HMTE UNTIDAR Gelar Workshop PLC Tingkatkan Keahlian Mahasiswa dalam Otomasi Industri

Himpunan Mahasiswa Teknik Elektor (HMTE) UNTIDAR menggelar Workshop Programmable Logic Controller (PLC) di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, Kamis (15/06). Workshop menghadirkan lead engineer (insinyur utama) PT Sinergi Ketahanan Pangan (Chickin Indonesia), Ahmad Sarifudin, S.T. sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Sigit Iswahyudi, S.T., M.T., berharap agar mahasiswa meningkatkan keahlian mereka sebelum lulus secara resmi dari universitas. Workshop PLC diharapkan dapat lebih mendukung minat dan keterampilan teknis mahasiswa.

Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Elektro Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng. menambahkan, permintaan keahlian PLC semakin meningkat. PLC juga sudah mulai diajarkan di program studi Teknik Elektro UNTIDAR sejak tahun lalu.

“Begitu adanya program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) kemarin, teman-teman mahasiswa UNTIDAR yang magang di industri-industri semakin menunjukkan adanya permintaan keahlian di bidang PLC. Hal itu karena industri sudah menggunakan PLC sebagai komponen utama,” jelas Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng.

Ahmad Sarifudin, S.T. sebagai praktisi (lead engineer/insinyur utama) PT. Sinergi Ketahanan Pangan (Chickin Indonesia) memaparkan pentingnya mahasiswa mempelajari PLC. PT. Sinergi Ketahanan Pangan adalah perusahaan peternakan ayam yang menggunakan teknologi Internet of Things untuk meningkatkan produktivitas ayam.

Ahmad Sarifudin, S.T. sebagai praktisi (lead engineer/insinyur utama) PT. Sinergi Ketahanan Pangan (Chickin Indonesia)

Untuk memastikan produktivitas ayam tetap optimal dan menghindari stres pada ayam, teknologi perlu diterapkan. Salah satu contohnya adalah pengaturan ventilasi, pendingin, dan pemanas di dalam kandang ayam yang dikendalikan oleh PLC.

“Chickin adalah startup peternakan. Semuanya berbasis teknologi. Artinya, teknologi akan merambah semua segmen, dari pertanian, peternakan, dan perikanan. Untuk itu, PLC diperlukan untuk mengontrol proses atau operasi mesin,” kata Ahmad Sarifudin, S.T.

Permintaan tinggi terhadap keahlian PLC memberikan peluang karier yang menjanjikan bagi para mahasiswa. Dukungan dari perusahaan seperti PT. Sinergi Ketahanan Pangan (Chickin Indonesia) dan pengajaran PLC di UNTIDAR mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga profesional yang siap menghadapi tantangan di industri otomasi.

Penulis : Isaka/Humas UNTIDAR

 

HMM FT UNTIDAR Buka Peluang Karier Mahasiswa Melalui Seminar dan Job Fair

Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik (HMM FT) UNTIDAR menggelar Seminar Karier dan Job Fair di Gedung dr. H. R. Suparsono, Rabu (14/06). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program studi Teknik Mesin UNTIDAR.

Ketua HMM FT UNTIDAR UNTIDAR, Ofik Wahyu Pratama memaparkan, acara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait dunia kerja dan bagaimana cara mempersiapkan diri menuju jenjang karier yang lebih tinggi.

Menurut Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Trisma Jaya Saputra S.T., M.T., kegiatan ini penting untuk memberikan wawasan tentang karier dan industri. Pasalnya, peserta dapat mendengar pengalaman langsung dari dua narasumber praktisi, yakni Bagus Faisal Darma Arif, S.T. dari PT. Darma Satya Nusantara, dan Gani Sulistiawan, S.T. dari PT. Semen Gresik.

“Diharapkan mahasiswa kami dapat memperoleh wawasan mengenai karier di industri, sehingga mereka dapat mempelajari bagaimana ilmu yang mereka miliki dapat diterapkan di dunia industri. Ini peluang besar agar informasi dari praktisi industri bisa bermanfaat. Maka dari itu kita harapkan kegiatan terkait karier dapat meningkatkan kualitas lulusan,” jelas Trisma Jaya Saputra S.T., M.T.

Kegiatan inisiatif HMM FT UNTIDAR ini turut mengundang apresiasi Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Gito Sugiyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN. Eng. “Semoga kegiatan ini bisa berjalan terus sehingga harapannya teman-teman yang mau lulus, yang sekarang sudah mempersiapkan untuk mencari kerja, bisa mendapat ilmu terkait bagaimana menulis CV yang baik, bagaimana menghadapi wawancara. Itu harus dipelajari dengan baik,” ungkapnya.

 

Bagus Faisal Darma Arif, S.T. dalam sesi materi membahas langkah-langkah pengelolaan karier bagi mahasiswa. Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa saat ini hidup di era kecerdasan buatan, di mana teknologi berkembang dengan sangat cepat, seperti sistem applicant tracing (ATS) yang digunakan oleh perusahaan besar untuk mencari calon pekerja potensial. Untuk itu, Bagus menyarankan beberapa langkah yang perlu diambil oleh mahasiswa, seperti menetapkan tujuan, mengembangkan kemampuan dan pengetahuan, mengambil tanggung jawab yang lebih besar, membangun jaringan, dan mengevaluasi perkembangan pribadi. “Dalam menentukan sebuah karier, kita harus menerapkan sebuah plan (rencana). Kembangkan skill yang dimiliki, hingga meraih tujuan atau level tinggi dalam suatu organisasi. Yang perlu dilakukan adalah perbanyak pengalaman, organisasi magang, penelitian, dan lainnya” jelasnya.

Pada sesi lainnya, Gani Sulistiawan, S.T. menjelaskan pentingnya mempersiapkan personal branding bagi mahasiswa, termasuk dalam pembuatan curriculum vitae yang menarik. Menurutnya, personal branding membutuhkan waktu dan pengalaman untuk dibangun. Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan potensi dan pengalaman selama kuliah. “Saat ini skill yang sangat menentukan adalah komunikasi dan kolaborasi. Silakan ikuti beragam program mahasiswa, seperti misalnya PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang memungkinkan kolaborasi. Jadi dari teknik mesin mengkolaborasikan dengan jurusan lainnya. Jangan lupa mencari tren untuk melihat potensi karier yang kalian minati,” katanya.

Dengan diadakannya Seminar Karier dan Job Fair ini, HMTM UNTIDAR berhasil membuka peluang karier bagi mahasiswa Teknik Mesin dengan memberikan wawasan, pengetahuan, dan kesempatan untuk mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Penulis : Isaka

Mahasiswa S1 Teknik Mesin UNTIDAR Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah SPP PWK PT Pertamina Cilacap

Rabu (7/6), tiga mahasiswa Universitas Tidar dari prodi S1 Teknik Mesin bertandang ke Gedung Patra Graha Lomanis di Jalan M.T. Haryono, Cilacap. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Rijal Arif Muhaimin, Hidayat Pratama, dan Rony Irawan. Mereka berkesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya karena telah menjadi Finalis 10 besar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP.PWK) PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap. LKTI se-Jawa dan Bali tersebut diselenggarakan dalam rangka HUT ke-20 SPP.PWK.

Setelah bersaing dengan 148 tim dari berbagai Universitas se-Jawa dan Bali, peserta diseleksi menjadi 20 tim, dan akhirnya dipilih 10 tim sebagai Finalis LKTI. Kesepuluh finalis tersebut diundang untuk mempresentasikan hasil karya tulisnya secara langsung. Para finalis yang diundang adalah kontingen dari berbagai Universitas seperti ITS, UNNES, UNDIP, UGM, STTPLN, Universitas Pertamina, UIN Sunan Kalijaga, UNTIDAR serta dihadiri oleh petinggi-petinggi dari Pertamina. Selain itu, acara juga dihadiri oleh Dewan Juri dari Internal Pertamina serta Juri Tamu dari Dosen UGM.Kendati tidak memperoleh juara, para finalis 10 besar tidak merasa rugi berangkat ke Cilacap. Bahkan, mereka merasa sangat senang. Selain mendapat uang pembinaan, biaya transportasi, makan dan penginapan ditanggung panitia, mereka juga mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru karena bisa berkeliling Kilang Minyak Pertamina RU-IV Cilacap dari pengelolaan minyak mentah (Crude Oil), Laboratory, hingga siap dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami merasa senang bisa menjadi finalis 10 besar. Semoga, kedepan kami bisa mengukir prestasi yang lebih membanggakan,” ujar Rony Irawan diamini oleh rekan satu timnya.
Ikhwan Taufik, S.Pd., M.Eng. selaku dosen pembimbing pun tidak merasa malu anak didiknya belum memperoleh piala. Ia bahkan sangat mengapresiasi atas pencapaian ketiga mahasiswa tersebut. Ia berharap, pengalaman berharga ini dapat menjadikan mereka untuk lebih giat lagi dalam mencetak prestasi. Karena, banyak sekali kompetisi-kompetisi mahasiswa yang bisa diikuti oleh mahasiswa.

“Saya berharap, mereka jadi lebih termotivasi lagi mengikuti lomba-lomba. Apapun jenis lombanya. Saya juga berharap, teman-teman mahasiswa yang masih enggan mengikuti perlombaan agar bisa terbuka mata hatinya,” ujar Dosen S1 Teknik Mesin tersebut.

Kontributor:
Rijal Arif Muhaimin
Mahasiswa S1 Teknik Mesin

Jalan Sehat, Expo Kewirausahaan dan Wayangan, Semarakkan Dies Natalis UNTIDAR ke 44

Menutup Rangkaian Dies Natalis ke 44, UNTIDAR mengadakan Senam dan Jalan Sehat, Kompetisi dan Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa, serta Pagelaran Wayang Kulit, pada Sabtu (10/6).

Senam dan Jalan Sehat diikuti warga UNTIDAR (dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa) serta masyarakat umum. “Kami tidak menyangka antusiasme sivitas akademika UNTIDAR dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini sangat besar. Mungkin juga karena euphoria setelah pandemic Covid-19 telah berlalu,” kata Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., M.Eng. selaku Ketua Panitia Dies Natalis ke 44.

Bersamaan dengan kegiatan senam dan jalan sehat dilaksanakan Kompetisi dan Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Parmin, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan pameran kompetisi inovasi kewirausahaan yang dilaksanakan dalam rangka penutupan Dies Natalis ke-44 UNTIDAR ini merupakan kegiatan pertama kali di UNTIDAR yang berskala nasional.

Koordinator Lapangan Kompetisi dan Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa, Dwi Novianto, S.Pd., M.Eng. menjelaskan, expo kewirausahaan dipilih karena UNTIDAR memiliki tagline Unggul Dalam Kewirausahaan. “Ahamdulillah karena bersamaan dengan kegiatan senam dan jalan santai, kegiatan expo menjadi ramai dan semarak,” katanya. Ia menambahkan bahwa di stand ada penjurian dengan 6 kategori, yaitu manufaktur, jasa dan perdagangan, industri kreatif, digital, kuliner, dan budidaya, dengan masing-masing kategori juaranya ada 3,” ungkapnya.

Novi menyampaikan selain stand UMKM masyarakat sekitar kampus UNTIDAR, terdapat pula stand kewirausahaan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi luar daerah seperti Bali, Madura, Surabaya, Sidoarjo, Siliwangi, Jakarta, Tegal serta Yogyakarta.

Pada malam harinya, rangkaian penutupan Dies Natalis UNTIDAR dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Kulit Lakon Begawan Ciptaning, yang menghadirkan Ki Dalang Warseno Slank. Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Dies Natalis ke 44. “Sejak dari acara pembukaan sampai acara penutupan kegiatan berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Dan saya sangat berterimakasih atas dukungan para pemuka masyarakat, sivitas akademika dan masyarakat Kota Magelang,” tutur Rektor.

Minggu (11/6), kegiatan pameran masih berlanjut, dimeriahkan dengan lomba mewarnai kategori TK dan SD yang diikuti 200 peserta.

Humas UNTIDAR

UNTIDAR Gelar Kompetisi dan Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Tingkat Nasional

Para wirausahawan muda dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, turut berpartisipasi dalam gelaran Kompetisi dan Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Tingkat Nasional tahun 2023, Sabtu dan Minggu (10-11/6). Kegiatan ini juga diikuti oleh UMKM yang ada di sekitar kampus UNTIDAR, total ada 133 stand yang mengikuti pameran.

Universitas Tidar berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kewirausahaan mahasiswa. Kompetisi dan Expo Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Tingkat Nasional menjadi salah satu upaya untuk menginspirasi, membina, dan mempromosikan ide-ide kreatif dalam dunia wirausahawan.

Rektor UNTIDAR Saat Memberikan Sambutan Pada Opening Ceremony

4 orang juri dihadirkan untuk memberikan penilaian, yaitu :

  1. Nur Hidayat (Kepala Operasional Trio Group. Sudah Berpengalaman Menjadi Store Manager di Wendy’s Restaurant selama 15 tahun)
  1. Mohammad Gondo Kuswanto (Komisaris Utama PT Yogyakarta Mega Grafika)
  1. Rindu Heppy Abriastanto (Pendamping UMKM Dinas Perdagangan dan Perindustrian)

Terpilih 3 Pemenang, yaitu Juara 1, 2 dan 3 di 6 kategori :

 

Juara Nama Usaha Kategori Digital
1 PAZDG Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha
2 Bisnis Digital

(Affiliate, fanspage fb, instagram)

Teknik Elektro Universitas Tidar
3 SkillUpgrade.ID S1 Manajemen Pendidikan, Departemen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
Juara Nama Usaha Kategori Budidaya
1 Ikan hias dan produk tritmen ekstrak alami daun ketapang dan ekoenzim Manajemen sumberdaya perairan Universitas Trunojoyo
2 Ikan channna, molly, manfish, blue polar, aksesoris ocean Universitas Tidar
3 Pelet Herbal Universitas Muhammadiyah Purworejo
Juara Nama Usaha Kategori Kuliner
1 AVISH Pengembangan Produk Agroindustri, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
2 Indoflakes Sereal Porang Bisnis Jasa Makanan , Ekonomi dan Bisnis , Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
3 Mochious S1 Akuntansi, Ekonomi, Universitas Tidar
Juara Nama Usaha Kategori Manufaktur
1 TITRON S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik UNTIDAR
2 Parca Natural Scent Prodi Pendidikan IPA, Departemen/Jurusan MIPA, FKIP, Universitas Tidar
3 Umbrella Project Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Tidar
Juara Nama Usaha Kategori Jasa Perdagangan
1 HUMBLE PROJECT Jurusan S1 Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Siliwangi
2 Deswita make up Universitas Dian Nuswantoro
3 Izdihaar Make Up Administrasi Publik, Fakultas Bisnis Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Juara Nama Usaha Kategori Industri Kreatif
1 Baiq Hijab Kesehatan Masyarakat, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Ahmad Dahlan
2 V Mebel KRITEKS, FSRD, UNS
3 Makrame-rame Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Siliwangi

Humas UNTIDAR

Kuliah Umum Kewirausahaan Dukung Ekosistem Wirausaha Untuk Mahasiswa

Universitas Tidar menggelar kuliah umum kewirausahaan dalam rangka Expo dan Kompetisi Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Tingkat Nasional, Sabtu (10/6). Kuliah umum diadakan di Gedung Fakultas Teknik 3 Universitas Tidar, menghadirkan Koordinator Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Sukino S.Pd., M.A.P. sebagai pemateri.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaaan Universitas Tidar, Prof. Parmin, S.Pd., M.Pd., menyebutkan, Universitas Tidar sudah menjadi ekosistem wirausaha yang baik. “Di lingkungan Universitas Tidar ini, sudah ada beberapa potensi wirausaha mahasiswa, seperti berpartisipasi dalam kegiatan IKM (Industri Kecil Menengah) Center yang diselenggarakan oleh pemerintah Kota Magelang, berpartisipasi dalam pembuatan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), dan baru-baru ini sudah dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Kewirausahaan,” ungkapnya.

UKM Kewirausahaan diharapkan mampu mewadahi program kreativitas mahasiswa dalam bidang wirausaha. Meski demikian, menurut Prof. Parmin pengembangan wirausaha tetap memerlukan edukasi pihak akademisi dan praktisi profesional untuk mendukung mahasiswa.
Koordinator Kemahasiswaan Belmawa Ditjen Diktiristek, Sukino S.Pd., M.A.P dalam kuliahnya menjelaskan utamanya mengenai program Kemendikbudristek yang mendukung ekosistem wirausaha. Salah satunya adalah Program Wirausaha Merdeka yang diluncurkan 2022 lalu. Tahun lalu, antusiasme Program Wirausaha Merdeka mencapai 47.723 pendaftar.

“Target Wirausaha Merdeka tahun ini mencapai 12.000 mahasiswa dan 32 perguruan tinggi pelaksana program yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini semata-mata agar seluruh mahasiswa bisa kami berikan kesempatan,” jelasnya.

Selain Program Wirausaha Merdeka, mahasiswa yang tertarik di bidang kewirausahaan juga dapat mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Wirausaha, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), serta Program Penguatan Kapasitas Organisasi (PPK Ormawa) dengan topik desa/kelurahan wirausaha. Dari kegiatan-kegiatan tersebut, pihak Belmawa Ditjen Diktiristek setiap tahunnya melakukan pameran untuk memamerkan dan memasarkan usaha para mahasiswa.

Selain program dari kementerian, perguruan tinggi harus memberikan ekosistem yang baik bagi mahasiswa yang menjalankan wirausaha. Program Kementerian diharapkan sebagai stimulus untuk menjembatani wirausaha, tentu dengan pendampingan dosen. Hal itu guna memastikan keberlanjutan pengembangan usaha mahasiswa sekalipun ketika mahasiswa telah lulus nantinya.

“Melihat banyaknya mahasiswa yang menjalankan wirausaha, tentu perguruan tinggi harus memberikan beberapa program. Mulai dari workshop, syukur-syukur nanti ada dosen yang tersertifikasi sehingga bisa memberikan pendampingan kalau sewaktu-waktu mahasiswa mengalami kesulitan dalam menjalankan wirausaha,” kata Sukino.
Universitas Tidar berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kewirausahaan mahasiswa. Kompetisi dan Expo Kewirausahaan Mahasiswa Tingkat Nasional menjadi salah satu upaya untuk menginspirasi, membina, dan mempromosikan ide-ide kreatif dalam dunia wirausaha.

Penulis : Isaka, Editor : Humas UNTIDAR

Rektor UNTIDAR Ingatkan Seluruh Pegawai agar Bersikap Netral Menjelang Pemilu

Rektor Universitas Tidar, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. mengingatkan seluruh pegawai untuk bersikap netral menjelang pemilihan umum (Pemilu) yang akan digelar pada 2024.

“Hati-hati menggunakan media sosial, terkadang ketika asik membaca atau melihat sebuah konten kita ‘like’ atau ‘comment’ pada figure yang kebetulan mencalonkan diri pada pemilu dan ini sudah menunjukkan ketidaknetralan,” ujar Rektor.

Beliau menambahkan terutama bagi pegawai yang juga sekaligus Public Figur harus lebih berhati-hati menjaga sikap dan perkataan terutama jika sedang mengikuti acara dengan masyarakat.

“Jangan sampai ada ‘terpleset’ saat berkata-kata yang seakan-akan mendukung salah satu calon atau partai tertentu,” tambahnya.

UNTIDAR bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi juga menyelenggarakan Sosialisasi Netralitas ASN/PPNPN dalam Penyelenggaraan PEMILU dan pemilihan 2024, Jumat (9/6). Acara ini melibatkan seluruh pimpinan fakultas dan universitas serta perwakilan masing-masing unit di lingkungan UNTIDAR.

“Yang dimaksud dengan ‘asas netralitas’ adalah bahwa setiap Pegawai ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun. Hal ini tercantum pada Pasal 2 huruf f. undang-undang nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN,” papar Adi Sulistyo, S.H., M.H.

Terminologi asal netralitas bagi ASN yaitu bebas konflik kepentingan, tidak memihak, bebas intervensi/pengaruh, adil dan obyektif.

“ASN boleh mencalonkan diri namun perlu dipahami ASN yang mencalonkan diri atau dicalonkan menjadi pejabat negara wajib mengundurkan diri secara tertulis sebagai PNS sejak ditetapkan sebagai calon oleh lembaga yang bertugas melaksanakan pemilihan umum sudah dijelaskan secara detail pada Pasal 345 dan 346 PP No.11 Tahun 2017 jo. No. 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS,” tambahnya.

Netralitas ASN hanya berlaku pada Pemilu yang melibatkan KPU.

“Jika ada yang mencalon Ketua RT, RW atau Kades atau sebagai tim sukses diijinkan,” pungkasnya.

Selain mengadakan sosialisasi, seluruh pegawai UNTIDAR membaca ikrar bersama serta menandatangani Pakta Integritas Netralitas dalam Pemilu 2024.

Humas UNTIDAR

Di Tengah Gegap Gempita Artificial Intelligence, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNTIDAR Gelar TELL & TEFL Exhibition

Senin, 5 Juni 2023, bertempat di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H. R. Suparsono UNTIDAR, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) FKIP Universitas Tidar menggelar kegiatan Pameran Pendidikan bertajuk TELL & TEFL Exhibition 2023: Quo Vadis? Education in the Time of AI. Kegiatan ini merupakan luaran dari perkuliahan Technology Enhanced Language Learning (TELL) yang diambil oleh mahasiswa PBI pada semester 2, serta Teaching English as a Foreign Language (TEFL) yang diambil oleh mahasiswa PBI pada semester 6.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa menampilkan hasil perkuliahan selama satu semester dalam bentuk pameran. Dalam pameran TELL (Technology Enhanced Language Learning), mahasiswa memamerkan berbagai macam media pembelajaran berbasis aplikasi/teknologi yang dapat digunakan untuk membantu proses pembelajaran Bahasa Inggris. Sementara itu, dalam pameran TEFL (Teaching English as a Foreign Language), mahasiswa memamerkan berbagai macam metode, model, atau strategi pembelajaran Bahasa Inggris dengan berbagai macam pendekatan, seperti kearifan lokal, permainan tradisional dan modern, serta pendekatan berbasis teknologi. Hal tersebut dirancang agar pembelajaran Bahasa Inggris senantiasa berlangsung secara kreatif, menyenangkan, dan selalu relevan dengan kemajuan zaman.

“Saya sangat mendukung terselenggaranya kegiatan yang sangat positif seperti ini. Mahasiswa jadi punya ruang untuk menampilkan karyanya. Kedepan semoga bisa diadakan di tempat yang lebih representatif, seperti di Alun alun Kota Magelang, sehingga lebih banyak orang yang bisa mengetahui inovasi pendidikan karya mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNTIDAR,” kata Dekan FKIP, Dr. Ahmad Muhlisin, M.Pd. saat membuka acara.

Dekan FKIP, Dr. Ahmad Muhlisin, M.Pd.

Tema Quo Vadis? Education in the Time of AI diambil sebagai respons atas gegap gempitanya fenomena Artificial Intelligence (AI), yang juga merambah pada dunia pendidikan. Di satu sisi, AI telah memberikan berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, mulai dari optimalisasi penggunaan dan analisis data, tingkat keakuratan yang tinggi, serta memudahkan urusan-urusan praktis. Namun di sisi lain, AI juga menyimpan berbagai macam potensi masalah, mulai dari kebocoran data yang dapat digunakan untuk tujuan-tujuan jahat, hingga ancaman berbagai macam jenis pekerjaan dan keterampilan yang dapat digantikan oleh AI.

Ketua Panitia kegiatan, Muhammad Yahya menyampaikan, bahwa para dosen pengampu TELL dan TEFL yaitu Lilia Indriani, M.Pd, Rolisda Yosintha, M.Pd, Susanti Malasari, M.Pd, Puri Bakthawar, M.A, dan Gilang Fadhilia Arvianti, M.Hum. memotivasi para mahasiswa agar selalu memiliki ide-ide segar menghasilkan karya inovasi berupa media pembelajaran berbasis aplikasi/teknologi, dan berbagai macam metode, model, atau strategi pembelajaran Bahasa Inggris

Bagi mahasiswa Prodi PBI, kegiatan ini begitu penting untuk membekali calon pendidik dengan strategi kreatif tertentu agar tidak tergerus oleh AI. Biar bagaimanapun, ada wilayah-wilayah tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh AI, yakni kreativitas-kreativitas manusia yang bersifat otentik, yang berbeda dari satu individu dengan individu lainnya. Melalui kreativitas dan inovasi inilah, diharapkan munculnya profil lulusan Prodi PBI yang senantiasa lebih unggul dari AI serta mampu menjawab tantangan zaman.

Prodi PBI UNTIDAR berupaya untuk menyikapi secara positif gegap gempitanya fenomena AI. Kemunculan AI lebih dilihat sebagai peluang, dan bukan ancaman. Dengan pengalaman penyelenggaraan pameran pendidikan ini pula, diharapkan munculnya alumni Prodi PBI yang unggul dan kreatif, serta selalu siap dan kontekstual dalam menjawab tantangan kemajuan zaman, terutama di bidang pendidikan.

Kontributor : Lilia Indriani, M.Pd.

Editor : Humas UNTIDAR

Peringati Hari Lahir Pancasila, UNTIDAR Gelar Lomba Puisi Tingkat Nasional

Diikuti Oleh Ratusan Mahasiswa Dari Seluruh Penjuru Nusantara

Dalam rangka memperingati hari lahir Pancasila, UNTIDAR Menggelar Lomba Puisi Tingkat Nasional. Tujuan diadakannya acara ini adalah agar para mahasiswa dapat memaknai kembali Hari Lahir Pancasila dalam bentuk apresiasi karya sastra atau puisi. Diharapkan mahasiswa tidak hanya sekadar mengingat tanggal 1 Juni sebagai hari libur nasional, tetapi juga dapat merenungi kembali makna Pancasila melalui tema yang diusung, yaitu “Aku, Kamu, Kita, dan Pancasila”.

Acara ini terdiri dari tiga kategori lomba, yaitu menulis puisi, membaca puisi, dan musikalisasi puisi. “Alhamdulillah animo para mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia untuk mengikuti lomba ini sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai lebih dari 250 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Bangka Belitung, Sumatera Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, hingga Sulawesi Tenggara,” ujar Ketua Panitia Lomba Puisi, Winasti Rahma Diani.

Ia menambahkan tahap pertama adalah seleksi karya-karya peserta pada tanggal 23—27 Mei 2023, dan terpilihlah masing-masing lima finalis untuk setiap kategori lomba.
Awalnya, konsep acara ini dirancang secara hybrid, yaitu daring dan luring, untuk memfasilitasi finalis yang terkendala hadir secara langsung. Namun, alhamdulillah, pada hari ini, Rabu (31/5) semua finalis dapat hadir secara luring untuk menampilkan yang terbaik dalam acara final.

Rektor UNTIDAR, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. dalam sambutannya saat Final Lomba Puisi menyampaikan apreasinya kepada seluruh Finalis yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. “Apa yang terkandung dalam Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Demokrasi dan Keadilan bisa dimaknai dan dihayati melalui banyak cara. Puisi adalah salah satu sarana yang sangat efektif untuk memaknai Pancasila. Semoga di era sekarang, generasi muda tetap berpijak pada Pancasila sebagai ideologi dan juga pedoman hidup bangsa Indonesia,” tandasnya.

Final Lomba Puisi diadakan di Gedung Kuliah Umum dr. H.R. Suparsono. Dewan Juri yang terdiri dari Wicahyanti Rejeki, M.Pd. (Ketua Rumah Literasi Aruna), Imam Baihaqi, M.A. (Dosen PBSI Untidar) dan Dzikrina Dian Cahyani, M.A. (Dosen PBSI Untidar) akhirnya memutuskan para pemenang sebagai berikut :

JUARA LOMBA BACA PUISI
JUARA I: Lailatul M. (Poltekkes Kemenkes Surabaya)
JUARA II: Elvi Damayanti (Universitas Ngudi Waluyo)
JUARA III: Rika Amalia (Universitas Bhinneka PGRI)
HARAPAN I: Khuriyatul L. (Universitas Tidar)
HARAPAN II: Lia Bekti E. (Stikom Yos Sudarso Purwokerto)

JUARA LOMBA MENULIS PUISI
JUARA I: M. Iqbal K. (Universitas Tidar)
JUARA II: Nuril Rahma A. (Universitas Negeri Yogyakarta)
JUARA III: Clarissa Dianputri (Universitas Tidar)
HARAPAN I: Zanjabil Uyun Z. (Universitas Brawijaya)
HARAPAN II: Putri Arifah N. I. (Universitas Negeri Yogyakarta)

JUARA LOMBA MUSIKALISASI PUISI
JUARA I: Musikalisasi Puisi Kaluna (Univ Muhammadiyah Purworejo)
JUARA II: Angela, M. Luthfi, & Yoseph (Univ Mercu Buana Yogyakarta)
JUARA III: Junedi (Universitas Tidar)
HARAPAN I: Anne Sasha Leonita (Universitas Surabaya)
HARAPAN II: Ridhom Elvara, Aidul, & Yelfa (Universitas Negeri Padang)

Humas UNTIDAR

Menggapai Impian: Kisah Dita Raih Beasiswa IISMA

Dita Ariyantika Ramadhani, mahasiswi UNTIDAR program studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2021 berhasil mendapat beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Program yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini memobilisasi mahasiswa untuk belajar di universitas-universitas kelas dunia. Lewat beasiswa ini, Dita berkesempatan belajar di Middle East Technology University (METU), Turki selama satu semester.
Dita awalnya tak menyangka dirinya terpilih menjadi salah satu dari 1.692 mahasiswa awardee IISMA. Pasalnya, pendaftar IISMA tahun 2023 ini tercatat mencapai 12.704 mahasiswa dari seluruh Indonesia. Apalagi, antusiasme mahasiswa terhadap program ini semakin meningkat setiap tahunnya.

Seperti beasiswa luar negeri lainnya, pendaftar IISMA perlu mengumpulkan tes profisiensi bahasa Inggris, esai pribadi, dan dokumen-dokumen penunjang lainnya. Salah satu komponen penentu keberhasilan Dita adalah esai pribadi. Dalam esainya, Dita menekankan perjuangan dan prestasinya selama kuliah, kontribusi yang dapat ia lakukan untuk negara tuan rumah dan Indonesia, serta keinginannya untuk berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai daerah di METU.

“Aku coba nulis tentang kenapa mereka harus pilih aku untuk IISMA. Apa aja sih yang udah aku lakuin selama kuliah, gitu. Nah, kebetulan ‘kan aku prestasinya terbatas. Maksudnya nggak banyak-banyak banget. Jadi aku lebih ceritain ke perjuanganku, how I join any competition or even win that competition. Ya aku lebih kayak tekanin gimana prosesnya dan mungkin itu sih yang mereka lirik dari esaiku,” kata Dita.

Selain itu, mahasiswi asal Malang ini menulis mengenai hal-hal yang ingin dilakukan di Turki selain berkuliah di METU. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, IISMA mengadakan IISMA Challenge yang merupakan ajang promosi budaya di negara masing-masing. Untuk itu, ingin berkolaborasi budaya dengan teman-teman dari Indonesia maupun teman-teman di-universitas tuan rumahnya nanti.

“Kita berasal dari berbagai daerah dan terus aku mikir, masing-masing dari kita bisa bawa satu atau hal yang khas dari daerah kita, misalnya gitu. Enggak melulu tentang promosi kebudayaan, kita juga bisa have fun. Misalnya nyanyi-nyanyi bareng. Aku kepikiran kayak nyanyi lagu daerah kan kebetulan aku dari Jawa Timur nah sedangkan di Jawa Timur ada dangdut. ‘Kan orang Turki atau orang Amerika kan enggak banyak tahu,” jelasnya.

Pertanyaan Mengejutkan
Setelah dinyatakan lolos dalam tahap awal, Dita menghadapi wawancara via Zoom. Seperti wawancara beasiswa luar negeri umumnya, wawancara IISMA menggunakan bahasa Inggris. Beberapa pertanyaan wawancara adalah mengenai kehidupan sehari-hari, esai pribadi yang sudah ia tulis sebelumnya, cara ia bisa mengikuti proses perkuliahan dengan baik, dan cara ia mengatur waktu. Saat itu, Dita sempat menghadapi pertanyaan yang mengejutkan. Pewawancara tiba-tiba bertanya tentang cara Dita mengatur cucian baju.
“Beliau (pewawancara) tanya, ‘Gimana kamu manage laundry-mu?’ Terus aku bilang, ‘Kebetulan saya memprioritaskan waktu belajar, jadi untuk laundry itu saya memakai jasa laundry.’ Aku bilangnya gitu ‘kan, karena that’s the reality. Tapi ternyata bapaknya bilang gini, ‘Oh, kayaknya kamu kurang cocok deh di US karena di US tuh laundry mahal.’ Oh my God! Kayaknya aku salah ngomong deh!” ungkap Dita.

Tanggapan pewawancara sempat membuat Dita merasa bahwa jawabannya kurang tepat. Pengalaman ini menjadi pelajaran baginya untuk lebih hati-hati dalam menjawab pertanyaan. Ia kemudian menyimpulkan, “Andai kata aku enggak dapat tahun ini enggak apa-apa, tahun depan ikut lagi. Tapi aku bilang aku bakalan nyuci baju sendiri.”
Sempat Tak Ingin Kuliah

Ketika SMA, Dita ingin kuliah. Bahkan, ia punya mimpi kuliah di luar negeri. Namun, pada saat itu ia merasa simpatik dengan keadaan keluarga yang belum bisa mendukungnya berkuliah. “Aku mikir, apa aku enggak usah kuliah aja ya karena itu biayanya ‘kan susah ya dari keluarga. Nah terus aku mikir, kayak apa aku ke luar negeri aja, ya. Tapi kuliah di dalam negeri aja enggak bisa banget apalagi kalau ke luar negeri” ungkapnya.

Pikiran itu agak mengganggunya, sampai suatu hari, ia mendapat motivasi dari seseorang yang tak ia kenal. Saat ia sedang berada di sebuah toko fotokopi dan alat tulis, ia bertemu dengan seorang wanita yang tengah menjilid laporan kerja. Tiba-tiba, wanita itu mengajaknya bicara dan bercerita.

“Di tengah-tengah cerita itu kayak dia tiba-tiba kasih sesuatu yang insightful kayak motivasi aku gitu loh. Entah gimana ceritanya dia tiba-tiba bahas tentang kuliah. Dia bilang, ‘Mending kuliah aja mbak, karena kuliah itu investasi terbesar untuk masa depanmu,’ gitu. Terus aku bilang, ‘Kalau kuliah kayaknya susah, Bu. Soalnya orang tua saya kayaknya enggak memungkinkan.’ Terus ibunya bilang, ‘Daftar aja KIP (Kartu Indonesia Pintar), nah terus kalau nanti udah dapat KIP InsyaAllah sama Allah nanti dipermudah semuanya,’ gitu,” terang Dita. Bersyukur, Dita juga mendapat bantuan KIP selama kuliah.

Dita kini memiliki motivasi yang kuat untuk mengejar cita-citanya dalam dunia perkuliahan, bahkan hingga melampaui batas negara. Ia juga sangat berterima kasih kepada kakak tingkat, dosen, dan alumni yang telah memberikan bantuan dan dukungan sepanjang persiapan dan proses seleksi IISMA. Selama perjalanan ini, Dita merasakan adanya timbal balik positif dan merasa bahwa ia tidak berjuang sendirian.

“Aku mau berterima kasih sama beberapa kakak tingkat yang udah bantu aku. Terutama Mbak Jeki atau Mbak Rizki Purwa yang sudah koreksi esai aku, terus bilang, ‘Ini kurang greget,’ atau ‘Ini kayaknya enggak masuk,’ Terima kasih juga untuk Mbak Putri, alumni UNTIDAR yang sekarang lagi di University of Birmingham di United Kingdom yang udah bantu esaiku juga,” kata Dita.

Program IISMA memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa Indonesia seperti Dita untuk belajar di perguruan tinggi internasional dan memperluas wawasan serta keterampilan mereka. Pengalaman Dita dalam IISMA menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengikuti jejaknya dan mewujudkan mimpi.

Penulis : Isaka