laboratorium desain dan pengembangan produk. Kegiatan ditutup dengan mengunjungi laboratorium ergonomika.

Melalui kegiatan kunjungan ini diharapkan Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar lebih maksimal dalam mempersiapkan perkuliahan yang akan dimulai tahun ini. Tidak hanya untuk persiapan perkuliahan, tapi juga untuk mempersiapkan akreditasi. Kedepannya Program Studi S1 Teknik Industri Universitas Tidar menargetkan dapat terakreditasi secara internasional, dimana hal itu dapat meningkatkan daya tarik calon mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Program Studi S1 Teknik Industri UNTIDAR, dan mendorong program studi untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar output yang dihasilkan dapat bersaing di dunia kerja.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UNTIDAR dan UNSIL Laksanakan Praktik Belajar Lapangan (PBL)

Praktik Belajar Lapangan (PBL) merupakan salah satu program yang dilaksanakan oleh Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tidar, yang bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada objek biologi yang ada di alam/lapangan, sesuai dengan apa yang telah dipelajari oleh mahasiswa di kelas maupun laboratorium.

Rabu (10/5) kegiatan PBL dilaksanakan di Kebun Raya Gunung Tidar, Magelang. Kegiatan PBL tahun ini cukup spesial karena dilakukan bersama dengan 150 mahasiswa Universitas Siliwangi. Kegiatan di Kebun Raya Gunung Tidar, dilanjutkan dengan penyampaian materi di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono Universitas Tidar. Acara dibuka oleh Koorprodi Pendidikan Biologi, Dr. Setiyo Prajoko, M.Pd. “Acara hari ini sebagai salah satu bentuk kerjasama antara FKIP UNTIDAR dan FKIP UNSIL, yang diimplementasikan dengan PBL (Praktik Kerja Lapangan). Terima kasih telah berkunjung ke FKIP UNTIDAR,” tuturnya.

 

Dr. Diana Hernawati, M.Pd., selaku Wakil Dekan I FKIP Universitas Siliwangi, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya bisa berkolaborasi melaksanakan PBL bersama prodi Pendidikan Biologi UNTIDAR. “Terima kasih telah disambut dengan baik sekali serta bisa merealisasikan kerjasama yang telah dibuat, semoga di kesempatan mendatang prodi Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR bisa datang dan melaksanakan PBL ke UNSIL,” tandasnya.

Selama belajar bersama, mahasiswa mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh dosen UNTIDAR maupun UNSIL. Dr. Ericka Darmawan, S.Si., S.Pd., M.Pd. (Dosen Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNTIDAR), menyampaikan materi “Ornitologi dan Birdwatching Antara Hobi dan Konversi”, dilanjutkan oleh Mufti Ali, M.Pd. (Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UNSIL), dengan materi “Half-Decade: Disclosure of Biodiversity Data by Prospective Biology”. Pemateri ketiga adalah Diki Muhamad Chaidir, M.Pd. (Dosen Jurusan Pendidikan Biologi FKIP UNSIL), dengan materi “Lichenes Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara”. Materi dan diskusi dimoderatori oleh Serafica Btari Christiyani Kusumaningrum, M.Sc. Di sesi akhir dilaksanakan tanya jawab, dilanjutkan penyerahan plakat, sertifikat dan cindera mata, dan diakhiri dengan foto bersama.

Penulis : BW
Editor : Humas UNTIDAR

Kunjungan Inisiasi Kerjasama Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Indonesia pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Tidar menerima kunjungan dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Indonesia. Pertemuan ini terselenggara di Gedung Fisipol, Kampus Sidotopo, UNTIDAR pada Senin (8/05).

Tujuan dari kegiatan ini yaitu mendorong pencapaian Indikator Kerja Utama (IKU), melaksanakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung VMTS FISIPOL Universitas Tidar.

“Kita manfaatkan kesempatan ini untuk diskusi dan tanya jawab serta bertukar pandangan tentang bagaimana proses kegiatan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian,” tutur Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Drs. Sujatmiko, MPA.

Momen ini menjadi penting bagi Fisipol Universitas Tidar, karena tidak hanya sebagai bibit Kerjasama namun juga sebagai benchmark.

“Segera mungkin kita mewujudkan kerjasama ini dalam kegiatan yang membantu pengembangan laboratorium, pertukaran dosen, kegiatan MBKM, kerjasama penelitian dan pengabdian dan  kegiatan lain yang tidak termasuk dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Ascharisa Mettasatya Afrilia, S.Sos., Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi Anisa Setya Arifina, S.I.Kom., M.Si., Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi Prinisia Nurul Ikasari, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Perwakilan Kelompok Bidang Keahlian Studi Media Lintang Citra Christiani, S.I.Kom., M.I.Kom. dan Anita Amaliyah, S.Pd., M.I.Kom., dan Gugus Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Wahyu Eka Putri, S.K.Pm., M.Si.

Dengan diadakannya kunjungan dalam rangka inisiasi kerja sama ini, diharapkan dapat segera terjalin adanya kerja sama antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar dengan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama.

Penulis : Wahyu Eka Putri, S.K.Pm., M.Si.

Editor : Humas UNTIDAR

7.879 Calon Mahasiswa Ikuti UTBK di Pusat UTBK UNTIDAR

Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Universitas Tidar menyelenggarakan ujian untuk 7.879 calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke PTN Akademik, PTN Vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Agama Islam Negeri (PTKIN). UTBK dimulai serentak 51 perguruan tinggi (PTN) pusat UTBK di seluruh Indonesia mulai Senin (8/5) ini.
“Kami menyampaikan bahwa UTBK ini tahap yang kedua seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk UNTIDAR. Kemarin yang pertama (SNBP) berjalan dengan baik. Saya berharap kegiatan ini (konferensi pers) nantinya bisa memberikan informasi yang valid,” urai Rektor UNTIDAR, Prof. Sugiyarto, M.Si. dalam Konferensi Pers Pusat UTBK UNTIDAR di Gedung Rektorat UNTIDAR.

Keikutsertaan UTBK merupakan syarat utama untuk mengikuti SNBT pada PTN Akademik, PTN Vokasi, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Agama Islam Negeri (PTKIN). Pelaksanaan UTBK di UNTIDAR dilaksanakan dalam dua gelombang, yaitu 8-14 Mei 2023 (gelombang 1) dan 22 Mei 2023 (gelombang 2). Pelaksanaan tersebut disesuaikan dengan jumlah peserta yang mengikuti ujian di lokasi Pusat UTBK UNTIDAR. “Saya rasa memang tujuannya dibuat lokasi-lokasi (pusat UTBK) semacam ini agar ada klustering,  untuk memudahkan akses. Supaya tidak terlalu jauh dari domisili,” kata Prof. Sugiyarto, M.Si.

UTBK dilaksanakan di 13 ruangan di Kampus UNTIDAR Tuguran dan Sidotopo, serta 16 ruangan di tujuh lokasi mitra. Lokasi mitra tersebut meliputi SMAN 2 Kota Magelang, SMAN 4 Kota Magelang, SMAN 5 Kota Magelang, SMKN 1 Kota Magelang, dan SMKN 2 Kota Magelang. Jumlah peserta yang mengikuti UTBK di Lokasi Pusat UTBK UNTIDAR total sejumlah 7.879 kursi. Panitia Pusat UTBK UNTIDAR tidak hanya bekerjasama dalam lokasi dan perangkat ujian saja dengan mitra namun juga melibatkan guru di sekolah sebagai pengawas ujian. Pelaksanaan UTBK kali ini tidak menerapkan ketentuan protokol kesehatan secara ketat seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun begitu, peserta, penanggung jawab lapangan, dan pengawas ujian wajib menggunakan masker saat ujian berlangsung.

Humas UNTIDAR

UNTIDAR dan BNPT Temanggung Upayakan Pencegahan Terorisme dan Deradikalisasi

Universitas Tidar menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Temanggung mengenai sinergitas pencegahan tindak pidana terorisme dan deradikalisasi, Sabtu (6/5). Penandatangan perjanjian kerja sama dilaksanakan di Embung Bansari, Kawasan Terpadu Nusantara, Temanggung.

Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama ini bertujuan membangun kesadaran bersama untuk mencegah tumbuhnya ideologi terorisme. Tindak pidana terorisme menjadi sumber kekhawatiran karena menyebarkan ketakutan, mengganggu keamanan dan pola pikir, serta merusak rasa persatuan sebagai bangsa. Rektor berharap, terorisme dapat ditangani secara sinergis oleh berbagai komponen bangsa. Hal itu bertujuan untuk menjamin rasa aman bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami bersyukur pada saat penandatanganan kerjasama ini, saya melihat keberagaman komponen dan juga keberagaman pendekatan metode dalam penanganan terorisme di Indonesia, termasuk melalui jalur peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini satu hal yang sangat luar biasa yang harus kita dukung bersama-sama,” jelasnya.

Kepala BNPT Komjen Ryco Amelza Dhaniel menyatakan, program ini adalah bentuk kepedulian BNPT kepada masyarakat Indonesia. Pejabat negara, TNI, POLRI, bahkan masyarakat harus menjadi perekat bagi sesama. “Ideologi ini juga tidak sesuai dengan kondisi kebangsaan Republik Indonesia, yang merupakan suatu negara kebangsaan, negara yang dibangun dari berbagai perbedaan,” tambahnya.

Perjanjian kerjasama ini juga bertujuan meningkatkan upaya pencegahan tindak pidana terorisme di lingkungan universitas, serta menciptakan suasana dan sikap individu yang terbebas dari ideologi radikal dan tindakan terorisme.

Humas UNTIDAR

Halal Bihalal Perkuat Silaturahmi dan Karakter Keluarga Besar UNTIDAR

UNTIDAR mengadakan Halal Bihalal di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono, Selasa siang (2/5). Acara ini diikuti oleh segenap keluarga besar UNTIDAR, yakni para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan Dharma Wanita Persatuan UNTIDAR.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Furqon Ahmad Fauzi, mahasiswa Ekonomi Pembangunan 2018. Selanjutnya, pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thullab, K.H. Achmad Said Asrori selaku penceramah Halal Bihalal mengemukakan, tradisi Halal Bihalal menjadi amalan bagi seluruh umat yang beragama, terutama umat Islam.
“Di dalam Alquran, salah satu ukuran seseorang bertakwa itu harus memiliki hubungan baik sesama makhluk. Itu termasuk ukuran takwa dalam konteks sosial,” urainya. Dengan ibadah puasa, keindahan muncul seiring dengan meningkatnya spiritualitas seseorang. K.H. Achmad Said Asrori mengajak hadirin untuk saling menghormati di tengah keberagaman Indonesia. Terutama menjelang tahun politik, di mana perbedaan pilihan politik seharusnya tidak memutus kebersamaan dan persatuan.

 

“Bapak, Ibu, marilah kita berupaya menjadi orang-orang yang muhsin, orang-orang yang berbuat baik. Dan berbuat baik itu tidak boleh memandang kulitnya apa, agamanya apa, rasnya apa. Tidak. Tapi kepada seluruh umat manusia,” jelasnya.

Rektor UNTIDAR, Prof. Sugiyarto, M.Si. menutup acara Halal Bihalal dengan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja sama segenap keluarga besar UNTIDAR. Rektor juga mengharapkan perasaan yang lega dan makin eratnya silaturahmi setelah saling bermaafan. “Hari ini, setelah mendapatkan pencerahan dan sebulan yang lalu, kita yang beragama islam menjalankan ibadah puasa. Kita berada di bulan Syawal. Semoga menjadi bulan transformasi, bulan perubahan dan kita mulai dari titik hari ini, yaitu titik nol. Kita memulai dari satu titik yang bersih di antara kita semuanya,” pungkas Prof. Sugiyarto, M.Si.

Humas UNTIDAR

UNTIDAR Gelar Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-44

Universitas Tidar menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis UNTIDAR ke-44, di GKU dr. H. R. Suparsono, Selasa (2/5). Acara dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UNTIDAR. “Syukur alhamdulillah, hari ini lembaga pendidikan tinggi milik kita bersama, sejak berdirinya sebagai UTM (Universitas Tidar Magelang) pada tanggal 2 Mei tahun 1979, dan kemudian bertransformasi menjadi UNTIDAR dengan status negeri pada bulan April tahun 2014, secara utuh telah berusia 44 tahun. Usia yang tidak sedikit jika dihitung dari kiprahnya dalam berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa serta masyarakat Magelang pada khususnya,” urai Prof. Sugiyarto, M.Si. saat menyampaikan laporan tahunan rektor 2022-2023.

Rektor mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menorehkan jejak karyanya di Universitas Tidar. Capaian tersebut dapat dilihat dari kenaikan jumlah mahasiswa setiap tahunnya, prestasi mahasiswa, peningkatan ranking SIMKATMAWA, penambahan jumlah program studi baru, hingga perluasan jaringan kerja sama dalam dan luar negeri. Semangat ini diharapkan terus dijaga, terutama untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Untuk itu, mari ke depan kita bekerja lebih baik lagi, berkhidmat bersama untuk satu UNTIDAR, dengan menanamkan sungguh-sungguh nilai-nilai TIDAR, yaitu tangguh, integratif, dedikatif, aktif, dan responsif, serta core commitment pada QSTAR, yaitu quality, synergy, transformation, acceleration, relevance, serta reputation,” pungkas Rektor.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Dr. Ir. Sri Gunani Pratiwi, M.T. “Semoga Universitas Tidar semakin maju, semakin sukses ke depannya dan terus memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Universitas Tidar telah berupaya membangun diri melalui tridharma perguruan tingginya dan juga mencetak generasi masa depan bangsa yang unggul, kompeten, dan relevan dengan kebutuhan masa depan bangsa.

Selain itu, Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Dr. Lukman, S.T., M.Hum. dalam sambutannya juga mendukung tema Dies Natalis kali ini, yakni ‘Peningkatan Kualitas Universitas Tidar Melalui Aktualisasi Sumber Daya Kearifan Lokal’. Menurutnya, usaha tersebut dapat menjadi capaian membanggakan.
“Visi menjadi universitas unggul bidang kewirausahaan berbasis sumber daya dan kearifan lokal harus kita dorong untuk bisa terwujud, di mana indikator keberhasilannya dapat dilihat dari lulusan yang akan menjadi entrepreneur-entrepreneur muda yang akan menyiapkan lapangan pekerjaan, sehingga tidak ada lagi pengangguran-pengangguran yang intelek. Menggali terus sumber daya dan kearifan lokal yang didorong dengan inovasi dapat menghasilkan produk-produk yang membanggakan. Itu terus kami tunggu dari Universitas Tidar,” jelasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat. Dalam orasinya, ia menyampaikan tentang pentingnya civitas akademika memiliki pemikiran yang berkembang, terutama di era disrupsi seperti saat ini. “Lembaga kampus tidak hanya sibuk dengan proses belajar mengajar, tetapi setidaknya lembaga risetnya harus berkembang. Lembaga riset sebagai lembaga diskusi untuk membaca apa yang tengah berlangsung. Dengan demikian diperlukan growth mind, open mind, pikirannya terbuka,” jelasnya.

Menurutnya, terbentuknya sebuah kebijakan harus didasari dengan data dan riset. Oleh karena itu, akademisi harus kritis, tidak boleh bersifat ideolog dan close minded (berpemikiran tertutup), dan menjadi pembelajar berkelanjutan. Kebiasaan tersebutlah yang turut menentukan kualitas lulusan perguruan tinggi. “Target universitas jangan hanya jumlah wisudawan yang dihasilkan. Tapi yang kita pertimbangkan adalah bagaimana profil, output, dan kualitas wisudawan. Di sini perlu ada profiling alumni dan tahu sebarannya ke mana saja. Itu juga akan membantu asesmen kurikulum kita, apa yang perlu disempurnakan lagi,” urainya.

Di akhir orasi, ia berpesan agar keindonesiaan tetap harus ditanamkan oleh seluruh civitas akademika UNTIDAR. Sebab, perasaan cinta bangsa yang disertai prestasi dan ilmu akan terus bermanfaat.

Humas UNTIDAR

UNTIDAR Peringati Hari Pendidikan Nasional

Sivitas akademika UNTIDAR mengikuti Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman GKU dr. H.R. Suparsono, Selasa (2/5) pagi. Dalam kesempatan ini, sivitas akademika mengenakan baju adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Tema Hardiknas tahun ini adalah “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.” Tema ini diusung untuk melanjutkan pergerakan program Merdeka Belajar.

Rektor Universitas Tidar Prof. Sugiyarto, M.Si. selaku pemimpin upacara membacakan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Makarim. “Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat,” kata Rektor.

Dalam pidato tersebut, Menteri Nadiem Anwar Makarim juga ingin setiap insan akademik Indonesia untuk merefleksikan gerakan Merdeka Belajar yang telah berlangsung sepanjang tiga tahun terakhir. Gerakan Merdeka Belajar menjadi sejarah baru di tengah perjalanan pendidikan Indonesia. Para pendidik, tenaga kependidikan, seniman, dan peserta didik adalah kapten dari ‘kapal’ besar Indonesia.

“Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, mendidik generasi Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter, dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,” lanjutnya.
Upacara Hardiknas ditutup dengan pemberian penghargaan bagi para dosen berprestasi di lingkup Universitas Tidar, serta pemilihan dosen dan tendik UNTIDAR dengan busana daerah terfavorit.

Humas UNTIDAR

Dua Mahasiswa UNTIDAR Lolos IISMA ke Polandia dan Turki

Dua mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNTIDAR, Maulana Yusuf dan Dita Ariyantika Ramadhani, lolos program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA) 2023, Sabtu (15/04). Program pertukaran mahasiswa ini adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang memberikan beasiswa untuk kuliah selama satu semester di universitas-universitas ternama dunia. Rektor UNTIDAR, Prof. Sugiyarto, M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas prestasi membanggakan para mahasiswa yang lolos IISMA 2023. Beliau menekankan bahwa prestasi ini akan membangun reputasi internasional dan mengingatkan para mahasiswa untuk membangun rasa percaya diri, menjaga nama baik almamater, serta memperluas jaringan kerjasama.

Semester gasal mendatang, Yusuf akan berangkat ke Universitas Warsaw di Polandia sementara Dita akan berangkat ke Middle East Technical University di Turki. Kedua mahasiswa tersebut dinyatakan lolos IISMA setelah menjalani tes administrasi (esai, sertifikat kecakapan bahasa Inggris, dan dokumen wajib), survei kebhinekaan, dan wawancara dalam bahasa Inggris. Keberhasilan Yusuf dan Dita tidak lepas dari usaha mereka, juga dukungan dosen pembimbing saat menyusun esai. Selain itu, Unit Kerja Sama Internasional bersama Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama juga aktif mendampingi segala proses seleksi mahasiswa, dan memastikan bahwa seluruh berkas administrasi mahasiswa lengkap serta memantau seluruh tahapan seleksi dijalani oleh mahasiswa dengan baik.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNTIDAR, Prof. Suyitno S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa Universitas Tidar memiliki komitmen dalam mengembangkan pembelajaran berkualitas agar mahasiswa mampu bersaing dengan mahasiswa di perguruan tinggi lain. “UNTIDAR percaya pada potensi mahasiswa dalam menguasai keilmuan pada program studi yang dipilih, dilengkapi dengan penguasaan bahasa asing, teknologi informasi, dan kecakapan hidup (life skill). Program pengkayaan (enrichment) di UNTIDAR bertujuan untuk membekali mahasiswa agar mampu berkiprah di dunia global,” tambahnya.

Setelah dinyatakan lolos, Yusuf dan Dita akan mengikuti serangkaian persiapan untuk keberangkatan yang akan dipandu oleh koordinator dari negara atau universitas tujuan, termasuk pengurusan dokumen yang diperlukan seperti paspor dan visa untuk perjalanan dan tinggal di luar negeri.
Program IISMA memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjadi global citizen yang mampu mengembangkan serta mengaplikasikan hard skills dan soft skills mereka. Setelah menyelesaikan program ini, mata kuliah yang diambil di universitas tujuan akan diakui setara dengan 20 sks.

Humas UNTIDAR